Anda di halaman 1dari 8

STRUKTUR ORGANISASI PROYEK

PEMBANGUNAN GEDUNG CONDOTEL DE VASA SURABAYA

PT PP CONSTRUCTION AND MANAGEMENT

1. PROJECT MANAGER

Project manager adalah orang yang ditunjuk untuk menggerakkan


organisasi proyek dan memimpinnya dalam mencapai objective proyek. Project
Manager adalah posisi puncak yang luar biasa dalam proyek. Di pikiran dan
penanya, tertumpu beban tanggung jawab yang besar atas kesuksesan proyek.
Pada proyek besar dan sangat kompleks, project manager bahkan harus memiliki
kesempurnaan kompetensi

Tugas Dan Tanggungjawab Project Manager

a. Mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi masalah yang akan timbul


agar dapat diantisipasi secara dini.
b. Melakukan koordinasi kedalam (team proyek, manajemen, dll) dan keluar
c. Dibantu semua koordinator menyiapkan rencana kerja operasi proyek,
meliputi aspek teknis, waktu, administrasi dan keuangan proyek
d. Melaksanakan dan mengontrol operasional proyek sehingga operasi
proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana (on track)
e. Mengkomunikasikan dalam bentuk lisan dan tertulis (Laporan Kemajuan
Pekerjaan).
f. Seorang Project Manager harus mengontrol proyek yang ditanganinya.
Proyek harus selesai sesuai dengan budget, sesuai dengan spesifikasi, dan
waktu.
g. Proyek yang ditangani harus mempunyai return yang nyata terhadap
organisasi. Taat kepada setiap kebijakan yang di keluarkan organisasi,
harus mengambil keputusan dengan wewenang yang terbatas dari
organisasi.
2. QUALITY CONTROL

Quality Control (QC) merupakan penanggung jawab dalam pengendalian


mutu pelaksanaan proyek.

Adapun tugas dan tanggung jawab Quality Control adalah sebagai berikut :
a. Membuat perencanaan kegiatan operasional Quality Control
- Menyusun rencana inspeksi dan tes untuk material datang serta
rencana inspeksi dan tes proses pekerjaan di lapangan
b. Mengatur kegiatan operasional Quality Control
- Melakukan koordinasi dengan Project Manager, terkait dengan kualitas
hasil pekerjaan
- Melakukan koordinasi dengan Site Manager, terkait dengan persiapan
lahan kerja dan hasil pekerjaan
- Melakukan koordinasi dengan Supervisor, terkait dengan pelaksanaan
pekerjaan
- Melakukan koordinasi dengan owner / konsultan, terkait dengan chek
list
- Melakukan koordinasi dengan Chief Engineer, terkait dengan metode
kerja dan spesifikasi teknis
- Melakukan koordinasi dengan Safety Officer, terkait dengan K3.
c. Melaksanakan kegiatan operasional Quality Control
- Mendukung kegiatan audit dibidang QC
- Memastikan bahwa aset yang ada di bagian Quality Control terpelihara
dengan baik
- Memeriksa kualitas setiap item pekerjaan di lapangan
- Melakukan verifikasi pemeriksaan hasil pekerjaan maupun tahap
pekerjaan apakah sudah sesuai spek
- Melakukan pengecekan terhadap kualitas material yang datang dan
melakukan pengujian sesuai dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan
dalam RMP (Rencana Mutu Proyek) bila diperlukan.
- Melakukan analisa terhadap hasil pengujian laboratorium
- Melakukan analisa terhadap laporan kalibrasi peralatan pengujian
(kecuali alat-alat survey)
- Membuat laporan ketidaksesuaian khususnya untuk material dan hasil
pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknik yang berlaku,
menganalisa, mengajukan proposal perbaikan, tindakan koreksi dan
pencegahan agar tidak terulang lagi kepada Project Manager.
- Melakukan monitoring hasil pekerjaan di lapangan sesuai format
dokumen sistem kualitas atau format dari pemberi tugas
- Membuat laporan keluhan pelanggan berkaitan dengan tugas dan
tanggung jawabnya
- Membuat laporan pengecoran
- Melakukan verifikasi hasil perbaikan
- Membuat, merekap, menyimpan dan mendistribusikan dokumen hasil
pekerjaan (hasil check-list) kepada bagian terkait
- Mengerjakan tugas-tugas lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan
proyek dibidangnya yang diberikan oleh atasan langsung / lebih tinggi
- Melaksanakan K3, memelihara kebersihan dan kerapian area kerja
d. Mengontrol pelaksanaan operasional Quality Control
- Mengontrol tindak lanjut hasil uji / tes terkait dengan Quality Control
- Mengontrol pelaksanaan dan hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi
dan standart kualitas yang telah ditentukan
- Mengontrol akurasi dan validasi dokumen hasil pekerjaan
- Mengontrol kualitas material dan ketersediaan peralatan kerja

3. S.H.E.O (Safety Healt & Environment Officer)


Tugas safety officer meliputi perencanaan, pengorganisasian dan
pelaksanaan program keselamatan sesuai dengan standar-standar yang telah
ditetapkan. Safety officer bertanggung jawab untuk mencegah bahaya, kecelakaan
dan bahaya keselamatan dalam suatu area kerja tertentu, seperti di pabrik,
tambang, rumah sakit atau lingkungan lainnya (terutama di industri seperti
manufaktur, tambang, konstruksi, minyak & gas dsb).
Tanggung jawab HSE Officer sebagai berikut:
- Penyelidikan terhadap sumber bahaya potensial dan kejadian
berbahaya serta memeriksa penyebab kecelakaan atau terjadinya
insiden dimana kepentingan tenaga kerja mungkin terlibat.
- Penyelidikan terhadap kepedulian yang bersangkutan pada tenaga kerja
K3L.
- Melaksanakan pemahaman K3L bagi semua karyawan dalam tempat
kerja dengan memberikan Training Penangan Kecelakaan Kerja.
- Mencatat jam kerja yang dipakai di lapangan seperti juga kinerja K3L
yang harus dilaporkan pada Operations Manager.
- Mengkoordinasikan rapat K3L secara periodic dan menyediakan
catatan.
- Membantu pengawas dalam melaksanakan inspeksi K3L dan menindak
lanjuti tindakan koreksi yang diambil.
- Mengadakan hubungan dengan manajer yang terlibat dan Operations
Manager tentang hal-hal yang berhubungan dengan K3L.
4. S.E.M (Site Engineering Manager)

Site manager merupakan wakil dari pimpinan tertinggi suatu proyek yang
dituntut untuk bisa memahami dan menguasai rencana kerja proyek secara
keseluruhan dan mendetail. Oleh karena itu, site manager harus memiliki human
relation yang luas, baik vertikal maupun horisontal dengan pihak-pihak yang terkait di
luar proyek dan perusahaan.

Tugas Site Engineer Manager yaitu :

- Bertanggung jawab atas urusan teknis yang ada dilapangan.


- Memberikan cara-cara penyelesaian atas usul-usul perubahan desain dari
lapangan berdasarkan persetujuan pihak pemberi perintah kerja,
sedemikian rupa sehingga tidak menghambat kemajuan palaksanaan di
lapangan.
- Melakukan pengawasan terhadap hasil kerja apakah sesuai dengan
dokumen kontrak.

5. S.O.M (Site Operation Manager)

Tugas site Operation Manager yaitu :

- Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan di lapangan.


- Melaksanakan kegiatan sesuai dokumen kontrak.
- Memotivasi pelaksana agar mampu bekerja dengan tingkat efisiensi dan
efektifitas yang tinggi.
- Menetapkan rencana dan petunjuk pelaksanaan untuk keperluan
pengendalian dari pelaksanaan pekerjaan

6. S.A.M (Site Administrasi Manager)

Tugas Site Adm. Manager yaitu :

- Bertanggung jawab atas penyelenggaraan administrasi di lapangan.


- Membuat laporan keuangan mengenai seluruh pengeluaran proyek.
- Membuat secara rinci pembukuan keuangan proyek.
- Memeriksa pembukuan arsip-arsip selama pelaksanaan proyek.

7. POP (Pengendalian Operasional Proyek)


Pada proyek ini POP (Pengendalian Operasional Proyek) mempunyai tugas yaitu:
- Bertugas membuat perencanaan operasional Quality Plan.
- Melaksanakan pengawasan terhadap pendatang material.
8. GSP (General Superindent)

General Superintendent adalah unit organisasi kontraktor pelaksana yang


berada dilapangan. General Superintendent merupakan wakil mutlak dari
perusahaan. Tugas General Superintendent yaitu :

- Mengkoordinir seluruh pelaksanaan pekerjaan di lapangan.


- Bertanggung jawab atas seluruh pelaksanaan proyek dari awal sampai
selesai.
- Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak.
- Memotivasi seluruh stafnya agar bekerja sesuai dengan ketentuan dan
sesuai dengan tugasnya masing- masing.

9. Quantity surveyor

Quantity Surveyor bertugas dalam pengawasan dan pengendalian


keuangan proyek agar dalam hal penggunaannya tidak menyimpang dari
perencanaan dan bertugas dalam pembuatan dokumen lelang, dokumen kontrak
dan bills of Quantities dan mencatat progress kemajuan konstruksi.

10. Engineering

Fokus pada perhitungan construction engineering, value engineering,


pembuatan shop drawing, time control dan pengawasan pelaksanaan engineering
proyek.

1. Struktur engineer

Tugas dan wewenangnya adalah mengawasi pekerjaan struktur yang

sedang berjalan.

2. Mekanikal & elektrikal engineering

Tugas dan wewenangnya adalah mengawasi pekerjaan ME yang

sedang berjalan.

3. Arsitek Engineering

Tugas dan wewenangnya adalah mwngawasi pekerjaan Arsitek yang

sedang berjalan.
11. Superintendent (SP)

Tugas Superintendent yaitu :

o Bertanggung jawab kepada general superintendent.


o Mengambil keputusan yang berkenaan dengan proyek atas persetujuan general
superintendent.