Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGANGANGGUAN SISITEM

PERNAFASAN RDN ( RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME)

Nama Bayi : By Inayah


Tanggal / jam pengkajian : 9 April 2007
Nama ibu Ayah : Ny. Inayah- Tn. Hamsah
Pekerjaan : PNS
Pendidikan Ibu Ayah : SMA
Alamat : Bumi Indah Daya
Diagnosa Medis : BKB/SMK/Sectio
Rumah Sakit : BLU RS DR Wahiddin Sudirohusodo

RIWAYAT KELAHIRAN YANG LALU

Jenis
N Tahun L/ Bb Keadaa komplik Tempat
persalina Ket
o lahir P lahir n bayi asi lahir
n
1 P
2003

STATUS GRAVIDA IBU


G :2 P: 2 A: 0
Umur kehamilan : 40 Minggu
Presentasi bayi : -
Pemeriksaan antenatal : Bidan praktek
HPHT :
Taksiran partus :
RIWAYAT PERSALINAN
Bb / TB : 65 Kg / 164 cm
Keadaan umum ibu : Baik
Jenis persalinan : Sectio
Indikasi persalinan : KPD
Ibu keputihan tidak diobati
KEADAAN BAYI BARU LAHIR
Lahir tanggal : 23 Maret 2007 Jam :16:00
Sex : Laki-Laki
Kelahiran : Tunggal
Berat badan Lahir : 3450 gr
Panjang : cm
HR : x/menit
Pernapasan : x/menit
Suhu : : 0
C
APGAR : penilai menit I : 3
Penilaian menit II : 5
Tindakan resusitasi : Memberikan rangsangan, Bersihkan jalan nafas
Tali pusat : panjang 50 cm
Pembuluh darah : 2 Arteri, 1 Vena
Kelainan : tidak ada
Ketuban : Keruh (Warna kehijauan ) dan berbau
Ballard Score : 34
PENGKAJIAN FISIK
Umur : 18 Hari post Sectio
Berat badan : 3450 gr
Panjang : 51 cm
Antropometri :
BBL : 3400 gr BB sekarang : 3200 gr
LK : cm
LP : cm
LD : cm
PL : cm
PK : cm
KS : cm
SK : cm
LLA : cm
PB : cm
Tanda tanda vital :
HR : 148 x/menit
Pernapasan : 48 x/menit
Suhu : : 36,60C

KEPALA
Bentuk : Agak lonjong ,tidak ada lecet dikepala, rambut hitam
dan cukup tebal
Ubun ubun : UUB dan UUK cekung, sutura teraba dan simetris
Mata : Posisi ke - 2 mata simetris, bisa membuka mata, PUS/
kotoran (-), epikantus 10 0 , alis mata tipis.
Telinga : Posisi kedua telinga simetris , bentuk normal, lubang
telinga normal, kotoran telinga produktif ().\, letak pina normal, tulang
rawan pada pinggir pinna kadang masih lembut, mudah kembali bila
dilipat.
Mulut : simetris, lidah bergerak lincah, kekuatan mengisap
kurang, menelan baik., asupan nutrisi kurang, BB naik hanya 40 gram
dari BB waktu lahir, tidak ditemukan adanya palatoskizis
Hidung : Posisi simetris , lubang hidung lengkap, keluaran tidak
ada , pernafasan cuping hidung tidak ada.
Leher : Bentuk dan pergerakan baik, Lipatan leher (+)., tidak ada kaku
kuduk ( tonic Neck )

TUBUH
Warna : Agak kuning yaitu pada Kramer III ( Kepala sampai
daerah perut )
Pergerakan : aktif
Dada : Bentuk hampir bulat, perbandingan diameter
transversal : AP = 1 : 1, ekspansi dada cukup baik, tidak ada retraksi
dan sesak (-)
Vernik kaseosa : (-)

JANTUNG DAN PARU


Bunyi nafas : Vesikuler, tidak ada bunyi nafas tambahan, ngorok (-)
Pernafasan : 148 X/ menit
Hate rate : 150 X/ menit
PERUT DAN ABDOMEN
Gerakan diagpragmatik : Gerakan diafragmatik lebih sedikit dari pada
gerakan abdominal, turgor baik, talipusat puput, tanda-tanda radang (-).,
pembuluh darah tidak terlihat jelas. Peristaltik (+) kesan normal
PUNGGUNG
Keadaan punggung :
Lanugo : ada pada bebrapa daerah ( dahi, sisi lateral
lengan ki/ka , punggung ).
GENITALIA
Anus : ada lubang
Keadaan : skrotum warna coklat, jumlah terstis 2 buah, keduanya sudah
turun
EKTRIMITAS
Jumlah jari tangan :5/5
Jari kaki :5/5
Pergerakan : cukup aktif, tidak ditemukan adanya kelemahan
Garis telapak kaki : terlihat jelas melebihi 1/3 anterior.
Posisi kaki dan tangan: posisi kaki dan tangan simetris
STATUS NEUROLOGIS
Refleks reflleks :
No Refleks Respon
Moro Baik, bila dengar suara / atau sentuhan kasar
langsung kaget
Rooting Baik, di beri sentuhan pada ujung mulut,menoleh
mencari sumber sentuhan
Mengisap/menelan baik namun belum terkoordinasi dengan sempurna
Babinski positif
Menggenggam kuat
Menangis kuat
Glabelar (+)
Gag refleks Baik
Startle +( klien fleksi saat mendengar suara keras )
Batuk +
Ekstruksi saliva +
Menguap +
Bersin +
Pupil +

NUTRISI
Jenis makanan : PASI ( NAN )
Diberikan dengan : sendok
Jumlah yang diberikan : 3,20x 200 = 80 cc/2 jam 40 cc/jam
8
Catatan :
Ibu klien mengatakan setiap kali anaknya selesai minum susu selalu di
suction
Ibu klien mengatakan anaknya mau disusui namun ibu takut menyusukan
karena bayi belum dapat mengatur cara menelannya.
Ibu klien mengatakan beberapa hari ini ASI sedikit /kurang lancar
Bayi dapat menelan dan mengisap dengan baik namun selesai minum akan
batuk
Antropometri :
LK : 33 cm
LP : cm
LD : 31 cm
PL : cm
PK : cm
KS : cm
SK : cm
LLA : cm
BB : 3200 gr
PB : 51 cm
ELIMINASI
BAB I tanggal : 25 /03/07
BAB : (+) setiap hari
BAK I tanggal : 25/03/07
BAK : (+) setiap hari
TULANG
Lingkaran kepala : cm
Dada : cm
Perut : cm

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tgl Jenis Hasil Normal
pemeriksaan
Tgl WBL 14,1 H103/mm3
28/03/2007 RBC
HGB 4,98 106/mm3
HCT 16,8 gr/dl
MCV 48,8 H%
98 Hfl
MCHC
34,4 g/dl
MCH
337,7 Hpg 140 mg/dl)
GDS
92 mg/dl < 1,1 mg/dl
Bilirubin total ( < 0,30 mg/dl ) < 0,30 mg/dl
Bilirubin direk 1,39
0,74

Perawatan :
Asupan nutrisi kurang , selama perawatan 18 hari BB turun 250 gr
Suction
Rawat diluar Inkubator
Pemberian ASI on demand
Perkembangan Berat Badan
Tgl 25/03/2007 : 3450 gram
Tgl 26/03/2007 : gram
Tgl 27/03/2007 : gram
Tgl 28/03/2007 : gram
Tgl 29/03/2007 : gram
Tgl 30/03/2007 : gram
Tgl 1/03/2007 : gram
Tgl 2/03/2007 : gram
Tgl 3/03/2007 : gram
Tgl 4/03/2007 : gram
Tgl 5/03/2007 : gram
Tgl 6/03/2007 : gram
Tgl 7/03/2007 : gram
Tgl 8/03/2007 : gram
Tgl 9/03/2007 : 3200 gram

KLASIFIKASI DATA

Data subjektif Data Objektif


Ibu klien mengatakan setiap kali Berat BB lahir : 3450gr
anaknya selesai minum susu selalu BBS : 3200 gr
di suction Bayi minum PASI ( NAN )
Ibu klien mengatakan anaknya 40 cc/jam namun tidak dihabiskan
tidak rewel jika tidur dengan Refleks isap & menelan baik namun
kepala ditinggikan belum terkoordinasi dengan baik
Asupan nutrisi kurang
Ibu klien mengatakan anaknya Bayi lahir Post sectio dengan
mau disusui namun ibu takut riwayat KPD dan asfiksia
menyusukan karena bayi belum Ketuban berwarna keruh
dapat mengatur cara menelannya. ( kehijauan dan berbau )
Ibu klien mengatakan beberapa Suara nafas stridor
hari ini ASI sedikit /kurang lancar Terdapat sekret disaluran nafas dan
sulit dikeluarkan
Bayi dapat menelan dan mengisap

dengan baik namun selesai minum


akan batuk
Klien dirawat diluar inkubator
Bilirubin total : 1,39 mg/dl
Bilirubin direk : 0,74 mg/dl
TTV:
HR : 148 x/m
P : 48 x/m
S : 365 0C

ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1 Ds: Bersihan jalan nafas
tidak efektif
Ibu klien mengatakan
setiap kali anaknya selesai
minum susu selalu di
suction
Ibu klien mengatakan
anaknya tidak rewel jika
tidur dengan kepala
ditinggikan
DO :
Bayi lahir Post sectio
dengan riwayat KPD dan
asfiksia
Batuk
Ketuban berwarna keruh
( kehijauan dan berbau )
Ronkhi
Terdapat sekret disaluran
nafas dan sulit dikeluarkan
Klien dirawat diluar
inkubator
TTV:
HR : 148 x/m
P : 48 x/m
S : 365 0C
DS :
Ibu klien mengatakan
anaknya mau disusui
Nutrisi kurang dari
namun ibu takut
kebutuhan tubuh
menyusukan karena bayi
belum dapat mengatur cara
menelannya.
Ibu klien mengatakan
beberapa hari ini ASI
sedikit /kurang lancar
DO :
Berat BB lahir : 3450gr
BBS : 3200 gr
Bayi minum PASI( NAN )
40 cc/jam namun tidak
dihabiskan
Refleks isap & menelan
baik namun belum
terkoordinasi dengan baik
Asupan nutrisi kurang
Klien dirawat diluar
inkubator
Bayi dapat menelan dan

mengisap dengan baik


namun selesai minum
akan batuk

Bilirubin total: 1,39 mg/dl


Bilirubin direk: 0,74
mg/dl
TTV:
HR : 148 x/m
P : 48 x/m
S : 365 0C
DAFTAR PUSTAKA

Doenges E Marilynn.200 . RENCANA PERAWATAN MATERNAL BAYI ,Edisi 2


.EGC : Jakarta

FKUI,2002. Buku Kuliah 3 ILMU KESEHATAN ANAK .Infomedika.Jakarta


Merenstein Gerald B.2001. Buku Pegangan.PEDIATRI.Widya Medika :Jakarta
No Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Implementasi
1 2 3 4 5
1 Bersihan jalan nafas tidak Kepatenan jalan nafas 1. Kaji bunyi nafas dan catat 1.Bunyi nafas harus sama secar
efektif b/d terpenuhi,criteria : kesamaan dan bilateral,inspirasi krekels mungkin
Ditandai dengan Ds: Ronkhi (-) kejelasannya,perhatikan ada beberapa jam pertama namun bila
Bayi dapat minum adanya krekels atau ronkhi menetap menandakan RDS atau
Ibu klien mengatakan
tanpa disuction pneumonie,Ronkhi terdengar pada
setiap kali anaknya inspirasi atau ekspirasi disebabkan
selesai minum susu oleh gerakan udara melalui jalan yang
selalu di suction telah menyempit oleh pembengkakan
Ibu klien mengatakan atau sekresi,dapat menandakan
anaknya tidak rewel tertahannya sekresi/aspirasi.
jika tidur dengan
kepala ditinggikan 2.Tinjau ulang catatan 2. Bila mekonium ada ,disertai
kelahiran terhadap adanya penghispan / usaha pembersihan jalan
DO : mekonium saat kelahiran mnafas yang tidak tepat sebelum
Bayi lahir Post sectio atau cairan amniotic pernafasn awal mepredisposisikan
dengan riwayat KPD berwarna bayi pada adanya pneumonie aspirasi
mekonium,tentukan mekonium.
dan asfiksia
apakah penghisapan tepat
Batuk
pada orofaring dilakukan
Ketuban berwarna
saat bayi lahir
keruh 3. Kaji ulang kejadian pra 3.Kejadian tersebut memperberat
( kehijauan dan berbau natal dan intrapartum ketidakmampuan bayi untuk
) ,perhatikan factor resiko membersihkan jalan nafas dari
Ronkhi yang dapat memperberat kelebihan cairan,mucus,dan materi
Terdapat sekret kelebihan cairan paru atau yang teraspirasi .
disaluran nafas dan aspirasi cairan amniotic
sulit dikeluarkan ( misalnya diabetes
Klien dirawat diluar maternal,kelahiran
inkubator secaria,atau kelahiran
TTV: presentasi
HR : 148 x/m bokong,perdarahan
P : 48 x/m maternal,asfiksia intra
S : 365 0C partal,sedasi berlebihan
pada ibu )
4. Hisap nasofaring sesuai 4.Menjamin kebersihan jlan nafas ,yang
indikasi,perhatikan penting bagi neonatus
warna,jumlah,dan karkter
mucus yang dimuntahkan
5. Posisikan bayi miring 5. Memudahkan drainage mucus
dengan gulunga handuk
untuk menyokong
punggung
6. Pantau tanda tada hipo / 6.Hipotermia dan hipertermia dapat
hipertermia pada bayi. meningkatkan laju metabolisme dan
konsumsi oksigen,menyebabkan
kemungkinan siklus asidosis
metabolic dan hipoksia yang
memperburuk sirkulasi janin
,mengurangi kadar surfaktan, dan
meningkatkan distress pernafasan.
7.Penatalaksanan medis 7.Mukolitik berguna untuk
pemberian mukolitik mengencerkan secret pada saluran
nafas dengan cara memecah benang
Nutrisi kurang dari benang mukoprotein dan
kebutuhan tubuh b/d mukopolisakarida dari mucus
Pemenuhan nutrisi 1.Kaji tingkat hidrasi 1. Fontanel cekung,turgor kulit
DS :
adekuat,criteria : bayi,perhatikan kondisi buruk,penurunan haluaran urine dan
Ibu klien mengatakan BB bayi sesuai fontanel,turgor kulit jumlah membrane mukosa kering
anaknya mau disusui dengan usia produksi mucus ,dan warna menunjukkan dehidrasi.Kegugupan
namun ibu takut Bayi dapat serta kuantitas dapat menendakan hipoglikemia.
menyusukan karena meregulasi urine,observasi bayi
bayi belum dapat Makanan/minuman terhadap kegugupan atau
mengatur cara yang ada letargi
menelannya. dimulutnya dengan 2.Timbang berat badan 2. Mengevaluasi keadekuatan masukan
baik bayi,bandingkan berat badan oral,neonatus harus berkemih
Ibu klien mengatakan lahir dan berat badan sedikitnya 7 kali dalam 24
beberapa hari ini ASI dekarang jam,neonatus dapat mengeluarkan
sedikit /kurang lancar faeces 2 7 kali/24jam ,kandungan
DO : faeces sesuai dengan diet.

Berat BB lahir : 3450gr


BBS : 3200 gr 3.Perhatikan 3.Kebutuhan nutrient erdasarkan pada
Bayi minum frekuensi,jumlah dan BB.Penambahan BB atau penurunan
PASI( NAN ) penampilan fesec serta menndakan keadekuatan
40 cc/jam namun urine ,palpasi kelunakan masukan.Neonatus memerlukan 100-
tidak dihabiskan abdomen. 120 kkal/kg ( 50 kalori/lb)setiap
Refleks isap & hari.Pemberian makan/minum harus
menelan baik namun diberikan kira kira setiap 3 jam ( 6
8 kali/hari)atau sesuai kebutuhan.Rata
belum terkoordinasi
rata kebutuhan cairan adalah 5
dengan baik
oz/kg/24 jam.
Asupan nutrisi kurang 4.Kaji refleks refleks 4. Refleks menghisap dan menelan yang
Klien dirawat diluar berkenaan dengan buruk atau sekresi berlebihan dapat
inkubator pemberian makan dan secara negative mempngaruhi
Bayi dapat menelan perhatikan adanya sekresi masukan.
dan mengisap dengan orofaringeal
5. Memberikan intake cairan 5. Mempertahankan intake oral
baik namun selesai sesuai BB bayi :
3,2 x 200 = 640
minum akan batuk
8 8
Bilirubin total: 1,39 = 80/2 jam
mg/dl = 40 cc setiap jam.
Bilirubin direk: 0,74 6. Pemberian vitamin B 6. Vit. B Compleks Meningkatkan
mg/dl compleks metabolisme KH,energi serta suplemen
TTV: bagi tubuh terutama
tiamin,ribovlafin,asam nikotinat,asam
HR : 148 x/m
pantotenat,Biotin)
P : 48 x/m
S : 365 0C
IMPLMENTASI DAN EVALUASI

No Hari NO Jam Implementasi Evaluasi


/Tgl Dex
1 Selasa I O8.00 1.Mrngkaji bunyi nafas dan catat Selasa 14.15
10 April kesamaan dan S:
2007 kejelasannya,perhatikan adanya Ibu klien mengatakan anaknya
krekels atau ronkhi merasa nyaman bila posisi
Hasil : kepala saat dibaringkan
Tedengar bunyi ronkhi pada saluran ditinggikan
nafas bagian atas Ibu klien mengatakan anaknya
08.05 2.Meninjau ulang catatan kelahiran masih banyak lender terutama
terhadap adanya mekonium saat bila selesai diminumkan
kelahiran atau cairan amniotic O:
berwarna mekonium,tentukan Ronkhi (+)
apakah penghisapan tepat pada Frekuensi Nafas : 48 x/m
orofaring dilakukan saat bayi lahir Retraksi dindig dada (-)
Hasil : Anak masih butuh disuction
Pada saat lahir ketuban berwarna bila selesai makan
keruh kehijauan dan A : Masalah belum teratasi
berbau,APGAr score menit I 3 dan P : Intervensi 1,2,3,4,5,6,7
5 menit II 5. dipertahankan.
08.06 3. Mengkaji ulang kejadian pra natal
dan intrapartum ,perhatikan factor
resiko yang dapat memperberat
kelebihan cairan paru atau aspirasi
cairan amniotic ( misalnya diabetes
maternal,kelahiran secaria,atau
kelahiran presentasi
bokong,perdarahan
maternal,asfiksia intra partal,sedasi
berlebihan pada ibu )
Hasil :
Faktor pra natal : ibu meiliki
riwayat keptutihan dan tidak diobti
Faktor intrapartum : Bayi lahir
dengan caesaria karena kelebihan
bulan dan ketuban pecah dini.
11.10 4.Melakukan suction pada
nasofaring sesuai indikasi dengan
tetap memperhatikan
warna,jumlah,dan karkter mucus
Hasil :
Warna berwarna putih + 2-3 cc dan
encer.
11.50 5. Memberikan bayi posisi miring
dengan memberikan sanggahan
pada punggung
09.00 6.Pantau tanda tada hipo /
hipertermia pada bayi.
Hasil :
Tidak ada tanda tanda hipotermi :
Suhu tubuh 3650C ,bayi nyaman
bila sarung pembungkus sedikit
terbuka , suhu akral hangat.

12.15 7.Penatalaksanan medis pemberian


mukolitik ,yaitu : Mucopect 0,5
cc/drop

2 Selasa II 08.00 1.Mengkaji tingkat hidrasi Rabu ,11 April 2007


10 April bayi,perhatikan kondisi S:
2007 fontanel,turgor kulit jumlah Keluarga klien mengatakan
produksi mucus ,dan warna serta anaknya masih belum dapat
kuantitas urine,observasi bayi mengatur bila banyak susu
terhadap kegugupan atau letargi dimulutnya sehingga harus
Hasil : dibantu dengan menggunakan
Tidak ada tanda tanda dehidrasi sendok
O:
08.15 2.Menimbang berat badan bayi dan BB : 3220 gram( belum miksi )
membandingkan berat badan lahir Anak belum dapat diberi ASI
dan berat badan sekarang (ASI ibu berkurang )
Hasil :
Bayi mengalami penurunan BB A: Masalah belum teratasi :
,BB lahir 3450 gr pada hari ke 18 P :
BB mengalami penurunan menjadi Pertahankan Intervensi 1,2,3,4,5
3.200 gram Pantau praktik dan pengetahuan
pemberian makan orang tua
08.30 3.Mempehatikan frekuensi,jumlah kepada bayi,berapa menit bayi
dan penampilan fesec serta urine menyusu pada setiap
,palpasi kelunakan abdomen. payudara ,bila perlu observsi
Hasil : orang tua selama pemberian
Hari ini bayi sudah BAB 1 makan.
kali,BAB encer warna
kekuningan ,abdomen terasa lunak.

08.15 4.Mengkaji refleks refleks


berkenaan dengan pemberian
makan dan perhatikan adanya
sekresi orofaringeal
Hasil :
Refleksmengisap baik namun bayi
belum dapat meregulasi dengan
baik ASI atau susu yang ada di
mulut sehingga bila selesai
menyusu akan batuk.
11.00 5. Memberikan intake cairan sesuai
BB bayi :
3,2 x 200 = 640
8 8
= 80/2 jam
= 40 cc setiap jam.
Bayi hanya menghabiskan + 30
cc ,sisa 10 cc.
12.15 6. Penatalaksanaan medis pemberian
vitamin B compleks 0,3 cc /drop.