Anda di halaman 1dari 5

PERBAIKAN PROFIL TEGANGAN DAN FAKTOR DAYA

I. PENDAHULUAN
Energi listrik merupakan bentuk energi yang paling cocok dan nyaman bagi manusia modern.
Tanpa listrik kehidupan masyarakat sekarang tidak akan menyenangkan, makin bertambahnya
konsumsi listrik perkapita diseluruh dunia menunjukkan kenaikan standard kehidupan manusia.
Dengan demikian berkembangnya sistim tenaga listrik, peranan operasi sistim tenaga listrik
menjadi semakin menetiukan. Pada dasarnya tujuan operasi sistim tenaga listrik adalah melayani
kebutuhan beban dengan kwantitas dan kwalitas tenaga listrik yang baik, biaya operasional yang
rendah dan pelestarian lingkungan hidup yang yang baik ( minimisasi pencemaran lingkungan ).
Peningkatan kebutuhan energi listrik tersebut disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi ,khususnya dengan munculnya kegiatan-kegiatan industri . Pada industri-industri
berat, pemakaian daya listriknya juga besar. Penggunaan energi listrik dalam jumlah yang besar
membutuhkan pengaturan serta penanganan yang khusus untuk meningkatan keandalan,
mengatasi rugi-rugi serta pemeliharaan dan optimasi daya.
Pada umumnya pabrik-pabrik industri menggunakan bebanbeban yang bersifat induktif
sehingga akan menimbulkan masalah yaitu terjadinya pasokan arus tertinggal dan akan
membuat nilai factor daya rendah. Jika beban dioperasikan pada sumber tegangan dengan nilai
factor daya yang rendah maka beban akan menarik arus pasokan yang lebih besar sehingga
rugi-rugi daya pada sistim instalasi daya listrik akan menjadi besar dan juga menyebabkan drop
tegangan menjadi lebih besar. Hal ini akan membuat sistim tegangan pada beban akan turun
yang dapat menganggu kondisi pemakaian beban
Oleh sebab itu perbaikan nilai tegangan yang turun akibat besarnya drop tegangan yang terjadi
sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan sistim daya listrik. Salah satu cara untuk perbaikan
tegangan adalah dengan pemasangan kapasitor sebagai
sumber daya reaktif terhadap kebutuhan beban induktif tersebut, sehingga didapat nilai factor
daya yang optimal untuk menjaga nilai tegangan pada batas yang diizinkan.

II. PERUMUSAN MASALAH


Untuk dapat memperoleh nilai tegangan pada batas yang masih diizinkan ( sesuai dengan
standard yang sudah ditetapkan , yaitu tegangan tidak boleh melebihi 5% dari tegangan nominal
dan tidak boleh turun dari 10% dari tegangan nominalnya ). Selain ditentukan oleh besar nilai
kapasitansi kapasitor yang akan dipasang juga dipengaruhi oleh letak atau posisi penempatan
kapasitor tersebut pada sistim jaringan (saluran) daya listrik.
Lokasi yang baik untuk kapasitor dapat dicari dengan penekanan rugi-rugi daya yang terjadi pada
saluran jaringan listrik.. Oleh sebab itu pada penulisan ini penempatan kapasitor didasarkan
dengan pertimbangan bahwa pada posisi tersebut rugi-rugi daya saluran dapat ditekan dengan
maximal atau rugi-rugi daya saluran menjadi minimum jika kapasitor ditempatkan pada posisi
tersebut. Dengan membuat jumlah rugi-rugi daya yang minimum akan menghasilkan penurunan
drop tegangan yang maksimum, sehingga profil tegangan yang turun akibat rugi-rugi daya dapat
diperbaiki.

III PENGGUNAAN KAPASITOR DALAM SISTIM DISTRIBUSI


A. Pengaruh Kapasitor Seri dan Paralel
Pada umumnya tegangan pelayan yang terlalu tinggi dan berlansung lama dibanding dengan
nominalnya akan mengakibatkan berkurangnya umur ekonomis bola lampu, peralatan elektronis
dan kerusakannya lebih awal dari pada peralatan listrik. Sebaliknya tegangan yang terlalu rendah
dibandingkan dengan tegangan nominalnya akan mengakibatkan tingkat luminasi yang rendah ,
gambar TV yang tidak stabil , pemanasan yang berlebihan pada peralatan elektronik, motor tidak
dapat distart serta beberapa peralatan bekerja pada toleransi tegangan yang tidak sesuai.
Khususnya pemakaian kapasitor seri dan paralel pada sistim didtribusi menimbulkan daya reaktif
atau menaikkan cos dan tegangan sehingga menambah kapaitas sistim dan mengurangi
kerugian. Daya reaktif kapasitor seri sebanding dengan kwadrat arus beban, sedangkan daya
reaktif kapasitor paralel sebanding dengan kwadrat tegangan. Ada beberapa aspek tertentu yang
tidak menguntungkan pada pemasangan seri. Secara umum dikatakan pemasangan kapasitor
seri memerlukan biaya pemasangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemasangan
kapasitor paralel. Dan peralatan proteksi untuk kapasitor seri seringlebih komplek, dan kapasitor
seri dirancang untuk daya yang lebih besar dari kapasitor paralel untuk mengatasi perkembangan
beban nantinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan antara kapasitor seri dan paralel
dapat dilihat pada table dibawah ini :

No. Tujuan Kapasitor Seri Kapasitorparalel


1. Memperbaiki factor daya Pilihan kedua Pilihan pertama
2. Memperbaiki tingkat tegangan pada sistim saluran udara dengan fd normal dan rendah Pilihan
pertama Pilihan kedua
3. Memperbaiki tingkat tegangan pada sistin saluran udara dengan f.d yang tinggi. Tidak dipakai
Pilihan pertama
4. Memperbaiki tegangan pada sistim saluran bawah tanah dengan f.d normal dan rendah Pilihan
pertama Tidak dipakai
5. Memperbaiki tegangan pada sistim saluran bawah tanah dengan f.d tinggi Tidak dipakai Tidak
dipakai
6. Mengurangi kerugian saluran Pilihan kedua Pilihan pertama
7. Mengurangi fluktuasi tegangan Pilihan pertama Tidak dipakai

B. Kapasitor Seri
Kapasitor seri adalah kapasitor yang dihubungkan seri dengan saluran. Penggunaan kapasitor
seri sangat terbatas dan umumnya penerapannya sangat sulit untuk memasang kapasitor seri
dengan ukuran yang kecil. Seperti kapasitor seri menghasilkan reaktans induktif , dengan kata
lain kapasitor seri adalah reaktansi negatif ( kapasitif ) yang seri dengan rangkaian rektansi positif
( induktif ) yang menghasilkan efek pada seluruh bagiannya. Oleh karena itu efek utama dari
kapasitor seri adalah mengurangi atau membatasi drop tegangan yang disebabkan oleh
reaktansi induktif pada rangkaian .
Kadang-kadang kapasitor seri dapat dianggap sebagai pengatur tegangan yang memberikan
penambahan tegangan yang besar dan factor daya tepat pada seluruh arusnya. Oleh karena itu
kapasitor seri memberikan kenaikan tegangan yang naik secara otomatis dan teratur sesuai
dengan kenaikan beban. Kapasitor seri juga memberikan kenaikan tegangan pada jaringan yang
lebih besar dari kapasitor paralel dengan cos lebih rendah, yang menyebabkan lebih turunnya
tegangan.
Drop tegangan sepanjang feeder dapat dicari dengan persamaan berikut :

VD = I R cos + I XL sin (1)

Dengan :
R = Resistans dari rangkaian feeder
XL = Reaktans induktif dari rangkaian feeder
Cos = Faktor daya pada sisi penerima
Sin = Sinus sudut dari factor daya sisi penerima.

Ketika kapasitor seri dipasang maka hasil drop tegangan dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut :

VD = I R cos + I (XL XC) Sin (2)

Dengan : XC = Reaktans kapasitif pada kapasitor seri


Biasanya ukuran kapasitor seri dipilih untuk feeder distribusi dipasang pada jalur yang
menghasilkan reaktansi kapasitif yang lebih kecil dari reaktansi induktifnya sehingga drop
tegangan dapat dicari sebagai berikut :

VD = I R cos - I( XC XL ) sin .(3)

Kondisi seperti ini disebut dengan over kompensasi. Kadang-kadang level yang dipilih dari over
kompensasi yang didasarkan pada beban normal maka hasil tegangan dari over kompensasi
pada sisi penerima mungkin sangat tidak baik , sebab arus tertinggal pada saat motor distart
dapat menyebabkan naiknya tegangan yang besar, seperti yang terlihat pada Gb.3.2b yang
sangat berbahaya untuk mengoperasikan motor-motor besar karena saat starting motor-motor
besar dapat mengakibatkan kerusakan dan menyebabkan adanya percikan bunga api . Hal
tersebut akan menjadikan kerugian dari pemakaian kapasitor.
Karena beberapa alasan , misalnya ferroresonansi trafo, resonansi sinkron saat motor-motor
dijalankan atau saat penggabungan motor-motor pada operasi normal dan juga adanya kesulitan
proteksi kapasitas seri dari arus gangguan pada sistim, maka kapasitor seri tidak banyak
memiliki. Kegunaan dalam sistim distribusi, tepapi kapasitor seri dapat digunakan pada saluran
Sub-transmisi, yang digunakan untuk menahan beberapa saluran reaktansi dengan kemampuan
suhu tinggi. Kapasitor seri juga dapat digunakan pada sistim Subtransmi untuk mengurangi
regulasi tegangan.

C. Kapasitor Shunt ( paralel )


Kapasitor Shut adalah kapasitor yang dihubungkan secara paralel dengan saluran yang dapat
digunakan secara luas dalam sistim distribusi. Pemasangan kapasitor sangat penting untuk
penyediaan daya reaktif dari sebuah sistim daya . Saluran transmisi akan paling ekonomis bila
dipakai untuk mengirimkan daya aktif saja, yang kebutuhan daya reaktif bebannya didapat dalam
sistim distribusi konsumen atau kebanyakan pada tingkat Sub-transmisi (GI). Hal ini akan
memungkinkan penggunaan optimum saluran transmisi , memperbaiki penampilan operational
nya dan mengurangi kerugian energi. Karena itu dibutuhkan penelitian sistim dan perencanaan
yang perhatikan untuk memenuhi kebutuhan daya reaktif sistim dengan cara yang sama dengan
perecanaan daya aktif dan perencanaan kapasitas generator tambahan.
Kapasitor shunt memperbaiki tipe daya reaktif atau arus untuk melawan komponen dari arus
yang dihasilkan oleh beban induktif . Disatu sisi kapasitor shunt merubah karakteristik beban
induktif dengan menggambarkan arus yang mendahului yang melawan beberapa komponen
tertinggal arus beban induktif pada titik pemasangan. Oleh karena itu kapasitor shunt
mempunyuai efek yang sama seperti kondensator sinkron penguatan luar , generator maupun
motor.. Seperti ditunjukkan pada Gb.3.3 penempatan kapasitor shunt pada feeder, akan
mengurangi arus magnetisasi sumber , memperbaiki factor daya sehingga drop tegangan antara
akhir pengiriman dengan beban juga dapat dikurangi. Gb.3.3b dan 3.3d menunjukkan keadaan
setelah dipasang kapasitor shut. Drop tegangan pada feeder atau pada saluran transmisi pendek
dengan factor daya tertinggal dapat dihitung dengan persamaan berikut :

VD = IR R + IX XL ( Volt ).(4)

Dengan :
R = Resistansi total pada rangkaian feeder (ohm)
XL = Reaktansi induktif total pada rangkaian feeder (ohm)
IR = Komponen daya nyata untuk arus ( Amper/fase )
IX = Komponen reaktif untuk arus tertinggal terhadap tegangan 900
( Amper/fase )

Jika kapasitor dipasang pada sisi penerima dari saluran dapat dilihat pada Gb.3.3b, hasil drop
tegangan dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini :

VD = IR R + IXXL ICXL ( Volt ).(5)

Dengan : IC = komponen reaktif dari arus yang mendahului tegangan sebesar 900(Amp)
Perbedaan antara perhitungan drop tegangan dicari dengan menggunakan persamaan (4) dan
(5), adalah merupakan kenaikan tegangan pada instalasi kapasitor yang dapat dinyatakan sbb :
VR = ICXL

IV. PENENTUAN LOKASI KAPASITOR PADA JARINGAN DISTRIBUSI


A. Uraian Umum.
Jaringan distribusi biasanya disebut dengan jaringan tegangan menengah atau jaringan distribusi
primer yang bertegangan 20 KV, tiga fasa, 4 kawat dengan netral bersama yang diketanahkan
dengan sumber tegangan dari Gardu Induk menuju daerah daerah beban dan biasanya
jaringan tersebut penyulang (feeder).
Dalam suatu GI biasanya jumlah penyulang lebih dari satu buah dan panjang rata-rata lebih dari
30 km, hal ini terjadi karena komposisi beban didomisi oleh beban bertarif rumah tangga yang
letaknya menyebar baik didaerah pedesaan maupun daerah perkotaan. Oleh karena adanya
jenis beban pada penyulang yang beraneka ragam serta letak yang berbeda-beda , maka akan
mempengaruhi nilai-nilai factor daya pada masing-masing penyulang tersebut sehingga dalam
satu GI yang terdiri dari beberapa penyulang dimungkinkan dapat terjadi perbedaan nilai factor
daya yang menjolok.
Pada umumnya masing-masing penyulang dalam suatu GI tidak dilengkapi dengan alat pengukur
factor daya ( cosq meter ) sehingga guna mengetahui nilai factor daya maka operator GI harus
menghitung sendiri denga cara membandingkan antara besaran daya aktif (kWh) terhadap
besaran daya semu (kVA) . Dengan mengetahui besaran panjang penyulang , factor daya ,daya
aktif dan reaktif serta daya semu , maka pada suatu penyulang yang factor dayanya jelek dapat
ditentukan lokasi kapasitor yan tepat sehingga diharapkan akan diperoleh manfaat yang optimal.

B. Prosedur Matemais untuk Menentukan Lokasi Kapasitor yang Optimum.


Penyulang yang realities yang berisi sejumlah segmen arus dengan kombinasi yang
terkosentrasikan dan beban jaringan tersebar disepanjang jaringan penyulang (Turan Gunen
1986).
Anggaplah bahwa penurunan daya I2R disebabkan oleh arus I yang mengalir melalui jaringan
penyulang dengan resistor R , maka dapat ditunjukkan bahwa :

I2R = ( I cos a )2 R + ( I sin a )2 R ( 6 )

Dengan a adalah sudut fase arus dan tegangan pada sisi penerima ( beban ).

Setelah menambah kapasitor paralel dengan arah IC , maka resultannya adalah arus baru yaitu
I1 dan penyusutan daya yang baru yaitu I2R, oleh karena itu maka :
I12R = ( I cos a )2 R + ( I sin a )2 R ...( 7 )
Dengan demikaian pengurangan penyusutan sebagai hasil dari pemasangan kapasitor dapat
diperoleh dengan cara sbb :
uPLS = I2 R - I12 R.( 8 )
atau dengan menggantikan persamaan ( 6 ) dan ( 7 ) menjadi persamaan ( 8 )
uPLS = 2( I sin a ) IC R IC2 R.( 9 )
Jadi hanya komponen arus reaktif yaitu I.sin a yang diambil untuk menghitung pengurangan
penyusutan I2 R sebagai hasil dari persamaan kapasitor.
Anggaplah bahwa panjang jaringan penyulang dari sumber tegangan atau GI sampai dengan
ujung jaringan adalah 1 (satu) per panjang unit, seperti pada Gb. 4.2 profilarus pada titik yang
telah ditentukan merupakan fungsi jarak yang titiknya bermula diakhir penyulang.
Dengan demikian maka differensial penyusutan I2 R dari segmen differensial dx bertempat pada
jarak x yang dapat dikatakan sbb :

dPLS = 3 [ I1 ( I1 I2 ) x] Rdx.( 10 )

V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Hasil perhitungan aliran daya, tidak selalu memberikan unjuk kerja yang optimal. Belum tahu
hasil perhitungan aliran daya (load flow) memberikan susut daya nyata sistem yang optimal,
kenyataan ini terbukti setelah dilakukan perhitungan aliran daya untuk sistem jaringan IEEE 14
bus 20 saluran hanya memberikan susut daya sebesar 0,04351243253463 pu.
2. Untuk mendapatkan susut daya nyata yang optimal, maka hasil dari aliran daya perlu
dioptimalkan dengan menerapkan metode optimasi, pada pembahasan ini digunakan metode
optimasi dari Shahihdehpour dengan prioritas pengaturan yang sama untuk ketiga varibel
pengontrol (sadapan trafo, switching, capacitor/reactor, dan tegangan generator). Untuk
mendapatkan susut daya yang optimal, maka harga pembangkit dari daya reaktif harus
diabaikan.
3. Jika harga pembangkitan daya reaktif tidak diabaikan, maka perlu dilakukan prioritas
pengaturan variabel-variabel switching capasitor/reactor, posisi sadapan trafo dan pengaturan
tegangan tegangan generator. Daerah kerja penggunaan prioritas pembangkitan daya reaktif ini
tergantung pada perbandingan harga MW dan MVAR.

A. 5.2 Saran
1. Pemilihan metode optimasi daya reaktif dipengaruhi oleh perbandingan harga MW dan MWAR
pda generator. Oleh karena itu disarankan untuk meneliti lebih lanjut perbandingan biaya
produksi MW terhadap MWAR pada generator.