Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS (PROSES KEPERAWATAN)

Nama Mahasiswa : Subhan


NIM : 010030170 B
Ruang : Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo.
Pengkajian diambil tanggal : 28 Oktober 2002. Jam 11. 30

A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn JM No. Regester : 110206891
Umur : 47 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : Swasta
Pendidikan : SD
Bahasa yang digunakan : Jawa
Alamat : Surabaya
Tanggal MRS : 20 - 9 - 2002
Cara Masuk : Lewat Instalasi Rawat Darurat/Poliklinik RSUD Dr. Soetomo
Surabaya
Diagnosa Medis : Ca Laring SJNA Jackson II III (Post Operasi Total
Laringektomi).
Keluhan Utama : Kesukaran Komunikasi Verbal.
Keluhan Sebelumnya : Sejak 2 minggu yang lalu (dari tanggal MRS) pasien
mengatakan mengalami sesak napas yang dirasakan semakin
berat. Suara juga dirasakan parau sejak + 1 tahun yang lalu,
sulit menelan dan bila tidur napas berbunyi seperti orang
ngorok. Riwayat batuk darah (-) Keluhan telinga (-) riwayat
demam (-). Oleh kelurga pasien diajak berobat ke RSUD Dr
Soetomo Surabaya dan didapatkan stridor pada saat
inspirasi, retraksi (+) pada suprasternal, epigastrial dan
interkostal, terdapat masa didaerah leher kiri, epiglottis dbn,
menutupi korda vokalis
Upaya yang telah dilakukan : Kemudian pada tanggal 5-10-2002 pada pasien
dilakukan tindakan Tracheostomi cyto.
Terapi/operasi yang pernah dilakukan : Post Operasi Total Laringektomi

1
1. RIWAYAT KEPERAWATAN (NURSING HISTORY)
1) Riwayat Penyakit Dahulu : tidak pernah menderita DM, riwayat Hipertensi,
dan riwayat TB.
2) Riwayat Penyakit Sekarang : Saat ini sudah dilakukan Operasi Laringektomi
Total hari ke V dari tanggal 23 Oktober 2002.
3) Riwayat Kesehatan Keluarga : Riwayat penyakit yang sama pada keluarga.
4) Keadaan Kesehatan Lingkungan : Menurut keluarga pasien keadaan
lingkungan rumah cukup bersih, karena kebiasaan warga sekitar membersihkan
lingkungan rumah masing-masingsetiap miggu secara teratur.
5) Riwayat Kesehatan Lainnya : Sebelum sakit sejak berumur 20 tahun pasien
mempunyai kebiasaan merokok + 2 bungkus rokok Djisamsoe perhari dan
mempunyai kebiasaan minum-minuman beralkohol.
6) Alat bantu yang dipakai : Gigi palsu (-) Kaca mata (-) Pendengaran (-).

2. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK


1) Keadaan Umum : Baik, Kesadaran Compos Mentis (GCS : 456)
2) Tanda-tanda vital
Suhu : 36,1 0C Nadi : 80 x/menit.
Tekanan darah : 120/80 mmHg. Respirasi : 16 x/menit
3) Body Systems
(1) Pernafasan (B 1 : Breathing)
Hidung secret (-), pasien bernapas pada Stoma Post Operasi Larigektomi.
Dada : Gerakan simetris, bentuk simetris.
Suara napas : Ronchi (+) pada kedua paru,
Jenis pernapasan : pasien bernapas l;angsung melalui trachea yang
langsung dihubungkan melalui Stoma keudara luar.
Batuk : refleks batuk (+)
Sputum : kental, berwarna putih kekuningan, bau (-)
Cianosis : (-).
(2) Cardiovascular (B 2 : Bleeding)
Nyeri dada (-), pusing (-), sakit kepala (+), palpitasi (-), Clubing Finger
(-).
(3) Persyarafan (B 3 : Brain)
Kesadaran C M, GCS 456 , kepala dan wajah : dbn, Mata : anemis (-),
Sklera : putih, Konjungtiva : merah muda, pupil refleks cahaya (+),
isokor, leher pembesaran kel. Limfe (-) Bendungan vena jugularis (-),
terdapat luka post operasi laringektomi yang tertutup verban,

2
penciuman : px tak dapat membedakan bau apapun, pengecapan,
pengluhatan, perabaan dbn.
(4) Perkemihan-Eliminasi Uri (B.4 : Bladder)
Warna urine : kuning jernih, gangguan saat kencing (-), pasien
mengatakan kencingnya lancar, nyeri pada saat kencing (-).
(5) Pencernaan-Eliminasi Alvi (B 5 : Bowel)
Mulut : bersih, mukosa mulut lembab. Tenggorokan sakit menelan (+),
Abdomen : distensi (-), peristaltic usus baik, px BAB 1x perhari, makan
melalui sonde.
(6) Tulang-Otot-Integumen (B 6 : Bone)
Kemampuan kekuatan otot : 5 5
5 5
Kulit : warna sekitar sekitar luka operasi : hiperemis (-), oedem (-) turgor
baik, akral hangat.
(7) Sistem Endokrin : Terapi hormon (-), karakteristik seks sekunder : dbn,
riwayat pertumbuhan dan perkembangan fisik : dbn
(8) Sistem hematopoitik : Dx penyakit hematopoitik yang lalu (-) gol.darah
O.

Aspek Psikososial
Konsep diri : -
Citra Diri :
Tanggapan terhadap diri (-)
Bagian tubuh yang disukai
Bagian tubuh yang tak disukai pada daerah leher karena ada stoma post
operasi.
Persepsi terhadap kehilangan adanya luka pada bagian leher ( stoma post op )
Lainya, sebutkan : px mengatakan agak risih dengan kondisi penyakitnya
karena terdapat lubang pada leher luka post operasi total laringostomi dan
juga pasien mengatakan susah berkomunikasi dengan orang lain karena
kehilangan suaranya
Tetapi pasien belum teradaptasi dengan kondisinya saat ini dan berusaha
bersabar demi kesembuhannya.
Identitas :
Status px dalam keluarga : kepala rumah tangga.
Kepuasaan px thd status dan posisi dalam keluarga : puas
Kepuasan px terhadap jenis kelamin : puas

3
Peran :
Tanggapan pasien terhadap perannya kurang puas
Kemampuan px dalam melaksanakan peranya : tetap mencoba melaksanakan
peran walaupun keadaanya sekarang yang telah mengalami kelemahan fisik.
Ideal diri / harapan :
1. Harapan px terhadap :
Tubuh : agar cepat senbuh
Posisi (dalam pekerjaan) merasa tak mampu.
Status dalam keluarga baik
Tugas/pekerjaan : Bila KRS mencoba cari pekerjaan lain.
2. Harapan pasien terhadap lingkungan baik.
3. Harapan klien terhadap penyakit yang diderita : penyakitnya agar dapat
disembuhkan dan kondisi fisik dapat pulih seperti semula.

Harga Diri :
Tanggapan px terhadap harga dirinya baik.

Aspek Sosial/Interaksi :
Dukungan keluarga baik, hanya saja px minta selalu ditunggu istrinya
Dukungan kelompok/teman/masyarakat : baik
Reaksi saat interaksi : kooperatif, komunikasi sulit post operasi.
Konflik yang terjadi (-)

Aspek Spiritual
- Konsep tentang penguasa kehidupan Allah SWT
- Sumber kekuatan/harapan saat ini : dapat melaksanakan shalat dengan baik
(selama sakit pasien shalat di tempat tidur)
- Sarana/peralatan/orang yang diperlukan dalam melaksanakan ritual agama
yang diharapkan saat ini : (-)
- Upaya kesehatan yang bertentangan dengan keyakinan agama : (-)
- Keyakinan/kepercayaan bahwa Tuhan akan menolong dalam menghadapi
situasi sakit saat ini : sangat yakin tuhan akan membantu proses
kesembuhan.
- Kepercayaan/keyakinan bahwa penyakit dapat disembuhkan : sangat yakin.
-Persepsi terhadap penyebab penyakit : sariawan dan iritasi karena
pertombuhan gigi yang terlalu kedalam.

4
DIAGNOSTIC TEST/PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratoriun
Darah lengkap : tanggal 17 Oktober 2002
- WBC : 10,8 x 103/mm3 - RBC : 4,15 x 106/mm3
- HGB : 13,1 g / dl - LED : 41 47
- PPT : 11, 9 - ALB : 5,9
- Bil Direct : 0,43 - Bil Indirect : 0,66
- SGOT : 55 - SGPT : 46
- BUN : 14 -Creatinin : 0,8
Gula darah puasa : 85 - Gula darah 2 jam PP : 103
Rontgen : tanggal 17 Oktober 2002
Foto Cervikal lateral : Solf tissue swelling didaerah laring yang menyebabkan
penyempitam trachea (obstruksi total).
Patologi Anatomi (biopsi Kordavokalis) : tanggal 15 Oktober 2002
Invasive Squamous cell moderate differentiated
Hasil Laboratorium : tanggal 23 Oktober 2002
Hb : 12, 1 gr %
TERAPI :
- Cefriaxon 1 x 2 gr - Vit. C 1x 400 mg
- Vit. A 2 x 100. 000 U/mgg - Asam mefenamid 3 x 500 mg

5
ANALISA DATA
NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH
S: -
O : Terdapat luka post operasi total Pengkatan organ laring Resiko bersihan jalan napas tidak
laringektomi, terdapat skret efektif.
disekitar stoma, perdarahan
(-), ronchi pada kedua lobus
paru, refleks batuk (+), pasien Merangsang kemam
tampak meringis / berhati-hati Produksi puan
bila batuk, sakit pada saat Secret batuk
menelan (+).

Penumpukan secret

Bersihan jalan napas tidak efektif

S : Px mengatakan agak risih


dengan kondisi penyakitnya Pengangkatan pada organ laring Kerusakan komunikasi verbal.
karena terdapat lubang pada
leher luka post operasi total
laringostomi dan juga pasien
mengatakan susah Termasuk organ korda
berkomunikasi dengan orang Vokalis
lain karena kehilangan
suaranya.
O : Pasien berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa isyarat,
ter dapat luka stoma post Hilangnya kemampuan
operasi total laringektomi berkomunikasi

S:Persepsi terhadap kehilangan


adanya luka pada bagian leher Ca pada laring Gangguan Citra tubuh
( stoma post op ),px mengatakan
agak risih dengan kondisi
penyakitnya karena terdapat lubang Tindakan operasi total laringektomi
pada leher luka post operasi total
laringostomi dan juga pasien
mengatakan susah berkomunikasi Pengangkatan organ
dengan orang lain karena laring/kordavokalis
kehilangan suaranya, bila KRS
mencoba cari pekerjaan lain, posisi
(dalam pekerjaan) merasa tak Kehilangan suara/ perubahan
mampu kareana adanya kelemahan anatomi leher.
fisik .

6
O:Pasien berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa isyarat, ter Gangguan citra tubuh
dapat luka stoma post operasi
total laringektomi

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan pengangkatan pada
organ laring, menurunya kemampuan batuk, penumpukan produksi secret pada jalan
napas.
2. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan defisit anatomi (pengangkatan
pada kordavokalis.
3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan suara, perubahan anatomi
wajah dan leher.

7
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Tanggal : 28 Oktober 2002
Diagnosa Keperawatan : No. 1.
Tujuan : Pasien dapat mempertahankan jalan napas tetap terbuka setelah 2 - 3 hari.
Kriteria hasil : Bunyi napas vesikuler, sesak (-), sianosis (-), frekwensi napas 16 20 x / menit,
pasien dapat mengeluarkan secret secara optimal, kemampuan batuk +, ronchi (-).

RENCANA TINDAKAN RASIONAL


1. Awasi frekwensi atau kedalaman pernapasan, 1. Perubahan pada pernapasan, adanya ronchi,
auskultasi bunyi napas. Selidika kegelisahan, mengi diduga adanya retensi secret.
dispnea dan sianosis.

2. Posisi pasien ditinggikan 30 45 0 2. Memudahkan drainase secret keluar sehingga


pernapasan dan ekspansi paru baik.

3. Hisap selang laringektomi. Catat jumlah, warna, 3. mencegah sekresi menyumbat saluran
konsistensi secret. pernapasan.

4. Dorong batuk efektif dan napas dalam.


4. Memobilisasi secret untuk membersihkan jalan
napas dan membantu mencegah komplikasi
pernapasan.

5. Observasi jaringan sekitar luka post operasi.


Awasi adanya perdarahan dan rawat luka post 5. Perdarahan yang terus-menerus / tak terkontrol

operasi (terutama stoma) dengan prinsip steril. dapat menyebabkan terganggunya system
pernapasan pasien, perawatan luka secara intensif
dengan prinsip steril akan mencegah terjadinya
infeksi dan perlengketan stoma yang dapat
menggangu jalan napas pasien.
6. Observasi vital sign.
6. Peningkatan vital sign meningkatkan terjadinya
komplikasi.

Diagnosa Keperawatan : No . 2.
Tujuan : Komunikasi pasien dapat efektif.
Kriteria hasil : Pasien dapat mengidentifikasi atau merencanakan pilihan metode berbicara yang
tepat setelah sembuh.

RENCANA TINDAKAN RASIONAL


1. Kaji/diskusikan dengan pasien mengapa 1. Mengurangi rasa takut pada pasien.
bernapas dan berbicara terganggu, gunakan
gambaran anatomic untuk membantu penjelasan
pada px.
2.Adanya masalah lain akan mempengaruhi pilihan
2. Tentukan apakah pasien mempunyai gangguan komunikasi.
komunikasi lain seperti penglihatan/pendengaran.

8
3. Berikan pilihan cara komunikasi yang tepatbagi 3.Memungkinkan pasien untuk menyatakan kebutuhan

kebutuhan pasien, missal : menulis, bahasa isyarat. atau masalah.

4.Kehilangan bicara dan stress mengganggu


4. Berikan waktu yang cukup untuk berkomunikasi
komunikasi dan menyebabkan frustrasi dan
hambatan ekspresi.

.
5.Mengkomunikasikan masalah dan memenuhi
5. Berikan komunikasi non verbal, contoh sentuhan kebutuhan kontak dengan orang lain.
dan gerak fisik.

6. Konsultasikan dengan tim kesehatan yang 6.Kemampuan untuk menggunakan pilihan suara dan
tepat/terapis /rehabilitasi selama rehabilitasi dasar metode bicara sangat bervariasi, tergantung luasnya
rumah sakit sesuai sumber komunikasi. prosedur pembedahan, usia pasien dan motivasi
untuk kembali hidup aktif. Rehabilitasi memerlukan
waktu panjang dan memerlukan sumber dukungan
untuk proses belajar.

Diagnosa Keperawatan : No. 3


Tujuan : Mengidentifikasi perasaan dan metode koping untuk persepsi negatif pada diri
sendiri.
Kriteria hasil : Menunjukan adaptasi awal terhadap perubahan tubuh dengan partisipasi aktifitas
perwatan diri dan interaktif positif dengan orang lain.

RENCANA TINDAKAN RASIONAL


1 Diskusikan arti kehilangan atau perubahan dengan 1.Alat dalam mengidentifikasi atau mengartikan
pasien. masalah untuk memfokuskan perhatian dan
intervensi secara konstruktif.

2. Catat bahasa tubuh non verbal, perilaku negatif 2.Dapat menunjukkan depresi atau keputusasaan,

atau bicara sendiri. Kaji pengrusakan diri atau kebutuhan untuk pengkajian lanjut atau intervensi

perilaku bunuh diri. lebih intensif.

3. Catat reaksi emosi, contoh kehilangan, depresi,


3. Pasien dapat mengalami depresi cepat setelah
marah.
pembedahan atau reaksi syok dan menyangkal.
Penerimaan perubahan tidak dapat dipaksakan dan
proses kehilangan membutuhkan waktu untuk
membaik.

4. Susun batasan pada perilaku maladaptif, bantu


4.Penolakan dapat mengakibatkan penurunan harga diri
pasien untuk mengidentifikasi perilaku positip
dan mempengaruhi penerimaan gambaran diri yang
yang akan membaik.
baru.

5. Kolaboratif dengan merujuk pasien atau orang 5.Pendekatan menyeluruh diperlukan untuk membantu

9
terdekat ke sumber pendukung, contoh ahli terapi pasien menghadapi rehabilitasi dan kesehatan.
psikologis, pekerja sosial, konseling keluarga. Tujuannya adalah memampukan mereka untuk
melawan kecendrungan untuk menolak dari atau
isolasi pasien dari kontak social.

10
TINDAKAN KEPERAWATAN
TANGGAL JAM TINDAKAN KEPERAWATAN
29-10-2002 08.00 Mengobservasi KU pasien
Evaluasi : KU baik, kesadaran CM, terdapat luka post operasi total laringektomi
yang tertutup verban, perdarahan (-), secret (+)

08.20 Memberikan makan personde


Evaluasi : makanan personde 200 ml (+), respon muntah (-).

09.00 Memberikan injeksi Vit. C 400 mg, Cefriaxon 2gram


Evaluasi : Reaksi alergi tak ada.

09.10 Merawat luka post operasi laringektomi.


Evaluasi : luka dirawat tertutup, dengan bethadine, PZ dan Garamicin zalf.
Terdapat stoma, secret (+), tanda infeksi (-), perdarahan (-)

09.35 Memberi penjelasan pada keluarga kenapa terjadi kehilangan atau perubahan
dengan pasien.
Evaluasi : Pasien dan keluarga mengatakan mengerti dan mau beradaptasi dengan
kondisi pasien sekarang.

10.00 Mendiskusikan dengan keluarga dan pasien tentang alternatif cara-cara


berkomunikasi non verbal, kaji kelemahan pasien dalam berkomunikasi.
Evaluasi : Klg mengatakan sementara ini hanya memakai bahasa isyarat melalui
gerakan tubuh, karena pasien tidak bias baca/tulis

10.15 Memberikan penjelasan pada pasien, untuk tetap mempetahankan posisi fleksi
dengan sokongan bantal.
Evaluasi : Pasien menganggukan kepala dan raut wajah menunjukan penerimaan.

10.50 Memberikan inhalasi melalui nebulizer


Evaluasi : Pasien merasa lebih nyaman.

12.00 Mengukur tanda-tanda vital


Evaluasi : T. 110/80, S. 36,10 C, N. 86 x/mnt, RR. 18 x/mnt

12.30 Memotivasi keluarga untuk tetap memberikan support pada px selama masa
penyembuhan di RS terlebih pd masa rehabilitasi

13.00 Mengobservasi bahasa tubuh non verbal atau perilaku negatif


Evaluasi : sering mengalihkan perhatian.

13.15 Mengobservasi reaksi emosi contoh kehilangan,depresi,marah


Evaluasi : Px mengatakan dengan kondisi kesehatanya sekarang merasa kurang
berguna lagi bagi keluarga.

13. 30 Membantu pasien untuk mengidentisikasi perilaku positif


Evaluasi : Px berpartisipasi pada perawatan diri sendiri.

11
30-10-2002 07.30 Mengobservasi KU pasien
Evaluasi : KU baik, kesadaran CM, terdapat luka post operasi total laringektomi
yang tertutup verban, perdarahan (-)

08.00 Memberikan makan personde (makanan cair)


Evaluasi : makanan personde diberikan 200 ml, respon muntah (-)

08.20 Mengukur tanda-tanda vital


Evaluasi : T. 110/80, S. 36,70 C, N. 88 x/mnt, RR. 18 x/mnt.

08. 45 Memberikan injeksi Vit. C 400 mg, Cefriaxon 2gram, A. Mefenamid 500 mg (PO)
Evaluasi : Reaksi alergi tak ada.

09.00 Merawat luka post operasi laringektomi.


Evaluasi : luka dirawat tertutup, dengan bethadine, PZ dan Garamicin zalf.
Terdapat stoma, secret (+), tanda infeksi (-), perdarahan (-)

09.30 Memberi penjelasan pada keluarga kenapa terjadi kehilangan atau perubahan
dengan pasien.
Evaluasi : Pasien dan keluarga mengatakan mengerti dan mau beradaptasi dengan
kondisi pasien sekarang.

10.00 Memberikan penjelasan pada pasien, untuk tetap mempetahankan posisi fleksi
dengan sokongan bantal.
Evaluasi : Pasien menganggukan kepala dan raut wajah menunjukan penerimaan.

10.45 Memberikan inhalasi melalui nebulizer


Evaluasi : Pasien merasa lebih nyaman.

11.30 Mengukur tanda-tanda vital


Evaluasi : T. 110/80, S. 36,10 C, N. 86 x/mnt, RR. 18 x/mnt

12.30 Memberikan makan personde (makanan cair)


Evaluasi : makanan personde diberikan 200 ml, respon muntah (-)

13.00 Membantu pasien untuk mengidentisikasi perilaku positif


Evaluasi : Px berpartisipasi pada perawatan diri sendiri.

31-10-2002 07.30 Mengobservasi KU pasien


Evaluasi : KU baik, kesadaran CM, terdapat luka post operasi total laringektomi
yang tertutup verban, perdarahan (-), ronchi (-)

07.40 Memberikan makan personde (makanan cair)


Evaluasi : makanan personde diberikan 200 ml, respon muntah (-)

08.30 Mengukur tanda-tanda vital


Evaluasi : T. 110/80, S. 36,50 C, N. 84 x/mnt, RR. 18 x/mnt

12
09. 00 Memberikan injeksi Vit. C 400 mg, Cefriaxon 2gram. Vit. A 100.000 U
Evaluasi : Reaksi alergi tak ada.

09. 20 Mengatur posisi pasien semi fowler.


Evaluasi : pasien merasa lebih nyaman.

09.30 Merawat luka post operasi laringektomi.


Evaluasi : luka dirawat tertutup, dengan bethadine, PZ dan Garamicin zalf.
Terdapat stoma, secret (+), tanda infeksi (-), perdarahan (-)

10.45 Mendiskusikan dengan keluarga dan pasien tentang alternatif cara-cara


berkomunikasi non verbal, kaji kelemahan pasien dalam berkomunikasi.
Evaluasi : Klg mengatakan sementara ini hanya memakai bahasa isyarat melalui
gerakan tubuh, karena pasien tidak biasa baca / tulis.

11.30 Memberikan inhalasi melalui nebulizer


Evaluasi : Pasien merasa lebih nyaman.

11.45 Memberikan makan personde (makanan cair)


Evaluasi : makanan personde diberikan 200 ml, respon muntah (-)

12.30 Memotivasi keluarga untuk tetap memberikan support pada px selama masa
penyembuhan di RS terlebih pd masa rehabilitasi

13.00 Mengobservasi reaksi emosi contoh kehilangan,depresi,marah


Evaluasi : Px mengatakan dengan kondisi kesehatanya sekarang merasa kurang
berguna lagi bagi keluarga.

13
EVALUASI
TANGGAL/JAM DIAGNOSA EVALUASI

31 Oktober 2002 Resiko bersihan jalan napas tidak efektif S : Px mrngangguk saat ditanya apakah,
hhanya saja perilakunya tampak berhati-
11. 30 hati saat batuk.
O:Pada saat merawat luka post operasi
tampak produksi secret (+) pada daerah
stoma, berwarna bening, bau (-), refleks
batuk (+), ronchi (-).
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan rencana tindakan pada DP 1.

31 Oktober 2002 Kerusakan komunikasi verbal S: Keluarga mengatakan akan menggunakan


bahasa isyarat untuk berkomunikasi
11. 30 dengan pasien sebelum dilatih oleh
bagian Bina Wicara. Pasien mengatakan
akan senangtiasa bersabar dan beradaptasi
dengan kondisi pasien saat ini.

O:Kebutuhan pasien terpenuhi dengan


dibantu oleh perawat dan keluarganya.

A : Masalah sebagian teratasi


P : Lanjutkan rencana tindakan
Kolaborasi dengan terapis untuk
menentukan pilihan komunikasi yang
tepat untuk pasien.

Gangguan Citra Tubuh S : Px mengatakan bila KRS nanti akan


31 Oktober 2002
mencari pekerjaan lain, pasien
mengatakan bersabar dan beradaptasi
11. 30
dengan masalah / kondisi kesehatanya
sekarang, merasa kurang berguna lagi
bagi keluarga.
O:Pasien berpartisipasi dalam perawatan diri
sendiri.
A : Masalah belum teratasi.
P : Lanjutkan rencana tindakan pada DP 3

14