Anda di halaman 1dari 15

1

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional

dengan pendekatan Cross Sectional yang artinya beberapa variabel penelitian

yang dilakukan dan di ukur dalam waktu yang sama ( Arikunto, 2006 ).

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

Populasi adalah keseluruhan obyek yang akan diteliti sesuai dengan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti kemudian ditarik

kesimpulanya (Sugiyono, 2006). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh

siswa berjumlah 272 yang terdiri atas 125 orang siswa kelas I, 55 orang siswa

kelas II dan 92 orang siswa kelas III. Siswa kelas I terbagi ke dalam 3 jurusan,

yaitu jurusan Mekanik Otomotif 110 orang, jurusan Multimedia 15 orang dan

jurusan Teknik Perkayuan tidak ada siswa yang mengambil jurusan tersebut.

Siswa kelas II terbagi ke dalam 3 kelas jurusan, yaitu jurusan Mekanik

Otomotif 55 orang, jurusan Multimedia dan jurusan Teknik Perkayuan tidak

ada siswa yang mengambil jurusan tersebut. Sedangkan kelas III terbagi ke

dalam 6 kelas jurusan, yaitu jurusan Mekanik Otomatif 92 orang, jurusan

Multimedia dan jurusan Teknik perkayuan tidak ada siswa yang mengambil

jurusan tersebut. Semua siswa adalah laki-laki. Pada saat pengambilan data
2

siswa kelas III sedang menghadapi persiapan untuk ujian akhir sehingga tidak

dapat menjadi sampel penelitian. Maka jumlah populasi sebanyak 180 siswa.

2. Sampel Penelitian

Sampel yaitu merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi atau sebagian yang diambil dari populasi (Notoatmodjo, 2002 ).

Sampel dikumpulkan dengan cara Proporsionate Stratified Random Sampling,

yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan bila populasi mempunyai

anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional

(Sugiyono, 2004), untuk mendapatan besar sampel digunakan rumus sebagai

berikut:

N
n=
1+ N ( d 2 )

Keterangan :

N = Besar populasi

N = Besar sampel

d = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (Notoatmodjo, 2002)

Maka besar sampel dengan d = 0,05 adalah sebagai berikut:

Jumlah sampel siswa kelas I :

1 25 1 25 1 25
n = = = = 95,4 orang
1+125 (0,05) 1+125 (0,0025) 1 , 31

= 95 orang

Jumlah sampel siswa kelas II :

55 55 55
n = = = = 48,4 oranng
1+55 (0,005) 1+0,1375 1 , 1375

= 48 orang
3

Jadi jumlah sampel yang diambil 143 orang

Dengan kriteria inklusi subjek yang akan diteliti sebagai berikut:

Kriteria inklusi :

a. Hadir pada saat penelitian


b. Terdaftar sebagai siswa SMK Muhammadiyah I Sleman

Yogyakarta
c. Aktif mengikuti pendidikan di SMK Muhammadiyah I Sleman

Yogyakarta

Kriteria eksklusi :

a. Tidak hadir di sekolah pada saat penelitian


b. Tidak bersedia menjadi responden

C. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian di Jalan Magelang Km 13 Panasan Triharjo Sleman

Yogyakarta yaitu di SMK Muhammadiyah I Sleman Yogyakarta

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini di lakukan pada bulan Mei tahun 2009

D. Variabel Penelitian

1. Variabel Penelitian

a. Variabel Independen / variable bebas

Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang

kanker paru. Variabel beabas atau Independent sering disebut juga variabel

prediktor, stimulus, antecedent atau variabel yang mempengaruhi atau


4

menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen ( terikat )

(Sugiyono, 2007).

b. Variabel Dependen / variable terikat

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah sikap merokok pada remaja

Variabel dependent atau sering juga disebut variabel kriteria, respon, dan

output ( hasil ). Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi

atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel independent ( bebas )

(Sugiyono, 2007).

c. Variable pengganggu

Variabel yang mengganggu hubungan antara variable independen dan

variabel dependen. Variable pengganggu merupakan variable yang

dikendalikan atau dibuat konstan, sehingga tidak akan mempengaruhi

variable utama yang akan di teliti. Dalam penelitian ini variable

pengganggu diabaikan. Adapun variable pengganggu dalam penelitian ini

adalah pengalaman pribadi, orang yang dianggap penting, kebudayaan,

media massa, instansi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama, emosi

dalam diri individu dan sosial ekonomi.


5

2. Hubungan antar variabel

Variabel bebas Variabel terikat

Pengetahuan tentang Sikap merokok pada


kanker paru-paru remaja

Variabel pengganggu
1. Pengalaman pribadi
2. Kebudayaan
3. Orang lain yang dianggap penting
4. Media massa
5. Instansi atau lembaga pendidikan dan lembaga
agama
6. Emosi dalam diri individu
7. Sosial ekonomi

Skema 3 : Hubungan antar variabel

Keterangan :

: Variabel yang diteliti

: Variabel pengganggu

: Arah hubungan yang diteliti

: Arah hubungan yang tidak diteliti


6

E. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah variabel secara operasional dan berdasarkan

karakteristik yang diamati, memungkinkan penelitian untuk melakukan observasi

atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (Aziz, 2003)

1. Pengetahuan tentang kanker paru


Pengetahuan kanker paru merupakan kemampuan siswa dalam memahami

dan mengetahui tentang kanker paru, yang meliputi : definisi kanker paru,

sebab kanker paru, tanda dan gejala, pemeriksaan laboratorium dan

pencegahan serta penaganannya. Nilai pengetahuan tentang kanker paru

didapat dari hasil jawaban responden yang benar, yang diukur dengan skala

ordinal yang tersusun atas kategori baik, cukup, kurang.


2. Sikap merokok pada remaja
Sikap adalah suatu tanggapan atau reaksi remaja terhadap suatu objek

yang dilihat sehingga menimbulkan respon. Sikap dalam penelitian ini

merupakan sikap remaja terhadap kecenderungan untuk bertindak, keyakinan

dan evaluasi emosional terhadap merokok. Pengukuran sikap menggunakan

skala Likert dengan skor antara 1 sampai 5 dan ditetapkan dengan skala

ordinal yang tersusun atas kategori sikap baik, sikap cukup, sikap kurang

baik.

F. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

1. Jenis

a. Data Primer
7

Data primer yaitu secara langsung diambil dari obyek atau obyek

penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi (Riwidikdo,

2006). Data primer ini diperoleh dari kuesioner.

b. Data Skunder

Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek

penelitian ( Riwidikdo, 2006 ). Data sekunder diperoleh langsung dari

SMK Muhammadiyah I Sleman Yogyakarta yang di analisa secara

kuantitatif. Sumber data sekunder adalah :

1. Gambaran umum lokasi penelitian, diperoleh

dari SMK Muhammadiyah I Sleman Yogyakarta

2. Jumlah murid, pengajar, dan tenaga kerja di

peroleh dari SMK Muhammadiyah I Sleman Yogyakarta

2. Teknik pengumpulan data

Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek yang

diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam, 2007). Pengumpulan data yang

dilakukan oleh peneliti yaitu subjek penelitian diberikan kuesioner. Penelitian

dilakukan di SMK Muhammadiyah I Sleman Yogyakarta dengan meminta

kesediaan siswa untuk menjadi responden dalam mengisi kuesioner yang

telah disediakan.

Pengisian kuesioner dilakukan di kelas. Peneliti terlebih dahulu

menjelaskan tata cara pengisian kuesioner tersebut, sebelum siswa selesai

mengisi kuesioner. Kuesioner dikerjakan pada saat itu juga dan di awasi oleh

peneliti. Setelah siswa selesai mengisi kuesioner dengan lengkap, kemudian


8

dikumpulkan kembali kepada peneliti serta dilakukan pengecekan ulang

terhadap kuesioner

G. Instrument Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang dipergunakan oleh peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik,

dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah

(Arikunto, 2006). Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner, yaitu sejumlah

pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari respoden

dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui ( Arikunto,

2002 ).

1. Alat ukur Pengetahuan Kanker paru

Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup. Pertanyaan ini untuk

mengukur pengetahuan kanker paru responden yang terdiri dari 30 item

pertanyaan tertutup dengan 2 alternatif jawaban, dengan menggunakan skala

Guttman yaitu hanya 2 pilihan jawaban yang harus dipilih responden yaitu

benar = 1 dan salah = 0.

a. Pengetahuan baik : 76% - 100%


b. Pengetahuan cukup : 56% - 75%
c. Pengetahuan kurang : 0% - 55%

2. Alat ukur sikap merokok

Alat ukur sikap merokok ini menggunakan pertanyaan tertutup dengan

menggunakan skala likert disediakan 5 alternatif jawaban dan setiap jawaban

sudah tersedia nilainya, dengan skor berkisar antara 1 sampai dengan 5.


9

Responden diminta menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap 5 macam

kategori jawaban, yaitu sangat tidak setuju ( STS ), tidak setuju ( TS ), netral /

ragu ( N atau R ), setuju ( S ), dan sangat setuju ( SS ). Jawaban diberikan

dengan cara membubuhkan tanda silang pada kolom yang sesuai.


Pada pertanyaan favourable jika sangat setuju ( SS ) nilai 5, setuju (S)

nilai 4, netral/ ragu ( N ) nilai 3, tidak setuju ( TT ) nilai 2, dan sangat tidak

setuju (STS ) nilai 1. Sedangkan untuk pernyataan unfavorable jika sangat

setuju nilai 1, setuju nilai 2, ragu (netral) nilai 3, tidak setuju nilai 4, dan

sangat tidak setuju nilai 5.

Hasil prosentasear rata-rata dari kuesioner sikap merokok pada remaja

kemudian ditafsirkan yang bersifat kuantitatif. (Arikunto, 2006) :

%=
sk ya ng di pe r ole h sp on den
ot al skma k si mu m ya ng se h ar us ny a di pe ro l e h
a. Sikap baik : 76% - 100%
b. Sikap cukup : 56% - 75%
c. Sikap kurang baik : 0% - 55%

Tabel 2. Kisi-kisi kuesioner pengetahuan

No Kisi kisi kuesiner Distribusi pertanyaan Jumlah


Favorable Unfavorable
1 Pengertian kanker paru 1, 2, 22 14 4
2 Etiologi kanker paru 3, 6, 13, 15, 17, 9, 21, 24 10
19, 25
3 Manifestasi klinis kanker paru 5, 7, 23, 29 4
4 Patofisiologi kanker paru 4, 18, 27 26 4
5 Pemeriksaan diagnostik 8 1
6 Pertimbangan gerontologi 28 1
7 Penatalaksanaan 11, 30 12, 16 4
8 Pencegahan 10, 20 2
10

Tabel 3. Kisi-kisi kuesioner sikap

No Kisi kisi kuesiner Distribusi pertanyaan Jumlah


Favorable Unfavorable
1 Komponen rokok 1, 2 6 3
2 Tipe-tipe perokok 19, 21, 23, 26 4
3 Merokok 4, 7 2
4 Faktor-faktor yang mempengaruhi 9, 12, 13,27 10, 14, 16,18, 9
perilaku merokok 15
7 Pola penyakit akibat merokok 8, 17, 29 11, 24, 25 6
8 Perokok pasif 28 1
9 Cara berhenti merokok 20, 22, 30 3
9 Penanggulangan perilaku merokok 3, 5 2
pada remaja

H. Jalannya Penelitian

1 Jalannya penelitian ini dilaksanakan pada 3 tahap

antara lain:
a. Tahap persiapan
Dimulai dari studi kepustakaan, studi pendahuluan, penulisan proposal,

pembuatan surat ijin untuk melaksanakan penelitian, konsultasi dengan

dosen pembimbing, melakukan uji coba kuesioner

b. Tahap pelaksanaan
1) Melakukan pengumpulan data
2) Melakukan pengolahan dan analisa data
c. Tahap penyelesaian

Tahap penyelesaian adalah penyusunan skripsi dan dilanjutkan dengan

pengolahan data dan hasil penilaian.

2. Uji Validitas dan Reabilitas Instrumen

1) Uji Validitas

Untuk memperoleh alat ukur yang valid dan reliabel dilakukan uji

validitas dan reabilitas terhadap alat ukur pengetahuan tentang kanker paru
11

dengan sikap merokok pada remaja. Validitas alat ukur diketahui setelah

diketahui setelah dilakukan uji coba item dan analisis item.

Uji validitas adalah alat ukur itu dikatakan sahih atau valid bila alat

ukur itu benar-benar mengukur apa yang hendak diukur ( Machfoedz,

2007 ). Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah yang dikemukakan

oleh pearson, yang dikenal dengan rumus korelasi product moment yaitu:

N XY - ( X )( Y )
r xy =
{ N X - ( X )}{ N Y - ( Y )}
2 2 2 2

Keterangan :

N : Jumlah Subjek

r : Koefisien Korelasi x dan y

X : Skor Pertanyaan

Y : Skor total

xy : Skor pertanyaan dikalikan skor total

Kriteria uji validitas adalah apabila r hitung setelah dibandingkan

dengan harga r tabel sama atau lebih besar pada taraf signifikasi 5%, maka

butir tersebut valid atau sah sedangkan apabila sebaliknya r hitung lebih kecil

r tabel maka butir tersebut tidak valid atau gugur. Item yang tidak valid dapat

diganti, diperbaiki atau diabaikan (tidak digunakan dalam penelitian).

2) Uji Reliabilitas
12

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen

cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai angket sikap pada

penelitian ini dilakukan dengan mengunakan teknik analisa rumus Alpha

karena rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang

skornya bukan 1 dan 0 tetapi yang berbentuk uraian atau angket dan skala

bertingkat ( rating scale ) (Arikunto, 2006)

Rumus Alpha :


2
K1 b
r

11
K
1
t
2

Keterangan :

r11 = Reliabilitas instrumen

K = Banyaknya butir pertanyaan

b2 = Jumlah varians butir

t2 = Varians total

Untuk uji reabilitas pengetahuan menggunakan rumus K-R.21 karena

instrumen yang berbentuk tes prestasi belajar angket yang diskor dengan 1

dan 0 yakkni tes bentuk objektif dan angket yang dijawab dengan ya dan

tidak diuji reabilitasnya dengan teknik dan rumus K-R.21

Adapun rumusnya adalah, sebagai berikut :

k
r11 = ( ) (1-
k1
M (kM )
kV t

Keterangan ;
13

r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan

m = skor rata-rata

Vt = varians total

Penentuan hasil analisis dianggap realiabel menurut Santoso dan

Ashari ( 2005 ) adalah jika nilai Alpha lebih besar dari 0,60. Dari hasil

reliabilitas, berdasarkan analisis datanya terlihat r Alpha adalah lebih besar

dari 0,60 sehingga instrumen penelitian dikatakan reliabel. Cara

menghitung dan menguji validitas dan reliabilitas adalah dengan

menggunakan program komputer SPSS ( Statistik Product and Service

Solution ).

Uji validitas dan reliabilitas akan dilakukan pada bulan Mei 2009 di

SMK Muhammadiyah II Sleman Yogyakarta. Pengujian dilakukan dengan

membagikan kuesioner kepada 30 siswa yang ada di SMK

Muhammadiyah II Sleman Yogyakarta.

I. Teknik Analisis Data

Analisis kuantitatif yaitu proses analisa data dimulai dengan pengolahan data

dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1 Editing yaitu : memeriksa data terlebih dahulu meliputi mengecek

kelengkapan identitas subjek penelitian, mengecek kelengkapan data dan

mengecek macam isian data dari kuesioner yang telah dibagikan.


14

2 Coding yaitu memberikan kode jawaban dengan angka atau kode lain

seperti simbol-simbol tertentu untuk setiap jawaban

3 Tabulating yaitu mengelompokkan data dalam suatu tabel tertentu

menurut sifat yang dimiliki sesuai tujuan penelitian.

4 Analizing yaitu pengolahan data dengan menggunakan data SPSS

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :

a. Analisis Univariat yaitu : menganalisis tiap-tiap variabel penelitian,

dengan menghitung distribusi, frekuensi dan proporsinya

b. Analisis Bivariat yaitu menganalisis dua variabel yang diduga

mempunya hubungan atau korelasi. Korelasi untuk mencari hubungan dan

menguji hipotesis antara dua variabel atau lebih, bila datanya berbentuk

ordinal atau rangking, digunakan korelasi kendall tau ( ) ( Sugiyono, 2006 ).

Adanya hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain dinyatakan

dengan koefisien korelasi yang dihasilkan. Nilai koefisien berkisar antara -1 <

0 < 1. Ketentuan untuk menguji hipotesis diterima atau ditolak dengan

melihat signifikasi. Apabila signifikasi dibawah atau sama dengan 0,05 maka

Ho ditolak sedangkan apabila signifikasi diatas atau lebih besar dengan 0,05

maka Ho diterima ( Sugiyono, 2006 ).

Rumus Teknik Kendall Tau:

=
A B
N ( N1 )
2
Dimana:
: koefisien korelasi kendal tau yang besarnya (-1 < 0 < 1)
A : jumlah rangking atas
B : jumlah rangking bawah
N : jumlah anggota sampel
15

Uji signifikasi koefisiensi korelasi menggunakan rumus z, karena

distribusinya mendekati distribusi normal, rumusnya adalah sebagai berikut :

2(2 N +5 )
9 N (N 1)

Harga z hitung tersebut diatas selanjutnya dibandingkan dengan harga z tabel

( = 5% uji dua pihak).

Pengambilan kesimpulan dalam hipotesis:

z hitung > z tabel = Ho ditolak, Ha diterima

z hitung < z tabel = Ho diterima, Ha ditolak