Anda di halaman 1dari 17

INTISARI bantuan program SPSS untuk

mempercepat pengolahan data. Dari


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR
hasil analisis mean menunjukan bahwa 3
PENYEBAB KETERLAMBATAN
faktor utama penyebab keterlambatan
PADA PROYEK KONSTRUKSI
pada proyek milik pemerintah adalah :
PEMERINTAH DAN SWASTA DI
faktor karakteristik tempat, faktor sistem
TIMOR LESTE, SONIA ELISABETH
inspeksi, kontrol, dan evaluasi pekerjaan
VIEIRA ANICETO, NPM
,dan faktor bahan. Sedangkan untuk
135101972/PS/MTS, tahun 2015,
proyek milik swasta adalah faktor
Bidang Keahlian Manajemen
lingkup dan kontrak/ dokumen
Konstruksi, Program Studi Magister
pekerjaan,faktor perubahan, dan faktor
Teknik Sipil, Program Pascasarjana
bahan.
,Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Dari Hasil analisis Uji T
Negara Republik Demokratik
menunjukkan bahwa Pada proyek
Timor-Leste merupakan negara baru
pemerintah dan swasta jika dilihat dari
yang masih dalam masa pembangunan.
presepsi penyedia dan pengguna jasa,
Hal ini memungkinkan banyaknya
maka terlihat bahwa sebagian besar
kegiatanpembangunan di daerah ini.
faktorfaktor yang menyebabkan
Semua pihak yang terlibat dalam
keterlamabatan memiliki sig > dari 0,05
kegiatan mengharapkan bahwa kegiatan
yang berarti bahwa tidak adanya
pelaksanaan pembangunan proyek dapat
perbedaan presepsi antara faktor-faktor
selesai sesuai dengan jadwal yang telah
yang menyebab keterlambatan proyek
di rencanakan, akan tetapi dalam proses
pemerintah maupun swasta. Sedangkan
pelaksanaan banyak terjadi kendala
sebagian kecil yang memiliki sig < 0,05
kendala yang tidak diperkirakan
yang berarti adanya perbedaan presepsi
sebelumnya sehingga mengakibatkan
antara penyedia dan pengguna jasa.
keterlambatan dalam penyelesaian
proyek yang berdampak pada
peningkatan biaya pelaksanaan Kata kunci: Keterlambatan proyek
proyek.keterlambatan penyelesaian konstruksi, kontraktor,proyek
proyek tidak hanya terjadi pada proyek- pemerintah,proyek swasta.
proyek milik pemerintah tetapi juga
terjadi pada proyek-proyek milik swasta. ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk ANALYSIS OF FACTORS CAUSE
mengetahui faktor-faktor paling DELAYS IN GOVERNMENT AND
berpengaruh secara signifikan terhadap PRIVATE CONSTRUCTION
penyelesaian proyek milik pemerintah PROJECTS IN EAST TIMOR , Sonia
dan swasta serta perbedaan antara Elisabeth Vieira Aniceto, NPM
faktor-faktor yang mempengaruhi 135101972 / PS / MTS, 2015, Expertise
keterlambatan proyek pemerintah dan Construction Management , Master of
swasta yang di lihat dari presepsi Civil Engineering, Graduate School,
penyedia dan penguna jasa. Dalam Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
menganalisis faktor-faktor penyebab Republic Democratic of Timor - Leste is
keterlambatan proyek dilakukan a new country that is still developing.
pengumpulan data yang dilaksanakan This allows many development activities
dalam bentuk survei melalui penyebaran in this country. All parts that involve in
kuesioner kepada 40 responden baik itu the implementation of development
dari pihak penyedia jasa maupun activities are expected that the project
penguna jasa. can be completed according to the
Penelitian ini menggunakan planned that has been scheduled,
analisis mean dan analisis uji T dengan
however, in the process of implementing Keywords: Delay in construction
a lot going on constraint that are not projects, contractors, government
expected to result in a delay within the projects, private projects.
finalizing of projects that have increased
the costs of the project. Delays in project
PENDAHULUAN
completion are not only happening in
projects that are owned by the Negara Republik Demokratik Timor-
government but also for private projects.
Leste merupakan negara baru yang
This research aims to determine
the most significant factors that affected masih dalam masa pembangunan daerah
the completion of public and private
di karenakan belum banyak memiliki
projects and also, the different factors
that influence the government and infrastruktur dan gedung-gedung
private project delays that are observed
komersial untuk menciptakan
from the perception of the provider and
user services. In analyzing the factors kemakmuran dan kesejahtraan rakyat
that cause delays in data collection
Timor-Leste. Hal ini memungkinkan
project implemented in the form of a
survey by distributing questionnaires to banyaknya kegiatan pembangunan
40 respondents either from the service
terutama di daerah Dili yang merupakan
provider and the service user.
This research uses the mean ibu kota dari negara Timor Leste.
analysis and analysis of T test with SPSS
Dalam setiap kegiatan pembangunan
to speed up data processing. From the
results of the analysis showed that the proyek ini, semua pihak yang terlibat
mean of 3 main factors causing delays in
berharapkan bahwa kegiatan
the project is owned by the government:
area characteristic factor, inspection pelaksanaan pembangunan proyek dapat
system, control, and evaluation of the
selesai sesuai dengan jadwal yang telah
work, and material factors. However, the
private project is capacity factor and di rencanakan, akan tetapi dalam proses
contract/document work, adjustment
pelaksanaan banyak terjadi kendala
factors and material factors.
From the analysis of T test kendala yang tidak diperkirakan
results showed that in government and
sebelumnya.
private projects, when is viewed from
the perception of providers and service Proses pelaksanaan proyek di
users, it is seen that most of the factors
Timor- Leste dari tahun ke tahun,
that cause the delays have sig > of 0.05
which means that there is not have any terlihat bahwa hampir sebagian besar
differences in perception between the
proyek konstruksi baik itu proyek milik
factors that causes the delay of
government and private projects. pemerintah maupun proyek milik swasta
Although, a small proportion has sig <
mengalami keterlambatan. Hal ini dapat
0.05, which means that the difference in
perception between providers and users di lihat pada beberapa proyek seperti
of services
proyekproyek pembangunan gedung
maupun proyek rehabilitasi gedung,
seperti salah satu contoh rehabilition of
baucau business development center di keterlambatan proyek pemerintah
Baucau yang menurut kontrak yang dan swasta.
telah disepakati, bahwa waktu Batasan Penelitian
penyelesaian rehabilitasnya tersebut Agar penelitian ini terfokus, maka
selama 90 hari namun pada penelitian ini dibatasi dengan uraian-
kenyataannya proses penyelesaian uraian sebagai berikut :
proyek tersebut berlangsung selama 120 1. Penelitian ini dibatasi pada
hari. pencarian faktor-faktor yang
Berdasarkan latar belakang tersebut, menghambat penyelesaian
maka penulis tertarik untuk melakukan proyek-proyek pemerintah dan
penelitian dengan judul : swasta.
Analisis Faktor Penyebab 2. Responden dalam penelitian ini
Keterlambatan Pada Proyek adalah penyedia jasa dan
Konstruksi Pemerintah Dan Swasta pengguna jasa yang pernah dan
Di Timor Leste serta membuat sedang menangani proyek-
komparasi antara faktor faktor proyek pemerintah dan swasta
penyebab keterlambatan pada proyek dari tahun 2010-2014.
pemerintah dan swasta .
TINJAUAN PUSTAKA
Tujuan penelitian ini adalah sebagai 2.1 Timor Leste
berikut : Negara timor leste merupakan
1. Menentukan peringkat ( Ranking negara baru dengan umur kemerdekaan
) yang paling mempengaruhi dari menjelang 13 tahun. secara internasional
faktor penyebab keterlambatan dinyatakan menjadi sebuah negara kecil
pekerjaan pada proyek-proyek yang terpisah dari indonesia pada tahun
pemerintah dan swasta. 2002. Timor Leste memiliki total luas
2. Menganalisa ada tidaknya 14.600 Km yang sebagian besar
perbedaan antara faktor wilayah Timor Leste terdiri dari daerah
keterlambatan proyek konstruksi pegunungan. Timor leste memiliki
proyek-proyek pemerintah dan jumlah penduduk 1,1 juta di mana
swasta. sekitar 75% diantaranya tinggal di ibu
3. Mengidentifikasi faktorfaktor kota Dili, sisanya tersebar di distrik-
lain di luar faktorfaktor umum distrik.
yang mempengaruhi
Saat ini Timor Leste merupakan memudahkan dalam penyediaan
negara yang relatif baru di dunia infrastruktur yang memadai dalam
internasional. Oleh karena itu, peran waktu yang singkat .
perdagangannya juga masih terbatas. 2.2 Pengertian Proyek
Timor Leste masih cenderung pasif proyek konstruksi merupakan
dalam perdagangan dunia. suatu rangkaian kegiatan proyek yang
Komoditasnya masih digunakan untuk berkaitan dengan bidang konstruksi
memenuhi kebutuhan negaranya sendiri, (pembangunan). Menurut Soeharto
bahkan masih mengimpor beberapa (1995), kegiatan proyek dapat diartikan
barang dalam pemenuhan kebutuhan sebagai suatu kegiatan sementara yang
dalam negerinya. berlangsung dalam jangka waktu
Timor Leste sekarang sedang terbatas, dengan alokasi sumber dana
mempersiapkan pembangunan di semua tertentu dan dimaksudkan untuk
segi terutama di bagian infrastruktur. melaksanakan tugas yang sasarannya
Dengan kondisi iklim industri konstruksi telah digariskan dengan tegas.
yang ada di Timor Leste sekarang 2.3 Pengertian Keterlambatan
memungkinkan masuknya investor baik Proyek.
domestik maupun internasional untuk Keterlambatan proyek merupakan
berinvestasi. Ini terlihat dari beberapa waktu selama suatu bagian dari proyek
proyek infrastruktur yang menggunakan konstruksi diperpanjang atau tidak
sistem PPP (public private patnership) diselenggarakan sesuai dengan
dengan beberapa perusahan dari negara kesepakan yang telah ditetapkan (
lain seperti negara Australia, Jepang, menurut Callahan et al 1992).
Indonesia Dan Portugal. Selain proyek Menurut Levis dan Atherley (1996),
infrastruktur, iklim industri konstruksi di jika suatu pekerjaan sudah ditargetkan
timor leste yang kondusif banyak harus selesai pada waktu yang telah
menarik inverstor asing untuk ditetapkan namun karena suatu alasan
berinvestasi pada bisnis real state dan tertentu tidak dapat dipenuhi maka dapat
properti. Dampak positif yang di peroleh dikatakan pekerjaan itu mengalami
masyarakat dari masuknya invertor- keterlambatan.
investor tersebut yaitu terlihat pada
peningkatan kualitas ekonomi dan akses 2.4 Mengatasi Keterlambatan
transportasi yang lebih baik. Sedangkan Menurut Istimawan Dipohusodo
bagi pemerintah, para investor itu (1996), selama proses konstruksi selalu
saja muncul gejala kelangkaan periodik terjadi karena pemasok mengalami suatu
atas material-material yang hal, maka perlu adanya pemasok
diperlakukan, berupa material dasar atau cadangan. Dalam penyusunan daftar
barang jadi baik yang lokal maupun prioritas pemasok, tidak cukup sekali
import. Cara penanganannya sangat disusun dan digunakan selanjutnya.
bervariasi tergantung pada kondisi Daftar tersebut setiap periode tertentu
proyek, sejak yang ditangani langsung harus diadakan evaluasi mengenai
oleh staf khusus dalam organisasi pemasok biasa dilakukan berdasarkan
sampai bentuk pembagian porsi hubungan pada waktu yang lalu. Untuk
tanggung jawab diantara pemberi tugas, mengetahui kualitas pemasok bisa
kontraktor dan sub-kontraktor, sehingga dilihat dari karakteristik pola kebiasaan,
penawaran material suatu proyek dapat pola pengiriman, cara penggantian atas
datang dari sub-kontraktor, pemasok barang yang rusak.
atau agen, importer, produsen atau
industri, yang kesemuanya mengacu METODOLOGI PENELITAN
pada dokumen perencanaan dan
spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. 3.1 Teknik Pengumpulan Data
Cara mengendalikan keterlambatan
Dalam penelitian ini, yang
adalah :
menjadi sampel adalah penyedia jasa
a) Mengerahkan sumber daya
dan pengguna jasa yang pernah terlibat
tambahan
di proyek secara langsung selama dari
b) Melepas rintangan-rintangan,
tahun 2010 sampai 2014 di daerah
ataupun upaya-upaya lain untuk
TimorLeste. Pemgambilan sempel
menjamin agar pekerjaan
dalam penelitian ini dilakukan secara
meningkat dan membawa
acak, dan untuk sub kelompok dengan
kembali ke garis rencana
jumlah populasi kecil (penggunan jasa)
c) Jika tidak mungkin tetap pada
yang dilakukan dengan mengambil
garis rencana semula mungkin
seluruh responden dengan jumlah
diperlukan revisi jadwal, yang
masingmasing 20 responde.
untuk selanjutnya dipakai
sebagai dasar penilaian kemajuan
3.2 Jenis Data / Variabel Yang Di
pekerjaan pada saat berikutnya.
Kumpulkan
Menurut Agus Ahyari (1987), untuk
mengatasi keterlambatan bahan yang
Data variabel yang di kumpulkan berpasangan atau tidak saling
dalam peneitian analisis faktor- faktor berkaitan.
penyebab keterlambatan pada proyek
Setelah seluruh data diperoleh
pemerintah dan swasta di daerah Timor
melalui
Leste dari tahun 2010 2014, yaitu :
kuisioner terkumpulkan, kemudian
Data responden, Data proyek dan Data
dilakukan tahap berikutnya, yaitu
faktor faktor umum .
analisis data. Analisis data menggunakan
metode
3.3 Metode Pengumpulan Data
kuantitatif yang dioperasikan dengan
Pengambilan data di lakukan melalui
menggunakan program SPSS 22 untuk
kuisioner yang di sampaikan langsung
memperepat proses pengolahan data.
pada responden yang berada di daerah
Timor Leste dan responden di beri
kesempatan menambahkan faktor dan HASIL PENELITIAN DAN

atau variabel lain sekiranya belum PEMBAHASAN


terakomodasikan dalam kuisioner.
4.1 Pelaksanaan Penelitian

3.4 Metode Analisis Data Pada penelitian ini respondennya

Proses analis data menggunakan dua adalah pihak penyedia jasa maupun

kelompok analisi yaitu : pihak penguna jasa yang pernah

1) Analisi kesatu adalah pengolahan menangani proyek proyek milik

dengan mean rangking, yang pemerintah dan swasta di daerah Timor

merupakan identifikasi urutan Leste dari tahun 2010 sampai dengan

peringkat faktor dan variabelnya tahun 2014, sehingga diharapkan

berkaitan dengan tingkat jawabannya lebih actual.

pengaruhnya terhadap terjadinya Adapun jumlah penyebaran

keterlambatan proyek. kuisoner yang direncanakan di daerah

2) Analisi ke dua adalah pengolahan Timor Leste secara umum bisa

statistik dengan menggunakan terpenuhi.

Independent sample t-test.


Independent sample t-test adalah 4.2 Hasil Penelitian

jenis uji statistika yang bertujuan Untuk memudahkan, hasil yang

untuk membandingkan rata-rata diperoleh dari penarikan kuisioner

dua grup yang tidak saling dibagi dalam 3 pokok bahasan yaitu :
data responden, data proyek, dan tahun
persepsi responden. Jumlah 40 100%

4.2.1 Data Responden


4.2.2 Data Proyek
Bagian ini terdiri atas status pelaku dan
pengalaman responden dalam dunia
Profil proyek diperoleh dari data
konstruksi.
responden yang diolah dan hasilnya
a) Status Pelaku
digunakan untuk memberikan penjelasan
Dalam penelitian ini status
atau gambaran tentang proyek dan
responden terdiri dari 2 kelompokkan
ditampilkan dalam bentuk tabel. Data
yaitu: pihak penyedia jasa maupun
proyek terdiri atas: nilai proyek dan
pihak penguna jasa yang dapat di lihat
jumlah luasan lantai proyek.
pada tabel 4.1 berikut ini.
Tabel 4.1 : Responden berdasarkan
a) Nilai Proyek
status pelaku
No Status Jumlah % Nilai proyek dikelompokkan menjadi 3
pelaku responden kelompok nilai proyek yaitu:
1 Penyedia 20 50% Tabel 4.3 Nilai Proyek
jasa Pemerintah
2 Pengguna 20 50%
PP PS
jasa No NP
JR % JR %
jumlah 40 100%
1 0 - 500 Jt 2 10% 3 15%
500 - 1
a) Pengalaman Responden 2 5 25% 10 50%
M
Pengalaman Responden dalam
3 >1M 13 65% 7 35%
menangani proyek dikelompokkan
menjadi 2, yaitu: jumlah 20 100% 20 100%

Tabel 4.2 Responden berdasarkan Ket:


Pengalaman kerja di proyek NP = nilai proyek
Pengala
Jumlah JR= jumlah responden
No man %
Responden PP= proyek pemerintah
kerja
PS= proyek swasta
1 s/d 5
1 12 30%
tahun
a) Jumlah Luasan Lantai
2 > 5 28 70%
Jumlah luasan lantai proyek yang Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan
ditangani responden dibagi 3 kelompok Penyelesaian Proyek sebagai berikut :
3 kelompok yaitu: 1) Faktor Tenaga Kerja (labors),
Tabel 4.4 Jumlah Luasan terdiri dari 7 subfaktor :
Lantai Untuk Proyek Milik
- Keahlian tenaga kerja
Pemerintah
PP PS - Kedisiplinan tenaga kerja
No JLL - Motivasi kerja tenaga kerja
JL % JL %
-Jumlah pekerja yang kurang
1 01000 m 2 10 % 8 40%
memadai/sesuai dengan aktifitas
1000 m2 -
2 8 40 % 9 45% pekerjaan yang ada
2500 m
- Nasionalisme tenaga kerja
3 > 2500 m 10 50 % 3 15%
- Penggantian tenaga kerja baru
100 100
jumlah 20 20 - Komunikasi antara tenaga kerja dan
% %
Ket: kepala tukang/mandor

JLL = jumlah luasan lantai 2) Faktor Bahan (material), terdiri

JR = jumlah responden dari 7 subfaktor :

PP = proyek pemerintah - Keterlambatan pengiriman barang

PS = proyek swasta - Kekurangan bahan konstruksi


- Kualitas bahan yang kurang baik

4.2.1 Persepsi Responden Tentang - Kerusakan bahan di tempat

Keterlambatan Proyek penyimpanan

Tabel 4.5 JawabanTerhadap - Perubahan material pada bentuk,


Pernyataan Apakah dalam fungsi, dan spesifikasi
pelaksanaan Proyek konstruksi sering
mengalami keterlambatan? - Kelangkaan karena kekhususan
Responden Apakah dalam pelaksanaan - Ketidaktepatan waktu pemesanan
Proyek konstruksi sering
mengalami keterlambatan? 3) Faktor Peralatan (equipment),
ya tidak terdiri dari 5 subfaktor :
JL % JL %
Penyedia - Keterlambatan pengiriman/ penyediaan
18 45 % 2 5%
Jasa
Pengguna 10 peralatan
16 40 % 4
Jasa % - Kerusakan peralatan
Jumlah 15
34 85 % 6 - Ketersediaan peralatan yang
%
memadai/sesuai kebutuhan
4.3 Analisis Rangking Faktor Faktor - Produktifitas peralatan
Keterlambatan
- Kemampuan mandor atau operator - Kesalahan dalam penyelidikan tanah
yang kurang dalam mengoperasikan 8) Faktor Lingkup dan Kontrak/
peralatan Dokumen Pekerjaan (contract document),
4) Faktor Karakteristik Tempat (site terdiri dari 6 subfaktor :
characteristic), terdiri dari 7 subfaktor: - Perencanaan (gambar/spesifikasi) yang
- Keadaan permukaan dan dibawah salah/tidak lengkap
permukaan tanah - Perubahan lingkup pekerjaan pada
- Penglihatan atau tanggapan lingkungan waktu pelaksanaan
sekitar - Keterlambatan pemilik dalam membuat
- Karakteristik fisik bangunan sekitar keputusan
lokasi proyek - Adanya banyak (sering) pekerjaan
- Tempat penyimpanan bahan/material tambah
- Akses ke lokasi proyek - Adanya permintaan perubahan atas
- Kebutuhan ruang kerja pekerjaan yang telah selesai
- Lokasi proyek - Ketidaksepahaman antara pembuatan
5) Faktor Keuangan (financing), gambar kerja antara perencana dan
terdiri dari 4subfaktor : kontraktor
- Tidak adanya uang intensif untuk 9) Faktor Perencanaan dan
kontraktor, apabila waktu penyelesaian Penjadwalan (planning and scheduling),
lebih cepat dari jadwal terdiri dari 5 subfaktor :
- Harga material - Tidak lengkapnya identifikasi jenis
- Kesulitan pendanaan di kontraktor pekerjaan
- Kesulitan pembayaran oleh pemilik - Rencana urutan kerja yang tidak
6) Faktor Situasi (environment), tersusun dengan baik/terpadu
terdiri dari 3 subfaktor : - Penentuan durasi waktu kerja yang
- Intensitas curah hujan tidak seksama
- Faktor sosial dan budaya - Rencana kerja pemilik yang sering
- Terjadinya hal-hal tak teduga seperti berubahubah
kebakaran, banjir, dan tanah longsor. - Metode konstruksi/pelaksanaan kerja
7) Faktor Perubahan (change), yang salah atau tidak tepat
terdiri dari 3 subfaktor: 10) Faktor Sistem Inspeksi, Kontrol
- Terjadi perubahan desain oleh owner dan Evaluasi Pekerjaan, terdiri dari 7
- Kesalahan desain yang dibuat oleh subfaktor :
perencana
- Perbedaan jadwal sub-kontraktor (financing)
6 Faktor Situasi 2,75 6 3,00 8
dalam penyelesaian proyek (environment)
7 Faktor Perubahan 3,06 9 2,30 2
- Pengajuan contoh bahan oleh (change)
kontraktor yang tidak terjadwal 8 Faktor Lingkup 3,39 11 2,29 1
dan Kontrak/
- Proses persetujuan contoh bahan Dokumen
Pekerjaan
dengan waktu yang lama oleh pemilik (contract
document)
- Ketelambatan proses pemeriksaan dan 9 Faktor 3,09 10 2,87 5
Perencanaan dan
uji bahan Penjadwalan
- Kegagalan kontraktor melaksanakan (planning and
scheduling)
pekerjaan 10 Faktor Sistem 2,38 2 3,33 10
Inspeksi, Kontrol
- Banyak hasil pekerjaan yang harus dan Evaluasi
Pekerjaan
diperbaiki/diulang karena cacat/tidak 11 Faktor Manajerial 3,02 8 3,05 9
benar (managerial)
Ket:
- Proses dan tata cara evaluasi kemajuan
F = Faktor
pekerjaan yang lama dan lewat jadwal
RM = Rata- Rata Mean
yang disepakati
R = Rangking
11) Faktor Manajerial (managerial),
PP = proyek pemerintah
terdiri dari 3 subfaktor :
PS = proyek swasta
- Pengalaman manajer lapangan
Dari tabel 4.8 diatas
- Komunikasi antara wakil owner dan
menunjukkan bahwa faktor-faktor yang
kontraktor
memiliki tiga peringkat paling
Dari faktor- faktor di atas di analisis
berpengaruh terhadap keterlambatan
untuk mendapat rangking urutan fakto-
penyelesaian proyek pemerintah sebagai
faktor yang paling berpegaruh terhadap
berikut :
keterlambatan proyek konstruksi.
a) Faktor Karakteristik Tempat (site
Tabel 4.8 Analisis ranking
No F PP PS characteristic)
RM R RM R Faktor Karakteristik Tempat (site
1 Faktor Tenaga 2,60 4 2,71 4
Kerja (labors) characteristic) memiliki rata-rata mean
2 Faktor Bahan 2,47 3 2,50 3
(material) yang paling rendah di antara faktor-
3 Faktor Peralatan 2,97 7 2,95 6 faktor lain. Faktor ini memiliki mean
(equipment)
4 Faktor 2,27 1 3,47 11 paling rendah pada sub-faktor Akses
Karakteristik
Tempat (site ke lokasi proyek. Bedasarkan hasil
characteristic)
Faktor Keuangan 2,71 2,99
wawancara dengan beberapa responden,
5 5 7
Akses ke lokasi proyek merupakan hal wawancara dengan beberapa responden,
yang paling berpengaruh terhadap sub faktor kekurangan bahan
keterlambatan proyek pemerintah, hal ini konstruksi dan kualitas bahan yang
di karenakan sebagian besar proyek kurang baikmerupakan faktor yang
proyek pemerintah di Negara Timor paling berpengaruh. Hal ini di karenakan
Leste berlokasi di daerah pelosok kondisi daerah Timor Leste yang saat ini
sehingga agak sulit pencapaai material belum banyak memiliki pabrik untuk
ke lokasi proyek. memproduksi bahan konstruksi sehingga
b) Faktor Sistem Inspeksi, Kontrol, beberapa bahan konstruksi harus di
dan Evaluasi Pekerjaan pesan dari luar negeri.
Faktor Sistem Inspeksi, Kontrol, dan
Evaluasi Pekerjaan merupakan faktor ke Sedangkan faktor-faktor yang
dua yang paling berpengaruh terhadap memiliki tiga peringkat paling
keterlambatan proyek pemerintah. berpengaruh terhadap keterlambatan
Faktor ini memiliki mean paling rendah penyelesaian proyek swasta sebagai
pada sub faktor Proses persetujuan berikut :
contoh bahan dengan waktu yang lama a) Faktor Lingkup dan Kontrak/
oleh pemilik. Bedasarkan hasil Dokumen Pekerjaan (contract
wawancara dengan beberapa responden, document)
proses pertujuan contoh bahan oleh Faktor Lingkup dan Kontrak/
pemilik (pihak pemerintah) memiliki Dokumen Pekerjaan (contract document)
proses yang agak panjang, hal ini merupakan faktor pertama yang
dikarena persetujuan contoh bahan harus memiliki ratarata mean paling rendah.
melalui beberapa pengawas lapangan Faktor ini memiliki mean paling rendah
dari beberapa departemen pemerintah. pada sub faktor adanya banyak (sering)
Hal in mengakibatkan pihak kontraktor pekerjaan tambah. Bedasarkan hasil
harus menunggu persetujuan contoh wawancara dengan beberapa responden,
bahan dari pihat owner sehingga bisa Beberapa dari pihak pemilik sering kali
dapat melanjutkan pekerjaan konstruksi. meminta penambahan pekerjaan secara
c) Faktor Bahan (material) mendadak dan sepihak, hal ini
Faktor Bahan (material) merupakan megakibatkan pihak kontraktor harus
faktor ke tiga yang paling berpengaruh dapat menyusun kembali jadwal
terhadap keterlambatan proyek penambahan pekerja sehingga waktu
pemerintah, Bedasarkan hasil
untuk semakin peyelesaian proyek dan pengguna jasa dengan
bertambah lama. menggunakan uji T.
b) Faktor Perubahan (change) 4.4.1 Analisis Perbedaan Faktor
Faktor Perubahan (change) Penyebab Keterlambatan
merupakan faktor ke dua yang paling Penyelesaian Proyek Pemerintah
berpengaruh terhadap keterlambatan Berdasarkan Penyedia Jasa Dan
proyek swasta. Bedasarkan hasil Pengguna Jasa.
wawancara dengan beberapa responden,
Berdasarkan analisis uji T pada
Terjadi perubahan desain oleh owner
faktor- faktor Penyebab Keterlambatan
dan kesalahan desain yang dibuat oleh
Penyelesaian Proyek pemerintahyang di
perencanamerupakan faktor yang
lihat dari presepsi penyedia jasa dan
sering terjadi sehingga menyebakan
pengguna jasa, maka terlihat bahwa
keterlambatan peyelesaian proyek akbit
sebagian besar faktorfaktor yang
adanya perubahan.
menyebabkan keterlambatan
c) Faktor Bahan (material)
penyelesaian proyek pemerintah
Faktor Bahan (material) merupakan
memiliki sig > dari 0,05 yang berarti
faktor ke tiga yang paling berpengaruh
bahwa tidak adanya perbedaan antara
terhadap keterlambatan proyek swasta,
faktor penyebab keterlambatan proyek
Bedasarkan hasil wawancara dengan
pemerintah.
beberapa responden, sub faktor
Sedangkan yang memiliki sig <
ketidaktepatan waktu pemesanan dan
0,05 yang berarti adanya perbedaan
sub faktor keterlambatan pengiriman
presepsi antara penyedia dan pengguna
barang merupakan faktor yang paling
jasa terlihat pada beberapa sub faktor
berpengaruh. Hal ini di karenakan
yaitu: penggantian tenaga kerja baru
beberapa material bahan kontruksi harus
dengan memiliki sig 0,02, perubahan
di pesan dari luar negeri.
material pada bentuk, fungsi, dan
4.4 Analisis Perbedaan ( Uji T )
spesifikasi dengan miliki sig 0,04,
kerusakan peralatan dengan meiliki sig
Pada bagian ini dianalisis dan
0,04, harga material dengan memiliki sig
sekaligus dibahas mengenai perbedaan
0,01, dan kesalahan desain yang dibuat
faktor- faktor penyebab keterlambatan
oleh perencana dengan memiliki sig
penyelesaian proyek pemerintah dan
0,04.
swasta berdasarkan presepsi penyedia
4.4.2 Analisis perbedaan Faktor Penyelesaian Proyek pemerintah
Penyebab Keterlambatan dan swasta
Penyelesaian Proyek swasta Berdasarkan analisis uji T di
berdasarkan penyedia jasa dan lakukan pada faktor- faktor penyebab
pengguna jasa keterlambatan penyelesaian proyek
Analisis uji T juga di lakukan pada antara pemerintah dan swasta, maka
faktor-faktor Penyebab Keterlambatan terdapat beberapa yang memiliki sig >
Penyelesaian Proyek swasta yang dari 0,05 yang berarti tidak adanya
dilihat dari presepsi penyedia jasa dan perbedan antara faktorfaktor yang
pengguna jasa, maka terlihat bahwa mempengaruhi keterlambatan
sebagian besar faktorfaktor yang penyelesaian proyek pemerintah dan
menyebabkan keterlamabatan swasta.
penyelesaian proyek swasta memiliki Sedangkan yang memiliki sig <
sig > dari 0,05 yang berarti bahwa tidak dari 0,05 yang berarti adanya perbedaan
adanya perbedaan antara faktor antara faktorfaktor yang
penyebab keterlambatan proyek mempengaruhi keterlambatan
pemerintah. penyelesaian proyek pemerintah dan
Sedangkan yang memiliki sig < swasta yaitu sebagian besar terdapat
0,05 yang berarti adanya perbedaan pada faktor karakteristik tempat (site
presepsi antara penyedia dan pengguna characteristic), faktor situasi
jasa. Hal ini dapat dilihat pada beberapa (environment), faktor lingkup dan
sub faktor yang memiliki sig < 0,05 kontrak/ dokumen pekerjaan (contract
yaitu: penggantian tenaga kerja baru document), dan faktor sistem inspeksi,
yang memiliki sig 0,05, akses ke lokasi kontrol dan evaluasi pekerjaan.
proyek yang memiliki sig 0,03, lokasi
proyek yang memiliki sig 0,04, rencana 4.5 Faktor faktor penyebab
urutan kerja yang tidak tersusun dengan keterlambatan lainya
terpadu yang memiliki sig 0,03, Dari kuisioner yang telah di
komunikasi antara wakil owner dan sebarkan, sebagian dari responden
kontraktor yang memiliki sig 0,05. mengisi tentang faktorfaktor penyebab
keterlambatan proyek lainnya, selain

4.4.3 Analisis perbedaan Faktor yang telah di sebutkan oleh peneliti,

Penyebab Keterlambatan faktorfaktor lain itu antara lain sebagai


berikut:
A. Birokrasi yang belebihan, mean paling rendah dan paling
B. Faktor- faktor di luar wewenang berpengaruh terhadap keterlambatan
kontraktor, misalnya masalah penyelesaian proyek pemerintah dan
pembebasan lahan, swasta adalah:
C. Kegagalan pemilik a) Pada proyek milik pemerintah
mengkordinasi peyerahan / yaitu: faktor karakteristik tempat
penggunaan lahan (site characteristic), faktor sistem
D. Kelalaian atau keterlambatan inspeksi, kontrol, dan evaluasi
oleh sub-kontraktor dalam pekerjaan ,dan faktor bahan
melaksanakan pekerjaan, (material).
E. Peselisihan yang terjadi antara b) Pada proyek swasta yaitu: faktor
pihak-pihak yang terlibat dalam lingkup dan kontrak/ dokumen
proyek, pekerjaan (contract document),
F. Prosedur pengawasan dan faktor perubahan (change), dan
pengujian yang pakai dalam faktor bahan (material).
proyek,
Melalui uji T di peroleh hasil
G. Penggantian tenaga kerja baru,
bahwa Pada proyek pemerintah dan
dan
swasta jika dilihat dari presepsi penyedia
H. Kurangnya Kualitas
dan pengguna jasa, maka terlihat bahwa
pengontrolan pekerjaan,
sebagian besar faktorfaktor yang
menyebabkan keterlamabatan
KESIMPULAN DAN SARAN penyelesaian proyek pemerintah dan
swasta memiliki sig > dari 0,05 yang
5.1. Kesimpulan berarti bahwa tidak adanya perbedaan
Berdasarkan data penelitian yang presepsi antara faktor-faktor yang
telah diberikan oleh 40 responden, menyebab keterlambatan proyek
kemudian diolah dan dianalisis, ada pemerintah maupun swasta. Sedangkan
beberapa hal yang dapat disimpulkan yang memiliki sig < 0,05 yang berarti
berdasarkan hasil analisis data, yaitu adanya perbedaan presepsi antara
sebagai : penyedia dan pengguna jasa.
Dari 11 faktor Penyebab a) Pada proyek milik pemerintah.
Keterlambatan Penyelesaian Proyek Perbedaan presepsi terdapat pada
pemerintah , tiga faktor yang memiliki beberapa sub faktor yaitu: penggantian
tenaga kerja baru dengan memiliki sig document), dan faktor sistem inspeksi,
0,02, perubahan material pada bentuk, kontrol dan evaluasi pekerjaan.
fungsi, dan spesifikasi dengan miliki sig
0,04, kerusakan peralatan dengan meiliki 5.2. Saran
sig 0,04, harga material dengan memiliki Terkait dengan hasil penelitian
sig 0,01, dan kesalahan desain yang menunjukan bahwa tiga faktor
dibuat oleh perencana dengan memiliki penyebabkan utama terjadinya
sig 0,04. sedangkan, keterlambatan pada proyek konstruksi
b) Pada proyek miliki wsata. milik pemerintah dan swasta di Timor
Perbedaan presepsi terdapat pada Leste yaitu:
beberap sub faktor yaitu: penggantian 1) Proyek konstruksi milik pemerintah
tenaga kerja baru yang memiliki sig
Faktor karakteristik tempat (site
0,05, akses ke lokasi proyek yang
characteristic), merupakan faktor
memiliki sig 0,03, lokasi proyek yang
pertama yang memiliki mean paling
memiliki sig 0,04, rencana urutan kerja
rendah. Faktor ini masuk dalam
yang tidak tersusun dengan terpadu yang
kelompok Excusable not-Compensable
memiliki sig 0,03, komunikasi antara
Delays, yaitu faktor yang penyebabnya
wakil owner dan kontraktor yang
di luar kendali kontraktor dan owner,
memiliki sig 0,05.
sehingga faktor seperti ini kadang tidak
Analisis uji T juga di lakukan pada
dapat bisa di hindari tetapi dapat
faktor- faktor Penyebab Keterlambatan
meminimalkan resiko keterlambatan
Penyelesaian Proyek pemerintah dan
dengan beberapa tindakan yang lebih
swasta, maka terdapat beberapa yang
baik. Hal ini memerlukan peran aktif
memiliki sig > dari 0,05 ,Sedangkan
seseorang manajemen proyek untuk
yang memiliki sig < dari 0,05 yang
menentukan keberhasilan pengelolan
berarti adanya perbedaan antara faktor
proyek.
faktor yang mempengaruhi
Faktor sistem inspeksi, kontrol,
keterlambatan penyelesaian proyek
dan evaluasi pekerjaan, merupakan
pemerintah dan swasta yaitu sebagian
faktor kedua yang paling berpengaruh
besar terdapat pada faktor karakteristik
terhadap keterlambatan. Salah satu sub
tempat (site characteristic), faktor
faktor yang paling perpengaruh adalah
situasi (environment), faktor lingkup dan
Proses persetujuan contoh bahan
kontrak/ dokumen pekerjaan (contract
dengan waktu yang lama oleh pemilik.
Hal ini disebabkan karena proses keterlambatan yang di sebabkan oleh
persetujuan contoh bahan oleh pihak owner yang sering menambah
pemerintah sebagai owner harus melalui pekerjaan tambahan akibat dari beberapa
beberapa pengawas lapangan dari perubahan desain pada tahap
beberapa departemen pemerintah. Hal pelaksanaan konstruksi bangunan.
ini perluh di perhatikan dan di sadarin
Faktor perubahan (change),
oleh pihak pemerintah sebagai owner
merupakan faktor ke dua yang paling
untuk lebih mepersingkat dan
mempengaruhi keterlambatan pada
mempercepat proses persetujuan contoh
proyek konstruksi milik swasta karena
bahan sehingga pihak kontraktor tidak
pihak owner sering meminta perubahan
harus menunda pekerjaan untuk
desain. Hal ini perlu diperhatikan dan
mendapatkan persetujuan contoh bahan
direncanakan lebih baik sejak awal oleh
tersebut.
pihak owner dan konsultan perencana
Faktor bahan (material),
sehingga pada proses pelaksanaan
merupakan faktor ke tiga yang paling
konstruksi tidak adanya perubahan
mempengaruhi keterlambatan pada
desain yang berakibat pada
proyek milik pemerintah. Faktor ini
keterlambatan.
masuk dalam kelompok Non-Excusable
Faktor bahan (material)
Delays, yaitu keterlambatan yang di
merupakan faktor ke tiga yang paling
sebabkan oleh pihak kontraktor dan
berpengaruh terhadap keterlambatan
sepenuhnya tanggung jawab dari
proyek konstruksi milik swasta. Sama
kontraktor, hal ini dikarenakan pihak
halnya dengan yang terjadi pada proyek
kontraktor tidak tepat menentukan
milik pemerintah, Hal ini disebabkan
durasi waktu pemensanan bahan
karena pihak kontraktor tidak tepat
konstruksi dengan baik sehingga
menentukan durasi pemesanan bahan
keterlambatan pengiriman barang sering
konstruksi, sehingga hal ini perlu di
terjadi.
perhatikan lagi oleh pihak kontraktor
2) Proyek konstruksi milik swasta
dalam menentukan durasi waktu
Faktor lingkup dan kontrak/ pemesanaan dalam pembuatan time
dokumen pekerjaan (contract schedule.
document), merupakan faktor yang
masuk dalam kelompok Excusable DAFTAR PUSTAKA
Compensable Delays yakni
Sunarno , 2008 , Faktor Faktor Yang Assaf et al, 1995, Causes of Delay in
Mempengaruhi Keterlambatan Large Building Contruction
Pada Proyek Konstruksi Di Project
Bidang Cipta Karya Di Chaliabi dan Camp, 1984, Causes of
Kabupaten Kulon Progo , Delay and Overruns of
Thesis FT UII, yogyakarta . Contruction Project
Frederico , Dutta Ghafiri, 2013 Furqon, 1997, Statistika terapan untuk
,Analisis Perencanaan Jaringan penelitian, CV, Alfabeta,
Kerja (Network Planning) Bandung.
Untuk Efisiensi Waktu Istimawan Dipihusodo, 1996,
Penyelesaian Proyek Manajemen Proyek dan
Rehabilitasi Business Konstruksi jilid 1 da n 2,
Development Center (Distrik Kanisius, Yogyakarta.
Baucau) Pada Pt. Cambota Imam Soeharto, 1997, Manajemen
Lda., Distrik Lautem, Timor- Proyek dari Konseptual sampai
Leste . Tugas Akhir FT Operasional, Erlangga, Jakarta.
UNPAZZ , Timor Leste Suharto,I, 1995, Manajemen Proyek
Santoso , Sugeng , 2001 , Analisis dari Konseptual sampai dengan
Faktor Faktor Penyebab Oprssional, Erlangga , Jakarta
Keterlambatan Peningkatan Tri Vadli Setia Budi, 2001, Faktor
Jalan , Thesis FT UII, penyebab keterlambatan proyek
yogyakarta . konstruksi Bangunan Gedung.
Suryatno , 2010 , Analisis Faktor Wijaya, 2000, Ststika non parametrik
Penyebab Keterlambatan (Aplikasi program SPSS),
Penyelesaian Proyek Gedung , penerbit Alfabeta, Bandung.
Thesis FT Universitas D Priyatno , 2014 , SPSS 22 : Pengolah
Diponegoro , Semarang . Data Terpraktis , penerbit C.V
Proboyo, B, 1999. Keterlambatan Andi Offset , Yogyakarta .
Waktu Pelaksanaan Proyek : Klasifikasi Wulfram, I. Ervianto, 2002,
Dan Manajemen Proyek Konstruksi,
Peringkat Dari Penyebab- Penerbit Andi, Yogyakarta.
Penyebabnya, Dimensi Teknik http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_
Sipil, Vol. 1 no. 2, September. Timor_Leste.