Anda di halaman 1dari 11

PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKes HANG TUAH PEKANBARU
TA. 2015/2016

LAPORAN PENDAHULUAN
CA MAMAE

A. Konsep Dasar
1. Definisi
Kanker adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal diubah oleh
mutasi genetik DNA seluler (Smeltzer, 2002: 317). Menurut Sabiston (1995: 385)
kanker payudara adalah neoplasma spesifik tempat yang terlazim pada wanita dan
merupakan sebab utama kematian akibat kanker dalam wanita berusia 40-44 tahun.
Kenker payudara adalah neoplasma ganas, suatu pertumbuhan jaringan payudara
abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya, tumbuh infiltratif dan destruktif
dan dapat bermetastase.
Carsinoma mammae adalah neolasma ganas dengan pertumbuhan jaringan
mammae abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya, tumbuh infiltrasi dan
destruktif dapat bermetastase ( Soeharto Resko Prodjo, 1995)
Carsinoma mammae merupakan gangguan dalam pertumbuhan sel normal
mammae dimana sel abnormal timbul dari sel sel normal, berkembang biak dan
menginfiltrasi jaringan limfe dan pembuluh darah (Lynda Juall Carpenito, 1995).

2. ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO


Etiologi kanker payudara dari beberapa sumber:
Menurut Sabiston (1995: 386) adalah:
a. Pengaruh diit.
b. Kanker majemuk.
c. Faktor genetik.
d. Pengaruh hormon.
e. Penyakit proliferasi dan hiperplasi atipik.
f. Radiasi ionisasi.
Faktor penyebab kanker payudara adalah:
a. Konstitusi genetik.
b. Pengaruh hormon.
c. Virogen.
d. Makanan (terutama yang banyak mengandung lemak).
e. Radiasi daerah dada.

Faktor risiko tinggi kanker payudara:


a. Umur > 30 tahun.
b. Anak pertama lahir pada usia ibu > 35 tahun.
c. Tidak kawin.
d. Menarche < 12 tahun.
e. Menopause terlambat > 55 tahun.
f. Pernah operasi tumor jinak payudara.
g. Mendapat terapi hormon yang lama.
h. Adanya kanker payudara kontralateral.
i. Operasi ginekologi.
j. Radiasi dada.
k. Riwayat keluarga.

3. PATOFISIOLOGI
Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada
sistem duktal, mula mula terjadi hiperplasia sel sel dengan perkembangan sel sel
atipik. Sel - sel ini akan berlanjut menjadi carsinoma insitu dan menginvasi stroma.
Carsinoma membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai
menjadi massa yang cukup besar untuk dapat diraba ( kira kira berdiameter 1 cm).
Pada ukuran itu kira kira seperempat dari carsinoma mammae telah bermetastasis.
Carsinoma mammae bermetastasis dengan penyebaran langsung ke jaringan sekitarnya
dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah ( Price, Sylvia, Wilson Lorrairee M,
1995 )
4. MANIFESTASI KLINIS
Menurut William Godson III. M. D
a. Tanda carsinoma
Kanker payudara kini mempunyai ciri fisik yang khas, mirip pada tumor jinak,
massa lunak, batas tegas, mobile, bentuk bulat dan elips
b. Gejala carsinoma
Kadang tak nyeri, kadang nyeri, adanya keluaran dari puting susu, puting eritema,
mengeras, asimetik, inversi, gejala lain nyeri tulang, berat badan turun dapat sebagai
petunjuk adanya metastase.

5. PENATALAKSANAAN MEDIS DAN KEPERAWATAN


a. Pembedahan
1) Mastectomy radikal yang dimodifikasi
Pengangkatan payudara sepanjang nodu limfe axila sampai otot pectoralis
mayor. Lapisan otot pectoralis mayor tidak diangkat namun otot pectoralis minor
bisa jadi diangkat atau tidak diangkat.
2) Mastectomy total
Semua jaringan payudara termasuk puting dan areola dan lapisan otot pectoralis
mayor diangkat. Nodus axila tidak disayat dan lapisan otot dinding dada tidak
diangkat.
3) Lumpectomy/tumor
Pengangkatan tumor dimana lapisan mayor dri payudara tidak turut diangkat.
Exsisi dilakukan dengan sedikitnya 3 cm jaringan payudara normal yang berada
di sekitar tumor tersebut.
4) Wide excision/mastektomy parsial.
Exisisi tumor dengan 12 tepi dari jaringan payudara normal.
5) Ouadranectomy.
Pengangkatan dan payudara dengan kulit yang ada dan lapisan otot pectoralis
mayor.
b. Radiotherapy
Biasanya merupakan kombinasi dari terapi lainnya tapi tidak jarang pula merupakan
therapi tunggal. Adapun efek samping: kerusakan kulit di sekitarnya, kelelahan,
nyeri karena inflamasi pada nervus atau otot pectoralis, radang tenggorokan.
c. Chemotherapy
Pemberian obat-obatan anti kanker yang sudah menyebar dalam aliran darah. Efek
samping: lelah, mual, muntah, hilang nafsu makan, kerontokan membuat, mudah
terserang penyakit.
d. Manipulasi hormonal.
Biasanya dengan obat golongan tamoxifen untuk kanker yang sudah bermetastase.
Dapat juga dengan dilakukan bilateral oophorectomy. Dapat juga digabung dengan
therapi endokrin lainnya.

6. KOMPLIKASI
Metastase ke jaringan sekitar melalui saluran limfe (limfogen) ke paru,pleura, tulang
dan hati.
Selain itu Komplikasi Ca Mammae yaitu:
a. Metastase ke jaringan sekitar melalui saluran limfe dan pembuluh darahkapiler (
penyebaran limfogen dan hematogen0, penyebarab hematogen dan limfogen dapat
mengenai hati, paru, tulang, sum-sum tulang ,otak ,syaraf.
b. Gangguan neuro varkuler
c. Faktor patologi
d. Fibrosis payudara
e. Kematian

B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Biasanya klien masuk ke rumah sakit karena merasakan adanya benjolan yang
menekan payudara, adanya ulkus, kulit berwarna merah dan mengeras, bengkak dan
nyeri.
b. Riwayat Kesehatan Dahulu
Adanya riwayat ca mammae sebelumnya atau ada kelainan pada mammae,
kebiasaan makan tinggi lemak, pernah mengalami sakit pada bagian dada sehingga
pernah mendapatkan penyinaran pada bagian dada, ataupun mengidap penyakit
kanker lainnya, seperti kanker ovarium atau kanker serviks.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Adanya keluarga yang mengalami ca mammae berpengaruh pada kemungkinan
klien mengalami ca mammae atau pun keluarga klien pernah mengidap penyakit
kanker lainnya, seperti kanker ovarium atau kanker serviks.
d. Pemeriksaan Fisik
1) Kepala : normal, kepala tegak lurus, tulang kepala umumnya bulat dengan
tonjolan frontal di bagian anterior dan oksipital dibagian posterior.
2) Rambut : biasanya tersebar merata, tidak terlalu kering, tidak terlalu
berminyak.
3) Mata : biasanya tidak ada gangguan bentuk dan fungsi mata. Mata anemis,
tidak ikterik, tidak ada nyeri tekan.
4) Telinga : normalnya bentuk dan posisi simetris. Tidak ada tanda-tanda infeksi
dan tidak ada gangguan fungsi pendengaran.
5) Hidung : bentuk dan fungsi normal, tidak ada infeksi dan nyeri tekan
6) Mulut : mukosa bibir kering, tidak ada gangguan perasa.
7) Leher : biasanya terjadi pembesaran KGB.
8) Dada : adanya kelainan kulit berupa peau dorange, dumpling, ulserasi atau
tanda-tanda radang.
9) Hepar : biasanya tidak ada pembesaran hepar.
10) Ekstremitas: biasanya tidak ada gangguan pada ektremitas.
11) Pengkajian 11 Pola Fungsional Gordon
a) Persepsi dan Manajemen
Biasanya klien tidak langsung memeriksakan benjolan yang terasa pada
payudaranya kerumah sakit karena menganggap itu hanya benjolan biasa.
b) Nutrisi Metabolik
Kebiasaan diet buruk, biasanya klien akan mengalami anoreksia, muntah dan
terjadi penurunan berat badan, klien juga ada riwayat mengkonsumsi
makanan mengandung MSG.
c) Eliminasi
Biasanya terjadi perubahan pola eliminasi, klien akan mengalami melena,
nyeri saat defekasi, distensi abdomen dan konstipasi.
d) Aktivitas dan Latihan
Anoreksia dan muntah dapat membuat pola aktivitas dan lathan klien
terganggu karena terjadi kelemahan dan nyeri.
e) Kognitif dan Persepsi
Biasanya klien akan mengalami pusing pasca bedah sehingga kemungkinan
ada komplikasi pada kognitif, sensorik maupun motorik.
f) Istirahat dan Tidur
Biasanya klien mengalami gangguan pola tidur karena nyeri.
g) Persepsi dan Konsep Diri
Payudara merupakan alat vital bagi wanita. Kelainan atau kehilangan akibat
operasi akan membuat klien tidak percaya diri, malu, dan kehilangan haknya
sebagai wanita normal.
h) Peran dan Hubungan
Biasanya pada sebagian besar klien akan mengalami gangguan dalam
melakukan perannya dalam berinteraksi social.
i) Reproduksi dan Seksual
Biasanya aka nada gangguan seksualitas klien dan perubahan pada tingkat
kepuasan.
j) Koping dan Toleransi Stress
Biasanya klien akan mengalami stress yang berlebihan, denial dan keputus
asaan.
k) Nilai dan Keyakinan
Diperlukan pendekatan agama supaya klien menerima kondisinya dengan
lapang dada.
e. Pemeriksaan Diagnostik
1) Scan (mis, MRI, CT, gallium) dan ultrasound. Dilakukan untuk diagnostik,
identifikasi metastatik dan evaluasi.
2) biopsi : untuk mendiagnosis adanya BRCA1 dan BRCA2
3) Penanda tumor
4) Mammografi
5) Sinar X dada

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan pembedahan, mis;
anoreksia
b. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses pembedahan
c. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan bedah jaringan
d. Ansietas berhubungan dengan diagnosa, pengobatan, dan prognosanya .
e. Kurang pengetahuan tentang Kanker mammae berhubungan dengan kurang
pemajanan informasi
f. Gangguan body image berhubungan dengan kehilangan bagian dan fungsi tubuh
g. Potensial disfungsi seksual berhubungan dengan kehilangan bagian tubuh,
perubahan dalam citra diri

3. INTERVENSI
No Diagnosa NOC NIC
1 Nutrisi kurang dari NOC : NIC :
kebutuhan tubuh Nutritional Status : food and Nutrition Management
berhubungan dengan Fluid Intake - Kaji adanya alergi makanan
pembedahan, mis; Kriteria Hasil : - Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
anoreksia - Adanya peningkatan berat menentukan jumlah kalori dan
badan sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
tujuan - Anjurkan pasien untuk
- Berat badan ideal sesuai meningkatkan intake Fe
dengan tinggi badan - Anjurkan pasien untuk
- Mampu mengidentifikasi meningkatkan protein dan vitamin C
kebutuhan nutrisi - Berikan substansi gula
- Tidak ada tanda tanda - Yakinkan diet yang dimakan
malnutrisi mengandung tinggi serat untuk
- Tidak terjadi penurunan mencegah konstipasi
berat badan yang berarti - Berikan makanan yang terpilih
(sudah dikonsultasikan dengan ahli
gizi)
- Ajarkan pasien bagaimana membuat
catatan makanan harian.
- Monitor jumlah nutrisi dan
kandungan kalori
- Berikan informasi tentang kebutuhan
nutrisi
- Kaji kemampuan pasien untuk
mendapatkan nutrisi yang
dibutuhkan

Nutrition Monitoring
- BB pasien dalam batas normal
- Monitor adanya penurunan berat
badan
- Monitor tipe dan jumlah aktivitas
yang biasa dilakukan
- Monitor interaksi anak atau orangtua
selama makan
- Monitor lingkungan selama makan
- Jadwalkan pengobatan dan tindakan
tidak selama jam makan
- Monitor kulit kering dan perubahan
pigmentasi
- Monitor turgor kulit
- Monitor kekeringan, rambut kusam,
dan mudah patah
- Monitor mual dan muntah
- Monitor kadar albumin, total protein,
Hb, dan kadar Ht
- Monitor makanan kesukaan
- Monitor pertumbuhan dan
perkembangan
- Monitor pucat, kemerahan, dan
kekeringan jaringan konjungtiva
- Monitor kalori dan intake nuntrisi
- Catat adanya edema, hiperemik,
hipertonik papila lidah dan cavitas
oral.
- Catat jika lidah berwarna magenta,
scarlet
2 Gangguan rasa NOC : NIC :
nyaman nyeri - Pain Level, Pain Management
berhubungan dengan - Pain control, - Lakukan pengkajian nyeri secara
proses pembedahan - Comfort level komprehensif termasuk lokasi,
Kriteria Hasil : karakteristik, durasi, frekuensi,
- Mampu mengontrol nyeri kualitas dan faktor presipitasi
(tahu penyebab nyeri, - Observasi reaksi nonverbal dari
mampu menggunakan ketidaknyamanan
tehnik nonfarmakologi - Gunakan teknik komunikasi
untuk mengurangi nyeri, terapeutik untuk mengetahui
mencari bantuan) pengalaman nyeri pasien
- Melaporkan bahwa nyeri - Kaji kultur yang mempengaruhi
berkurang dengan respon nyeri
menggunakan manajemen - Evaluasi pengalaman nyeri masa
nyeri lampau
- Mampu mengenali nyeri - Evaluasi bersama pasien dan tim
(skala, intensitas, kesehatan lain tentang
frekuensi dan tanda nyeri) ketidakefektifan kontrol nyeri masa
- Menyatakan rasa nyaman lampau
setelah nyeri berkurang - Bantu pasien dan keluarga untuk
- Tanda vital dalam mencari dan menemukan dukungan
rentang normal - Kontrol lingkungan yang dapat
mempengaruhi nyeri seperti suhu
ruangan, pencahayaan dan
kebisingan
- Kurangi faktor presipitasi nyeri
- Pilih dan lakukan penanganan nyeri
(farmakologi, non farmakologi dan
inter personal)
- Kaji tipe dan sumber nyeri untuk
menentukan intervensi
- Ajarkan tentang teknik non
farmakologi
- Berikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
- Evaluasi keefektifan kontrol nyeri
- Tingkatkan istirahat
- Kolaborasikan dengan dokter jika
ada keluhan dan tindakan nyeri tidak
berhasil
- Monitor penerimaan pasien tentang
manajemen nyeri

Analgesic Administration
- Tentukan lokasi, karakteristik,
kualitas, dan derajat nyeri sebelum
pemberian obat
- Cek instruksi dokter tentang jenis
obat, dosis, dan frekuensi
- Cek riwayat alergi
- Pilih analgesik yang diperlukan atau
kombinasi dari analgesik ketika
pemberian lebih dari satu
- Tentukan pilihan analgesik
tergantung tipe dan beratnya nyeri
- Tentukan analgesik pilihan, rute
pemberian, dan dosis optimal
- Pilih rute pemberian secara IV, IM
untuk pengobatan nyeri secara
teratur
- Monitor vital sign sebelum dan
sesudah pemberian analgesik
pertama kali
- Berikan analgesik tepat waktu
terutama saat nyeri hebat
- Evaluasi efektivitas analgesik, tanda
dan gejala (efek samping)
3 Kerusakan integritas NOC : Tissue Integrity : NIC : Pressure Management
kulit berhubungan Skin and Mucous - Anjurkan pasien untuk
dengan pengangkatan Membranes menggunakan pakaian yang longgar
bedah jaringan Kriteria Hasil : - Hindari kerutan padaa tempat tidur
- Integritas kulit yang baik - Jaga kebersihan kulit agar tetap
bisa dipertahankan bersih dan kering
(sensasi, elastisitas, - Mobilisasi pasien (ubah posisi
temperatur, hidrasi, pasien) setiap dua jam sekali
pigmentasi) - Monitor kulit akan adanya
- Tidak ada luka/lesi pada kemerahan
kulit - Oleskan lotion atau minyak/baby oil
- Perfusi jaringan baik pada derah yang tertekan
- Menunjukkan pemahaman - Monitor aktivitas dan mobilisasi
dalam proses perbaikan pasien
kulit dan mencegah - Monitor status nutrisi pasien
terjadinya sedera berulang
- Mampu melindungi kulit
dan mempertahankan
kelembaban kulit dan
perawatan alami
4 Ansietas NOC : NIC :
berhubungan dengan - Anxiety control Anxiety Reduction (penurunan
diagnosa, pengobatan, - Coping kecemasan)
dan prognosanya Kriteria Hasil : - Gunakan pendekatan yang
- Klien mampu menenangkan
mengidentifikasi dan - Nyatakan dengan jelas harapan
mengungkapkan gejala terhadap pelaku pasien
cemas - Jelaskan semua prosedur dan apa
- Mengidentifikasi, yang dirasakan selama prosedur
mengungkapkan dan - Temani pasien untuk memberikan
menunjukkan tehnik untuk keamanan dan mengurangi takut
mengontol cemas - Berikan informasi faktual mengenai
- Vital sign dalam batas diagnosis, tindakan prognosis
normal - Dorong keluarga untuk menemani
- Postur tubuh, ekspresi anak
wajah, bahasa tubuh dan - Lakukan back / neck rub
tingkat aktivitas - Dengarkan dengan penuh perhatian
menunjukkan - Identifikasi tingkat kecemasan
berkurangnya kecemasan - Bantu pasien mengenal situasi yang
menimbulkan kecemasan
- Dorong pasien untuk
mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi
- Instruksikan pasien menggunakan
teknik relaksasi
- Barikan obat untuk mengurangi
kecemasan
5 Kurang pengetahuan NOC : Teaching : Dissease Process
tentang penyakit, - Kowlwdge : disease - Kaji tingkat pengetahuan klien dan
perawatan,pengobatan process keluarga tentang proses penyakit
kurang paparan - Kowledge : health - Jelaskan tentang patofisiologi
terhadap informasi Behavior penyakit, tanda dan gejala serta
Kriteria Hasil : penyebabnya
- Pasien dan keluarga - Sediakan informasi tentang kondisi
menyatakan pemahaman klien
tentang penyakit, kondisi, - Berikan informasi tentang
prognosis dan program perkembangan klien
pengobatan - Diskusikan perubahan gaya hidup
- Pasien dan keluarga yang mungkin diperlukan untuk
mampu melaksanakan mencegah komplikasi di masa yang
prosedur yang dijelaskan akan datang dan atau kontrol proses
secara benar penyakit
- Pasien dan keluarga - Jelaskan alasan dilaksanakannya
mampu menjelaskan tindakan atau terapi
kembali apa yang - Gambarkan komplikasi yang
dijelaskan perawat/tim mungkin terjadi
kesehatan lainnya - Anjurkan klien untuk mencegah efek
samping dari penyakit
- Gali sumber-sumber atau dukungan
yang ada
- Anjurkan klien untuk melaporkan
tanda dan gejala yang muncul pada
petugas kesehatan
6 Gangguan body image Kriteria Hasil - Diskusikan dengan klien atau orang
berhubungan dengan - Klien tidak malu dengan terdekat respon klien terhadap
kehilangan bagian dan keadaan dirinya. penyakitnya
fungsi tubuh - Klien dapat menerima - Tinjau ulang efek pembedahan
efek pembedahan - Berikan dukungan emosi klien
- Anjurkan keluarga klien untuk selalu
mendampingi klien.

DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah vol 2. Jakarta : EGC
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius
Marilyan, Doenges E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk perencanaan
dan pendokumentasian perawatyan px) Jakarta : EGC
Closkey ,Joane C. Mc, Gloria M. Bulechek.(1996). Nursing Interventions Classification
(NIC). St. Louis :Mosby Year-Book.
Johnson,Marion, dkk. (2000). Nursing Outcome Classifications (NOC). St. Louis :Mosby
Year-Book
Juall,Lynda,Carpenito Moyet. (2003).Buku Saku Diagnosis Keperawatan edisi
10.Jakarta:EGC
Price Sylvia, A (1994), Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jilid 2 . Edisi
4. Jakarta. EGC
Sjamsulhidayat, R. dan Wim de Jong. 1998. Buku Ajar Imu Bedah, Edisi revisi. EGC :
Jakarta.
Smeltzer, Suzanne C. and Brenda G. Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
: Brunner Suddarth, Vol. 2. EGC : Jakarta.
Sjamsuhidajat. R (1997), Buku ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta
Wiley dan Blacwell. (2009). Nursing Diagnoses: Definition & Classification 2009-2011,
NANDA.Singapura:Markono print Media Pte Ltd