Anda di halaman 1dari 5

Judul Efficacy of Propioceptive Neuromuscular Facilitation on Shoulder

Function in Second Shoulder Impingement


Jurnal International Journal of Therapy and Rehabilitation
Volume dan Vol. 20 no 9
Halaman
Tahun 2013
Penulis Nishtha Nakra, Nishat Quddus, Sohrab Khan, Suraj Kumar,
Roshan Lal Meena
Reviewer Desak Made Wahyu Ariningsih (1302306027)
Tanggal 15 September 2017
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui efektivitas propioceptif neuromuscular facilitation
(PNF) pada pasien dengan secondary impingement shoulder
Subjek Penelitian Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 30 orang (15 orang wanita
dan 15 orang laki-laki) yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan
sistem acak. Kelompok pertama mendapatkan terapi konvensional
yang dikombinasikan dengan PNF dan kelompok kedua hanya
mendapatkan terapi konvensional. Subjek diambil dari pasien
Rehabilitation Centre, HAHC, Jamia, Hamard, India dari bulan
Oktober 2012 sampai Februari 2013. Terapi dilakukan sebanyak 9 kali
selama 3 minggu.
Kriteria inklusi :
a. Usia 30-55 tahun
b. Dengan secondary shoulder impingement
c. Neer Test postif
d. Hawkins-Kennedy Test positif
Kriteria eksklusi:
a. Primary shoulder impingement
b. Bilateral shoulder impingement
c. Adanya riwayat operasi pada ekstremitas atas
d. Riwayat shoulder instability, dislokasi
e. Adanya riwayat infeksi, tumor, dan gangguan kongenital
f. Adanya injeksi kortikosteroid pada bagian bahu 12 minggu
sebelumnya
g. Adanya penyakit sistemik seperti RA, diabetes, ankylosis
spondylitis
Metode Penelitian a. Penelitian ini menggunakan metode pre-test dan post-test
experimental group
b. Statistik deskriptif berupa rerata dan simpang baku digunakan
untuk memeriksa karakteristik umum subjek.
c. Uji Paired sample t-test dilakukan untuk menganalisis dan
membandingkan persentase perubahan sebelum intervensi dan
setelah intervensi
Definisi Variabel dependen dalam penelitian ini adalah secondary shoulder
Operasional impingement
Variabel
Dependen
Alat Ukur Alat ukur yang digunakan untuk variabel dependen adalah lateral
Variabel scapular slide test dan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI).
Dependen Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah 2 minggu pemberian
intervensi.
a. Shoulder Pain and Disability Index (SPADI)
Pengukuran ini digunakan untuk menilai intensitas nyeri dan
disability pada pasien. SPADI terdiri dari 13 item yang dibagi
menjadi dua sub yaitu, 5 item untuk skala nyeri dan 8 item
untuk skala disability.
b. Overhead Reach
Pengukuran ini digunakan untuk menilai kemampuan subjek
dalam melakukan gerakan overhead. Pasien menghadap
tembok dengan posisi tegak, kemudian pasien diminta untuk
melakukan gerakan overhead pada sisi bahu yang mengalami
gangguan. Penilaian dilakukan dengan mencari selisih antara
maximum reach dari tangan dan standing height head subjek.

Definisi Variabel independen dalam penelitian ini adalah Propioceptive


Operasional Neuromuscuar Mobilization (PNF)
Variabel Propioceptive Neuromuscuar Mobilization adalah pendekatan terapi
Independen latihan yang mengkombinasikan pola gerak diagonal dengan teknik
fasilitasi neuromuscular untuk meningkatkan respon motoris, kontrol
dan fungsi sistem neuromuscular. PNF dapat digunakan untuk
meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, memfasilitasi mobilitas
dan stabilitas, kontrol neuromuscular, dan koordinasi gerakan.
Gerakan fungsional PNF berupa gerakan diagonal, spiral, dan biasanya
melewati midline dari tubuh.
Langkah-langkah Langkah-langkah Intervensi Terapi Konvensional:
Terapi Minggu 1,2,3
a. Cold pack pada shoulder (10 menit)
b. Isometric strengthening : eksternal rotasi, internal rotasi, fleksi,
ekstensi , dan abduksi. Dilakukan 3 set x 10 repetisi dengan
durasi istirahat selama 60 detik
Minggu 2,3
a. Latihan fleksibilitas
Anterior shoulder stretching pasien meletakkan
tangan di belakang kepala, kemudian elbow ditarik ke
belakang dan tahan 30 detik. Dilakukan 3 set x 10
repetisi.
Posterior shoulder stretching pasien menekuk siku
dan memegang pundak sisi yang tidak sakit, kemudian
tangan yang tidak sakitmenarik siku dan tahan selama
30 detik. Dilakukan 3 set x 10 repetisi.
b. Latihan penguatan
Latihan penguatan dilakukan menggunakan beban sesuai
dengan toleransi nyeri dan kemampuan dari pasien.
Otot supraspinatus dilakukan dalam posisi empty
can. Jobes dan Moynes (1982) menyarankan dengan
melakukan elevasi pada lengan dan internal rotasi akan
membantu mengisolasi otot supraspinatus untuk latihan
penguatan.
Internal rotasi dan eksternal rotasi dengan abduksi
lengan ke samping.
Latissimu dorsi pasien dalam posisi duduk, kedua
tangan berada di samping hip dan menekan ke bawah
Serratus anterior pasien dalam posisi tengkurap dan
kedua siku menekuk, kemudian siku menekan ke
bawah.
Kelompok pertama (Kelompok Perlakuan)
Kelompok pertama adalah kelompok perlakuan yang mendapatkan
terapi konvensional dan PNF. Subjek diminta untuk melakukan
gerakan PNF secara aktif pada setiap sesi terapi latihan. Gerakan PNF
yang dilakukan adalah PNF fleksi-abduksi-eksternal rotasi degan pola
diagonal dengan fasilitasi manual. Kemudian kembali pada posisi awal
secara pasif. Dilakukan 3 set x 10 repetisi.
Kelompok kedua (kelompok kontrol)
Kelompok kedua hanya mendapatkan intervensi terapi konvensional.

Hasil Penelitian a. Secara statistik tidak ada perbedaan yang signifikan (p<0,05)
pada nilai antopometri (BB dan TB) dan usia pada kedua
kelompok.
b. Ada perbedaan yang signifikan secara statistic pada nilai
pengukuran SPADI yaitu, kelompok perlakuan menunjukkan
penurunan nilai SPADI (23,8 + 4,9) dengan signifikansi
p<0,0001. Dan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua
kelompok pada nilai pengukuran overhead reach (3,6 + 1,8)
dengan nilai signifikansi p<0,03.
c. Kombinasi antara terapi konvensional dan PNF meningkatkan
gerak fungsional shoulder secara signifikan dibandingkan
hanya dengan terapi konvensional saja.
Pembahasan a. Pada nilai SPADI kedua kelompok mengalami penurunan nilai
yang signifikan. Mekanisme terjadinya penurunan nilai SPADI
pada kelompok kontrol dikarenakan latihan aktif yang
dilakukan membantu memelihara integritas sendi dan jaringan
lunak. Pergerakan kartilago akan meningkatkan nutrisi dan
difusi ke sendi untuk menjaga elastisitas dari otot, serta motor
learning untuk menormalkan pola gerak. Pada kelompok
perlakuan, penambahan PNF memberikan memberikan
adaptasi pada sistem neuromuscular melalui gerakan diagonal
dan spiral yang dilakukan. Penggunaan PNF ditargetkan untuk
melatih semua aspek latihan pada otot seperti latihan isometric
untuk kekuatan otot, latihan pada group otot untuk
meningkatkan ROM dan menurunkan nyeri, menggunakan
pola fungsional untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, dan
teknik handling (Westwater-Wood et al, 2010)
b. Penurunan nyeri dan disability akan meningkatkan overhead
reach. Pada pengukuran overhead reach kelompok perlakuan
mengalami peningkatan yang signifikan dikarenakan teknik
PNF mancakup 4 mekanisme, yaitu: autogenic inhibition,
reciprocal inhibition, stress relaxation, dan gate control theory
(Hindle et al, 2004)
Kekuatan a. Penelitian menggunakan alat ukur yang cukup mudah
Penelitian dilakukan sehingga tidak terlalu rumit untuk menilai hasil
b. Pemberian latihan tidak memerlukan alat yang sulit sehingga
bisa dilakukan dimana saja dan mudah dikontrol
Kelemahan a. Sampel pada subjek penelitian sangat sedikit
Penelitian b. Penelitian hanya dilakukan dalam waktu 3 minggu
c. Metode pengambilan sampel dilakukan secara convenience