Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH KLASIFIKASI DAN

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT


Makalah Klasifikasi dan Struktur Organisasi Rumah Sakit
Oleh: Ibrahim Lubis, MA

BAB I
PENDAHULUAN

Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual


maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif
secara sosial dan ekonomis. Sumber daya di bidang kesehatan adalah
segala bentuk dana, tenaga, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan
alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang
dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan
oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat (Depkes RI,
2009). Rumah sakit yang merupakan salah satu dari sarana kesehatan,
merupakan rujukan pelayanan kesehatan dengan fungsi utama
menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan dan
pemulihan bagi pasien (Depkes RI, 2004). Peran Rumah Sakit merupakan
hal yang urgen, maka dari itu mengenal Rumah Sakit tidak saja dilihat dari
banyaknya pasien, namun lebih kepada manfaat dan peran serta
fungsinya. berikut akan dibahas mengenai Makalah tentang Klasifikasi dan
Struktur Organisasi Rumah Sakit.

BAB II
PEMBAHASAN
Klasifikasi dan Struktur Organisasi Rumah Sakit

A. Klasifikasi Rumah Sakit

Menurut Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit,


rumah sakit dapat dibagi berdasarkan jenis pelayanan dan
pengelolaannya. Berdasarkan jenis pelayanan terdiri atas:
Rumah Sakit Umum, yaitu memberi pelayanan kesehatan pada
semua bidang dan jenis penyakit.
Rumah Sakit Khusus, yaitu memberi pelayanan utama pada satu
bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu,
golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya.

Berdasarkan pengelolaannya terdiri atas:

Rumah Sakit Publik, dikelola oleh pemerinta, pemerintah daerah, dan


badan hukum yang bersifat nirlaba.
Rumah sakit Privat, dikelola oleh badan hukum dengan tujuan provit
yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Persero.

B. Klasifikasi Rumah Sakit Umum

Berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 340


tahun 2010 tentang klasifikasi rumah sakit, dalam rangka penyelenggaraan
pelayanan kesehatan secara berjenjang dan fungsi rujukan, rumah sakit
umum diklasifikasikan berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan
rumah sakit:

a. Rumah sakit umum kelas A adalah rumah sakit umum yang


mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4
(empat) spesialis dasar, 5 (lima) spesialis penunjang medik, 12 (dua belas)
spesialis lain dan 13 (tiga belas) subspesialis.

b. Rumah sakit umum kelas B adalah rumah sakit umum yang


mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4
(empat) spesialis dasar, 4 (empat) spesialis penunjang medik, 8 (delapan)
spesialis lain dan 2 (dua) subspesialis dasar.

c. Rumah sakit umum kelas C adalah rumah sakit umum yang


mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4
(empat) spesialis dasar dan 4 (empat) spesialis penunjang medik.
d. Rumah sakit umum kelas D adalah rumah sakit umum yang
mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2
(dua) spesialis dasar.

C. Struktur Organisasi Rumah Sakit

Berdasarkan UU RI nomor 44 tahun 2009 pasal 33 tentang rumah sakit,


setiap rumah sakit harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan
akuntabel. Organisasi Rumah Sakit paling sedikit terdiri atas Kepala
Rumah Sakit atau Direktur Rumah Sakit, unsur pelayanan medis, unsur
keperawatan, unsur penunjang medis, komite medis, satuan pemeriksaan
internal, serta administrasi umum dan keuangan.

Jika disimpulkan maka Struktur Organisasi Rumah Sakit terdiri dari:

1. Kepala Rumah Sakit atau Direktur


2. Unsur Pelayanan bidang Medis
3. Keperawatan
4. Penunjang Medis
5. Komite
6. Satuan pemeriksa Internal
7. Administrasi umum dan keuangan

BAB III
PENUTUP

Apapun dan bagaimanapun, Rumah Sakit merupakan tempat yang tepat


orang -orang yang mengalami gangguan kesehatan, baik jiwa, fisik dan
lainnya. walaupun ada sistem perawatan rumah yang dilakukan oleh
sebahagian orang, namun tetap saja tidak maksimal jika dibandingkan
dengan sistem perawatan yang telah dilakukan di setiap Rumah
Sakit. Klasifikasi dan Struktur Organisasi Rumah Sakit merupakan
standart ketentuan khusus yang harus ada pada tiap-tiap rumah sakit, baik
itu swasta ataupun yang dikelola oleh Pemerintah.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. (1999). Keputusan MenKes RI Nomor
1333/MENKES/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah
Sakit.
Depkes RI. (2008). Peraturan MenKes RI No.
269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis
Depkes RI. (2010). Peraturan Menkes RI Nomor
340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
Depkes RI. (2009). UU RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
Jakarta: Depkes RI.
Depkes RI. (2009). Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (CSSD) di
Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI.
Adikoesoemo, Manajemen rumah sakit Jakarta : pustaka Sinar
Harapan, 2003
Greef, Judith A., komunikasi kesehatan dan perubahan perilaku.
Djokjakarta: Gadjah Mada University Press., 1996
Notoatmojo, Soekidjo, Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka
Cipta, 1997
Muninjaya, Gde AA, Manajemen Kesehatan,ed.2. Jakarta : EGC,
2004
Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi,
Yogyakarta, 2003
Andri Kristanto, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya,
Penerbit Gava Media, Yogyakarta, 2003.
Jogiyanto H.M., Akt., Ph.D., Analisis Analisis dan Desain Sistem
Informasi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005.
Witarto, Memahami Sistem Informasi, Penerbit Informatika, 2004.