Anda di halaman 1dari 11

B A B 4

LAPORAN KUNJUNGAN (21 Juni 2007)

IDENTITAS PENDERITA
Nama, : Jevi Fernando
Jenis Kelamin : laki-laki
Umur : 4 tahun 4 bulan
Alamat : Jalan Gatot Subroto I, Gang IX No.1 Denpasar
MRS terakhir : 12 Januari 2010

Hasil Pengamatan dan wawancara :


Kunjungan dilakukan pada sore hari pada tanggal 8 Februari 2010, saat kunjungan
terlihat penderita sedang menonton televisi di ruang tamu. Tampak penderita
berperawakan sedang, dan tidak begitu tinggi. Dengan rambut hitam tersibak rapi.
Penderita dirumah cukup periang, sedikit pernalu dan cukup koperatif dengan
pemeriksa.
Ibu penderita mengatakan bahwa penderita pada saat-saat tertentu tampak pucat dan
lelah. Lelah dikatakan timbul terutama setelah penderita bermain, terutama apabila
penderita bermain terlalu lama dan menguras banyak tenaga seperti berlari-larian.
Saat kelelahan penderita sering mengeluh sakit kepala. Namun jika sudah dapat
istirahat, keluhan pun berangsur hilang. Nafsu makan penderita dikatakan baik, ibu
penderita tidak kesulitan memberikan makan ataupun susu. Aktifitas penderita juga
cukup baik, ia sering bermain bersama bibinya di rumah.

Riwayat Pengobatan
Penderita pada bulan Mei 2009 hingga bulan Juni 2009 rawat inap di RSPAD Jakarta.
Kemudian penderita berobat dengan teratur di RS yang sama. Bulan Desember 2009
keluarga penderita pindah ke Bali, sehingga pengobatannya dilanjutkan di RSUP
Sanglah. Penderita tidak pernah menjalani pengobatan non medis.

Dari riwayat keluarga


Dikatakan tidak ada yang menderita penyakit atau gejala-gejala yang sama dengan
penderita, baik itu dari pihak bapak ataupun dari pihak ibu. Ini merupakan
kejadian yang pertama kali ditemukan dalam keluarga tersebut. Riwayat sakit jantung,
kencing manis, ataupun sakit lainnya disangkal oleh keluarga.

Riwayat selama hamil.


Selama mengandung penderita, orangtuanya mengatakan tidak pernah ada
masalah dengan kandungannya. Bahkan orang tua penderita secara rutin Bering
memeriksakan kandungannya di ahli kandungan. Usia kehamilan sampai 39-40
minggu. Selama mengandung ibu tidak pernah mengkonsumsi jamu-jamuan
ataupun obat-obatan secara sembarangan.

Riwayat kelahiran.
Penderita merupakan anak satu-satunya. Penderita lahir secara normal di Rumah
Sakit Bayangkara Jakarta. Dengan berat badan lahir 3500 gram. Dengan panjang
badan saat lahir yaitu 50 cm. Pada saat lahir dikatakan tidak ada komplikasi apapun.

Riwayat Nutrisi.
ASI : usia 0 1tahun
Susu formula : usia 5 bulan sampai sekarang, sekarang masih
minum susu tapi tidak setup hari (merk susu berubah-ubah). Sekarang susu
dancow
Bubur susu : usia 6 9 bulan
Bubur rim : usia 9 bulan 1 tahun
Makan dewasa : usia 3 tahun sekarang

Riwayat Imunisasi
BCG : usia 1 bulan
Polio I, II, III, IV, V, VI : usia 2, 3, 4, 5, 18 bulan
DPT I, 11, III, IV : usia 3, 4, 5, 18 bulan
Hepatitis B I, II, III : usia 0, 1, 6 bulan
Campak : usia 9 bulan
Status sosial ekonomi keluarga.
Keluarga merupakan tergolong keluarga yang mampu, dengan penghasilan orang tua
setiap bulannya sekitar Rp. 6.000.000,00. Pekerjaan orangtuanya yaitu ayah yang
sebagai pegawai negeri sipil. Sedangkan ibu penderita bekerja sebagai polisi.

Riwayat Lingkungan sekitarnya.


Dari segi bangunan rumahnya, rumah penderita cukup bagus, dengan halaman
rumah yang bersih dan sumber air berasal dari air PDAM dan listrik dari PLN. Selain itu
dikatakan juga tidak ada yang menderita penyakit yang sama pada tetangga-
tetangganya.

Riwayat Tumbuh Kembang


Pada usia 0-3 bulan, penderita sudah bisa mengangkat kepala, bereaksi
terhadap suara, dan tersenyum.
Motorik kasar : Mengangkat Kepala : 4 bulan
Berbalik badan : 5 bulan
Duduk : 6 bulan
Berdiri : 9 bulan
Jalan : 1 tahun 2 bulan
Motorik halus : Mencoret-coret mulai : 12 bulan
Psikososial : Membantu di rumah : 1 tahun 6 bulan
: Buka baju sendiri : 2 tahun
Pada usia 3 tahun, penderita sudah dapat menyebutkan nama, umur, dan alamat
rumahnya. Penderita juga sudah bisa menggambar lingkaran. Selain itu penderita
juga sudah makan dengan sendok sendiri. Penderita juga dapat menggunakan
pakaian lengkap dan ke WC sendiri.
Saat ini, penderita sudah dapat berhitung dari 1 sampai 10 dan penderita juga bisa
bercerita lebih terstruktur. Penderita dapat melakukan permainan berkelompok
dengan teman-temannya.
ANALISIS KASUS

Kebutuhan Dasar Anak


1. Kebutuhan fisik-biomedis (ASUH)
Kebutuhan pangan/gizi
- Penderita mendapat ASI sejak lahir sampai usia 1 tahun, selain itu penderita
juga diberikan susu formula dari usia 5 bulan sampai sekarang. Penderita
diberikan bubur susu mulai usia 6 bulan sampai 9 bulan, setelah 9 bulan
penderita diberikan bubur tim. Penderita mulai makan makanan dewasa
sejak usia 1 tahun. Saat ini penderita mendapatkan kebutuhan pangan/gizi
yang cukup baik di dalam keluarga dan makanan yang diberikan bersama-sama
keluarga cukup mengandung 4 sehat 5 sempurna, mencakup nasi, daging, sayur,
buah-buahan, dan penderita juga minum susu formula. Walaupun terkadang
penderita tidak suka mengkonsumsi buah.
Perawatan kesehatan dasar
Perawatan kesehatan dasar cukup diperhatikan. ASI diberikan sampai anak umur 1
tahun. Anak mendapatkan imunisasi secara teratur Penderita memiliki Kartu Menuju
Sehat (KMS) dan melakukan penimbangan berat badan secara teratur sampai usia 3
tahun.
.

Keluarga penderita
Penderita tinggal bersama dengan ibu dan bibi penderita, sedangkan ayah
penderita bertugas sebagai pegawai negeri di Jakarta

Lingkungan rumah
Lingkungan rumah bersih, ibu dan bibi penderita sangat memahami masalah
higiene dan sanitasi lingkungan.
Waktu bersama keluarga
Ibu penderita bekerja sebagai polisi dan bertugas hingga pukul 18.00 sehingga
sedikit memiliki waktu bersama anaknya. Sehari-harinya penderita lebih banyak
bersama bibinya.

2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)


Hubungan emosi dengan kedua orang tua
Orang tua tidak pernah memaksakan kehendak kepada anaknya, jarang memarahi
anaknya karena penderita termasuk anak yang cepat mengerti dan mau menurut
bila dinasehati.
Hubungan kasih sayang dengan kedua orang tua
Penderita memiliki hubungan yang sangat erat dengan ibu maupun bibinya,
walaupun ayahnya bekerja di Jakarta, 1 bulan sekali ayahnya menyempatkan diri
pulang menengok keluarganya di Bali. Keluarga penderita sangat memberi
perhatian terhadap tumbuh kembang anaknya. Keluarga penderita juga sangat
antusias akan masalah kesehatan anaknya, hingga bersedia melakukan apa saja
termasuk mencari segala informasi tentang penyakit dan peluang
kesembuhan anaknya

3. Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)


Ayah dan ibu penderita membantu penderita dalam proses perkembangan anak.
Penderita sehari-hari di rumah ditemani oleh bibinya . Sepulang dari
bekerja ibunya sering menemaninya makan dan bermain. Penderita
senang bermain mobil-mobilan. Secara tidak langsung permainan
tersebut juga menstimulasi perkembangan mental.
Anak diberikan kebebasan untuk berkreatifitas dan melakukan hal-hal positif
yang disukai.
Orang tua mengajarkan anaknya dalam beretika, seperti tidak boleh bicara sambil
makan, dan berdoa sebelum makan.

Analisis Bio-Psiko-Sosial
Biologis
Penderita menderita penyakit kronis, namun kondisi umum penderita saat ini
cukup baik, meskipun demikian memerlukan pengobatan secara berkala. Saat ini
penderita hanya sering mengeluh cepat lelah dan sering menderita batuk dan pilek.
Psikologis
Saat ini secara psikologis keadaan penderita cukup bagus. Penderita mendapat
cukup perhatian dari Ibu dan bibinya terutama masalah kesehatannya. Orang tua
terutama ibunya tetap menjaga dan memperhatikan kesehatan penderita dengan
mengajak penderita untuk kontrol ke rumah sakit secara rutin.
Sosial
Aktivitas penderita selama ini tidak terpengaruh oleh penyakit yang dideritanya.
Penderita dikatakan anak yang aktif. Walaupn di lingkungan rumahnya tidak
banyak anak-anak, tetapi penderita suka bermain dengan ibunya dan tetangga
disekelilingnya yang sudah dewasa yang datang ke rumah.

Lingkungan Rumah
Keluarga penderita tinggal di rumah yang beralamat di jalan gunung tambora no. 23.
Kamar berukuran 3X4 m. Disana terdapat 5 kamar lain. Lantai berkeramik dan tembok
permanen. Tempat tidur penderita dari spon, penyinaran kamar masih kurang, kamar
terasa gelap walaupun di siang hari. Dan sirkulasi udara juga kurang begitu baik. Hanya
terdapat sebuah jendela yang jarang dibuka dan selalu tertutup gorden. Untuk kebutuhan
air sehari-hari, keluarga penderita menggunakan air dari PDAM. Keluarga ini sudah
memiliki WC/kamar mandi. Pekarangan rumah seluas 9X5 m dipakai bersama-sama
dengan penghuni rumah yang lain yang merupakan keluarga dari ayah penderita.

Faktor risiko
Tidak ditemukan masalah ataupun faktor risiko yang cukup memadai terhadap
kejadian epilepsi yang dialami penderita.

3.3. Advis
ASUH
- Sebaiknya orangtua mencukupi kebutuhan anak akan sandang dan pangan yang
memadai, memperhatikan hal-hal yang harus diikuti dan yang harus dihindari baik
untuk perkembangan penyakit maupun tumbuh kembangnya.
- Tetap berusaha untuk selalu meluangkan waktu menemani anak disela-sela kesibukan
bekerja.

ASIH
- Meningkatkan kekompakan dalam memberikan kasih sayang kepada anak dan
meningkatkan kepekaan terhadap segala permasalahan anak.
ASAH
- Tetap menemani anak dalam bermain, memberikan barang-barang atau mainan yang
mendukung perkembangan anak sesuai dengan umurnya.

butuhan dasar anak


Asuh (Kebutuhan Fisik Biomedis)
- Penderita mendapat ASI sejak lahir sampai usia 1 tahun, selain itu penderita
juga diberikan susu formula dari usia 5 bulan sampai sekarang. Penderita
diberikan bubur susu mulai usia 6 bulan sampai 9 bulan, setelah 9 bulan
penderita diberikan bubur tim. Penderita mulai makan makanan dewasa
sejak usia 1 tahun. Sekarang penderita masih mengkonsumsi susu formula.
- Penderita telah mendapat imunisasi lengkap.
- Penderita memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS) dan melakukan penimbangan
berat badan secara teratur sampai usia 3 tahun.
- Penderita berasal dari keluarga kalangan menengah ke atas, dimana untuk
pemenuhan kebutuhan gizi tidak menjadi masalah. Apapun makanan yang
diminta oleh penderita, ibu penderita bersedia untuk menyiapkannya, salah
satu contohnya adalah saat penderita meminta lauk-pauk yang
beraneka ragam, dengan keadaan ekonomi saparti saat ini, ibu
penderita masih mampu untuk menyiapkan permintaan tersebut. Biasanya
setiap hari penderita mengkonsumsi makanan dengan menu yang lengkap
dengan sayur dan daging. Masalah lingkungan baik tempat tinggal juga tidak
menjadi masalah. Kamar penderita tampak bersih dan rapi, serta memiliki
penerangan dan ventilasi yang baik.

Asih (Kebutuhan Emosi / Kasih Sayang)

Dari hasil pengamatan dan wawancara dapat disimpulkan bahwa


-.
Asah (Kebutuhan dan. Stimulasi Mental)
- Dari hasil pengamatan dan wawancara didapatkan penderita sehari-hari di
rumah ditemani oleh bibinya. Sepulang dari bekerja ibunya sering
menemaninya makan dan bermain. Penderita senang bermain mobil-
mobilan. Secara tidak langsung permainan tersebut juga menstimulasi
perkembangan mentalnya.

Analisis Bio Psiko Sosial


1. Biologi
Penderita menderita penyakit kronis
Kondisi umum penderita saat ini cukup baik. Namun memerlukan
pengobatan secara berkala.
Saat ini penderita hanya sering mengeluh cepat lelah dan sering
menderita batuk dan pilek.
2. Psikologi
Saat ini secara psikologis keadaan penderita cukup bagus. Penderita sering
terlihat gembira, dan senang bermain dengan tetangga.
3. Sosial
Di sekolah penderita termasuk orang yang pendiam, walaupun
dikatakan penderita dapat bermain dengan baik dengan teman-temanya
dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik, sehingga penderita hingga saat
ini tidak pernah tinggal kelas ( nilai rapor terlampir ).

Problem list:
1. Penyakit penderita merupakan penyakit kronis
2. Daya tahan tubuh penderita yang rentan terhadap penyakit.
3. Penderita sering mengeluh mudah lelah, batuk, dan pilek.
4. Pengobatan jangka panjang terhadap penderita dapat menimbulkan
keputusasaan dalam keluarga.

Komunikasi, informasi, dan edukasi pemecahan masalah

Asuh :
1. Memberikan informasi kepada orang tua mengenai penyakit yang diderita oleh
anaknya. sehingga orang tua bisa mengerti dan memahami kondisi anaknya
tersebut. Dan tetap memberikan rasa kasih sayang pads anak-anaknya.
1. Segera kontrol ke RS jika anak mengalami gangguan kesehatan.
2. Pemberian nutrisi tambahan seperti vitamin, setidaknya memberikan kebutuhan
gizi tambahan dan meningkatkan daya tahan tubuh penderita.

Asih :
1. Keluarga harus tetap memberikan kasih sayang kepada anaknya, dan
meningkatkan kepekaan terhadap segala permasalahan anaknya.
1. Selain itu orang tua juga mesti membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan
keluarga.
2. Orang tua harus tetap sabar merawat anaknya. Dan mencari informasi tentang
penyakit yang diderita oleh anaknya.

Asah :
1. Tetap memantau perkembangan anak baik secara emosional ataupun psikologi
dalam rentang waktu tertentu melalui skrining perilaku anak melalui metode
Pediatric Symptoms Checklist 35 Items ( PSC 35 ).
2. Memberikan, bimbingan mental kepada anak dan sesekali mengadakan liburan
bersama keluarga
3. Memberikan mainan-mainan yang dapat melatih mental anak.
3.2 KONDISI SAAT KUNJUNGAN RUMAH
I. Identitas
Nama : JR
Tempat/tanggal lahir : Denpasar, 20 Oktober 2005
Umur : 4 tahun, 4 bulan.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jalan Gatot Subroto I, Gang IX No.1 Denpasar
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : Belum bersekolah
Tanggal Kunjungan : 8 Feruari 2010
Bagan susunan anggota keluarga

No Nama keluarga Umur (th) Status Pendidikan Pekerjaan


1. NS 41 tahun Ayah penderita D3 Swasta
2. MS 37 tahun Ibu penderita SMA Swasta
1. IWL 14 tahun Kakak penderita SMP Murid
3. IMJ 8 tahun Penderita SD Murid

H. Heteroanamnesis
Kunjungan dilakukan pads hari Sabtu tanggal 17 Mei 2008 pukul 17.30 wits. Kami
diterima dengan baik oleh paman penderita. Pada saat kunjungan penderita sedang
bermain bersama kakaknya sedangkan ayah dan ibu penderita sedang bekerja. Kami
menjelaskan bahwa tujuan kedatangan kami adalah untuk memantau keadaan
penderita setelah pulang dari rumah sakit. Kami meminta ijin kepada paman
penderita untuk memeriksa penderita sambil menunggu ayah pasien datang. Setelah
ayah pasien datang dilakukan wawancara dan diperoleh:
- Pada saat kunjungan penderita dikatakan berada dalam, keadaan baik,
penderita tidak pernah mengeluh pangs badan lagi ataupun muntah-muntah.
- Batuk/pilek tidak ads.
- Nafsu makan normal.
- Buang air besar normal, warna kuning, konsistensi lembek, frekuensi 1 x sehari.
- Buang air kecil normal, warna jernih kekuningan

Anda mungkin juga menyukai