Anda di halaman 1dari 8

SEPSIS (ICD 10: ..

)
1. Pengertian (Definisi) Sepsis adalah merupakan suatu kondisi sindroma respon
inflamasi sistemik (SIRS) yang sudah ditemukan sumber
infeksinya.

SIRS (Systemie Inflamatory Respons Syndrome) adalah suatu


bentuk respons inflamasi terhadap infeksi atau non infeksi.

2. Anamnesis 1. Riwayat predisposis :


Infeksi : saluran nafas, urogenital, kulit dan soft tissue.
Prosedur invasif :pembedahan, i.v line, urine catheter.
Immunocompromized: keganasan, terapi radiasi,
terapi hormonal
2. Riwayat panas
3. Riwayat minum alcohol
4. Penilaian Sepsis dengan menggunakan PIRO score,
penilaian :
P (predisposition) menilai kemungkinan respon
terhadap terapi, tergantung : genetik, comorbid
penyakit, lingkungan atau alkoholik, keadaan fisik
pasien
I (infection) menentukan faktor prognosis dari
terapi (identifikasi infeksi, sumber, jenis kuman, terapi
yang diberikan)
R (Response) penilaian responsif (biomarker,
leukosit, trombosit, procalcitonin, lactat)
Organ disfungtion (organ yang terkena, seberapa
besar, spesifikasi kelaianan)
5. PemeriksaanFisik A. Tingkat kesadaran pasien dengan sistem AVPU
(Awarness, Verbal, Pain, unresponse)
B. Pemeriksaan tanda vital lengkap
C. Diketemukan 2 Gejala sebagai berikut :
1. Takhikardia (HR > 90 X/menit)

1
2. Takhipneu (RR > 20 x /menit atau PaCO2 < 32 torr)
3. Hipertermi atau hipotermi (Temperatur > 380 C atau
< 360 C)
4. Leukositosis (AL > 12.000 cells/mm3) atau
leukopemia (AL < 4.000 cells/mm3)
D. Diketahui sumber infeksinya
6. Kriteria Diagnosis Sesuai dengan kriteria amamnesis dan kriteria pemeriksaan
fisik.
7. DiagnosisKerja SEPSIS ICD 10:
8. Diagnosis Banding Tidak Ada ICD 10:
9. PemeriksaanPenunjang 1. EKG a. ICD 9 CM:
2. Darah Lengkap b. ICD 9 CM:
3. BGA c. ICD 9 CM:
4. Elektrolit Darah d. ICD 9 CM:
5. Ureum, Creatinin e. ICD 9 CM:
6. GDS f. ICD 9 CM:
7. Laktat Serum g. ICD 9 CM:
8. Rontgen Thorax h. ICD 9 CM:
9. Kultur dan tes sensitifitas darah i. ICD 9 CM:
10. Kultur dan tes sensitifitas specimen j. ICD 9 CM:
11.

2
10. Terapi A. Jam 0-1 :
a. Pasang Monitor 1. ICD 9 CM:
b. Berikan Oksigen. 2. ICD 9 CM:
c. Pasang Infuse RL 3. ICD 9 CM:
d. Pasang Kateter Urin 4. ICD 9 CM:
e. Pasang NGT 5. ICD 9 CM:
f. Pasang CVP 6. ICD 9 CM:
g. EGDT (Early Goal Directed 7. ICD 9 CM:
Terapy) EGDT dilakukan segera
dalam 6 jam pertama dengan
target :
CVP 8-12 mmHg
MAP 65 90 mmHg
Urine 0,5 cc/kg/jam
ScVO2 70%
SaO2 93%
Ht 30%
GDS < 150 g/dl
Bila MAP < 65 atau CVP < 8
mmHg :
Resusitasi awal 20 ml/kg/30
mnt pertama (Kristaloid RL)
lanjutkan 20 ml/kg/ bolus II
h. Antibiotik
broad spectrum 8. ICD 9 CM:

sesuai empiris kuman


sesuai spesifikasi kultur
i. Kontrol Sumber infeksii (Source
control) 9. ICD 9 CM:

3
B. Jam 1-6 :
1. Penilaian hasil
resusitasi awal :
a. Apa Kadar lactat < 4
b. Bagaimana tekanan darah,
MAP > 65 mmHg
c. Bagaimana penempatan CVP
evaluasi dengan x foto
thorax
d. Nilai CVP
e. Bagaimana SVO2, apa 65 %
- 80 % (optimal 75%) bila
tidak tercapai
pertimbangkan :
Pemberian cairan lanjut
Transfusi target Ht > 30 %
Obat Vasopressor /
inotropic
Oksigenasi
Vasodilator perifer
f. Gagal nafas : pasang ventilasi
mekanik, kriteria :
ALI / ARDS :
PaO2/FiO2 ratio (>300
atau ARDS > 200)
PaO2 < 50
PCO2 >50
RR > 35 x/mnt atau < 8
x/mnt
TV < 5 ml/kgbb

4
2. Tindakan
a. Jika lactat > 4, sirkulasi mikro
kurang baik perbaiki
hemodinamik dan vasodilator
perifer
b. CVP kurang, penuhi dengan
perbaiki sroke volume (preload)
c. Bila hemodinamik tetap tidak
stabil perlu mulai vasopressor
d. Nilai adakah kompartemen pada
abdomen atau thorax
e. GDS > 150 mg/dl berikan insulin
titrasi (GDS/100 = .. unit /jam)
atau < 90 mg/dl berikan glukosa
40%

C. Jam 6-24 :
1. Penggunaan Vasopressor lebih
baik ? nilai parameter seperti awal
2. Bisakah pemberian protein C bila
bisa mulai
3. Pemberian Kortikosteroid
dipertimbangkan bila vasopressor
tidak respon Hidrokortison 50
mg/6 jam

5
. Jam 24-72 :
1. Konfirmasi sumber infeksi
2. Assasment ulang pemberian
antibiotik sesusi kultur kuman
3. Jika Vasopressor berhenti,
pertimbangkan hidrokortison
untuk berhenti
4. Evaluasi ulang dan bila perlu
pasang monitoring invasive atau
pasang endotrcheal tube untuk
ventilator
5. Mulai terapi nutrisi

6
i. Obat-obatan yang dipakai :
1. Bila MAP < 65 : Resusitasi Awal
20 ml/kg/30 mnt pertama
(Kristaloid RL) lanjutkan 20
ml/kg/ bolus II
2. Cairan maintenance :
Dewasa : 45 cc/ kgBB/24 Jam
Anak : 4cc x 10 KgBB I + 2 cc x
10 KgBB II + 1cc x 10 KgBB
seterusnya per jam
3. Injeksi Ceftriaxon 2 x 1 gr atau
Antibiotik sesuai hasil kultur
4. Bila Ht 30 %mg/dL : Transfusi
5. Bila MAP < 65 setelah resusitasi
awal :
Injeksi Vascon 0,05-0,2
gr/kgBB/menit Syringe Pump
6. Bila MAP setelah pemberian NE
tetap < 65 :
Injeksi Dobutamin 5-20
gr/kgBB/menit Syringe Pump
7. Bila GDS > 150 mg/dl : Insulin
titrasi = GDS / 100 unit per jam
Syringe Pump
8. Bila GDS < 90 mg/dl : Injeksi
glukosa 40%
9. Bila Ventilasi Mekanik :
a. Posisi head up 30 derjat
b. Injeksi Morphin 1 mg/jam
Syringe Pump
c. Injeksi Midazolam 1 mg/jam
Syringe Pump
d. Injeksi Ranitidin 3 x 50 mg
7
i. Bila Gagal Nafas :
Intubasi dan pemasangan
ventilator mekanik dengan
menggunakan sedasi, pelumpuh
otot atau keduanya

17. Edukasi a. Tanda Gejala Sepsis


(Hospital Health b. Pencegahan Infeksi
Promotion) c. Aktifitas harian

18. Prognosis Ad vitam : dubia ad malam


Ad sanationam : dubia ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad bonam
Evidence base mortality : 30 90 %
19. Tingkat Evidens IV
20. Tingkat Rekomendasi C
21. PenelaahKritis a. dr. Igun Winarno, Sp.An.

22. IndikatorMedis Pasien dengan Sepsis dapat sembuh tanpa komplikasi dalam
waktu 5 hari

Target :
80 % Pasien dengan Sepsis dapat sembuh tanpa komplikasi
dalam waktu 5 hari

23. Kepustakaan 1. McConaechie, Ian. Hand book of ICU Therapy


2Ed . UK : Cambrigde University Press; 2006
2. Dellinger, P.R, et all. Surviving Sepsis Campaign:
International Guidelines for Management of Severe
Sepsis and Septic Shock: 2012.
www.ccmjournal.org
3. Guidelines Sepsis Campaign 2012