Anda di halaman 1dari 5

1.

Pengertian sistem irigasi pompa

Irigasi pompa air tanah dapat diartikan sebagai usaha pengambilan air dari bawah

permukaan tanah dengan menggunakan bantuan pompa air, sehingga dapat

didistribusikan dan digunakan untuk keperluan irigasi.

Irigasi pompa ini mempunyai kelebihan :

Adanya kepastian perolehan air dibandingkan dengan irigasi permukaan

sehingga dapat diharapkan tersedia sepanj'ang tahun.

Rencana tata tanam dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dengan

mempertimbangkan jenis tanaman, waktu tanam serta ketersediaan tenaga

kerja.

Petani dapat mengatur sendiri penyediaan air untuk irigasinya

Meskipun demikian, irigasi ini juga mempunyai kelemahan-kelemahan, yaitu :

Diperlukan investasi/modal yang relatif besar untuk pembangunannya.

Perlu perawatan yang intensif dan terus-menerus, sehingga membutuhkan

dukungan tenaga operator yang trampil.

Diperlukan biaya operasi dan pemeliharaan yang memadai, agar

keberlanjutannya dapat terjaga.

Mengingat mahalnya investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan instalasi

sistem irigasi pompa air tanah, maka biasanya keberadaannya masih merupakan

proyek yang dikerjakan oleh pemerintah dan petani akan diserahi tugas untuk

melaksanakan O & P sistem irigasi tersebut Pada saatnya nanti peran partisipasi

masyarakat dalam pembangunan sistem irigasi pompa air tanah sangat diharapkan.

Sistem irigasi air tanah memerlukan biaya O & P yang relatif tinggi, maka petani
harus dapat memperhitungkan dengan baik pertanian yang diusahakan. Untuk itu

petani harus benar-benar intensif dalam pengelolaan tanaman pertaniannya

sehingga dapat menanggung biaya yang dibebankan untuk pengelolaan sistem

irigasi pompa air tanah. Biasanya petani akan menanam jenis tanaman yang

mempunyai peluang produktivitas tinggi dan bernilai ekonomis tinggi serta

membutuhkan air relatif sedikit Tanaman jenis hortikultura dan buah-buahan

biasanya menjadi pilihan para petani, misalnya tomat, lombok, semangka, melon,

dll. Untuk melaksanakan pengelolaan yang baik dibutuhkan suatu institusi atau

lembaga pengelolaan yang baik pula. Lembaga ini biasanya disebut Perkumpulan

Petani Pemakai Air (P3A), Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), Mitra cai, atau

apa saja namanya sesuai daerahnya.

2. Bagian-Bagian Irigasi Pompa

Dalam instalasi irigasi pompa air tanah, biasanya terdiri dari:

Sumur air tanah, dapat jenis sumur gali, tor (pipa), yang berfungsi untuk

mengumpulnya air dari akuifer

Pompa air dan mesin penggeraknya (mesin disel, generator set, listrik dari

PLN,dll)

Bak penampung, yang berfungsi sebagai bak penenang yang biasanya

dilengkapi

dengan alat ukur debit

Saluran pembawa, yang dapat menggunakan pipa air atau saluran terbuka

Bangunan pembagi ke masing-masing box

Bangunan stasiun pompa (rumah pompa), yang berfungsi sebagai tempat


pompa, mesin, dan alat-alat pendukung lainnya dan juga untuk menyimpan

buku catatan kegiatan O & P.

3. Jenis-jenis pompa yang biasa digunakan untuk keperluan irigasi, adalah :

Pompa sentrifugal dengan kedalaman muka air maksimum 8 m. Pompa inii

paling banyak digunakan untuk keperluan irigasi

Pompa submersibel, yang merupakan pompa berdiameter kecil dan dimasukkan

kedalam pipa lindung

Pompa turbin, adalah pompa putar (rotasi) yang dipasang didalam sumur dan
mempunyai kapasitas yang besar

4. Operasi Sistem Irigasi Pompa

Berlainan dengan cara yang lazim digunakan dalam jaringan irigasi air permukaan,

pada sistem irigasi pompa air tanah petani dapat menentukan sendiri berapa

banyak air yang ia perlukan dilahan mereka. Meskipun jumlah air yang diberikan

dapat sesuai dengan permintaan petani yang bersangkutan, tetapi juga harus

dipertimbangkan aspek keadilan dan pemerataan pada petani-petani yang lain.

Disamping itu juga dituntut kesadaran petani agar dapat menggunakan air sehemat

mungkin, maka air harus dibagi secara efektif dan efisien. Yang perlu mendapat

perhatian dalam pembinaan adalah cara dan teknik pembagian air termasuk

pemberian air di lahan. Hal ini tentunya menuntut kemampuan operasi yang lebih

tinggi dibandingkan irigasi permukaan agar dapat memenuhi kriteria tepat tempat,

jumlah dan waktu agar kepuasan dikalangan petani dapat terpenuhi.

Agar sistem irigasi pompa air tanah dapat dipertahankan keberianjutannya, maka

perlu diperhatikan hal-hal berikut:


Mengoperasikan peralatan sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrik

pembuat peralatan (pompa dan mesin)

Menyediakan air irigasi sesuai dengan permintaan petani melalui ulu-ulu/P3A

sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, dan hanya pada waktu tanaman

benar-benar membutuhkan.

Mengurusi bahan bakar dan suku cadang. Operator harus memesan barang-

barang yang dibutuhkan sebelum waktu digunakan, sehingga b'dak terjadi

keterlambatan penyediaan bahan.

Melakukan pekerjaan administrasi yang berhubungan dengan stasiun pompa,

misalnya mencatat jam operasi, kegiatan operasi pemeliharaan, mencatat debit,

mencatat penggunaan air, pemakaian / konsumsi bahan bakar, dll.

Melakukan pekerjaan administrasi yang berhubungan dengan stasiun pompa,

misalnya mencatat jam operasi, kegiatan operasi pemeliharaan, mencatat debit,

mencatat penggunaan air, pemakaian / konsumsi bahan bakar, dll.

5. Pemeliharaan Sistem Irigasi Pompa

Pemeliharaan Sumur bor (pipa)

Sumur jenis ini di bor jauh kedalam lapisan tanah yang mengandung banyak air,

sehingga diperlukan peralatan berat untuk membuatnya. Sumur jenis ini dapat

digunakan untuk berbagai macam keperluan, karena mampu menghasilkan jumlah

air yang banyak. Demikian juga untuk keperluan irigasi yang cenderung

mernerlukan jumlah air yang besar dan kepastian ketersediaan, maka pilihan jenis
sumur ini paling banyak dilakukan.

Seperti peralatan yang lain, sumur juga mengalami keausan akibat pemompaan

yang terus menerus. Tanda-tanda sumur telah mengalami keausan adalah :

Kapasitas sumur berkurang secara berangsur-angsur atau penyusutan

kemampuan sumur.

Air yang dipompa bercampur pasir dan lumpur atau material lain.