Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN

SURVEI MAWAS DIRI (SMD)

WAS

PenanggungJawab Program Promosi Kesehatan

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG

PUSKESMAS CIWDIEY
JL. Babakan Tiga no 66 Desa Ciwidey
PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
DINAS KESEHATAN
UPF PUSKESMAS CIWIDEY
Jl. Babakan Tiga No. 66 Telp.5928118 Ciwidey Kode Pos 40973
Email:pkmciwidey_bandungkab@yahoo.com
=============================================================
KERANGKA ACUAN
SURVEI MAWAS DIRI
UPF PUSKESMAS CIWIDEY TAHUN 2017

I. Pendahuluan

Puskesmas memiliki peranan penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan


di Indonesia. Dalam Perpres 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
(SKN) diuraikan, dua komponen SKN adalah upaya kesehatan dan sumber daya
kesehatan. Juga diuraikan 23 upaya kesehatan yang setiap upaya dibagi atas dua
komponen lagi, yakni upaya kesehatan perorangan (UKP), dan upaya kesehatan
masyarakat (UKM).
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya dengan memberdayakan dan mendorong peran
aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan.
Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan sangat penting
sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juga
sebagai berikut 1) Dari hasil kajian ternyata 70% sumber daya pembangunan
nasional berasal kontribusi/partisipasi masyarakat; 2) Pemberdayaan
masyarakat/partisipasi masyarakat berazaskan gotong royong, merupakan budaya
masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan; 3) Perilaku masyarakat merupakan
faktor penyebab utama, terjadinya permasalahan kesehatan, oleh sebab itu
masyarakat sendirilah yang dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan
pendampingan/bimbingan pemerintah; 4) Pemerintah mempunyai keterbatasan
sumber daya dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang semakin kompleks di
masyarakat, sedangkan masyarakat mempunyai potensi yang cukup besar untuk
dapat dimobilisasi dalam upaya pencegahan di wilayahnya; 5) Potensi yang dimiliki
masyarakat diantaranya meliputi community leadership, community organization,
community financing, community material, community knowledge, community
technology, community decision making process, dalam upaya peningkatan
kesehatan, potensi tersebut perlu dioptimalkan; 6) Upaya pencegahan lebih efektif
dan efisien dibanding upaya pengobatan, dan masyarakat juga mempunyai
kemampuan untuk melakukan upaya pencegahan apabila dilakukan upaya
pemberdayaan masyarakat terutama untuk ber-perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS).
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan masyarakat yang sesuai
dengan pedoman dan memenuhi kebutuhan dan harapan sasaran upaya kesehatan
masyarakat perlu adanya penetapan tujuan upaya kesehatan masyarakat yang
mengacu kepada pedoman yang ada dan perlu disepakati bersama oleh Kepala UPF
Puskesmas Ciwidey, penanggungjawab upaya kesehatan masyarakat pelaksana
upaya kesehatan masyarakat dengan memperhatikan tata nilai budaya yang berlaku
di masyarakat.
Tata nilai budaya yang berlaku yaitu OKE, O Orientasi ke depan:
Membangun kesamaan pikir dan gerak serta perhatian dalam rangka mewujudkan
masyarakat Kecamatan Ciwidey yang sehat mandiri; K Kerjasama:
Meningkatkan semangat kerjasama dengan unsur-unsur terkait di bidang
kesehatan; E Empati dan Dedikasi: Membangun kepedulian yang tinggi dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Menumbuhkan sikap
profesionalisme petugas terhadap tugas pokok dan fungsi;

II. Latar Belakang

Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat,


keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan
kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif
dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaannya, serta ikut
menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan
memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.
Wilayah kecamatan Sokobanah terutama di wilayah kerja puskesmas Tamberu Barat
terdapat 6 desa, diperlukan upaya membuat terobosan yang benar-benar memiliki
daya ungkit bagi meningkatnya derajat kesehatan bagi seluruh masyarakat didasari
dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Puskesmas merupakan pusat penggerak
pemberdayaan kesehatan masyarakat, untuk itu kami mencoba langkah pendekatan
edukatif sebagai fasilitator untuk mengembangkan desa di wilayah kerja Puskesmas
Tamberu Barat.
Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan dilakukan atas dasar untuk
menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan, serta menjadi pengerak dalam
pembangunan kesehatan. Kemandirian bermakna sebagai upaya kesehatan dari,
oleh, dan untuk masyarakat sehingga mampu untuk mengoptimalkan dan
menggerakkan segala sumber daya setempat serta tidak bergantung kepada pihak
lain.
Untuk itulah dilakukan Survei Mawas Diri, yaitu kegiatan pengenalan,
pengumpulan dan pengkajian masyarakat kesehatan yang dilakukan oleh kader dan
tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan kepala Desa/Kelurahan dan petugas
kesehatan (petugas Puskesmas, Bidan di Desa). Survei Mawas Diri adalah
pengenalan, pengumpulan, pengkajian masalah kesehatan pekerja untuk
menumbuhkan kesadaran masyarakat pekerja mengenai kesehatan kerja.

III. Tujuan

a. Tujuan Umum
Membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemampuan untuk
mengetahui dan mengatasi masalah kesehatan secara mandiri sehingga
meningkatkan derajat kesehatannya
b. Tujuan Khusus
1. Dilaksanakannya pengumpulan data, masalah kesehatan, lingkungan dan
perilaku.
2. Mengkaji dan menganalisis masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku
yang paling menonjol di masyarakat.
3. Mengiventarisasi sumber daya masyarakat yang dapat mendukung upaya
mengatasi masalah kesehatan.
4. Diperolehnya dukungan kepala desa/kelurahan dan pemuka masyarakat
dalam pelaksanaan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat di Desa
Siaga.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No Tahapan Kegiatan
1 Persiapan - Menyusun daftar pertanyaan :
1. Berdasarkan prioritas
masalah yang ditemui di
Puskesmas & Desa (data sekunder)
2. Dipergunakan untuk
memandu pengumpulan data
3. Pertanyaan harus jelas,
singkat, padat & tidak bersifat
mempengaruhi responden
4. Kombinasi pertanyaan
terbuka, tertutup dan menjaring
5. Menampung juga harapan
masyarakat
- Menyusun lembar observasi
(pengamatan)
Untuk mengobservasi rumah, halaman
rumah, lingkungan sekitarnya.
Menentukan Kriteria responden,
termasuk cakupan wilayah & jumlah
KK
2 Pelaksanaan - Pelaksanaan interview/wawancara
terhadap Responden
- Pengamatan terhadap rumah-
tangga & lingkungan
3 Pelaporan - Meninjau kembali pelaksanaan
/Evaluasi SMD,
- Merangkum, mengolah &
menganalisis data yang telah
dikumpulkan
1. Masalah yang dirasakan
oleh masyarakat
2. Prioritas masalah
3. Kesediaan masyarakat
untuk ikut berperan serta aktif
dalam pemecahan masalah
- Menyusun laporan SMD, sebagai
bahan untuk MMD

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


a. Petugas Puskesmas, Bidan di desa dan kader/kelompok warga yang
ditugaskan untuk melaksanakan SMD dengan kegiatan meliputi :
- Pengenalan instrumen (daftar pertanyaan) yang akan dipergunakan
dalam pengumpulan data dan informasi masalah kesehatan.
- Penentuan sasaran baik jumlah KK ataupun lokasinya
- Penentuan cara memperoleh informasi masalah kesehatan dengan cara
wawancara yang menggunakan daftar pertanyaan.
b. Pelaksana SMD
Kader, tokoh masyarakat dan kelompok warga yang telah ditunjuk
melaksanakan SMD dengan bimbingan petugas Puskesmas dan bidan di desa
mengumpulkan informasi masalah kesehatan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan.
c. Pengolahan Data
Kader, tokoh masyarakat dan kelompok warga yang telah ditunjuk mengolah
data SMD dengan bimbingan petugas Puskesmas dan bidan di desa, sehingga
dapat diperoleh perumusan masalah kesehatan untuk selanjutnya merumuskan
prioritas masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku di desa/kelurahan yang
bersangkutan.
Cara melaksanakan Survei Mawas Diri (SMD)
Pengamatan langsung dengan cara :
- Observasi partisipatif : Melakukan koordinasi dengan pengurus RW
siaga tentang rencana survei mawas diri terkait dengan tujuan, metode dan
strategi pelaksanaannya.
- Berjalan bersama masyarakat mengkaji lapangan ( Transection walk) :
- Wawancara dengan kunjungan rumah , Bersama kader dasar wisma
melakukan pendataan dari rumah ke rumah dengan metode tanya jawab,
pengisian formulir, observasi dan pemeriksaan fisik rumah dan anggotanya.
- Wawancara mendalam ( DKT/FGD) secara kelompok

VI. SASARAN

Sasaran SMD adalah semua rumah yang ada di desa/kelurahan atau menetapkan
sampel rumah dilokasi tertentu ( 450 rumah) yang dapat menggambarkan kondisi
masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku pada umumnya di desa/kelurahan.

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan MMD Dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan di masing-
masing desa.

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATANDAN PELAPORAN


1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara periodik (mingguan,
bulanan, triwulan, semester, tahunan) dan insidentil sesuai kebutuhan serta
berkesinambungan.
2. Pelaksana kegiatan adalah menanggung jawab upaya kesehatan
masyarakat
3. Pelaporan dibuat setelah kegiatan selesai dilaksanakan dan laporan
ditujukan kepada Kepala Puskesmas

IX. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan dibuat dalam bentuk laporan tertulis dan harus diserahkan dalam kurun
waktu 1 bulan setelah kegiatan selesai.

MENGETAHUI, PENGELOLA PROGRAM


KEPALA PUSKESMASCIWIDEY PROMOSI KESEHATAN

drg. Juli Rachmila , M.H.Kes Eem Kusmiati, A.Md.Ked


NIP.19670730 1994 02 2001 NIP. 19710204 200604 2 010