Anda di halaman 1dari 83

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Identitas Responden

Untuk mengetahui keadaan responden dalam penelitian ini, penulis

mengukur keadaan responden melalui beberapa item pertanyaan dalam

kuesioner seperti umur, jenis kelamin, status marital, status dosen, masa

kerja, tingkat pendidikan, serta pangkat dan golongan.

Pengumpulan data dilakukan selama kurun waktu 2 bulan, kuesioner

dibagikan kepada para dosen pada perguruan tinggi swasta yang ada di Kota

Banjarmasin sebanyak 178 kuesioner, secara bertahap dapat diperoleh

pengembalian kuesioner sebanyak 130 kuesioner. Beberapa perguruan

tinggi swasta yang dijadikan objek penelitian adalah Universitas Achmad

Yani (UVAYA), Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al

Banjari (UNISKA MAB), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE

Indonesia), Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI), Sekolah

Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA), Sekolah Tinggi Ilmu

Ekonomi Nasional (STIE Nasional), Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan

Ilmu Pendidikan (STIKIP) PGRI, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia

(STIE Pancasetia), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES

Muhammadiyah), Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK),

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Suaka Insan, dan Sekolah Tinggi

Ilmu Kesehatan (STIKES) Sari Mulia.

135
136

Kreteria dosen yang dijadikan sampel dalam penelitian ini merupakan dosen

dengan jabatan fungsional minimal lektor, masa kerja diatas 5 tahun serta

mendapatkan sertifikasi dosen (Serdos).

Berdasarkan tabulasi hasil kuesioner pada Lampiran 1b, diperoleh

karakteristik responden seperti tampak pada tabel berikut :


137

Tabel 9
Data Karakteristik responden

Resp Nama Preguruan Tinggi


UVAYA UNISKA STIE STIE STIE STIA STIMI STIKIP STMIK STIH STIKES STIKES STIKES STIKES Total %
IND NAS PAN PGRI MUH CAHAYA SUAKA SARI
MULIA
Umur
25-30 tahun 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 1,54
31-35 tahun 2 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 6 4,62
36-40 tahun 2 3 0 1 3 0 0 1 0 1 0 0 0 1 12 9,23
41-45 tahun 8 3 4 4 1 1 0 0 1 2 0 0 0 1 25 19,23
46-50 tahun 7 4 10 3 2 1 0 0 1 0 0 0 0 0 28 21,54
51-55 tahun 12 2 4 3 1 2 6 0 0 1 0 1 0 0 32 24,62
56-60 tahun 3 4 1 2 3 1 1 1 0 2 0 0 0 0 18 13,85
61-65 tahun 2 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 7 5,38
Total 37 17 20 16 10 5 8 3 2 8 0 1 0 3 130 100
Jenis
Kelamin
Laki-Laki 21 11 6 7 6 4 6 2 0 5 0 1 0 0 69 53,08
Perempuan 16 6 14 9 4 1 2 1 2 3 0 0 0 3 61 46,92
Total 37 17 20 16 10 5 8 3 2 8 0 1 0 3 130 100
Status
Marital
Belum 3 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 4,62
Menikah
Menikah 30 15 18 13 7 5 6 3 2 8 0 1 0 3 111 85,38
Janda/Duda 4 2 2 2 1 0 2 0 0 0 0 0 0 0 13 10,00
Total 37 17 20 16 10 5 8 3 2 8 0 1 0 3 130 100
Status Dosen
PNS Dpk 9 9 6 7 4 1 4 2 1 2 0 0 0 0 45 34,62
Yayasan 28 8 14 9 6 4 4 1 1 6 0 1 0 3 85 65,38
Total 37 17 20 16 10 5 8 3 2 8 0 1 0 3 130 100
138

Sambungan
Resp Nama Preguruan Tinggi
UVAYA UNISKA STIE STIE STIE STIA STIMI STIKIP STMIK STIH STIKES STIKES STIKES STIKES Total %
IND NAS PAN PGRI MUH CAHAYA SUAKA SARI
MULIA
Masa Kerja
5-10 tahun 4 4 1 2 1 0 1 1 0 2 0 1 0 1 18 13,85
11-15 tahun 6 5 2 4 4 2 0 1 1 1 0 0 0 2 28 21,54
16-20 tahun 10 1 8 3 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 23 17,69
21-25 tahun 5 5 6 3 3 0 2 0 0 0 0 0 0 0 24 18,46
>25 tahun 12 2 3 4 2 3 5 1 0 5 0 0 0 0 37 28,46
Total 37 17 20 16 10 5 8 3 2 8 0 1 0 3 130 100
Tingkat
Pendidikan
S3 2 5 1 2 0 2 2 0 0 1 0 0 0 0 15 11,54
S2 35 12 19 14 10 3 6 3 2 7 0 1 0 3 115 88,46
Total 37 17 20 16 10 5 8 3 2 8 0 1 0 3 130 100
Pangkat/
Golongan
Guru besar 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Lektor 17 8 11 7 2 2 7 1 0 1 0 0 0 0 56 43,08
Kepala
Lektor 20 9 9 9 8 3 1 2 2 7 0 1 0 3 74 56,92
Total 37 17 20 16 10 5 8 3 2 8 0 1 0 3 130 100
Sumber : Data primer diolah kembali, 2016 (lampiran 1b)
139

a. Gambaran responden berdasarkan umur

Umur responden dalam penelitian ini bervariatif, diperoleh umur

terendah 25-30 tahun dan umur tertinggi 61-65 tahun. Umur reponden

antara 25-30 tahun sebanyak 2 orang (1,54%), umur 31-35 tahun sebanyak

6 orang ( 4,62%), umur responden 36-40 tahun sebanyak 12 orang (9,23%),

umur 41-45 tahun sebanyak 25 orang (19,23%), umur responden 46-50

tahun sebanyak 8 orang (21,54%), umur 51-55 tahun sebanyak 32 orang

(24,62%), umur responden 56-60 tahun sebanyak 18 orang (13,85%), dan

responden berumur 61-65 tahun sebanyak 7 orang (5,38%).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut di atas ternyata rsponden paling

banyak adalah berumur 51-55 tahun sebanyak 32 orang (24,62%), hal ini

menunjukkan bahwa karakteristik responden tergolong pada umur yang

sudah banyak dan lama dalam bidang pendidikan.

b. Gambaran responden berasarkan jenis kelamin

Jenis kelamin responden dalam penelitian ini terlihat, sebanyak 69

orang (53,08%), jenis kelmin laki-laki, dan 61 orang (46,92%) jenis

kelamin perempuan, hasil ini menunjukkan bahwa terdapat kesetaraan

antara jenis kelamin dan perempuan untuk menjadi dosen.

c. Gambaran responden berdasarkan Status Marital

Berdasarkan status marital responden, terdapat 6 orang (4,62% status

belum menikah, 111 orang (85,38%) status menikah, dan 13 orang

(10,00%) status janda/duda. Hasil ini menunjukkan bahwa status menikah

terbesar sebanyak 111 orang (85,38%) yang berarti bahwa memiliki

tanggung jawab atas kebutuhan keluarga dan rumah tangga.


140

d. Gambaran responden berdasarkan status dosen

Berdasarkan status dosen, sebanyak 45 orang (34,62%) status dosen

sebgai PNS dpk, dan 85 orang (65,38%) dosen tetap yayasan. Hasil ini

menunjukkan bahwa pada sebuah Perguruan Tinggi Swasta didominasi

oleh dosen tetap yayasan, maksudnya adalah dosen yang digaji, diangkat

dan diberhentikan oleh pihak yayasan.

e. Gambaran responden berdasarkan masa kerja

Berdasarkan masa kerja dosen, diperoleh sebanyak 18 orang (13,85%)

dosen dengan masa kerja 5-10 tahun, sebanyak 28 orang (21,54%) masa

kerja 11-15 tahun, sebanyak 23 orang (17,69%) masa kerja 16-20 tahun,

sebanyak 24 orang (18,46%) dosen dengan masa kerja 21-25 tahun, dan

seanyak 37 orang (28,46%) masa kerja > 25 tahun. Hasil ini menunjukkan

bahwa masa kerja yang terbesar adalah >25 tahun sebanyak 37 orang

(28,46%) merupakan masa kerja yang sudah berpengalaman dalam dunia

pendidikan diperguruan tinggi.

f. Gambaran responden berdasarkan tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan responden yang terbesar adalah S2 sebanyak 115

orang (88,46%) dan S3 sebanyak 15 orang (11,54%), hal ini menunjukkan

bahwa masih diperlukan peningkatan jenjang pendidikan dosen untuk

melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi sesuai dengan kewajiban dan

tuntutan pendidikan tinggi.

g. Gambaran reponden berdasarkan pangkat/golongan


141

Pangkat/golongan responden terbesar adalah lektor sebanyak 74

orang (56,92%), dan lektor kepala sebanyak 56 orang (43,08%), yang

berarti bahwa diperlukan kenaikan pangkat/golongan dosen yang menuntut

adanya peningkatan tingkat pendidikan para dosen.

2. Pengujian Instrumen Penelitian

a. Uji Validitas

Sebelum dilakukan analisis deskripsi dan statistik inferensial, terlebih

dahulu dilakukan pengujian validitas instrumen penelitian/kuesioner untuk

mengetahui validitas instrumen terhadap variabel dan indikator yang

diukur.

Hasil pengujian validitas instrumen penelitian terhadap 130 unit kuesioner

seperti tampak pada tabel berikut.

1) Motivasi (X1)

Butir pernyataan terhadap variabel ;

Tabel 10
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Motivasi

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket.


1 Kebutuhan
0,628 0,196 0,000 0,05 Valid
sandang
2 Kebutuhan pangan 0,485 0,196 0,000 0,05 Valid
3 Kebutuhan papan 0,485 0,196 0,000 0,05 Valid
4 Kebutuhan rasa
aman ditempat 0,595 0,196 0,000 0,05 Valid
kerja
5 Harta benda aman
0,467 0,196 0,000 0,05 Valid
ditempat kerja
6 Orang lain mudah
menerima
0,655 0,196 0,000 005 Valid
kehadiran karena
profesi dosen
142

Sambungan
7 Orang lain
menghormati
0,621 0,196 0,000 0,05 Valid
karena profesi
sebagai dosen
8 Sebagai dosen
mengalami
0,588 0,196 0,000 0,05 Valid
kemajuan
bersisialisasi
9 Memperoleh
pengakuan
penghargaan 0,615 0,196 0,000 0,05 Valid
dilingkungan
organisasi
10 Memperoleh
pengakuan status
0,504 0,196 0,000 0,05 Valid
dilingkungan
masyarakat
11 Mewujudkan
aktualisasi dengan
0,503 0,196 0,000 0,05 Valid
menghargai kinerja
bawahan
12 Membangun
kebersamaan
0,420 0,196 0,000 0,05 Valid
dilingkungan
masyarakat
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 1d)

Berdasarkan tabel di atas, uji validitas butir pernyataan terhadap

variabel motivasi yang terdiri atas 12 butir pernyataan, menghasilkan

seluruh butir pernyataaan adalah valid. Butir pernyataan kebutuhan

sandang (X11) rhitung 0,628 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05,

kebutuhan pangan (X12) rhitung 0,485 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000

< 0,05, kebutuhan papan (X13) rhitung 0,485 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, kebutuhan rasa aman (X14) rhitung 0,595 > rtabel 0,196 dan

signifikan 0,000 < 0,05, harta benda aman selama bekerja (X15) rhitung
143

0,467 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, orang lain mudah

menerima kehadiran karena sebagai dosen (X16) rhitung 0,655 > rtabel

0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, orang lain menghormati karena

profesi sebagai dosen (X17) rhitung 0,621 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, sebagai dosen mengalami kemajuan bersosialisasi (X18)

rhitung 0,588 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, memperoleh

pengakuan penghargaan dilingkungan organisai (X19) rhitung 0,615 >

rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, memperoleh pengakuan status

dilingkungan masyarakat (X110) rhitung 0,504 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, mewujudkan aktualisasi dengan menghargai kinerja

bawahan (X111) rhitung 0,503 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05,

serta membangun kebersamaan dilingkungan masyarakat (X112) rhitung

0,420 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, rhitung 0,628 > rtabel 0,196

dan signifikan 0,000 < 0,05.

Butir pernyataan terhadap indikator :

a) Butir pernyataan indikator kebutuhan fisiologi (X11);

Tabel 11
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Kebutuhan fisiologi

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket.


1 Kebutuhan
0,875 0,196 0,000 0,05 Valid
sandang
2 Kebutuhan pangan 0,871 0,196 0,000 0,05 Valid
3 Kebutuhan papan 0,831 0,196 0,000 0,05 Valid
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2a)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang motivasi (X1) atas kebutuhan fisiologi (X11) yang terdiri dari
144

kebutuhan sandang (X111) rhitung 0,875 > rtabel 0,196 dan sigifikansi

0,000 < 0,05, kebutuhan pangan (X112) rhitung 0,871 > rtabel 0,196 dan

sigifikansi 0,000 < 0,05, dan kebutuhan papan (X113) menghasilkan

rhitung 0,831 > rtabel 0,196 dan sigifikansi 0,000 < 0,05. Karena rhitung

masing-masing > r tabel ( = 0,05;df= 130) sebesar 0,196, dan tingkat

probabilitas 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga

instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan

diukur.

b) Butir pernyataan indikator kebutuhan rasa aman (X12);

Tabel. 12
Hasil pengujian validitas instumen penelitian
Kebutuhan rasa aman

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Kebutuhan rasa aman ditempat kerja 0,772 0,196 0,000 0,05 Valid
2 Harta benda aman selama bekerja 0,818 0,196 0,000 0,05 Valid
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2a)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang motivasi atas kebutuhan rasa aman (X12) yang terdiri dari rasa

aman selama bekerja ditempat kerja (X121) menghasilkan rhitung 0,772

> rtabel 0,196 dan sigifikansi 0,000 < 0,05, dan harta benda aman

selama bekerja (X122), menghasilkan rhitung 0,818 > rtabel 0,196 dan

sigifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa

kedua instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang

akan diukur.
145

c) Butir pernyataan indikator kebutuhan sosial (X13)

Tabel. 13
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Kebutuhan sosial

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Orang lain mudah menerima
0,769 0,196 0,000 0,05 Valid
kehadiran karena sebagai dosen
2 Orang lain menghormati karena
0,822 0,196 0,000 0,05 Valid
profesi sebagai dosen
3 Sebagai dosen mengalami kemajuan
0,786 0,196 0,000 0,05 Valid
bersosialisasi
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2a)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang motivasi atas kebutuhan sosial (X13) yang terdiri dari orang

lain mudah menerima kehadiran (X131), menghasilkan rhitung 0,769 >

rtabel 0,196 dan sigifikansi 0,000 < 0,05, orang lain menghormati

(X132) rhitung 0,822 > rtabel 0,196 dan sigifikansi 0,000 < 0,05, dan

mengalami kemajuan bersosialisasi (X133) menghasilkan rhitung 0,786

> rtabel 0,196 dan sigifikansi 0,000 < 0,05.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

d) Butir pernyataan indikator kebutuhan pengakuan (X14).

Tabel. 14
Hasil pengujian validitas instumen penelitian kebutuhan pengakuan

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


146

1 Memperoleh pengakuan
penghargaan dilingkungan 0,956 0,196 0,000 0,05 Valid
organisasi
2 Memperoleh pengakuan status
0,958 0,196 0,000 0,05 Valid
dilingkungan masyarakat
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2a)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang motivasi atas kebutuhan pengakuan (X14) yang terdiri dari

memperoleh pengakuan penghargaan dilingkungan organisasi (X141)

menghasilkan rhitung 0,956 > 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05,

dan pengakuan status dilingkungan masyarakat (X142) menghasilkan

nilai rhitung 0,958 > 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil

pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

e) Butir pernyataan indikator kebutuhan aktualisasi (X15) ;

Tabel. 15
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Kebutuhan Aktualisasi

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Mewujudkan aktualisasi dengan
0,873 0,196 0,000 0,05 Valid
menghargai kinerja bawahan
2 Membangun kebersamaan
0,882 0,196 0,000 0,05 Valid
dilingkungan masyarakat
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2a)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang motivasi atas kebutuhan aktualisasi (X15) yang terdiri dari

mewujudkan aktualisasi dengan menghargai kinerja bawahn (X151)

menghasilkan rhitung 0,873 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, dan membangun kebersamaan dilingkungan masyarakat


147

(X152) menghasilkan nilai rhitung 0,88 > rtabel 0,196 dan signifikansi

0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kedua

instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan

diukur.

2) Kecerdasan Emosional (X2) :

Butir pernyataan terhadap variabel ;

Tabel 16
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Kecerdasan Emosional

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket.


1 Kemampuan
menyelesaikan 0,689 0,196 0,000 0,05 Valid
tugas
2 Kemampuan
memahami tingkat 0,686 0,196 0,000 0,05 Valid
emosi
3 Memiliki rasa
0,708 0,196 0,000 0,05 Valid
tanggung jawab
4 Mau menerima
0,667 0,196 0,000 0,05 Valid
kritikan
5 Menjaga norma
0,766 0,196 0,000 0,05 Valid
kejujuran
6 Mengendalikan
0,777 0,196 0,000 005 Valid
emosi
7 Memahami
0,774 0,196 0,000 0,05 Valid
perasaan orang lain
8 Memahami emosi
0,728 0,196 0,000 0,05 Valid
orang lain
9 Memberikan
0,397 0,196 0,000 0,05 Valid
gagasan dan ide
10 Menyelesaikan
0,502 0,196 0,000 0,05 Valid
konflik
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 1d)

Berdasarkan tabel di atas, uji validitas butir pernyataan terhadap

variabel kecerdasan emosional (X2) yang terdiri atas 10 butir

pernyataan, menghasilkan seluruh butir pernyataaan adalah valid. Butir


148

pernyataan kemampuan menyelesaikan tugas pekerjaan (X21) rhitung

0,6289 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, kemampuan

memahami tingkat emosi (X22) rhitung 0,686 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, memiliki rasa tanggung jawab (X23) rhitung 0,708 > rtabel

0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, mau menerima kritikan (X24) rhitung

0,667 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, menjaga norma

kejujuran (X25) rhitung 0,766 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05,

mengendalikan emosi (X26) rhitung 0,777 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, memahami perasaan orang lain (X27) rhitung 0,774 > rtabel

0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, memahami emosi orang lain (X28)

rhitung 0,728 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, memberikan

gagasan dan ide (X29) rhitung 0,397 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 <

0,05, dan menyelesaikan konflik (X210) rhitung 0,502 > rtabel 0,196 dan

signifikan 0,000 < 0,05.

Butir pernyataan terhadap indikator :

a) Butir pernyataan indikator kesadaran diri (X21) ;


Tabel. 17
Hasil pengujian validitas instrumen penelitian Kesadaran diri
No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket
1 Kemampuan menyelesaikan tugas
0,924 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan sangat berarti bagi saya
2 Kemampuan memahami tingkat
0,931 0,196 0,000 0,05 Valid
emosi sangat berarti bagi saya
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2b)
Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang kecerdasan emosional atas kesadaran diri (X21) yang terdiri

dari kemampuan menyelesaikan tugas pekerjaan (X211) menghasilkan


149

rhitung 0,924 > rabel 0,196, dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05, dan

kemampuan memahami tingkat emosi (X212) menghasilkan rhitung

0,931 > rabel 0,196, dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Hasil pengujian

ini menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut dinyatakan valid

mengukur indikator yang akan diukur.

b) Butir pernyataan indikator Instropeksi diri (X22) ;

Tabel. 18
Hasil pengujian validitas instumen penelitian instropeksi diri

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Memiliki rasa tanggung jawab atas
0,911 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan yang telah diselesaikan
2 Mau menerima kritikan 0,912 0,196 0,000 0,05 Valid
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampian 2b)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang kecerdasan emosional atas Instropeksi diri (X22) yang terdiri

dari memiliki rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang telah

diselesaikan (X221), menghasilkan rhitung 0,911 > rtabel 0,196 serta

tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, dan mau menerima kritikan

menghasilkan nilai rhitung 0,912 > 0,196 dengan tingkat signifikansi

0,000 < 0,05, hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kedua

instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan

diukur.

c). Butir pernyataan indikator pengaturan diri (X23) ;

Tabel. 19
Hasil pengujian validitas instumen penelitian pengaturan diri

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Menjaga norma kejujuran 0,874 0,196 0,000 0,05 Valid
150

2 Mengendalikan emosi yang


0,893 0,196 0,000 0,05 Valid
diperlukan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampian 2b)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang kecerdasan emosional atas pengaturan diri (X23) terdiri dari

menjaga norma kejujuran (X231), menghasilkan rhitung 0,874 > 0,196,

dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0.,05, dan mengendalikan emosi

yang diperlukan (X232) menghasilkan nilai r hitung 0,893 > 0,196 dan

tingkat signifikansinya 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini

menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut dinyatakan valid

mengukur indikator yang akan diukur.

d). Butir pernyataan indikator empati (X24) ;

Tabel. 20
Hasil pengujian validitas instumen penelitian empati

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Memahami perasaan orang lain 0,917 0,196 0,000 0,05 Valid
2 Memahami emosi orang lain 0,911 0,196 0,000 0,05 Valid

Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampian 2b)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang kecerdasan emosional atas empati (X24) yang terdiri dari

memahami perasaan orang lain (X241), menghasilkan rhitung 0,917 >

0,196 serta signifikansi 0,000 < 0,05, dan memahami emosi orang

lain (X242) menghasilkan nilai rhitung 0,911 > 0,196 dan tingkat

signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa


151

kedua instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang

akan diukur.

e). Butir pernyataan indikator keterampilan sosial (X25) ;

Tabel. 21
Hasil pengujian validitas instumen penelitian keterampilan sosial

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Memberikan gagasan dan ide
0,820 0,196 0,000 0,05 Valid
kepada semua orang
2 Menyelesaikan konflik atas
0,831 0,196 0,000 0,05 Valid
perbedaan pendapat
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampian 2b)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang kecerdasan emosional atas keterampilan sosial (X25) yang

terdiri dari memberikan gagasan dan ide kepada semua orang (X251),

menghasilkan rhitung 0,820 > 0,196, dengan signifikansi 0,000 < 0,05,

menyelesaikan konflik atas perbedaan pendapat (X252),

menghasilkan nilai rhitung 0,831 > 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kedua instrumen

tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

3) Budaya Organisasi (X3) :

Butir pernyataan terhadap variabel :

Tabel 22
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Budaya Organisasi

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket.


1 Institusi
memberikan
kepercayaan untuk 0,768 0,196 0,000 0,05 Valid
mendukung kerja
kelompok
152

2 Institusi
memberikan
kepercayaan 0,675 0,196 0,000 0,05 Valid
berorientasi kepada
orang lain
3 Institusi
memberikan
0,716 0,196 0,000 0,05 Valid
dukungan dan
kepercayaan
4 Institusi
mendorong untuk
0,852 0,196 0,000 0,05 Valid
meningkatkan
kreativitas
5 Institusi
memberikan 0,826 0,196 0,000 0,05 Valid
kebebasan
6 Institusi
memberikan
0,777 0,196 0,000 005 Valid
informasi dengan
jelas

sambungan
7 Institusi
memberikan
kebebasan agar
0,830 0,196 0,000 0,05 Valid
hasil pekerjaan
diperoleh dengan
baik
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 1d)

Berdasarkan tabel di atas, uji validitas butir pernyataan terhadap

variabel budaya organisasi (X3) yang terdiri atas 7 butir pernyataan,

menghasilkan seluruh butir pernyataaan adalah valid. Butir pernyataan

institusi memberikan kepercayaan untuk kerja kelompok (X31)

menghasilkan rhitung 0,768 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05,

institusi memberikan kepercayaan agar berorientasi kepada orang lain

(X32) menghasilkan rhitung 0,675 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 <

0,05, institusi memberikan dukungan dan kepercayaan untuk


153

melaksanakan tugas (X33) menghasilkan rhitung 0,716 > rtabel 0,196 dan

signifikan 0,000 < 0,05, institusi mendorong untuk meningkatkan

kreativitas (X34) menghasilkan rhitung 0,852 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, institusi memberikan kebebasan dalam menyelesaikan

pekerjaan (X35) menghasilkan rhitung 0,826 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, institusi memberikan informasi dengan jelas tentang

hirarkhi (X36) menghasilkan rhitung 0,777 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05, institusi memberikan informasi yang jelas tentang

prosedur untuk mencapai tujuan (X37) menghasilkan rhitung 0,830 > rtabel

0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05.

Butir pernyataan terhadap indikator :

a) Butir pernyataan indikator Supportive (X31) ;

Tabel. 23
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Supportive

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Institusi memberikan kepercayaan
0,868 0,196 0,000 0,05 Valid
untuk kerja kelompok
2 Institusi memberikan kepercayaan
0,906 0,196 0,000 0,05 Valid
agar berorientasi kepada orang lain
3 Institusi memberikan dukungan dan
kepercayaan untuk melaksanakan 0,854 0,196 0,000 0,05 Valid
tugas
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2c)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang budaya organisasi (X3) atas Supportive (X31) yang terdiri

dari Institusi memberikan kepercayaan untuk kerja kelompok (X311)


154

menghasilkan rhitung 0,868 > 0,196 dengan signifikansi 0,000 < 0,05),

memberikan kepercayaan agar berorientasi kepada orang lain (X312)

menghasilkan nilai rhitung 0,906 > 0,196 dengan signifikansi 0,000 <

0,05 dan Institusi memberikan dukungan dan kepercayaan untuk

melaksanakan tugas (X313), menghasilkan nilai rhitung 0,854 >0,196

dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan

bahwa ketiga instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur

indikator yang akan diukur.

. Butir pernyataan indikator Inovative (X32) ;

Tabel. 24
Hasil pengujian validitas instumen penelitian inovative

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Institusi mendorong untuk
0,874 0,196 0,000 0,05 Valid
meningkatkan kreativitas
2 Institusi memberikan kebebasan
0,877 0,196 0,000 0,05 Valid
dalam menyelesaikan pekerjaan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2c)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang budaya organisasi (X3) atas Inovative (X32) yang terdiri dari

Institusi mendorong untuk meningkatkan kreativitas (X321),

menghasilkan rhitung 0,874 > rtabel 0,196 serta signifikansi 0,000 <

0,05, institusi memberikan kebebasan dalam menyelesaikan

pekerjaan (X322), menghasilkan rhitung 0,877 >0,196 dan signifikansi


155

0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa kedua

instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan

diukur.

b) Butir pernyataan indikator Bureaucracy (X33) ;

Tabel. 25
Hasil pengujian validitas instumen penelitian bureaucracy

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Institusi memberikan informasi
0,797 0,196 0,000 0,05 Valid
dengan jelas tentang hirarkhi
2 Institusi memberikan informasi
yang jelas tentang prosedur untuk 0,808 0,196 0,000 0,05 Valid
mencapai tujuan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2c)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang budaya organisasi (X3) atas Bureaucracy (X33)yang terdiri

dari Institusi memberikan informasi dengan jelas tentang hirarkhi

(X331), menghasilkan rhitung 0,797 > 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, institusi memberikan informasi yang jelas tentang prosedur

untuk mencapai tujuan (X332) menghasilkan rhitung 0,808 > rtabel 0,196

dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan

bahwa kedua instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur

indikator yang akan diukur.

4) Kepemimpinan Transformasional (X4):

Butir pernyataan terhadap variabel :

Tabel 26
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Kepemimpinan
transformasional
156

N rhitun
Instrumen rtabel Sig Ket.
o g
1 Pimpinan memiliki
kharisma yang
0,19 0,00 0,0 Vali
dapat dicontoh 0,782
6 0 5 d
dalammenyelsaika
n pekerjaan
2 Pimpinan mampu
mengajak pengikut
0,19 0,00 0,0 Vali
agar perintah 0,733
6 0 5 d
terkait dengan
penugasan
3 Pimpinan memiliki
pengaruh untuk
menyelesaikan 0,19 0,00 0,0 Vali
0,768
konflik melalui 6 0 5 d
persamaan persepsi
visi dan misi
4 Pimpinan memberi
hukuman kepada
0,19 0,00 0,0 Vali
bawahan yang 0,570
6 0 5 d
melanggar
peraturan
5 Pimpinan
mempunyai visi 0,19 0,00 0,0 Vali
0,853
yang jelas 6 0 5 d

sambungan
6 Pimpinan mampu
mengatasi konflik 0,19 0,00 0,0 Vali
0,783
internal dengan 6 0 5 d
bijaksana
7 Pimpinan mampu
memberikan 0,19 0,00 Vali
0,797 005
keteladanan kepada 6 0 d
bawahan
8 Pimpinan mampu
memahami
kebutuhan 0,19 0,00 0,0 Vali
0,755
bawahan melalui 6 0 5 d
komunikasi
persuasif
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 1d)
157

Berdasarkan tabel di atas, uji validitas butir pernyataan terhadap

variabel kepemimpinan transformasional (X4) yang terdiri atas 8 butir

pernyataan, menghasilkan seluruh butir pernyataaan adalah valid. Butir

pernyataan pimpinan memiliki kharisma yang dapat dicontoh dalam

menyelesaikan pekerjaan (X41) menghasilkan rhitung 0,782 > rtabel 0,196

dan signifikansi 0,000 < 0,05, pimpinan mampu mengajak pengikuti

agar perintah terkait dengan penugasan (X42) menghasilkan rhitung 0,733

> rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, pimpinan memiliki

pengaruh untuk menyelesaikan konflik melalui persamaan persepsi visi

dan misi institusi (X43) menghasilkan rhitung 0,768 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 <0,05, pimpinan memberi hukuman kepada bawahan

yang melanggar peraturan guna kedisiplinan (X44) menghasilkan rhitung

0,570 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, pimpinan mempunyai

visi yang jelas yang rasional sesuai dengan tujuan institusi (X45)

menghasilkan rhitung 0,853 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05,

pimpinan mampu mengatasi konflik internal institui dengan bijaksana

(X46) menghasilkan rhitung 0,783 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 <

0,05, pimpinan mampu memberi keteladan kepada bawahan (X47)

menghasilkan rhitung 0,797 > rtabel 0,196 dan signifikan 0,000 < 0,05, dan

pimpinan mampu memahami kebutuhan bawahan melalui komunikasi

persuasif (X48) menghasilkan rhitung 0,755 > rtabel 0,196 dan signifikan

0,000 < 0,05.

Butir pernyataan terhadap indikator :

a) Butir pernyataan indikator Kharismatik (X41) ;


158

Tabel. 27
Hasil pengujian validitas instumen penelitian kharismatik

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Pimpinan memiliki kharisma yang
0,889 0,196 0,000 0,05 Valid
dapat dicontoh
2 Pimpinan mampu mengajak
0,871 0,196 0,000 0,05 Valid
pengikut terkait penugasan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2d)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepemimpinan Transformasional (X4) atas kharismatik

(X41) yang terdiri dari Pimpinan memiliki kharisma yang dapat

dicontoh (X411) menghasilkan rhitung 0,889 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, pimpinan mampu mengajak pengikut

terkait penugasan (X4112) menghasilkan nilai r hitung 0,871 > 0,196

dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan

bahwa kedua instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur

indikator yang akan diukur.

b) Butir pernyataan indikator Mempunyai Pengaruh (X42) ;

Tabel. 28
Hasil pengujian validitas instumen penelitian mempunyai pengaruh

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Pimpinan memiliki pengaruh
0,853 0,196 0,000 0,05 Valid
menyelesaikan konflik
2 Pimpinan memberi hukuman kepada
0,856 0,196 0,000 0,05 Valid
bawahan yang tidak disiplin
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2d)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepemimpinan Transformasional atas mempunyai pengaruh

(X42) yang terdiri dari Pimpinan memiliki pengaruh menyelesaikan


159

konflik (X421) menghasilkan nilai r hitung 0,853 > 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, dan Pimpinan memberi hukuman kepada

bawahan yang tidak disiplin (X422) menghasilkan nilai rhitung 0,856 >

0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini

menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut dinyatakan valid

mengukur indikator yang akan diukur.

c) Butir pernyataan indikator Mempunyai Visi (X43);

Tabel 29
Hasil pengujian validitas instumen penelitian mempunyai visi

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Pimpinan mempunyai visi yang
0,967 0,196 0,000 0,05 Valid
jelas
2 Pimpinan mampu mengatasi konflik
0,967 0,196 0,000 0,05 Valid
internal institusi
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2d)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepemimpinan Transformasional atas mempunyai visi (X43)

yang terdiri dari pimpinan mempunyai visi yang jelas (X431)

menghasilkan rhitung 0, 967 > rtabel 0,196 dengan tingkat signifikansi

0,000 < 0,05, dan pimpinan mampu mengatasi konflik internal

institusi (X432) menghasilkan nilai rhitung 0,967 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa

kedua instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang

akan diukur.

d) Butir pernyataan indikator Transformasi pikiran bawahan (X44);

Tabel. 30
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Transformasi pikiran bawahan
160

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Pimpinan mampu memberi
0,920 0,196 0,000 0,05 Valid
keteladanan kepada bawahan
2 Pimpinan mampu memahami
kebutuhan bawahan melalui 0,918 0,196 0,000 0,05 Valid
komunikasi persuasif
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2d)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepemimpinan Transformasional atas mempunyai visi (X44)

yang terdiri dari Pimpinan mampu memberi keteladanan kepada

bawahan (X441) menghasilkan rhitung 0,920 >0,196 dan

signifikansinya 0,000 < 0,05, pimpinan mampu memahami

kebutuhan bawahan melalui komunikasi persuasif (X442)

menghasilkan nilai rhitung 0,918 > > rtabel 0,196 serta dengan tingkat

signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa

kedua instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang

akan diukur.

5) Kepuasan Kerja (Y1) :

Butir pernyataan terhadap variabel :

Tabel 31
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Kepuasan kerja

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket.


1 Kehadiran kerja
merupakan ukuran 0,753 0,196 0,000 0,05 Valid
kepuasan kerja
2 Kehadiran dan
kepulangan jam
0,679 0,196 0,000 0,05 Valid
kerja yang sesuai
aturan merupakan
161

ukuran kepuasan
kerja
3 Meninggalkan jam
kerja tanpa alasan
0,533 0,196 0,000 0,05 Valid
merupakan
pelanggaran
4 Perasaan senang
melaksanakan
pekerjaan hingga
0,603 0,196 0,000 0,05 Valid
selesai
merupakanukuran
kepuasan kerja
5 Kesesuaian jenis
pekerjaan dengan 0,495 0,196 0,000 0,05 Valid
keinginan dalam
menyelesaikan
suatu pekerjaan
merupakan ukuran
kepuasan kerja
6 Perasaaan
semangat dalam
melaksanakan
0,618 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan
merupakan ukuran
kepuasan kerja
7 Menyenangi
lingkungan kerja
merupakan salah 0,651 0,196 0,000 0,05 Valid
satu indikator
kepuasan kerja

sambungan
8 Menyenangi
suasana tenang
dilingkungan kerja
0,651 0,196 0,000 005 Valid
merupakan
indikator kepuaan
kerja
9 Merasa aman
dalam menjalin
0,682 0,196 0,000 0,05 Valid
hubungan kerja
dengan rekankerja
162

10 Hubungan kerja
yang baik
denganatasan
0.646 0,196 0,000 0,05 Valid
merupakan salah
satu indikator
kepuasan kerja
11 Atsan senang
memberi
0,708 0,196 0,000 0,05 Valid
pengarahan atas
pekerjaan saya
12 Atasan memberi
wewenang diikuti
tanggungjawab
0,628 0,196 0,000 0,05 Valid
untuk
melaksanakan
pekerjaan
13 Atasan sering
berkomunikasi
0,744 0,196 0,000 0,05 Valid
kepada bawahan
tentang pekerjaan
14 Atasan memberi
kebebasan kepada
bawahan untuk 0,607 0,196 0,000 0,05 Valid
menyelesaikan
masalah pekerjaan
15 Atasan senang
melaksanakan
kegiatan bersifat 0,567 0,196 0,000 0,05 Valid
infomal bersama
bawahan
16 Saya berkeinginan
untuk bertahan
0,586 0,196 0,000 0,05 Valid
sebagai anggita
organisasi
17 Saya merasa puas
dalam bekerja di 0,572 0,196 0,000 0,05 Vali
institusi ini

Sambungan
18 Saya menilai ada
kejelasan untuk
0,629 0,196 0,000 0,05 Valid
pengembangan
karir di institui ini
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 1d)
163

Berdasarkan tabel di atas, uji validitas butir pernyataan terhadap

variabel kepuasan kerja (Y1) yang terdiri atas 18 butir pernyataan,

menghasilkan seluruh butir pernyataaan adalah valid. Butir pernyataan

kehadiran kerja merupakan ukuran kepuasan kerja (Y11) menghasilkan

rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, kehadiran dan

kepulangan jam kerja yang sesuai aturan merupakan ukuran kepuasan

kerja (Y12) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi

0,000 < 0,05, meninggalkan jam kerja tanpa alasan merupakan

pelanggaran (Y13) menghasilkan rhitung 0,533 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, perasaan senang melaksanakan pekerjaan

(Y14) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, kesesuaian jenis pekerjaan dengan keinginan dalam

menyelesaikan (Y15) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, perasaan semangat dalam melaksanakan

pekerjaan (Y16) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi

0,000 < 0,05, menyenangi lingkungan kerja, merupakan salah satu

indikator kepuasan kerja (Y17) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196

dan signifikansi 0,000 < 0,05, menyenangi suasana tenang di

lingkungan kerja merupakan indikator kepuasan kerja (Y18)

menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05,

merasa aman dalam menjalin hubungan kerja dengan rekan sekerja

(Y19) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, hubungan kerja yang baik dengan atasan merupakan salah satu

indikator kepuasan kerja (Y110) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196
164

dan signifikansi 0,000 < 0,05, atasan senang memberi pengarahan atas

pekerjaan saya (Y111) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, atasan memberi wewenang diikuti

tanggungjawab untuk melaksanakan pekerjaan (Y112) menghasilkan

rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, atasan sering

berkomunikasi kepada bawahan tentang pekerjaan (Y113) menghasilkan

rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, atasan memberi

kebebasan kepada bawahan untuk menyelesaikan masalah pekerjaan

(Y114) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, atasan senang melaksanakan kegiatan bersifat informal bersama

bawahan (Y115) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan signifikansi

0,000 < 0,05, saya berkeinginan untuk bertahan sebagai anggota

organisasi (Y116) menghasilkan rhitung 0,753 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, saya merasa puas dalam bekerja di institusi

ini (Y117) menghasilkan rhitung 0,572 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, saya menilai ada kejelasan untuk pengembangan karier di

institusi ini (Y118) menghasilkan rhitung 0,629 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05.

Butir pernytaan terhadap indikator :

a) Butir pernyataan indikator Tingkat Kehadiran (Y11);

Tabel 32
Hasil pengujian validitas instumen penelitian tingkat kehadiran
165

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Kehadiran kerja merupakan ukuran kepuasan
0,893 0,196 0,000 0,05 Valid
kerja
2 Kehadiran dan kepulangan jam kerja yang
0,883 0,196 0,000 0,05 Valid
sesuai aturan merupakan ukuran kepuasan kerja
3 Meninggalkan jam kerja tanpa alasan
0,705 0,196 0,000 0,05 Valid
merupakan pelanggaran
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2e)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepuasan Kerja (Y1) atas Tingkat Kehadiran (Y11) yang

terdiri dari Kehadiran kerja merupakan ukuran kepuasan kerja

(Y111) menghasilkan rhitung 0,893 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, kehadiran dan kepulangan jam kerja yang sesuai aturan

merupakan ukuran kepuasan kerja (Y112) menghasilkan rhitung 0,883

> rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, dan meninggalkan jam

kerja tanpa alasan merupakan pelnggaran (Y113), menghasilkan nilai

rhitung 0,705 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil

pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

b) Butir pernyataan indikator Menyenangi Pekerjaan (Y12);

Tabel 33
Hasil pengujian validitas instumen penelitian menyenangi pekerjaan

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


166

1 Perasaan senang melaksanakan


0,804 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan
2 Kesesuaian jenis pekerjaan dengan
0,772 0,196 0,000 0,05 Valid
keinginan
3 Perasaan semangat dalam
0,764 0,196 0,000 0,05 Valid
melaksanakan pekerjaan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2e)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepuasan Kerja atas menyenangi pekerjaan (Y12) yang

terdiri dari perasaan senang melaksanakan pekerjaan (Y121)

menghasilkan nilai rhitung 0,804 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, kesesuaian jenis pekerjaan dengan keinginan (Y122)

menghasilkan nilai rhitung 0,772 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, dan perasaan semangat dalam melaksanakan pekerjaan (Y123)

menghasilkan nilai rhitung 0,705 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen

tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

c) Butir pernyataan indikator Menyenangi Lingkungan (Y13) ;

Tabel. 34
Hasil pengujian validitas instumen penelitian menyenangi lingkungan

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Menyenangi lingkungan kerja merupakan
0,835 0,196 0,000 0,05 Valid
salah satu indikator kepuasan kerja
2 Menyenangi suasana tenang dilingkungan
0,842 0,196 0,000 0,05 Valid
kerja merupakan indikator kepuasan kerja

sambungan
3 Saya merasa aman dalam menjalin
0,828 0,196 0,000 0,05 Valid
hubungan kerja dengan rekan kerja
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2e)
167

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepuasan Kerja atas menyenangi lingkungan (Y13) yang

terdiri dari tiga indikator yaitu menyenangi lingkungan kerja (Y131)

menghasilkan nilai rhitung 0,835 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, menyenangi suasana tenang dilingkungan kerja (Y132)

menghasilkan nilai rhitung 0,842 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05 dan merasa aman dalam menjalin hubungan kerja dengan

rekan kerja (Y133) menghasilkan nilai rhitung 0,828 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa

ketiga instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang

akan diukur.

d) Butir pernyataan indikator Menyenangi Atasan (Y14);

Tabel. 35
Hasil pengujian validitas instumen penelitian menyenangi atasan

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Hubungan kerja yang baik dengan
0,716 0,196 0,000 0,05 Valid
atasan
2 Atasan sering memberi pengarahan
0,823 0,196 0,000 0,05 Valid
atas pekerjaan
3 Atasan memberi wewenang diikuti
0,727 0,196 0,000 0,05 Valid
tanggungjawab
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2e)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepuasan Kerja atas menyenangi atasan (Y14) yang terdiri

dari Hubungan kerja yang baik dengan atasan (Y141) menghasilkan

nilai rhitung 0,716 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, atasan

sering memberi pengarahan atas pekerjaan (Y142) menghasilkan nilai


168

rhitung 0,823 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, dan atasan

memberi wewenang diikuti tanggungjawab (Y143) menghasilkan

nilai rhitung 0,727 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, Hasil

pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

e) Butir pernyataan indikator Tingkat Partisipasi Y15) ;

Tabel. 36
Hasil pengujian validitas instumen penelitian tingkat partisipasi

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Atasan sering berkomunikasi
0,805 0,196 0,000 0,05 Valid
kepada bawahan tentang pekerjaan
2 Atasan memberi kebebasan kepada
bawahan untuk menyelesaikan 0,842 0,196 0,000 0,05 Valid
masalah pekerjaan
3 Atasan senang melaksanakan
0,828 0,196 0,000 0,05 Valid
kegiatan yang bersifat informal
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2e)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepuasan Kerja atas Tingkat Partisipasi (Y15) yang terdiri

dari atasan sering berkomunikasi kepada bawahan tentang pekerjaan

(Y151) menghasilkan nilai rhitung 0,805 > rtabel 0,196 dan signifikansi

0,000 < 0,05, atasan memberi kebebasan kepada bawahan untuk

menyelesaikan masalah pekerjaan (Y152) menghasilkan nilai rhitung

0,842 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, dan atasan senang

melaksanakan kegiatan yang bersifat informal (Y153) menghasilkan

nilai rhitung 0,828 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil

pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.


169

f) Butir pernyataan indikator Tingkat Retensi (Y16) ;

Tabel. 37
Hasil pengujian validitas instumen penelitian tingkat retensi

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Berkeinginan bertahan sebagai
0,629 0,196 0,000 0,05 Valid
anggota organisasi
2 Merasa puas bekerja pada institusi 0,754 0,196 0,000 0,05 Valid
3 Ada kejelasan untuk pengembangan
0,804 0,196 0,000 0,05 Valid
karier
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2e)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kepuasan Kerja atas Tingkat Retensi (Y16) yang terdiri dari

atas berkeinginan bertahan sebagai anggota organisasi (Y161)

menghasilkan nilai rhitung 0,629 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, merasa puas bekerja pada institusi (Y162) menghasilkan nilai

rhitung 0,754 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, dan ada

kejelasan untuk pengembangan karier (Y163) menghasilkan nilai

rhitung 0,804 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil

pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

5. Kinerja (Y2):

Butir pernyataan terhadap variabel :

Tabel 38
Hasil pengujian validitas instumen penelitian Kinerja

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket.


170

1 Kualitas pekerjaan
selama ini
memenuhi 0,455 0,196 0,000 0,05 Valid
prosedur yang
ditetapkan institusi
2 Kualitas hasil
pekerjaan sesuai
0,476 0,196 0,000 0,05 Valid
dengan harapan
institusi
3 Evaluasi kualitas
pekerjaan
0,438 0,196 0,000 0,05 Valid
mendukung tujuan
institusi
4 Banyak
pekerjaanyang
telah diselesaikan 0,607 0,196 0,000 0,05 Valid
sesuai dengan
tuntutan organisasi
5 Siklus kegiatan
pekerjaan untuk 0,561 0,196 0,000 0,05 Valid
mengukur kinerja
dalam kategori
baik
6 Target pekerjaan
yang telah
ditentukan untuk
0,569 0,196 0,000 0,05 Valid
mengukur kinerja
termasuk dalam
kategori baik
7 Pekerjaan dapat
diselesaikan 0,707 0,196 0,000 0,05 Valid
dengan cepat
8 Koordinasi antar
bagian dapat 0,692 0,196 0,000 005 Valid
dikategorikan cepat
9 Waktu
penyelesaian tiap
pekerjaan sesuai 0,695 0,196 0,000 0,05 Valid
dengan jadwal
kerja

sambungan
10 Kebijakan biaya
0.476 0,196 0,000 0,05 Valid
penggunaan
171

sumber daya
manusia secara
maksimal
diperlukan untuk
kelangsungan
hidup organisasi
11 Kebijakan biaya,
keuangan dan
teknologi secara
maksimal 0,651 0,196 0,000 0,05 Valid
diperlukan untuk
kelangsungan
hiduporganisasi
12 Kebijakan biaya
penggunaan
sumber daya bahan
atau material
0,593 0,196 0,000 0,05 Valid
secara maksimal
diperlukan untuk
kelangsungan
hidup organisasi
13 Diperlukan
pengawasan agar
0,532 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan dapat
diselesaikan
14 Diperlukan
tanggung jawab 0,444 0,196 0,000 0,05 Valid
atas pekerjaan
15 Diperlukan
pengawasan agar
0,494 0,196 0,000 0,05 Valid
fungsi pekerjaan
dapat dilaksanakan
16 Sayamemilikiharga
0,574 0,196 0,000 0,05 Valid
diri
17 Saya menjaga
nama baik diri 0,518 0,196 0,000 0,05 Vali
maupun organisasi
18 Saya dapat
bekerjasama
dengan atasan,
0,532 0,196 0,000 0,05 Valid
rekan sekerja
maupun dengan
bawahan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 1d)
172

Berdasarkan tabel di atas, uji validitas butir pernyataan terhadap

variabel kinerja (Y2) yang terdiri atas 18 butir pernyataan,

menghasilkan seluruh butir pernyataaan adalah valid. Butir pernyataan

kualitas pekerjaan selama ini memenuhi prosedur yang ditetapkan

institusi (Y21) menghasilkan rhitung 0,455 > rtabel 0,196 dan signifikansi

0,000 < 0,05, kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan harapan institusi

(Y22) menghasilkan rhitung 0,476 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, evaluasi kualitas pekerjaan mendukung tujuan institusi (Y23)

menghasilkan rhitung 0,438 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05,

banyak pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan tuntutan

organisasi (Y24) menghasilkan rhitung 0,607 > rtabel 0,196 dan signifikansi

0,000 < 0,05, siklus kegiatan pekerjaan untuk mengukur kinerja

termasuk dalam kategori baik (Y25) menghasilkan rhitung 0,561 > rtabel

0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, target pekerjaan yang telah

ditentukan untuk mengukur kinerja termasuk dalam kategori baik (Y26)

menghasilkan rhitung 0,569 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05,

pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat (Y27) menghasilkan rhitung

0,707 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, koordinasi antar

bagian dapat dikategorikan cepat (Y28) menghasilkan rhitung 0,692 >

rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, waktu penyelesaian tiap

pekerjaan sesuai dengan jadal kerja (Y29) menghasilkan rhitung 0,695 >

rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, kebijakan biaya penggunaan

sumber daya manusia secara maksimal diperlukan untuk kelangsungan

hidup organisasi (Y210) menghasilkan rhitung 0,476 > rtabel 0,196 dan
173

signifikansi 0,000 < 0,05, kebijakan biaya keuangan dan teknologi

secara maksimal diperlukan untuk kelangsungan hidup organisasi

(Y211) menghasilkan rhitung 0,651 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, kebijakan biaya penggunaan sumber daya bahan dan material

secara maksimal diperlukan untuk kelangsungan hidup organisasi

(Y212) menghasilkan rhitung 0,593 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05, diperlukan pengawasan agar pekerjaan dapat diseselaikan (Y213)

menghasilkan rhitung 0,532 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05,

diperlukan tanggungjawab atas pekerjaan (Y214) menghasilkan rhitung

0,444 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, diperlukan

pengawasan agar fungsi pekerjaan dapat dilaksanakan (Y215)

menghasilkan rhitung 0,494 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05,

saya memiliki harga diri (Y\216) menghasilkan rhitung 0,574 > rtabel 0,196

dan signifikansi 0,000 < 0,05, saya menjaga nama baik diri maupun

organisasi (Y217) menghasilkan rhitung 0,518 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, saya dapat bekerjasama dengan atasan, rekan

sekerja maupun dengan bawahan (Y218) menghasilkan rhitung 0,532 >

rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05.

Butir pernyataan terhadap indikator :

a) Butir pernyataan indikator Quality (Y21);

Tabel. 39
Hasil pengujian validitas instumen penelitian quality

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


174

1 Kualitas pekerjaan selama ini


memenuhi prosedur yang ditetapkan 0,830 0,196 0,000 0,05 Valid
institusi

sambungan
2 Kualitas hasil pekerjaan sesuai
0,828 0,196 0,000 0,05 Valid
dengan harapan institusi
3 Evaluasi kualitas pekerjaan
0,719 0,196 0,000 0,05 Valid
mendukung tujuan institusi
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2f)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kinerja (Y2) atas Quality (Y21) yang terdiri dari Kualitas

pekerjaan selama ini memenuhi prosedur yang ditetapkan institusi

Y(211) menghasilkan rhitung 0,830 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan harapan institusi

(Y212) menghasilkan rhitung 0,828 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, dan evaluasi kualitas pekerjaan mendukung tujuan institusi

(Y213) menghasilkan rhitung 0,719 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05,. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen

tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

b) Butir pernyataan indikator Quantity (Y22);

Tabel. 40
Hasil pengujian validitas instumen penelitian quantity

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Banyak pekerjaan yang telah
diselesaikan sesuai dengan tuntutan 0,835 0,196 0,000 0,05 Valid
organisasi
2 Siklus kegiatan pekerjaan mengukur
0,813 0,196 0,000 0,05 Valid
kinerja termasuk kategori baik
3 Target pekerjaan yang telah
ditentukan untuk mengukur kinerja 0,797 0,196 0,000 0,05 Valid
termasuk dalam kategori baik
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2f)
175

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kinerja atas Quantity (Y22) yang terdiri dari banyak

pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan tuntutan organisasi

(Y221) menghasilkan rhitung 0,835 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, siklus kegiatan pekerjaan mengukur kinerja termasuk

kategori baik (Y222) menghasilkan rhitung 0,813 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05, dan target pekerjaan yang telah ditentukan

untuk mengukur kinerja termasuk dalam kategori baik (Y223)

menghasilkan rhitung 0,797 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 <

0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen

tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

c). Butir pernyataan indikator Timelines (Y23);

Tabel. 41
Hasil pengujian validitas instumen penelitian timelines

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Pekerjaan dapat diselesaikan dengan
0,571 0,196 0,000 0,05 Valid
cepat
2 Koordinasi antar bagian dapat
0,702 0,196 0,000 0,05 Valid
dikategorikan cepat
3 Waktu penyelesaian tiap pekerjaan
0,725 0,196 0,000 0,05 Valid
sesuai jadwal kerja
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2f)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kinerja atas Timelines (Y23) yang terdiri dari pekerjaan

dapat diselesaikan dengan cepat (Y231) menghasilkan rhitung 0,571 >

rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, koordinasi antar bagian
176

dapat dikategorikan cepat Y(232) menghasilkan rhitung 0,702 > rtabel

0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, dan waktu penyelesaian tiap

pekerjaan sesuai jadwal kerja (Y233) menghasilkan rhitung 0,725 >

rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini

menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut dinyatakan valid

mengukur indikator yang akan diukur.

d) Butir pernyataan indikator Cost Effectiveness (Y24);

Tabel. 42
Hasil pengujian validitas instumen penelitian cost effectiveness

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Pekerjaan dapat diselesaikan dengan
0,795 0,196 0,000 0,05 Valid
cepat
2 Koordinasi antar bagian dapat
0,865 0,196 0,000 0,05 Valid
dikategorikan cepat
3 Waktu penyelesaian tiap pekerjaan
0,836 0,196 0,000 0,05 Valid
sesuai jadwal kerja
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2f)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kinerja atas Cost Effectiveness (Y24) yang terdiri dari

Pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat (Y241) menghasilkan

rhitung 0,795 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, koordinasi

antar bagian dapat dikategorikan cepat (Y242) menghasilkan rhitung

0,865 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, dan waktu

penyelesaian tiap pekerjaan sesuai jadwal kerja (Y243) menghasilkan

rhitung 0,836 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil

pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.


177

e) Butir pernyataan indikator Need for Supervision (Y25);

Tabel. 43
Hasil pengujian validitas instumen penelitian need for supervision

No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket


1 Diperlukan pengawasan agar
0,802 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan dapat terselesaikan
2 Diperlukan tanggung jawab atas
0,755 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan
3 Diperlukan pengawasan agar fungsi
0,804 0,196 0,000 0,05 Valid
pekerjaan dapat dilaksanakan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2f)

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kinerja atas Need for Supervision (Y25) yang terdiri dari

diperlukan pengawasan agar pekerjaan dapat terselesaikan (Y251)

menghasilkan rhitung 0,802 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05,

diperlukan tanggungjawab atas pekerjaan (Y252) menghasilkan rhitung

0,755 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05, dan diperlukan

pengawasan agar fungsi pekerjaan dapat dilaksanakan (Y253)

menghasilkan rhitung 0,804 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000 < 0,05.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa ketiga instrumen tersebut

dinyatakan valid mengukur indikator yang akan diukur.

f) Butir pernyataan indikator Interpersonal Impact (Y26);

Tabel. 44
Hasil pengujian validitas instumen penelitian interpersonal impact
No Instrumen rhitung rtabel Sig Ket
1 Memiliki harga diri 0,772 0,196 0,000 0,05 Valid
2 Menjaga nama baik diri dan
0,813 0,196 0,000 0,05 Valid
organisasi
3 Dapat bekerja sama dengan atasan,
rekan kerja maupun dengan 0,619 0,196 0,000 0,05 Valid
bawahan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 2f)
178

Berdasarkan tabel di atas, instrumen penelitian/kuesioner

tentang Kinerja atas Interpersonal Impact (Y26) yang terdiri dari

memiliki harga diri (Y261) menghasilkan rhitung 0,772 > rtabel 0,196

dan signifikansi 0,000 < 0,05, menjaga nama baik diri dan organisasi

(Y262) menghasilkan rhitung 0,813 > rtabel 0,196 dan signifikansi 0,000

< 0,05, dapat bekerja sama dengan atasan, rekan kerja maupun

dengan bawahan ( Y263) menghasilkan rhitung 0,619 > rtabel 0,196 dan

signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa

ketiga instrumen tersebut dinyatakan valid mengukur indikator yang

akan diukur.

b. Uji Reliabilitas

Untuk mengetahui konsistensi persepsi responden dilakukan pengujian

reliabilitas, seperti tampak pada tabel berikut :

Tabel 45
Hasil uji Reliabilitas

Indikator Alpha rhitung Ket


Chronbach
Motivasi (X1) 0,873 Reliabel
Kecerdasan Emosional (X2) 0,923 Reliabel
Budaya Organisasi (X3) 0,898 0,196 Reliabel
Kepemimpinan Transformasional (X4) 0,929 Reliabel
Kepuasan Kerja (Y1) 0,899 Reliabel
Kinerja (Y2) 0,846 Reliabel
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 3a s/d lampiran 3f)

Hasil pengujian statistik pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai

Alpha Chronbach untuk masing-masing indikator penelitian teruji tidak

melebihi dari nilai rtabel ( = 0,05;df= 130) sebesar 0,196. Perbandingan ini
179

membuktikan bahwa instrumen kuesioner yang mengukur indikator

penelitian memiliki peluang dijawab konsisten oleh responden apabila

diajukan sebanyak dua kali.

B. Analisis Data Penelitian

1. Deskripsi variabel penelitian

a. Persepsi responden tentang Motivasi.

Motivasi direfleksikan oleh lima indikator yaitu kebutuhan

fisiologi, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan

pengakuan dan kebutuhan aktualisasi. Hasil tabulasi distribusi

frekuensi dan diskripsi, seperti pada tabel berikut :

Tabel 46
Deskripsi responden tentang variabel Motivasi

Respon (%)
Ukuran Mean
1 2 3 4 5
Kebutuhan Fisiologi 3,92
1 Kebutuhan sandang 0 2,3 18,5 57,7 21,5 3,98
2 Kebutuhan papan 0 3,8 18,5 53,8 23,8 3,97
3 Kebutuhan papan 0 4,5 26,9 51,5 16,9 3,80
Kebutuhan rasa aman 3,92
Rasa aman selama
4 0 1,5 16,9 63,8 17,7 3,97
bekerja
5 Harta benda aman 0 3,1 23,1 57,7 16,2 3,86
Kebutuhan sosial 4,03
Mudah menerima
6 0 0,8 15,4 63,8 20,0 4,03
kehadiran
Orang lain
7 0 2,3 17,7 53,8 26,2 4,03
menghormati
Kemajuan
8 0 0 19,2 59,2 21,5 4,02
bersosialisasi
Kebutuhan pengakuan 4,08
Pengakuan
9 penghargaan 0 0,8 13,8 61,5 23,8 4,08
dilingkungan organisasi
180

Pengakuan status
10 dilingkungan 0 0,8 14,6 60,0 24,6 4,08
masyarakat
Kebutuhan aktualisasi 3,99
sambungan
Menghargai kinerja
11 0 0 23,8 56,9 19,2 3,95
bawahan
Membangun
12 kebersamaan di 0 1,5 16,9 58,5 23,1 4,03
lingkungan masyarakat
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 4a dan 5a)

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari lima indikator

variabel motivasi, nilai rerata indikator yang tertinggi adalah

kebutuhan pengakuan 4,08 terutama persepsi reponden tentang

pengakuan penghargaan dan pengakuan status, memperoleh mean

sebesar 4,08. Hasil statistik deskriptif membuktikan bahwa kelima

indikator dari variabel motivasi memperoleh repon baik dari

responden.

Analisis deskriptif ini baik secara komprehensif maupun

berdasarkan nilai mean indikator tertinggi menghasilkan temuan

bahwa motivasi dosen dalam membangun pengakuan penghargaan

dan pengakuan status saling mendukung.

b. Persepsi responden tentang Kecerdasan Emosional.

Kecerdasan emosional direfleksikan oleh lima indikator yaitu

kesadaran diri, intropeksi diri, pengaturan diri, empati, dan

keterampilan sosial. Hasil tabulasi distribusi frekuensi dan deskriptif

seperti tampak pada tabel berikut :


181

Tabel 47
Deskripsi responden tentang kecerdasan emosional

Respon (%)
Ukuran Mean
1 2 3 4 5
Kesadaran diri 4,12
Kemampuan
13 0,8 0 17,7 48,5 33,1 4,13
menyelesaikan tugas
Kemampuan memahami
14 0,8 0,8 18,5 45,4 34,6 4,12
tingkat emosi
Intropeksi diri 4,23
Memiliki rasa tanggung
15 0,8 0 10,2 40,8 42,3 4,23
jawab
16 Mau menerima kritikan 0,8 0,8 14,6 42,3 41,5 4,23
Pengaturan diri 4,16
17 Menjaga norma kejujuran 0,8 0,8 18,5 40,0 40,0 4,17
18 Mengendalikan emosi 1,5 0 22,3 33,8 42,3 4,15
Empati 4,17
Memahami perasaan
19 0 2,3 16,2 43,8 37,7 4,16
orang lain
Memahami emosi orang
20 0 1,5 16,2 44,6 37,7 4,18
lain
Keterampilan sosial 3,95
Memberikan gagasan dan
21 0,8 3,1 21,5 53,1 21,5 3,91
ide
22 Menyelesaikan konflik 0,8 2,3 21,5 47,7 27,7 3,99
Sumber: Data diolah kembali, 2016 (lampiran 4b dan 5b)

Berdasarkan tabel di atas, deskripsi responden tentang

kecerdasan emosional menunjukkan bahwa kecerdasan emosional

dosen pada perguruan tinggi swasta di Banjarmasin sudah baik, hal

ini ditunjukkan berdasarkan nilai rerata indikator kesadaran diri

memperoleh respon sebesar 4,12, indikator intropeksi diri 4,23,

pengaturan diri 4,16, empati 4,17, dan keterampilan sosial 3,95.


182

Hasil statistik deskriptif membuktikan kelima indikator dari

variabel kecerdasan emosional memperoleh respon baik dari

responden adalah instropeksi diri, sedangkan hasil statistik secara

komprehensif terhadap sepuluh item pernyataan yang mengukur

kecerdasan emosional memperoleh respon paling baik adalah item

pernyataan memilki rasa tanggung jawab dan mau menerima

kritikan.

Analisis deskriptif baik secara komprehensif maupun

berdasarkan nilai mean indikator tertinggi, menghasilkan temuan

bahwa kecerdasan emosional dosen lebih fokus pada pengaturan

diri, serta empati guna mendukung intropeksi diri dan kesadaran diri.

c. Persepsi responden tentang Budaya Organisasi

Budaya organisasi direfleksikan oleh tiga indikator yaitu

supportive, innovative dan bureaucracy. Hasil analisis distribusi

frekuensi dan deskriptif nampak seperti pada tabel berikut :

Tabel 48
Deskripsi rrsponden tentang Budaya Organisasi

Respon (%)
Ukuran Mean
1 2 3 4 5
Supportive 4,11
Mendukung kerja
23 0 0 16,9 47,7 35,4 4,18
kelompok
Kepercayaan berorientasi
24 0 0 26,9 42,3 30,8 4,03
dengan orang lain
Memberikan dukungan
25 dan kepercayaan untuk 0 0 18,5 50,8 30,8 4,12
melaksanakan tugas
Innovative 3,93
Mendorong
26 0 1,5 28,5 50,8 19,2 3,87
meningkatkan kreativitas
183

Memberikan kebebasan
27 0 0,8 25,4 48,5 25,4 3,98
melalui tantangan kerja
Bureaucracy 3,82

sambungan
Informasi jelas tentang
28 0 2,3 32,3 50,0 15,4 3,78
hirarki
Informasi jelas tentang
29 0 2,3 28,5 50,0 19,2 3,86
prosedur
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 4c dan 5c)

Dari tabel di atas dapat diketahui deskriptif responden tentang

budaya orgaisasi yang terdiri atas Supportive, Innovative, dan

Bureaucracy menunjukkan bahwa budaya organisasi sudah baik, hal

ini terbukti berdasarkan nilai rerata indikator Supportive

memperoleh respon sebesar 4,11, indikator Innovative memperoleh

respon 3,93, dan indikator Bureaucracy memperoleh respon 3,82.

Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa ketiga indikator dari

variabel budaya organisasi memperoleh respon baik dari responden.

Respon yang paling baik secara komprehensif dari tujuh item

pernyataan adalah Supportive terutama persepsi responden terhadap

institusi memdukung kerja kelompok dengan nilai mean sebesar

4,18.

Analisis diskripsi baik secara komprehensif maupun berdasarkan

nilai mean indikator tertinggi menghasilkan temuan bahwa variabel

budaya organisasi lebih cenderung pada indikator supportive, yang

didukung oleh innovative dan beaucracy.

d. Persepsi responden tentang Kepemimpinan Transformasional


184

Kepemimpinan Transformasional direfleksikan oleh empat

indikator yakni kharismatik, mempunyai pengaruh, mempunyai visi,

dan transformasi pikiran bawahan. Hasil analisis distribusi dan

deskriptif nampak seperti pada tabel berikut :

Tabel 49
Deskripsi responden tentang Kepemimpinan Transformasional

Respon (%)
Ukuran Mean
1 2 3 4 5
Kharismatik 3,76
Pimpinan memiliki
30 0,8 6,2 25,4 48,5 19,2 3,79
kharisma
Pimpinan mampu
31 mengajak pengikut 0,8 4,6 29,2 50,8 14,6 3,73
terkait dengan penugasan
Mempunyai pengaruh 3,68
Pimpinan mempunyai
32 0,8 5,4 28,5 50,0 15,4 3,73
pengaruh
Pimpinan mampu
33 1,5 4,0 35,4 46,2 12,3 3,63
mengatasi konflik
Mempunyai visi 3,86
Mempunyai visi yang
34 0,8 2,3 23,8 53,8 19,2 3,88
jelas
Mampu mengatasi
35 0,8 2,3 26,9 52,3 17,7 3,83
konflik internal
Transformasi pikiran bawahan 3,77
36 Mampu memberi teladan 0,8 4,6 29,2 50,0 15,4 3,74
Mampu memahami
37 0,8 3,8 26,9 51,5 16,9 3,80
kebutuhan bawahan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 4d dan 5d)

Dari tabel di atas, deskripsi responden atas variabel

kepemimpinan transformasional yang terdiri dari indikator

kharismatik, mempunyai pengaruh, mempunyai visi, dan

transformasi pikiran bawahan dengan delapan item pernyataan,

menunjukkan bahwa berdasarkan rerata indikator kharismatik,


185

memperoleh respon sebesar 3,76, indikator mempunyai pengaruh

memperoleh respon sebesar 3,68, indikator mempunyai visi

memperoleh respon 3,86, dan transformasi pikiran bawahan dengan

respon 3,77.

Hasil statistik deskriptif membuktikan keempat indikator dari

variabel kepemimpinan transformasional memperoleh respon yang

baik dari responden. Respon yang terbaik adalah indikator

mempunyai visi, dengan item pernyataan pimpinan mempunyai visi

yang jelas dengan jawaban respon 3,88.

Sedangkan hasil statistik deskriptif secara komprehensif terhadap

delapan item pernyataan yang mengukur kepemimpinan

transformasional memperoleh respon paling baik dari responden

adalah pimpinan memiliki visi yang jelas. Analisis deskriptif baik

secara komprehensif maupun berdasarkan nilai mean indikator

tertinggi menghasilkan temuan bahwa dosen harus mempunyai visi

yang jelas agar mampu mempunyai pengaruh untuk mencapai visi

dan misi organisasi dengan kharismatik yang dimiliki.

e. Persepsi responden tentang Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan bagian kepuasan hidup yang

mencerminkan sikap dan perasaan umum seorang pekerja terhadap

pekerjaan. Variabel Kepuasan kerja direfleksikan oleh enam indikator

dan 18 item pernyataan yaitu indikator tingkat kehadiran dengan 3

item pernyataan, indikator menyenangi pekerjaan dengan 3 item

pernyataan, indikator menyenangi lingkungan dengan 3 item


186

pernyataan, indikator menyenangi atasan dengan 3 item pernyataan,

indikator tingkat partisipasi dengan 3 item pernyataan, dan indikator

tingkat retensi dengan 3 item pernyataan.

Hasil analisis distribusi frekuensi dan deskriptif nampak seperti pada

tabel berikut :

Tabel 50
Deskripsi responden tentang Kepuasan Kerja
Respon (%)
Ukuran Mean
1 2 3 4 5
Tingkat kehadiran 3,77
Kehadiran kerja
38 0 10,0 30,8 46,9 12,3 3,62
merupakan ukuran kerja
Kehadiran dan
39 kepulangan jam kerja 0 9,2 25,4 50,8 14,6 3,71
esuai aturan
Meninggalkan jam kerja
40 tanpa alasan merupakan 0 2,3 20,8 51,5 25,4 4,00
pelanggaran
Menyenangi pekerjaan 4,01
Perasaan senang
41 0 0,8 18,5 58,5 22,3 4,02
melaksanakan pekerjaan
Kesesuaian jenis
42 pekerjaan dengan 0 0 20,8 60,8 18,5 3,97
keinginan
Perasaan semangat dalam
43 0 0,8 20,0 53,8 25,4 4,03
melaksanakan pekerjaan
Menyenangi lingkungan 4,01
Menyenangi lingkungan
44 0 0 21,5 61,5 16,9 3,95
kerja
Menyenangi suasana
45 tenang dilingkungan 0 0 19,2 57,7 23,1 4,03
kerja
Merasa aman dalam
46 menjalin hubungan kerja 0 0,8 21,5 50,0 27,7 4,04
dengan rekan kerja
Menyenangi atasan 3,79
Hubungan kerja yang
47 0 0,8 29,2 50,0 20,0 3,89
baik dengan atasan
Atasan senang memberi
48 0 6,2 29,2 52,3 12,3 3,70
pengarahan
187

Atasan memberi
49 wewenang diikuti 0 1,5 34,6 48,5 15,4 3,77
tanggung jawab

sambungan
Tingkat partisipasi 3,76
Atasan sering
50 0 4,6 30,0 51,5 13,8 3,74
berkomunikasi
Atasan memberi
51 kebebasan kepada 0 3,8 23,1 56,2 16,9 3,86
bawahan
Atsan senang
melaksanakan kegiatan
52 0 5,4 33,1 47,7 13,8 3,70
bersifat informal bersama
bawahan
Tingkat retensi 4,04
Berkeinginan untuk
53 bertahan sebagai anggota 0 0,8 25,4 51,5 22,3 3,95
organisasi
Merasa puas bekerja pada
54 0 0,8 20,8 46,2 32,3 4,10
institusi
Ada kejelasan
55 pegembangan karir pada 0 0,8 20,9 34,6 37,7 4,09
institusi
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 4e dan 5e)

Dari tabel di atas, deskripsi responden atas variabel Kepuasan

Kerja yang terdiri dari indikator tingkat kehadiran, dengan 3 item

pernyataan, indikator menyenangi pekerjaan dengan 3 item

pernyataan, indikator menyenangi lingkungan dengan 3 item

pernyataan, indikator menyenangi atasan dengan 3 item pernyataan,

indikator tingkat partisipasi dengn 3 item pernyataan, dan indikator

tingkat retensi dengan 3 item pernyataan.

Hasil statistik deskriptif membuktikan keenam indikator dari

variabel Kepuasan Kerja memperoleh respon yang baik dari


188

responden. Respon yang terbaik adalah pada indikator tingkat

retensi memperoleh rerata respon sebesar 4,04 dan item pernyataan

merasa puas bekerja pada institusi memperoleh respon sebesar 4,10.

Indikator Tingkat kehadiran memperoleh respon 3,77, indikator

menyenangi pekerjan memperoleh respon 4,01, indikator

Menyenangi lingkungan memperoleh respon 4,01, indikator

Menyenangi atasan, dengan respon 3,79, dan indikator Tingkat

partisipasi memperoleh respon 3,76.

Analisis deskriptif baik secara komprehensif maupun berdasarkan

nilai mean indikator tertinggi menghasilkan temuan bahwa

kepuasan kerja dosen didominasi oleh tingkat retensi yang didukung

tingkat kehadiran, menyenangi pekerjaan, menyenangi lingkungan,

menyenangi atasan, serta tingkat partisipasi.

f. Persepsi responden tentang Kinerja

Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang

dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang

dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.

Variabel Kinerja direfleksikan atas enam indikator yang masing-

masing indikator mempunyai 3 item pernyataan sehingga enam

indikator Kinerja dengan delapan belas item pernyataan, nampak

seperti pada tabel berikut :

Tabel 51
Deskripsi responden tentang Kinerja

Ukuran Respon (%) Mean


189

1 2 3 4 5
Quality 3,86
Kualitas pekerjaan memenuhi
56 0,8 0,8 22,3 66,2 10,0 3,83
prosedur yang ditetapkan institusi
Kualitas hasil pekerjaan sesuai
57 0 1,5 28,5 60,0 10,0 3,78
harapan institusi
sambungan
Evaluasi kualitas pekerjaan
58 0 0,8 18,5 63,8 16,9 3,96
mendukung tujuan institusi
Quantity 3,83
Banyak pekerjaan yang selesai
59 0 1,5 26,2 63,1 9,2 3,80
sesuai tuntutan institusi
Siklus kegiatan pekerjaan
60 0 0 26,2 61,5 12,3 3,86
termasuk kategori baik
Target pekerjaan untuk mengukur
61 0 0 26,9 63,1 10,0 3,83
kinerja termasuk kategori baik
Timelines 4,19
Pekerjaan dapat diselesaikan
62 0 0,8 23,1 52,3 23,8 3,99
dengan cepat
Koordinasi antar bagian
63 0 2,3 16,2 29,2 52,3 4,31
dikategorikan cepat
Waktu penyelesaian tiap
64 pekerjaan sesuai dengan jadwal 0 0 21,5 30,8 47,7 4,26
kerja
Cost Effectiveness 4,03
Kebijakan biaya penggunaan
sumber daya manusia secara
65 0 0 16,2 64,6 19,2 4,03
maksimal guna kelangsungan
hidup organisasi
Kebijakan biaya keuangan dan
4,04
66 teknologi secara maksimal 0 0 20,0 55,4 24,6
diperlukan
Kebijakan biaya penggunaan
67 sumber daya bahan atau material 0 0,8 20,0 55,4 23,8 4,02
secara maksimal diperlukan
Need for Suervision 4,06
68 Diperlukan pengawasan agar
0 1,5 15,4 63,8 19,2 4,00
pekerjaan dapat selesai
69 Tanggung jawab atas pekerjaan 0 0 14,6 57,7 27,7 4,13
Fungsi pekerjaan dapat
70 0 0,8 16,2 60,0 23,1 4,05
dilaksanakan
Interpersonal Impact 4,22
71 Memilki harga diri 0 0 20,0 34,6 45,4 4,25
Menjaga nama baik diri dan
72 0 0 23,1 32,3 44,6 4,21
organisasi
190

Dapat bekerjasama dengan


73 atasan, sesama rekan kerja serta 0 0,8 13,8 49,2 36,2 4,20
dengan bawahan
Sumber : Data diolah kembali, 2016 (lampiran 4f dan 5f)

Dari tabel di atas, deskripsi responden atas variabel

Kinerja yang terdiri dari indikator Quality, dengan 3 item

pernyataan, indikator quantity dengan 3 item pernyataan, indikator

timelines dengan 3 item pernyataan, indikator cost effectiveness

dengan 3 item pernyataan, indikator need for supervision dengan 3

item pernyataan, dan indikator interpersonal impact dengan 3 item

pernyataan.

Hasil statistik deskriptif membuktikan keenam indikator dari

variabel Kinerja memperoleh respon yang baik dari responden.

Respon yang terbaik adalah pada indikator interpersonal impact

memperoleh rerata respon sebesar 4,22 dan item pernyataan

mem8liki harga diri memperoleh respon sebesar 4,25. Sedangkan

indikator quality memperoleh respon sebesar 3,86, indikator

quantity memperoleh respon 3,83, indikator timelines memperoleh

respon 4,19, indikator cost effectiveness dengan respon 4,03, dan

indikator need for supervision memperoleh respon sebesar 4,06.

Analisis deskriptif baik secara komprehensif maupun berdasarkan

nilai mean indikator tertinggi menghasilkan temuan bahwa kinerja

dosen lebih fokus pada memiliki harga diri, menjaga nama baik diri

dan organisasi serta dapat bekerja sama dan didukung oleh indikator

lain pada variabel kinerja.


191

2. Hasil Analisis Konfirmasi Variabel Penelitian

Analisis konfirmasi untuk setiap faktor atau variabel penelitian

dilakukan untuk memberikan hasil pembuktian bahwa indikator-indikator

yang diukur teruji memberikan kontribusi atau dan mencerminkan sebuah

faktor atau sebuah variabel laten yang diukur. Hasil Confirmatory Factors

Analysis (CFA) untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut:

1) Motivasi

Variabel eksogen penelitian ini salah satunya adalah motivasi yang

direfleksikan oleh lima indikator yaitu kebutuhan fisiologis (X1.1), rasa

aman (X1.2), sosial (X1.3), pengakuan/penghargaan (X1.4) dan kebutuhan

aktualisasi diri (X1.5). Hasil uji konfirmatori seperti pada tabel di bawah

ini:

Tabel 52
Hasil Analisis Faktor Konfirmasi Variabel Motivasi

Variabel Indikator Factor Cut-off Hasil


Loading Value
Kebutuhan fisiologis (X1.1) 0.680 Valid
Kebutuhan rasa aman (X1.2) 0.663 Valid
Motivasi Kebutuhan sosial (X1.3) 0.722 0,5 Valid
Kebutuhan Pengakuan (X1.4) 0.726 Valid
Kebutuhan Aktualisasi (X1.5) 0.668 Valid
Reliability Construct (RC) = 0.821 0,7 Reliabel
Sumber data : lampiran 9 dan 11, 2016

Hasil pengujian bahwa nilai factors loading untuk masing-

masing indikator motivasi teruji melebihi nilai cut-off (0.50).

Perbandingan nilai factors loading diatas 0,5 menunjukkan bahwa

indikator kebutuhan fisiologis (X1.1), rasa aman (X1.2), sosial (X1.3),

pengakuan/penghargaan (X1.4) dan kebutuhan aktualisasi diri (X1.5)


192

dapat mencerminkan variabel motivasi. Temuan pada analisis ini adalah

kebutuhan pengakuan memiliki nilai bobot paling tinggi dibandingkan

dengan indikator lain, artinya kebutuhan pengakuan lebih dominan

mampu menjelaskan motivasi dibandingkan indikator lain. Hal ini

diperkuat dengan hasil analisis Reliability Construct sebesar 0,821

lebih besar dari nilai cut-off sebesar 0,7 (Ghozali, 2010). Perbandingan

ini menunjukkan bahwa lima indikator penelitian yakni kebutuhan

fisiologis (X1.1), rasa aman (X1.2), sosial (X1.3), pengakuan/penghargaan

(X1.4) dan kebutuhan aktualisasi diri (X1.5) memiliki tingkat konsistensi

dalam menjelaskan variabel motivasi.

2). Kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional merupakan variabel eksogen pada

penelitian ini. Variabel kecerdasan emosional direfleksikan lima

indikator yakni Kesadaran diri (X2.1), Instropeksi diri (X2.2), Pengaturan

diri (X2.3), Empati (X2.4) dan Keterampilan sosial (X2.5).

Hasil uji konfirmatori seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 53
Hasil Analisis Faktor Konfirmasi Variabel Kecerdasan Emosional

Variabel Indikator Factor Cut-off Hasil


Loading Value
Kesadaran diri (X2.1) 0.824 Valid
Instropeksi diri (X2.2) 0.906 Valid
Kecerdasan Pengaturan diri (X ) Valid
2.3 0.721 0,5
emosional
Empati (X2.4) 0.819 Valid
Keterampilan sosial (X2.5) 0.717 Valid
Reliability Construct (RC) = 0.899 0,7 Reliabel
Sumber data: lampiran 9 dan 11, 2016
193

Hasil pengujian bahwa nilai factors loading untuk masing-masing

indikator teruji melebihi nilai cut-off (0.50). Perbandingan nilai factors

loading diatas 0,5 menunjukkan bahwa indikator Kesadaran diri (X2.1),

Instropeksi diri (X2.2), Pengaturan diri (X2.3), Empati (X2.4) dan

Keterampilan sosial (X2.5) dapat mencerminkan variabel kecerdasan

emosional. Temuan pada analisis ini adalah indikator instropeksi diri

memiliki nilai bobot paling tinggi dibandingkan dengan indikator lain,

artinya instropeksi diri lebih dominan mampu menjelaskan kecerdasan

emosional dibandingkan indikator lain. Hal ini diperkuat dengan hasil

analisis Reliability Construct sebesar 0,899 lebih besar dari nilai cut-

off sebesar 0,7 (Ghozali, 2010). Perbandingan ini menunjukkan bahwa

lima indikator penelitian yakni Kesadaran diri (X2.1), Instropeksi diri

(X2.2), Pengaturan diri (X2.3), Empati (X2.4) dan Keterampilan sosial

(X2.5) memiliki tingkat konsistensi dalam menjelaskan variabel

kecerdasan emosional.

3). Budaya organisasi

Budaya organisasi merupakan variabel eksogen pada penelitian

ini. Variabel budaya organisasi direfleksikan tiga indikator yakni

Supportive (X3.1), Innovative (X3.2) dan Bureaucracy (X3.3)

Hasil uji konfirmatori seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 54
Hasil Analisis Faktor Konfirmasi Variabel Budaya Organisasi

Variabel Indikator Factor Cut-off Hasil


Loading Value
Budaya Supportive (X3.1), 0.960 0,5 Valid
194

organisasi Innovative (X3.2) 0.863 Valid


Bureaucracy (X3.3) 0.857 Valid
Reliability Construct (RC) = 0.923 0,7 Reliabel
Sumber data: lampiran 9 dan 11, 2016

Hasil pengujian bahwa nilai factors loading untuk masing-

masing indikator teruji melebihi nilai cut-off (0.50). Perbandingan nilai

factors loading diatas 0,5 menunjukkan bahwa indikator Supportive

(X3.1), Innovative (X3.2) dan Bureaucracy (X3.3) dapat mencerminkan

variabel kecerdasan emosional. Temuan pada analisis ini adalah

indikator supportive memiliki nilai bobot paling tinggi dibandingkan

dengan indikator lain, artinya supportive lebih dominan mampu

menjelaskan budaya organisasi dibandingkan indikator lain. Hal ini

diperkuat dengan hasil analisis Reliability Construct sebesar 0.923

lebih besar dari nilai cut-off sebesar 0,7 (Ghozali, 2010). Perbandingan

ini menunjukkan bahwa tiga indikator penelitian yakni Supportive

(X3.1), Innovative (X3.2) dan Bureaucracy (X3.3) memiliki tingkat

konsistensi dalam menjelaskan variabel budaya organisasi.

4). Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional merupakan variabel eksogen

pada penelitian ini. Variabel kepemimpinan transformasional

direfleksikan empat indikator penelitian yakni kharismatik (X4.1),

mempunyai pengaruh (X4.2), mempunyai visi (X4.3) dan tranformasi

pikiran bawahan (X4.4).

Hasil uji konfirmatori seperti pada tabel berikut ini:


195

Tabel 55
Hasil Analisis Faktor Konfirmasi Variabel Kepemimpinan Transformasional

Variabel Indikator Factor Cut-off Hasil


Loading Value
Kharismatik (X4.1) 0.830 Valid
Kepemimpinan Mempunyai pengaruh (X4.2), 0.848 Valid
0,5
transformasional Mempunyai visi (X4.3) 0.907 Valid
Tranformasi pikiran bawahan (X4.4) 0.889 Valid
Reliability Construct (RC) = 0.925 0,7 Reliabel
Sumber data: lampiran 9 dan 11, 2016

Hasil pengujian bahwa nilai factors loading untuk masing-

masing indikator teruji melebihi nilai cut-off (0.50). Perbandingan nilai

factors loading diatas 0,5 menunjukkan bahwa empat indikator

penelitian yakni kharismatik (X4.1), mempunyai pengaruh (X4.2),

mempunyai visi (X4.3) dan tranformasi pikiran bawahan (X4.4) dapat

mencerminkan variabel kepemimpinan transformasional. Temuan pada

analisis ini adalah indikator mempunyai visi yang jelas memiliki nilai

bobot paling tinggi dibandingkan dengan indikator lain, artinya

mempunyai visi yang jelas lebih dominan mampu menjelaskan

kepemimpinan transformasional dibandingkan indikator lain. Hal ini

diperkuat dengan hasil analisis Reliability Construct sebesar 0.925

lebih besar dari nilai cut-off sebesar 0,7 (Ghozali, 2010). Perbandingan

ini menunjukkan bahwa empat indikator penelitian yakni kharismatik

(X4.1), mempunyai pengaruh (X4.2), mempunyai visi (X4.3) dan


196

tranformasi pikiran bawahan (X4.4) memiliki tingkat konsistensi dalam

menjelaskan variabel budaya organisasi.

5). Kepuasan kerja

Kepuasan kerja merupakan variabel endogen pada penelitian

ini. Variabel Kepuasan kerja direfleksikan enam indikator penelitian

yakni tingkat kehadiran (Y1.1), menyenangi pekerjaan (Y1.2),

menyenangi lingkungan (Y1.3), menyenangi atasan (Y1.4), tingkat

partisipasi (Y1.5) dan tingkat retensi (Y1.6).

Hasil uji konfirmatori seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 56
Hasil Analisis Faktor Konfirmasi Variabel Kepuasan Kerja

Variabel Indikator Factor Cut-off Hasil


Loading Value
Tingkat kehadiran (Y1.1) 0.679 Valid
Menyenangi pekerjaan (Y1.2) 0.599 Valid
Kepuasan Menyenangi lingkungan (Y1.3) 0.664 Valid
0,5
kerja Menyenangi atasan (Y1.4) 0.551 Valid
Tingkat partisipasi (Y1.5) 0.637 Valid
Tingkat retensi (Y1.6) 0.705 Valid
Reliability Construct (RC) = 0.806 0,7 Reliabel
Sumber data: lampiran 9 dan 11, 2016

Hasil pengujian bahwa nilai factors loading untuk masing-

masing indikator teruji melebihi nilai cut-off (0.50). Perbandingan nilai

factors loading diatas 0,5 yang menunjukkan bahwa enam indikator

penelitian yakni tingkat kehadiran (Y1.1), menyenangi pekerjaan (Y1.2),

menyenangi lingkungan (Y1.3), menyenangi atasan (Y1.4), tingkat

partisipasi (Y1.5) dan tingkat retensi (Y1.6) dapat mencerminkan variabel


197

Kepuasan kerja. Temuan pada analisis ini adalah indikator tingkat

retensi memiliki nilai bobot paling tinggi dibandingkan dengan

indikator lain, artinya tingkat retensi para dosen lebih dominan mampu

menjelaskan kepuasan kerja dibandingkan indikator lain. Hal ini

diperkuat dengan hasil analisis Reliability Construct sebesar 0.806

lebih besar dari nilai cut-off sebesar 0,7 (Ghozali, 2010). Perbandingan

ini menunjukkan bahwa enam indikator penelitian yakni tingkat

kehadiran (Y1.1), menyenangi pekerjaan (Y1.2), menyenangi lingkungan

(Y1.3), menyenangi atasan (Y1.4), tingkat partisipasi (Y1.5) dan tingkat

retensi (Y1.6). memiliki tingkat konsistensi dalam menjelaskan variabel

kepuasan kerja.

6). Kinerja

Kinerja merupakan variabel endogen pada penelitian ini.

Variabel kinerja direfleksikan enam indikator penelitian yakni quality

(Y2.1), quantity (Y2.2), timelines (Y2.3), cost effectiveness (Y2.4), needs for

supervision (Y2.5) dan interpersonal impact (Y2.6)

Hasil uji konfirmatori seperti pada tabel di bawah ini:

Tabel 57
Hasil Analisis Faktor Konfirmasi Variabel Kinerja

Variabel Indikator Factor Cut-off Hasil


Loading Value
Quality (Y2.1) 0.583 Valid
Quantity (Y2.2) 0.648 Valid
Timelines (Y2.3) 0.654 Valid
Kinerja 0,5
Cost effectiveness (Y2.4) 0.613 Valid
Needs for supervision (Y2.5) 0.577 Valid
Interpersonal impact (Y2.6) 0.682 Valid
198

Reliability Construct (RC) = 0.795 0,7 Reliabel


Sumber data: lampiran 9 dan 11, 2016

Hasil pengujian bahwa nilai factors loading untuk masing-

masing indikator teruji melebihi nilai cut-off (0.50). Perbandingan nilai

factors loading diatas 0,5 yang menunjukkan bahwa enam indikator

penelitian yakni quality (Y2.1), quantity (Y2.2), timelines (Y2.3), cost

effectiveness (Y2.4), needs for supervision (Y2.5) dan interpersonal

impact (Y2.6) dapat mencerminkan variabel kinerja. Temuan pada

analisis ini adalah indikator interpersonal impact memiliki nilai bobot

paling tinggi dibandingkan dengan indikator lain, artinya interpersonal

impact para dosen lebih dominan mampu menjelaskan kinerja

dibandingkan indikator lain. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis

Reliability Construct sebesar 0.795 lebih besar dari nilai cut-off sebesar

0,7 (Ghozali, 2010). Perbandingan ini menunjukkan bahwa enam

indikator penelitian yakni quality (Y2.1), quantity (Y2.2), timelines (Y2.3),

cost effectiveness (Y2.4), needs for supervision (Y2.5) dan interpersonal

impact (Y2.6) memiliki tingkat konsistensi dalam menjelaskan variabel

kinerja.

3. Hasil Analisis asumsi model persamaan struktural

Analisis asumsi model persamaan struktural (SEM) untuk

mendeteksi tingkat kejituan model persamaan struktural yang dibangun.

Analisis asumsi SEM terdiri dari uji normalitas data penelitian, uji outlier dan

uji multikolinieritas. Hasil pengujian diharapkan data penelitian berdistribusi

normal, bebas outlier dan bebas multikolinieritas.


199

a. Uji Normalitas data penelitian

Data penelitian dikatakan berdistribusi normal jika sebaran data

mengikuti garis distribusi normal. Hasil distribusi normalitas dibantu

program SPSS seperti pada gambar berikut menunjukkan bahwa sebaran

data penelitian mengikuti garis normal. Dengan demikian data yang

terkumpul teruji nornal.

Histogram
Dependent Variable: Y2 - KINERJA
20

10
Frequency

Std. Dev = .98


Mean = 0.00
0 N = 130.00
-3

-2

-2

-1

-1

0.

1.

1.

2.

2.

3.
-.5

.5
.0

.5

.0

.5

.0

00

00

50

00

50

00
0
0
0

Regression Standardized Residual


200

Gambar 6
Hasil Distribusi Normalitas Data
Sumber data : lampiran 6a, 2016

b. Uji outlier data penelitian

Outlier adalah kondisi penelitian dari suatu data yang memiliki

karakter unik yang terlihat sangat berbeda (Ghozali,2004;106). Deteksi

terhadap multivariate outliers dilakukan dengan menggunakan nilai

mahalanobis distance dengan membandingkan nilai chi-squares tabel (df,

p <0,05). Jika nilai mahalanobis distance > chi-squares tabel maka

terjadi multivariate outliers. Nilai chi-squares tabel pada df=362 dan p =

0,05 ditunjukkan angka sebesar 407,366 seperti tampak pada Tabel 53

terlihat nilai mahalanobis distance terendah 21,99 dan tertinggi 66,10.

Perbandingan dari angka terendah dan tertinggi menunjukkan bahwa

tidak ada nilai Mahalanobis d-squared melebihi angka Chi Square hitung

(407,366). Dengan demikian data observasi tidak terdapat outlier

multivariat.

Tabel 58
Hasil pengujian multivariate outliers

Observation number Mahalanobis d-squared


24 66.10
42 57.42
10 54.84
80 52.05
85 50.95
36 50.63
44 50.08
201

Observation number Mahalanobis d-squared


50 47.37
17 45.98
68 44.21
1 44.07
: :
75 21.99
Sumber data : lampiran 6b, 2016

c. Uji multikononieritas variabel observed

Problem multikolinieritas terjadi hubungan yang sangat kuat antara

variabel eksogen dengan variabel endogen. Multikolinieritas dapat

dideteksi melalui korelasi masing-masing variabel terukur yang diteliti.

Jika korelasi antar variabel terukur > 0,90 antar variabel terukur

menunjukkan adanya gejala Multikolinieritas. Hasil out-put uji

multikolinieritas pada Lampiran 6c tidak terdapat nilai korelasi diatas

0,90, hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas

diantara vairabel terukur (observed).

4. Hasil model persamaan struktural

Hasil evaluasi terhadap asumsi SEM menunjukkan bahwa data

observasi berdistribusi normal, bebas outlier dan tidak terdapat gejala

multikolinearitas. Analisis full model struktural dilakukan dengan

menggabungkan model variabel laten eksogen dan endogen. Penelitian ini

terdapat empat variabel laten eksogen dan dua variabel laten endogen. Hasil

model persamaan strukutral dibantu dengan program AMOS seperti pada

Gambar 7 dibawah ini.


202

Gambar 7
Hasil Model Persamaan Struktural Penelitian
Sumber data : lampiran 7, 2016

Pada proses perhitungan dibantu program AMOS menghasilkan

beberapa nilai indek Goodness-of-fit model persamaan struktural. Beberapa

nilai indek Goodness-of-fit dibandingkan dengan nilai cut-off berdasarkan

pendapat (Hair et al.,2006). Hasil perbandingan nilai indek Goodness-of-fit

SEM dan nilai cut-off seperti pada Tabel dibawah ini :


203

Tabel 59
Perbandingan dan hasil evaluasi model

Goodness-of-fit Index Hasil Cut-off value Evaluasi


model
Chi-Square 605.983 Diharapkan kecil marjinal
Probability 0,000 0,05 marjinal
RMSEA 0,072 0,08 Baik
GFI 0,747 0,90 marjinal
AGFI 0,696 0,90 marjinal
CMIN/DF 1,674 2 Baik
TLI 0,874 0,95 marjinal
CFI 0,888 0,95 marjinal
Sumber data : lampiran 7, 2016

Berdasarkan perbandingan pada Tabel di atas, menurut Hair et al (2006)

bahwa model dapat dikategorikan baik apabila satu atau dua kriteria

Goodness of fit memenuhi nilai cut-off yang disarankan. Hasil perbandingan

nilai indek Goodness-of-fit SEM dan nilai cut-off menunjukkan bahwa nilai

RMSEA sebesar 0,072 kurang dari nilai cut-off sebesar 0,080 dan nilai

CMIN/DF atau nilai Chi Square hitung dibagi dengan Degree of Freedom

sebesar 1,674 kurang dari nilai cut-off sebesar 2. Berdasarkan dua

perbandingan ini, menurut Hair et al (2006) dapat disimpulkan bahwa model

persamaan struktural yang diuji dapat diterima sebagai alat analisis model

persamaan struktural dan alat untuk menguji hipotesis penelitian.

5. Hasil Hipotesis Peneltian

Hubungan kausalitas pada model persamaan struktural menunjukkan

bahwa terdapat sembilan jalur pengaruh langsung. Hasil analisis statistik

menunjukkan bahwa setiap pengaruh langsung antar variabel penelitian

menunjukkan pengaruh signifikan (lampiran 8), ditunjukkan dengan nilai

probabilitas setiap jalur kurang dari 5%.


204

Adapun hasil pengujian hipotesis penelitian tampak seperti pada tabel berikut

Tabel 60
Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian

Hi Variabel Variabel Variabel Koefisien Koefisien Koefisien Prob. Hasil


eksogen intervening endogen pengaruh pengaruh pengaruh
langsung tak Total
langsung
1 2 3 4 5 6 7 8 9
X1 - 0.413 - 0.413 0.000
X2 - 0.185 - 0.185 0.023 H1 teruji
H1 Y1
X3 - 0.197 - 0.197 0.041
X4 - 0.379 - 0.379 0.000
X1 - 0.277 - 0.277 0.007
H2 X2 - 0.216 - 0.216 0.003 H2 teruji
X3 - Y2 0.293 - 0.293 0.001
X4 - 0.198 - 0.198 0.031
H3 - Y1 Y2 0.314 - 0.314 0.033 H3 teruji
X1 Y1 Y2 0.277 0.130 0.406 Sig.
H4 X2 Y1 Y2 0.216 0.058 0.274 Sig. H4 teruji
X3 Y1 Y2 0.293 0.062 0.355 Sig.
X4 Y1 Y2 0.198 0.119 0.317 Sig.
Keterangan:
X1 = Motivasi
X2 = Kecerdasan emosional
X3 = Budaya organisasi
X4 = Kepemimpinan transformasional
Y1 = Kepuasan kerja
Y2 = Kinerja
Sumber data : lampiran 10a s/d 10c, 2016

Penjelasan tentang pengujian hipotesis penelitian diuraikan sebagai berikut.

a. Hipotesis pertama adalah Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya

Organisasi dan kepemimpinan Transformasional berpengaruh terhadap

Kepuasan Kerja.

Pengaruh simultan pada model persamaan struktural untuk variabel

motivasi, kecerdasan emosional, budaya organisasi dan kepemimpinan

transformasional terhadap kepuasan kerja ditunjukkan oleh nilai


205

probabilitas kurang dari 5% pada kolom ke 8 (Tabel 60), dengan arah nilai

koefisen regresi adalah positip. Hal ini mengindikasikan bahwa motivasi,

kecerdasan emosional, budaya organisasi dan kepemimpinan

transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Dengan

demikian pernyataan hipotesis penelitian pertama teruji.

b. Hipotesis kedua adalah Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya

Organisasi dan kepemimpinan Transformasional berpengaruh terhadap

Kinerja.

Pengaruh simultan pada model persamaan struktural variabel

motivasi, kecerdasan emosional, budaya organisasi dan kepemimpinan

transformasional terhadap kinerja ditunjukkan oleh nilai probabilitas

kurang dari 5% pada kolom 8 (Tabel 60), dengan arah nilai koefisen regresi

adalah positip. Hal ini mengindikasikan bahwa motivasi, kecerdasan

emosional, budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional

berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian pernyataan

hipotesis penelitian kedua teruji.

c. Hipotesis ketiga adalah kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap

Kinerja.

Pengaruh parsial pada model persamaan struktural variabel kepuasan

kerja terhadap kinerja ditunjukkan oleh nilai probabilitas sebesar 0,033

yang tidak melebihi dari angka cut-off tingkat kesalahan sebesar 5% kolom

8 (Tabel 60). Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh

signifikan terhadap kinerja Dengan demikian pernyataan hipotesis

penelitian ketiga teruji.


206

d. Hipotesis keempat adalah Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya

Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan

terhadap Kinerja melalui Kepuasan Kerja.

Hasil pengaruh total pada model persamaan struktural untuk variabel

Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan

Transformasional terhadap kinerja secara berurutan adalah 0,406; 0,274;

0,355 dan 0,317. Angka yang dihasilkan oleh pengaruh total pada kolom 7

(Tabel 60) melebihi pengaruh langsung variabel Motivasi, Kecerdasan

Emosional, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional

terhadap kinerja secara berurutan adalah 0,277; 0,216 ; 0,293 dan 0,198

pada kolom 5 (Tabel 60). Dengan mengamati perbandingan pengaruh total

lebih besar dari pada pengaruh langsung pada pemodelan persamaan

struktural penelitian ini, maka hipotesis penelitian keempat dinyatakan

teruji.

C. Pembahasan

1. Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya organisasi dan Kepemimpinan

Tranformasional berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan kerja.

Pada persamaan struktural variabel eksogen yang terdiri dari variabel

motivasi, kecerdasan emosional, budaya organisasi dan kepemimpinan

transformasional. Standardized variabel Motivasi semua indikator yang

membentuk variabel Motivasi mempunyai loading > 0,5 sehingga indikator

ini dapat dimasukkan dalam analisis model berikutnya. Secara parsial

hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi berpengaruh terhadap

kepuasan kerja. Variabel Motivasi yang terdiri dari indikator kebutuhan


207

fisiologi, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan pengakuan dan

kebutuhan aktualisasi, semua indikator berdasarkan uji validitas dan

reliabilitas instrumen penelitian menunjukkan hasil yang valid dan reliabel

yang menunjukkan bahwa indikator yang terdiri dari beberapa item

pernyataan tersebut sudah valid dan reliabel sehingga konsistensi

pengukuran jika digunakan pada orang yang sama dan waktu yang

berlainan, atau digunakan pada orang berlainan dan waktu yang bersamaan,

dan indikator yang mempunyai nilai loading faktor terbesar adalah

kebutuhan pengakuan (0,726).

Kecerdasan emosional merupakan bentukan dari indikator kesadaran

diri, instropeksi diri, pengaturan diri, empati dan ketrampilan sosial, pada

uji validitas dan reliabilitas instrumen menghasilkan hasil yang valid dan

reliabel. Pada struktur model ternyata semua indikator mendapatkan

loading faktor > 0,5 sehingga indikator ini dapat dimasukkan pada analisis

struktur model berikutnya. Adapun indikator yang memperoleh nilai

loading faktor tertinggi adalah instropeksi diri (0,906).

Budaya organisasi dengan indikator Supportive, Innovative dan

Bureaucracy melalui uji validitas dan reliabilitas intrumen penelitian

menghasilkan data yang valid dan reliabilitas, pada struktur model

menghasilkan masing-masing indikator budaya organisasi memperoleh

loading faktor > 0,5 sehingga variabel ini dapat dimasukkan pada analisis

struktur model berikutnya. Indikator Loading faktor tertinggi pada variabel

budaya organisasi adalah supportive ( 0,960).


208

Kepemimpinan transformasional yang merupakan bentukan dari

indikator kharismatik, mempunyai pengaruh, mempunyai visi, dan

transformasi pikiran bawahan, semua indikator memperoleh loading faktor

> 0,5 sehingga variabel ini dapat dimasukkan pada analisis struktur model

berikutnya. Indikator dari variabel kepemimpinan transformasional

memperoleh loading faktor yang tertinggi adalah mempunyai visi (0,907).

Secara simultan variabel motivasi, kecerdasan emosional, budaya

organisasi, dan kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap

kepuasan kerja, hal ini ditunjukkan nilai probabilitas (p) semua variabel <

0,05 sehingga secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja.

1) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Suryana dkk (2010), Brahmasari dan Suprayitno (2008),

Koesmono (2005) dengan kesimpulan motivasi berpengaruh terhadap

kepuasan kerja. Perbedaan terletak pada objek penelitian, jika penelitian

terdahulu objek penelitian adalah karyawan perusahaan swasta,

sedangkan pada penelitian ini adalah Dosen pada Perguruan Tinggi

Swasta di Banjarmasin.

2) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Nuraningsih dan Putra (2015), Supriyanto dan Troena (2012)

dengan kesimpulan kecerdasan emosional berpengaruh terhadap

kepuasan kerja. Perbedaan terletak pada objek penelitian, jika pada

penelitian terdahulu objek penelitian pada karyawan perusahaan swasta,

sedangkan objek penelitian pada penelitian ini adalah Dosen pada

Perguruan Tinggi Swasta di Banjarmasin.


209

3) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Rinawati (2013), Brahmasari dan Suprayitno (2008),

Koesmono (2005) dengan kesimpulan budaya organisasi berpengaruh

terhadap kepuasan kerja. Perbedaan terletak pada objek penelitian,

penelitian terdahulu objek penelitian adalah karyawan perusahaan

swasta, sedangkan pada penelitian ini adalah Dosen pada Perguruan

Tinggi Swasta di Banjarmasin.

4) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Rinawati (2013), Supriyanto dan Troena (2012), dengan

kesimpulan kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap

kepuasan kerja. Perbedaan terletak pada objek penelitian, kalau pada

penelitian terdahulu objek penelitian adalah karyawan perusahaan

swasta, sedangkan pada penelitian ini adalah Dosen pada Perguruan

Tinggi Swasta di Banjarmasin.

2. Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya organisasi dan kepemimpinan

tranformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Secara parsial hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi

berpengaruh terhadap kinerja. Variabel Motivasi yang terdiri dari indikator

kebutuhan fisiologi, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan

pengakuan dan kebutuhan aktualisasi, semua indikator berdasarkan uji

validitas dan reliabilitas instrumen penelitian menunjukkan hasil yang valid

dan reliabel yang menunjukkan bahwa indikator yang terdiri dari beberapa

item pernyataan tersebut sudah valid dan reliabel sehingga konsistensi

pengukuran jika digunakan pada orang yang sama dan waktu yang
210

berlainan, atau digunakan pada orang berlainan dan waktu yang bersamaan,

dan indikator yang mempunyai nilai loading faktor terbesar adalah

kebutuhan pengakuan (0,726).

Kecerdasan emosional merupakan bentukan dari indikator kesadaran

diri, instropeksi diri, pengaturan diri, empati dan ketrampilan sosial, pada

uji validitas dan reliabilitas instrumen menghasilkan hasil yang valid dan

reliabel. Pada struktur model semua indikator mendapatkan loading faktor

> 0,5 sehingga indikator ini dapat dimasukkan pada analisis struktur model

berikutnya. Adapun indikator yang memperoleh nilai loading faktor

tertinggi adalah instropeksi diri (0,906).

Budaya organisasi dengan indikator Supportive, Innovative dan

Bureaucracy melalui uji validitas dan reliabilitas intrumen penelitian

menghasilkan data yang valid dan reliabilitas, pada struktur model

menghasilkan masing-masing indikator budaya organisasi memperoleh

loading faktor > 0,5 sehingga variabel ini dapat dimasukkan pada analisis

struktur model berikutnya. Indikator Loading faktor tertinggi pada variabel

budaya organisasi adalah supportive ( 0,960).

Kepemimpinan transformasional yang merupakan bentukan dari

indikator kharismatik, mempunyai pengaruh, mempunyai visi, dan

transformasi pikiran bawahan, semua indikator memperoleh loading faktor

> 0,5 sehingga variabel ini dapat dimasukkan pada analisis struktur model

berikutnya. Indikator dari variabel kepemimpinan transformasional

memperoleh loading faktor yang tertinggi adalah mempunyai visi (0,907).


211

Secara simultan variabel motivasi, kecerdasan emosional, budaya

organisasi, dan kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap

kinerja, hal ini ditunjukkan nilai probabilitas (p) semua variabel < 0,05

sehingga secara simultan semua variabel berpengaruh terhadap kinerja.

1) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Munir (2013), Suryana dkk ((2010), Brahmasari dan

Suprayitno (2008), dan Koesmono (2005) dengan kesimpulan motivasi

berpengaruh terhadap kinerja.

2) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Supriyanto dan Troena (2012), Paisal dan Anggarini (2010)

dengan kesimpulan kecerdasan emosional berpengaruh terhadap

kinerja. Perbedaan terletak pada objek penelitian, jika pada penelitian

terdahulu objek penelitian pada karyawan perusahaan swasta,

sedangkan objek penelitian pada penelitian ini adalah Dosen pada

Perguruan Tinggi Swasta di Banjarmasin.

3) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Rinawati (2013), Munir (2013), Brahmasari dan Suprayitno

(2008), Koesmono (2005) dengan kesimpulan budaya organisasi

berpengaruh terhadap kinerja.

4) Secara parsial hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian

terdahulu Rinawati (2013), Supriyanto dan Troena (2012), dengan

kesimpulan kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap

kinerja. Perbedaan terletak pada objek penelitian, kalau pada penelitian

terdahulu objek penelitian adalah karyawan perusahaan swasta,


212

sedangkan pada penelitian ini adalah Dosen pada Perguruan Tinggi

Swasta di Banjarmasin.

3. Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Variabel kepuasan kerja merupakan bentukan dari indikator tingkat

kehadiran, menyenangi pekerjaan, menyenangi lingkungan, menyenangi

atasan, tingkat partisipasi dan tingkat retensi, menghasilkan indikator

dengan loading faktor > 0,5 sehingga variabel ini dapat dimasukkan pada

analisis struktur model berikutnya. Indikator dari variabel kepuasan kerja

yang memperoleh loading faktor yang tertinggi adalah tingkat retensi

(0,705).

Variabel kinerja yang dibentuk dari indikator quality, quantity, timelines,

cost effectiveness, need for supervfision dan interpersonal impact,

menghasilkan loading faktor > 0,5, sehingga variabelini dapat dimasukkan

pada analisis struktur model berikutnya. Sedangkan indikator dari variabel

kinerja yang memperoleh loading faktor tertinggi adalah interpersonal

impact 0,682.

Nilai probabilitas variabel dan indikator penelitian pada regression Weight

pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja diperoleh p sebesar 0,033 < 0,05

sehingga kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja.

Penelitian ini mendukung penelitian Rinawati (2013), Munir (2013),

Suryana dkk (2010), Brahmasari dan Suprayitno (2008), dan Koesmono

(2005), denan kesimpulan kepuasan kerja berpngaruh postif

Terhadap kinerja.
213

4. Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya organisasi dan kepemimpinan

tranformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja melalui

kepuasan kerja.

Koefisien Standardized Direct Effecs, pengaruh langsung variabel

penelitian motivasi, kecerdasan emosional, budaya organisasi dan

kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja, masing-masing

menghasilkan motivasi 0,413, kecerdasan emosional 0,185, budaya

organisasi 0,197, dan kepemimpinan transformasional 0,379.

Pengaruh langung variabel motivasi, kecerdasan emosional, budaya

organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja,

menghasilkan motivasi 0,277, kecerdasan emosional 0,216, budaya

organisasi 0,293, dan kepemimpinan transformasional 0,198.

Sedangkan koefisien Standardized Indirect Effecs, pengaruh tidak

langsung variabel penelitian motivasi, kecerdasan emosional, budaya

organisasi dan kepemimpinan trasformasional masing-msaing diperoleh;

motivasi 0,130, kecerdasan emosional 0,058, budaya organisasi 0,062 dan

kepemimpinan transformasional 0,119.

Koefisien Standardized Total Effecs, pengaruh total variabel penelitian

menghasilkan motivasi sebesar 0,406, kecerdasan emosional 0,274,

budaya organisasi 0,355, dan kepemimpinan transformasional 0,317.

Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa pengaruh total tiap variabel

lebih besar dari pada pengaruh langsung, hal ini membuktikan bahwa

kepuasan kerja mampu memediasi motivasi, kecerdasan emosional,

budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja


214

Dosen pada Perguruan Tinggi Swasta di Banjarmasin, atau dengan kata

lain Motivasi, Kecerdasan Emosional, Budaya organisasi dan

kepemimpinan tranformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja

melalui kepuasan kerja.

Temuan penelitian ini adalah variabel motivasi mendapatkan koefisien

standardized total atau pengaruh total yang tertinggi 0,406 dibandingkan

dengan variabel lain, kecerdasan emosional 0,274, budaya organisasi 0,355,

dan kepemimpinan transformasional 0,317.

1. Dari beberapa indikator yang membentuk variabel motivasi, loading faktor

tertinggi terdapat pada indikator kebutuhan pengakuan sebesar 0,726,

dengan kuesioner/pernyataan a) saya memperoleh pengakuan penghargaan

dilingkungan organisasi, dan b) saya memperoleh pengakuan status

dilingkungan masyarakat. Sedangkan indikator lain seperti kebutuhan

fisiologi, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial dan kebutuhan

aktualiasasi mendapatkan loading faktor yang lebih kecil.

Hasil ini menunjukkan bahwa kebutuhan pengakuan yang merupakan

indikator dari motivasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

kinerja melalui kepuasan kerja.

2. Kecerdasan emosional merupakan bentukan dari indikator kesadaran diri,

instropeksi diri, pengaturan diri, empati dan keterampilan sosial. Loading

faktor tertinggi terdapat pada indikator instropeksi diri sebesar 0,906

dibandingkan indikator lain atas kuesioner/pernyataan a) saya memiliki

rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang telah selesai, b) saya mau

menerima kritikan atas hasil pekerjaan yang telah selesai.


215

Hasil ini menunjukkan bahwa instropeksi diri yang merupakan salah satu

indikator dari kecerdasan emosional berpengaruh terhadap kinerja melalui

kepuasan kerja.

3. Budaya organisasi dengan indikator Supportive, Innovative dan

Bureaucracy. Indikator Loading faktor tertinggi pada variabel budaya

organisasi adalah supportive ( 0,960), dibandingkan dengan indikator lain.

Indikator Supportive melalui kuesioner a) institusi memberikan

kepercayaan untuk mendukung kerja kelompok atas tugas yang diberikan,

b) institusi memberikan kepercayaan agar berorientasi pada orang lain guna

mendukung tugas pekerjaan yang diberikan.

Hasil ini menunjukkan bahwa indikator Supportive yang merupakan salah

satu indikator dari variabel budaya organisasi berpengaruh positif dan

signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan kerja.

4. Kepemimpinan transformasional yang merupakan bentukan dari indikator

kharismatik, mempunyai pengaruh, mempunyai visi, dan transformasi

pikiran bawahan. Loading faktor yang tertinggi adalah mempunyai visi

0,907, dengan kuesioner/pernyataan a) pimpinan mempunyai visi yang

jelas yang rasional sesuai dengan tujuan institusi, b) pimpinan mampu

mengatasi konflik internal institusi dengan bijaksana.

Hasil ini menunjukkan bahwa indikator mempunyai visi, merupakan

salah satu indikator dari variabel kepemimpinan transformasional

berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja melalui kepuasan kerja.

D. Implikasi hasil penelitian dan Rekomendasi Peneliti mendatang


216

1. Implikasi hasil penelitian

Karena pengaruh motivasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja

menghasilkan temuan yang lebih dominan dibandingkan dengan variabel lain

terutama pada indikator kebutuhan pengakuan, pada variabel kecerdasan

emosional, indikator yang lebih dominan adalah instropeksi diri, variabel budaya

organisasi dengan indikator yang lebih dominan supportive, dan variabel

kepemimpinan transformasional dengan indikator yang lebih dominan adalah

mempunyai visi, hasil ini menunjukkan bahwa motivasi Dosen Perguruan Tinggi

Swsta di Banjarmasin, melalui kecerdasan emosional (instropeksi diri), maupun

budaya organissi supportive, yang mendukung kinerja serta kepemimpinan

transformasional (mempunyai visi) mampu meningkatkan kinerja melalui

kepuasan kerja sebagai variabel antara (pemediasi) dari motivasi, kecerdasan

emosional, budaya organisasi dan kepemimpinan transformasional.

2. Rekomendasi peneliti mendatang

Untuk meningkatkan kinerja Dosen Perguruan Tinggi Swasta di

Banjarmasin agar lebih optimal lagi, maka perlu diteliti variabel antara

(pemediasi) lain, selain kepuasan kerja yang diteliti dalam penelitian ini.

Dengan melihat hasil yang menunjukkan bahwa variabel motivasi lebih dominan

mempengaruhi kinerja melalui kepuasan kerja, bahwa motivasi Dosen pada

Perguruan Tinggi Swasta di Banjarmasin ternyata melalui kepuasan kerja dapat

lebih meningkatkan kinerja.

Penalaran diatas, memberikan sumbangan pemikiran baru bagi peneliti yanag

akan datang, bahwa ada banyak variabel lain yang dapat diteliti dan diuji sebagai

pemediasi seperti variabel komitmen organisasi, pengembangan karir, pelatihan

dan pengembangan SDM, kompensasi dan insentif, maupun konflik dan stres
217

kerja dan lain-lain yang dapat diteliti untuk mendapatkan kinerja yang lebih

optimal.