Anda di halaman 1dari 30

progestin

1. Definisi
Progestin adalah progestogen sintetik yang memiliki efek mirip
dengan progesteron alami. Progestin merupakan hormon dan digunakan
baik oleh laki-laki dan perempuan untuk tujuan yang berbeda.

2. Sejarah
Pada tahun 1921 Haberlandt melakukan transplantasi ovarium
binatang percobaan yang sedang hamil kepada binatang lain dari spesies
yang sama. Ia menemukan kemandulan sementara pada binatang yang
menerima transplantasi. Pada tahun 1930 Allen melakukan isolasi
progesteron, dan pada tahun-tahun berikutnya Bickenbach dan von
Massenbach menemukan bahwa progesteron, testosteron, dan estrogen
dapat menghambat ovulasi. Walaupun demikian, sampai tahun 1950
hormon steroid ini belum mendapat tempat sebagai obat antifertilitas,
tetapi banyak diselidiki untuk menghasilkan kortison. Barulah pada tahun
1950-an setelah Pincus, Chang, dan Rock menemukan bahwa pemberian
progesteron per-os pada hari ke 5 sampai ke 25 daur haid dapat
menghambat ovulasi, hormon steroid ini dipakai untuk keperluan
kontrasepsi.

3. Progestin Alami : Progesterone


Progesteron merupakan progestin terpenting pada manusia. Di
samping memiliki efek-efek hormonal yang penting, progesterone
berfungsi sebagai prekursor pada esterogen, androgen, dan steroid-steroid
adrenokortikal. Progesterone disintesis dalam ovarium, testis, dan adrenal
dari cholesterol yang beredar. Sejumlah besar progesterone juga disintesis
dan dirilis oleh plasenta selama kehamilan.
Dalam ovarium, progesterone diproduksi terutama oleh korpus
luteum. Pria normal tampak menyekresi 1-5 mg progesterone setiap hari,
yang menyebabkan kadar plasma sekitar 0,03 g/dl. Kadar palsma ini
hanya sedikit lebih tinggi dari pada wanita selama masa folikuler dari
siklus, ketika itu progesteron yang sekresi per hari jumlahnya hanya
beberapa miligram saja. Selama fase luteal, kadar plasma berkisar dari 0,5
g/dl sampai 2 g/dl lebih.

4. Progestin sintesis
Berbagai senyawa progestasional telah disintesis. Sebagian ada
yang bersifat aktif bila diberian lewat mulut. Senyawa-senyawa ini bukan
merupakan sekelompok senyaawa seragam, dan semua senyawa berbeda
dari progesteron dalam satu atau lebih hal. Secara umum senyawa-
senyawa karbon -21 (hydroxyprogesterone, medroxyprogesterone,
megestrol, dan dimethisterone) secara kimia dan farmakologi berhubungan
erat dengan progesteron. Sebuah kelompok baru progestin sintesis
generasi-ketiga telah diperkenalkan, terutama sebagai komponen
kontrasepsi oral. Senyawa-senyawa steroid "19-nor, 13-ethyl" meliputi
desogestrel, gestodene, dan norgestimate. Mereka ini dianggap memiliki
aktivitas androgenik yang lebih rendah dibanding progestin sintesis
generasi sebelumnya

5. Farmakokinetik
Progesterone diabsorbsi dengan cepat setelah diberikan melalui
rute apa saja. Waktu paruhnya dalam plasma sekitar 5 menit, dan sejumlah
kecil progesterone disimpan sementara dalam lemak tubuh. Progesterone
dimetabolisme hampir dengan sempurna dalam sekali jalan melalui hati,
dan karena alasan ini progesterone menjadi sangat tidak efektif pada
formulasi yang diberikan secara oral. Namun, preparat-preparat oral
progesterone micronized dosis tinggi telah dikembangkan sehingga
memberikan efek progestin yang memadai.
Dalam hati, progesterone dimetabolisme menjadi pregnanaediol
dan berkonjugasi dengan asam glukoronat. Progesterone diekskresi ke
dalam urine sebagai pregnanaediol glucuronide. Jumlah pregnanediol
dalam urine dipakai sebagai indeks sekresi progesterone. Pengukuran ini
sangat berguna meskipun kenyataannya jumlah sekresi progesterone yang
dikonversi menjadi senyawa ini berbeda dari hari ke hari dan dari individu
ke individu. Di samping progesterone, juga ditemukan 20- dan 20-
hydroxyprogesteron (20- dan 20- hydroxyl-4-pregnene-3-one). Senyawa
senyawa ini memiliki seperlima dari aktivitas progestasional yang
merupakan progesterone pada manusia dan spesies lain. Peran fisiologinya
tidak banyak diketahui, tetapi 20- hidroxyprogesterone diproduksi dalam
jumlah besar pada spesies tertentu dan kemungkinana secara biologis
sangat penting.
Rute pemberian biasa. Sebagian besar agen ini dimetabolisme
secara luas menjadi produk-produk tidak aktif yang terutama disekresi
dalam urine.
Ekskresi progesteron pada fase folikuler, pasca-menopause dan
pada pria, sekitar 1 mg/hari; pada fase luteal 2-4 mg, dan pada
kehamilanseelum eterm 50-70 mg/hari.

6. Farmakodinamik

a) Indikasi
1) Kontrasepsi. Beberapa devirat progestin sering dikombinasi
dengan devirat estrogen untuk kontrasepsi oral. Selain itu sebagai
obat tunggal medroksiprogesterone asetat dan noretindron enantat
digunakan sebagai kontrasepsi suntikan jangka panjang.

2) Disfungsi pendarahan rahim. Untuk menghentikan pendarahan


yang berlebihan dan pengaturan siklus haid, diberikan progestin
oral dosis besar, misalnya MPA 10mg/hari, selama 10 hari.
Sedangkan untuk mencegah berulangnya pendarahan rahim
fungsional perlu diberikan progestin oral secara berkala midal 5-10
mg noretindron sehari selama 5 hari tiap bulan, dimulai dari hari
ke-20 sampai hari ke-25 siklus haid.
3) Nyeri haid. Pemberian kombinasi estrogen dengan progestin
diindikasikan pada nyeri haid yang tidak dapat diatasi dengan
estrogen saja. Progestin ditambahkan mulai hari ke-5 sampai ke-25
atau selama 5 hari terakhir siklus haid.
4) Endometriosis. Dapat diberikan noretindron 5 mg selama 2
minggu, ditingaktkan 2,5 mg/hari setiap 1-2 minggu sampai
mencapai 15mg/hari. Terapi ini dapat diteruskan sampai beberapa
bulan. Namun sering terjadi efek samping, sedangkan hasilnya
belum tentu memuaskan.
5) Ancaman abortus dan abostus habitualis. Sekarang progestin tidak
lagi diindikasikan untuk abortus habitualis, karena ke-
efektifitasnya diragukan dan dapat menyebabkan efek teratogenik.
Hidroksiprogerterone dapat diberikan pada pasien dengan
defisiensi progesteron dan diberika pas=da trisemester I. untuk
diagnosis ini harus dilakukan pemeriksaan kadar pregnanediol di
urin dan plasma, dan dipertimbangkan kemungkinan timbulnya
efek teratogenik pada fetus
6) Karsinoma. MPA (Medroksi Progesteron Asetat) dengan dosis
200-400 mg/hari oral atau 400-1.000 mg IM setiap minggu, dapat
diberikan pada pasien karsinoma endometrium yang rekurens atau
yang telah bermetastatis.

b. Kontraindikasi, peringatan, dan efek efek yang tidak diinginkan


Beberapa kajian mengenai senyawa-senyawa progestasional saja
dan dengan kombinasi oral menunjukkan bahwa progestin dalam agen-
agen ini kemungkinan dapat meningkatkan tekanan darah pada pasien-
pasien tertentu. Androgenic progestin yang semakin banyak mereduksi
kadar HDL plasma pada wanita. Dua studi terakhir menyarankan bahwa
kombinasi progestin ditambah terapi penggantian estrogen pada wanita-
wanita pascamenopause dapat meningkatkan resiko kanker payudara
secara signifikan dibandingkan dengan resiko pada wanita-wanita yang
mengonsumsi estrogen saja. Temuan-temuan ini memerlukan pengkajian
yang seksama dan hati-hati jika dikuatkan ini akan menyebabkan
perubahan-perubahan penting dalam hal pemberian penggantian hormone
pascamenopause.

Mekanisme kerja progesterone mirip dengan mekanisme kerja


hormone-hormon steroid. Progestin memasuki sel dan mengikat reseptor
progesteron yang tersebar antara nucleus dan sitoplasma. Kompleks
reseptor ligan mengikat sebuah elemen respons untuk mengaktifkan
transkripsi gen. elemen respons untuk progesterone tampak mirip dengan
elemen respons kortikosteroid, dan spesivitas respons ini bergantung pada
reseptor mana yang ada di dalam sel serta bergantung pada koregulator
reseptor spesifik lain dan interaksi dari factor factor transkripsi. Kompleks
reseptor progesterone membentuk sebuah dimer sebelum mengikat DNA.
Seperti halnya reseptor estrogen, progesterone dapat membentuk
heterodinamer-heterodinamer di antara dua isoform: A dan B. isoform-
isoform ini diproduksi dari pembelahan alternative pada gen yang sama.
Progesterone mempunyai efek sedikit pada metabolisme protein. Ia
merangsang aktivitas lipase lipoprotein dan tampaknya mempengaruhi
deposisi lemak. Efeknya pada metabolism karbohidrat lebih menonjol.
Progesterone meningkatkan kadar insulin basal dan insulin tersebut
merespons glukosa. Biasanya tidak ada perubahan yang jelas dalam
toleransi karbohidrat. Dalam hati, progesterone meningkatkan simpanan
glikogen, mungkin dengan memfasilitasi efek insulin. Progerteron juga
meningkatkan ketogenesis.
Progesterone dapat bersaing dengan aldosteron merebutkan
reseptor mineralocorticoid dari tubulus ginjal, yang menyebabkan
penurunan reabsorpsi Na+. Ini menyebabkan meningkatkan sekresi
aldosteron oleh korteks adrenal (Misalnya, saat kehamilan). Progesterone
menaikkan suhu tubuh manusia. Mekanisme efek ini tidak diketahui, tetapi
diduga disebabkan oleh perubahan pusat pengatur suhu di hipotalamus.
Progesterone juga mengubah fungsi pusat respirasi. Respons ventilasi
terhadap 2 meningkat (progestin sintetis dengan penurunan 2
arterial dan alveolar selama kehamilan dan pada fase luteal siklus
menstruasi. Progestesteron dan steroid terkait juga mempunyai efek
depresan dan hipnotik pada otak.
Progesterone bertanggung jawab atas perkembangan alveolobuler
dari apparatus sekresi dalam payudara. Ia juga menyebabkan maturasi dan
perubahan fase sekresi endometrium yang sering terlihat mengkuti ovulasi.
Progesterone menurunkan sebagian besar kadar asam amino dalam
plasma dan menyebabkan meningkatnya ekskresi nitrogen di urine. Ia
menginduksi perubahan-perubahan struktur dan fungsi dari reticulum
endoplasma pada hewan hewan percobaan.
Analog 21-carbon progesterone mengantagonisasi aldosteron yang
menginduksi retensi natrium. Senyawa lain ( agen-agen 19-
nortestosteron generasi ketiga ) menimbulkan perubahan penting dalam
stroma endometrium, tidak meningkatkan kebuntingan pada hewan hewan
percobaan, dan lebih efektif sebagai penghambat gonadrotopin, dan
kemungkinan memiliki aktivitas estrogenic dan androgenic yang minimal
atau aktifitas anabolic. Senyawa-senyawa ini kadang-kadang disebut
androgen yang terganggu (impeded). Progestin tanpa aktivitas
androgenic termasuk desogestrel,norgestimate, dan gestodene. Dua yang
pertama dari senyawa senyawa ini dikeluarkan dalam bentuk kombinasi
dengan ethinyl estradiol untuk kontrasepsi oral di Amerika Serikat.
Kontrasepsi-kontrasepsi oral yang mengandung progestine cyproteron
acetate (juga antiandrogen) atau drospirenone (juga suatu
antimineralcorticoid) kombinasi dengan ethinyl estradiol sedang dalam
penelitian di Amerika Serikat.

7. Penggunaan klinis progestin


A. Aplikasi terapeutik
Hormone progestin terutama digunakan untuk terapi penggantian
hormon dan untuk kontrasepsi hormonal. Di samping itu, hormone
progestin berguna untuk menimbulkan supresi/penekanan ovarium jangka
panjang untuk tujuan lain. Apabila digunakan sendiri dalam dosis besar
secara parental misalnya (medroxyprogesterone acetate 150 mg
intramuscular setiap 90 hari), dapat menyebabkan anovulasi dan amonorea
jangka panjang. Terapi ini diterapkan dalam pengobatan disminero,
endrometriosis, dan gangguan pendarahan apabila estrogen
dikontraindikasikan, dan untuk kontrasepsi. Masalah penting dengan
regimen ini, yaitu diperlukan waktu yang lama pada pasien-pasien tertentu
untuk mengembalikan fungsi ovulasi setelah terapi dihentikan. Regimen
ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien-pasien yang merencanakan
kehamilan dalam waktu dekat. Regimen serupa akan meredakan hot
flushes (kulit kemerahan & hangat) pada sebagian wanita yang mengalami
menopause dan dapat diberikan jika terapi estrogen dapat
dikontraindikasikan.
Medroxyprogesterone acetate, 10-20 mg yang dikonsumsi secara
oral dua kali seminggu atau secara intramuscular dalam dosis 100 mg/m2
setiap 1-2 minggu akan mencegah menstruasi. Tetapi tidak akan menahan
percepatan maturasi tulang pada anak-anak yang mengalami masa puber
yang terlalu cepat.
Progestin nampaknya tidak dapat digunakan dalam praktik aborsi
yang mengancam atau aborsi habitual. Laporan terdahulu mengenai
kegunaan agen ini didasarkan pada asumsi yang tidak dapat dijamin bahwa
setelah beberapa aborsi, kemungkinan terjadinya aborsi ulangan adalah
lebih dari 90%. Apabila agen-agen progestasional deberikan kepada pasien
pasien yang mengalami aborsi sebelumnya. Diperoleh angka keselamatan
sebesar 80%. Sekarang diketahui bahwa pada pasien yang sama terjadi
aborsi hanya sekitar 20% meskipun tidak diobati dengan agen ini.
Progesterone dan medroxyprogesterone telah dipakai dalam
pengobatan wanita-wanita yang mengalami kesulitan hamil dan wanita-
wanita yang memperlihatkan kenaikan lambat suhu tubuh basal. Belum
ada bukti yang meyakinkan bahwa pengobatan ini efektif.
Preparat progesterone dan medroxyprogesterone telah digunakan
untuk mengobati sindroma premenstruasi. Beberapa studi terkontrol belum
mengonfirmasikan efektivitas terapi seperti ini kecuali apabila digunakan
dosis yang cukup untuk mensupresi ovulasi.

B. Penggunaan dignostik
Progesterone dapat digunakan sebagai uji ekskresi estrogen, pemberian
progesterone 150 mg/hari atau medroxyprogesterone 10 mg/hari, selama
5-7 hari, akan disertau withdrawel bleeding (perdarahan yang terjadi
setelah obat dihentikan) pada pasien-pasien yang amenorea hanya jika
endometrium telah dirangsang dengan estrogen. Gabungan estrogen dan
progestin dapat diberikan untuk menguju respons endometrium pada
pasien amenorea.
8. Sediaan progestin

9. Penggolongan obat
Progestogen Alamiah & sintetis
1. Progestogen alamiah : Progesteron
2. Progestogen sintesis ada 2 :
a. Turunan Progesteron :
struktur kimia menyerupai progesteron : ada 2
1). Turunan Pregnan :
a). Dengan Asetilat : MPA (Medroksiprogesterone asetat,
Megestrol Asetat, Siproteron Asetat
b). Tanpa asetilat : Didrogesteron
2). Turunan nonpregnan :
Demegeston
Promogeston
Nomegestrol Asetat

b. Turunan Testosteron :
struktur kimia menyerupai testosteron ada 2
1). Dengan gugus Etinil : ada 2
a). Turunan Estran : Noretindron, Noretinodrel, Linestrenol,
Noretindron, Asetat, Etinodiol Asetat
b). Turunan Gonan : Levonorgestrel, Desogestrel,
Gestoden, Norgetimat
2). Tanpa gugus Etinil
Dienogest

1) Medroksiprogesterone asetat
PLANIBU
GOLONGAN
K Merah
KANDUNGAN
Per ml : Medroksiprogesteron asetat
INDIKASI
Kontrasepsi.
KONTRA INDIKASI
1. Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosa, infeksi saluran kemih, patologi
payudara.
2. Sedang menggunakan Rifampin atau anti konvulsan.
3. Pap smear yang tidak normal (tingkat 3 atau lebih) dan sedang atau
4. sebelumnya menderita penyakit hati berat, termasuk gatal-gatal berat saat
hamil.
5. Tromboembolik atau penyakit aterosklerosis.

PERHATIAN
Diabetes, hipertensi, riwayat depresi mental.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
Penelitian pada manusia dan hewan telah menunjukkan janin yang abnormal
atau ada kejadian berbahaya pada janin berdasarkan pengalaman manusia atau
keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melampaui
keuntungannya. Obat dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau akan
hamil.
KEMASAN
Vial 50 mg/mL x 3 mL x 10 biji.
DOSIS
0,5 mL secara intramuskular (IM) dalam interval 30 hari.

2) Megestrol acetat
Megestrol adalah hormon progesteron buatan manusia (sintetik), dan termasuk
di dalam obat-obat untuk terapi hormon karena cara bekerjanya mempengaruhi
hormon yang membuat sel kanker tumbuh dan berkembang. Megestrol
digunakan untuk terapi kanker payudara dan kanker rahim (endometrial cancer)
dengan cara mempengaruhi (memanipulasi) hormon perempuan (seperti
estrogen) yang mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya tumor/kanker. Cara
bekerjanya dengan mempengaruhi kesimbangan kadar hormon di dalam tubuh
yang akibatnya akan menghentikan kanker tumbuh, atau bisa juga langsung
mempengaruhi sel kanker sehingga sel kanker tersebut tidak bisa tumbuh.
Megestrol mempunyai efek samping berat badan yang meningkat sebagai hasil
dari nafsu makan yang meningkat. Megestrol tablet diminum untuk mengurangi
gejala dan rasa tidak nyaman/sakit yang di derita oleh mereka dengan kanker
payudara stadium lanjut dan kanker dinding rahim (endometrial cancer)
stadium lanjut. Gejala yang berusaha dikurangi oleh Megestrol antara lain
adalah: hilang/berkurangnya nafsu makan, malnutrisi (keadaan dimana tubuh
kekurangan gizi), dan berat badan yang sangat berkurang (kurus). Jadi,
Megestrol TIDAK digunakan pada mereka yang tidak mempunyai
persoalan/gejala berat badan atau kurang gizi seperti yang disebut diatas.
(karena pada mereka dengan penyakit acquired immunodeficiency syndrome
(AIDS) bisa mengalami gejala berat badan menurun dan kurang gizi, maka
Megestrol yang berbentuk suspensi digunakan pada penderita AIDS)Ada
beberapa penelitian yang melihat kegunaan dari terapi Megestrol terhadap
mereka dengan kanker payudara stadium lanjut yang berstatus triple negatif
(artinya pada sel kanker nya tidak ditemukan reseptor estrogen, progesteron dan
juga tidak ditemukan protein Her2-neu). jurnal medis ini menjelaskan
bagaimana pada mereka dengan kanker payudara stadium lanjut, pada waktu
mengalami persoalan dengan berat badan yang menurun drastis, kekurangan gizi
dan tidak punya nafsu makan, maka Megestrol menjadi salah satu pilihan terapi
untuk memperingan gejala/keadaan. Pada mereka dengan kanker payudara yang
berstatus triple negatif, pilihan terapi hanya kemoterapi, padahal kemoterapi
yang diberikan terus menerus dan dalam jangka panjang, bisa memperburuk efek
samping yang berat sehingga akan menurunkan kualitas hidup. Maka, Megestrol
dicobakan untuk menjadi pilihan terapi pada mereka dengan kanker payudara
stadium lanjut yang berstatus triple negatif, dengan tujuan untuk menaikkan
kualitas hidup dari penyandang kanker payudara stadium lanjut yang berstatus
triple negatif. Bukti yang didapatkan (dari penelitian ini) menyebutkan bahwa
Megestrol bisa dijadikan terapi alternatif (selain kemoterapi yang terus menerus)
pada mereka dengan kanker payudara stadium lanjut yang berstatus triple
negatif yang kondisi tubuhnya jelek. Tetapi, hasil penelitian ini juga
menyebutkan bahwa perlu penelitian-penelitian selanjutnya untuk memastikan
bahwa Megestrol adalah benar bisa diandalkan sebagai terapi alternatif pada
kelompok dengan kanker payudara stadium lanjut yang berstatus triple negatif
yang keadaan fisiknya lemah, untuk menggantikan kemoterapi pada saat-saat
tertentu.
Contoh obat :
TRACETATE 40MG/ML SYR 200ML
Sub
Kemoterapi Hormonal
Kategori:
karsinoma , kanker ,
Tag: karsinoma payudara ,
karsinoma endometrium
Komposisi: Megestrol acetate

Terapi paliatif untuk karsinoma payudara dan karsinoma


Indikasi: endometrium tahap lanjut, yaitu yang rekuren, tidak dapat dioperasi,
atau yang sudah bermetastasis

Karsinoma payudara : 160mg / hari ; Karsinoma endometrium : 40-


Dosis: 320 mg / hari. Diberikan dalam dosis tunggal atau terbagi selama
sekurang-kurangnya 2 bulan

Penyajian: Berikan pada saat makan

Perhatian: Riwayat tromboflebitis, wanita menyusui dan anak-anak

Peningkatan BB, mual, muntah, edema, perdarahan uterus di antara


periode menstruasi, JArang terjadi : fenomena tromboembolik,
Efek dispnea, gagal jantung, hipertensi, rasa panas dan kemerahan pada
Samping: wajah, perubahan mood, fasies cushingoid, tumor flare (dengan atau
tanpa hipokalsemia), hiperglikemia, alopesia, sindrom terowong
karpal ( Carpal tunnel syndrome ), ruam kulit

Kemasan: 1 Botol

Harga: Rp 500.192,- / Botol

Pabrik: Fahrenheit

Tracetate merupakan obat yang digunakan sebagai terapi paliatif


Deskripsi: untuk karsinoma atau kanker payudara dan endometrium tahap lanjut.
Beli Tracetate 40MG/ML Syr 200ML di apotek online K24klik dan
dapatkan manfaatnya.
3) Siproteron asetat
Cyproplex Tablet
Cyproplex Tablet 50 mg x 2 x 10 biji,
CYPROPLEX
GOLONGAN
K Merah
KANDUNGAN
Cyproterone acetate / Siproteron asetat.
INDIKASI
Kanker prostat, libido yang berlebihan atau kebiasaan seksual yang menyimpang
pada pria.
KONTRA INDIKASI
Bentuk kanker lainnya, penyakit hati, depresi berat jangka panjang, gangguan
pembekuan darah, diabetes berat, anemia sel sabit, pada periode sebelum atau
selama pubertas, wanita.
PERHATIAN
Diabetes.
Dapat mengganggu kemampuan dalam mengendarai kendaraan atau
mengoperasikan mesin.
Interaksi obat :
alkohol.
EFEK SAMPING
Rasa lelah, lemah, keluhan pada lambung, pembesaran payudara, perubahan
berat badan, menurunkan kemampuan reproduksi, menurunkan
volume ejakulasi, menurunkan fungsi hati.
KEMASAN
Tablet 50 mg x 2 x 10 biji.
DOSIS
Kanker prostat : 2-3 kali sehari 2 tablet.
Libido yang berlebihan atau kebiasaan seksual yang menyimpang : 2 kali sehari
1 tablet.
PENYAJIAN
Dikonsumsi bersamaan dengan makanan
PABRIK
Pharmachemie.

4. Didrogesteron
Didrogesteron (dydrogesterone) adalah suatu hormon progetogen. Duphaston
adalah contoh sediaan dagang yang mengandung didrogesteron yang
diproduksi oleh Abbot. Didrogesteron digunakan secara luas pada penanganan
kasus-kasus ginekologis. Didrogesteron umum digunakan dalam penanganan:
1. Menorrhagia
2. Dismenorrhea
3. Pencegahan abortus spontan pada wanita dengan riwayat abortus (Abortus
habitualis)
4. Endometriosis
5. Sindrom premenstruasi
6. Terapi pengganti hormon

Rumus struktur didrogesteron


Sediaan dagang didrogesteron

Namun penggunaan didrogesteron pada kasus-kasus abortus ini kurang


direkomendasikandibeberapa negara. Bahaya didrogesteron pada wanita hamil
belum diketahui. (BNF 57.2009)

Didrogesteron adalah progestogen generasi baru yang kurang androgenik


dibandingkan dengan progestogen generasi sebelumnya, seperti norethisteron,
norgestrel maupun levonorgestrel. Disrogesteron merupakan analog Progesteron.

Penggunaan yang lebih umum dari didrogesteron adalah untuk terapi


penggantian hormon/ hormone replacement therapy (HRT) pada wanita
menopause atau premenopause dengan dosis 20 mg perhari selama 12-14 hari
setiap siklus. Serta untuk indikasi proteksi endometrium dengan dosis 10-20 mg
perhari selama 12-14 hari setiap siklus. Dalam HRT, didrogesteron relatif lebih
aman dibanding progestogen lainnya, karena senyawa ini tidak memberikan efek
androgenik. (Dipiro)

Sedangkan penggunaan didrogesteron pada kasus abortus yang mengancam atau


abortus habitualis, diasumsikan dalam hubungannya dengan kasus insufisiensi
luteal. Insufisiensi luteal mengakibatkan produksi progesteron ovarium yang
tidak memadai dan akhirnya mengakibatkan sekretori endometrium yang tak
lengkap dan implantasi sel telur pada dinding rahim yang tidak efektif. Abortus
spontan dan abortus habitualis terjadi pada sekitar 15% kehamilan.

Dalam penanganan abortus ini, didrogesteron diasumsikan memberikan peranan


dalam dua tahapan berikut:
1. Dengan mengembalikan fungsi luteal, sehingga mengurangi angka
kejadian abortus pada trimester pertama kehamilan
2. Melalui relaksasi otot polos uterus, sehingga janin lebih terlindungi.
Terakhir diketahui bukti bahwa respon imun ibu selama masa kehamilan juga
berpengaruh terhadap keberhasilan terapi dengan didrogesteron ini. Dalam kasus
abortus, didrogesteron memberikan angka keberhasilan hingga 70%. Kendati
demikian Amerika Serikat, Uni Eropa dan Australia tidak merekomendasikan
penggunaan didrogesteron untuk kasus abortus, karena resikonya yang belum
diketahui dengan pasti. Di beberapa negara lain, penggunaan didrogesteron pada
kehamilan diperbolehkan dengan alasan:
1. Tidak memiliki efek penghambatan pada ovarium
2. Tidak mengubah pola normal sekresi endometrium
3. Tidak menghambat pembentukan progesteron plasenta pada masa awal
kehamilan
4. Tidak menyebabkan efek maskulinisasi pada janin perempuan, karena
didrogesteron tidak memiliki efek androgenik.
Didrogesteron memiliki struktur yang hampir sama dengan progesteron alami,
namun memiliki sifat unik yang potensial yaitu merupakan progestogen yang
aktif pada pemberian oral. Didrogesteron diabsorpsi dengan baik pada
pemberian oral.

Pada pemberian didrogesteron secara oral, didrogesteron memberikan


keuntungan-keuntungan farmakologis dibandingkan dengan progesteron
endogen, diantaranya:
1. Aktif pada dosis rendah
2. Memiliki sifat selektif progestonik tanpa aktivitas hormonal seperti halnya
progestogen generasi terdahulunya
3. Jumlah didrogesteron yang diabsorbsi dapat diperkirakan karena tidak
dicerna pada saluran cerna
Didrogesteron dikarakteristik melalui aktivitas progestasional dan anti-estrogen.
Potensi progestonik oral didrogesteron 20 kali lipat lebih besar dibandingkan
progesteron. Didrogesteron juga tidak menghilangkan manfaat estrogen dan
mengganggu organ-organ lain. Didrogesteron mempunyai afinitas yang rendah
pada reseptor androgenik, itulah yang menyebabkan hormon sintetik ini tidak
menghasilkan aktivitas androgenik meskipun digunakan pada dosis tinggi dan
pada terapi jangka panjang.

Didrogesteron sebagaimana progestogen lainnya dikontraindikasikan pada


pasien dengan riwayat tumor hati atau kerusakan hati. Selain itu
dikontraindikasikan pula pada wanita yang menderita kanker payudara atau
saluran genital, penyakit-penyakit arterial, perdarahan vaginal yang tak diketahui
penyebabnya, dan porphyria akut. Progestogen juga tidak boleh digunakan pada
wanita dengan riwayat kehamilan dengan idiopatic jaundice, pruritus, dan
pemphigoid gestationis.

Pemberian progestogen (didrogesteron) ini harus dipantau pada pasien-pasien


yang mengalami kondisi-kondisi yang dapat memperburuk retensi cairan,
seperti: epilepsi,hipertensi, asma, migrain, disfungsi ginjal atau jantung, dan
tromboembolism terutama pada penggunaan dosis tinggi. Begitu pun pada
pasien dengan riwayat kerusakan hati dan depresi. Progestogen juga dapat
menurunkan toleransi terhadap glukosa pada penderita diabetes melitus.

Didrogesteron dan progestogen lainnya berinteraksi dengan bosentan,


karbamazepin, siklosporin, kumarin, diuretik, fosamprenavir, griseofulvin,
lamotrigine, tizanidin, nelfinafir, nevirapin, okskarbazepin, phenindion,
primidon, atorvastatin dan rosuvastatin.

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan didrogesteron:


1. Pendarahan, resiko meningkat sebanding dengan dosis
2. Perubahan fungsi hati dengan atenia dan malaise
3. Sakit kuning dan nyeri abdomen
4. Ruam, pruritus, urtikaria, edema, dan angiodema
5. Anemia hemolitik
5. Norethisterone
Norethisterone adalah obat khusus wanita yang sebenarnya adalah hormon
progesteron buatan untuk mengobati beberapa kondisi, seperti nyeri dan
perdarahan berlebihan saat menstruasi (kondisi endometriosis), serta kanker
payudara. Dalam dosis rendah, norethisterone bahkan bisa digunakan untuk
mencegah kehamilan (kontrasepsi).

Tentang Norethisterone
Golongan Progesterone buatan
Kategori Obat resep
Mengatasi nyeri dan perdarahan berlebih saat menstruasi,
Manfaat
kanker payudara, dan bisa digunakan sebagai kontrasepsi
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk obat Tablet
Peringatan:
1. Bagi wanita hamil dan menyusui tidak diperbolehkan mengonsumsi
norethisterone.
2. Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan ginjal, gangguan hati,
asma, migrain, diabetes, hipertensi, epilepsi, porfiria atau gangguan darah
turunan, serta gangguan pada pembuluh darah atau jantung.
3. Harap berhati-hati juga jika Anda pernah memiliki riwayat sakit kanker,
sakit kuning, depresi, serta penyakit kulit pemphigoid gestationis saat
hamil.
4. Konsultasikan juga pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat apa
pun. Jangan menggunakan norethisterone bersamaan dengan obat-obatan
lainnya tanpa petunjuk dari dokter. Hal ini dikhawatirkan dapat
menyebabkan efek samping yang membahayakan.
5. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Norethisterone
Berikut ini takaran dosis yang dianjurkan untuk penanganan sejumlah kondisi:
Kondisi Dosis
Harus dikonsumsi sejak hari ke-19 sampai hari
ke-26 siklus menstruasi sebanyak 10-15 mg per
Sindrom pramenstruasi
hari. Pengobatan biasanya dilakukan selama
beberapa bulan.
5 mg dua kali sehari dan dimulai dari hari ke-
Mencegah pendarahan abnormal
19 sampai hari ke-26 siklus menstruasi.
5 mg tiga kali sehari dan diminum selama 10
Pendarahan abnormal
hari.
5 mg dua kali sehari dan dimulai pada hari ke-5
siklus menstruasi. Dokter kemungkinan akan
meningkatkan dosis menjadi 20-25 mg per hari
jika Anda masih mengeluarkan flek darah dan
Endometriosis akan diturunkan kembali setelah perdarahan
mereda. Konsumsi norethisterone untuk
penanganan endometriosis biasanya masih
harus terus dilakukan selama 4-6 bulan setelah
perdarahan mereda.
5 mg sebanyak 2-3 kali sehari dan dimulai dari
Menstruasi terlalu banyak
hari ke-19 sampai hari ke-26 siklus menstruasi.
5 mg sebanyak tiga kali sehari dan dimulai
pada hari ke-5 sampai hari ke-25 siklus
Nyeri menstruasi
menstruasi. Pengobatan biasanya dilakukan
selama 3-4 bulan.
5 mg sebanyak tiga kali sehari. Konsumsi
norethisterone harus dimulai tiga hari sebelum
Menunda menstruasi (misalnya menstruasi datang. Penghentian ini hanya
selama menjalani ibadah haji) bersifat sementara. Setelah 2-3 hari Anda
berhenti mengonsumsi obat, menstruasi akan
datang kembali.
0,35 mg tiap hari di waktu yang sama, dalam
Sebagai kontrasepsi
keadaan menstruasi atau pun tidak.
40 mg per hari. Jika dirasa perlu, dokter dapat
Kanker payudara
meningkatkan dosis menjadi 60 mg per hari.
Mengonsumsi Norethisterone dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan norethisterone
sebelum mulai mengonsumsinya.
Telanlah tablet norethisterone dengan bantuan air. Norethisterone dapat
dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.
Usahakan untuk mengonsumsi norethisterone pada jam yang sama tiap hari untuk
memaksimalisasi efeknya.
Bagi pasien yang lupa mengonsumsi norethisterone, disarankan segera
meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat.
Jangan menggandakan dosis norethisterone pada jadwal berikutnya untuk
mengganti dosis yang terlewat.
Saat menjalani pengobatan dengan norethisterone, jangan lupa untuk tetap rutin
memeriksakan diri ke dokter agar mereka dapat memonitor perkembangan kondisi
Anda.
Apabila Anda akan melakukan suatu operasi, beri tahu dokter yang menangani
prosedur tersebut bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan
norethisterone.
Efek Samping dan Bahaya Norethisterone
Sama seperti obat-obatan lainnya, penggunaan norethisterone juga berpotensi
menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah
mengonsumsi obat ini adalah:
Edema atau retensi cairan
Kembung
Sakit kepala
Mual
Menstruasi berjalan singkat atau tidak menstruasi sama sekali.
Sulit tidur
Lelah
Pusing
Perubahan berat badan
Nyeri payudara

6. Levonorgestrel
Levonorgestrel adalah obat yang digunakan pada wanita untuk mencegah
kehamilan setelah gagalnya alat KB (misalnya kondom rusak) atau melakukan
seks tidak berpelindung. Obat ini adalah hormon progestin yang mencegah
kehamilan dengan mencegah lepasnya telur (ovulasi) dan merubah rahim dan
lendir serviks untuk membuat telur dan sperma semakin sulit bertemu (fertilisasi)
atau melekat ke dinding rahim (implantasi).
Menggunakan obat ini tidak akan menggugurkan kehamilan yang sudah terjadi
maupun melindungi Anda melawan penyakit seksual menular (misalnya HIV,
gonorrhea, chlamydia).
Obat ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada wanita yang kelebihan berat
badan (lebih dari 74 kg). Bicarakan dengan dokter Anda untuk detail lebih lanjut
dan lihat apakah pengobatan ini cocok bagi Anda.
Obat ini sebaiknya tidak digunakan sebagai alat KB reguler.
Cara penggunaan
Gunakan obat ini melalui mulut sesegera mungkin setelah seks tanpa pelindung.
Instruksi Anda untuk menggunakannya tergantung merk yang digunakan. Oleh
karena itu, cek label pada merek obat Anda dan tanyakan dokter atau apoteker jika
Anda memiliki pertanyaan. Gunakan sesuai petunjuk, biasanya 2 tablet langsung,
atau gunakan 1 tablet dan kemudian gunakan tablet kedua 12 jam setelah tablet
pertama. Obat ini dapat digunakan dengan atau tanpa makanan. Obat ini bekerja
dengan baik saat digunakan dalam 72 jam (3 hari) setelah seks tidak berpelindung.
Jika Anda muntah dalam 2 jam ketika menggunakan obat ini, hubungi dokter
Anda untuk berdiskusi apakah Anda perlu mengulang atau mengganti dosisnya.
Jumlah dan waktu datang bulang mungkin tidak teratur setelah menggunakan obat
ini. Kabari dokter Anda segera jika datang bulan Anda terlambat lebih dari 7 hari.
Anda mungkin memerlukan tes kehamilan.
Dosis
Orang dewasa : Gunakan satu tablet merek Plan B lewat mulut sesegera mungkin
dalam 72 jam setelah berhubungan seks tanpa pelindung atau jika Anda menduga
alat kontrasepsi gagal. Kemanjuran lebih baik jika tablet digunakan sesegera
mungkin setelah hubungan seks tanpa pelindung. Tablet kedua sebaiknya
digunakan 12 jam setelah obat pertama. Plan B bisa digunakan kapan saja dalam
siklus menstruasi.
Sediaan obat
Tablet, Oral: 1.5 mg.

Efek samping :
1. tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal, sulit bernafas, bengkak pada wajah,
bibir, lidah, atau tenggorokan.
2. merasa sakit parah di perut bagian bawah atau samping. Ini mungkin tanda
kehamilan ektopik (kehamilan yang tertanam pada tabung fallopian dan
bukan di rahim). Kehamilan ektopik adalah keadaan medis darurat.
3. mual, diare, atau sakit perut
4. pusing, merasa lelah
5. sakit payudara
6. perubahan pada masa menstruasi
7. sakit kepala
Peringatan:
1. Wanita yang sedang hamil tidak boleh mengonsumsi levonorgestrel karena
dapat membahayakan janin. Sedangkan bagi wanita menyusui, sesuaikan
dosis dengan anjuran dokter.
2. Tanyakan mengenai dosis kepada dokter jika Anda adalah wanita yang
berusia di bawah 16 tahun.
3. Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda memiliki intoleransi terhadap
laktosa.
4. Harap berhati-hati jika Anda pernah memiliki riwayat kehamilan ektopik,
pernah sakit radang panggul, dan pernah menjalani prosedur operasi tuba
falopi.
5. Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan pencernaan atau
gangguan hati yang parah.
6. Levonorgestrel masih bisa bekerja secara efektif dalam mencegah
kehamilan apabila dikonsumsi selama kurun tiga hari setelah berhubungan
seksual. Jika lewat dari waktu tersebut, maka penggunaan obat ini berisiko
gagal.
7. Konsultasikan juga kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat
apa pun, termasuk obat herba. Jangan menggunakan levonorgestrel
bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena
dikhawatirkan dapat menyebabkan efek yang membahayakan. Obat-obatan
yang terkait mencakup rifabutin atau rifampicin untuk tuberkulosis,
griseofulvin untuk infeksi jamur, ritonavir untuk HIV, ciclosporin untuk
rematik atau psoriasis, serta primidone, carbamazepine, dan phenytoin
untuk epilepsi.
8. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

7. Desogestrel
Obat kombinasi hormon ini digunakan untuk menghindari kehamilan. Desogestrel
Ethinylestradiol mengandung 2 hormon, progestin dan estrogen. Desogestrel
Ethinylestradiol bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur (ovulasi) pada saat
siklus menstrual, mempertebal cairan vagina untuk menghindari sperma dari sel
telur (fertilisasi) dan juga mengubah lapisan uterus (rahim) untuk menghindari
melekatnya sel telur yang terfertilisasi. Jika tidak melekat pada uterus, sel telur
yang terfertilisasi akan dikeluarkan dari tubuh. Selain menghindari kehamilan, pil
kontrasepsi juga dapat membuat menstruasi lebih teratur, mengurangi kehilangan
darah dan nyeri menstruasi, mengurangi risiko kista ovarium dan juga mengatasi
jerawat.
Cara penggunaan
Penting untuk mengonsumsi obat ini seperti resep dokter. Beberapa merek pil KB
tertentu memiliki kadar estrogen dan progestin yang bervariasi pada waktu
berbeda dalam satu siklus. Karenanya, sangat penting untuk Anda ikuti instruksi
pada kemasan, mulai dari tablet pertama dan minum dengan urutan yang benar.
Jangan melewatkan dosis.
Kehamilan lebih mudah terjadi apabila Anda melewati minum pil, terlambat
memulai kemasan baru atau minum pil pada waktu yang berbeda dari biasanya.
Minum pil setelah makan malam atau sebelum tidur dapat membantu jika Anda
memiliki sakit perut atau mual akibat obat ini. Anda juga dapat minum pil ini
pada waktu lain untuk mempermudah Anda mengingat, asalkan Anda minum obat
pada waktu yang sama setiap harinya, berselang 24 jam. Tanyakan pada dokter
atau apoteker jika Anda memiliki pertanyaan.
Satu kemasan berisi 21 pil dengan obat yang aktif, atau dengan tambahan 7 pil
pengingat. Minum 1 pil aktif (dengan hormon) sekali sehari selama 21 hari
berturut-turut. Jika kemasan Anda berisi 28 tablet, minum 1 pil tidak aktif sekali
sehari setelah Anda minum pil aktif terakhir, kecuali disarankan lain dengan
dokter. Anda akan mengalami menstruasi pada minggu keempat dalam siklus.
Setelah Anda minum pil tidak aktif atau 7 hari tidak minum pil aktif, mulai
kemasan baru pada keesokan hari, walau jika Anda belum menstruasi. Jika Anda
tidak menstruasi, konsultasikan pada dokter. Apabila ini pertama kali Anda
menggunakan obat ini dan tidak berganti dari kontrasepsi lainnya (patch, pil KB
lain), minum pil pertama pada hari Minggu pertama setelah periode menstruasi
atau hari pertama menstruasi Anda. Pada siklus pertama, gunakan alat kontrasepsi
tambahan (seperti kondom, spermicide) selama 7 hari pertama untuk mencegah
kehamilan. Jika Anda memulai pada hari pertama menstruasi Anda, Anda tidak
perlu menggunakan alat kontrasepsi tambahan pada minggu pertama.
Tanyakan pada dokter atau apoteker tentang bagaimana beralih dari bentuk
kontrasepsi hormonal lain (patch, pil KB lain) ke produk ini. Jika memiliki
informasi yang belum jelas, bacalah panduan obat dan Brosur Informasi Pasien
atau konsultasikan pada dokter atau apoteker.
Indikasi:
kontrasepsi oral.
Peringatan:
risiko kanker payudara; kanker hati; riwayat gangguan thromboemboli; diabetes;
pernah mengalami kehamilan ektopik; riwayat kloasma gravidarum.
Interaksi:
dengan hidantoin barbiturat, pirimidon, karbamazepin, rifampisin;
okskarbamazepin, rifabutin, rosiglitazon, felbamat dan griseofulvin atau obat yang
menginduksi enzim hepatik disarankan untuk sementara menggunakan metode
pelindung lain selain menggunakan desogestrel, misalnya selama waktu
penggunaan bersama obat dan selama kurang lebih 7 hari setelah obat dihentikan.
Pada wanita yag menggunakan rifampisin, metode pelindung tambahan sebaiknya
digunakan selama waktu pemberian rifampisin dan selama 28 hari setelah
penggunaannya dihentikan. Dengan medical charcoal, efikasi mungkin
berkurang.
Kontraindikasi:
diketahui atau diduga hamil; gangguan tromboembolik vena yang aktif; adanya
atau riwayat penyakit hati yang berat dengan nilai fungsi hati tidak bisa kembali
normal; tumor yang tergantung progesteron; perdarahan vagina yang tidak
terdiagnosa; hipersensitivitas.
Efek Samping:
sakit kepala; peningkatan berat badan; sakit pada payudara; mual; perdarahan
ireguler; amenore; jerawat; perubahan suasana hati; penurunan libido.
Dosis:
Tablet diminum dengan air secukupnya setiap hari dan pada waktu yang kurang
lebih sama sesuai dengan petunjuk arah pada kemasan. 1 tablet diminum setiap
hari selama 28 hari secara berturutan. Kemasan berikutnya harus dimulai segera
setelah kemasan lama habis.
List Nama Dagang
Cerazette Mercilon 28
Marvelon 28
8. Gestodene
Gestoden adalah progestogen yang manjur, dan juga memiliki aktivitas
androgenik, antimineralokortikoid, dan glukokortikoid yang lemah. Antibiotik ini
memiliki afinitas yang cukup tinggi untuk reseptor androgen (AR), dua kali lipat
dari levonorgestrel (yang dikenal sebagai androgenik 19- Turunan
nortestosterone). Namun, rasio efek progestogenik terhadap androgenik gestodene
jelas lebih tinggi daripada levonorgestrel, dan peningkatan kadar globulin
pengikatan hormon globulin (SHBG) (penanda torogenikitas) yang dihasilkan
oleh kontrasepsi oral yang mengandung gestodene sedikit kurang dari yang
dihasilkan. Dengan kontrasepsi oral yang mengandung desogestrel (yang dikenal
sebagai salah satu turunan androgenik 19-nortestosterone yang lebih lemah).
Selain itu, tidak ada perbedaan dalam kejadian jerawat yang telah diamati dengan
kontrasepsi oral yang mengandung gestodene dan kontrasepsi oral yang
mengandung desogestrel. [Tambahan kebutuhan] Selain itu, gestodene telah
terbukti sangat menghambat inhibisi 5-reduktase in vitro (14,5% dan 45,9% pada
0,1 M Dan 1 M, masing-masing), dan tindakan ini secara substansial lebih
besar daripada desogestrel atau levonorgestrel. Secara bersamaan, seperti
desogestrel, gestodene tampaknya memiliki potensi androgenik yang rendah.
Selain AR, gestodene memiliki afinitas yang sangat tinggi untuk reseptor
mineralokortikoid (MR), namun hanya efek antimineralokortikoid yang relatif
lemah yang sebanding dengan progesteron. Gestodene berikatan dengan SHBG
dengan afinitas yang relatif tinggi, dan 75% terikat pada protein yang beredar.

9. Norgestimate
Norgestimate adalah obat yang digunakan sebagai alat kontrasepsi oral (pil KB),
atau sebagai komponen progestogen pada terapi penggantian hormon menopause,
atau ntuk vaginitis atrofi dan profilaksis dari osteoporosis.
Dosis
Norgestimate tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:
Tablet, Oral: 250 mcg norgestimat dan 35 mcg ethinylestradiol.
Efek Samping
Efek samping meliputi:
Ketidaknyamanan pada saluran pencernaan
Perubahan pada nafsu makan atau berat badan
Retensi cairan
Edema
Jerawat
Chloasma (melasma)
Ruam kulit alergi
Urticaria
Depresi mental
Perubahan pada libido
Rambut rontok
Hirsutism
Kelelahan
Mengantuk atau insomnia
Demam
Sakit kepala
Dapat mengubah siklus menstruasi
Dapat mengubah kadar serum lipid dan LFT.
Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa
efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran
mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker
Anda.
Pencegahan & Peringatan
Sebelum menggunakan norgestimate,
Beri tahu dokter dan apoteker apabila Anda alergi terhadap norgestimate
atau obat lain.
Beri tahu dokter dan apoteker apa saja obat-obatan dengan atau tanpa
resep, termasuk vitamin
Beri tahu dokter jika Anda sedang atau berencana hamil atau sedang
menyusui.
Beri tahu dokter jika Anda memiliki perdarahan vagina abnormal yang
tidak ditangani, sejarah atau berlangsungnya thrombophlebitis atau
kelainan thromboembolik; penyakit thromboembolik arteri yang aktif atau
baru terjadi (dalam 1 tahun) seperti stroke, MI, carcinoma payudara, tumor
tergantung estrogen, penyakit atau kerusakan hati.

10. Dienogest
Dienogest memiliki afinitas yang relatif rendah untuk reseptor progesteron (PR)
secara in vitro pada jaringan uterus manusia, sekitar 10% progesteron. Meskipun
afinitasnya relatif lemah untuk PR, obat tersebut menunjukkan efek progestogenik
yang kuat pada endometrium. Dienogest dikatakan sebagai satu-satunya prostitusi
derivatif 19-nortestosterone yang tidak memiliki sifat androgenik. Sebenarnya,
memiliki aktivitas anti androgen, sekitar 30-40% dari cyproterone acetate, dan
dapat memperbaiki gejala androgenik seperti jerawat dan hirsutisme. Obat ini
tidak berinteraksi dengan reseptor estrogen, glukokortikoid, atau
mineralokortikoid, dan karenanya tidak memiliki aktivitas estrogenik,
glukokortikoid, atau anti mineralokortikoid. Namun, ini memiliki dampak terbatas
pada Gonadotropin Releasing Hormone, dan dengan demikian tidak menurunkan
LH secara signifikan dibandingkan dengan progestin lainnya. Metabolites
dienogest, seperti 9, 10-dihydrodienogest dan 3,5-tetrahydrodienogest,
menunjukkan afinitas yang lebih besar untuk PR dan AR daripada dienogest
sendiri.
Farmakokinetik
Dienogest cepat diserap dan memiliki bioavailabilitas tinggi sekitar 90%. Secara
eksklusif protein terikat pada albumin (90%, dan sisanya 10% bebas), dan tidak
mengikat globulin pengikat hormon seks atau globulin pengikat kortikosteroid.
Obat ini dimetabolisme di hati terutama oleh CYP3A4. Metabolitnya dikatakan
tidak aktif dan cepat diekskresikan. Waktu paruh terminal dienogest adalah 10
jam. Ini mencapai konsentrasi steady-state setelah 2 hari administrasi dan tidak
menumpuk di dalam tubuh.