Anda di halaman 1dari 16

See

discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/262731324

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS A-Z


PENULISAN MAKALAH AKADEMIS

Book January 2005


DOI: 10.13140/2.1.2355.2325

CITATIONS READS

0 781

1 author:

Herri Mulyono
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
20 PUBLICATIONS 4 CITATIONS

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Preservice EFL teachers' performance in a teaching practicum program View project

All content following this page was uploaded by Herri Mulyono on 01 June 2014.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS

Oleh:

Herri Mulyono

A-Z PENULISAN Desain dan lay-out

MAKALAH AKADEMIS IP Creative Team

Published by:

IP Press
Jl. Lagoa Kanal IIB No. 6c Tg. Priok
Jakarta Utara, 14320
Tel. 021-70053785, 0818921048

Copyright by IP Press 2005

First Publishing 2005


Herri Mulyono All rights reserved. This book is copyrighted.
No part of this book may be reprinted in any
form without permission from the author
above.
Untaian syukur kehadiratNya takkan
pernah pernah terputus sekira jiwa Avicienna
melekat pada Nisa Syifa Avienna serta keberka-
hanNya atas Averoes menghujani jiwa
Raafi Rasyid Averoes
KATA PENGANTAR mendapatkan sumber-sumber tersebut baik melalui akses
pustaka ataupun website telah disediakan dalam daftar pustaka.
Serta, penjelasan lebih lanjut atas kesulitan yang pembaca nanti
temukan dalam proses penulisan makalah akademis dapat
Segala puji hanyalah bagi Allah SWT yang telah memben- secara langsung ditanyakan kepada saya melalui telepon; 021-
tangkan jalan kepada ilmu pengetahuan sebagai wujud cinta 70053785 atau e-mail; hyn02@yahoo.com
kasihNya kepada umat manusia. Sholawat serta salam semoga
kiranya tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Ucapan terima kasih yang tiada terbendung saya haturkan kepa-
SAW. da semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian buku
ini.
Mulanya, buku yang sedang anda baca adalah merupakan ma-
teri perkuliahan Metodologi Penelitian yang ditulis dalam bentuk Semoga kiranya buku kecil ini dapat bermanfaat didalam
artikel singkat. Namun, saran dan masukan yang diberikan oleh penyelesaian proses penulisan makalah akademis serta pening-
beberapa pihak telah memberanikan saya untuk menggubahnya katan kualitas makalah yang dihasilkan.
dalam bentuk sebuah buku kecil seperti yang anda lihat
sekarang ini tanpa merubah tulisan aslinya sehingga informasi
yang diinginkan tetap tersaji.
Jakarta, 24 Maret 2005
Buku ini menguraikan secara singkat dan jelas tentang langkah-
langkah yang dianggap mudah dalam proses penyusunan ma-
kalah akademis yang telah dijadikan salah-satu syarat kelulusan
baik kelulusan untuk mata pelajaran tertentu ataupun kelulusan Herri Mulyono
akhir pada banyak institusi pendidikan jenjang sekolah menen-
gah atas (SMA) ataupun pendidikan tinggi (universitas dan
sekolah tinggi).

Langkah-langkah proses penulisan makalah akademis yang


disajikan dalam buku kecil ini merupakan basic skill yang dapat
dikembangkan lebih lanjut lagi dalam proses penulisan skripsi
atau tesis nantinya. Langkah-langkah tersebut diatas diuraikan
dengan mempertimbangkan bentuk ataupun format baku dalam
penulisan makalah akademis yang tentunya dapat disesuaikan
dengan peraturan serta ketentuan yang berlaku pada tiap insti-
tusi pendidikan.

Dikarenakan keterbatasan teknik dan waktu penulisan, buku ini


tidak menghadirkan lampiran sebagai materi contoh pendukung
untuk setiap pembahasan. Walaupun demikian akses untuk
lah antara lain; menggunakan level penulisan formal dengan for-
A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS mat baku penulisan disesuaikan dengan lembaga yang terkait,
bersifat ilmiah, didukung oleh fakta atau terdapat teori-teori
(pendapat ahli) yang berkaitan dengan materi yang sedang di-
Oleh : Herri Mulyono tulis serta sumber pustaka atau lebih dikenal dengan istilah bibli-
ography (daftar pustaka), Nasution (1987) menambahkan bahwa
Dosen Jurusan Bahasa Inggris syarat ilmiah dari sebuah makalah adalah jika mengikuti
Politeknik Bina Indonesia, JakartaSelatan langkah-langkah yang umum dipakai dalam metode pemecahan
masalah atau problem solving; yaitu:
Jakarta, 20 Maret 2005

1. Adanya masalah
2. Pengajuan hipotesis atau praduga jawaban atas ma-
A. Pendahuluan
salah yang ada
Salah satu ciri kemampuan yang dihasilkan dari sebuah lem-
3. Pengumpulan data
baga pendidikan formal adalah kemampuan penulisan sebuah 4. Menguji hipotesis, kemudian
makalah atau sering juga disebut dengan paper. Pada lembaga 5. Mengambil kesimpulan yang merupakan generalisasi
pendidikan formal seperti pada jenjang sekolah menengah atas jawaban dari pertanyaan yang telah diuji
(SMA) dan pendidikan tinggi (universitas ataupun sekolah tinggi)
telah menjadikan penulisan makalah atau paper tersebut se- Dalam artikel ini, pembahasan difokuskan kepada langkah-
bagai salah satu syarat kelulusan dari peserta didiknya. langkah dasar yang disusun dalam proses penulisan sebuah
makalah akademis mulai dari perencanaan hingga pengambilan
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua term makalah keputusan dan pemberian saran. Yang perlu diingat adalah,
dan paper, atau bahkan banyak kalangan memberikan definisi bahwasanya langkah-langkah tersebut bukan bersifat baku
yang sama tentang keduanya. Dalam gambaran umum, Concise melainkan sebuah penawaran belaka bagi pemula dalam memu-
oxford dictionary - the tenth edition, makalah atau paper lai penulisan makalah akademis mereka. Serta, format penulisan
(selanjutnya kita gunakan istilah makalah) didefinisikan sebagai makalah yang ditampilkan dalam artikel ini merupakan format
rangkaian pengujian terhadap beberapa pertanyaan yang dija- penulisan yang lazim digunakan.
wab dalam sebuah sesi. Atau dengan kata lain, makalah meru-
pakan jawaban tertulis dari pengujian atas beberapa perta- Langkah dalam proses penulisan makalah yang diuraikan dalam
nyaan. Untuk mempersingkat pembahasan, term makalah dari artikel ini lebih menekankan pada dasar pencarian sumber
definisi diatas inilah yang akan dijadikan landasan uraian isi da- pustaka atau literature search yang dapat ditelusuri melalui jalur
lam artikel ini. perpustakaan atau dapat juga melalui internet. Selain itu, uraian
dalam artikel ini merupakan pedoman dasar dalam proses penu-
Dari definisi term makalah diatas, maka diambil sebuah benang lisan sebuah skripsi nantinya.
merah tentang definisi atas term makalah akademis sebagai
penulisan makalah yang mengikuti aturan-aturan yang telah Contoh-contoh yang diberikan berkaitan dengan pembahasan
ditetapkan dalam dunia akademis. Aturan-aturan tersebut ada- dalam uraian artikel ini diambil dari sumber skripsi sebagai beri-

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 1 2 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


kut: k. Plagiarisme
l. Mana Yang Terlebih Dahulu Ditulis, Bab I atau Bab II?
The Correlation Between Students Vocabulary Mastery and m. Penulisan Uraian Pengembangan Topik dalam Bab II
Reading Comprehension (Hubungan Antara Pencapaian Kosa n. Penulisan Bab I dan III
Kata Siswa dengan Kemampuan Membaca) oleh Wiji Hastuti, o. Penulisan Kesimpulan dan Saran
Jurusan Bahasa Inggris IKIP Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka p. Pemilihan Judul
(2001). q. Penulisan Abstrak
r. Penutup
Pendekatan Keterampilan Proses dan Pendekatan Pencapaian
Konsep dalam Pembelajaran Fisika oleh Dwi Hariyadi, Jurusan Daftar Pustaka
Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univer-
sitas Negeri Jakarta (2003).
C. Kerangka Umum Sebuah Makalah Akademis
Students Response towards the Use of Supermemory Music in
Reading Lessons (Respon siswa terhadap penggunaan musik Dalam sebuah makalah umum, uraian jawaban atas pengujian
supermemory dalam pelajaran membaca), Studi Kasus di Inten- terhadap beberapa masalah ditulis dalam kerangka sebagai
sive English Course (IEC) Tanjung Priuk Jakarta Utara oleh Her- berikut:
ri Mulyono, Jurusan pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa
dan Seni Universitas Negeri Jakarta (2003). Abstrak

Kata Pengantar (halaman )


B. Isi Artikel
Daftar Isi (halaman )
Artikel ini berisi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan
dalam proses penulisan sebuah makalah akademis. Uraian Bab I Pendahuluan (halaman )
pembahasan langkah-langkah tersebut ditulis dalam kerangka 1.1. Latar Belakang Masalah (halaman )
sebagai berikut: 1.2. Perumusan Masalah (halaman )
1.3. Ruang Lingkup Pembahasan dan Batasan
a. Pendahuluan (halaman )
b. Isi Artikel 1.4. Tujuan Penulisan (halaman )
c. Kerangka Umum Sebuah Makalah Akademis 1.5. Manfaat Penulisan (halaman )
d. Syarat Makalah Akademis Yang Baik
e. Mendapatkan Sebuah Topik Bab II Pembahasan (halaman )
f. Topik atau Judul? 2.1. Definisi Term (halaman )
g. Menilai Sebuah Topik Makalah 2.2. Pembahasan Masalah (halaman )
h. Mengembangkan Sebuah Topik
i. Membentuk Kerangka Dasar Bab III Penutup (halaman )
j. Sistematika dan Teknis Penulisan 3.1. Kesimpulan (halaman )

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 3 4 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


3.2. Saran (halaman ) pengakuan penulis tentang kelemahan dan kekurangan yang
terdapat dalam makalah dan pada selanjutnya pengharapan
Daftar Pustaka kontribusi pembaca baik saran ataupun kritik untuk perbaikan
Lampiran makalah tersebut.

Sebuah kata pengantar ditutup dengan harapan penulis tentang


Sedikitnya, sebuah makalah terdiri dari tiga bab seperti pada manfaat dari makalah yang telah ditulisnya. Yang perlu dijadikan
kerangka diatas. Tetapi, jika sebuah pembahasan dirasakan me- pedoman adalah hendaknya harapan-harapan penulis ditujukan
merlukan penjelasan lebih maka uraian pembahasan tersebut kepada kontribusi makalah tersebut kepada field pendidikan
dapat ditambahkan pada bab lainnya, misalnya bab III untuk yang sedang atau telah dijalaninya seperti; jika dalam jurusan
penambahan uraian pembahasan dan bab IV dijadikan penutup. pendidikan Bahasa Inggris maka harapannya adalah kiranya
Dari sudut pandang inilah sebuah makalah dapat dibedakan dari makalah ini dapat memberikan manfaat dalam rangka pening-
sebuah skripsi yang sering merupakan hasil laporan sebuah katan kualitas pengajaran bahasa Inggris ditingkat sekolah
penelitian. Pada sebuah skripsi, bab III dituliskan sebagai uraian menengah.
metodologi penelitian yang digunakan dan bab IV merupakan
uraian hasil penelitian yang telah dilakukan. Daftar isi merupakan kerangka penulisan makalah yang merupa-
kan jawaban tertulis dari analisa beberapa pertanyaan.
Perlu diperhatikan bahwa setiap institusi memiliki ketentuan
ataupun aturan-aturan tertentu dalam mendefinisikan kerangka Bab I Pendahuluan merupakan pengenalan pembaca atas ura-
penulisan makalah yang sudah pasti akan berbeda satu dengan ian pembahasan yang ada dalam makalah. Bab I diawali dengan
lainnya. Penjelasan singkat tentang bagian dari kerangka diatas latar belakang masalah yang merupakan gambaran umum ten-
adalah sebagai berikut: tang asal muasal muncul permasalahan yang akan dibahas.
Contohnya seperti pada skripsi Students Response towards
Abstrak merupakan gambaran umum tentang uraian yang ada the Use of Supermemory Music in Reading Lessons (Respon
pada sebuah makalah. Walaupun abstrak sangat penting bagi siswa terhadap penggunaan musik supermemory dalam pelaja-
pembaca yang ingin mendapatkan ide umum tentang pembaha- ran membaca) oleh Herri Mulyono, Jurusan pendidikan Bahasa
san masalah dalam sebuah makalah, banyak lembaga pendidi- Inggris UNJ (2003), latar belakang dimulai dengan menguraikan
kan formal tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau tingkat pentingnya kemampuan membaca dalam bahasa Inggris yang
pendidikan tinggi sekalipun belum menjadikan abstrak sebagai telah menjadi bahasa internasional. Kemudian dilanjutkan
sebuah keharusan dalam penulisan sebuah makalah akademis. dengan uraian tentang lembaga kursus yang memberikan
penekanan kepada kemampuan membaca. Lalu, dituliskan bah-
Selanjutnya, penulisan kata pengantar yang mengarahkan pem- wa musik supermemory membantu dalam proses pembentukan
baca kepada umum penulisan makalah. Kata pengantar bi- kemampuan membaca siswa.
asanya dimulai dengan ucapan pujian kepada Allah SWT atas
telah berhasilnya penulisan makalah serta alasan penulisan ma- Penulisan uraian dalam latar belakang masalah haruslah dapat
kalah tersebut. Ucapan terima kasih kepada semua pihak atas menggiring pemahaman pembaca kepada inti permasalahan
dukungan dan bantuan mereka terhadap proses penulisan ma- yang akan diuraikan pada bab-bab selanjutnya.
kalah adalah bagian selanjutnya. Paragraf selanjutnya adalah

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 5 6 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


Merumuskan sebuah masalah adalah langkah berikutnya dalam Jika pada sebuah makalah menggunakan tabel ataupun gambar
proses penulisan sebuah makalah. Pernyataan dari inti masalah yang sepertinya sulit untuk ditempatkan dalam area uraian pem-
yang akan diuraikan dalam makalah dituliskan dalam bagian ini. bahasan, maka tabel dan gambar tersebut dapat dilokasikan
Sudah barang tentu masalah yang didefinisikan dalam sebuah pada bagian lampiran. Yang perlu diingat dalam menampilkan
makalah akan mengundang banyak persepsi dari pembaca yang lampiran adalah; 1) tabel atau gambar dalam lampiran telah di-
kemudian akan memperlebar area uraian dari jawaban atas ma- nyatakan dalam area uraian pembahasan pada bab terkait, 2)
salah tersebut. Disinilah peran ruang lingkup dan pembahasan tabel atau gambar tersebut diberikan sumber dari mana mereka
hadir guna memberikan batasan dari masalah yang akan diba- berasal.
has serta berdampak kepada meyempitnya area persepsi dari
para pembaca berkaitan dengan masalah dan pembahasannya
tersebut. D. Syarat Makalah Akademis Yang Baik

Tujuan penulisan adalah kondisi yang melatar belakangi ter- Sebuah makalah akademis dapat dikatakan baik jika mencakup
jadinya proses penulisan makalah. Dan, manfaat penulisan kondisi seperti dibawah ini:
merupakan konstribusi yang diberikan dari penulisan makalah
tersebut. 1. Memiliki topik uraian pembahasan masalah yang pro-
porsional dan up-to-date (terkini).
Bab II Pembahasan merupakan uraian pembahasan dari masa- 2. Uraian pembahasan tidak melebar hingga jauh dari
lah yang telah kita rumuskan pada langkah sebelumnya. Bab II inti permasalahan dasar.
berisikan definisi term dan uraian pembahasan. Seperti halnya 3. Uraian pembahasan secara tepat menjawab masalah
pada langkah penulisan merumuskan masalah, definisi term ha- yang dianalisa.
rus dapat memberikan batasan pemahaman pembaca tentang 4. Mengikuti sistematika dan teknis penulisan baku yang
masalah yang dibahas. Contohnya; seperti pada skripsi seperti berlaku umum.
pada skripsi Students Response towards the Use of Super- 5. Mengikuti level bahasa formal dan intelektual.
memory Music in Reading Lessons (Respon siswa terhadap 6. Terdapat keterkaitan erat (koherensi) serta hubungan
penggunaan musik supermemory dalam pelajaran membaca) saling mendukung antara setiap komponen yang ter-
oleh Herri Mulyono, Jurusan pendidikan Bahasa Inggris UNJ dapat didalamnya seperti: judul, kata pengantar,
(2003), batasan definisi dimulai dengan membatasi pengertian daftar isi, bab I dan sub-bagiannya, bab II dan sub-
reading (membaca) dan reading lesson (pelajaran membaca). bagiannya, bab III dan sub-bagiannya serta dalam
Kemudian penulis memberikan batasan tentang supermemory penulisan paragraf untuk setiap uraian pembahasan
music (musik supermemory). Sudah menjadi aturan penulisan 7. Memiliki dukungan fakta dan teori serta daftar refe-
makalah akademis bahwa setiap definisi yang diberikan merupa- rensi bacaan lebih dari 10 sumber dengan tahun terbit
kan fakta atau teori (pendapat) para ahli (sumber teori). tidak lebih dari 15 tahun dari tahun waktu proses
penulisan berlangsung.
Dalam bab III Penutup, penulisan difokuskan pada kesimpulan 8. Tidak terdapat sedikitpun celah aktivitas plagiarisme.
dari uraian pembahasan dalam bab 1 dan 2 (jika makalah hanya 9. Menawarkan solusi pemecahan masalah yang kom-
terdiri dari tiga bab) dan memberikan saran-saran secukupnya. prehensif

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 7 8 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


Sebuah makalah akademis yang baik tidak ditentukan oleh tersebut berlangsung.
jumlah halaman melainkan lebih kepada isi materi yang singkat, 4. Mengembangkan topik terdahulu yang pernah ditulis-
padat, jelas dan komunikatif sehingga mampu menyampaikan kan oleh orang lain dalam sebuah makalah, skripsi
informasi kepada pembaca dengan baik dan lancar. Serta, ura- atau karya ilmiah lainnya.
ian pembahasan yang terdapat dalam makalah akademis secara
tepat mengenai inti permasalahan yang digambarkan.
F. Topik atau Judul?

E. Mendapatkan Sebuah Topik Banyak pemula dalam proses penulisan makalah salah meng-
artikan apa yang dirujuk oleh topik dan judul. Ketika seorang
Topik merupakan suatu hal yang harus didapatkan pertama kali dosen memberikan topik masalah, misalnya, banyak mahasiswa
ketika akan memulai prose penulisan sebuah makalah. Dengan yang kemudian menelan apa adanya topik tersebut dan men-
kata lain, langkah pertama proses penulisan sebuah makalah jadikannya sebuah judul. Sebagi contoh; seorang dosen mem-
adalah menentukan topik. Topik merupakan inti semua perma- berikan perintah; buatlah makalah dengan topik lingkungan
salahan yang ada dalam sebuah makalah akademis dan karya hidup. Merupakan sebuah kesalahan besar jika kemudian ma-
ilmiah lainnya. Tanpa topik, sebuah makalah akademis atau kar- hasiswa manafsirkannya topik lingkungan hidup kedalam se-
ya ilmiah lainnya dapat dilihat seperti manusia tanpa jiwa. buah judul lingkungan hidup dari makalah yang akan di-
tuliskannya.
Seseorang yang akan menulis sebuah makalah dapat
mendapatkan topik untuk dikembangkan dalam area pembaha- Walaupun memang, topik masalah dapat dijadikan sebuah judul
san masalah melalui beberapa cara sebagai berikut: tapi sudah lazimnya telah ditelaah terlebih dahulu apakah topik
tersebut sudah layak untuk dijadikan objek pembahasan terlebih
1. Diberikan langsung oleh pengajar atau dosen yang lagi menjadi judul makalah nantinya.
bersangkutan dibidangnya.
2. Membaca banyak sumber bacaan yang dapat mem- Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa topik adalah inti ura-
berikan gambaran umum tentang topik yang akan ian pembahasan masalah pada proses penulisan makalah akad-
dipilih serta kemungkinan pengembangannya. Hal ini emis ataupun karya ilmiah lainnya. Sedangkan judul adalah na-
dapat juga dilakukan dengan cara menonton TV, ber- ma dari makalah yang telah dituliskan. Sebuah topik muncul ke
diskusi ataupun brainstorming secara individual. permukaan sebelum lahirnya sebuah judul. Topik inilah kemudi-
3. Terjun langsung ke lapangan yang berhubungan an memacu lahirnya beberapa point permasalahan untuk
dengan jenis pendidikan yang dijalaninya. Contohnya; didiskusikan dalam sebuah makalah.
seorang mahasiswa jurusan pendidikan bahasa
Inggris ingin menulis sebuah makalah tentang kesu- Sebuah judul dapat diambil dari topik yang telah dianalisa. Se-
litan yang dihadapi siswa berkaitan tentang kemam- buah topik dapat dikatakan sebagai sebuah judul, tapi sebuah
puan membaca dapat langsung mengunjungi tempat judul belum tentu merepresentasikan sebuah topik pembicaraan.
pembelajaran bahasa Inggris dan kemudian
melakukan analisa langsung dalam kelas pembelaja-
ran selama proses belajar-mengajar dalam institusi G. Menilai Sebuah Topik Makalah

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 9 10 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


lingkungan hidup, maka topik yang proporsional adalah
Jangan pernah menelan mentah-mentah sebuah topik yang Sterilisasi limbah pabrik HYN dalam mengurangi dampak
diberikan oleh seorang dosen dan menjadikannya inti uraian pencemaran air di Desa Suka-suka aja.
pembahasan. Ingat, bahwa sebuah topik yang baik memberikan
area pembahasan yang tidak terlalu sempit sehingga dirasa sulit Sebenarnya, mengembangkan sebuah topik kedalam area pem-
dikembangkan dan tidak terlalu luas hingga dirasa menjenuh- bahasan masalah merupakan bagian proses penelusuran infor-
kan. masi yang akan dituliskan dalam bab II. Oleh sebab itulah
langkah pengembangan sebuah topik merupakan bagian dari
Dalam menilai sebuah topik untuk proses penulisan sebuah ma- proses penulisan bab II.
kalah akademis beberapa hal dibawah ini dapat diajadikan per-
timbangan: Pengembangan terhadap sebuah topik dapat dilakukan dalam
dua cara;
1. Apakah topik tersebut memberikan area pembahasan
yang proporsional? Cara 1.
2. Apakah topik yang dipilih menuju kepada inti perma-
salahan yang akan dibahas? Pertama, buatlah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan topik
3. Apakah topik yang akan dijadikan inti permasalahan tersebut seperti dibawah ini:
bersifat up-to-date (terkini) dan mampu memberikan
solusi yang komprehensif? 1. Kenapa limbah pabrik HYN perlu disterilkan?
4. Apakah terdapat fakta, teori ataupun penelitian yang 2. Zat apa saja yang terdapat pada limbah pabrik terse-
telah dilakukan sebelumnya berkaitan dengan topik but hingga perlu disterilkan?
yang akan dibahas dalam makalah? 3. Jika tidak disterilkan, apakah yang mungkin terjadi
5. Apakah topik yang telah dianalisa tersebut mem- pada air tempat pembuangan limbah tersebut?
berikan peluang pencarian sumber-sumber bahan 4. Kenapa memilih Desa Suka-suka aja sebagai objek
(baik fakta ataupun teori) yang tidak terlalu sulit? diskusi?
5. (dan selanjutnya )
6. Apakah topik yang akan dijadikan inti permasalahan
tersebut memberikan manfaat serta kontribusi ter-
Semakin banyak jumlah pertanyaan akan membantu dalam
hadap bidang pendidikan yang sedang atau telah di-
penelusuran inti permasalahan yang kemudian akan mudah da-
pelajari terlebih kepada masyarakat luas?
lam mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Kedua, urutkan pertanyaan-pertanyaan tersebut dari yang bersi-


H. Mengembangkan Sebuah Topik
fat umum ke khusus jika makalah yang akan dituliskan bersifat
deduktif dan sebailknya dari yang bersifat khusus kepada yang
Langkah selanjutnya setelah melakukan analisa terhadap se-
bersifat umum untuk makalah induktif. Dalam artikel ini, penulis
buah topik adalah melakukan pengembangan terhadap topik
lebih menyarankan untuk penulisan makalah bersifat deduktif
tersebut kedalam sebuah area pembahasan. Perlu diperhatikan
karena mudah dilakukan dan cendrung bersifat umum dil-
bahwa topik yang akan dikembangkan sudah bersifat pro-
aksanakan pada perguruan tinggi.
porsional, seperti pada contoh topik sebelumnya tentang

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 11 12 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


Ketiga, lakukan seleksi dari tiap pertanyaan yang terdapat dalam
daftar. Hilangkan yang dirasa tidak perlu dan tambahkan infor-
masi jika memungkinkan. Semua pertanyaan yang tersisa harus
memiliki koherensi dengan topik awal yang telah dianalisa.

Keempat, cobalah untuk mencari referensi (sumber-sumber)


yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut diatas. Contohnya;
untuk pertanyaan No. 3 salah satu sumber bahan pertimbangan
jawaban dapat didapatkan pada buku Kimia kelas 2 semester 2
oleh Michael Purba penerbit Erlangga tahun1995.

Kelima, inventarisir semua sumber bahan bacaan yang terkum-


pul untuk dijadikan sumber fakta dan teori. Buat copy dari sum-
ber-sumber bahan tersebut sebagai bukti tertulis bahwa semua
informasi yang diambil memiliki landasan yang kuat. Copy yang
diperlukan dari masing-masing sumber bacaan adalah: lembar
judul, lembar copyright buku (termasuk tahun terbitnya), serta
halaman-halaman yang memuat informasi tersebut. Jika sumber
bahan didapat dari internet maka hasil copy-an harus dalam
bentuk format web page. Jika sumber bahan didapat dari pem-
bicaraan maka harus dibuat transkripnya.

Keenam, uraikan jawaban dari tiap pertanyaan kedalam sebuah


paragraf yang tersusun rapi. I. Membentuk Kerangka Dasar

Cara 2 Kerangka dasar dapat dibentuk dengan menggunakan daftar


pertanyaan yang telah disortir dan diurutkan sesuai dengan jenis
Pada cara ke-2 tidak jauh berbeda dengan cara pertama, hanya makalah yang akan dikembangkan, induktif atau deduktif.
saja bentuk daftar dibuat dalam bentuk diagram seperti digam-
barkan berikut: Pada bagian H telah dikemukakan bahwa proses pengemba-
ngan topik kedalam area pembahasan merupakan bagian dari
proses penulisan bab II. Dapat pula diambil sebuah kesimpulan
yang sama bahwa membentuk kerangka dasar pada bagian I ini
pada hakekatnya adalah pembentukan kerangka dasar bab II.

Membentuk kerangka dasar dapat dilakukan dengan mengubah


bentuk pertanyaan yang ada dalam daftar pertanyaan diatas

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 13 14 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


menjadi frase-frase. Seperti bentuk pertanyaan pada point No. 3 mat. Format penulisan APA dapat diakses melalui website
Jika tidak disterilkan, apakah yang mungkin terjadi pada air http://owl.english.purdue.edu/handouts/research/r_apa.htm
tempat pembuangan limbah tersebut? dapat dituliskan
Dampak pencemaran air hasil pembuangan limbah pabrik HYN Sistematika dan teknis penulisan yang terdapat dalam format
yang tidak steril. APA mencakup jenis kertas dan spasi ketikan, teknik kutipan
dan caranya, daftar referensi, serta teknis penulisan daftar
Langkah berikutnya adalah menyusun frase-frase tersebut pustaka baik untuk sumber cetakan ataupun elektronik.
sesuai dengan level kebutuhan area uraian pembahasan masa- Prosedur penggunaan sistematika dan teknis penulisan dengan
lah. Hasil penyusunan frase-frase tersebut harus membentuk menggunakan format APA dalam proses penulisan makalah
sebuah kerangka pembahasan bab II seperti contoh berikut: dapat mengakses alamat web diatas.

Bab II Sterilisasi limbah pabrik HYN dalam mengurangi Berkaitan dengan jenis kertas yang digunakan, format APA
dampak pencemaran air di Desa Suka-suka aja. menggunakan jenis kertas HVS putih ukuran standard (8.5 x 11
inchi) dengan area pengetikan satu inchi dari semua batas
2.1. Definisi-definisi penggir kertas. Tapi, beberapa perguruan tinggi di Indonesia
2.1.1. Definisi sterilisasi limbah pabrik menggunakan jenis kertas ukuran A4 (210 x 297 mm) dengan
2.1.2. Definisi pencemaran berat 80 g/m2. Sedangkan batas untuk area pengetikan adalah 4
2.1.3. Definisi pencemaran air cm dari batas pinggir atas dan kiri dan 3 cm dari batas pinggir
2.2. Zat kimia pada limbah pabrik HYN bawah dan kanan kertas.
2.3. (dan selanjutnya )

K. Plagiarisme
J. Sistematika dan Teknis Penulisan
Plagiarisme adalah sebuah tindakan pengakuan sepihak oleh
Seperti telah diuraikan pada bagian C, bahwa setiap institusi seorang penulis atas ide orang lain dalam proses penulisan ma-
pendidikan formal memiliki ketentuan dan aturan-aturan kalah. Tindakan pengakuan sepihak tersebut berkaitan de-ngan
tersendiri berkaitan dengan sistematika dan teknis penulisan pengutipan baik secara langsung maupun tidak langsung ide
makalah. Tentunya, sebuah ketentuan serta aturan-aturan orang lain yang terdapat dalam media cetak (buku, majalah, in-
berkaitan dengan sistematika dan teknis penulisan sebuah ma- ternet ataup pembicaraan sekalipun) tanpa adanya penulisan
kalah di sebuah institusi pendidikan formal akan sama atau dari mana sumber itu berasal.
mungkin jauh berbeda dari yang lainnya.
Dalam sumber: http://Webster.comment.edu/mla/plagiarism di-
Sistematika dan teknik penulisan karya ilmiah yang umum perlihatkan beberapa kondisi yang dapat dikatagorikan sebagai
digunakan adalah mengikuti sistematika dan teknik penulisan plagiarisme (penjiplakan) seperti:
dalam buku Publication Manual of The American Psychological
Association, oleh American Psychological Association yang 1. Terlalu banyak menggunakan struktur kalimat dan
diterbitkan pada tahun 2001 di Washington DC. Sistematika dan kata dari sumber. Pratitis (2003) dalam kuliahnya
teknis penulisan tersebut kemudian dikenal dengan APA For- Bimbingan Skripsi menambahkan bahwa setiap tinda-

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 15 16 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


kan penulisan lebih dari empat struktur kata atau ka- menganjurkan penulisan Bab II terlebih dahulu dikarenakan
limat dari kutipan sumber dapat dimasukkan kedalam akan mempermudah proses penulisan bab-bab dalam makalah
tindakan penjiplakan. selanjutnya seperti Bab I dan III serta jika ada, sebuah abstrak.
2. Menuliskan pendapat yang sama seperti pendapat
pada sumber.
3. Tidak menampilkan asal sumber. M. Penulisan Uraian Pengembangan Topik dalam Bab II

Naturalnya sebagai sebuah tulisan ilmiah, makalah akademis Langkah yang dilakukan dalam bagian H dan I telah mem-
sudah barang tentu harus didukung oleh fakta atau teori-teori berikan kontribusi kerangka pembahasan untuk proses penu-
yang ada berkaitan dengan uraian pembahasan masalah. Tapi lisan makalah yang sedang berlangsung. Lebih jauh, baiknya
yang harus selalu diingat bagi seorang penulis makalah adalah jawaban-jawaban terhadap masing-masing pertanyaan diberikan
jika kutipan-kutipan yang diambil dari sumber-sumber ditampil- dalam sebuah uraian dalam bentuk paragraf. Dan, paragraf hasil
kan apa adanya tanpa menghadirkan analisa dan pada pihak bentukan dari jawaban inilah yang merupakan uraian pembaha-
yang mana si-penulis berdiri maka dapat dikatakan bahwa ma- san yang dapat ditempatkan dalam bab II tergantung pada sub-
kalah tersebut adalah jiplakan atau saduran semata yang tidak bab yang sedang kita susun.
pernah memperlihatkan objektivitas.
Yang perlu diperhatikan dalam penulisan paragraf jawaban atas
pertanyaan adalah bahwa setiap paragraf hanya memungkinkan
L. Mana Yang Terlebih Dahulu Ditulis, Bab I atau Bab II? untuk membawa satu ide pembicaraan. Tentunya, setiap ide
pembicaraan akan berjalan seperti alur air mengalir dari awal
Perbedaan pendapat tentang bagian makalah yang terlebih da- sampai akhir, yang berarti sebuah paragraf merupakan kelanju-
hulu ditulis antara Bab I ataukah Bab II banyak bermunculan. tan atau mungkin penjelasan dari paragraf sebelumnya dan
Hal ini dikarenakan manfaat yang dapat diberikan dari masing- memberikan ruang uraian kesimpulan pada paragraf setelahnya.
masing penulisan. Seperti misalnya, jika Bab I dituliskan terlebih
dahulu mengandung arti bahwa gambaran umum diuraikan pada Menambahkan informasi dari referensi sumber bacaan tetap di-
awal proses penulisan makalah yang kemudian akan memper- sarankan. Hal ini dikarenakan akan menambah fakta dan
mudah penulisan uraian pembahasan masalah pada bab-bab dukungan terhadap isi materi yang dituliskan dalam bab II.
selanjutnya. Dengan kata lain, spesifikasi masalah akan mudah
diidentifikasi jika gambaran umumnya telah didapat.
N. Penulisan Bab I dan III
Walaupun demikian, Pratitis (2003) menegaskan bahwa penu-
lisan uraian pembahasan dalam Bab II terlebih dahulu akan Dalam penulisan makalah terdiri atas 3 bab terurai bab I sebagai
memberikan keuntungan lain sejalan telah dijelaskannya spesifi- pendahuluan, bab II sebagai inti pembicaraan dan bab III se-
kasi masalah dalam bab ini. Sehingga, penulisan Bab I sebagai bagai kesimpulan dan saran, akan memperlihatkan bab II se-
gambaran umum dapat merupakan generalisasi uraian masalah bagai inti dari keseluruhan bab-bab yang ada. Hal ini disebab-
yang telah didiskusikan dalam Bab II. kan bahwa bab I hanyalah generalisasi dari bab II dan bab III
merupakan kesimpulan akhir uraian pembahasan yang
Dalam panduan yang diuraikan dalam artikel ini, penulis didiskusikan dalam bab II. Dengan kata lain, selesainya penu-

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 17 18 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


lisan bab II adalah telah terselesaikannya 75% proses penulisan akademis yang baik) telah diuraikan bahwa sebuah makalah
makalah akademis yang sedang berlangsung. yang baik adalah yang mampu memberikan solusi pemecahan
masalah yang baik terhadap inti uraian pembahasan masalah
Generalisasi pembahasan yang terdapat dalam latar belakang dalam makalah tersebut. Dari sinilah pentingnya penulisan sa-
masalah pada bab I ditulis berdasarkan uraian pembahasan ma- ran-saran penulis yang menawarkan alternatif solusi pemecahan
salah pada bab II bagian sub-bab ke-dua, yaitu pembahasan. masalah yang komprehensif berkaitan dengan masalah yang
Perumusan masalahnya kemudian dialurkan pada inti pokok sedang dibahas.
masalah yang didiskusikan pada sub-bab yang sama dengan
memberikan batasan-batasan seperti yang telah dijelaskan pada
uraian sebelumnya (lihat bagian c tentang ruang lingkup dan P. Pemilihan Judul
pembahasan). Yang harus diingat adalah bagian latar belakang
dalam bab I memerikan informasi kepada pembaca tentang Pemelihan judul makalah menandakan telah terselesaikannya
alasan timbulnya permasalahan hingga harus diberikan uraian 90% proses penulisan makalah akademis.
jawaban dalam makalah. Sedangkan, penulisan tujuan dan
manfaat penulisan makalah dapat disesuaikan dengan kondisi Banyak anggapan yang mengatakan bahwa proses pemilihan
dalam proses penulisan. judul dan penulisannya merupakan sebuah proses mudah yang
tidak memerlukan waktu lama. Tapi pada kenyataannya, mem-
Bab III memberikan kesimpulan dari semua yang telah diuraikan ilihkan sebuah judul atas makalah yang sedang ditulis merupa-
dalam bab II sub-bab pembahasan kemudian memberikan sa- kan proses berat karena sebuah judul harus dapat mengarahkan
ran-saran tentang kondisi-kondisi tertentu yang dituliskan pada pemahaman pembaca tentang keseluruhan uraian pembahasan
sub-bab tersebut. dalam makalah akademis.

Jika sebuah judul tidak merepresentasikan isi uraian pembaha-


O. Penulisan Kesimpulan dan Saran san, maka makalah akademis tersebut telah cacat.

Dalam sebuah skripsi, kesimpulan digambarkan sebagai uraian Atas maksud inilah, proses pemilihan judul hendaknya menjadi
hasil penelitian yang telah dilakukan dengan pencakupan data langkah terakhir setelah meletakkan langkah pertama pada
yang ada. Sedangkan pada sebuah makalah akademis yang penempatan topik yang proporsional sebagai inti pengem-
bukan penelitian, kesimpulan merupakan generalisasi pembaha- bangan uraian pembahasan masalah.
san yang dituliskan dengan singkat.
Jika sebuah topik telah dianggap proporsional didalam merepre-
Menuliskan kesimpulan untuk dapat ditempatkan dalam bab pe- sentasikan detail pembahasan masalah yang dituliskan dalam
nutup dapat dituliskan dengan dua cara; 1) menuliskan dalam makalah akademis, maka dapat secara mudahnya menjadikan
paragram yang berisikan gambaran umum dari uraian pembaha- topik tersebut sebagai judul makalah walaupun masih terdapat
san masalah dalam bab II atau 2) menuliskannya per-point un- besar kemungkinan penambahan frase ataupun kalimat.
tuk setiap materi pembahasan.
Sebuah judul harus singkat, padat dan jelas. Biasanya sebuah
Pada bagian sebelumnya (lihat bagian D tentang syarat makalah judul dituliskan dengan tidak menggunakan sebuah kalimat

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 19 20 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


lengkap yang mencakup pemakaian subjek, predikat serta objek R. Penutup
melainkan disusun atas sebuah atau beberapa frase.
Demikianlah uraian singkat tentang langkah-langkah dalam
proses penulisan makalah akademis. Tentunya, uraian singkat
Q. Penulisan Abstrak ini dapat bermanfaat bagi para siswa sekolah menengah atas
maupun mahasiswa perguruan tinggi didalam memulai proses
Dalam sistematika penulisan makalah akademis kesimpulan penulisan makalah akademis mereka.
akhir sebuah isi atau kandungan keseluruhan materi dalam se-
buah makalah dikenal dengan istilah abstrak. Dengan kata lain
abstrak dapat diartikan sebagai uraian singkat atas keseluruhan
materi pembahasan dalam sebuah makalah akademis.

Dilihat dari kemanfaatannya, kehadiran abstrak pada sebuah


makalah akademis ataupun karya ilmiah lainnya dapat memban-
tu pembaca dalam memahami keseluruhan uraian pembahasan.
Walaupun demikian, seperti telah dijelaskan diatas bahwa penu-
lisan abstrak belum dijadikan sebuah keharusan dalam proses
penulisan makalah akademis di jenjang sekolah menengah atas
(SMA) ataupun perguruan tinggi.

Umumnya, abstrak ditulis hanya dalam satu halaman dan maksi-


mal dua halaman dengan penulisan teks satu spasi (spasi tung-
gal). Paragraf pertama dibuka dengan penulisan nama penulis,
judul makalah (dengan garis bawah), jenis penulisan, jenis dan
jenjang pendidikan serta bulan tahun penulisan. Perhatikan con-
toh berikut:

DWI HARIYADI, Pendekatan Keterampilan Proses dan


Pendekatan Pencapaian Konsep Dalam Pembelajaran
Fisika. Skripsi. Jakarta: Jurusan Fisika, Fakultas Ma-
tematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri
Jakarta, Juli 2003.

Paragraf selanjutnya menguraikan tujuan penulisan makalah


akademis kemudian dialurkan kepada pernyataan permasala-
han, analisa serta jawaban dari pertanyaan tersebut.

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 21 22 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS


View publication stats

Hastuti, Wiji. 2001. The Correlation Between Students Vocabu-


Daftar Pustaka lary Mastery and Reading Comprehension (Hubungan An-
tara Pencapaian Kosa Kata Siswa dengan Kemampuan
Membaca). Jakarta: Jurusan Bahasa Inggris IKIP Muham-
Sumber Bacaan madiyah Prof. Dr. Hamka.

Arikunto, Suharsimi, Dr. 1996. Prosedur Penelitian: Suatu Pen- Hariyadi, Dwi. 2003. Pendekatan Keterampilan Proses dan Pen-
dekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. dekatan Pencapaian Konsep dalam Pembelajaran Fisika.
Jakarta: Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu
Ary, Donald., Lucy Chaser Jacobs, Asghar Razevieh. ____. In- Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta.
troduction to Research in Education. Second Edition. New
York: Holt, Rinehart and Winston. Mulyono, Herri. 2003. Students Response towards the Use of
Supermemory Music in Reading Lessons (Respon siswa
Hadi, Sutrisno. 1986. Metodologi Research. Buku 1 - 2. Yogya- terhadap penggunaan musik supermemory dalam pelaja-
karta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas ran membaca), Studi Kasus di Intensive English Course
Gajah Mada. (IEC) Tanjung Priuk Jakarta Utara. Jakarta: Jurusan pen-
didikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universi-
MIT Online Writing and Communication Center. Writing a The- tas Negeri Jakarta.
sis. Available at:
http://web.mit.edu./writing/Writing_Types/writingthesis.html
Ceramah Kuliah
Nasution, S. 1987. Metode Research. Bandung: Penerbit Jam-
mars. Pratitis, Banu (2003). Ceramah Kuliah Bimbingan Skripsi. Jakar-
ta: Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Uni-
Purba, Michael. Kimia 2000 untuk SMU Kelas 2. 2A. Jakarta: versitas Negeri Jakarta.
Erlangga.

Purdue University Online Writing Lab. 2001. Using American Perangkat Lunak
Psychological Association (APA) Format. Available at:
http://owl.english. pur- Kamus elektronik Linguist Versi 1.0. 1997
due.edu/handouts/research/r_apa.htm
elektronik Concise Oxford Dictionary - the tenth edition Versi 1.1.
Term Language Association Documentation. _____. A State- 2001. Oxford University Press.
ment on Plagiarism. Available at:
http://Webster.comment.edu/mla/plagiarism

Skripsi tidak diterbitkan

A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS - 23 24 -A-Z PENULISAN MAKALAH AKADEMIS