Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN LABORATORIUM

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

NO. PERCOBAAN : 16
JUDUL : IC COUNTER

NAMA PRAKTIKAN : NISRINA PUSPITA SARI 1315030110


NAMA REKAN KERJA : 1. RIZA FAHLEVI 1315030076
2. WENI FITRI 1315030019

KELAS/KELOMPOK : TT-3D/10
TANGGAL PELAKSANAAN PRAKTIKUM : 6-20 DESEMBER 2016
TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 28 DESEMBER 2016

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
28 DESEMBER 2016
PERCOBAAN 16

IC COUNTER

1. TUJUAN :

a. Mengaplikasi IC Counter untuk berbagai macam modulus dengan menggunakan


input clear.
b. Mengaplikasikan rangkaian Programable Counter sesuai rancangan yang telah
ditentukan.
c. Membuktikan tabel kebenaran masing masing counter

DASAR TEORI Pencacah Biner 4-bit

IC pencacah 4-bit dapat melakukan hitungan maksimum pada modulus 16,


untuk merubah modulus sesuai dengan kebutuhan rancangan pada IC
dilengkapi input clear, apabila diaktifkan akan memaksa output kembali
ke nol. Dengan sifat inilah IC dapat dirancang untuk melakukan hitungan
sesuai dengan modulus yang diinginkan. Gambar di bawah ini
menunjukkan Counter modulus 10 dengan menggunakan IC 7493

b. Presetable Ripple Counter

Pada counter jenis ini, proses perhitungannya dapat dimulai dari


sembarang bilangan (untuk up counter tidak harus mulai dari 0000 dan
untuk down counter tidak harus dari 1111). Operasi presetting-nya
dinamakan paralel load, dimana input-input asinkronnya diaktifkan.
Biasanya counter ini menggunakan IC 74193. IC ini memiliki dua input
(Up and Down). Input pertama untuk perhitungan ke atas (Up), sementara
yang kedua untuk perhitungan ke bawah (Down), operasinya meliputi
pengaturan kembali (reset), pemuatan paralel load, perhitungan ke atas
(Up Counter) dan perhitungan kebawah (down counter).

3. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN


1 buah IC 7400, IC 7408, dan IC 7493, dan IC 74193

Power Supply DC

4 buah Banana to Banana Cable

Logic Probe

6 buah Resistor 220


6 buah LED

Protoboard

Kabel-kabel penghubung

Clock IC Timer 555

4. CARA MELAKUKAN PERCOBAAN


1. Rangkailah rangkaian seperti gambar di bawah, berikan tegangan 5 Volt dan
clock, kemudian lengkapi tabel 6.1

2. Rangkailah rangkaian seperti gambar 4.2, berikan tegangan 5 Volt dan


clock, kemudian lengkapi tabel 6.2

3. Rangkailah rangkaian seperti gambar 4.3, berikan tegangan 5 Volt dan


clock, kemudian lengkapi tabel 6.3
4.

Rangkailah rangkaian seperti gambar 4.4, berikan tegangan 5 Volt dan


clock, kemudian lengkapi tabel 6.4

5. Rangkailah rangkaian seperti gambar 4.5, berikan tegangan 5 Volt dan


clock, kemudian lengkapi tabel 6.5.
6. Rangkailah rangkaian seperti gambar 4.6, berkan tegangan 5 Volt dan
clock, kemudian lengkapi tabel 6.6

2. DATA HASIL PERCOBAAN

Tabel 6.1 Counter Modulus 16 (IC 7493)

Coun Output
t Q3 Q2 Q1 Q0
0 0 0 0 0
1 0 0 0 1
2 0 0 1 0
3 0 0 1 1
4 0 1 0 0
5 0 1 0 1
6 0 1 1 0
7 0 1 1 1
8 1 0 0 0
9 1 0 0 1
10 1 0 1 0
11 1 0 1 1
12 1 1 0 0
13 1 1 0 1
14 1 1 1 0
15 1 1 1 1
16 0 0 0 0
Tabel 6.2 Counter Modulus 10 (IC 7493)

Coun Output
t Q3 Q2 Q1 Q0
0 0 0 0 0
1 0 0 0 1
2 0 0 1 0
3 0 0 1 1
4 0 1 0 0
5 0 1 0 1
6 0 1 1 0
7 0 1 1 1
8 1 0 0 0
9 1 0 0 1
10 0 0 0 0

Tabel 6.3. Counter Modulus 6 (IC 7493)

Output
Count
Q3 Q2 Q1 Q0
0 0 0 0 0
1 0 0 0 1
2 0 0 1 0
3 0 0 1 1
4 0 1 0 0
5 0 1 0 1
6 0 1 1 0
7 0 1 1 1
8 0 0 0 0
Tabel 6.4 Up-Counter Modulus 16 (IC 74193)

Input Output
UP DOW Q Q Q Q C B
N 3 2 1 0 0 0
1 0 0 0 0 1 1
1 0 0 0 1 1 1
1 0 0 1 0 1 1
1 0 0 1 1 1 1
1 0 1 0 0 1 1
1 0 1 0 1 1 1
1 0 1 1 0 1 1
1 0 1 1 1 1 1
1 1 0 0 0 1 1
1 1 0 0 1 1 1
1 1 0 1 0 1 1
1 1 0 1 1 1 1
1 1 1 0 0 1 1
1 1 1 0 1 1 1
1 1 1 1 0 1 1
1 1 1 1 1 0 1
1 0 0 0 0 1 1

Tabel 6.5. Down-Counter modulus 16 (IC 74193)


Input Output
UP DOW Q Q Q Q C B
N 3 2 1 0 0 0
1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 0 1 1
1 1 1 0 1 1 1
1 1 1 0 0 1 1
1 1 0 1 1 1 1
1 1 0 1 0 1 1
1 1 0 0 1 1 1
1 1 0 0 0 1 1
1 0 1 1 1 1 1
1 0 1 1 0 1 1
1 0 1 0 1 1 1
1 0 1 0 0 1 1
1 0 0 1 1 1 1
1 0 0 1 0 1 1
1 0 0 0 1 1 1
1 0 0 0 0 1 0
1 1 1 1 1 1 1

Tabel 6.6 Counter Hitungan 3-12 (IC 74193)

Input Output
DCB UP DOW Q Q Q Q C0 B0
A N 3 2 1 0
0011 1 0 0 1 1 1 1
0011 1 0 1 0 0 1 1
0011 1 0 1 0 1 1 1
0011 1 0 1 1 0 1 1
0011 1 0 1 1 1 1 1
0011 1 1 0 0 0 1 1
0011 1 1 0 0 1 1 1
0011 1 1 0 1 0 1 1
0011 1 1 0 1 1 1 1
0011 1 1 1 0 0 1 1
0011 1 0 0 1 1 1 1
0011 1 0 1 0 0 1 1
0011 1 0 1 0 1 1 1
0011 1 0 1 1 0 1 1
0011 1 0 1 1 1 1 1
0011 1 1 0 0 0 1 1
0011 1 1 0 0 1 1 1
Tabel 6.7 Counter Hitungan 4-11 (IC 74193)

Input Output
DCB UP DOW Q Q Q Q C0 B0
A N 3 2 1 0
0100 1 0 1 0 0 1 1
0100 1 0 1 0 1 1 1
0100 1 0 1 1 0 1 1
0100 1 0 1 1 1 1 1
0100 1 1 0 0 0 1 1
0100 1 1 0 0 1 1 1
0100 1 1 0 1 0 1 1
0100 1 1 0 1 1 1 1
0100 1 0 1 0 0 1 1
0100 1 0 1 0 1 1 1
0100 1 0 1 1 0 1 1
0100 1 0 1 1 1 1 1
0100 1 1 0 0 0 1 1
0100 1 1 0 0 1 1 1
0100 1 1 0 1 0 1 1
0100 1 1 0 1 1 0 1
0100 1 0 1 0 0 1 1
3. ANALISA DATA

Pada percobaan pertama adalah merangkai Rangkaian Counter modulus 10 dengan


menggunakan IC 7493. Dimana IC 7493 digunakan sebagai pencacah biner 4 bit dengan
hitungan maksimum hingga modulus 16. IC ini dilengkapi dengan input clear yang
digunakan untuk memaksa output kembali ke nol. Sehingga perhitungan dapat
disesuaikan dengan modulus yang diinginkan, yang menghasilkan 4 output yaitu Q3, Q2,
Q1, dan Q0. Perhitungan dimulai dari 0 (0000) sampai 15 (1111). Pada saat hitungan ke 15
(1111) maka input clear akan memaksa output kembali ke 0 (0000). Sehingga pada
hitungan ke-15 tersebut akan merecycle pada saat output 1111 menjadi 0000 di hitungan
ke-16. Hasilnya dapat dilihat pada Hasil Percobaan Tabel 6.1.
Pada percobaan kedua adalah merangkai Rangkaian IC Counter Modulus 10 dengan
menggunakan IC 7493, yang mempunyai 4 output yaitu , Q3, Q2, Q1, dan Q0. Perhitungan
dimulai dari 0 (0000) sampai 9 (1001). Pada saat hitungan ke 9 (1001) maka input clear
akan memaksa output kembali ke 0 (0000). Sehingga pada hitungan ke-9 tersebut akan
merecycle pada saat output 1001 menjadi 0000 pada hitungan ke-10. Hasilnya dapat
dilihat pada Hasil Percobaan Tabel 6.2.
Pada percobaan ketiga adalah merangkai Rangkaian IC Counter Modulus 6 dengan
menggunakan IC 7493, yang mempunyai 4 output yaitu, Q3, Q2, Q1, dan Q0. Perhitungan
dimulai dari 0 (0000) sampai 5 (0101). Pada saat hitungan ke 5 (0101) maka input clear
akan memaksa output kembali ke 0 (0000). Sehingga pada hitungan ke-5 tersebut akan
merecycle pada saat output 0101 menjadi 0000 pada hitungan ke-6. Hasilnya dapat
dilihat pada Hasil Percobaan Tabel 6.3.
Pada percobaan keempat adalah merangkai Rangkaian Up Counter Modulus 16
dengan menggunakan IC 74193, yang mempunyai 4 output yaitu, Q3, Q2, Q1, Q0, B0, dan
C0. Dimana untuk IC 74193 di setiap LOAD, CLEAR, UP, dan DOWN diberikan logic
yang berbeda-beda. Pada modulus 16 Up Counter, LOAD merupakan aktif rendah namun
diberi logic 1 agar tidak aktif, CLEAR diberi logic 0, UP dihubungkan ke clock,
sedangkan DOWN diberikan logic 1. Maka pada hasil percobaan (Tabel 6.4.) outputnya
akan melakukan perhitungan yang urut dari nilai terkecil sampai nilai terbesar yaitu
0(0000) sampai 15(1111) dan pada hitungan ke 15, output CO akan menghasilkan logic 0
(mati) dan akan melakukan perhitungan ulang dari nol pada perhitungan ke-16 (0000). C O
mati karena CO adalah carry out. Perpindahan dari 15 ke 0 menyebabkan adanya
penyimpanan (carry), sehingga CO mati. Sedangkan B0 adalah Borrow Out.

Pada percobaan kelima adalah merangkai Rangkaian Down Counter Modulus 16


dengan menggunakan IC 74193, yang mempunyai 4 output yaitu, Q3, Q2, Q1, Q0, B0, dan
C0. Dimana untuk IC 74193 di setiap LOAD, CLEAR, UP, dan DOWN diberikan logic
yang berbeda-beda. Pada modulus 16 Down Counter, LOAD merupakan aktif rendah
namun diberi logic 1 agar tidak aktif, CLEAR diberi logic 0, UP diberi logic 1 ,
sedangkan DOWN dihubungkan ke clock.Maka pada hasil percobaan (Tabel 6.5.)
outputnya akan melakukan perhitungan yang urut dari nilai terbesar sampai nilai terkecil
yaitu 15(1111) sampai 0(0000) dan pada hitungan ke-15, output B O akan menghasilkan
logic 0 (mati) dan akan melakukan perhitungan ulang dari Nilai 15(1111) pada
perhitungan ke-16 (1111). BO mati karena BO adalah Borrow Out. Perpindahan dari 0 ke
15 menyebabkan adanya peminjaman, sehingga BO mati. Sedangkan C0 adalah Carry Out.

Pada percobaan keenam adalah merangkai Rangkaian Counter hitungan 3-12 dengan
menggunakan IC 74193. Dengan menggunakan IC 74193 dapat melakukan hitungan dari
3 sampai 12, dimana tidak harus dimulai dari nol dan berakhir di 15. Bentuk
rangkaiannya sama dengan up counter, tetapi ditambah dengan IC 7408 dan IC 7400. QC
dan QD dihubungkan pada IC 7408. Output dari IC 7408 dihubungkan ke IC 7400
bersama dengan QA. LOAD merupakan aktif rendah dimana masukannya berasal dari
output IC 7400, CLEAR diberi logic 0, UP dihubungkan ke clock , sedangkan DOWN
diberi logic 0. Output dapat dilihat pada Hasil Percobaan Tabel 6.6 dimana output
dimulai pada perhitungan dimulai dari angka 3(0011) sampai 12(1100). Pada saat
hitungan ke-9 maka input akan melakukan perhitungan ulang dari nilai 3(0011) pada
perhitungan ke-10 dan akan terus mengulang.

4. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. IC Counter dapat diaplikasikan untuk berbagai macam modulus dengan
menggunakan input clear.
2. IC 74193 adalah IC yang dapat digunakan untuk rangkaian Programable Counter
sesuai dengan rancangan yang diinginkan, hal ini bisa dilakukan dengan cara
menambahkan gerbang logika..
3. IC 74193 dapat mengaktifkan rangkaian UP atau DOWN counter dengan
memasukkan Clock pada Pin UP atau DOWN sesuai dengan rangkaian yang akan
kita buat.
5. PERTANYAAN DAN TUGAS

1. Jelaskanlah fungsi input Reset pada rangkaian 5.3!


2. Jelaskanlah perbedaan modulus 6 dan 10 dalam hal recyclenya!
3. Amatilah perubahan kondisi CO dan BO, kemudian jelaskanlah indikasi
apakah yang ditunjukkan oleh kedua output tersebut.
4. Jelaskanlah kejadian pada BO dan CO, kenapa hal tersebut terjadi!
5. Apakah yang menyebabkan bilangan muncul seperti output pada rangkaian
5.7, berikan alasannya?
JAWAB :

1. Reset berfungsi membuat output kembali ke nol.


2. Modulus 6 akan mengalami recycle setelah menghasilkan output 0101,
sedangkan pada modulus 10 baru akan mengalami recycle setelah
menghasilkan output 1 001.
3. CO akan aktif sejenak ketika digunakan pada UP counter modulus 16,
sedangkan BO akan aktif sejenak ketika digunakan pada DOWN counter
modulus 16.
4. CO akan aktif sejenak ketika digunakan pada UP counter modulus 16 pada
saat akan merecycle dari 1111 ke 0000, sedangkan BO akan aktif sejenak
ketika digunakan pada DOWN counter modulus 16 pada saat akan merecycle
dari 0000 ke 1111.
5. Karena, outputnya telah disetting agar keluar sesuai yang diinginkan yaitu 3-
12 dengan menambahkan IC 7408 untuk output Qc dan Qd yang dimasukkan
sebagai input di IC 7408, lalu output dari IC 7408 dan Qa dimasukkan pada
input IC 7400, lalu output dari IC 7400 dimasukkan pada Pin 11 (LOAD).