Anda di halaman 1dari 7

Kelompok:

Hidayatul Akli (14513043)

Fadhlurrohman Maleteng (14513094)

Anita Rahayu (14513141)

TUGAS TDU

A. Profil Perusahaan PT Sidomuncul

Berdirinya PT Sidomunculbermula dari sebuah industrirumah tangga yang


dikelola IbuRahmat Sulistio pada tahaun1940 di Yogyakarta dengandibantu oleh 3
orang Karyawan.Banyaknya permintaan terhadapkemasan jamu yang lebihpraktis,
mendorong beliaumemproduksi jamu dalambentuk yang praktis (serbuk).Seiring
dengan kemajuan usahatersebut, pengolahan jamukemudian dipindahkan dari
Yogyakarta ke Semarang.

I. Visi

Menjadi perusahaan obat herbal, makanan-minuman kesehatan, dan pengolahan


bahan bakuherbal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan
lingkungan.

II. Misi
1. Mengembangkan produk-produk berbahan baku herbal yang rasional,
aman dan jujurberdasarkan penelitian
2. Mengembangkan penelitian obat-obat herbal secara berkesinambungan
3. Membantu mendorong pemerintah, institusi pendidikan, dunia kedokteran
agar lebihberperan dalam penelitian dan pengembangan obat
dan pengobatan herbal
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membina
kesehatan melaluipola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami
dan pengobatan secara naturopathy
5. Melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) yang intensif
6. Mengelola perusahaan yang berorientasi ramah lingkungan
7. Menjadi perusahaan herbal yang mendunia.

III. Sejarah perusahaan

1940

Awal usaha industri jamu perseroan bermuladari sebuah industri rumah tangga
yangdikelola oleh Ibu Rahmat Sulistio diYogyakarta dengan dibantu tiga
orangkaryawan.

1951

Pengolahan jamu dipindahkan dari Yogyakartake Semarang , berdirilah


perusahaan sederhanadengan nama Sido Muncul yang berarti

Impian yang terwujud dengan pabrik

pertamanya berlokasi di Jalan MlatenTrenggulun, Semarang.

1970

Dibentuk persekutuan komanditer dengan namaCV Industri Jamu dan Farmasi


Sido Muncul.

1975

Bentuk usaha industri jamu berubah menjadiperseroan terbatas dengan nama PT


IndustriJamu dan Farmasi Sido Muncul

1984

Pabrik dipindahkan ke lingkungan industri kecildi Jalan Kaligawe Semarang,


gunamengakomodir permintaan pasar yang terusbertambah, maka pabrik
dilengkapi denganmesin-mesin modern.

1997

Diadakan peletakan batu pertama pembangunanpabrik baru di Klepu, yang lebih


besar danmodern oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dandisaksikan Dirjen
Pengawasan Obat danMakanan.
2000

Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, KecamatanBregas, Ungaran diresmikan oleh


mentri kesehatandan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia pada11 November.

2013

Peluncuran penawaran umum perdana sahamSidomuncul sejumlah 1.500.000.000


(satu miliar lima ratus juta saham dengan hargaperdana Rp 580/lembar saham.

B. Detail proses ekstraksi (input proses output)


a. Pilihan Strategi Proses
Secara umum, strategi produksi perusahaan ada empat macam,
yaitu process focus, repetitive (modular) focus, product focus dan
mass customization. Bila dilihat dari proses produksi Sido Muncul,
yang menhgasilkan beberapa varietas produk, (herbal medicine,
energy drink, supplement, healty drinks dan beverage &
confectionery, dengan sekitar 300 jenis produk) dengan bahan baku
yang beraneka jenis (sekitar 150 bahan baku) serta peralatan yang
serupa untuk setiap proses produksinya maka disimpulkan bahwa PT
Sido Muncul menggunakan strategi Process Focus.

b. Process Chart
Berikut ini penjelasan mengenai process chart tersebut :
1. Bahan Baku Mentah (Disortasi)
Bahan baku yang diperoleh disortir sesuai jenisnya dan dipilah bahan yang
layak dan bahan yang tidak layak produksi. Ada sekitar 150 jenis bahan
baku mentah yang digunakan dalam produksi.

2. Pencucian
Semua bahan baku yang layak produksi dicuci untuk membersihkan bahan
baku dari kotoran-kotoran.

3. Pengovenan
Kadar air dalam bahan baku tidak boleh lebih dari 10%, oleh karena itu
dilakukan pengovenan untuk mengurangi kadar air dalam bahan baku.
Pengovenan ini juga bertujuan agar bahan tersebut berdaya tahan lama.
4. Bahan baku matang
Bahan yang sudah dioven dan akan segera di masukkan proses produksi,
dan sebagian disimpan di gudang.

5. Disimpan di gudang bahan baku


Sebagian bahan baku disimpan di gudang bahan baku sebagai persediaan.

6. Tahap Penggilingan I
Semua bahan baku yang siap diproduksi digiling supaya halus dan mudah
diproduksi.

7. Tahap penggilingan II
Penggilingan II ini dilakukan untuk produksi jamu berbentuk serbuk,
bahan yang tadi sudah melalui penggilingan I, digiling lagi supaya lebih
halus.

8. Pengayakan
Bahan yang sudah melalui 2 kali penggilingan, kemudian diayak dengan
ayakyang berukuran 30 mesh.

9. Ekstraksi
Ekstraksi ini dilakukan untuk produksi jamu berbentuk cair. Bahan yang
tadi sudah melalui penggilingan I, di ekstrak dan diambil sarinya.

10. Pembuatan Jamu


Pembuatan ini tergantung dari jenis bahan baku yang digunakan dan jenis
fisik jamu. Bentuk proses pembuatan jamu antar lain:
Proses pembuatan jamu serbuk
Proses pembuatan jamu cair
Proses pembuatan jamu ari daun dan akar-akaran
Pross pembuatan jamu instan dari empon-empon
Proses pembuatan jamu pil
Proses pembuatan jamu kapsul
Proses pembuatan jamu tablet

11. Pengemasan
Produk yang sudah jadi kemudian dikemas, biasanya pengemasan ini
memiliki ruang yang tersendiri degan suhu 260C karena produk jamu
sangat rentan terkontaminasi. Bahan yang diguanakan untuk mengemas
adalah plastic metalize yaitu plastic tipis yang berlapis laminates dengan
logam atau aluminium sehingga sulit menyerap air, minyak dan udara.

c. Hasil Produksi
1. Tipe serbuk : Kuku Bima dan Kuku Bima Ginseng
2. Tipe cair : Tolak angin, tolak angin ekstra hangat
3. Tipe saset hisap : Tolak angin permen
4. Tipe botol : Kuku Bima Ener-G
5. Tipe Fls : Tolak angin anak, tolak angin flu

C. Limbah yang Dihasilkan


1. Limbah Cair
Dimana hasil olahan domestiknya dimanfaatkan sebagai air untuk
menyiram tanaman di lingkungan sekitar pabrik berupa:
Air sisa/larutan cucian bahan baku
Air limbah rumah tangga (domestic)
Air sisa proses pembersihan lokasi produksi
Air limbah resapan taman, dan lain lain

2. Limbah Padat
Organik sebanyak 98% yang kemudian dijadikan kompos telah
dilakukan sejak tahun 1998 berupa ampas ekstraktsi limbah
produksi, limbah pertanian (daun, ranting, kayu), limbah rumah
tangga, dan lain sebagainya
Anorganik sebanyak 2% berupa limbah kemasan supplier, sisa
kemasan produk, plastic, botol, dll.