Anda di halaman 1dari 2

ADNAN ARIF NUGROHO

NIM : 030217171

UPBBJ PANGKAL PINANG

TUGAS 3 MANAJEMEN STRATEGIK

1. Strategi Penetapan Harga Produk Baru

Strategi penetapan harga adalah tahapan dimana perusahaan mengklasifikasikan dan


menggolongkan produk atau jasa yang dihasilkannya merupakan produk baru yang belum memiliki
konsumen loyal/tetap atau produk yang telah beredar yang telah memiliki pangsa pasar tersendiri.

Strategi penetapan harga ini juga berhubungan dengan siklus kehidupan produk (Product Life
Cycle)dimana suatu produk memiliki empat tahapan utama yakni, Perkenalan, Pertumbuhan,
Kematangan dan Penurunan.

Secara khusus strategi penetapan harga ini terdiri dari ;

Produk Baru

Dalam menetapkan strategi penetapan harga yang efektif untuk produk baru atau tahap perkenalan
ini terdapat 2 (dua) alternatif strategi penetapan harga, yaitu

1. Harga Mengapung (Skimming Price)

Memberikan harga tinggi untuk menutup biaya dan menghasilkan labamaksimum (perusahaan dapat
meyakinkan konsumen bahwa produknya berbeda dengan produk sejenis yang lain.)

Pendekatan skimming sangat efektif jika terdapat diferensiasi harga pada segmen tertentu dan
pesaing relatif sedikit. Skimming juga dapat dimanfaatkan untuk membatasi permintaan sampai
perusahaan merasa siap untuk melakukan produksi masal. Apalagi skimming dapat meningkatkan
nilai produk menjadi sangat prestisius.

2. Harga Penetrasi

Memberikan harga rendah untuk menciptakan pangsa pasar dan permintaan, strategi ini
dapat diterapankan pada situasi pasar tidak terfragmentasi ke dalam segmen yang berbeda, serta
produk tersebut tidak mempunyai nilai simbolis yang tinggi. Pendekatan ini juga efektif terhadap
sasaran pasar yang sensitif harga.
2. Metode Cost Plus

Metode Cost Plus = Total Biaya + Keuntungan yg diharapkan

= 5.000.000 + 30% dari 5.000.000

= 6.500.000

Harga tiap unit = 6.500.000 / 200 = 32.500

3. Yang harus diperhatikan dalam membina hubungan baik dengan saluran pemasaran :

a. Strategi janji (promise strategy)

b. Strategi ancaman (threat strategy)

c. Strategi Legal (Legalistic Strategy)

d. Strategi Permintaan (Request Strategy)

e. Strategi Pertukaran Informasi (Information exchange strategy)

f. Strategi rekomendasi (recommendation strategy)

Pada intinya, hubungan baik itu perlu karena adanya simbiosis mutualisme antara produsen dengan
pemasar, yaitu sama-sama ingin mendapatkan keuntungan.

4. Apabila saya managernya, tentu akan saya telusuri akar permasalahan. Saya akan panggil pihak-
pihak yang berseteru, lalu saya akan panggil juga pihak netral. Kita berdiskusi sambil ngopi-ngopi,
permasalahannya dimana, lalu apa solusinya. Selama masih bisa diselesaikan ala diplomasi warung
kopi, tentu akan saya selesaikan saat itu juga, apabila tidak, saya akan memakai perintah langsung dari
saya, dan tentunya akan saya pantau progressnya.

5. Produsen tidak langsung menjual barang ke konsumen akhir karena akan sangat tidak efektif bagi
kelangsungan usahanya. Produksi dan distribusi adalah dua hal yang punya core-business yang
berbeda. Perusahaan sebaiknya fokus pada salah satu bidang, kalau produksi ya produksi, distribusi
ya distribusi, kalau dua-duanya diambil biasanya akan tidak efisien dari segi cost (high cost).