Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan : SMA N 1 Kendal
Kelas/Semester : X/1
Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Materi Pokok : Kehidupan Manusia Praaksara
Pertemuan Ke :4
Alokasi waktu : 1 JP (30 Menit)

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif)
dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR


No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

1 1.1 Menghayati dan mengamalkan 1.1.1 Berdoa sebelum kegiatan belajar


ajaran agama yang dianutnya mengajar
1.1.2 Senantiasa berusaha menjadi pribadi
yang selalu bersyukur kepada Tuhan
sebagai makhluk yang mempunyai
budaya luhur

2 2.1 Menunjukkan perilaku jujur, 2.1.1 Saling menghargai kepada teman


disiplin, tanggung jawab, peduli sekelas
(gotong royong, kerjasama, toleran, 2.1.2 Berangkat awal dan tidak terlambat
damai), santun, responsif, dan pro- ke sekolah
aktif sebagai bagian dari solusi atas 2.1.3 Saling membantu teman yang
berbagai permasalahan dalam mengalami kesulitan memahami
materi
berinteraksi secara efektif dengan 2.1.4 Selalu mengerjakan tugas guru dan
lingkungan sosial dan alam serta tidak menyontek dalam ulangan
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
3 3.4 memahami hasil-hasil dan nilai- 3.4.1 Menjelaskan pengertian masa
nilai budaya masyarakat Praaksara Praaksara
Indonesia dan Pengaruhnya dalam
3.4.2 Menganalisis jenis manusia purba
kehidupan Lingkungan terdekat
3.4.3 Menganalisis corak kehidupan
masyarakat Praaksara
3.4.4 Menganalisis kebudayaan masa
praaksara
4 4.4 menyajikan hasil-hasil dan nilai 4.4.1 Menyusun makalah secara kelompok
nilai budaya masyarakat Praaksara 4.4.2 menyajikan dan mempresentasikan
Indonesia dan pengaruhnya dalam
hasil makalah mengenai kehidupan
kehidupan Lingkungan terdekat
dalam masa praaksara
Bentuk tulisan

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dengan pembelajaran ini siswa mampu menunjukan rasa syukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa
2. Dengan pembelajaran ini siswa mampu bekerasama dan gotong royong
dengan teman-teman
3. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis Discovery, pendekatan
saintifik siswa dapat menjelaskan kehidupan masa praaksara dan kebudayaanya
4. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis diskusi kelompok
menampilkan hasil didepan kelas
C. MATERI
Mengenal kehidupan masa Praaksara dan hasil kebudayaanya
D. METODE
1 Pendekatan : Scientific
2 Metode : Diskusi kelompok
3 Model : Pembelajaran berbasis Discovery
E. Media
1. Media/ Alat
Video kehidupan manusia purba
Power Point
Laptop
Audio video

F. Sumber Belajar
Sejarah Nasional Indonesia Jilid I,
Buku Siswa Kelas X SMA,
Lembar Kerja Siswa Kelas X

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI


WAKTU
Pertemuan ke- 1

Pendahuluan 1. Persiapan kelas membuka pelajaran dengan 4 menit


mengucapkan salam dan berdoa bersama
2. Guru menanyakan kabar siswa serta memotivasi siswa
dengan bertanya tentang keadaan alam sekitar tempat
tinggal siswa.
3. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran materi
praaksara
4. Guru memberikan apersepsi peninggalan manusia purba
yang sampai saat ini masih digunakan manusia sekarang
5. Guru memberi gambaran garis besar materi yang akan
dipelajari
Inti (Mengamati) 20 menit
1. Siswa mengamati pemutaran video dan tampilan
power point pola kehidupan manusia purba masa
praaksara
(Menanya)
2. Siswa menanyakan berbagai hal mengenai
tayangan kehidupan manusia purba
3. Guru menayakan pada siswa bagaimana
pola kehidupan manusia purba
(Mencoba/ Mengumpulkan Data)
4. Guru mempersilahkan siswa yang lain untuk
menjawab pertanyaan dari teman sejawatnya
(Mengasosiasikan)
5. Seluruh siswa mengolah dan menganalisis dan
mencari informasi untuk menjawab pertanyaan dari guru
maupun dari teman sejawatnya
6. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
menjawab pertanyaan yang telah diberikan

Penutup 1. Membuat kesimpulan tentang materi yang telah 6 menit


didiskusikan secara besama antara siswa dan guru
2. Guru memberikan tugas kelompok untuk membuat
kliping hasil kebudayaan masa praaksara
3. Melakukan refleksi dan menggali feedback dari
siswa
4. Menutup pelajaran dengan berdoa sesuai dengan
agama dan keyakinan masing-masing
H. Langkah Penilaian
Teknik penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial)
1). Observasi (jurnal)

No Waktu Nama Siswa Catatan Butir Sikap


Perilaku

b. Pengetahuan
1). Tes tertulis
Teknik Bentuk Instrumen Tujuan
Tes tertulis Tes Uraian Mengetahui penguasaan terhadap materi
kehidupan masa praaksara untuk
perbaikan proses pembelajaran

Kisi-kisi
No KD Materi Indikator Soal Bentuk Soal Jumlah
Soal
1 memahami hasil-hasil Kehidupan 1. Siswa dapat Uraian 5
dan nilainilai budaya Masa menjelaskan
masyarakat praaksara Praaksara pengertian masa
Indonesia dan praaksara
pengaruhnya dalam 2. Siswa dapar
kehidupan lingkungan menyebutkan
terdekat tahapan-tahapan
pembagaian
masa
berdasarkan
teknologi
3. Siswa dapat
menyebutkan
manusia purba
yang pernah
tinggal di
Indonesia
4. Siswa dapat
menyebutkan
dan
menjelaskan ciri
kehidupan pada
masa cocok
tanam
5. Siswa dapat
menjelaskan
kepercayaan
Totemisme dan
Shamimisme

Soal

1. Jelaskan pengertian masa Pra-aksara?

2. Sebutkan masa berdasarkan teknolologi yang dihasilkan?

3. Sebutkan manusia purba yang pernah hidup di Indonesia?

4. Sebut dan jelaskan corak kehidupan masa bercocok tanam ?

5. Jelaskan sistem kepercayaan Totemisme dan Shamimisme masa praaksara?

No Kunci Skor
1 Masa dimana manusia belum mengenal tulisan 5
2 Jaman Batu yang terbagi menjadi : 30
1. Jaman Batu Tua ( paleolithikum )
2. Jaman Batu Madya ( Mesolithikum )
3. Jaman Batu Baru ( Neolithikum )
4. Jaman Batu Besar ( Megalithikum )
b. Jaman Logam yang terbagi menjadi
1. Jaman Perunggu
2. Jaman Tembaga
3. Jaman Besi

3 Meghantropus Paleojavanicus, Pithe Canthropus 5


Erectus, Homo
4 Sudah mampu mengatur dan memanfaatkan sumber 30
daya alam
Sudah mampu menghasilkan makanan sendiri
Sudah mulai hidup menetap
Sudah mengenal sistem gotong royong
Peralatan yang digunakan :
Beliung : Kapak batu, mata anak panah, mata
tombak, gerabah

5 Totemisme 30
Yaitu paham kepercayaaan yang menganggap suci /
memiliki kekuatan supranatural roh binatang tertentu
seperti harimau, sapi, ular, dan kucing;
Shamamisme
Yaitu paham pemujaan terhadap pelaksana upacara
ritual, misal dukun / kepala suku

c. Keterampilan
1). Kinerja
Kisi-kisi
No KD Materi Indikator Teknik Penilaian
1 menyajikan hasil- Kehidupan Siswa dapat Kinerja/hasil
hasil dan nilai nilai Masa Praaksara bekerjasama kelompok
budaya masyarakat dalam membuat
Praaksara Indonesia makalah
dan pengaruhnya
dalam kehidupan
Lingkungan terdekat
dalam
Bentuk tulisan

No Nama Siswa Skor

Kepala SMA 1 Kendal Guru Sejarah

Parijan, S.Pd Slamet Wakhidin, S.Pd

MATERI AJAR

Pra Aksara atau Pra Sejarah atau Nirleka ( nir : tidak ada, leka : tulisan ). adalah istilah yang
digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia,
dengan kata lain Masa Pra aksara berarti jaman sebelum ditemuklan tertulis /jaman sebelum
manusia mengenal tulisan
Berdasarkan teknologi yang di hasilkan meliputi :
A. Jaman Batu yang terbagi menjadi :
Jaman Batu Tua ( paleolithikum )
Jaman Batu Madya ( Mesolithikum )
Jaman Batu Baru ( Neolithikum )
Jaman Batu Besar ( Megalithikum )
B. Jaman Logam yang terbagi menjadi
1. Jaman Perunggu
2. Jaman Tembaga
3. Jaman Besi

Ciri-ciri Meganthropus Palaeo Jaavanicus


Berbadan tegap dengan tonjolan di belakang kepala
- Bertulang pipi tebal
- Tidak berdagu
- Gigi dan rahang besar dan kuat
Pithe Canthropus Erectus
Tinggi tubuhnya 165 -180 cm
- Berbadan tegap
- Hidung lebar tidak berdagu
- Volumea otak antara 750 cc 1300 cc
Homo
Tinggi tubuh sekitar 130 210 cm
- Otot kenyal, gigi dan rahang sudah menyusut
- sudah merdagu
- Volume otak 1000 1300 cc
Perkembangan corak kehidupan dan peralatan yang digunakan manusia purba dibagi
menjadi 4 tahap :
Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
corak kehidupan :
Nomaden ( berpindah pindah )
Kebutuhan hidup tergantung pada alam
Peralatan yang digunakan :
Kapak berimbas
Kapak penetak
Kapak genggam
Masa Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjutan
Corak kehidupan :
Bertempat tinggal di gua gua ( setengah menetap )
Sudah mengenal api
Sudah mengenal bertanam sederhana
Masa bercocok tanam
Sudah mampu mengatur dan memanfaatkan sumber daya alam
Sudah mampu menghasilkan makanan sendiri
Sudah mulai hidup menetap
Sudah mengenal sistem gotong royong
Peralatan yang digunakan :
Beliung : Kapak batu, mata anak panah, mata tombak, gerabah
Beliung persegi > batu yang sudah dihaluskan pada sisi sisinya
Masa Perundagian Corak kehidupan pada masa perundagian
Manusia terbagi dalam kelompok kelompok yang memiliki ketrampilan
Manusia membangun tempat pemujaan dari batu batu besar. Peralatan yang
digunakan : Kapak perunggu ( kapak corong, kapak sepatu ), nekara, moko,
peralatan upacara manik manik dll
Sistem Kepercayaan dan Peninggalan Peninggalan kebudayaan pada masa
perundagian
Anismisme
Yaitu kepercayaan kepada nenek moyang terhadap roh ( jiwa ) nenek moyang yaang
telah meninggal dan masih berpengaruh terhadap kehidupan di dunia.
Dinamisme
Yaitu paham kepercayaan terhadap benda benda yang dianggap memiliki kekuatan
gaib
Totemisme
Yaitu paham kepercayaaan yang menganggap suci / memiliki kekuatan supranatural
roh binatang tertentu seperti harimau, sapi, ular, dan kucing;
Shamamisme
Yaitu paham pemujaan terhadap pelaksana upacara ritual, misal dukun / kepala suku
Bentuk bangunan masa perundagian
Menhir
Yaitu tiang batu sebagai tugu peringatan kepada arwah nenek moyang
Dolmen
Yaitu meja batu tempat meletakkan sesaji
Peti kubur batu
Yaitu Lempengan batu besar berbentuk kotak persegi panjang sebagai peti jenasah
Sarkofagus
Yaitu Bangunan batu besar berbentuk seperti mangkuk sepasang sebagai peti jenasah
Patung nenek moyang
yaitu bangunan berbentuk arca bagian kepala sebagai lambang nenek moyang
Punden berundah
Yaitu Susunan batu bertingkat menyerupai candi sebagai upacara pemujaan
Waruga
yaitu Peti kubur batu berukuran kecil berbentuk kubus dan memiliki tutup dari
lempengan batu lebar