Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

A DENGAN COMBUSTIO : POST


DEBRIDEMENT
DI RUANG DAHLIA RSUD Dr. TUGUREJO SEMARANG

PENGKAJIAN
Tanggal masuk : 02 Januari 2006 Praktikan : Bintara Bayu Aji
Jam : 09.10 WIB NIM : 1.1.20350
Ruang : DAHLIA
No. Reg. : 099551

Identitas
Nama pasien : Tn. A
Umur : 27 tahun
Jenis kelamin : laki- laki
Suku/ bangsa : Jawa/ Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMU
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Wonosari RT 3/X, Ngaliyan
Tgl pengkajian : 5 Januari 2006, Jam 17.00 WIB

Penanggung jawab :
Nama : Ny. M
Umur : 23 tahun
Hubungan dg pasien : Istri
Suku/ bangsa : Jawa/ Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
1.1 Riwayat keperawatan
1.1.1 Riwayat Perawatan sekarang
Pagi hari, 2 januari 2006 Klien terkene air panas di punggung, tangan kiri,
tungkai kanan-kiri, merasa kesakitan. Keluarga mambawa ke RSUD
Tugurejo melalui UGD.
1.1.2 Riwayat keperawatan yang lalu
Sebelumnya pasien tidak pernah sakit seperti yang dialami saat ini, dan
pasien tidak pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit lain.
1.1.3 Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga tidak ada yang pernah menderita penyakit yang dialami pasien
saat ini dan keluarga serta pasien tidak mempunyai riwayat penyakit
jantung, paru, ginjal, DM, hati maupun hipertensi.

GENOGRAM

Keterangan :
Laki- laki Pasien Meninggal

Perempuan Tinggal serumah

POLA FUNGSIONAL GORDON


1. Pola manajemen kesehatan
Pasien mengatakan kesehatan adalah segala- galanya dan penting, apabila
ada anggota keluarga yang sakit, segera dibawa ke tempat pelayanan
kesehatan.
2. Pola nutrisi
Sebelum sakit pasien makan dengan porsi biasa 3 x sehari dengan menu
nasi, lauk- pauk, sayur, dan ditambah minum 7 gelas/ hari. Setelah sakit
pasien tetap makan seperti biasa, sehari 3x dengan menu yang ditentukan
RS.
3. Pola eliminasi
Sebelum sakit pasien BAB 1x / hari dengan konsistensi lunak dan BAK 5
7 x / hari, setelah masuk rumah sakit pasien tidak mengalami kesulitan
dalam BAB, yaitu tetap 1 x / hari dengan konsistensi lunak warna kuning.
Sedangkan BAK pasien 3- 4 x / hari dibantu keluarga, warna urin kuning.
4. Pola aktivitas
Saat sebelum sakit dan masuk rumah sakit, pasien adalah seorang pekerja
di sebuah PT. Diwaktu sakit seperti saat ini pasien tidak mampu
melakukan kegiatan secara keseluruhan seperti biasa, karena luka bakar di
punggungnya terasa sakit dan menggangu.
5. Pola kognitif dan persepsi sensori
Pasien mampu berkomunikasi dengan baik karena respon verbal ada
dengan GCS V 5. Persepsi sensori pasien mampu bergerak dan masih
merasakan nyeri bila dirangsang nyeri.
6. Pola tidur dan istirahat
Sebelum sakit pasien tidak ada keluhan dengan kebiasaan tidurnya yaitu 7
jam dimalam hari. Ketika hanya merasa nyaman dan aman dengan tidur
tengkuap klien sulit untuk tidur dan terjaga.
7. Pola persepsi diri dan konsep diri
Body image : pasien sudah pasrah dengan keadaannya saat ini.
Identitas diri : Pasien sudah bekerja menjadi karyawan sebuah PT.
Harga diri : Pasien kadang belum bisa berinteraksi dengan orang
lain
Peran diri : Tn U adalah seorang anak dari 3 saudaranya
Ideal diri : Kesembuhan dan sehat semua diserahkan pada Tuhan
YME
8. Pola hubungan sosial
Hubungan pasien di rumah tangga baik, dengan tetangga serta kerabat
keluarga yang lainpun baik.
9. Pola seksualitas dan reproduksi
Pasien adalah seorang suami dengan seorang anak, masih menginginkan
anak lagi, tapi ingin membuat jarak yang tepat dulu..
10. Pola mengatasi permasalahan hidup
Pasien selalu memusyawarahkan dengan keluarga bila ada masalah.
11. Pola nilai dan kepercayaan/ agama
Pasien beragama Islam, selama sakit ia hanya dapat berdoa sesuai dengan
agama dan kepercayaannya.

1.2 Pemeriksaan fisik


Kesadaran : Composmentis dengan GCS : E= 4, M= 6, V= 5
Nadi : 99x/ menit
Pernafasan : 25x/ menit
Suhu tubuh : 380 C
Tekanan darah : 120/ 70 mmHg

Kulit :
Turgor baik, warna kulit sawo matang, ada hiperpigmentasi pada daerah jari
tangan maupun kaki, terdapat luka ditungkai dan bekas luka bakar didaerah
punggung.

Kepala :
Bentuk kepala mesosephal, kotor, berbau, tidak ada lesi, rambut beruban
kriting dan jarang.

Mata :
Udem palpebra tidak ada, reflek pupil simetris isokor, konjungtiva sedikit
anemis, sclera tidak ikteric.
Hidung :
Bentuk simetris, septum deviasi tidak ada, polip hidung tidak membesar,
concha normal, tidak ada scret hidung.

Telinga :
Simetris, tidak ada tanda peradangan ditelinga/ mastoid. Cerumen tidak ada
penumpukan.

Mulut :
Rongga mulut : tidak radang mukosa (stomatitis).
Gigi : tidak terdapat caries.
Lidah : lidah kotor, hygiene mulut kurang.
Bibir : Bibir kering.
Tonsil : tonsil tidak membesar.
Pharinx : tidak ada peradangan

Leher :
Tidak terdapat pembesaran kelenjar thiroid, tidak ditemukan distensi vena
jugularis.

Dada :
Paru- paru
Inspeksi : Bentuk simetris, pergerakan dada sewaktu bernafas simetris,
peningkatan frekuensi pernafasan.
Palpasi : tactil fremitus normal.
Perkusi : terdengar suara tympani.
Auskultasi : suara nafas vesikuler

Jantung
Inspeksi : tidak tampak ictus cordis.
Palpasi : ictus cordis teraba di IC V
Perkusi : batas jantung normal.
Auskultasi : bunyi jantung I (normal) Bunyi jantung II Normal)

Abdoment :
Inspeksi : datar, simetris.
Auskultasi : peristaltik usus normal
Palpasi : hepar tidak membesar, tidak ada massa di kolon.
Perkusi : terdapat suara tympani.

Genetalia
Tidak ada jamur, testis dan skrotum normal. Pada anus tidak terdapat
hemoroid.

Ekstrimitas :
Ekstrimitas atas : lengan kiri terpasang infus. Tidak terdapat luka.
Ekstrimitas bawah: tungkai kanan-kiri dibalut karena terdapat luka bakar.
Ektrimitas seluruhnya tidak terjadi oedem.

1.3 Pemeriksaan diagnostik


I. Laboratorium
Tanggal 4 Januari 2006
Hb : 13,4
Ht : 38,8
L : 8510
Tr : 196.000
GDS : 94
CT : 4,25
BT : 1,37
Program terapi :
Oral :Analsik 3x1
Topikal :Darmazin
Parenteral : Kalfi 3x1
Gentamicin 2x1
Bellatram 3x1
Diet : TKTP

Anda mungkin juga menyukai