Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

GREEN PRODUCTION

Disusun Oleh :
Nama : Tirta Jessica Malotu
NIM : 151021119

TEKNIK INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................ Error! Bookmark not defined.


KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 4
A. Latar Belakang ................................................................................................................ 4
B. Rumusan Masalah ........................................................................................................... 5
C. Tujuan Makalah .............................................................................................................. 5
BAB II ISI .................................................................................................................................. 6
A. Pengertian Green Production ......................................................................................... 6
B. Manfaat Green Production ............................................................................................. 7
C. Kegunaan penerapan Green Production ......................................................................... 7
D. Contoh pengaplikasian Green Production ...................................................................... 8
E. Keuntungan penerapan Green Production.................................................................... 10
F. Kendala penerapan Green Production .......................................................................... 10
BAB III PENUTUP ................................................................................................................. 12
A. Kesimpulan ................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 13
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terimakasih
atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul Green Production yang diajukan untuk memenuhi tugas Penelitian
Operasional II.
Dan harapan penulis semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Terima kasih.

Yogyakarta, 12 September 2017


Penulis

Tirta Jessica Malotu


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan sektor industri selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga
memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran
lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam
yang tidak efisien. Produk industri tersebut memiliki siklus hidup, mulai dari
perancangan, pembuatan, distribusi, pemanfaatan dan sisa produk yang memiliki
dampak kerusakan terhadap lingkungan dan kesehatan, serta mengkonsumsi sumber
daya alam seminimal mungkin (material dan energi). Sampah atau emisi yang dihasilkan
dari hasil produksi lama-lama akan merusak bumi, padahal kita harus menjaga bumi ini
untuk kelangsungan hidup anak cucu kita nanti. Maka dari itu dibuatlah suatu gerakan
baru dalam dunia manufacture yaitu green manufacture agar sampah atau emisi yang
dihasilkan dapat diolah kembali atau dapat diatasi dalam proses pembuangannya agar
tidak merusak bumi baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan semakin
terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya daya dukung lingkungan,
maka tuntutan untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan atau yang
dikenal dengan istilah industri hijau (green industry) atau Green Production System
telah menjadi isu penting.
Perusahaan industri yang semakin berkembang membuat limbah yang dihasilkan
juga semakin tinggi. Pencemaran akan lingkungan juga semakin diperparah dengan
adanya limbah industri selain persentase utama di duduki oelh limbah rumah tangga.
Akan tetapi masalah limbah industri juga menjadi permasalahan besar mengingat ada
beberapa limbah dari industri elektronik misalnya itu dapat berbahaya bagi lingkungan.
Menanggapi hal tersebut maka sedang dikembangkanlah green manufacturing.
Antisipasi yang dilakukan dalam penanganan limbah industri adalah meminimasi
polusi dan limbah. Hal tersebut dikarenakan limbah dari sisa prosuksi tidak mungkin
dihilangkan karena itu mutlak ada. Tujuan dari green manufacturing adalah
sustainability atau ketahanan. Manfaat dari green manufacturing itu sendiri adalah salah
satunya dapat menghemat biaya-biaya seperti preventif lebih baik daripada kuratif.
Proses green manufacturing pegawai diikutsertakan atau dilibatkan dalam proses
design-daur ulang. Perusahaan tetap perlu memikirkan green manufacturing untuk
kualitas atau peningkatan produksi. Proses green manufacturing itu sendiri memiliki
manfaat yaitu dapat membentuk reputasi yang baik terhadap masyarakat, memberikan
investasi berlebih di awal, meningkatkan sistem manufaktur green design,
pengembangan sistem manufaktur yang inovatif.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang makalah ini, rumusan masalahnya adalah :
1. Apa itu Green Production?
2. Apa manfaat dan kegunaan Green Production?
3. Bagaimana contoh pengaplikasian Green Production dalam dunia industri?
4. Apa keuntungan penerapan Green Production?
5. Apa kendala penerapan Green Production?
C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian dari Green Production.
2. Untuk mengetahui manfaat dan kegunaan Green Production dalam dunia industri.
3. Untuk mengetahui bagaimana pengaplikasian Green Production dalam dunia
industri.
4. Untuk mengetahui keuntungan penerapan Green Production dalam dunia industri.
5. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penerapan Green Production dalam
dunia industri.
BAB II
ISI
A. Pengertian Green Production
Green production adalah hal yang kini sedang diusahakan oleh berbagai
macam industri di dunia. Hal ini menjadi penting karena green production adalah
salah satu upaya untuk menjadikan proses produksi menjadi ramah lingkungan
dan yang paling penting memberikan keuntungan. Awalnya yang dulu dijadikan
perhatian khusus adalah waste treatment, semua orang berlomba-lomba untuk
mencari cara mengolah limbah agar apabila dibuang dapat sesuai dengan beban
lingkungan. Tapi kini dengan semakin terbukanya pandangan-pandangan baru,
hal tersebut sudah dianggap kuno. Hal yang dapat dilakukan oleh manusia
modern sekarang ini adalah melakukan usaha green production. Green
production adalah suatu usaha untuk meminimalisasi atau meniadakan limbah,
mengurangi resiko baik yang ditimbulkan oleh proses maupun bahan, serta
mengefisiensikan penggunaan energi dalam proses produksi.
Teknik green production meliputi pengurangan sumber pencemar dan daur
ulang. Teknik dalam pengurangan sumber pencemar adalah dengan melakukan
kajian terhadap teknologi, tatacara operasi, pengurangan bahan baku berbahaya,
atau mensubstitusi bahan baku berbahaya. Sedangkan teknik daur ulang adalah
dengan cara reuse dan recycle.
Green production mempunyai keterkaitan dengan green chemistry. Green
chemistry itu sendiri adalah suatu usaha kajian desain, manufacture, dan
penggunaaan produk kimia untuk mengurangi dampak berbahaya dari bahan
kimia. Di samping itu, produk bersih juga dikaitkan dengan penggunaan bahan
baku yang senantiasa memperhatikan generasi mendatang, produk bersih juga
bertujuan untuk mengurangi sampah (waste) baik dari prosesnya maupun dari
daur hidup produk tersebut. Lebih jauh, Nugrahadi (2002) menyatakan bahwa
produk bersih (green product) selalu berorientasi pada lingkungan.
Menurut Ottman (1998:89) menyatakan bahwa produk hijau secara prinsip
dapat bertahan dalam periode waktu yang cukup lama, tidak mengandung racun,
terbuat dari bahan yang bersahabat dengan lingkungan dan dapat didaur ulang,
atau dikemas secara dan minimalis. Green product tersebut dibuat,
disebarluaskan, dan digunakan untuk mengurangi dampak negatif terhadap
lingkungan seperti kerusakan dan pencemaran pada lingkungan. Di sini akan
mengenalkan pengertian dari green product yaitu barang-barang yang salah satu
cirinya menggunakan material yang baik dengan ramah lingkungan serta tidak
merusak sekeliling kita dan bisa untuk didaur ulang, dan proses pembuatan green
product itu sendiri menggunakan manajemen pembuangan yang baik, dimana
setiap kita memiliki tanggung jawab akan kebersihan lingkungan. Kita juga
dapat mengelolah sampah yang dilakukan dengan dasar tanggung jawab, dasar
berkelanjutan, dasar manfaat, dasar keadilan, dasar kesadaran, dasar
kebersamaan, dasar keselamatan, dasar keamanan dan dasar nilai ekonomi
sehingga secara keseluruhan menggunakan green product yang berarti
menggurangi emisi karbon dan turut membantu menggurangi dampak dari
pemanasan global.
B. Manfaat Green Production
Green Production System itu sendiri bertujuan untuk menghemat sumber
daya alam yang digunakan suatu proses industri. Proses yang dilakukan untuk
mencapai hal tersebut adalah dengan mengurangi sumbersumber bahan baku
yang berpotensi menjadi limbah yang tak terpakai serta melakukan daur ulang
terhadap limbah-libah yang masih bisa digunakan sehingga dapat mengurangi
limbah yang tak terpakai. Penggunaan konsep Green Production System
menghasilkan beberapa manfaat diantaranya yaitu menghemat biaya yang
mubazir, meningkatkan research & development , dan membentuk reputasi yang
baik kepada perusahaan.
C. Kegunaan penerapan Green Production
Sektor industri manufactur sudah saatnya memperluas tanggung jawabnya
terhadap keseluruhan "stake holder" sepanjang siklus hidup produknya, karena
selama ini industrilah yang memproduksi serta membuang limbah,
menghasilkan emisi pollutant dan membuat sampah dari produk bekasnya.
Proses Green Manufacture sangat dibutuhkan dalam hal ini karena mencakup
cara pemanfaatan sumber daya alam yang baik, melakukan daur ulang terhadap
limbah dan memberi pemahaman tentang wawasan lingkungan terhadap tenaga
kerja. Karenanya tanggung jawab industri yang berwawasan lingkungan
diperlukan perluasan peran dan tanggung jawab tradisionalnya yang hanya
sebagai pemabrik (manufacturer) tetapi juga sebagai pendaur ulang produks dan
mengurusi limbah yang dihasilkan oleh produksinya supaya beban lingkungan
akibat limbah industri bisa berkurang. Aktivitas industri yang ada saat ini bisa
dipandang sebagai suatu "ekosistem industri", karena melibatkan arus material
dan energi yang berasal dari lingkungan. Sehingga industri yang menyebabkan
percepatan aliran material dan energi dari sumbernya di ekosistem sekaligus
mengancam keberadaan planet bumi. Karena Industri membuang emisi pollutant
ke udara, limbah cair dan padat, B3, dan pollutant lain masuk dalam rantai sistem
makanan. Sekali masuk dalam ekosistem dalam rantai makanan, seperti pollutant
beracun, logam berat, peptisida dan herbisida dalam produk pertanian,
menyebabkan penyakit dan kanker bagi manusia. Sedemikian juga bila merusak
lapisan ozone, dan membuat penumpukan gas rumah kaca yang menyebabkan
pemanasan global dan seterusnya.
D. Contoh pengaplikasian Green Production
PT. Indocement menerapkan konsep green manufacturing dengan
alternative fuels and materials dalam proses inputnya. Pada saat proses
pembuatan semen, emisi atau gas buang yang dihasilkan yaitu berupa debu
semen di tampung dan kemudian disatukan kembali dengan semen yang sedang
diproduksi sehingga PT. Indocement berhasil menerapkan konsep green
manufacture dengan 0% emisi yang dihasilkan selama proses produksi.
Alternative fuels and materials yang digunakan dalam proses input atau sebagai
bahan baku semen dapat berupa biomass, industrial waste, dan juga natural
source.
PT. Indocement juga menjelaskan mengenai waste management hierarchy.
Penanganan masalah sampah tergantung dengan waste volume yang ada.

PT. Indocement adalah perusahaan pertama di Indonesia yang berhasil


menyelesaikan Proyek Mekanisme Pambangunan Bersih CDM (Clean
Development Mechanisme) berupa proyek bahan bakar alternatif, yang
bertujuan mengurangi emisi karbondiokasida (CO2) mengunakan bahan bakar
alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil dalam proses produksi semen.
Bahan bakar alternatif yang digunakan antara lain seperti bio-fuels, serta bahan
bakar yang memiliki emisi CO2 netral seperti sekam padi, sawit, dan lain-lain.
Pada tahun 2007, PT. Indocement telah mengembangkan Perkebunan Jarak
Pagar seluas 170 hektar lahan bekas tambang batu kapur, yang bertujuan untuk
merevitalisasi lahan tersebut. PT. Indocement telah mempekerjakan masyarakat
sekitar untuk merawat dan memanen perkebunan tersebut. Beliau juga
menambahkan bahwa penghargaan tersebut merupakan yang kedua
dianugerahkan kepada PT. Indocement setelah pada 2010 lalu menerima
penghargaan Indonesia Green Award untuk kategori Green CSR (Corporate
Social Responsibility) dan Green Manufacture.
E. Keuntungan penerapan Green Production
Green production ini bukan suatu hal yang dapat dipandang dari satu sisi
saja, green production mempunyai keterkaitan yang erat antara aspek
lingkungan, keselamatan, efisiensi, dan juga keuntungan. Keuntungannya adalah
menaikkan profit sekaligus berkontribusi untuk lingkungan yang sekali lagi akan
berimbas pada profit. Masyarakat yang sadar lingkungan melahirkan paradigma
yang baru, sehingga menuntut "green product", "clean production" serta
"perancangan" produks yang tidak merusak dan tidak membahayakan
lingkungan saat produk itu di proses manufacturing, dipergunakan maupun
setelah menjadi sampah. Tipnis mengajukan gagasan "lean production" dan
"robust design" menjadi dasar yang penting dalam merealisir paradigma ini.
Kemudian untuk memasukkannya kedalam strategi korporasi, perusahaan
atau industri manufactur harus menjalankan dan memperhatikan prinsip
paradigma "E" berikut ini:
1. Ecology : bertindak selayaknya dalam relasi ekologis
2. Environment : melindungi lingkungan
3. Energy : meminimumkan limbah dan mengembangkan sumber energi
alternatif yang bersih
4. Economy : konsumsi lebih sedikit resources, menghasilkan produk yang
paling ekonomis
5. Empowering : pemberdayaan karyawan untuk mendapatkan performance
yang terbaik
6. Education : majukan aspek pendidikan, jauhkan prasangka buruk dan
ketidak pedulian
7. Excellence : berikan yang terbaik untuk ekologi
F. Kendala penerapan Green Production
Dalam dunia produksi memiliki kebijakan baru dalam memanfaatkan sumber
daya disekitar semaksimal mungkin dan dapat membuang limbah seminimal
dalam konsep green product dapat disebut juga ekolabeling.
Terdapat beberapa kendala dalam penerapan green product di Indonesia, seperti:
1. Minimnya kesadaran pada produsen.
2. Keraguan terhadap produk yang berlabel green product.
3. Produk yang berlabel green product relatif lebih mahal.
Pada beberapa negara maju telah mengaplikasikan regulasi lingkungan
tentang green product. Produk bersih dalam proses produksi memiliki konsep
yang sangat signifikan dalam negeri agar produk lokal dapat bersaing di luar
negeri dimana pemasok, produsen, maupun konsumen dapat memahami konsep
ini, karena mengingat sejak lama produsen - produsen dari negara maju sudah
menerapkannya. Penerapan hal ini akan berpotensi memberikan dampak
penambahan biaya anggaran bagi produsen, akan tetapi di masa mendatang akan
memberikan manfaat yang cukup signifikan pula.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Green Production System atau Sistem Produksi Hijau adalah sistem produksi dalam
industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas
penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan
pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi
manfaat bagi masyrakat. Green Production System merupakan konsep pengembangan
industri yang berkelanjutan secara ekonomi, lingkungan, dan sosial, dimana setiap jenis
proses produksi berpotensi untuk green. Green Production System juga dapat
dikatakan komitmen setiap industri untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan
akibat proses produksi dan produk yang dihasilkannya melalui efisiensi penggunaan
sumberdaya secara terus menerus serta bersifat rendah karbon yangditerapkan pada
pemilihan bahan baku, proses produksi, produk akhir, dan pelayanan disuatu
kegiatan/industri. Dengan melakukan efisiensi sumber daya terutama di sektor industri
antara lain melalui 3R dan penggunaan low carbon resources, maka akan menurunkan
biaya produksi sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya
saing internasional serta mencapai target di bidang lingkungan yaitu penurunan emisi
CO2. Sehingga pengembangan proses produksi hijau membutuhkan dukungan dari
semua pihak, yaitu pelaku industri, pemerintah dan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/document/344014759/Makalah-Green-Production-System
http://bellanovialaratiwi.blogspot.co.id/2014/04/green-manufacturing.html
http://awosassite.blogspot.co.id/2014/04/green-manufacturing.html
http://fairuzinanda.blogspot.co.id/2014/04/green-manufacturing.html
http://gamaearth.blogspot.co.id/2012/12/green-production.html
https://andasiallagan92.wordpress.com/2014/04/27/menerapkan-konsep-green-
manufacturing-untuk-mencapai-industri-yang-berkelanjutan/