Anda di halaman 1dari 13

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

INSTUMENTASI DAN KONTROL

1.5 Standar pengukuran

Stadar pengukuran merupakan pernyataan fisis dari sebuah satuan pengukuran.


Sebuah satuan dinyatakan dengan menggunakan suatu bahan standar sebagai acuan
(referensi). Dalam ilmu pengetahuan dan teknik digunakan dua jenis satuan yaitu satuan
dasar seperti satuan panjang, massa dan waktusedangkan satuan turunan adalah semua
satuan lain yang dapat dinyatakan dengan satuan-satuan dasar seperti m2, cm3 dan
sebagainya.

Dengan adanya satuan dasar dan satuan turunan dalam pengukuran, terdapat
beberapa jenis pengukuran yang dikelompokan menurut fungsi dan pemakaiannya,
yaitu :

A. Standar Internasional
B. Standar Primer
C. Standar Sekunder
D. Standar Kerja

Standar-standar Internasional didefinisikan oleh perjanjian internasioal.


Perjanjian internasional menyatakan satuan-satuan pengukuran tertentu sampai
ketelitian terdekat yang diijinkan oleh produksi dan teknologi pengukuran. Secara
berkala , standar internasional ini dinilai dan diperiksa melalui pengukuran-pengukuran
absolut yang dinyatakan dalam satuan-satuan dasar. Standar-standar ini dirawat di
IBWM (Internasional Bureau of Weights and Measure) dan tidak tersedia bagi pemakai
alat-alatukur biasa untuk maksud pembanding dan kalibrasi.

Standar-standar primer dipelihara oleh laboratorium-laboratorium standar


internasional diberbagai negara didunia. Salah satu fungsi utama dari standar primer
adalah memeriksa dan mengkalibrasi standar-standar skunder.

Standar-standar sekunder merupakan acuan (referensi) dasar bagi standar


yang diguunakan dalam laboratorium pengukuran industri. Standar sekunder ini
biasanya diserahkan kepada laboratorium-laboratorium standar nasional secara berkala

1
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

untuk melakukan kalibrasi untuk membbandingkan terhadap standar-standar primer lalu


dikembalikan ke industri pemakai disertai dengan tanda bukti kalibrasi (sertifikat).

Standar kerja adalah alat utaama bagi sebuah laboratorium pengukuran dan
digunakan untuk memeriksa dan mengkalibrasi instrumen-instrumen laboratorium yang
umum mengenai ketelititian dan prestasi atau untuk melakukan perbandingan dealam .
pemkaiiannya di industri.

1.6. Bentuk Umum Sistem Pengukuran

Penggunaan tertentu dari instrumen pengukuran adalah hanya terbatas sebagai


fungsi pemonitoran, contohnya termomete yang digunakan untuk memonitor suhu
untuk mengetahui suhu pada suatu kondisi lingkungan tertentu. Demikian pula meteran
air, gas dan listrik dirumah mengikuti jumlah pemakaian sehingga biaya yang
dibebankan ada pemakai dapat dihitung . pelat film yang dipakai oleh pekerja di
lingkungan radioaktif memonitor jumlah radiasi dari berbagai jenis yng diterima oleh
pemakainya.

Secara umum sistem pengukurn terdiri atas tiga bagian yaitu :

1. Tahap Detektor-Transduser

Yaitu suatu tahap yang mendeteksi besaran fisika dan melakukan


transformasi secara mekanik atau listrik untuk mengubah sinyal (isyarat)
menjadi bentuk yang lebih berguna. Secara umum, transduser ialah
penngganti yang dapat mentransformasi suatu efek fisika lain. Namun dalam
banyak hal, variabel fisika itu ditransformasikan menjadi sinyal listrik
karena dalam bentuk inilah sinyal dapat mudah diukur.

2. Tahap Antara
Yaitu tahap yang mengubah sinyal langsung dengan penguatan,
penyaringan atau cara-cara lain agar didapatkan keluaran yang dikehendaki.
3. Tahap Akhir atau Penutup
Yaitu tahap yang fungsinya menunjukan, merekam, dan mengendalikan
variabel yang diukur.

2
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

Sebagai contoh sistem pengukuran, pengukuran sinyal voltase rendah pada


frekuensi rendah. Detektor yang digunaan dalam hal ini hanyalah dua kawat dan satu
rangkaian tahanan yang dihubungkan dengan terminal sebagimana mestinya. Tahap
penguat merupakan tahap ke-2 yang disebutkan diatas. Tahap akhir sistem pengukuran
itu bisa berupa satu voltameter (pengukur tegangan) atau sebuah rekorder yang
beroperasi dalam jangkauan tegangan (voltase) keluaran dari penguat itu.

Dalam hal ini tahap detektor-transduser ialah tabung bourdon yang fungsinya
mengubah sinyal tekanan menjadi getaran mekanik tabung itu. Tahap antara terdiri dari
dari susunan roda- roda gigi yang memperkuat/memerbesar gerakan di ujung tabung
sehingga gerakan kecil saja pada ujung itu dapat menghasilkan sampai tig per empat
putaran pada gigi roda pusat. Tahap petunjuk akhir terdiri dari jarum penunjuk dan
sususan bacaan angka, yang bila dikalibrasi dengan masukkan tekanan yang diketahui
akan menunjukan sinyal tekanan yang diberikan tabung bourdon itu. Diagram skema
umum pengukuran ditunjukan pada gambar dibawah ini :

Variabel fisik yang


harus diukur

Tahap detektor Tahap Pengendali


transduser antara
Pengendali

Sumber sinyal Pengendali


kalibrasi Tenaga
menunjukkan ekstem
Tahap
nilau variabel fisik keluaran
yang diketahui

Gambar 5.1 Skema Umum Sistem Pengukuran

3
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

2.1 Pengukuran Suhu

Suhu dapat didefinisikan sebagai derajat panas satu benda. Benda yang
panas memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan benda yang dingin.
Sebenarnya alat indera (kulit)tidak dapat menentukan suhu benda secara akurat,
hanya berdasarkan perkiraan dan perasaan subjeknya saja. Hal ini dikarenakan
alat indera memiliki keterbatasan, salah satunya tidak dapat digunakan untuk
menyentuh benda yang terlalu panas atau terlalu dingin.

2.1.1 Mengubah Skala Suhu

Gambar 2.1 Termometer

Suhu yang diketahui Suhu yang dicari Rumus yang digunakan

C F F = 9/5 C + 32

F C C = 5/9 (F 32)

C R R = 4/5 C

R C C = 5/4 R

R F F = 9/4 R + 32

F R R = 4/9 (F 32)

4
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

2.1.2 Alat Untuk Mengukur Suhu


Alat untuk mengukur suhu disebut termometer. Termometer memanfaatkan sifat
termometrik suatu zat, yaitu perubahan sifat-sifat zat karena perubahan suhu zat
tersebut. Termometer pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei (1564-1642).
Termometer ini disebut termometer udara. Termometer udara terdiri dari sebuah bola
kaca yang dilengkapi dengan sebatang pipa kaca panjang. Pipa tersebut dicelupkan ke
dalam cairan berwarna. Ketika bola kaca dipanaskan, udara di dalam pipa akan
mengembang sehingga sebagian udara keluar dari pipa. Namun, ketika bola didinginkan
udara di dalam pipa menyusut sehingga sebagian air naik ke dalam pipa. Termometer
udara peka terhadap perubahan suhu sehingga suhu udara saat itu dapat segera
diketahui. Meskipun peka terhadap perubahan suhu, namun termometer ini harus
dikoreksi setiap terjadi perubahan tekanan udara.

Termometer yang banyak digunakan sekarang adalah termometer raksa. Disebut


termometer raksa karena di dalam termometer ini terdapat air raksa. Fungsi raksa adalah
sebagai penunjuk suhu. Raksa akan mengembang bila termometer menyentuh benda
yang lebih hangat dari raksa. Raksa memiliki beberapa keunggulan diantaranya:

1. Peka terhadap perubahan suhu. Suhu raksa segera sama dengan suhu benda yang
ingin diukur.
2. Dapat digunakan untuk mengukur suhu rendah (-40 C) sampai suhu tinggi (360
C). Hal ini disebabkan titik beku raksa mencapai -40 C dan titik didihnya
mencapai 360 C.
3. Tidak membasahi dinding kaca sehingga pengukuran bisa menjadi lebih teliti.
4. Mengkilap seperti perak sehingga mudah terlihat.
5. Mengembang dan memuai secara teratur.

Selain raksa, alkohol juga dapat digunakan untuk mengisi termometer, kelebihannya
yaitu dapat mengukur suhu yang sangat rendah (mencapai -130 C) karena titik beku
alkohol yang lebih rendah dibandingkan raksa, namun termometer alkohol tidak dapat
digunakan untuk mengukur air mendidih karena titik didih alkohol hanya 78 C.

5
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

A. Termometer dengan bahan zat cair


1. Termometer Laboratorium
Alat ini biasanya digunakan untuk mengukur suhu air dingin atau air yang sedang
dipanaskan. Termometer laboratorium menggunakan raksa atau alkohol sebagai
penunjuk suhu. Raksa dimasukkan ke dalam pipa yang sangat kecil (pipa kapiler),
kemudian pipa dibungkus dengan kaca yang tipis. Tujuannya agar panas dapat diserap
dengan cepat oleh termometer.

Gambar 2.2 Termometer Laboratorium


Skala pada termometer laboratorium biasanya dimulai dari 0 C hingga 100 C. 0
C menyatakan suhu es yang sedang mencair, sedangkan suhu 100 C menyatakan suhu
air yang sedang mendidih.

2. Termometer Six-Bellani
Termometer Six-Bellani disebut pula termometer maksimum-minimum.
Termometer ini dapat mencatat suhu tertinggi dan suhu terendah dalam jangka waktu
tertentu. Termometer ini mempunya 2 cairan, yaitu alkohol dan raksa dalam satu
termometer.
Termometer maximum dan minimum six-Bellani Prinsip kerjanya, ketika suhu
udara turun alkohol di ruang A menyusut sehingga raksa di ruang B naik dan
mendorong keping baja untuk menunjukkan angka minimum. Sebaliknya suhu udara
naik alkohol di ruang A memuai dan mendesak raksa di ruang B turun dan raksa di
ruang C naik untuk mendorong paku baja untuk menunjukkan angka maksimum. Kedua
keping baja dapat turun karena ditahan oleh spiral. Untuk mengembalikan keeping baja
pada posisi semula digunakan magnet tetap.

6
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

Ciri-ciri termometer six-Bellani antara lain :


a. Merupakan termometer khusus karena hanya digunakan untuk mengukur suhu
tertinggi dan terendah di suatu tempat,
b. Skala ukurnya antara -20oC sampai 50oC,
c. Menggunakan zat muai alcohol dan raks dan dilengkapi pula keeping baja
sebagai penunjuk skala,
d. Dilengkapi magnet tetap untuk menarik keeping baja turun melekat pada raksa.

B. Termometer dengan bahan zat padat


1. Termometer Bimetal
Termometer bimetal memanfaatkan logam untuk menunjukkan adanya perubahan
suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika
didinginkan. Kepala bimetal dibentuk spiral dan tipis, sedangkan ujung spiral bimetal
ditahan sehingga tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada pinggir penunjuk.
Semakin besar suhu, keping bimetal semakin melengkung dan meneyebabkan jarum
penunjuk bergerak ke kanan, ke arah skala yang lebih besar. Termometer bimetal
biasanya terdapat di mobil.

Gambar 2.3 Termometer Bimetal


2. Termometer Hambatan
Termometer hambatan merupakan termometer yang paling tepat digunakan
dalam industri untuk mengukur suhu di atas 1000 C. Termometer ini dibuat berdasarkan
perubahan hambatan logam, contohnya termometer hambatan platina. Dalam
termometer hambatan terdapat kawat penghambat yang disentuhkan ke benda yang akan

7
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

diukur suhunya, misalnya pada pengolahan besi dan baja. Suatu tegangan atau potensial
listrik yang bernilai tetap diberikan sepanjang termistor, yaitu sensor yang terbuat dari
logam dengan hambatan yang bertambah jika dipanaskan.

3. Termokopel

Pengukuran suhu dengan ketepatan tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan


termokopel, di mana suatu tegangan listrik dihasilkan saat dua kawat berbahan logam
yang berbeda disambungkan untuk membentuk sebuah loop. Kedua persambungan
tersebut memiliki suhu yang berbeda. Untuk meningkatkan besar tegangan listrik yang
dihasilkan, beberapa termokopel bisa dihubungkan secara seri untuk membentuk sebuah
termopil.

Gambar 2.4 Termokopel

Metode listrik yang paling umum untuk pengukuran suhu adalah menggunakan
termokopel. Termokopel bekerja mengukur duhu berdasarkan efek termoelektrik.

Ada 3 efek termoelektrik, yaitu:

1. Efek Seebeck
iiBila dua jenis logam yang berlainan disatukan akan timbul tegangan gerak
elektrik(tge) atau electromotive force (emf) antara dua titik A dan B yang
merupakan fungsi suhu persambungan.

8
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

T2

T2 EMF T1

Gambar 1.1 Efek Seebeck


2. Efek Peltier
Bila kedua bahan itu dihubungkan dengan rangkaian luar sedemikian rupa
sehingga arus mengalir, tge dapat berubah sedikit.
A
A

ALIRAN PANAS

B
B

Gambar 1.2 Efek Peltier

3. Efek Thomson
Bila terdapat gradien suhu pada salah satu atau kedua bahan, tge sambungan
akan mengalami perubahan sedikit lagi.

Ada 3 macam tge yang terdapat dalam rangkaian termoelektrik

1. Tge Seebeck disebabkan oleh logam yang tidak sama


2. Tge Peltier disebabkan oleh arus yang mengalir di dalam rangkaian
3. Tge Thomson disebabkan oleh adanya gradien suhu pada bahan

9
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

Ada 2 kaidah yang digunakan :


1. Jika logam ketiga dihubungkan dengan rangkaian itu seperti terlihat pada
gambar tge neto rangkaian itu tidak terpengaruh selama sambungan baru itu
pada suhu yang sama.
2. Rangkaian-rangkaian termokopi itu terbuat dari logam-logam yang sama,
tetapi beroperasi pada batas-batas suhu yang berbeda.

E1 E2 E3= E1+ E2
(A) (B) (C)

Gambar 1.3 Rangkaian Hukum Suhu


+

C. Termometer dengan Bahan Gas

Termometer gas adalah jenis termometer yang memanfaatkan sifat-sifat termal gas.
Ada dua macam termometer gas: Termometer yang volume gasnya dijaga tetap dan
tekanan gas tersebut dijadikan sifat termometrik dari termometer. Termometer yang
tekanan gasnya dijaga tetap dan volume gas tersebut dijadikan sifat termometrik dari
termometer.

A.Termometer optis

1. Pirometer
Prinsip kerja pirometer adalah dengan mengukur intensitas radiasi yang dipancarkan
oleh benda-benda yang suhunya sangat tinggi. Spirometer dapat digunakan untuk
mengukur suhu antara 500 C 3.000 C.

10
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

Gambar 2.5 Pirometer

Gambar 2.5 Pirometer

2. Termometer Inframerah

Termometer inframerah digunakan dengan cara menekan tombol sampai


menunjukkan angka tertinggi dengan cara mengarahkan sinar inframerah ke sasaran
yang dituju. Sinar yang diarahkan ke benda yang diukur akan memantul dan pantulan
tersebut direspon oleh alat sehingga termometer inframerah menunjukkan skala suhu
yang tepat.

Gambar 2.6 Termometer Inframerah

11
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

12
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
INSTUMENTASI DAN KONTROL

13