Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam suatu perusahaan atau organisasi yang didirikan pastilah memiliki
suatu tujuan yang ingin dicapai dengan cara yang efektif dan efisien. Pencapaian
tujuan tersebut memerlukan perencanaan dan pengendalian kegiatan-kegiatan
kerja yang baik. Dari perencanaan dan kegiatan yang baik diharapkan mampu
membantu dan mempermudah organisasi dalam mencapa tujuannya secara efektif
dan efisien. Oleh karena itu setiap organisasi diharapkan menyusun anggaran,
karena penganggaran itu penting untuk membuat perencanaan dan mengendalikan
kegiatan perusahaan. Pengendalaian dan perencanaan harus disusun secara teliti,
penuh pertimbangan dan serta disesuakaan dengan kondisi perkembangan yang
terjadi saat ini.
Perlunya anggaran bagi manajemen adalah dapat menjabarkan perencanaan,
pengawasan, pengendlian, koordinasi dan sebagai pedoman kerja secara
sistematis, juga digunakan untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang
terjadi dan terpenting untuk meningkatkan tanggung jawab dari masing-masing
karyawan atas pekerjaan yang menjadi kewajibannya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan deskripsi Anggaran?
2. Bagaimana cara menyiapkan anggaran induk?
3. Bagaimana cara menyiapkan anggaran fleksibel?
4. Bagaimana menggunakan anggaran untuk evaluasi kinerja?
5. Apakah dimensi perilaku dari anggaran?

1.3 Tujuan
1. Mendiskusikan Anggaran dan perannya dalam perencanaan, pengendalian,
dan pengambilan keputusan
2. Mendefinisikan dan mempersiapkan anggaran induk, mengidentifikasi
komponen-komponen utamanya, dan menjelaskan keterkaitan antara
berbagai komponennya
3. Mengetahui cara menyiapkan anggaran fleksibel
4. Untuk mengetahui penggunaan anggaran untuk evaluasi kinerja
5. Untuk mengetahui dimensi perilaku dari anggaran

1
2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi Anggaran
Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan, rencana tersebut
mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
Rencana strategis mengidentifikasi strategi strategi untuk aktivitas dan operasi
di masa depan, setidaknya lima tahun kedepan. Organisasi dapat menerjemahkan
strategi umum kedalam tujuan jangka panjang dan jangka pendek. Tujuan tujuan
ini membentuk dasar anggaran. Hubungan antara anggaran dan rencana strategis
membantu manajemen untuk memastikan semua perhatian tidak terfokus pada
jangka pendek. Hal ini penting karena sebagai rencana satu periode, anggaran
memiliki sifat untuk jangka pendek.
Pengaggaran perusahaan merupakan kegiatan dalam menghasilkan
anggaran serta proses kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi budget
seperti fungsi pedoman kerja, alat pengkoordinasian kerja dan alat pengawasan
kerja.
Perencanaan adalah pandangan ke depan untuk melihat tindakan apa yang
seharusnya dilakukan agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan tertentu.
Pengendalian adalah melihat ke belakang, memutuskan apakah yang
sebenarnya telah terjadi dan membandingkannya dengan hasil yang direncanakan
sebelumnya. Komponen utama dari perencanaan adalah anggaran, yaitu rencana
keuangan untuk masa depan, rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan
tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menyusun anggaran


1. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijakan umum perusahaan.
2. Data-data tahun sebelumnya
3. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi
4. Pengetahuan tentang tak tik, sebagai pesaing dan gerak gerik pesaing
5. Kemungkinan adanya perubahan kebijakan pemerintah
6. Penelitian untuk pengembangan perusahaan
3

Tujuan Disusunnya Anggaran


1. Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan
investasi dana.
2. Memberikan batasan atas jumlah dana yang dicari dan digunakan
3. Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana
sehingga dapat memudahkan pengawasan
4. Merasionalkan sumber dana dan investasi dana agar dapat mencapai hasil
yang maksimal.
5. Menyempurnakan rencana yang telah disusun karena dengan anggaran,
lebih jelas dan nyata terlihat
6. Menampung dan menganalisis serta memutusakan setiap usulan yang
berkaitan dengan keuangan.

Kelebihan yang Didapat dari Anggaran :


1. Memaksa manajer untuk melakukan perencanaan
2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki
pembuatan keputusan
3. Menyediakan standar untuk operasi kinerja
4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi
Anggaran memperbaiki pengambilan keputusan. Anggaran memberikan
standar yang dapat mengendalikan penggunaan berbagai sumber daya
perusahaan dan memotivasi karyawan. Sebagai bagian terpenting dari sistem
penganggaran, pengendalian dicapai dengan membandingkan hasil aktual
dengan hasil yang dianggarkan secara periodik. Perbedaan yang besar antara
hasil aktual dengan hasil yang direncanakan adalah umpan balik yang
menunjukkan sistem tersebut diluar kendali. Berbagai langkah seharusnya
diambil untuk mengetahui penyebabnya, kemudian memperbaiki situasi.

Kelemahan yang Didapat dari Anggaran


1. Aggaran dibuat berdasarkan taksiran dan asumsi sehingga mengandung
unsur ketidakpastian.
2. Menyusun anggaran yang cermat memerlukan waktu, uang dan tenaga.
4

3. Pihak yang merasa dipaksa untuk melaksanakan anggaran, dapat


menggerutu dan menentang. Sehingga pelaksanaan anggaran menjadi
kurang efektif.

Proses Penyusunan Anggaran

1. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam menyusun


anggaran.
2. Pengolahan data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk melakukan
penaksiran-penaksiran.

3. Menyusun anggaran serta menyajikannya secara sistematis.

4. Pengkoordinasian pelaksanaan anggaran

5. Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja


dengan melakukan penilaian.

6. Pengolahan dan penganalisaan data untuk menghasilkan kesimpulan


terhadap kegiatan kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun
kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut dari kesimpulan yang telah di
ambil.
5

2.2 Anggaran Statis


Menyiapkan Anggaran Induk
Anggaran induk (master budget), adalah rencana keuangan komprehensif
bagi organsasi secara keseluruhan. Biasanya, anggaran induk adalah untuk periode
satu tahun, sesuai dengan tahun fiskal perusahaan.
Beberapa organisasi telah mengembangkan filosofi anggaran yang kontinu.
Anggaran kontinu (continous budget), adalah anggaran untuk 12 bulan yang terus
bergerak. Saat satu bulan anggaran telah lewat, satu bulan tambahan bulan di
masa mendatang ditambahkan sehingga perusahaan selalu memiliki rencana
bulan di tangan mereka.

Komponen - komponen Utama Anggaran Induk


Anggaran utama dapat dibagi dalam anggaran operasional dan keuangan.
Anggaran operasional (operational budget) mendeskripsikan aktivitas yang
menghasilkan pendapatan bagi suatu perusahaan: penjualan, produksi, dan
persediaan barang jadi. Hasil akhir anggaran operasional adalah suatu proforma
atau perkiraan laporan laba rugi. Anggaran keuangan (financial
6

budget) memerinci aliran masuk dan keluar kas, serta posisi keuangan secara
umum. Perkiraan aliran masuk dan keluar kas diperlihatkan dalam anggaran kas.
Posisi keuangan yang diharapkan pada akhir periode anggaran ditunjukan dalam
perkiraan atau proforma neraca.

Menyiapkan Anggaran Opersional


Anggaran operasional terdiri atas perkiraan laporan laba rugi yang disertai
dengan laporan pendukung berikut;
1. Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan (sales budget) adalah projeksi yang disetujui komite
anggaran yang menjelaskan penjualan yang diharapkan dalam satuan unit dan
uang. Karena anggaran penjualan adalah dasar bagi semua anggaran operasional
lainnya dan sebagian besar dari anggaran keuangan, anggaran penjualan yang
seakurat mungkin sangatlah penting.
7

2. Anggaran Produksi
Anggaran produksi (production budget) menjelaskan banyaknya unit yang
harus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan penjualan dan kebutuhan persediaan
akhir.

Unit yang Akan Diproduksi = Perkiraan Penjualan Unit + Unit Dalam


Persediaan Akhir Unit Dalam Persediaan Awal

3. Anggaran Pembelian Bahan Baku Langsung


Anggaran pembelian bahan baku langsung (direct materials purchase
budget) menyatakan jumlah dan biaya bahan baku yang dibeli tiap periode;
jumlahnya bergantung pada perkiraan penggunaan bahan baku dalam produksi
dan persediaan bahan baku yang dibutuhkan.
Pembelian = bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk produksi + bahan baku
langsung yang diinginkan dlm persediaan akhir bahan baku langsung dlm
persediaan awal

4. Anggaran Tenaga Kerja Langsung


Anggaran tenaga kerja langsung (direct labor budget) menunjukkan
jumlah jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan dan biaya terkait yang
berhubungan dengan jumlah unit dalam anggaran produksi.
5. Anggaran Overhead
Anggaran overhead (overhead budget) menunjukkan biaya yang
diharapkan dari semua komponen produksi tidak langsung.
6. Anggaran Beban Penjualan Dan Administrasi
Anggaran beban penjualan dan administrasi (selling and administrative
budget) menguraikan pengeluaran yang direncanakan untuk aktivitas
nonproduksi. Sama halnya dengan overhead, beban penjualan dan administrasi
dapat dibagi dalam komponen tetap dan variabel.
7. Anggaran Persediaan Akhir Barang Jadi
Anggaran persediaan akhir barang jadi (ending finished goods inventory
budget) memberikan informasi yang dibutuhkan untuk neraca dan juga bertindak
sebagai input penting untuk persiapan anggaran harga pokok penjualan.
8. Anggaran Harga Pokok Penjualan
8

Anggaran harga pokok penjualan (cost of good sold budget)


mengungkapkan harga yang diharapkan untuk barang yang akan dijual.
Menyiapkan Anggaran Keuangan
Anggaran yang tersisa dalam anggaran induk adalah anggaran keuangan.
merinci aliran masuk dan keluar kas serta posisi keuangan secara umum.
Anggaran pendukung untuk anggaran keuangan biasanya terdiri dari:
1. Anggaran Kas, Anggaran kas digunakan untuk mendokumentasikan
kebutuhan atas uang tunai dan kemampuan untuk membayar kembali.
Anggaran kas merupakan salah satu anggaran paling penting dalam
anggaran induk. Terdiri dari saldo awal dalam akun kas, plus penerimaan
yang diantisipasi, minus pinjaman yang diperluakan.
2. Anggaran Neraca, menyajikan saldo akhir aktiva, kewajiban dan modal
jika rencana yang dianggarkan berjalan sesuai dengan rencana
3. Anggaran Untuk Pengeluaran Modal, berisi rencana untuk pembelian
aktiva jangka panjang.

2.3 Anggaran Fleksibel Aktivitas (f l e x i b l e b u d g e t )


Sebuah anggaran fleksibel adalah anggaran yang menyesuaikan atau flexes
untuk perubahan volume aktivitas Anggaran fleksibel lebih canggih dan berguna
daripada anggaran yang statis, yang tetap pada satu jumlah terlepas dari volume
kegiatan. Anggaran ini mengaitkan volume aktivitas dengan jumlah rupiah yang
dianggarkan. Bermanfaat terutama dalam menaksir dan mengendalikan biaya
pabrik dan beban operasi.
Anggaran fleksibel disusun berdasarkan kepada pola prilaku biaya, dimana
biaya terlebih dahulu dipisahkan menjadi dua kelompok, yaitu: Biaya tetap dan
Biaya Variabel. Anggaran ini disebut fleksibel karena dapat disesuaikan dengan
volume kegiatan sebenarnya terjadi, sehingga dalam pelaksanaan evaluasi dapat
dilakukan dengan lebih tetap dan akurat. Sebuah anggaran yang fleksibel dapat
membantu manajer untuk membuat perbandingan lebih valid. Hal ini dirancang
untuk menunjukkan pendapatan yang diharapkan dan pengeluaran diizinkan untuk
jumlah aktual unit yang diproduksi dan dijual. Anggaran Fleksibel
9

membandingkan dengan pengeluaran aktual dan pendapatan adalah mungkin


untuk membedakan efisiensi asli.
Sebelum anggaran fleksibel dapat dihasilkan, manajer harus
mengidentifikasi biaya tetap dan yang variable. Pengeluaran diperbolehkan pada
biaya variabel kemudian dapat meningkat atau menurun sebagai tingkat
perubahan aktivitas. "Biaya tetap" adalah biaya-biaya yang tidak akan menambah
atau mengurangi rentang aktivitas tertentu. Sebuah anggaran yang fleksibel
diharapkan menunjukkan pendapatan dan biaya untuk berbagai tingkat produksi
atau aktivitas penjualan. Ini jauh lebih berguna daripada statis anggaran , yang
tetap pada jumlah tunggal aktivitas perusahaan diasumsikan, yang kemungkinan
akan menyimpang jauh dari aktivitas yang sebenarnya selama periode anggaran.
Sebaliknya, sebuah perusahaan dengan menggunakan anggaran fleksibel dapat
membandingkan hasilnya dengan model yang relevan sepanjang masa anggaran.
Sebuah anggaran fleksibel ini juga berguna untuk perencanaan selama periode
lebih lama dari siklus anggaran, karena mudah untuk model skenario yang
berbeda dan melihat bagaimana mereka mempengaruhi pendapatan dan
keuntungan tingkat.
Anggaran yang dibuat sebelum awal suatu periode adalah anggaran induk;
anggaran tersebut menjelaskan harapan-harapan dan merupakan cetak biru
(blueprint) dari operasi untuk periode yang akan datang. Anggaran tersebut
merupakan anggaran tetap (stutic budget) karena dibuat hanya untuk tingkat
output tertentu. Anggaran induk berfungsi sebagai panduan penting, bahan
perbandingan, atau tolak ukur (benchmark) dalam mengawasi dan mengendalikan
operasi serta untuk evaluasi kerja.
Namun, kondisi operasi jarang berubah menjadi seperti yang diharapkan
atau yang diprediksi ketika anggaran tersebut dibuat. Ketika output yang
dihasilkan berbeda dari output yang dianggarkan, atau kondisi operasi aktual
menyimpang dari yang dianggarkan akibat faktor-faktor di luar kendali
perusahaan, perusahaan perlu menyatukan perubahan-perubahan ini dan merevisi
anggaran induk sebelum menentukan efisiensi operasi. Anggaran fleksibel
(flexible budgeti) merupakan anggaran yang meyesuaikan pendapatan dan beban
dengan jumlah output aktual yang dicapai.
10

Bagaimana Anggaran Fleksibel Bekerja


Ide dasar pendekatan anggaran fleksibel adalah bahwa anggaran tersebut tidak
harus statis. Berdasarkan tingkat aktivitas seungguhnya, anggaran dapat disesuai-
kan untuk menunjukkan berapa besar biaya untuk tingkat aktivitas tertentu. Untuk
mengilustrasikan bagaimana anggaran fleksibel berjalan, Victoria menulis laporan
bagi Rick, laporan tersebut mudah disusun (Peraga 11-3). Laporan tersebut
menun-jukkan bagaimana biaya overhead pabrik dapat diharapkan untuk berubah,
ter-gantung pada tingkat aktivitas bulanan. Dalam rentang aktivitas 4.900 - 5.200
kunjungan klien, biaya tetap diharapkan untuk tetap sama. Untuk biaya overhead
pabrik variabel, Victoria mengalikan biaya-biaya per klien ($1,20 untuk
persediaan penataan rambut, $4 untuk sambutan klien, dan $0,20 untuk listrik)
dengan jumlah kunjungan klien yang tepat untuk masing-masing kolom. Sebagai
contoh, $1,20 biaya persediaan penataan rambut dikalikan dengan 4.900
kunjungan klien untuk memperoleh total cost sebesar $5.880 untuk persediaa
penataan rambut pada tingkat aktivitas tersebut.

Peraga 11- 3: Ilustrasi Konsep Penganggaran Fleksibel

RICK'S HAIRSTYLING
Anggaran Fleksibel
Untuk bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret

Rumus Biaya Aktivitas (dalam kunjungan klien)


(per kunjungan klien) 4.900 5.000 5.100
5.200
Biaya overhead pabrik variabel:
persediaan penataan rambut $ 1,2 $ 5.580 $ 6.000 $ 6.120 $ 6.240
sambutan untuk klien 4 9.600 20.000 20.400 20.800
listrik (variabel) 0,2 980 1.000 1.020 1.040
Total Biaya overhead pabrik variabel $ 5,4 26.460 27.000 27.540 28.080

Biaya overhead pabrik tetap:


gaji.dan upah staf 8.000 8.000 8.000 8.000
sewa 12.000 12.000 12.000 12.000
asuransi 1.000 1.000 1.000 1.000
utilities diluar listrik 500 500 500 500
Total Biaya overhead pabrik tetap 21.500 21.500 21.500 21.500
Biaya overhead pabrik total $ 47.960 $ 48.500 $ 49.040 $ 49.580
11

2.4 Menggunakan Anggaran Untuk Evaluasi Kinerja


Pertimbangan yang harus diperhatikan agar anggaran dapat digunakan untuk
evaluasi kinerja:
1. Menetapkan jumlah yang dianggarkan dibandingkan dengan hasil aktual
2. Melibatkan dampak anggaran terhadap perilaku manusia
Anggaran Statis (Static Budget)
Adalah anggaran untuk tingkat aktivitas tertentu, anggaran ini tidak terlalu
berguna untuk menyiapkan laporan kinerja.

Fleksibel (F l e x i b l e B u d g e t )
Adalah anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan untuk
menghitung perkiraan biaya dalam suatu tingkat aktivitas, sehingga :
a. Anggaran Fleksibel dapat digunakan untuk menyusun anggaran sebelum
adanya tingkat aktivitas yang diharapkan
b. Anggaran fleksibel dapat digunkan untuk menghitung berapa biaya yang
harus dikeluarkan pada tingkat aktivitas aktual.
c. Anggaran fleksibel membantu manajer mengatasi ketidakpastian dengan
memungkinkan mereka untuk melihat perkiraan hasil pada suatu tingkat
aktivitas. Hal ini dapat digunakan untuk menghasilkan nilai keuangan pada
sejumlah skenario yang masuk akal.
Kunci untuk penganggaran flexibel adalah pengetahuan atas biaya tetap
dan variabel. Berikut dua jenis penganggaran flexibel :
1. Penganggaran untuk aktivitas yang diharapkan. Anggaran ini dapat membantu
para manajer mengatasi ketidakpastian dengan melihat hasil yang diharapkan
dari berbagai tingkat aktivitas. Hal ini dapat digunakan untuk menghasilkan
nilai keuangan dari sejumlah skenario yang masuk akal.
2. Penganggaran untuk tingkat aktivitas aktual. Digunakan sebagai fakta untuk
menghitung biaya pada tingkat aktivitas aktual seharusnya. Kemudian, biaya-
biaya yang diharapkan tersebut dibandingkan dengan biaya aktual untuk
menilai kinerja. Perbedaan antara jumlah aktual dan jumlah anggaran
fleksibel disebut variansi anggaran fleksibel.
12

Penentuan Biaya Berdasar Aktivitas Dan Anggaran Fleksibel


Tidak mungkin bahwa semua biaya overhead variable dalam organisasi
yang kompleks dipicu oleh factor seperti jumlah unit yang dihasilkan atau jam
kerja atau jam mesin. Penentuan biaya berdasar aktivitas menyediakan berbagi
cara dalam mengenali berbagai macam pemicu biaya overhead dan oleh karena itu
meningkatkan keakuratan sistem biaya. Dalam menentukan biaya berdasarkan
aktivitas, tiap-tiap kelompok biaya overhead mempunyai ukuran aktivitas
tersendiri.
Satu-satunya perbedaan adalah rumus biaya overhead ini dinyatakan dalam
bermacam-macam aktivitas yang berbeda dan tidak dinyatakan dalam ukuran unit
atau ukuran umum aktivitas seperti jam kerja langsung atau jam mesin.

2.5 Dimensi Perilaku dari Anggaran


Anggaran sering digunakan untuk menilai kinerja para manajer. Karena status
keuangan dan karier seorang manajer dapat dipengaruhi oleh kemampuan seorang
manajer, anggaran dapat memiliki pengaruh yang signifikan. Perilaku positif
muncul ketika tujuan manajerial dan tujuan organisasional sejalan, atau biasa
disebut kesesuaian tujuan (goal congruence). Sedangkan perilaku disfungsional
(disfunctional behavior) adalah perilaku individual yang pada dasarnya
bertentangan dengan tujuan organisasi.
Sistem anggaran yang ideal adalah yang mencapai kesesuaian tujuan
secara utuh dan secara simultan menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk
mencapai tujuan organisasi secara etis. Fitur penting yang harus ada untuk
mendorong perilaku positif :
a. Umpan balik berkala atas kinerja
b. Insentif uang dan bukan uang
c. Anggaran Partisipatif
Anggaran partisipatif memiliki tiga potensi masalah:
Menetapkan standar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
Membuat kelonggaran dalam anggaran (sering disebut sebagai menutupi
anggaran)
Partisipasi semu
d. Standar yang realistis
13

e. Kemampuan mengendalikan biaya


f. Beberapa pengukuran kinerja
Metode dalam Penetapan Harga
Anggaran yang disusun oleh bagian administrasi maupun oleh komisi
anggaran, hanya merupakan Rancangan Anggaran. Rancangan ini akan diserahkan
kepada pimpinan tertinggi perusahaan untuk disahkan sebagai anggaran yang
defentif. Sebelum disahkan, masih dimungkinkan untuk diadakan perubahan-
perubahan dan pembahasan terhadap rancangan tersebut. Setelah disahkan maka
anggaran tersebut dijadikan sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian
kerja dan sebagai alat pengawasan kerja. Ditinjau dari pihak-pihak yang dapat
terlibat dalam proses penyusunan anggaran, maka terdapat tiga metode yang
dikemukakan oleh Atkinson (2001:475) yaitu :
1. Authoritative budgeting
Authoritative Budgeting merupakan pendekatan dari atas ke bawah
dalam penyusunan anggaran. Dalam metode ini, bawahan tidak diminta
keikutsertaannya dalam penyusunan anggaran perusahaan. Kebaikan metode
ini adalah proses penyusunan anggaran dalam perusahaan akan berjalan
tepat pada sasaran dan lebih efisien, serta memungkinkan adanya koordinasi
unit-unit dalam perusahaan. Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah
adanya kemungkinan atasan tidak mengetahui dengan pasti target yang
sesuai untuk suatu unit perusahaan serta kurangnya motivasi dan komitmen
tujuan yang disebabkan ketiadaan partisipasi karyawan dalam penentuan
anggaran.
Kelebihan : -Menghemat waktu
-Efesiensi
-Tidak perlu mengadakan rapat
Kelemahan: -Tidak tepat bagi karyawan kreatif
-Tidak ada ide-ide kreatif dari karyawan
-Karyawan selalu mengikuti perintah atasannya
(jika karyawan mengetahui sesuatu untuk kemajuan perusahaan maka atasan
tidak dapat mengetahui ide-ide kreatif dari karyawan tersebut)
2. Participative Budgeting
14

Participative Budgeting merupakan metode penyusunan anggaran


dimana atasan dan bawahan secara bersama-sama menetapkan anggaran
perusahaan melalui proses pengambilan keputusan bersama
(joint decision-making proces).
Kelebihan : -Manajer mengetahui informasi dari bawahannya
(departemen produksi, penjualan, dll)
-Meningkatkan komitmen manajer bawahan
-Memotivasi untuk mencapai anggaran
Kelemahan: -Membutuhkan waktu yang sangat lama
-Menetapkan anggaran terlalu tinggi
3. Consultative Budgeting
Consultative Budgeting merupakan metode penyusunan anggaran
dimana bawahan diminta untuk mendiskusikan pendapat mereka mengenai
anggaran, tetapi tidak terjadi proses pengambilan keputusan bersama.
Atasan hanya meminta pendapat dari bawahan tetapi tetap menetapkan
anggaran secara sendiri dengan atau tanpa mempertimbangkan masukan
dari bawahan.
Kelebihan: Manajer atasan mengajak bawahannya untuk memberikan ide-
ide tetapi tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Kelemahan:Pseudu participation, dampaknya partisipasi semu. ( semangat
bawahan menjadi turun )
Biaya > Anggaran = Unfavorable
Biaya < Anggaran = Favorable
Pendapatan > Anggaran =Favorable
Pendapatan < Anggaran = Unfavorable
15

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan, rencana tersebut
mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
2. Pengaggaran perusahaan merupakan kegiatan dalam menghasilkan
anggaran serta proses kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi
budget
3. Anggaran statis disusun dengan menyiapkan anggaran induk (master
budget) yang digunakan selama periode satu tahun, sesuai dengan tahun
fiskal perusahaan.
4. Komponen anggaran induk adalah anggaran operasional dan anggaran
keuangan.
5. Anggaran operasional mendeskripsikan aktivitas yang menghasilkan
pendapatan bagi suatu perusahaan, penjualan, produksi dan persediaan
barang. Hasil akhirnya berupa proforma laporan laba rugi.
6. Anggaran keuangan memerinci aliran masuk dan keluar kas, serta posisi
keuangan secara umum. Posisi keuangan yang diharapkan pada akhir
periode anggaran ditunjukkan dalam proforma neraca.
7. Anggaran fleksibel disusun berdasarkan pola perilaku biaya, terutama
dalam menaksir dan mengendalikan biaya pabrik dan beban operasi.
Disebut fleksibel karena disesuaikan dengan volume kegiatan sebenarnya
terjadi.
8. Anggaran fleksibel terlebih dahulu dipisahkan menjadi biaya tetap dan
biaya variabel.
9. Anggaran fleksibel jauh lebih berguna dari pada anggaran statis, yang
tetap pada jumlah tunggal aktivitas perusahaan diasumsikan, yang
kemungkinan akan menyimpang jauh dari aktivitas yang sebenarnya
selama periode anggaran.
10. Anggaran digunakan sebagai penilaian kinerja para manajer.
16

11. Perilaku positif manajer muncul ketika tujuan manajerial dan tujuan
organisasional sejalan, yang disebut dengan Goal Congruence dan mampu
menghindari disfungsional.
12. Sistem anggaran yang ideal adalah yang mencapai kesesuaian tujuan
secara utuh dan secara simultan menciptakan suatu penggerak bagi
manajer untuk mencapai tujuan organisasi secara etis.

3.2 Saran
Sebagai mahasiswa, terutama pada jurusan akuntansi kita harus menyadari
bagaimana pentingnya pengetahuan tentang perencanaan dan pengendalian
anggaran perusahaan, agar kita mampu mengukur ketepatan penganggaran
dalam suatu perusahaan secara efektif dan efsien, agar kita sebagai mahasiswa
memiliki pemahaman luas melauli informasi-informasi dari buku, internet,
dan beberapa literatur lain yang mendukung keilmuan yang kita pelajari.
Sehingga kita dapat dengan baik dan bijaksana dalam menjalankan profesi
akuntansi yang sesuai kode etik profesi di masa yang akan datang.
17

DAFTAR PUSTAKA

Don R. Hansen, Maryanne. Mowen. Akuntansi Manajerial. Buku 1. Edisi


kedelapan. Jakarta : Salemba Empat.

2016. Akmen-Anggaran-Berdasarkan-Fungsi-Dan-Aktifitas. www.scribd.com.


Diunduh pada 10 Maret 2016.

2016. Akuntansi Manajement- Perencanaan Dan Pengendalian.


princeluckeblogspot.com. Diunduh pada 10 Maret 2016.

2016. Dimensi-Prilaku-Anggaran-Dan-Transper. ariefharahap.blogspot.co.id.


diunduh pada tanggal 9 Maret 2016.

2016. Pengertian Penganggaran Dan Jenis-Jenisnya. www.wikkipedia.com.


Diunduh pada 9 Maret 2016.

2016. Perencanaan-Dan-Pengendalian-Anggaran. manajemen ekonomi


indonesia.blogspot.co.id.diunduh pada tanggal 10 Mare 2016.