Anda di halaman 1dari 2

PEMBERIAN ANESTESI LOKAL

No Dokumen:UKP/SPO/VII/JUN/2015/35 Ditetapkan Oleh


Kepala Puskesmas
Ngemplak II
Tgl Terbit : 17-06-2015

PUSKESMAS SPO No. Revisi : 00


NGEMPLAK II drg. Isah Listiyani
Halaman : 1/2 Penatan, III/c
NIP. 19680523 200604 2 001

Pengertian Pemberian anastesi lokal adalah tehnik untuk menghilangkan atau


mengurangi sensasi atau rasa sakit di bagian tubuh tertentu yang bersifat
reversibel
Tujuan Menjadi acuan bagi petugas dalam pemberian anastesi.
Mengurangi rasa sakit dan memberikan kenyamanan pada pasien yang
menjalani tindakan pembedahan dan gigi
Kebijakan 1. SK Kepala Puskesmas no188.4/UKP/VII/MAR/2015/08 tentang Jenis-
jenis Sedasi
2. SK Kepala Puskesmas no 188.4/UKP/VII/MAR/2015/09 tentang Tenaga
Kesehatan yang Mempunyai Wewenang Melakukan Sedasi

Referensi Jurnal Keperawatan Medikal bedah 2013


Alat dan bahan 1. Kasa steril
2. Povidon iodin
3. Alkohol
4. Duk steril
5. Sarung tangan
6. Spuit 1 cc
7. Spuit 3 cc
8. Lidokain 1%
9. Etilklorida
10. Precaine ( anestesi topikal )
11. Lembar inform concent

Prosedur Pra Anastesi


1. Petugas menjelaskan kepada pasien tentang jenis tindakan yang akan
dilakukan termasuk manfaat dan kerugian akibat pemberian anestesi
lokal Sebelum dilakukan tindakan anestesi.
2. Petugas mengisi lembar informed concent dan meminta pasien atau
keluarga pasien untuk menandatanganinya, apabila pasien sudah
mengerti tentang penjelasan tersebut.
Anestesi Topikal
Cara melakukan anastesi topikal oles adalah :
1. Petugas mencuci tangan hingga bersih, mengeringkannya, kemudian
memakai sarung tangan
2. Petugas mengeringkan membran mukosa untuk mencegah larutnya
bahan anastesi topikal.
3. Petugas mengoleskan bahan anastesi topikal melebihi area yang akan
disuntik 15 detik karena kurang dari waktu tersebut obat tidak efektif.
Sedangkan untuk pasien bayi dapat menggunakan syring tanpa jarum
untuk mengoleskan topikal aplikasi.
PEMBERIAN ANESTESI LOKAL

No Dokumen:UKP/SPO/VII/JUN/2015/ 35

Tgl Terbit : 17-06-2015

PUSKESMAS SPO No. Revisi : 00


NGEMPLAK II
Halaman :2/2

4. Petugas harus mempertahankan anastesi topikal pada membran mukosa


minimal 2 menit,agar obat bekerja efektif, karena salah satu kesalahan
yang dibuat pada pemakaian anastesi topikal adalah kegagalan operator
untuk memberikan waktu yang cukup bagi bahan anastesi topikal untuk
menghasilkan efek yang maksimum.

Cara melakukan anastesi topikal spray adalah :


1. Petugas mencuci tangan hingga bersih, mengeringkannya, kemudian
memakai sarung tangan
2. Petugas menyemprotkan bahan anastesi spray pada area anastesi terus
menerus selama 3-7 detik dari jarak 8-23 cm.
3. Petugas menyemprotkan anastesi spray sampai kulit mulai memutih,
tetapi tidak sampai membekukan kulit

Anestesi Infiltrasi
Tahap melaksanakan infiltrasi anastesi :
1. Petugas mencuci tangan hingga bersih, mengeringkannya, kemudian
memakai sarung tangan
2. Petugas membersihkan kulit yang akan dianestesi dengan kasa alkohol.
Untuk luka terbuka dibersihkan dengan kasa dan Nacl atau povidon iodin
3. Petugas mengambil bahan anestesikum dengan spuit 1cc atau 3 cc,
aspirasi sedikit sampai tidak ada udara yang tertinggal
4. Petugas memasukkan jarum pada ujung luka atau kulit dan dorong
masuk ke arah bawah antara mukosa dan kulit mengikuti garis dimana
jarum jahitnya akan masuk dan keluar
5. Petugas mengaspirasi dan kemudian menginjeksikan anestesi tersebut
sambil menarik jarum ke titik dimana jarum masuk. Apabila tidak
melakukan aspirasi maka setelah memasukkan spuit sampai dalam
kemudian menariknya sambil menyemprotkan perlahan-lahan
6. Petugas mencabut jarum dengan membelokkan kembali jarum sepanjang
garis lain dimana akan direncanakan dibuat jahitan
7. Petugas mengulangi proses penusukkan jarum pada ujung luka di
sebelahnya, sehingga seluruh daerah yang kemungkinan akan dijahit
sudah teranestesi
8. Petugas menunggu beberapa lama dan lakukan penekanan lembut pada
kulit
9. Petugas menanyakan pada pasien apakah masih terasa nyeri atau kebas
10. Petugas dapat melakukan tindakan, apabila pasien sudah tidak
merasakan nyeri.