Anda di halaman 1dari 11

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS

MODEL KONSEP IMOGE M. KING

DISUSUN OLEH

1. Arisa Ichsani Dini P27220015 091


2. Arlinda Erisa Dewi P27220015 092
3. Dita Prasetyawati P27220015 097
4. Eko Abi Nugroho P27220015 099
5. Intan Putri Mardika Sari P27220015 103
6. Lathifah Suci R P27220015 106
7. Miftah Salma Diva P27220015 109
8. Nanda Swastika R P27220015 112
9. Nodya Wijaya K. M P27220015 114
10. Riski Kurniantono P27220015 118
11. Riza Multi Fatmawati P27220015 119
12. Rumanti Puji Pangestuti P27220015 121

POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA

JURUSAN D-IV KEPERAWATAN

TAHUN AJARAN 2016/2017


DAFTAR ISI

Halaman Judul.............................................................................................. i

Daftar Isi...................................................................................................... ii

Teori Imogene M.King Sistem Konseptual Keperawatan............................ 1

1. Kredensial dan latar belakang pakar teori........................................ 1


2. Penggunaan bukti empiris ............................................................... 2

3. Konsep utama dan definisi............................................................... 3

4. Kerangka konsep.............................................................................. 4

5. Teori Middle Range King tentang Pencapaian Tujuan.................... 5

6. Bentuk logis..................................................................................... 6

7. Penerimaan oleh keperawatan komunitas........................................ 7

8. Pengembangan Lebih Lanjut........................................................... 8

Kesimpulan.................................................................................................. 11

ii
Teori Imogene M.King Sistem Konseptual Keperawatan

Teori Middle Range Pencapaian Tujuan

1. Kredensial dan latar belakang pakar teori


Imogene M King lahir pada tanggal 30 Januari 1923, di West Point,

Lowa. Dia meninggal 24 Desember 2007, di St Pettersburg Florida dan di

makamkan di Fort Madison, Lowa, pada tahun 1945, King menerima

diploma dalam keperawatan dari St Johnns hospital school of nursing di

St Louis Missouri. King melanjutkan kuliah dan mendapatkan gelar

sarjana sains (bachelor of science) dalam pendidikan keperawatan, dari St

Louis University pada tahun 1948. Pada tahun 1957, dia menerima gelar

master of science dalam keperawatan dari St Louis University. Dari dari

tahun 1961 sampai 1966 di Loyola University di Chicago, King

mengembangkan program master dalam keperawatan berdasarkan

kerangka konseptual keperawatan, artikel teori pertamanya muncul pada

tahun 1964 dalam jurnal. King kemudian kembali ke chicago pada tahun

1972 sebagai profesor di program pascasarjana Loyola University, dia juga

menjabat dari tahun 1978 sampai 1980 sebagai koordinator penelitian

clinikal nursing di departemen keperawatan Loyola Medical Center.


Pada tahun 1980, King di angkat profesor di University of South

Florida College of Nursing di Tampa, naskah untuk bukunya yang kedua, a

theori for nursing system, consept, process. King terus memberikan

pelayanan masyarakat dan membantu merencanakan perawatan melalui

1
sistem dan teori konseptualnya di berbagai organisasi perawatan

kesehatan, termasuk Tampa General Hospital. Pada tahun 1997, King

menerima medali emas dari gubernur Chiles untuk memajukan profesi

keperawatan di negara bagian Florida. Dia diantik oleh FNA hall of fame

dan ANA hall of fame pada tahun 2004.Pada tahun 2005 dia dilantik

sebagai living legend. King merupakan alah satu fellow asli Sigma Teta

Tau Internasional (STTI) Virginia Henderson, dan dia mendapat

penghargaan STTI Elizabeth Russell Belford Founders Award uuntuk

keunggulan dalam pendidikan pada tahun 1989.

2. Penggunaan bukti empiris


King mengidentifikasikan teori sebagai satu perangkat konsep

yang ketika di definisikan saling terkait dan dapat dan diamati dalam

dunia praktek keperawatan.Teori berfungsi untuk membangun

pengetahuan ilmiah untuk keperawatan


King mengidentifikasi dua metode untuk mengembangkan teori yaitu:
a. Sebuah teori dapat di kembangkan dan kemudian di uji melalui

penelitian.
b. Penellitian memberikan data dari mana teori dapat di kembangkan.

3. Konsep utama dan definisi


Konsep-konsep memberi makna pada persepsi rasa kita dan

memungkinkan generalisasi tentang orang, benda, dan banyak hal.


a. Kesehatan
Kesehatan di definisikan sebagai pengalaman hidup yang dinamis dari

seorang manusia, yang berarti penyesuaian terus-menerus terhadap

stresor di dalam lingkungan internal dan eksternal melalui penggunaan

2
sumberdaya seseorang secara optimal untuk mencapai potensi

maksimal dalam hidup sehari-hari


b. Keperawatan
Didefinisikan sebagai prosesaksi, reaksi dan interaksi ketika perawat

dan klien berbagi informasi tentang persepsi mereka dalam situasi

keperawatan
c. Diri
Diri adalah gabungan dari pikiran dan perasaan yang merupakan

kesadaran seseorang tentang eksistensi dirinya, konsepsinya tentang

siapakah dan apakah dia. Diri adalah jumlah total dari semua yang dia

bisa sebut. Diri termasuk antaralain, sistem ide, sikap, nilai, dan

komitmen.

4. Kerangka Konsep
a. Sistem Personal
Menurut king setiap individu adalah system personal (system terbuka).

Untuk system personal konsep yang relevan adalah persepsi, diri,

peretumbuhan dan perkembangan, citra tubuh, dan waktu.


b. Sistem Interpersonal
King mengemukakan system interpersonal terbentuk oleh interkasi

antra manusia. Interaksi antar dua orang disebut DYAD, tiga orang

disebut TRIAD, dan empat orang disebut GROUP. Konsep yang relefan

dengan system interpersonal adalah interkasi, komunikasi, transaksi,

peran dan stress.


c. Sistem Sosial
King mendefinisikan system social sebagai system pembatas peran

organisasi sosisal, perilaku, dan praktik yang dikembangkan untuk

memelihara nilai-nilai dan mekanisme pengaturan antara praktk-praktek

3
dan aturan (George, 1995). Konsep yang relevan dengan system social

adalah organisasi, otoritas, kekuasaan, status dan pengambilan

keputusan.

5. Teori Middle Range King tentang Pencapaian Tujuan


Pada tahun 1981,King menurunkan teori Middle Rangenya tentang

pencapaian tujuan dari sistem konseptualnya. King menyatakan:


Pengaturan tujuan bersama antara seorang perawat dengan seorang klien

didasarkan pada (a) Penilaian perawat terhadap kekhawatiran,masalah dan

gangguan pasien dalam kesehatan(b) Persepsi perawat dan klien terhadap

gangguan kesehatan(c) Pembagian informasi mereka dimana setiap fungsi

akan membantu klien mencapai tujuan yang diidentifikasi, perawat

berinteraksi dengan anggota keluarga ketika klien tidak dapat

berpartisipasi secara verbal dalam penetapan tujuan.


Empat konsep utama asumsi King :
a. Keperawatan
Keperawatan adalah sebuah perilaku yang dapat diamati yang

ditentukan dalam sistem perawatan kesehatan di masyarakat. Tujuan

keperawatan adalah untuk membantu individu menjaga kesehatan

mereka sehingga mereka dapat berfungsi dalam peran mereka.

Keperawatan adalah sebuah proses aksi ,reaksi,interaksi dan transaksi

interpersonal persepsi seorang perawat dan pasien mempengaruhi

proses interpersonal.
b. Manusia

4
Manusia adalah individu yang unik dan holistic, dari nilai instrinsik

dan mampu berpikir rasional dan mengambil keputusan dalam

kebanyakan situasi (King,1995).


c. Kesehatan
Kesehatan adalah penyesuaian terus-menerus untuk memberikan

tekanan di lingkungan internal dan eksternal melalui penggunaan

sumber daya seseorang secara optimal untuk mencapai potensi

maksimal umtuk hidup sehari-hari. Kesehatan merupakan suatu

keadaan dinamis dalam siklus hidup (King,1981).


d. Lingkungan
King percaya bahwa pemahaman tentang cara-cara manusia

berinteraksi dengan lingkungannya untuk menjaga kesehatan

merupakan tugas penting perawat. Penyesuaian untuk hidup dan

kesehatan dipengaruhi oleh interaksi individu dengan lingkungan.

6. Bentuk logis
King (1968) menetapkan 4 konsep yang berpusat pada manusia :
a. Kesehatan
b. Hubungan interpersonal
c. Persepsi
d. System social
King (1981) memulai pengembangan lebih lanjut system

konseptualnya dan mengusulkan teori middle-range untuk

menggambarkan sifat interaksi perawat-klien yang mengarah pada

pencapaian tujuan. King berbicara tentang dikotomi yang lebih sedikit

antara kesehatan mengacu pada penyakit sebagai gangguan didalam siklus

hidup. King merevisi termologinya menggunakan penyesuaian bukan

adaptasi dan pribadi manusia dan individu daripada seseorang. Kemudian

5
Clements dan Robert (1983) menggambarkan ide-ide King, menerapkan

teori pencapaian tujuan untuk kesehatan keluarga.

7. Penerimaan oleh keperawatan komunitas


a. Praktik
Publikasi awal King (1971) menyebabkan perkembangan

kurikulum keperawatan dan aplikasi praktik di Universitas serta para

professional telah menggunakan konsep King (1981) tentang Teori

Pencapaian Tujuan dalam praktek keperawatan. Hubungannya dengan

praktik karena perawat berfungsi utama melalui interaksi dengan

individu dan kelompok didalam lingkungan. King (1984)

mengusulkan perawat, yang memiliki pengetahuan tentang konsep

Teori Pencapaian Tujuan ini, mampu melihat apa yang terjadi pada

pasien dan anggota keluarga dan mampu menyarankan pendekatan

dalam mengatasi situasi.


King mengembangkan sebuah sistem dokumentasi Goal Oriented

Nursing Record (GONR)/ catatan keperawatan berorientasi tujuan,

untuk mendampingi teori middle-range mencapai tujuannya dan untuk

merekapa tujuan dan hasil. GONR adalah metode pengumpulan data,

mengidentifikasi masalah, dan melaksanakan serta mengevaluasi

perawatan yang telah efektif dalam pengaturan pasien. Peraawat dapat

menggunakan pendekatan GONR untuk mendokumentasikan

efektifitas asuhan keperawatan.


b. Pendidikan
System dan teori konseptual king memiliki aplikasi pendidikan

keperawatan yang dijelaskan secara internasional oleh Rooke (1995)

untuk pengaturan pendidikan swedia. Bello (2000) lakukan penelitian

6
dengan mahasiswa undergraduate di portugis. Palmer (2006)

mengidentifikasi implikasi pendidikan pasien untuk perawat yang

berkerja dengan orang lanjut usia. Costa dan rekan (2007)

mengambarkan model perawatan untuk keluarga beresiko.


c. Penelitian
Banyak penelitian telah menggunakan karya King sebagai landasan

teoritis untuk beberapa penelitian. Dan para peneliti telah

mengembangkan banyak teori middle range menggunakan system

konseptual King (King, 1978).

8. Pengembangan Lebih Lanjut


Selama bertahun tahun, King secara konsisten menunjukan

keyakinanya pada kebutuhan untuk pengujian lebih lanjut terhadap teori

pencapaian tujuan.
Pada tahun 1995, Fawcett dan Whall mengidentifikasi 5 bidang utama

untuk pengembangaan lebih lanjut karya King yang akan sangat

membantu :
a. Konsep lingkungan akan mendapat manfaat dari definisi dan

penjelasan tambahan
b. Pandangan King tentang penyakit, kesehatan, dan kesejahteraan

akan mendapat manfaat dari penjelasan dan diskusi tambahan


c. Keterkaitan masa depan antara system konseptual king (1981) dan

keberadaan teori middle- range lainnya seharusnya berlanjut

dengan cara menjamin kongruensi antara system konseptual dan

teori middle- range tertentu


d. Pengujian empiris seharus berlanjut untuk teori pencapaian tujuan

(1981) dan teori middle range lainnyayang dikembangkan dalam

konseptual king (Fawcett dan Whall, 1995)

7
e. Teori middle Range yang tersirat dibandingkan eksplisit, seperti

Rooke (1995), akan mendapat manfaat dari pengembangan

terhadap teori-teori formal(misalnya, Nwinee, 2011)

Pada tahun 2007, Sieloff dan Frey, melaporkan status perkembangan

teori middle range dari dalam system konseptul king. Fawcett 2007

kembali memeriksa perkemangan teori middle range, dari dalam system

konseptual king, dan membuat rekomendasi rekomendasi:

a. Credibilitas Sristem konseptual king bisa lebih didukung melalui

metta analisis atau kajian intergratif yang lain dari hasil yang

diperoleh dari tes empiris (Fawcett, 2007)


b. Penelitian mettateoretis tambahn diperlukan untuk menentukan

hubungan antara konsep konsep dalam pribadi, interpersonal, dan

system social (Fawcett,2007)


c. Pengujian empiris lanjutan dari semua teori middle range juga

dibutuhkan.
d. Instrument instrument penelitian tambahan perlu dikembangkan

untuk engukur konsep teori middle range. Utilitas dari instrument-

instrument tersebut kemudian perlu dievaluasi dalam hal utilitas

mereka untuk praktik (Fawcett,2007)

8
Kesimpulan

King mengidentifikasikan teori sebagai satu perangkat konsep

yang ketika di definisikan saling terkait dan dapat dan diamati dalam

dunia praktek keperawatan.Teori berfungsi untuk membangun

pengetahuan ilmiah untuk keperawatan. Konsep utamanya antara lain

konsep kesehatan,keperwatan dan konsep diri.


Pada tahun 1981,King menurunkan teori Middle Rangenya tentang

pencapaian tujuan dari sistem konseptualnya. Sistem konseptual king dan

teori pencapaian tujuan adalah didasarkan pada sebuah asumsi keseluruhan

bahwa fokus keperawatan adalah manusia yang berinteraksi dengan

lingkunganya,yang mengarahkan kekeadaaan kesehatan bagi

individu,yang mana merupakan sebuah kemampuan dalam peran sosial.

King mengasumsikan teorinya tentang manusia dan kehidupan

berhubungan dengan lingkungan,kesehatan,keperawatan,individu dan

interaksi perawat dengan pasien.