Anda di halaman 1dari 13

Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya

Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

VALUE ENGINEERING PEKERJAAN PONDASI


PADA PROYEK PABRIK SEMEN BOSOWA
BANYUWANGI

Budi Wicaksana1, Rayandra Nusdjalin Zakaria2


1Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
email: budiwitjaksana@untag-sby.ac.id
2Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Abstrak
Pada era globalisasi sekarang ini semuanya makin kompetitif, peserta tender makin banyak apalagi
dengan globalisasi maka kontraktor dari luar negri mulai masuk ke Indonesia bersaing dengan kontraktor
lokal. Mereka tentunya masuk ke negeri orang berbekal dengan pengalaman dan teknologi tinggi serta
peralatan yang modern. Hal ini mau tidak mau kontraktor lokal harus bisa meningkatkan kemampuannya
untuk bersaing dengan kontraktor internasional, tentunya ini tidak lepas dari kemampuan Sumber Daya
Manusia, penguasaan teknologi yang berkembang dengan cepat maupun peralatan-peralatan canggih juga
material-material modern yang dapat meningkatkan kecepatan penyelesaian proyek dimana pada akhirnya
dapat mengurangi biaya overhead dan meningkatkan mutu yang dihasilkan karena penggunaan alat yang
presisi serta mudah dioperasikan. Tingkat kompetitif yang tinggi maka setiap kontraktor dituntut untuk
melakukan inovasi dan harus kreatif mencari alternatif yang dapat menurunkan biaya tanpa mengurangi mutu
serta fungsi konstruksi yang dikerjakan. Sehingga untuk mengikuti tender bebas diharapkan harga yang
ditawarkan bisa bersaing dengan kontraktor lainnya dimana tujuan akhir adalah menjadi pemenang tender,
meningkatkan omzet produksi perusahaan sesuai target yang ditentukan. Pada Proyek Semen Bosowa
Banyuwangi penggunaan tiang bor pile dikombinasi dengan mini pile 20 x 20 adalah yang paling
menguntungkan dibanding dengan menggunakan pondasi tiang pancang spoon pile atau pondasi bor pile
untuk seluruh bangunan dengan pertimbangan : aspek biaya, aspek kualitas, waktu pelaksanaan relatif lebih
lambat, metode bor pile sudah teruji, peralatan kerja yang digunakan, penempatan material yang tidak
memerlukan tempat luas, bentuk konstruksi fleksibel.

Kata kunci: Value engineering, Pondasi

I. PENDAHULUAN maka kontraktor dari luar negri mulai


masuk ke Indonesia bersaing dengan
1.1. Latar Belakang Masalah kontraktor lokal. Mereka tentunya masuk
Di dalam mengikuti proses tender ke negeri orang berbekal dengan
bebas kontraktor selalu dihadapkan pada pengalaman dan teknologi tinggi serta
beberapa masalah, terutama bagaimana peralatan yang modern. Hal ini mau tidak
harga penawaran yang didapat harus bisa mau kontraktor lokal harus bisa
kompetitif, dimana harga tersebut bukan meningkatkan kemampuannya untuk
hanya terendah tetapi harus logic (masuk bersaing dengan kontraktor internasional,
akal/ tidak berlebihan) dengan keuntungan tentunya ini tidak lepas dari kemampuan
yang wajar. Artinya secara teknis pekerjaan Sumber Daya Manusia, penguasaan
dapat dilaksanakan dengan baik memenuhi teknologi yang berkembang dengan cepat
spesifikasi teknis maupun syarat-syarat maupun peralatan-peralatan canggih juga
umum yang telah ditentukan dan yang material-material modern yang dapat
terpenting kontraktor tersebut masih tetap meningkatkan kecepatan penyelesaian
mendapat untung sehingga perusahaan bisa proyek dimana pada akhirnya dapat
tetap sehat. mengurangi biaya overhead dan
Pada era globalisasi sekarang ini meningkatkan mutu yang dihasilkan karena
semuanya makin kompetitif, peserta tender penggunaan alat yang presisi serta mudah
makin banyak apalagi dengan globalisasi dioperasikan. Tingkat kompetitif yang

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 57


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

tinggi maka setiap kontraktor dituntut untuk Tiang Pancang Mini Pile 20 x 20
melakukan inovasi dan harus kreatif panjang 12m.
mencari alternatif yang dapat menurunkan Dari ke tiga alternatif ini dilakukan
biaya tanpa mengurangi mutu serta fungsi Rekayasa Nilai untuk mencari mana yang
konstruksi yang dikerjakan. Sehingga untuk paling efisien ditinjau dari segi biaya,
mengikuti tender bebas diharapkan harga waktu dan mutu.
yang ditawarkan bisa bersaing dengan Disamping itu apakah dengan
kontraktor lainnya dimana tujuan akhir menaikkan mutu misal dari Tiang Pancang
adalah menjadi pemenang tender. menjadi Bor Pile yang jelas sedikit lebih
Selain Trik dan strategi untuk mahal tapi dari segi mutu dan kecepatan
melakukan perhitungan penawaran mungkin lebih baik karena tidak perlu
serendah mungkin agar menang tender, pesan pile tapi bisa langsung kerja di
adalagi strategi yang dilakukan oleh team lapangan (cast in situ), dalam teori Value
proyek pada saat proyek telah didapat. Engineering hal seperti ini biasa disebut
Tentunya tujuannya agar biaya untuk Passable.
melaksanakan proyek tersebut serendah
mungkin dan diharapkan laba yang didapat 1.3. Tujuan Penelitian
meningkat atau lebih besar daripada yang - Diharapkan bisa menurunkan biaya
ditargetkan pada saat tender. Ini bisa pelaksanaan sehingga keuntungan
dilakukan dengan membuat Value didapat baik kontraktor maupun pemilik
Engineering pada perencanaan awal, misal proyek.
dengan merubah desain pondasi atau - Diharapkan menjadi pedoman bagi
struktur atas tanpa merubah estetika kontraktor bila ingin mendapatkan harga
(arsitektur) dan secara perhitungan struktur yang ekonomis dengan mutu yang
masih bisa dipertanggungjawabkan ini terjamin.
tentunya akan me-reduce biaya walaupun
tidak signifikan tetapi cukup lumayan untuk 1.4. Batasan dan Ruang Lingkup
menambah profit bagi kontraktor yang Penelitian
melaksanakan. Seperti diketahui makin awal
dilakukan Value Engineering maka
1.2. Rumusan Masalah penghematan yang dihasilkan akan semakin
Dari perencanaan awal pondasi Tiang besar, dan penelitian ini kami batasi hanya
Pancang D-60 cm panjang 22 meter akan pada saat Construction (Pelaksanaan
dilakukan Rekayasa Nilai dengan 3 Konstruksi) saja. Jadi Value Engineering
alternatif yaitu : Change Proposal (VECP) dilakukan sejak
1. Tetap Tiang Pancang Spoon Pile D-60 akan dimulainya pelaksanaan konstruksi
cm dengan panjang kurang dari 22 dengan melakukan inovasi/kreativitas pada
meter. saat membuat strategi metoda pelaksanaan
2. Merubah pondasi menggunakan Bor yang efisien agar waktu pelaksanaan makin
Pile D-100 cm panjang 23 m cepat serta pekerjaan makin mudah
3. Kombinasi dari beberapa pondasi dikerjakan dengan mutu yang tetap
dimana Bor Pile D-120 cm dan D-80 terjamin. Pada proyek Pabrik Semen
cm digunakan pada konstruksi berat Bosowa Banyuwangi karena masuk pada
misal : Clinker Silo, Cement Silo, tahap awal pelaksanaan maka penelitian ini
Cement Grinding Mill dan Tiang diper-sempit dan dibatasi hanya pada
Pancang Spoon Pile D< 60 cm lingkup pelaksanaan pondasi proyek saja.
digunakan pada konstruksi medium
serta konstruksi ringan menggunakan
II. KAJIAN PUSTAKA

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 58


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

masa setelah Perang Dunia II dengan


2.1. Penelitian Terdahulu melakukan perubahan metode dan
Agung Basuki dan Herry Aguspriyana pencarian alternatif produk komponen lain
H (2000) yang dilakukan pada saat itu sebagai akibat
Mengambil judul "Aplikasi Analisis dari kurangnya sumber daya selama Perang
Nilai Pada Konstruksi Rangka Atap Dunia II. Usaha perubahan ini dilakukan
Gedung Kampus III Universitas untuk peningkatan nilai suatu produk
Janabadra Yogyakarta" Pada studi ini dengan memfokuskan pada fungsi produk
dilakukan analisa terhadap 3 blok dari 6 tersebut (Mc. George & Palmer, 1997).
blok yag ada pada gedung kampus III Penerapan Value Engineering di
universitas Janabadra. Dari hasil analisis, Indonesia saat ini mulai banyak dilakukan
pada blok 1 dan 2 sebagai alternatif 1 pada proyek konstruksi. Berdasarkan
diperoleh penghematan biaya sebesar penelitian yang dilakukan oleh Wibowo
105 juta dibanding dengan rangka kuda- (2002) pada proyek kontsruksi di Jakarta
kuda baja profil WF dan sebagai dan Surabaya, sebesar 100% responden
alternatif 2 menggunakan rangka kuda- pernah mendengar istilah VE dan sebesar
kuda baja profil dobel siku diperoleh 60% responden telah mendengar, mengerti
penghematan sebesar 65 juta dibanding dan melaksanakan VE.
kuda-kuda baja profil WF. Pengertian lainnya Value Engineering
Adi Saptono (2007) adalah suatu susunan atau metode untuk
Dengan judul "Analisa Penentuan meminimalisir biaya pengeluaran pada
Bangunan Atas Jembatan Dengan konstruksi dengan atau tanpa mengurangi
Metode Rekayasa Nilai" , Studi Kasus serta mempertahankan nilai, tujuan dan
Pada Jembatan kali Pekacangan fungsi konstruksi yang ada ("Techniques
Kecamatan Kecobong Purbalingga. Eliminating Unnecessary Costs").
Didapat 4 alternatif desain yaitu :
1. Jembatan Porfil Baja WF (karena 2.2.2. Sejarah Value Engineering di
panjang jembatan kurang dari 30 m Indonesia
maka Jembatan Profil Baa WF Pada tahun 1985 Value Engineering
dianggap terlalu mahal. mula dikenalkan di Indonesia, kemudian
2. Jembatan Komposit Baja-beton pada tahun 1990 Value Engineering mulai
didapat biaya 110 juta diterapkan pada kontrak-kontrak
3. Jembatan Beton konvensional didapat Internasional (ICB). Tahun 1995 sejenak
biaya 113 juta mati suri dan pada tahun 2001 Value
4. Jembatan Beton Prestress didapat Engineering diterapkan lagi tetapi dengan
biaya 115 juta skala terbatas. Pada tahun 2006 lahir
Dari 4 alternatif di atas dapat HAVEI (Himpunan Ahli Value
disimpulkan bahwa yang paling Engineering Indonesia) dan pada tahun
ekonomis adalah Jembatan Komposit 2007 tepatnya bulan Mei 2007 "Wake Up
baja-beton. Call" Presiden Indonesia meminta para
pejabat yang berkepentingan untuk
2.2. Dasar Teori melaksanakan penghematan dengan
2.2.1. Definisi Value Engineering melaksanakan Value Engineering (Koran
Value Engineering (VE) atau dalam Tempo 2 Mei 2007). (Sumber Ir. Bangun
bahasa Indonesia disebut Rekayasa Nilai Sucipto M. Eng. AVS. IPU)
adalah suatu pendekatan kreatif yang
terorganisir untuk mengoptimalkan biaya 2.2.3. Mengapa diperlukan Value
dan kualitas sebuah fasilitas, dikembangkan Engineering
pertama kali di industri manufaktur pada

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 59


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

Value Engineering diperlukan karena suatu produk. Sedangkan biaya adalah


beberapa hal berikut: jumlah uang, waktu, tenaga, bahan dan lain-
1. Meningkatnya Biaya Konstruksi. lan yang diperlukan untuk memperoleh
2. Kekurangan Dana Pembangunan. suatu produk bak berupa barang maupun
3. Suku bunga cukup tinggi. jasa.
4. Inflasi meningkat tiap tahun. Secara umum fungsi dapat dibedakan
5. Kemajuan Teknologi yang sangat menjadi 3 jenis : Fungsi Dasar (Fungsi
cepat. Primer), Fungsi Pendukung (Fungsi
6. Perencanaan yang terlalu mewah. Sekunder), Fungsi Estetis.
7. Adanya Pertumbuhan Ekonomi. Rekayasa Nilai adalah penerapan
secara sistematik teknik-teknik yang meng
2.2.4. Karakteristik Value Engineering identifikasikan fungsi dari produk atau
Berorientasi fungsi, Pendekatan pelayanan (service) dan menetapkan nilai
sistimatis, Multi disiplin, Berorientasi pada untuk fungsi tersebut serta berusaha keras
siklus hidup produk, Pola pikir kreatif. memberi fungsi tersebut pada ongkos total
(Zimerman, L W and Hart, 1982) terendah tanpa penurunan performansi.

2.2.5. Prinsip Dasar Value Engineering 2.2.7. Value Engineering Job Plan
Pada dasarnya suatu produk Ada 5 tahap yang perlu dilakukan :
dirancang dengan tujuan utama untuk 1. Tahap Informasi (fungsi primer, fungsi
memenuhi kebutuhan dan memberi sekunder dsb).
kepuasan pada konsumen pemakai produk 2. Tahap Kreatif (Spekulasi).
tersebut. Atribut yang terdapat pada produk 3. Tahap Evaluasi (Analisa).
yang digunakan untuk memenuhi 4. Tahap Pengembangan (Value
kebutuhan dan memuaskan konsumen Management Proposals).
pemakainya dinamakan fungsi (Value). 5. Tahap Presentasi (Report & Oral
Sering terjadi para perancang produk presentation).
menciptakan fungsi-fungsi pada produk Kemudian dilanjutkan dengan tahap
secara berlebihan sehingga fungsi-fungsi Implementasi serta Follow up (kelanjutan).
yang tidak/kurang dibutuhkan ini berakibat Pada awalnya Value Engineering penting
timbulnya biaya tambahan yang tidak mengerti latar belakang serta alur
dikehendaki. Value dapat dinyatakan pengembangan desain arsitektur dan
dengan memperbandingkan performansi engineeringnya. Kemudian analisa fungsi
dengan biaya dengan rumus sebagai tiap sistim, kontrol elemen pada semua
berikut: pendekatan value engineering. Dilanjutkan
ide-ide kreatif, value engineering team
VALUE = PERFORMANSI memikirkan kemungkinan penentuan
BIAYA fungsi-fungsi yang diperlukan, jangan
mematikan usulan yang diajukan, semua
2.2.6. Konsep Nilai (Value) ide dicatat. Setelah itu menentukan kriteria
Nilai mempunyai banyak pengertian yang akan dipakai dengan menganalisa ide
dan di dalam Value Engineering terutama yang memberi keuntungan terbesar.
menyangkut nilai-nilai sebagai berikut : Dilanjutkan dengan membuat proposal dari
Nilai Guna (Use Value), Nilai Biaya (Cost kriteria yang dipilih tadi dengan
Value), Nilai Prestise (Esteem Value), Nilai melampirkan perhitungan keuntungan yang
Tukar (Exchange Value). meningkat dibanding awal sebelum VE
Performansi yang dimaksud disini dilakukan. Langkah terakhir proposal
mempunyai pengertian keuntungan atau tersebut perlu dipresentasikan dihadapan
manfaat yang diperoleh dari fungsi-fungsi pemilik proyek. Kemudian diputuskan oleh

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 60


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

pemilik proyek apakah disetujui untuk Lokasi Proyek di Ketapang


diaplikasikan di lapangan atau ada alternatif Banyuwangi dengan area +/- 30 ha
baru lagi yang lebih efisien. posisi di tepi laut selat Bali.
Nilai Kontrak Proyek Rp.
334.000.000.000,-
III. METODE PENELITIAN Pemilik Proyek adalah Pabrik Semen
Bosowa.
3.1. Bagan Alur Penelitian (Flow Chart) Kondisi Volume Material Utama :
Telah dijelaskan pada pendahuluan 1. Besi beton = 4.400 ton
bahwa penelitian ini difokuskan pada 2. Besi profil = 2.500 ton
Pelaksanaan Proyek Konstruksi, dimana 3. Beton = 35.000 m3
sebagai obyek adalah Pelaksanaan Pondasi 4. Pondasi spoon pile D-60 = 22.000 m
Pabrik Semen Bosowa Banyuwangi". (1000 titik panjang 22 m)
Seperti prosedur biasanya setelah Waktu Pelaksanaan 14 bulan
proyek didapat melalui tender segera Waktu pemeliharaan 6 bulan
ditunjuk team inti proyek yang akan Konsultan Perencana : Sinoma Eng.
melaksanakan proyek tersebut. Team Corp. dari Tianjin Cina
tersebut terdiri dari Manejer Proyek,
Manejer Teknik dan Manejer Keuangan. 3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Dalam waktu 1 bulan team tersebut Lokasi Penelitian adalah di proyek
ditugaskan membuat metoda pelaksanaan Banyuwangi cement grinding Plant yang
dengan harus melakukan inovasi terletak di daerah Ketapang atau sekitar 4
dibandingkan dengan metoda pelaksanaan km dari penyebrangan Ketapang ke arah
pada saat mengikuti tender sehingga kota Banyuwangi dan waktu penelitian
diharapkan profit yang dihasilkan lebih adalah mulai bulan Oktober sampai dengan
besar daripada rencana profit pada saat bulan Desember 2012 dimana pada saat
tender. Pada tahap inilah biasanya team tersebut direncanakan mulai pelaksanaan
proyek melakukan Value Engineering pemancangan pondasi spoon pile.
Change Proposal (VECP). Yaitu yang
tadinya mengunakan sistim konvensional 3.4. Instrumen Penelitian
dengan ide-ide kreatif dari team proyek Untuk melakukan Value Engineering
maka dibuat Value Engineering, contoh pondasi tiang pancang maka kami
untuk struktur antara lain precast pile cap, memerlukan data penyelidikan tanah secara
kemudian precast half slab dengan tulangan akurat, untuk itu kami mengadakan kembali
plat menggunakan brc dan balok precast U. pengeboran tanah di lokasi proyek dan ada
Dengan ide ini dihitung rencana biaya 38 titik pengeboran baru yang kami lakukan
produksi yang akan terjadi ternyata ada yang tersebar disekitar lokasi proyek.
penghematan sekitar +/- 2% dari RAPK Sedang pada awal perencanaan
(Rencana Anggaran Pelaksanaan pondasi, konsultan perencana hanya
Konstruksi) awal. berdasarkan data tanah dari 3 titik
pengeboran sehingga kami rasakan masih
3.2. Subyek Penelitian kurang akurat. Untuk itulah perlu dilakukan
Subyek penelitian adalah proyek tambahan lagi penyelidikan tanah.
"Banyuwangi Cement Grinding Plant" Dari perencanaan awal panjang tiang
yang merupakan pembangunan Pabrik pancang ditentukan 22m (spoon pile D-60),
Semen Bosowa di Banyuwangi yang baru kemudian dari data tanah baru diharapkan
dilaksanakan mulai awal Desember 2012. bisa mengurangi panjang tiang pancang
Kondisi Proyek adalah sebagai berikut : tersebut, demikian pula diharapkan juga
bisa mengurangi jumlah kebutuhan tiang

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 61


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

pancang kurang dari 1000 titik sesuai Langkah-langkah penunjang yang


perencanaan awal. biasa diterapkan dalam tahap informasi
adalah Pengulangan desain informasi,
Penentuan sasaran studi, Pemilihan elemen,
dan Analisa fungsi.
3.5. Prosedur Pengumpulan Data 3.7.2. Tahapan Kreatif
Untuk data awal perlu dipelajari Didalam Rekayasa nilai, berfikir
disain awal dari perencana, kemudian juga kreatif adalah hal sangat penting dalam
hal-hal yang berhubungan dengan gambar mengembangkan ide-ide untuk membuat
disain tersebut. Seperti hasil perhitungan alternatif-alternatif dari elemen yang masih
struktur pondasi serta data yang mendukung memenuhi fungsi tersebut, kemudian
seperti data hasil penyelidikan tanah sekitar disusun secara sistematis Alternatif-
lokasi proyek. Data lain yang diperlukan alternatif tersebut dapat ditinjau dari
juga mengenai harga dari pondasi ini agar berbagai aspek, diantaranya Bahan atau
setelah dilakukan Value Engineering dapat material, Cara atau metode pelaksanaan
diketahui penghematan yang dihasilkan. pekerjaan, Waktu pelaksanaan pekerjaan.
3.7.3. Tahapan Penilaian dan Analisis
3.6. Teknik Analisa Data (judgment phase )
Dari perencanaan awal perlu di a.) Penentuan kriteria penilaian
analisa fungsi masing-masing bangunan b.) Analisis untung dan rugi
yang ada, misal bangunan mana yang c) Analisis matrix
termasuk fungsi primer dengan konstruksi
struktur berat, fungsi sekunder dimana Tabel 2. Kriteria penilaian penentuan struktur
pondasi
termasuk konstruksi struktur bangunan No Kriteria Kriteria Kelebihan Kekurangan
medium atau hanya fungsi estetikal/ 1 Biaya awal (murah atau
nilai nilai
keindahan saja. Adapun langkah-langkah mahal)
2 Waktu pemesanan (cepat
yang perlu dilakukan dalam proses atau lambat)
nilai nilai
penelitian, yaitu Tahap Persiapan, Data, 3 Waktu pelaksanaan
Metode Pengumpulan Data, diantaranya dilapangan (cepat atau nilai nilai
adalah sebagai berikut : lambat)
4 Kemudahan pelaksanaan
nilai nilai
(mudah atau sulit)
3.7. Analisis Data
Dari data-data yang telah 3.7.4. Tahap Pengembangan
dikumpulkan dilakukan analisis rekayasa Pada tahap ini merupakan tahap
nilai untuk menghasilkan adanya suatu pengembangan dari tahap penilaian di atas.
pengurangan biaya atau saving cost . Pada tahap ini setelah analisis matriks
Analisis rekayasa nilai dilakukan dalam tiga dilakukan, maka alternatif pilihan dianalisis
tahap, yaitu : secara detail dengan analisis teknis dan
3.7.1. Tahapan Informasi perhitungan biaya siklus hidup untuk
Pada tahap awal ini dilakukan upaya- mendapatkan pilihan yang benar benar
upaya untuk mendapatkan informasi terseleksi. Pilihan alternatif yang terpilih
sebanyak-sebanyaknya yang relevan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
dengan obyek studi yang akan dievaluasi, Dari data yang dibutuhkan pada kedua
dimana data dan informasi tersebut diolah tahap ini adalah data sekunder atas pondasi,
menurut kebutuhan pada tahap selanjutnya. data harga pelaksanaan konstruksi, data
Informasi umum yang diperlukan pada rencana anggaran biaya proyek, data-data
tahap ini adalah Nama Proyek, Lokasi ini bisa kami dapatkan karena kami sendiri
Proyek, Pemilik Proyek, Nilai Proyek, Luas yang melaksanakan proyek ini.
Bangunan dan Spesifik Obyek.

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 62


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

3.7.5. Tahap Rekomendasi atau menyatukan pangkal tiang pancang yang


Presentasi terdapat di bawah konstruksi, dengan
Memberikan rekomendasi yang dapat tumpuan pondasi atau pile cap.
berupa presentasi secara tertulis atau lisan Pondasi tiang digolongkan berdasar-
dari alternatif yang sudah dipilih. Dalam kan kualitas materialnya, cara pelaksanaan,
tahap rekomendasi dapat juga berisi usulan pemakaian bahan-bahan dan sebagainya.
alternatif yang direkomendasikan beserta Penggolongan berdasarkan kualitas
dasar pertimbangan. Hal hal yang material dan pembuatan, dapat dilihat pada
dilaporkan adalah mengenai Model desain Tabel berikut:
dan spesifikasi, Alat alat analisis, Pilihan
alternatif, Penghematan yang terjadi, dan Tabel 4.2 Jenis-jenis tiang berdasarkan cara pembuatan
Kualitas Nama Tiang Cara Bentuk
Konsep pemilihan alternatif. Bahan Pembuatan
Tiang Spoon pile beton Diaduk Bulat
Beton dengan gaya
bulat centrifugal
IV. ANALISIS DATA DAN Tiang dengan flens lebar Diasah dalam H
(Penampang H) dari baja keadaan
PEMBAHASAN panas dan
dilas
Tiang - Diaduk
4.1. Deskripsi Data: Beton segi Tiang Tiang Beton dengan Bulat
Data-data Obyek Penelitan : -empat Beton bertulang gaya Segitiga
1. Nama Proyek : Banyuwangi Cement Grinding Plant Pracetak pracetak centrifugal dll
2. Lokasi : Ketapang Banyuwangi Jawa Timur - Diaduk
3. Pemilik Proyek : PT Semen Bosowa dengan
4. Kontraktor Eng Proc : Sinoma International Engineering. penggetar
Co. Ltd - Sistim Bulat
5. Contractor : PT PP (Persero) Tbk Tiang Beton penarikan (spoon
6. Nilai Kontrak : Rp. 396.000.000.000 (incl PPN) prategang awal pile)
7. Jenis Kontrak : Unit Price pracetak - Sistim
8. Waktu Pelaksanaan : 420 hari kalender penarikan
9. Masa Pemeliharaan : 180 hari kalender akhir
10. Cara Pembayaran : Monthly Progress Payment - Sistim
11. Sumber Dana : Kredit Bank Mega pemancang
an
Tiang yang Tiang alas Sistim Bulat
Data lain-lain seperti data Kontrak, dicor di Tiang beton pemboran
tempat (bor Raymond
perincian Biaya, data hasil soil pile) - Dengan Sistim
investigation, gambar desain dan kurva S menggoyang pemboran
terlampir. Disamping itu proyek ini kan semua
tabung
dibangun di atas lahan seluas +/- 30 Ha pelindung
(300.000 m2). Dan tepat berada ditepi - Dengan
membor
pantai selat Bali dimana pada proyek ini tanah
sekalian dibangun dermaga (Jetty) yang - Dengan
pemutaran
nantinya digunakan untuk transportasi - Dengan
pengiriman bahan baku semen serta untuk pondasi
dalam
mengirim semen keluar daerah
Banyuwangi. 4.2.2. Hasil Temuan Informasi Data
Penelitian
4.2. Penerapan Rekayasa Nilai Pada Dari data survey di lapangan ternyata
Pekerjaan Pondasi data soil investigation untuk perencanaan
4.2.1. Tahap Informasi pondasi pada awalnya hanya dari 3 titik bor
Pondasi tiang adalah suatu konstruksi yang dilaksanakan di lokasi bangunan
pondasi yang mampu menahan gaya dermaga, dimana bangunan-bangunan
orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan lainnya masih berjarak 50 m sampai dengan
menyerap lenturan. Pondasi tiang dibuat 100 m. Sehingga desain pondasi dengan
menjadi satu kesatuan yang monolit dengan

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 63


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

Tiang Pancang spoon pile D-60 panjang


22m masih belum obyektif.

Tabel 4.5.Tabel Analisa Untung dan Rugi item pekerjaan pondasi


No. IDE KREATIF TERPILIH KEUNTUNGAN KERUGIAN RATING RANGKING

1 Pemancangan denganKualitas : Dampak lingkungan : 56 2


cara penumbukan Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan Karena dalam pelaksanaan menimbulkan getaran dan
(pemancangan) kualitas ketat, hasilnya dapat diandalkan. lebih- kegaduhan, maka pada daerah yang berpenduduk padat di
lebih pemeriksaan dapat dilakukan setiap saat. kota, akan menimbulkan masalah disekitarnya.
Waktu pelaksanaan : Pengaruh terhadap stabilitas bangunan di sekitarnya cukup
Kecepatan dalam pelaksanaan sangat besar besar.
dibanding cor setempat. Bahkan walaupunBentuk konstruksi :
lapisan antara cukup keras, masih dapat Untuk pemancangan yang dalam dan memerlukan tiang yang
ditembus, sehingga pemancangan ke lapisan panjang, diperlukan persiapan penyambungan. Bila pekerjaan
pendukung dapat dilakukan. penyambungan tidak baik, akibatnya sangat merugikan.
Persediaan material : Cara pelaksanaan :
Persediaan yang cukup banyak di pabrik, Bila pekerjaan tidak dilaksanakan dengan baik tiang cepat
sehingga mudah memperoleh tiang ini, kecuali hancur.
jika diperlukan tiang dengan ukuran khusus. Bila pemancangan tidak dapat dihentikan kedalaman yang
Disamping itu, untuk pekerjaan pemancangan telah ditentukan, diperlukan perbaikan khusus.
yang kecil volumenya biayanya tetap rendah.
Lahan stok material :
Daya dukung : Karena tempat pemanpungan di lapangan dalam hal banyak
daya dukung dapat diperkirakan berdasarkan mutlak diperlukan, maka harus disediakan tempat yang cukup
rumus tiang pancang, sehingga mempermudah luas.
pengawasan pekerjaan konstruksi. Pengangkutan materi ke site :
Cara penumbukan sangat cocok untuk Untuk tiang-tiang beton, tiang-tiang dengan diameter yang
mempertahankan daya dukung vertical. besar, akan berat dan sulit dalam penagangkutan atau
Peralatan : pemasangannya. Lebih lanjut juga diperlukan mesin
Peralatan sangat sederhana dan tinggi jatuh pemancangan yang besar pula.
dapat diperiksa dengan mudah.
Biaya pelaksanaan :
Tingkat kesulitan kecil sehingga biaya
operasional kecil.
2 Pemancangan denganDampak lingkungan : Kualitas : 55 3
cara menggunakan Karena getaran dan kebisingan suara yang Dalam banyak hal, pengecoran beton dari tubuh tiang bor
tiang yang di cor ditimbulkan pada waktu melaksanakan strouss yang diletakkan dibawah air dan kualitasnya setelah
setempat dengan pekerjaan sangat kecil, cocok untuk area lahan selesai, lebih rendah daripada tiang-tiang pracetak.
tenaga orang (Cast in yang padat penduduknya. Pemeriksaan kualitas hanya dapat dilakukan secara tidak
Place) biasa Pengaruh jelek terhadap stailitas bangunan di langsung karena kondisinya tidak memungkinkan.
dinamakan : Bor Pile didekatnya cukup kecil. Cara pelaksanaan :
Bentuk konstruksi : Ketika beton dituangkan, dikuatirkan adukan beton akan
Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang bercampur dengan runtuhan tanah oleh karena itu beton
yang lurus dengan diameter tertentu, juga tidak harus segera dituangkan dengan seksama setelah pengalian
sulit menetapkan panjang tiang tanpa dilakukan.
membuang material/bahan. Lagi pula perlu dipikirkan bagaimana menangani tanah yang
telah digali.
Daya dukung : Penetrasi terhadap tanah pendukung :
Diameter biasanya lebih kecil dari pada Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung pondasi
pracetak maka daya dukung setiap tiang juga dianggap terpenuhi, kadang-kadang terjadi bahwa tiang
lebih kecil, sehingga tumpuan dapat dibuat pendukung kurang sempurna karena adanya Lumpur yang
lebih kecil. tertimbun di dasar.
Identifikasi kondisi tanah : Biaya pelaksanaan :
Cara pelaksanaannya dengan membor tanah Karena diameter lebih kecil, tetapi jumlah tiang lebih banyak
untuk digali & diangkat ke permukaan sehingga & memerlukan banyak beton, untuk pekerjaan yang
tanah galian dapat diamati secara langsung volumenya kecil mengakibatkan biayanya sangat melonjak.
sehingga sifat-sifat tanah antara lapisan atauWaktu pelaksanaan :
tanah pendukung pondasi langsung dapat Kecepatan sangat bergantung pelaksanaan pengeboran dan
diketahui. pengecoran, disamping itu pondasi tiang baru mampu
memikul beban bila sudah memenuhi umur betonnya.
Sehingga pengerjaan struktur diatasnya harus menunggu.
3 Pemancangan denganKualitas : Dampak lingkungan : 60 1
cara kombinasi Dalam banyak hal, pengecoran beton dari tubuh Karena getaran dan kebisingan suara yang ditimbulkan pada
menggunakan tiang tiang bor pile yang diletakkan dibawah air dan waktu melaksanakan pekerjaan sangat kecil, cocok untuk area
yang di cor setempat kualitasnya setelah selesai, lebih rendah lahan yang padat penduduknya.
dengan tenaga orang daripada tiang-tiang pracetak. Pengaruh jelek terhadap stailitas bangunan di didekatnya
(Cast in Place) juga Pemeriksaan kualitas hanya dapat dilakukan cukup kecil.
menggunakan mini secara tidak langsung karena kondisinya tidakBentuk konstruksi :
pile memungkinkan. Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus
Cara pelaksanaan : dengan diameter tertentu, juga tidak sulit menetapkan
Ketika beton dituangkan, dikuatirkan adukan panjang tiang tanpa membuang material/bahan.
beton akan bercampur dengan runtuhan tanah
oleh karena itu beton harus segera dituangkanDaya dukung :
dengan seksama setelah pengalian dilakukan. Diameter biasanya lebih kecil dari pada pracetak maka daya
Lagi pula perlu dipikirkan bagaimana menangani dukung setiap tiang juga lebih kecil, sehingga tumpuan dapat
tanah yang telah digali. dibuat lebih kecil.
Penetrasi terhadap tanah pendukung : Identifikasi kondisi tanah :
Walaupun penetrasi sampai ke tanah Cara pelaksanaannya dengan membor tanah untuk digali &
pendukung pondasi dianggap terpenuhi, diangkat ke permukaan sehingga tanah galian dapat diamati
kadang-kadang terjadi bahwa tiang pendukung secara langsung sehingga sifat-sifat tanah antara lapisan atau
kurang sempurna karena adanya Lumpur yang tanah pendukung pondasi langsung dapat diketahui.
Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya tertimbun di dasar. 64
Biaya pelaksanaan :
Karena diameter lebih kecil, tetapi jumlah tiang
lebih banyak & memerlukan banyak beton,
untuk pekerjaan yang volumenya kecil
mengakibatkan biayanya sangat melonjak.
Waktu pelaksanaan :
Kecepatan sangat bergantung pelaksanaan
pengeboran dan pengecoran, disamping itu
Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

No. KRITERIA JENIS BAHAN NILAI ALASAN


1 BIAYA PELAKSANAAN Pemancangan dengan cara pemancangan 5 Rp. 22.438.537.350,-
spoon pile

Pemancang dengan cara menggunakan bor 7 Rp.25.355.623.351,-


pile, beton dicor setempat (Cast in Place)

Pemancang dengan cara kombinasi 9 Rp. 19.068.305.585,-


menggunakan tiang pancang mini pile dan
bor pile dimana tiang bor pile dicor setempat
(Cast in Place)

2 KUALITAS Pemancang dengan cara penumbukan 9 - Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kualitas ketat, hasilnya lebih
(Pemancangan) dapat diandalkan lebih-lebih karena pemeriksaan dapat dilakukan setiap
saat. Daya dukung dapat diperkirakan berdasarkan rumus tiang pancang
sehingga mempermudah pengawsan pekerjaan konstruksi.
Pemancang dengan cara menggunakan bor - Dalam banyak hal, pengecoran beton dari tubuh tiang strouss pile yang
pile yang dicor setempat (Cast in Place) diletakkan dibawah air, maka kualitasnya setelah selesai lebih rendah
dibandingkan dari tiang-tiang pracetak. Pemeriksaan kualitas hanya dapat
dilakukan secara tidak langsung karena kondisinya tidak memungkinkan.
Pemancang dengan cara kombinasi - Dalam banyak hal, pengecoran beton dari tubuh tiang bor pile yang
menggunakan tiang bor pile yang dicor 5 diletakkan dibawah air, maka kualitasnya setelah selesai lebih rendah
setempat (Cast in Place) juga memakai mini dibandingkan dari tiang-tiang pracetak. Pemeriksaan kualitas hanya dapat
pile 20 x 20 untuk konstruksi ringan dilakukan secara tidak langsung karena kondisinya tidak memungkinkan.
7

3 WAKTU PELAKSANAAN Pemancangan dengan cara penumbukan 8 - Jauh lebih cepat pelaksanaannya, karena tiang pancang menggunakan
(Pemancangan) pracetak yang diproduksi di pabrik sehingga aktifitas lain tidak perlu
menunggu & bias langsung dibebani.
Pemancangan dengan cara menggunakan - Lebih lama, karena aktifitas pelaksanaan harus menunggu sampai beton
tiang bor pile yang dicor setempat (Cast in mengeras/umur beton tiang pancang memenuhi baru bisa melanjutkan
Place) aktifitas lainnya.
6 - Lebih lama, karena aktifitas pelaksanaan harus menunggu sampai beton
Pemancangan dengan cara kombinasi mengeras/umur beton tiang pancang memenuhi baru bisa melanjutkan
menggunakan tiang bor pile yang dicor aktifitas lainnya.
setempat (Cast in Place) juga mini pile -
6
4 CARA PELAKSANAAN Pemancangan dengan cara penumbukan 7 - Bila pekerjaan tidak dilaksanakan dengan baik maka kepala tiang pancang
(Pemancangan) akan cepat hancur.
- Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah
ditentukan, diperlukan perbaikan khusus.
Pemancangan dengan cara menggunakan bor - Ketika beton dituangkan, dikuatirkan/memungkinkan adukan beton
pile yang dicor setempat (Cast in Place) bercampur dengan runtuhan adaukan tanah oleh karena itu beton harus
segera dituangkan dengan seksama setelah penggalian dilakukan. Walaupun
4 penetrasi sampai ke tanah dasar pendukung dan pondasi di anggap
terpenuhi, kadang-kadang terjadi bahwa tiang pendukung kurang sempurna
karena adanya lumpur yang tertimbun didasar.
- Ketika beton dituangkan, dikuatirkan/memungkinkan adukan beton
bercampur dengan runtuhan adaukan tanah oleh karena itu beton harus
Pemancangan kombinasi dengan cara segera dituangkan dengan seksama setelah penggalian dilakukan. Walaupun
menggunakan tiang bor pile & mini pile penetrasi sampai ke tanah dasar pendukung dan pondasi di anggap
terpenuhi, kadang-kadang terjadi bahwa tiang pendukung kurang sempurna
karena adanya lumpur yang tertimbun didasar.
6

5 PERALATAN KERJA Pemancangan dengan cara penumbukan 7 - Peralatan sangat sederhana dan tinggi jatuh dapat diperiksa dengan mudah
(Pemancangan) (alat utama : penumbukan/hammer dan mesin derek/tower)
- Peralatan yang digunakan diantaranya : alat untuk penggalian tanah, alat
pemindahan tanah galian, pipa pelindung untuk stabilitasi galian, tabung
penggetar+cor untuk alat pengecoran adukan beton.
Pemancangan dengan cara menggunakan bor 4 - Peralatan yang digunakan diantaranya : alat untuk penggalian tanah, alat
pile yang dicor setempat (Cast in Place) pemindahan tanah galian, pipa pelindung untuk stabilitasi galian, tabung
penggetar+cor untuk alat pengecoran adukan beton tetapi dengan alat
mekanik.
-
Pemancangan dengan cara kombinasi 5
menggunakan tiang bor pile & mini pile
6 DAMPAK LINGKUNGAN Pemancangan dengan cara penumbukan 3 - Karena dalam pelaksanaannya menimbulkan getaran dan kegaduhan, maka
(Pemancangan) pada daerah yang berpenduduk padat di kota, akan menimbulkan masalah
disekitarnya.
- Getaran dan kebisingan suara yang ditimbulkan pada waktu melaksanakan
Pemancangan dengan cara menggunakan bor pekerjaan sangat kecil, cocok untuk area lahan yang padat penduduknya.
pile yang dicor setempat (Cast in Place)
6 - Getaran dan kebisingan suara yang ditimbulkan pada waktu melaksanakan
pekerjaan sangat kecil, cocok untuk area lahan yang padat penduduknya.
Pemancangan dengan cara kombinasi bor pile -
dengan mini pile 5

Tabel 4.6. Penilaian rangking item pekerjaan pondasi

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 65


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

No. KRITERIA JENIS BAHAN NILAI ALASAN


7 PERSEDIAAN MATERIAL Pemancangan dengan cara penumbukan 5 - Pengadaan material tergantung produksi pabrik yang memproduksi
(Pemancangan) pracetak tiang pancang.

Pemancangan dengan cara menggunakan bor - Pengadaan material tidak ada masalah karena konstruksi terbuat dari
pile yang dicor setempat (Cast in Place) pengecoran beton setempat yang bisa dibuat sendiri, tinggal pengadaan
6 ready mix dan besi tulangannya.
Pemancangan dengan cara kombinasi - Pengadaan material tidak ada masalah karena konstruksi terbuat dari
tiang bor pile dan mini pile pengecoran beton setempat yang bisa dibuat sendiri, tinggal pengadaan
6 ready mix dan besi tulangannya.

8 LAHAN STOK MATERIAL Pemancangan dengan cara penumbukan 3 - Karena bentuk kaku (tidak fleksibel) dan panjang maka banyak memakan
DI SITE (Pemancangan) tempat di area lokasi tetapi tidak ada masalah dengan aktifitas lain
- Tidakbanyak membutuhkan/memakan tempat di site proyek

Pemancangan dengan cara menggunakan bor 5 - Tidakbanyak membutuhkan/memakan tempat di site proyek tetapi lebih
pile yang dicor setempat (Cast in Place) besar dari strouss pile

Pemancangan dengan cara kombinasi bor pile 4


dengan mini pile

9 PENGANGKUTAN Pemancangan dengan cara penumbukan 4 - Tiang pancang pracetak untuk pengangkutannya diperlukan truk tronton
MATERIAL KE SITE (Pemancangan) yang panjang dengan kapasitas tertentu
- Karena material terdiri dari ready mic dan besi tulangan, jadi tidak ada
Pemancangan dengan cara menggunakan bor 5 masalah untuk transportasinya
pile yang dicor setempat (Cast in Place)
- Karena material terdiri dari ready mic dan besi tulangan, jadi tidak ada
Pemancangan dengan cara kombinasi 5 masalah untuk transportasinya
menggunakan tiang bor pile yang dicor
setempat dengan mini pile

10 BENTUK KONSTRUKSI Pemancangan dengan cara penumbukan 3 - Untuk pemancangan yang dalam dan memerlikan tiang yang panjang,
(Pemancangan) diperlukan persiapan penyambungan. Bila pekerjaan penyambungan tidak
4 baik, akibatnya sangat merugikan.
Pemancangan dengan cara menggunakan bor - Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus dan tidak sulit
pile menetapkan panjang tiang tanpa membuang material/bahan
- Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus dan tidak sulit
4 menetapkan panjang tiang tanpa membuang material/bahan
-
Pemancangan dengan cara kombinasi
menggunakan tiang bor pile dan mini pile

1 IDENTIFIKASI KONDISI Pemancangan dengan cara penumbukan 4 - Diperlukan terlebih dahulu penyelidikan tanah dengan test sondir tanah
TANAH (Pemancangan) atau test boring
- Karena cara pelaksanaannya dengan membor tanah untuk digali dan di
Pemancangan dengan cara menggunakan bor 2 angkat ke permukaan sehingga tanah galian dapat di amati secara langsung
pile yang dicor setempat (Cast in Place) sehingga sifat-sifat tanah antara lapisan atau pada tanah pendukung
3 pondasi dapat langsung diketahui
Pemancangan dengan cara kombinasi - Karena cara pelaksanaannya dengan membor tanah untuk digali dan di
menggunakan tiang bor pile dan mini pile angkat ke permukaan sehingga tanah galian dapat di amati secara langsung
sehingga sifat-sifat tanah antara lapisan atau pada tanah pendukung
pondasi dapat langsung diketahui

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 66


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

Tabel 4.7. Analisa Rating Item Pekerjaan Pondasi


No KRITERIA SCORE Menggunakan Menggunakan Bor Pile D- Kombinasi Bor Ple
Spoon Pile D- 60 cm 120 cm dan D- 80 cm dengan Mini Pile 20
panjang 22 m x 20
1 BIAYA PELAKSANAAN 10-1 9 6 8
2 KUALITAS 9-1 9 5 9
3 WAKTU PELAKSANAAN 9-1 8 6 9
4 CARA PELAKSANAAN 8-1 7 5 8
5 PERALATAN KERJA 7-1 7 6 6
6 DAMPAK LINGKUNGAN 6-1 4 6 5
7 PERSEDIAAN MATERIAL 6-1 5 6 5
8 LAHAN STOK MATERIAL DI SITE 5-1 4 5 4
9 PENGANGKUTAN MATERIAL KE SITE 5-1 4 5 4
10 BENTUK KONSTRUKSI 4-1 3 4 3
11 IDENTIFIKASI KONDISI TANAH 3-1 2 3 2
RATING 62 57 63
RANGKING 2 3 1

Tabel 4.9 Analisa Zero One Item Pekerjaan Pondasi


PENGANGKUTAN MATERIAL KE SITE
LAHAN STOK MATERIAL DI SITE

IDENTIFIKASI KONDISI TANAH


DAMPAK LINGKUNGAN
WAKTU PELAKSANAAN

PERSEDIAN MATERIAL

NO KRITERIA TOTAL RANGKING BOBOT


BENTUK KONSTRUKSI
BIAYA PELAKSANAAN

CARA PELAKSANAAN

PERALATAN KERJA
KUALITAS

A B C D E F G H I J K
1 BIAYA PELAKSANAAN A X 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 11
2 KUALITAS B 0 X 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 2 10
3 WAKTU PELKASANAAN C 0 0 X 1 1 1 1 1 1 1 1 8 3 9
4 PERALATAN KERJA D 0 0 0 X 1 1 1 1 1 1 1 7 4 8
5 DAMPAK LINGKUNGAN E 0 0 0 0 X 1 1 1 1 1 1 6 5 7
6 CARA PELAKSANAAN F 0 0 0 0 0 X 1 1 1 1 1 5 6 6
7 PERSEDIAAN MATERIAL G 0 0 0 0 0 0 X 1 1 1 1 4 7 5
8 LAHAN STOCK MATERIAL DI SITE H 0 0 0 0 0 0 0 X 1 1 1 3 8 4
9 PENGANGKUTAN MATERIAL KE SITE I 0 0 0 0 0 0 0 0 X 1 1 2 9 3
10 BENTUK KONSTRUKSI J 0 0 0 0 0 0 0 0 0 X 1 1 10 2
11 IDENTIFIKASI KONDISI TANAH K 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 X 0 11 1

KETERANGAN :
1 : LEBIH DIUTAMAKAN
2 : TIDAK DIUTAMAKAN

Tabel 4.10 Analisa Zero One Item Pekerjaan Pondasi


PENGANGKUTAN MATERIAL KE SITE
LAHAN STOK MATERIAL DI SITE

IDENTIFIKASI KONDISI TANAH


DAMPAK LINGKUNGAN
WAKTU PELAKSANAAN

PERSEDIAN MATERIAL

BENTUK KONSTRUKSI
BIAYA PELAKSANAAN

CARA PELAKSANAAN

KRITERIA
PERALATAN KERJA

NO TOTAL RANGKING
KUALITAS

BOBOT 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

3 3 2 3 4 1 3 2 1 1 2
1 Pakai Spoon Pile D- 600 mm
33 30 18 24 28 6 15 8 3 2 2 169 1
1 1 1 1 2 3 4 3 2 4 3
2 Pakai Bor Pile D-1200 mm
11 10 9 8 14 18 20 12 6 8 3 119 3

Jurnal
3 Teknik Sipil
Kombiinasi Bor Untag
Pile D-1200 Surabaya
dengan mini pile 20x20
2 3 3 4 1 3 3 2 1 2 2
67
22 30 27 32 7 18 15 8 3 4 2 168 2

KETERANGAN :
URUTAN PEMILIHAN ALTERNATIF :

ALTERNATIF-1 = Pakai Spoon Pile D- 60 cm

ALTERNATIF-2 = Pakai Bor Pile D-120 cm


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

pekerjaan yang berfungsi memberi


gambaran urutan prioritas kriteria
pekerjaan. Adapun analisa yang dipakai
adalah Analisa Zero One, Analisa Matrik

Tabel 4.11.Kriteria Penilaian Matrik Item Pondasi

Tiang Pancang Bor Pile D- Kombinasi Bor Pile D-


NO KRITERIA SCORE
Spoon Pile D- 60 cm 120 cm 120 dg Mini Pile 20x20

1 BIAYA PELAKSANAAN 4-1 3 1 2


2 KUALITAS 4-1 3 1 3
3 WAKTU PELAKSANAAN 4-1 2 1 3
4 CARA PELAKSANAAN 4-1 3 1 4
5 PERALATAN KERJA 4-1 4 2 1
6 DAMPAK LINGKUNGAN 4-1 1 3 3
7 PERSEDIAAN MATERIAL 4-1 3 4 3
8 LAHAN STOK MATERIAL DI SITE 4-1 2 3 2
9 PENGANGKUTAN MATERIAL KE SITE 4-1 1 2 1
10 BENTUK KONSTRUKSI 4-1 1 4 2
11 IDENTIFIKASI KONDISI TANAH 4-1 2 3 2

V. KESIMPULAN DAN SARAN


Kemudian muncul ide pemikiran untuk
menggunakan bor pile, dengan alasan
5.1. Kesimpulan
memperbesar daya dukung pondasi per
Dengan mempelajari hal-hal yang
titiknya agar jumlah tiang pancang (awal
telah diuraikan pada bab sebelumnya,
1000 titik) bisa di kurangi.
maka dapat diambil kesimpulan sebagai
Ada beberapa bangunan struktur yang
berikut:
akan dibangun yang dapat dibagi dalam
Pada Proyek Semen Bosowa Banyuwangi
struktur bangunan berat, struktur bangunan
penggunaan tiang bor pile di kombinasi
menengah dan struktur bangunan ringan.
dengan mini pile 20 x 20 adalah yang
Struktur bangunan berat seperti : clinker
paling menguntungkan dibanding dengan
silo, semen silo, semen grinding mill.
menggunakan pondasi tiang pancang spoon
Kemudian yang menengah seperti: Central
pile atau pondasi bor pile untuk seluruh
Control Room (CCR bangunan dua lantai),
bangunan dengan pertimbangan :
semen packer (packing plant), dump
Pada aspek biaya pelaksanaan dengan
station, site office, additive storage, ware
digunakannya kombinasi pondasi bor
house (gudang). Sedang bangunan ringan
pile dan mini pile 20 x 20 akan didapat
seperti : sub stastion, pos jaga, rumah
penghematan biaya sebesar Rp.
timbangan dan rumah genset.
5.600.000.000 terhadap design pondasi
Data pondasi awal adalah spoon pile
tiang pancang (desain awal).
D- 60 cm dengan panjang 22 m ada 1000
titik pondasi tersebar di seluruh bangunan Pada aspek kualitas, meskipun pada
pelaksanaan bor pile relative tidak
4.3. Tahap Analisa dapat di control secara visual tetapi,
Adapun analisa yang dipakai adalah dengan pelaksanaan / metode yang
Analisa untung dan Rugi dan Analisa betul dan tepat maka mutu pekerjaan
Rangking. dapat di jamin kwalitas pondasinya
Dalam hal ini, analisa masih kita demkian pula untuk pekerjaan mini
katagorikan sebagai analisa kuanttas pile.

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 68


Extrapolasi Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya
Desember 2012, Vol. 05, No. 02, hal 57 - 69

Waktu pelaksanaan relative lebih secara menyeluruh, sehingga didapatkan


lambat, tetapi dengan jumlah tiang bor optimalisasi dan efisiensi yang sebenarnya.
pile yang lebih sedikit serta mini pile
yang lebih mudah memancangnya
dibanding tiang pancang spoon pile
D- 60 cm maka waktu secara
keseluruhan tidak akan berpengaruh.
Cara pelaksanaan untuk metode bor
pile sudah teruji dengan baik sehingga
tidak ada masalah dengan DAFTAR PUSTAKA
pelaksanaannya.
Peralatan kerja yang di gunakan Adi Saptono, 2007, "Analisa Penentuan
dengan menggunakan alat berat bor Bangunan Atas Jembatan dengan
pile, casing dan pelindung dinding Metoda Rekayasa Nilai", Kecobong
galian yang akan menjamin kualitas Purbalingga.
hasil pondasinya. Agung Basuki dan Herry Aguspriana H,
2000,"Aplikasi Analisis Nilai Pada
Dampak lingkungan yang terjadi akibat
Konstruksi Rangka Atap Gedung
penggunaan type pondasi ini relative
Kampus III Universitas Janabadra",
tidak mengganggu lingkungan
Jogyakarta.
sekitarnya sehingga aman untuk
Bowles Joseph E, 1977, "Foundation
digunakan
Analysis & Design", New York
Persediaan material untuk pembuatan
Fadi Elayache, 2010, Value Engineering
pondasi bor pile tidak tergantung dari
Methodology in Construction,
supplier serta untuk mini pile dapat
Dubai.
dibuat sendiri sehingga tidak akan
Gasper V, 2002, Manajemen Kualitas
mengganggu jadwal pelaksanaan
Dalam Industri Jasa, PT. Gramedia
Penempatan untuk material bahan tidak Pustaka Umum, Jakarta.
memerlukan tempat yang luas sehingga Iwan Agusdiansyah dan Henri, 1999,
tidak mengganggu site secara umum. "Rekaya Nilai Struktrur Atap
Pengangkutan material ke lokasi tidak Pembangunan Laboratorium
memerlukan alat / kendaraan yang Fakultas Teknik Universitas Islam
khusus Indonesia", Jogyakarta.
Bentuk konstruksi flexible sehingga Jim Morgan, 2003, Value Analysis makes a
mudah pelaksanaannya comeback, New York.
Identifikasi kondisi tanah dapat Mitchell, Robert E, S Chandra, 1996, Value
dilakukan dengan cara visual terhadap Engineering dalam bidang
hasil galian yang dilakukan Konstruksi, Bambang Konsultindo,
Inkindo Dep P.U. Jakarta.
5.2. Saran-saran Priyoto, 2010, Value Engineering, materi
Pemilihan alternatif dengan kuliah Magister Teknik Sipil
menggunakan teknik rekayasa nilai bisa Pasca Sarjana Universitas 17
meningkatkan kompetensi kontraktor dalam Agustus, Surabaya.
menghadapi tender bebas dimana biaya Zimmerman LW dan Hart GD, 1982, Value
dapat ditekan se-efisien mungkin, dengan Engineering a Practical
catatan kontraktor tidak hanya approach for owners, Designer and
mementingkan dari segi profit dan biaya Contractor.
pelaksanaan saja, melainkan harus ditinjau

Jurnal Teknik Sipil Untag Surabaya 69