Anda di halaman 1dari 3

TEKS PRESENTASI PPT PENYELIDIKAN TANAH

NING : (Slide pengertian alur pelayaran)


NADIA : Pemecah gelombang

SANDY :
Dermaga adalah tempat kapal ditambatkan di pelabuhan. Dilakukan berbagai kegiatan: bongkar muat barang,
pergerakan penumpang, mengisi bahan bakar, saluran air bersih dan kotor yang selanjutnya diproses di
pelabuhan.

Tipe Dermaga :
1. Quay Wall
Terdiri struktur yang sejajar pantai, berupa tembok yang berdiri di atas pantai, konstruksi sheet pile baja/beton.
Biasanya di lokasi pantai tidak landai sehingga kedalaman yang diinginkan tidak terlalu jauh dari garis pantai.
2. Dolphin
Tempat sandar kapal berupa dolphin di atas tiang pancang. Biasanya dilokasi dengan pantai yang landai,
diperlukan jembatan trestel sampai dengan kedalaman yang dibutuhkan.
3. System Jetty
Dapat berupa dermaga apung umumnya digunakan untuk kapal-kapal penumpang sehingga tidak membutuhkan
konstruksi yang kuat untuk menahan muatan barang.

Secara garis besar lingkup pekerjaan penyelidikan tanah pada perencanaan dermaga meliputi :
1. Melakukan pengeboran dalam (depth boring) yang di lakukan di perairan/laut dengan jarak terjauh dari
pantai berkisar 200 meter yang di lakukan sebanyak 3 titik.
2. Melakukan Standard Penetration test (SPT) dengan interval 2 meter untuk mendapatkan disturbed samples
serta korelasi dan indikasi kekuatan geser tanah.
3. Melakukan pengambilan Undisturbed Samples dari tiap lubang bor penyelidikan. Total pengambilan
sample 15 tube
4. Melakukan test laboratorium terhadap contoh tanah undisturbed. Test yang akan dilakukan meliputi index
properties dan Engineering Properties.
5. Melakukan Uji Sondir pada 3 titik yang lokasinya berdekatan dengan lokasi boring.
6. Melakukan analisa teknis atas hasil penyelidikan yang telah dilakukan. Dengan hasil meliputi: Profil tanah;
Kedalaman Lap Pendukung; Tinggi MAT; Daya dukung tanah.

Metode Pelaksanaan :
Uji di lapangan
1. Pemboran dalam
Pemboran dalam dilakukan dengan menggunakan metode Pengeboran Inti (Core Drilling) Core drilling mudah
mengidentifikasi jenis tanah karena karena potongan tanah terbawa keluar. Tanah dari hasil core drilling
disimpan dan diletakkan didalam core box. Rencana dermaga pelabuhan; qual way 2 titik bor; dolphin 1 titik
bor; jetty 3 titik bor; dengan jarak 50-200 dari rencana dermaga.
2. Standard Penetration Test (SPT)
Standard Penetration Test (SPT) dilakukan dengan interval 2 meter sepanjang pemboran dilaksanakan. Contoh
tanah yang didapat pada standard penetration test (SPT) segera dimasukan kedalam plastik kedap udara untuk
menghindari perubahan kadar air. Contoh ini merupakan disturbed sample yang dapat digunakan untuk
menentukan kepadatan tanah atau kekerasan tanah serta mendeskripsikan jenis tanah. Dari perhitungan gaya
gaya tersebut bisa didesain pondasi yang digunakan pada dermaga.
3. Undisturbed Sampling
Pengambilan contoh tanah tidak terganggu (undisturbed sample) dilakukan dengan mengunakan thin walled
tube sampler tanpa sambungan (seamless). Thin walled tube yang sudah diambil dari dalam lubang bor akan
segera dilapis dengan lilin cair pada kedua ujungnya, agar kadar air dan tekstur tanah tidak terganggu.
4. Sondir
Percobaan ini menggunakan 1 alat sondir tipe Dutch Cone Penetrometer yang dilengkapi dengan bikonus,
dan dipasang diujung pipa sondir. Selama percobaan sondir, alat dipertahankan vertikal dengan memasang
angkur dikaki sondir. Konus kemudian ditekan masuk ke dalam tanah dengan kecepatan konstan tidak
lebih dari 2 cm/dtk.

Uji di laboratorium

1. Berat isi
2. Kadar air
3. Berat jenis
4. Atterberg limit test
5. Grain size distribution
6. Triaxial compression test
7. Konsolidasi
8. Geser tanah

Hasil dari soil test juga harus menganalisa sudut geser tanah yang berguna untuk mencari tekanan tanah pada
saat perencanaan sheet pile dan pondasi tiang pancang. Selain itu kita dapat mengetahui jenis dan kedalaman
lapisan tanah keras untuk mendesain panjang tiang pancang yang digunakan.

NING : nsfrastruktur jalan


NADIA : Lapangan penumpukan

SANDY :
Gudang pelabuhan yaitu gudang yang berada di kawasan pelabuhan. Gudang pelabuhan dapat dibedakan
menjadi : Entreport, Veem (Dock-Company) dan Freeport dan Bonded Warehouse.

Penyelidikan tanah gudang pelabuhan :


1. Sondir dan Core drill
Dengan kapasitas 2,5 ton ditujukan untuk mengetahui ketebalan lapisan tanah lunak dan kedalaman tanah
keras. Harus diperhatikan berdasarkan data pemancangan kedalaman tiang apakah sudahh mencapai tanah
keras atau belum. Kedalaman tiang pancang yang belum mencapai tanah keras menyebabkan tumpuan
masih memungkinkan untuk terjadinya penurunan.
2. Konsolidasi
Untuk mengetahui seberapa besar penurunan tanah.

NING : Kantor pelabuhan


Berat isi (Bulk Density) adalah berat tanah utuh dalam keadaan kering dibagi dengan volume tanah, dinyatakan
dalam g/cm3 (g/cc). Berat isi tanah bervariasi tergantung pada kerekatan dan padatan antara partikel partikel
tanah (pasir, debu, dan liat) dan sangat mempengaruhi perakaran tanaman.

Kadar air adalah persentase kandungan air suatu bahan yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah (wet
basis) atau berdasarkan berat kering (dry basis).

Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massajenis sebuah zat dengan massa jenis air murni.

Atterberg Limit merupakan ukuran dasar dari butiran halus tanah. Tergantung pada kandungan air pada tanah,
tanah dapat diklasifikasikan menjadi empat kondisi : padat, semi-padat, pastik, dan cair. Di setiap kondisi,
konsistensi dan sifat dari tanah akan berbeda-beda, begitu pula sifat-sifat rekayasanya.

Uji triaksial merupakan salah satu uji lab yang paling umum digunakan untuk mengetahui properti tanah.
Sesungguhnya bukan kuat tekan, tp kuat gesernya (makanya di judul saya tambahkan kata geser dalam tanda
kurung).

Saat proses konsolidasi berlangsung, tinggi tekanan air pori berangsur-angsur turun akibat air keluar secara
bertahap dari dalam benda uji. Koefisien konsolidasi adalah koefisien yang menyatakan kecepatan proses
konsolidasi pada suatu sampel tanah. Semakin besar nilai koefisien ini, maka semakin cepat pula proses
konsolidasi terjadi.