Anda di halaman 1dari 17

MODUL PRAKTIKUM DAFTAR ISI

OSEANOGRAFI KIMIA

Cover i

Daftar Isi ii

Peraturan Praktikum Oseanografi Kimia 2016 iii

Ketentuan Tugas Pendahuluan Dan Laporan Resmi iv


Tim Asisten :
Pengumuman Waktu Pelaksanaan Praktikum v
Mada Raharjo 26020212120002
Data Asisten Oseanografi Kimia 2016 vi
Intan Perwito Ratri 26020213140077
Novanty Wahyu Diah Saputri 26020213120020 Format Cover Tugas Pendahuluan (Terlampir)
Putu Pinandyta Bagus Rinata 26020213140053
Format Cover Laporan Resmi (Terlampir)
Stella Feska 26020213140063
Fanny Vera Yohanna Nababan 26020213140071 Lembar Penilaian dan Pengesahan vii

Modul I. Pengukuran Konsentrasi Fosfat

Inorganik Terlarut
PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI
Modul II. Pengukuran Konsentrasi
JURUSAN ILMU KELAUTAN
Nitrit (NO2) Terlarut
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
Modul III. Pengukuran konsentrasi
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Nitrat (NO3)Terlarut
2016
PERATURAN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI Laporan : 50%

KIMIA 2016 7. Tugas pendahuluan dikumpulkan sehari sebelum praktikum


sebagai salah satu syarat mengikuti praktikum laboratorium.
8. Praktikan yang tidak mengumpulkan TP secara otomatis
1. Praktikan WAJIB mengikuti seluruh rangkaian praktikum tidak boleh mengikuti praktikum laboratorium dan nilai akan
oseanografi kimia 2016. otomatis NOL.
2. Praktikum akan dibagi 2 shift (Pagi dan siang) 9. Pretest akan dilaksanakan selama 10 menit, bagi yang
3. Praktikum akan terdiri dari 3 modul terlambat tidak ada penambahan waktu. Dan nilai tidak akan
Modul 1 : Pengukuran Fosfat Terlalut sama dengan yang datang lebih awal.
Modul 2 : Pengukuran Nitrat Terlarut 10. Praktikan diberikan waktu toleransi 5 menit (Waktu Asisten)
Modul 3 : Pengukuran Klorofil A saat pretest. Jika terlambat lebih dari waktu yang ditentukan
4. Rangkaian praktikum ini terdiri dari : Asistensi Pra maka praktikan tidak boleh mengikuti pretest.
praktikum, Tugas Pendahuluan, Test Awal, Praktikum 11. Nilai minimum untuk lulus praktikum oseanografi kimia
laboratorium, Pembuatan laporan, Sidang Akhir. adalah 75, jika praktikan tidak memenuhi syarat tersebut
5. Laporan dikumpulkan setelah praktikum laboratorium maka praktikan dianggap gagal mengikuti seluruh praktikum
selesai, dan diWAJIBKAN melakukan asistensi dengan atau tidak lulus praktikum.
asisten terkait. 12. Keterlambatan pengumpulan laporan:
6. Nilai Praktikum dihitung dengan rincian: Terlambat jam = nilai laporan (-15)
Tugas Pendahuluan : 10% Terlambat 1 -2 jam = nilai laporan (-25)
Pre Test & post Test : 15% Lebih dari 2 jam = nilai laporan NOL
Sidang/ Responsi : 25%
KETENTUAN TUGAS PENDAHULUAN DAN LAPORAN 6. Pembahasan setiap individu TIDAK BOLEH
RESMI SAMA

a. Tugas Pendahuluan
1. TP ditulis tangan yang rapih pada kertas HVS A4 80 Asisten Oseanografi Kimia Per Modul
gram. Modul 1 : Stella & Intan
2. Margin 3 2 2 2, tulisan biru.
Modul 2 : Novanty & Putu
3. Sumber harus berasal dari jurnal ISSN (Min. 5 tahun
terakhir). Modul 3 : Stella & Fanny
4. TP dikumpulkan saat praktikum laboratorium. Modul 4 : Mada & Putu
5. Jurnal yang digunakan untuk TP dikumpulkan HANYA
ABSTRAKnya saja.
b. Laporan Resmi
1. Laporan diketik dengan margin 4 2 2 2
2. Diberikan watermark (Nama_NIM_Kelas)
3. Sumber harus berasal dari jurnal ISSN (Min. 5 tahun
terakhir)
4. Menyertakan Lampiran pada halaman terakhir
(laporan sementara, dokumentasi praktikum, dan
abstrak jurnal yang digunakan).
5. Penulisan sitasi harus berdasarkan buku penulisan
karya ilmiah FPIK, Universitas Diponegoro;
Data Asisten Praktikum Oseanografi Kimia 2016

No Nama Informasi

1 Mada Raharjo Alamat : Gondang


Timur 1 No 30 (Office
Register)

2 Intan Perwito Ratri Alamat : Jalan Bukit


umbul barat 1 no 2

3 Novanty Wahyu Diah S Alamat : Jl.villa


mulawarman 2 no.9
(kosan amadea)

4 Putu Pinandyta Bagus R Alamat : Jalan


gondang timur v no 10
(Basecamp Neptune)

5 Stella Feska Jl. Tanjung Sari VII


No.15

6 Fanny Vera Yohanna N Jl. Sumurboto II no 21


Kos Puteri PLV
PENGUKURAN KONSENTRASI FOSFAT INORGANIK secara keseluruhan berupa H3PO4 dan senyawa ionisasinya seperti
TERLARUT (DIP) H2PO4-, HPO42- dan PO43-. Pada pH 8,1 hampir sebagian besar (79,2
%) berupa HPO42- dan 20,4 % berupa PO43-.

Teori Pengantar Konsentrasi posfat rata-rata di laut adalah 2 gr at PO43--P L-


1
. Konsentrasi meningkat pada wilayah pesisir dan estuaria karena
Posfor merupakan unsur hara mikro adalah satu dari tiga
sumber alami dan masukan kegiatan pertanian seperti pemupukan
penyusun senyawa (nutrien) yang sangat diperlukan untuk
dan domestik seperti pencemar deterjen.
pertumbuhan fitoplankton (organisme autotropik) di perairan laut.
Pengkayaan nutrien di perairan pantai dan estuarin sebagai penyebab
terjadinya red tide (Thomas dan Baden, 1993), sehingga menjadi
Prinsip kerja Penentuan Fosfat
perhatian yang sangat serius pada saat ini, terutama pada wilayah
Metode penentuan posfat di air laut didasarkan pada reaksi
pariwisata dan wilayah budidaya perairan. Di Australia akibat dari
ion posfat dengan reagen molybdate yang diasamkan dengan asam
kasus ini menurut perhitungan dari Garman (1983) telah merugikan
askorbit dan potassium antimoniltatrat pada contoh air laut untuk
negara tersebut mencapai 10-50 juta dolar pada tiap tahunnya
menghasilkan phosphomolybdate komplek yang kemudian
(Cullen, 1986).
membentuk warna biru (Murphy dan Riley, 1962).
Sumber posfat di laut bisa berasal dari pelapukan atau
Secara keseluruhan terdapat dua reaksi kimia dalam
weathering batuan mineral dan dari buangan limbah darat yang
pengompleksan fosfat.
dapat berbentuk terlarut dan partikel baik organik/anorganik.
Pertama, pembentukan kompleks molibdifosfat ammonium kuning
Organik posfor partikel umumnya berasal dari dekomposisi
tanaman, sedangkan terlarut diantaranya adalah gula posfat, H2SO4 + (NH3)2MoO4.4H2O + PO43- (NH3)P(Mo3O10)4
posfolipid, posfor ester dan asam posfonat. Posfat an organik terlarut
Kedua, pemberian pereduksi asam askorbit, larutan tersebut Materi
direduksi menjadi molybdenum biru. Bahan :

Jumlah kompleks biru molybdenum terbentuk sebanding Larutan Standart posfat


dengan konsentrasi posfor yang ada dalam air laut sebagai Larutan ammonium molibdate
ortofosfat. Intensitas yang terbentuk kemudian dilakukan dengan Larutan asam sulfat
mengabsorbansi dengan spektrofotometer dengan panjang Larutan asam ascorbit
gelombang 885 nm
Larutan potassium antimoniltatrat
Larutan mix reagen
Kertas saring (0,45 m)
Kemampuan analisa
Aquabides
Metode ini sangat sensitif, yaitu dapat menganalisa pada
konsentrasi 0,03 5 Mol. Buatlah larutan standart pada kisaran Sampel air
dalam konsentrasi tersebut (jangan di atas atau di bawahnya).

Alat

Indikator Kinerja Praktikum 1 buah gelas beker berukuran 50 mL (tempat primary


standart)
Setelah menyelesaikan mata acara praktikum ini, mahasiswa mampu
: 5 buah labu ukur berukuran 100mL atau 50 mL

1. Membuat larutan yang dibutuhkan dalam analisa Posfat 5 pipet gondok berukuran 1, 2, 5, 10 dan 20 mL
Timbangan elektrik
2. Menganalisis kandungan posfat inorganik terlarut dalam sampel
air dengan menggunakan spektrofotometer Sendok (stainles steel)
Desicator
Spektrofotometer Larutan asam sulfat
Vacuum pump Encerkan 140 ml asam sulfat pekat, H2SO4 dengan 900 ml
Botol sampel aquabides dalam labu ukur 1000 ml. Dalam mencampurkan
Filter holder larutan, maka asam dulu yang dituang, baru kemudian

Botol aquabides sebagai pengencer/pelarut. aquabidesnya. Biarkan larutan tersebut dingin,

Pipet ukur
Larutan asam askorbit
Tabung reaksi Larutkan 2.7 gram asam askorbit (C6H8O6) dalam labu ukur
Cuvet/cell 100 ml dengan beberapa air destilasi hingga batas tera labu.
Ember plastik (tempat waste) Simpan dalam botol dan lemari pendingin, jika berubah
Kertas tissue warna jangan dipkai sebagai pereaksi

Larutan potassium antimonil tartat


Pembuatan Reagen
Timbang 0,34 gr potassium antimonil tatrat,
Larutan ammonium heptamolybdate
K(SbO)C6H4O6), dimasukkan pada labu ukur 250 ml dan
Timbang 7.5 gram ammonium paramolybdate tetrahydrate
dilarutkan dengan beberapa ml air destilasi, setelah larut
(NH4)6Mo7O24.4H2O, dimasukkan pada labu ukur 250 ml
tambahkan air hingga batas tera labu . Larutan ini stabil
dan dilarutkan dengan beberapa ml air destilasi, setelah larut
dalam beberapa bulan dan jika keruh jangan dipakai.
tambahkan air hingga batas tera labu. Jika pereaksi menjadi
keruh, jangan dipakai. Simpan dalam botol plastik dan Larutan standart
jauhkan dari sinar matahari. Larutkan stok standard dibuat dengan melarutkan 0,0816 gr
KH2PO4 anhydrous (setelah dikeringkan dalam oven pada
o
110 C selama sekitar 2 jam, dan didiamkan sampai
mencapai temperatur ruangan dalam desicator) dengan hingga sampai batas tera labu (100 ml), kocok sampai
beberapa ml air destilasi (aquabides) dalam labu ukur 100 homogen.
ml, setelah larut (tambahkan 1 ml 9 N asam sulfat) dan c. Masing-masing larutan dalam labu ukur tersebut di atas
diikuti air destilasi hingga batas tera labu (1 ml = 6 g at diambil 10 mL dan dimasukkan dalam tabung reaksi.
PO43-P/ml). d. Tambahkan 1 mL mix reagent pada masing-masing tabung
reaksi, kocok.
Larutan mix reagen
e. Setelah 15 menit pindahkan masing-masing larutan ke
Larutan ini tidak dapat disimpan dalam waktu lama, oleh
dalam cuvet 1 cm (minta bantuan asisten praktikum)
karena itu dibuat pada waktu akan menganalisa sample.
f. Ukur absorbansinya pada panjang gelombang 885 nm.
Jumlahnya supaya disesuaikan dengan kebutuhan. Cara
g. Nilai konsentrasi dan absorbansi larutan standart dicari nilai
membuatnya dengan mencampurkan larutan ammonium
R2 dan persamaan kurvenya dengan menggunakan excel.
molibdate (2 ml), larutan asam sulfat (5 ml) dan larutan asam
ascorbic (2 ml) serta larutan potassium antimonyltartat (1 Menghitung Konsentrasi Posfat dalam Sampel Air
ml). Perbandingan larutan ini adalah 2:5:2:1 Setelah persamaan kurvenya diketahui, maka tinggal

Praktikum memasukkan nilai absorbansi yang diperoleh pada sampel air. Dari
persamaan tersebut dapat diketahuilah konsentrasi posfat dalam air.
1. Membuat kalibrasi kurve Kalau kurang jelas bisa membaca buku UV-Vis Spektrofotometer
a. Ambil 3 labu ukur dengan volume 100 mL oleh Muslim.
b. Masing-masing labu ukur akan diisi larutan standart dengan
konsentarsi 3, 6, 9 mikro mol (gunakan rumus
pengenceran), kemudian diencerkan dengan aquabides
Hasil

Masukkan data yang anda peroleh ke dalam tabel berikut ini :

No. Larutan yang Nilai Panjang Konsentrasi


diamati absorbansi gelombang

1. Larutan Blank

2. Larutan standart 1
(3)

3. Larutan standart
2

4. Larutan standart 3

5. Larutan sampel

R2 :

Persamaan garis regresi:

Pertanyaan

1. Mengapa pengukuran posfat di air sangat penting bila


dibandingkan dengan total posfat
2. Terangkan tentang hasil yang engkau peroleh.
PENGUKURAN KONSENTRASI NITRIT(NO2) Jumlah kompleks azo dye merah muda yang terbentuk sebanding
dengan konsentrasi nitrit yang ada dalam sampel air. Intensitas yang
TERLARUT
terbentuk kemudian dilakukan dengan mengukur absorbansi
spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm.

Indikator Kinerja Praktikum


Teori Pengantar
Setelah menyelesaikan mata acara praktikum ini, mahasiswa
Nitrit merupakan senyawa intermediet dalam proses reduksi atau mampu:
oksidasi ammonia secara mikrobiologi. Konsentrasi nitrit di laut biasanya
1. Membuat larutan yang dibutuhkan dalam analisa nitrit
sangat rendah (< 1 gr at NO2-N L-1) dan pada zona transisi kondisi oxic
2. Menganalisis kandungan nitrit dalam sampel air dengan
ke an oxic dapat mencapai (> 2 gr at NO2-N L-1).
menggunakan spektrofotometer
Nitrit dapat ditentukan dengan spektrofotometer, di mana Nitrit Kemampuan analisa
ditentukan dengan menambahkan larutan sulfanilamid ke dalam sampel Metode ini sangat sensitif, yaitu dapat menganalisa pada
air, sehingga terbentuk ion diazonium. Ion ini kemudian bereaksi dengan konsentrasi 0,01 2,5 Mol. Buatlah larutan standart pada kisaran dalam
N-(1-napthyl)-ethylenediamine dan membentuk kompleks azo dyemerah konsentrasi tersebut (jangan di atas atau di bawahnya).

muda Materi

Reaksi-reaksi yang terjadi sbb: Bahan

NH2-C6H4-SO2NH2 + NO2- + 2H+ N=N-C6H4-SO2NH2 + H2O 1. Akuabides (5 l per spektrofotometer)

Sulfanilamide Ion diazonium 2. Larutan sulfanilamid


3. Larutan NED (N-1- Naphtyl)-etylen diaminedehidrochloride
N=N-C6H4-SO2NH2 + NH2CH2CH2NH-C10O7
4. Larutan standart
Ion diazonium Napthyl-ethylenediamine
5. Kertas saring whatman (0,45 m)
NH2CH2CH2NH-C10O6N=N-C6H4-SO2NH2 + H+

(azo-dye, merah muda)


Alat Larutkan 1 gram Sulfanilamide dengan 10 ml asam klorida (HCl
pekat) dan tambahkan 60 ml aquabides ke dalam labu ukur 100 ml dan
1 buah gelas beker berukuran 50 mL
setelah larut tambahkan aquabides hingga batas tera labu.
6 gelas beker atau erlenmeyer 100 mL (sebagai pengganti tabung
reaksi) 2. Larutan N-(1-naphthtyl)-ethylenediamine dehidrichlorida (NED)
5 buah labu ukur berukuran 100 mL atau 50 mL Larutkan 0,1 gram senyawa amine dengan beberapa ml air aquabides
5 pipet gondok berukuran 1, 2, 5, 10 dan 20 mL ke dalam labu ukur 100 ml dan setelah larut tambahkan aquabides
Timbangan elektrik hingga tera labu. Simpan dalam botol gelap di lemari pendingin, jika
Sendok (stainles steel) berubah warna coklat perlu diperbarui
Desicator
3. Larutan Standart
Spektrofotometer
Larutkan 0,345 gr senyawa NaNO2 yang telah dikeringkan (1100C,
Vacuum pump
selama 1 jam dan disimpan dalam desicator) dengan beberapa
Botol sampel
aquabides ke dalam labu ukur 500 ml dan setelah larut tambahkan
Filter holder
aquabides hingga batas tera labu (1ml = 10 g at NO2-N)
Botol aquabides sebagai pengencer/pelarut.
Pipet ukur Praktikum

Cuvet/cell Membuat kalibrasi kurve


Ember plastik (tempat waste)
a. Ambil 4 atau 5 labu ukur dengan volume 100 mL.
Kertas tissue
b. Masing-masing labu ukur diisi larutan standart yang tersedia
dengan konsentrasi yang berbeda-beda, 1, 2 dan 3 Mol.
Pembuatan Reagen
c. Masing-masing larutan dalam labu ukur tersebut di atas diambil

1. Larutan Sulfanilamide 50 mL dan dimasukkan dalam gelas beker atau erlenmeyer 100
mL.
d. Masing-masing gelas beker atau erlenmeyer ditambah 1 mL
larutan sulfanilamide (reagen 1), kocok dengan sempurna dan
tunggu sampai 10-20 menit, supaya reagen tersebut bereaksi.
e. Masing-masing ditambah 1 mL larutan NED (reagen 2), kocok
pelan-pelan.
f. Setelah didiamkan selama 30 menit pindahkan ke dalam cuvet 1
cm (minta bantuan asisten praktikum)
g. Ukur absorbansinya pada panjang gelombang 543 nm.
h. Nilai konsentrasi dan absorbansi larutan standart dapat
digunakan untuk mencari nilai R2 dan persamaan kurvenya
dengan menggunakan excel.

Menghitung Konsentrasi Nitrit dalam Sampel Air

Setelah persamaan kurvenya diketahui, maka tinggal memasukkan


nilai absorbansi yang diperoleh pada sampel air. Dari persamaan tersebut
dapat diketahuilah konsentrasi nitrit dalam air. Kalau kurang jelas bisa
membaca buku UV-Vis Spektrofotometer oleh Muslim.
PENGUKURAN KONSENTRASI Metode elektode khusus (dan pH meter) untuk air bersih dan
buangan dengan kisaran 0,2 1400 mg/l
NITRAT(NO3) TERLARUT
Metode pereaksi brusin mampu mengukur 0.1 mg/l

Teori Pengantar Metode pereaksi asam kromotrofik (0.1 5 mg/l)


Nitrat merupakan salah satu unsur hara di laut yang fungsi Metode kolorimetri dengan sistem reduksi nitrat menjadi nitrit
utamanya dipergunakan sebagai penyusun jaringan lunak plankton. dengan Cd (0.01-1 mg/l)
Penentuan nitrat pada sampel air laut dapat ditentukan dengan berbagai
Metode elektrokimia (0.01-1 ug/l)
metode, namun umumnya dihadapkan berbagai kesulitan, rumit dan peka
terhadap gangguan. Pada praktikum di sini yang akan dipakai dengan Metode reduksi
cadmium, karena metode ini sangat umum digunakan untuk analisis air
Kadar nitrat pada disitribusi secara horizontal semakin tinggi
laut.
didaerah pantai. Konsentrasi nitrat pada lapisan eufotik ditentukan oleh
transport advektif dari nitrat ke lapisan permukaan, Oleh karena itu, Analisis diawali dengan mereduksi nitrat menjadi nitrit. Reduktor

konsentrasi nitrat di hampir semua perairan pada lapisan pemukaan yang dipakai berupa butiran cadmium yang dilapisi tembaga. Cadmium

mendekati nol (Grasshoff et al., 1983). Menurut Koesbiono (1989), tersebut di tempatkan dalam satu kolom. Proses Reduksi dilakukan dengan

fitoplankton akan cepat menghabiskan senyawa-senyawa nitrogen mengalirkan air contoh pada kolom dan air tersebut ditampung untuk

anorganik yang terdapat di mintakat eufotik pada saat lingkungannya baik. kemudian ditentukan kadar nitritnya dengan metode penentuan nitrit dan
diukur dg panjang gelombang 543 nm
Adapun faktor yang mempengaruhi distribusi nitrat di suatu
perairan diantaranya suhu, salinitas, pH, DO, arus laut. Dalam penentuan senyawa tersebut diperlukan beberapa larutan
pereaksi sehingga terbentuk warna tertentu yang kemudian dilakukan
Beberapa metode itu antara lain :
pembacaan nilai absorbansi dengan panjang gelombang tertentu.
Metoda spektrofotometri pada panjang gelombang 220 nm (sinar
ultraviolet) baik untuk air yang mengandung sedikit bahan organik dan
mampu mengukur 0,1 11 mg/l
Indikator Kinerja Praktikum Larutan asam klorida

Setelah menyelesaikan mata acara praktikum ini, mahasiswa Kertas saring (0,45 m)
mampu :
Alat
Membuat larutan yang dibutuhkan dalam metode reduksi
1 buah gelas beker berukuran 50 mL
Menganalisis nitrat dengan metode reduksi
6 gelas beker atau erlenmeyer 100 mL (sebagai pengganti tabung
Trampil menggunakan spektrofotometer. reaksi)

5 buah labu ukur berukuran 100 mL atau 50 mL

Kemampuan analisa 5 pipet gondok berukuran 1, 2, 5, 10 dan 20 mL

Metode ini sangat sensitif, yaitu dapat menganalisa pada Timbangan elektrik
konsentrasi 0,05 45 Mol. Ketelitian pada 20 Mol. Buatlah larutan
Sendok (stainles steel)
standart pada kisaran dalam konsentrasi tersebut (jangan di atas atau di
Desicator
bawahnya).
Spektrofotometer
Materi
Vacuum pump
Bahan
Botol sampel
Akuabides
Filter holder
Larutan sulfanilamid
Botol aquabides sebagai pengencer/pelarut.
Larutan NED (N-1- Naphtyl)-etylen diaminedehidrochloride
pH meter/kertas lakmus
Larutan standar
Pipet ukur
Larutan buffer NH4Cl +NH4OH
Cuvet/cell Larutan N-(1-naphthtyl)-ethylenediamine dehidrichlorida
(NED)
Ember plastik (tempat waste)
Larutkan 0,1 gram senyawa amine dengan beberapa ml air
Kertas tissue
aquabides ke dalam labu ukur 100 ml dan setelah larut tambahkan
Pembuatan Reagen
aquabides hingga batas tera labu. Simpan dalam botol gelap di lemari
Cadmium (Cd) pendingin, jika berubah warna coklat perlu diperbarui.

Kadmium yang digunakan berupa butiran ukuran 0,5 2 mm. Cuci Larutan standart nitrat
dengan 10 % HCl beberapa kali, kemudian dibilas dengan aquabides.
Larutkan 0,51 gram analytical reagent potassium nitrat, KNO3 ke
Larutan Tembaga (II) Sulfat dalam 500 ml aquabides. Larutan stabil, jika tidak ada evaporasi. Larutkan

Larutkan 5 gram tembaga (II) sulfat pentahidtrat, CuSO4.5H2O, 1 ml larutan tersebut ke dalam 500 ml syntetic water. Larutan ini simpan

dengan beberapa ml air aquabides ke dalam labu ukur 500 ml, dan setelah dalam botol gelap (konsentrasinya = 20 g-at N/l).

larut tambahkan aquabides hingga batas tera labu. Praktikum


Larutan Ammonium klorida Membuat kalibrasi kurve

Larutkan 5 gram ammonium klorida, NH4Cl, dengan beberapa ml 1. Ambil 4 atau 5 labu ukur dengan volume 50 mL.
air aquabides ke dalam labu ukur 500 ml, dan setelah larut tambahkan 2. Masing-masing labu ukur diisi larutan standart yang
aquabides hingga batas tera labu. Kemudian tambahkan NH4OH hingga tersedia dengan volume yang berbeda-beda, misal 0, 2, 4,
pH menjadi 8,5 ( 1 ml) dan 6 kemudian diencerkan dengan aquabides hingga

Larutan Sulfanilamide sampai batas tera labu, kocok sampai homogen.


3. Masing-masing larutan dalam labu ukur tersebut di atas
Larutkan 1 gr Sulfanilamide dengan 10 ml asam klorida (HCl
diambil 5 mL dan dimasukkan dalam gelas beker atau
pekat) dan tambahkan 60 ml aquabides ke dalam labu ukur 100 ml dan
erlenmeyer 50 mL.
setelah larut tambahkan aquabides hingga batas tera labu.
4. Ambil 5 mL air sampel dan dimasukkan dalam gelas Menghitung Konsentrasi Nitrat dalam Sampel Air
beker.
Setelah persamaan kurvenya diketahui, maka tinggal memasukkan
5. Masing-masing gelas beker atau erlenmeyer ditambah 5
nilai absorbansi yang diperoleh pada sampel air (Misal X). Dari
mL larutan buffer (NH4Cl), kocok dengan sempurna.
persamaan tersebut dapat diketahuilah konsentrasi nitrat dalam air dengan
6. Masing-masing diambil 5 mL masukkan dalam kolom
menggunakan rumus sbb:
reduktor dan atur laju pengeluaran air (2,5 ml per 3-5
menit), buang tampungannya Konsentrasi Nitrat = Hasil perhitungan (X) 0,95 C (C adalah
7. Sisanya dimasukkan lagi (seperti f) tampung sebanyak 5 konsentrasi nitrit).. Kalau kurang jelas bisa membaca buku UV-Vis
mL. Spektrofotometer oleh Muslim.
8. Segera tambahkan 1 ml sulfanilamide biarkan sekitar 5 Petanyaan
menit (jangan lebih dari 8 menit)
Bersumber darimanakah nitrat di laut
9. Tambahkan 1 ml larutan NED dan aduk. Tunggu 20 -30
menit (hindarkan dari sinar matahari) Apa peranan nitrat di laut.
10. Ukur absorbansi dengan panjang gelombang 543 nm Terangkan dengan hasil yang engkau peroleh.
(minta bantuan asisten praktikum).
11. Nilai konsentrasi dan absorbansi larutan standart dapat
digunakan untuk mencari nilai R2 dan persamaan
kurvenya dengan menggunakan excel.
Hasil Buat grafik antara jarak (sumbu X) dan konsentrasi nitrit (sumbu Y)

Masukkan data yang anda peroleh ke dalam tabel berikut ini : Buat analisis sederhana, mengapa konsentrasinya demikian?

NLarutan yang Nilai Panjang Konsentrasi Simpulan dan Saran


No. diamati Absorbansi Gelombang Berikan kesimpulan dari hasil yang anda peroleh.
Larutan
1 Blank
1

Larutan
2 standart 1
2

Larutan
3 standart
3 2

Larutan
4 standart 3
4

Larutan
6 sampel
5

7 R2 :

8 Persamaan garis regresi:

Pembahasan

Bagaimana persebaran nitrat di laut berdasarkan parameter


osenaografi yang terjadi pada saat itu