Anda di halaman 1dari 81

VOLCANIC HAZARDS AND

VOLCANO MONITORING
Volcanic Hazards , Volcanics Catastrophes and Disaster
Mitigation
Introduction
Persepsi awal tentang gunung api dan aktifitasnya
Bagaimana dan mengapa
ada gunung api?
Energi dari dalam bumi
Tektonik lempeng
Interkasi dengan lingkungan
sekitar gunung api
Terminology
VOLCANICS HAZARDS
Population Density
Tokyo,
100 km, timur laut dari Gunung Fuji di Jepang, gunung berapi yang menunjukkan tanda-tanda baru terbangun dari tidur sejak tahun
1707.
Quito (Ekuador)
beberapa subburbs yang terbentuk karena lahar dari Gunungapi Cotopaxi, 60 km ke arah tenggara, dan dekat dengan gunungapi yang
aktif yakni Guagua Pichinicha ,gunung berapi, aktif terakhir pada tahun 2000 dan Reventador terakhir aktif November 2002 .
Meksiko
terlihat dari gunung berapi Popocatepetl yang besar, yang baru mulai mengalami fase erupsi pada tahun 1995.
Yogyakarta (Indonesia)
Zona yang paling aktiv aktifitas vulkaniknya di daerah Merapi.
Napels (italy)
Gunungapi Vesuvius, terakhir aktif pada tahun 1944.
Seattle-tacoma (USA)
Daerah dari Mount Rainier
Goma
di kaki gunung yang sangat aktif yakni Nyiragogo (Zaire) terakhir meletus pada tahun 2001
Manila (Filipina)
dekat dengan Taal volcao, letusan s terakhir setelah terjadi pada tahun 1965
Auckland (Selandia Baru)
Roturoa & Taupo volcanic zone (NZ)
Managua (Nikaragua)
gunung berapi muda yang aktif dan terdekat adalah gunung Masaya,
KATMAI
Pelee
nonton yuk ^^
St. Helens
Lahars
Pyroclatics density
current
Sector Collapse, Debris Avalanches
Tsunamis and Environmental Factors
Fig. 13.5 . Time zones (minutes) of propagating
tsunamis,
Eruption Column
Volcanic
Gases
Volcanic gases were directly responsible for approximately 3% of
all volcano-related deaths of humans between 1900 and
1986.Some volcanic gases kill by acidic corrosion; others kill
by asphyxiation. The greenhouse gas, carbon dioxide, is emitted
from volcanoes, accounting for nearly 1% of the annual global
[3]
total. Some volcanic gases including sulfur dioxide, hydrogen
chloride, hydrogen sulfide and hydrogen fluoride react with other
atmospheric particles to form aerosols.
Ash Fallout
Top 5 Dormant Volcanoes in the World
Mount Fuji, Japan
Mauna Kea, Hawaii
Mount Pelee, Martinique

Mount Ararat, Turkey


Mount Kilimanjaro, Tanzania, Africa

Source :
http://science-
facts.top5.com/
TYPES OF
VOLCANIC
HAZARD
TYPES OF VOLCANIC HAZARD

1. LAVA FLOW
TYPES OF VOLCANIC HAZARD

2. PYROCLASTIC FALLS
TYPES OF VOLCANIC HAZARD

3. ASH IN THE ATMOSPHERE


TYPES OF VOLCANIC HAZARD

4. PYROCLASTIC DENSITY CURRENT


TYPES OF VOLCANIC HAZARD

5. LAHARS
TYPES OF VOLCANIC HAZARD

6. JOKULHLAUPS
TYPES OF VOLCANIC HAZARD

7. VOLCANIC GASES
HAZARD ASSESMENT OF VOLCANO
HAZARD ASSESMENT OF VOLCANO
HAZARD ASSESMENT OF VOLCANO
Berdasarkan pada luas cakupannya, kategori
erupsi dibagi menjadi 3 yakni:

GLOBAL
REGIONAL

LOKAL
HAZARD ASSESMENT OF VOLCANO
Besarnya Intensitas Erupsi Gunung Berapi diukur dalam
skala VEI (Volcanic Explosivity Index) yang dipengaruhi oleh
faktor berikut.

Banyaknya Tinggi
material Durasi
Besarnya material
Ash yang
Letusan Ash yang
terlontar ke erupsi
dikeluarkan
Atmosfer
Volcanic Explosivity Index (VEI)
oA scale that describe the size of an explosive volcanic
eruption

oDeveloped by Chris Newhall of the United States


Geological Survey and Stephen Self of the University
of Hawaii in 1982

oThe VEI scale begins at 0 and has the highest point at 8

oThe primary eruption characteristic used to determine


the volcanic explosivity index is the volume of pyroclastic
material ejected by the volcano, the height of the eruption
column and the duration of the eruption
33
The Frequency of Large Eruptions
Volcanic Explosivity
Index (VEI)
Some volcanic
eruptions are
thousands, or even a
million times more
explosive than others

34
HAZARD ASSESMENT OF VOLCANO
Contoh pengelompokan VEI

35
Source: Volcano World, an educational site at the University of North Dakota
VOLCANO
MONITORING
VOLCANO MONITORING

Beberapa
pengukuran
yang dilakukan
untuk monitoring
Gunung Api
Sumber: USGS
VOLCANO MONITORING
Monitoring Seismisitas dan Gas-Thermal

Tekanan di dapur magma menyebabkan


gunung api mengembang

Seorang Vulcanologist mengambil


(Sumber : USGS Volcano) Sampel gas dari gunung api
VOLCANO MONITORING
Ground Deformation and Geophysics Methods Monitoring

GPS dan Tiltmeter untuk mengukur


Deformasi
Metode-Metode Geofisika dalam me-
Sumber : geonet.org ; USGS - Volcano monitoring Gunung api
Terdapat 4 perubahan penting yang terjadi dalam sebuah gunung api akibat naiknya magma hingga terjadi letusan

Peningkatan aktifitas seismik

Gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya proses dinamik dari magma dan cairan yang bersifat hidrotermal),proses fluida (cairan)
dinamis yang terjadi karena adanya gradien suhu dan tekanan magma dapat menimbulkan gelombang gempa yang berasal dari
proses resonansi retakan yang terisi cairan magma.

Frekuensi gempa vulkanik yang dominan berkisar antara 1 sampai 5 Hz, selain frekuensi rendah lainnya. Yang nantinya
direkam menggunakan seismogram
TIPE-TIPE EVENT SEISMIK
SEISMOGRAF
AKTIVITAS SEISMIK
G. MERAPI
SAAT ERUPSI 2010

Sumber: dokumen pribadi


PEMBENGKAKAN DAPUR MAGMA
Ketika gunung api akan meletus
(erupsi) akan terjadi peningkatan
tekanan di dapur magma.
Peningkatan tekanan di dalam
dapur magma ini akan
menyebabkan deformasi
permukaan gunung berapi.
Deformasi ini bisa diamati
menggunakan GPS, Tiltmeter, dan
beberapa peralatan lainnya.
Pergerakan magma menuju
permukaan mengakibatkan
perubahan nilai densitas
akibatnya terjadi perubahan nilai
gravitasi yang dapat diukur.
PENINGKATAN ALIRAN GAS

Beberapa gas keluar ketika gunung api mau dan sedang erupsi antara lain;
Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida
(S02), dan Nitrogen (NO2).
Pengukuran untuk gas bisa dilakukan secara langsung, namun pengukuran secara
langsung sangat berisiko bagi pengukur.

Solusi lain adalah dengan cara memasang alat pengukuran gas di lapangan fumaroel dan
datanya terekam secara terus-menerus dan bisa dikirim secara automatis ke pusat
pengamatan. Untuk saat ini pengukuran kandungan gas juga sudah bisa dilakukan melalui
pesawat terbang seperti gambar
PENINGKATAN SUHU GUNUNG BERAPI

Pergerakkan magma menuju puncak gunung


mengakibatkan meningkatnya suhu pada bagian tubuh
gunung tersebut.
Salah satu alat yang dapat digunakan ialah
sebuah kamera yang dilengkapi dengan

Sensor thermal Infrared


Selain hal tersebut,perubahan suhu dapat berpengaruh
terhadap perubahan medan magnet dimana semakin
tinggi suhu medan magnet semakin menurun sehingga
dengan metode magnetik dapat diukur nilai anomalinya.
ERUPTION
HYSTORY
Location : Philippines

Mt. Pinatubo Altitude : 1745 m a.s.l


Volcanic history : active at least
during the past 30,000 years.
The second-largest volcanic eruption of this century
Char. Activitiy : highly explosive,
pyroclastic flow, lahars, debris
avalanches
Rock comp. : dacite, /h
basaltic magma
Tectonic pos. : Luzon volcanic
arc, 100 km dipping Manila sub-
ducton zone.
Date of Eruption : 15 June 1991

Date: June 1991


Author : U.S. Geological Survey
Photograph taken by Richard P. Hoblitt.

Source : http://vulcan.wr.usgs.gov
Mt. Pinatubo
The second-largest volcanic eruption of this century

Date: June 1991


Author : U.S. Geological Survey
Photograph taken by Richard P. Hoblitt.

Source : http://vulcan.wr.usgs.gov
SEBAB dan AKIBAT
Sekitar 20 juta ton SO2 dilepaskan hingga lapisan stratosfer
(U.S. Geological Survey Fact Sheet 113-97)

www.markmaranga.com

Mt. Pinatubo
AKIBAT

http://www.nzdl.org

Mt. Pinatubo

Photo above courtesy of Peter Baxter, University of Cambridge. pubs.usgs.gov


Lesson Learned
Even though about one million people were in danger, only a few hundred lost their lives. By a
multitude of means :
Informing the people
Early preparation of evacuation
Constant monitoring of the volcano with variety methods
Establisment of safety zones
For the first time in history, an eruption of this magnitude was studied scientifically in detail.
SO2 emission
Morphological changes
Tremors
Eruption stages
Lokasi : Kolombia
Mt. Nevado De Ruiz Ketinggian : 5.390 mdpl
Penutup glasial : 25 km2 (Nov
1985)
Karakter letusan : sangat eksplosif,
aliran piroklastik, lahar, debris
avalanches
Komposisi batuan : andesitik-dasitik
Posisi tektonik : zona subduksi
Tanggal erupsi : 3 November 1985
Erupsi terbesar : 1595, 1845
Mt. Nevado De Ruiz
LESSON LEARNED
...at 9:45 pm...Mayor of Armero speaking on a ham radio,
saying I did not think there was much danger...
...then he was overtaken by the lahar!

Mt. Nevado De Ruiz

Omayra Sanchez
LESSON LEARNED
pengenalan dan dokumentasi kebencanaan
penyiapan daftar prioritas masyarakat dan daerah yang rentan terhadap
bencana
diskusi publik terbuka mengenai penilaian risiko secara saintifik, meskipun
mau tidak mau menimbulkan keresahan di masyarakat
perencanaan awal pengambilan keputusan di saat kritis, karena waktu
merupakan variabel terpenting
pengujian sistem peringatan dini untuk mengecek kehandalannya
integrasi berbagai jenis media untuk penyebarluasan informasi secara
lebih matang Mt. Nevado De Ruiz

"The volcano didn't kill 22,000 people. The


government killed them."
Dapatkah bencana
gunung berapi
dihindari?
DIAGNOSIS
Diagnosis diperlukan untuk mempelajari gunung berapi secara
lebih lanjut

Salah satu diagnosa dilakukan dengan cara meneliti endapan


piroklastiknya yang tampak dari letusan sebelumnya.

Monitoring merupakan salah satu metode yang sangat efektif


untuk mendiagnosa gunung berapi
PREDIKSI
Prediksi ini berkaitan erat dengan penentuan evakuasi.

Prediksi harus dapat menentukan:


1. Perkiraan waktu
2. Dimana lokasi vent-nya
3. Tipe letusannya
DIAGNOSA & PREDIKSI
Salah satu cara untuk mendiagnosa gunung api yang paling efektif
adalah dengan melakukan monitoring terhadap gunung api itu
sendiri.

Prediksi serta yang tepat, sangat berpengaruh terhadap mitigasi


bencana dari gunung api itu sendiri. Sehingga diperlukan kecermatan
untuk memprediksi erupsi gunung api, karena dalam hal ini menyangkut
hak hidup warga di sekitar gunung api tersebut.
Volcanic Eruptions and the Media
Di zaman yang seperti sekarang ini dimana media informasi/massa berkembang begitu
pesat, Peristiwa erupsi gunung berapi dapat diberitakan dalam gambaran yang dramatis dan
menyebar begitu cepat. Peran media informasi/massa saat erupsi gunung berapi : Pra-erupsi

Menyampaikan peringatan dan himbauan untuk evakuasi secara cepat ketika keadaan gunung api
mulai memburuk.

Bekerja sama dengan volcanologist untuk memberikan informasi perkembangan kondisi gunung
berapi.

Memberikan petunjuk mengenai cara-cara melakukan evakuasi secara detail.

Pasca-erupsi

Memberikan informasi mengenai dampak yang ditimbulkan akibat erupsi seperti kerusakan
lingkungan maupun korban jiwa

Secara tidak langsung mendorong warga yang lain atau Negara-neraga lain untuk menggalang dana
maupun tenaga bantuan
Pra erupsi Pasca erupsi
Volcanic Eruptions and the Media
Pada beberapa kasus, media melebih-lebihkan berita yang mereka sajikan sehingga terlihat
dramatis. Hal tersebut dilkukan untuk mendongkrak popularitas dan menarik perhatian
para konsumen. Ditambah lagi ketidakmampuan pihak yang berwajib untuk memprediksi
secara jelas, kapan, dimana, bagaimana gunung api erupsi terjadi. Dalam Jangka pendek
menyebabkan bantuan dari dalam maupun luar negeri akan banyak di terima hingga
terbuang sia-sia. Sedangkan dalam jangka waktu yang panjang akan menyebabkan Negara
tersebut di cap sebagai Negara yang rentan akan bencana sehingga investasi dari luar
berkurang.
Pada akhirnya, ini adalah tugas seorang volcanologist untuk memperkirakan bahaya
vulkanik dan membantu mengurangi kerugian akibat bencana tersebut. Para volcanoligits
harus selalu mengembangkan metode dan ilmunya guna hasil prediksi yang lebih akurat
dan efektif. Sehingga media dapat ter control dengan baik.
Mitigasi
Bencana
Fundamentals of Physical
USAHA UNTUK MENGURANGI DAMPAK
LETUSAN GUNUNG API
Barrier
Upaya Penanganan Setelah Bencana
KESIMPULAN
Ancaman di GunungApi dapat berupa ancaman
langsung yakni berupa lava dan debu yang
mengenai bangunan dan mengancam kesehatan,
maupun ancaman tidak langsung seperti
dampak terhadap lahan pertanian/ gagal panen
yang dalam jangka panjang dapat menimbulkan
bencana kelaparan serta perubahan iklim
KESIMPULAN
Aliran lava walaupun sangat jarang
menyebabkan kematian karena kecepatan
alirannya yang rendah namun dapat merusak
infrastuktur dan lahan pertanian
KESIMPULAN
Material piroklastik merupakan salah satu
ancaman utama terhadap bangunan karena

debu- debu ringan yang membahayakan


kesehatan serta bahaya bagi penerbangan
KESIMPULAN
Pyroclastic density current dan surges
merupakan ancaman yang paling fatal
karena dapat merusak segala sesuatu yang
dilewati. Material ini mengalir dengan
kecepatan tinggi dan hanya dapat
dihindari dengan melakukan evakuasi
dini
KESIMPULAN Aliran lahar yang merupakan
campuran piroklastik dengan
air juga dapat merusak

infrastruktur seperti halnya


pyroclastic density currents
KESIMPULAN

Gas yang dikeluarkan dari gunung api, kecuali uap air secara kimiawi
beracun dan berbahaya bagi kesehatan
KESIMPULAN

Penilaian bahaya terhadap


gunung api perlu dilakukan
memerlukan data dari erupsi
sebelumnya untuk analisa
dan prediksi erupsi di masa
mendatang

Source : www.Infogunungmerapi.blogspot.com
KESIMPULAN

Beberapa gunung api yang sering


mengalami erupsi dan berlokasi di
kawasan yang berpenduduk
umumnya dipantau dengan cara
merakam aktivitas seismik di kawasan
gunung tersebut, mengukur
deformasi yang terjadi di bangunan
gunung api, dan memantau gas yang
dikeluarkan dari kantong magma
dangkal
KESIMPULAN

Walaupun telah dilakukan


pemantauan yang mendetail,
tidak mudah untuk dapat
menentukan sistem peringatan
dini yang paling akurat

Source : volcanoes.usgs.gov
DAFTAR PUSTAKA

Parfit, Elisabeth A., Wilson, Lionel. 2008. Fundamental of


Physical Vulcanology. Victoria: Blackwell Publishing Company
Schmincke, Hans-Ulrich. 2004. Volcanism. Berlin: Springer-Verlag
Heidelberg

Source : volcanoes.usgs.gov
TERIMAKASIH