Anda di halaman 1dari 10

c 


 
? 
Mengenal dan memahami sifat pembiasan cahaya pada lensa

? 
Ô Menentukan jarak fokus lensa.
Ô Mengamati cacat bayangan (aberasi) dan penyababnya.
Ô Mengurangi terjadinya cacat-cacat bayangan.

 c 



a)? ^ensa positif kuat (tanda ++)
Sebagai lensa yang dicari jarak fokusnya.
b)? ^ensa positif lemah (tanda +)
Sebagai lensa yang dicari jarak fokusnya.
c)? ^ensa negatif (tanda -)
Sebagai lensa yang dicari jarak fokusnya.
d)? Benda yang berupa anak panah
Sebagai benda yang menghasilkan bayangan.
e)? ^ampu pijar untuk benda
Sebagai sumber cahaya bagi benda.
f)? ^ayar untuk menangkap bayangan
Sebagai bidang untuk menangkap bayangan.
g)? Diafragma
Sebagai pengatur untensitas cahaya.
h)? Bangku optik
Sebagai alat yang digunakan untuk melatakkan lensa dan benda atau layar.
i)? Kabel- kabel penghubung dan sumber tegangan listrik
Sebagai sumber listrik bagi lampu.

 !"#
^ensa merupakan suatu benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan bidang lengkung atau salah
satunya datar.
Pembagian lensa berdasarkan banyaknya penyusupan yaitu:
a)? ^ensa tunggal dengan dua permukaan pembiasan.
b)? ^ensa gabungan dengan permukaan pembiasan lebih.
Berdasarkan jenisnya, lensa terbagi atas:
1.? ^  
   )
^ensa cembung adalah lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan sinar. Selain itu, lensa
cembung juga merupakan lensa + karena dapat mengumpulkan bayangan yang bisa ditangkap layar dan
nyata. Kombinasi lensa cembung yaitu: bikonveks (cembung-cembung) dan plankonveks (cekung
cembung).
Sinar-sinar utama pada lensa cembung adalah sbb :
a)? Sinar datang sejajar pada sumbu utama lensa dibiaskan melalui titik fokus aktif F1.
b)? Sinar datang melalui titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama.
c)? Sinar datang melalui titik pusat oktik O diteruskan tanpa membias.
Bayangan yang dibentuk adalah: nyata, terbalik, dan diperbesar.
Gambar: B +

O f 2 A¶
A f1


2.? ^   
 )
^ensa cekung disebut juga sebagai lensa divergen yang bersifat menyebarkan sinar. Selain itu, lensa
cekung juga merupakan lensa -, karena tidak dapat membentuk bayangan yang bisa ditangkap layar dan
memiliki harga fokus negatif. Kombinasi lensa cekung yaitu: bikonkav (cekung-cekung), plankonkav
(datar cekung), dan konvek konkav (cembung cekung).
Sinar-sinar utama pada lensa cekung:
a)? Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus aktif F1.
b)? Sinar datang seolah-olah menuju ketitik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar sumbu utama.
c)? Sinar datang melalui pusat optik O diteruskan tanpa membias.
Bayangan yang dibentuk adalah: maya, tegak, dan diperkecil.
Gambar:
B -

A f1 f2





? $$"#%#&'#!&($! '!"& #')$%*$  

+ ^ensa ^ayar

F F¶

S
^

Sebuah benda O diletakkan sebelah kiri lensa positif dan bayangan O` yang terbentuk disebelah
kanan lensa dapat diamati pada sebuah layar. Jika m pembesaran bayangan (perbandingan panjang O` dan
O), dan ^ jarak antara benda dan bayangan (layar) maka jarak fokus lensa f dapat ditentukan dari persamaan:

’

(1 * ’) 2

Jarak fokus f juga ditentukasn dengan persamaan :


'

1* ’
Jika S` jarak bayangan (layar) terhadap lensa, dan m perbesaran bayangan.
+ + ^ayar

 

F e 0+

^
Sebuah benda O diletakkan pada jarak ^ dari layar (^ tetap) kemudian lensa positif yang akan
ditentukan jarak fokusnya digeser-geserkan antara benda O dan layar, sehingga diperoleh kedudukan ( I dan
II ) dimana lensa pada masing ±masing kedudukan tersebut dapat memberikan bayangan yang jelas dari
benda O pada layar (O¶). Bayangan yang satu diperbesar dan yang lain diperkecil. Jika e = jarak antara dua
kedudukan lensa yang dapat memberikan bayangan yang jelas pada layar, maka jarak fokus f dari lensa
menurut Bessel dapat ditentukan dengan rumus:
^2 ´ 2

4^
dimana,
f = jarak titik fokus lensa.
^ = jarak benda ke layar.
E = jarak dua lensa.
o+i=^
o = ^-i
o1 + i1 = ^
o1= ^-i1
i-i1 = e
i =e + i1
Pada kedudukan lensa I
1/f1 = 1/o + 1/i -------- 1/f = (o + I) / oi
1/f = p / (p-1)i««««««««««««««««.(1)
Pada kedudukan lensa II
1/f1 = 1/o1 + 1/i1 -------- 1/f1 = o1 + i1/ o1 x i1
1/f = p/(p-i1)i1««««««««««««««««.(2)

? $$"#%#&'#!($!$*"& ,)$%*$ 

+ ^ayar


+


F
+
+ ^ayar


+


F
+

Jarak fokus lensa negatif dapat dapat ditentukan dengan persamaan

 . '
 ««««««««««« (1-4)
 * '
^ensa negatif tidak memberikan gambar pada layar karena memberikan gambar secara tidak ril untuk
sebuah benda sejati,untuk mengatasinya kita letakkan lensa positif pada lensa negatif yang jarak fokusnya
sudah diketahuji. Penentuan titik api kedua lensa dapat diketahui besarnya titik api lensa negatif, yaitu:
A.? Jarak fokus lensa bersusun(C)
Jika dua lensa tipis dengan jarak fokus masing-masing f1 dan f2 digabungkan (dirapatkan), akan
diperoleh satu lensa bersusun yang jarak fokusnya f dapat ditentukan dengan persamaan:
1 = 1 + 1 .............................................................................. ..(1.5)
f f1 f2
B.? Cacat bayangan (D)
ƅ Aberasi sferis
Disebabkan oleh kecembungan lensa. Sinar paraksial atau sinar dari pinggir lensa membentuk
bayangan di P¶. Aberasi ini dapat dihilangkan dengan mempergunakan diafragma yang diletakan
di depan lensa atau dengan lensa gabungan atlantis yanng terdiri dari dua lensa yang jenis
kacanya berlainan.
ƅ Aberasi koma
Aberasi ini terjadi akibat tidak sanggupnya lensa membentuk bayangan dari sinar di tengah dan
sinar tepi. Berbeda dengan aberasi sferis pada aberasi koma sebuah titik benda akan terbentuk
bayangan seperti bintang berekor, gejala koma ini tidak dapat diperbaiki dengan diafragma.
ƅ Astig
ƅ Kelengkungan medan
Bayangan yang dibentuk oleh lensa pada layar letaknya tidak dalam satu bidang datar melainkan
pada bidang lengkung. Disebut kelengkungan medan atau lengkungan bidang bayangan.
ƅ Distorsi
Atau gejala terbentuknya bayangan palsu terjadi bayangan palsu ini oleh karena di depan atau di
belakang lensa diletakan diafragma.
Rumus-rumus persamaan lensa yang telah diberikan di atas diturunkan dengan syarat hanya
berlaku untuk  , jika syarat tersebut tidak dipenuhi, akan terjadi cacat-cacat
bayangan (aberasi)
ŵ Hukum- hukum yang digunakan dalam percobaan ŵ
1.? Hukum Snellius ( Hukum Pembiasan )
Jika sinar diarahkan ke satu bidang batas antara medium 1 ( indeks bias nomor 1 ) dan
medium 2 ( indeks bias nomor 2 ), dimana n2>n 1
(medium 2 lebih rapat daripada medium 1 ) maka sebagian sinar dipantulkan dan sebagian
lagi dibiaskan.
Hukum pembiasan adalah sebagai berikut :
ƒ Sinar datang, sinar bias, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletatak pada
satu bidang datar.
ƒ Hubungan sudut datang dan sudut bias dinyatakan oleh persamaan: n1 sin u 1 = n 2 sin
u2
2.? Hukum Gauss
Denga menganggap tebal lensa dapat diabaikan terhadap jarak (baik jarak benda ke lensa
maupun jarak benda ke lensa ), maka dapat ditentukan formulasi dasar permulaan yang
menghubangkan jarak fokus lensa (f), jarak benda ke lensa (S) dan jarak bayangan ke lensa
1 1 1
(S¶) sebagai berikut : *
  

3.? Hukum Bessel


Hal ini biasanya digunakan untuk menghitung jarak titik api lensa positif.
Persamaannya adalah: f = ^2 - e 2
4^
^ = jarak benda terhadap layar
e = jarak antara dua kedudukan lensa dimana kedudukan I diperoleh bayangan tajam dan
kedudukan II diperoleh bayangan besar tajam.
ƀ SESATAN RUMUSƀ
1)? Rumus Gauss

1= 1 + 1
f S S¶
f -1 = S¶ + S¶ -1
m f -1 = (-S-2) m + (-S¶-2) m -1
m f -1 = - m + - m -1
S2 S2
( m f -1. f 2) = - m + - m -1
S2 S2
m f -1 = - m + - m -1 . f 2
S2 S2

2)? Rumus Bessel


f = ^2 - e2
4^

Diketahui : misal y =

  ´ 
y=
2

ù .m^ ù
m + . m
ù^ ù^

ù 2 ^.4 ^ ´ 4( ^2 ´ 2
)
ù^ (4 ^) 2
2
ù 8 ´4 2 *4 2

ù 16 2
2 2
ù *

ù 4 2
ù 2 .4 ´ 0( 2 ´ 2
)

ù (4 ) 2
ù 
´ 
ù 2
maka

^2 * 2
´
m m^ * m
4^ 2^


m ^2 * 2
´p .4 ^
= m^ * mp
 4^ 2 ^.( ^2 ´ p2

 ^2 * p ´ 2p 
m  2 2
m * 2 mp  
^ ( ^ ´ p) ^ ´p ]
3)? ^ensa Gabungan
1 1 1
´ 
 ( ´)    (* )
´1
f ´1 =f ´1  - f (+)

(  ´1 (´).  ´2 (´ )) m  m ( * )
2
´
 ´ 2 ( ´)    (* ) 2


m  m (* )  2
m ( ´)  2
*  (´) 
   (*)2 
  ]
? c 

1)?Buktikan rumus/persamaan (1-1) s/d (1-5)
Jawaban: Rumus (1-1)
^ = S + S¶ = S + m S = S (1 + m)
m = S¶ ĺ S¶= m S ĺ1 - S¶ = m S
m mS+S = ^ ĺ S (m + 1)= ^
S= ^
(1+m)

1=1 + 1 = 1
f S S¶ S (1+m)
= S¶ + S
SS
f= S S¶ = ^ / (1+ m) . m S
S+S mS+S
= mS^
(1+m) (S (m+1) )
= m^S
S (1+ m )2

= m^
(1 + m)2

Rumus (1-2)
f = S¶ = S¶ = S¶ = S S¶
1+m 1+S¶/S S+S¶/S S+S¶

a). m = S¶
S
b). 1 = 1 + 1
f S S¶
= S S¶
S + S¶
= S¶
1+m
Rumus (1-3)
e = Sk ± Sb
= Sb¶- Sk¶

^ = Sk¶ + Sk
Sk¶= ^ ± Sk
= ^±e
2^
Sk = ^ + e
2

f = ^2 - e2
4^

Rumus (1-4)
1= 1 + 1
f S S¶
1 = S¶ + S
f S S¶
f = S S¶
S + S¶
Rumus (1-5)
1= 1 + 1
f2 S 2 S¶2
S 2= e ± S¶1
1 = 1 + 1 ..................... .......(1)
f2 - S¶2 S¶2

1 = 1 + 1
f1 S1 S¶1
-1 = 1 - 1 ................................(2)
f1 S1 f1
sustitusikan (1) dan (2)
1 = 1 - 1 + 1
f2 S1 f1 S2
1 + 1 = 1 + 1 S 1 = S
f1 f2 S1 S2 S¶2 = S¶
1 + 1 = 1 + 1 ........................(3)
f1 f2 S¶ S
1 = 1 + 1 ........................................(4)
f S S¶
sustitusikan (3) dan (4)
1 = 1 + 1
f f1 f2 (terbukti)
2)?Dari rumus Bessel (1-3) bagaimana ^ harus dipilih, supaya dapat terjadi dua bayangan yang
diperbesar dan diperkecil pada layar? Boleh dijawab setalah percobaan.
Jawaban:Dengan menggeser lensa sampai didapat bayagan yang berbenar-benar tajam sehingga
diperoleh dua bayangan yang memiliki perbesaran berbeda

3)?Mengapa untuk menentukan jarak fokus lensa negatif harus menggunakan pertolongan lensapositif?
Jawaban:^ensa negatif akan memberikan bayangan semu pada benda riil yang berarti tidak diperoleh
gambaran pada layar. Untuk mengatasi hal ini, kita tempatkan dan tempelkan pada lensa
negatif sebuah lensa positif yang jarak fokusnya telah diketahui

4)?Terangkan apa yang dimaksud dengan aberasi khromatik ?


Jawaban:Aberasi khromatik merupakan aberasi yangn muncul karena dispersi variasi indeks bias
materi transparan terhadap panjang gelombang. Sebagai contoh,cahaya biru dibelokkan
lebih jauh dari merah oleh kaca. Sehingga jika cahaya outih jatuh pada sebuahlensa, warna-
warna yang berbeda difokuskan pada titik yang berbeda pula, dan akan pinggira berwarna
pada bayangan, aberasi khromatik dapat dihilangka untuk dua warna apa saja (dan sangat
diperkecil untuk yang lainnya) dengan menggunakan dua lensa yang berbeda dengan indeks
bias dan dispersi yang berbeda

5)?Apakah yang dimaksud dengan astigmatisme ?


Jawaban:Astigmatisme biasanya disebabkan oleh karena lensa yang kurang bundar sehingga benda
titik difokuskan sebagai garis pendek, yang mengaburkan bayangan. Hal ini terjadi karena
berbentuk sferis dengan bagian silindrisnya tertumpuk, dimana lensa memfokuskan
titikmenjadi garis yang paraleldengan sumbunya. Maka astigmatisme memfokuskan berkas
pada bidang vertikal, katakanlah pada jarak yang lebih dekat dengan yang dilakukannya
untuk berkas pada bidang horizontal. Astigmatisme dengan menggunakan lensa silindris
yang mengimbanginya

c
"*! $,-(
Depdikbud. 2002. c c  

Gabrielle, J.F.    . Jakarta : Erlangga.

Giancoli. 2001.  . Jakarta : Erlangga.

Departemen Fisika ITB.  c   . Bandung.


D"$'%,!%
^aboratorium MIPA2002.c c  . Bandung:Universitas Padjajaran

Gabriel, J.F.1996.  . Jakarta:ECG 1

Foster, Bob. 1999.! . Jakarta:Erlangga