Anda di halaman 1dari 7

SMK NEGERI 1 TULUNG

KODE
PEMERIKSAAN 1
CHASIS JOB
DAN PERAWATAN
OTOTRONIK MANAGEMENT
WAKTU 8 x 45 Menit
SYSTEM
SYSTEM REM ABS
KELAS 2

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa / praktkan dapat memeriksa dan merawat sistem rem ABS (Antilock Breaking
System).

B. ALAT DAN BAHAN


1. Mobil dengan Rem ABS
2. Dongkrak
3. Multi tester
4. Kabel Jumper (kabel kecil)
5. Battery (accu)
6. Scannner

C. KESELAMATAN KERJA
1. Menggunakan pakaian praktik saat praktik.
2. Berdoa sebelum dan sesudah praktik.
3. Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
4. Mematuhi peraturan yang ada di lab.
5. Membaca manual book karena komponen rawan terjadi konsleting

D. REFERENSI
ABS (Anti-Lock Brake System) adalah sebuah sistem pada kendaraan bermotor yang
mencegah terjadinya roda menjadi terkunci pada saat pengereman. Tujuannya adalah
memungkinkan pengemudi untuk mempertahankan kontrol pengendalian pada saat
pengereman mendadak dan digunakan untuk memperpendek jarak pengereman (dengan
memperbolehkan pengemudi menginjak pedal rem secara penuh tanpa perlu khawatir
kendaraan akan selip dan lepas kendali seperti bila kita melakukan pengereman pada
kendaraan non ABS (Anti-Lock Brake System ). Cara kerjanya adalah pada kendaraan
terdapat electronic unit, speed sensor dan hydraulic valve pada brake circuit. Electronic unit
memonitor kecepatan dari roda pada saat pengereman,jika berbeda maka rem akan
merelease, dan selanjutnya mengerem lagi. Hampir sama dengan apabila kita melakukan
pengereman sedikit-sedikit atau dalam artian tekan-lepas-tekan lepas. ABS tersebut bisa
melakukan pengereman dalam artian tekan-lepas sebanyak 20 kali per detik. Jadi dengan
teknologi ini berguna untuk mencegah ban terkunci.

Anti-lock Brake Systems dirancang untuk mencegah terjadinya penguncian roda


(wheel lockup) saat pengeman mendadak di segala medan jalan. Hasil saat pengeraman
adalah:
1. Mobil tetap stabil.
2. Arah kemudi stabil (Vehicle Stability).
3. Mengerem lebih cepat (jarak pengereman lebih dekat, kecuali jalan tanah,
bersalju).
4. Penguasaan kontrol kendaraan menjadi maksimal (tinggat kestabilan).
5. Jika roda depan terkuci, mobil tidak mungkin bisa di arahkan.
6. Jika roda belakang terkunci, mobil bisa tidak stabil dan tergelincir ke salah satu
sisi.

Jika permukaan jalan saat pengereman tidak rata, roda2 yang mengalami selip akan
mudah terkunci dan mobil akan berputar putar .namun dengan sistem ABS mobil akan tetap
stabil sampai mobil tersebut berhenti .

Komponen-Komponen Rem ABS (Anti-Lock Brake System)


1. Master selinder
Master selinder berfungsi :
a. Membangun tekanan hidraulis sesuai dengan gaya tekan pengemudi.
b. Tekanan hidraulis ini mengalir ke unit tekanan.

2. Unit control tekanan (akuator)


Unit control tekanan (akuator) berfungsi mengatur tekanan hidraulis rem untuk setiap
roda sesuai dengan perintah computer.

3. ABS control module


ABS control module berfungsi :
a. Mendapat informasi dari sensor putaran.
b. Menghitung tekanan ideal pada roda.
c. Mengirimkan perintah pengatur ke unit control tekanan rem
d. ABS control module selalu memeriksa fungsi diri secara otomatis
e. Bila fungsinya salah, ABS control module akan member tahu aliran dengan
lampu control pengemudi.

4. Sensor putran roda


Sensor putran roda berfungsi menyensor kondisi putaran roda, dan dari sensor
tersebut menghasilkan signal.

5. Selinder roda
Selinder roda berfungsi untuk menggerakkan atau menekan sepatu rem.
Selinder roda dihubungkan dengan master selinder dengan menggunakan pipa-pipa.

6. Lampu control
Lampu control berfungsi sebagai indicator ABS, bila terjadi kerusakan pada
sisitem rem ABS. lampu indicator akan menyala.

7. Sensor putran aksel belakang


Sensor putran aksel belakang berfungsi menghitung putran roda secara
induktif dan mengirim signal ke ABS control module.
E. LANGKAH KERJA
Perawatan Sistem Rem ABS (Anti-Lock Brake System)
Untuk mencegah timbulnya kerusakan saat melepas sambungan-sambungan kabel, sensor, relay
dan fuse, kunci kontak harus OFF dan setelah dipasang kembali, ON kan kunci kontak
kemudian set DTC ABS hydaulic Unit.
1. Memeriksa kerjanya ABS Hydraulic Unit
a. Periksa apakah seluruh komponen ABS dalam kondisi baik.
b. periksa apakah voltage battery 11 V atau lebih.
c. Periksa apakah lampu peringatan ABS berfungsi dengan baik.
d. Dongkrak kendaran
e. Netralkan tuas transmisi dan tarik tuas rem tangan.
f. Putar-putarkan setiap roda dan periksa apakah berputar dengan lancar.
g. Gunakan kabel untuk menghubungkan Diag-2 conector dengan ground, putar kunci
kontak ke posisi ON dan periksa lampu peringatan ABS dengan prosedur DTC 12.
h. OFF kan kunci kontak
i. Putarkan roda dan On kan kunci kontak kemudian tekan pedal rem dan periksa
1) Apakah terdengar suara kerjanya selenoid
2) Apakah terdengar suara kerjanya motor pump
j. Ulangi pemeriksaan pada langkah 8-9 untuk semua roda, jika hasilnya tidak sesuai,
ganti ABS hydraulic Unit.
k. OFF kan kunci kontak dan lepaskan kabel yang menghubungkan Diag-2 connector
dengan ground.

2. ABS Hydraulic Unit


a. Memeriksa Solenoid valve
Putar kunci kontak ke posisi OFF
Lepaskan sambungan kabel ke solenoid
Periksa resistance solenoid valve
b. Memeriksa Motor Pump
Putar kunci kontak ke posisi OFF
Lepaskan sambungan kabek ke motor
Periksa resistance motor
Antara terminal : 1
Antara terminal dan body motor : 1 M
Hubungkan positif (+) battery keterminal 1 dan negatif (-) battery ke terminal 2.
Kemudian periksa apakah motor bekerja (adanya suara), jika pada pemeriksaan 1-
3 tidak sesuai ganti hydraulic unit.
c. Melepas
Lepaskan kabel negatif dari battery
Gunakan spesial tools, lepaskan brake pipe dari ABS Hydraulic Unit Special tool
A : 09950 78210
Lepaskan sambungan kabel ABS hydraulic unit
Lepaskan ABS hydrauic Unit dari bracketnya.
d. Memasang
Pasang hydraulic unit dengan urutan kebalikan dari prosedur melepas
Momen pengencagan :
a : 16 N.m (1,6 kg.m)
b : 21 N.m (2,1 kg.m)
Buang udara dari sisitem rem
Periksa kembali setiap komponen yang terpasang dan adanya kebocoran minyak
rem

3. ABS Control Module


ABS control module terdiri dari parts yang sangat presisi, jangan membongkar ABS
Control Module.
a. Melepas
Lepaskan kabel negatif battery
Lepaskan steering column hole cover, knee bolster panel
Lepaskan sambungan kabel ABS control module

4. Speed Sensor Roda Depan


a. Memeriksa output voltage
Putar kunci kontak ke posisi OFF
Dongkrak kendaraan
Lepaskan sambungan kabel ke speed sensor
Hubungkan volt meter ke connector kabel speed sensor
Sambil memutarkan roda, periksa voltage pada speed sensor
Bila menggunakan Oscilloscope, periksa voltage peak to peak, apakah sesuai dengan
spesifikasi Voltage peak to peak 1 putaran / detik : 210 mV / detik.
b. Melepas
Lepaskan kabel negatif dan battery
Dongkrak kendaraan dan lepaskan roda
Lepaskan sambungan kabel speed sensor
Keluarkan grommet dari fender
5 lepaskan speed sensor
c. Memeriksa speed sensor
Periksa sensor dari kerusakan.
Periksa resistance.
Resistance terminal : 1,2 - 1,6 k
Resistance antara terminal dan body sensor : 1 m / lebih,
jika ada kelainan, ganti sensor.
d. Memeriksa putaran rotor
Periksa gigi-gigi roto dari keruskan (aus /pecah)
Putar drive shaft dan periksa apakah rotor berputar dengan lancar.
e. Memasang
Pasang kembali speed sensor seperti semula
Momen pengencangan :
(a) : 2,3 N.m (kg.m)
Pastikan bahwa antara spedd sensor dan knuckle tidak ada celah (jarak)

5. Speed Sensor Roda Belakang


a. Memeriksa output voltage
Prosedur pemeriksaan sama dengan speed sensor roda depan.
b. Melepas
Lepaskan kabel negatif dari battery
Dongkrak kendaraan
Lepaskan sambungan kabel speed sensor dan lepaskan kabelnya dari suspension
frame
Lepaskan speed sensor dari knuckle
c. Memeriksa sensor
Periksa kondisi sensor dari kerusakan
Periksa resistance sensor
Resistance antara terminal : 1,5 1,9 k atau 1,2 - 1,6 k
Resistance antara terminal dan body sensor : 1 M
Jika hasil pemeriksaan tidak sesuai spesifikasi ganti sensor.
d. Memriksa sensor Rotor
Periksa gigi rotor dari kerusakan (aus/pecah)
Putar roda belakang dan periksa prputaran rotor apakah berjalan dengan baik
Jika dalam pemeriksaan ada kelainan, ganti sensor rotor
e. Memasang
Pasang sensor rotor seperti semula
Momen pengencangan :
(a) : 2,3 N.m (kg.m)
Pastikan bahwa antar sensor dan knuckle tidak terdapat celah (jarak)

6. ABS Fail - Safe Relay


a. Memeriksa
Lepaskan kabel negatif (-) dari battery
Lepaskan fail-safe relay dari relay box
Periksa resistance antara kedua terminal
Antara 1 dan 3 : 78 - 96
Antara 2 dan 5 : terhubung
Antara 4 dan 5 : tidak ada hubungan
Hubungkan battery ke terminal 1 dan 3, kemudian periksa hubungan antara
terminal 4 dan 5
Jika dalam pemeriksaan langka 1 4 tidak sesuai spesifkasi, ganti relay.

7. ABS Pump Motor Relay


a. Memeriksa
Lepaskan kabel negatif dari battery
Lepaskan pump motor relay dari relay box
Periksa resistance antara setiap terminal
Antara 2 dan 4 : 70 90
Antara 1 dan 3 : tidak ada hubungan
Periksa apakah ada hubungan antara terminal 1 dan 3, jika battery di hubungakan
ke terminal 2 dan 4.
Jika dalam pemeriksaan langkah 3 dan 4 tidak sesuai dengan spesifikasi, ganti
relay.
F. HASIL KERJA

Pemeriksaan Komponen Hasil Pemeriksaan / Perbaikan, Penyetelan


Keadaan yang dilakukan

1. Kerja Hidraulic Unit _________________ ___________________

________________ ___________________
2. ABS Hydraulic Unit

_________________ ___________________
3. ABS Control Module

4. Speed Sensor Roda _________________ ___________________


Depan.

5. Speed Sensor Roda _________________ ___________________


Belakang

6. ABS Fail - Safe Relay _________________ ___________________

7. ABS Pump Motor Relay _________________ ___________________

Kesimpulan :
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________
____________________________________________________________