Anda di halaman 1dari 2

TINDAK LANJUT EFEK SAMPING OBAT

DAN KTD
No. : Pusk.066/99.C/SOP/III/2016
SOP dokumen
No. :
revisi
Tanggal : 20 Maret 2016
terbit
Halaman : 1/2

UPTD YOSEPH SUDI


PUSKESMAS NIP:197212271994031009
GOLOWELU

1. Pengertian Tindak lanjut efek samping obat dan KTD adalah suatu kegiatan menangani
dampak atau pengaruh yang merugikan dan tidak diinginkan yang timbul
sebagai hasil dari suatu pengobatan yang dimulai dengan proses pencatatan,
pemantauan dan pelaporan efek samping obat dan kejadian tidak diharapkan
(KTD)
2. Tujuan Sebagai acuan petugas untuk :
1. Meningkatkan keamanan penggunaan obat
2. Meningkatkan keselamatan pasien
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Golowelu nomor tentang Farmasi
Klinik
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
2. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas,
2003
3. Pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik di Puskesmas, 2011
5. Prosedur A. Alat dan Bahan : ATK
B. Langkah-langkah :
1. Semua unit kerja di puskesmas menyampaikan informasi terkait kecurigaan
terjadinya efek samping obat dan dilaporkan ke bagian farmasi untuk
pengumpulan data yang lengkap dan analisis, termasuk nama penyakit,
riwayat terapi dan pengobatan, sehingga dapat dideskripsikan efek samping
obat yang dicurigai
2. Efek samping obat yang serius dan tidak diharapkan harus dilaporkan ke
Badan Pengawasan Obat dan Makanan
3. Apabila dicurigai atau diketahui adanya efek samping atau kejadian yang
tidak diharapkan akibat penggunaan obat maka segera hentikan obat-obatan
yang digunakan
4. Petugas Farmasi bersama dokter melakukan analisa terhadap kemungkinan
penyebab efek samping :
a. Bila efek samping yang ditimbulkan akibat efek farmakologinya terlalu
besar maka setelah gejala menghilang dan kondisi pasien pulih maka
pengobatan dapat dimulai lagi dengan dosis kecil
b. Bila efek samping yang ditimbulkan dicurigai sebagai reaksi alergi maka
obat dihentikan pemberiaannya karena reaksi alergi akan bertambah berat
pada kontak berikutnya terhadap obat
c. Bila sebelumnya digunakan berbagai jenis obat dan tidak diketahui
dngan pasti obat mana yang menimbulkan efek samping maka pengobata
dimulai lagi satu persatu dengan melihat efek atau gejala yang dialami
pasien setelah kontak lagi dengan obat
5. Berdasarkan hasil analisa masalah maka dokter selaku penanggungjawab
klinis melakukan tindakan penanganan terhadap masalah atau gejala yang
ditimbulkan akibat penggunaan obat
6. Efek samping obat yang harus dilaporkan dan didokumenatasikan adalah
yang bersifat berat, fatal dan meninggalkan gejala sisa
7. Monitoring efek samping obat ( MESO) dikoordinasikan oleh petugas
farmasi, dokter, perawat dengan menggunakan formulir monitoring efek
samping obat
8. Monitoring dan pelaporan efek samping obat harus didokumentasikan
10. Laporan ditujukan kepada dinas kesehatan kabupaten .
6. Bagan alur
7. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
8. Unit terkait 1. Apotek
2. Rawat inap
3. Jejaring
9. Dokumen 1. LPLPO
terkait 2. Formularium Nasional
3. Daftar obat esensial Nasional
10. Rekaman No Yang Isi Tanggal
historis diubah perubahan mulai
perubahan diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai