Anda di halaman 1dari 19

APLIKASI TURUNAN EM1201

Minggu ke-13
PROGRAM STUDI MANAJEMEN REKAYASA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN SEMEN INDONESIA
Laju-laju yang Saling Berkaitan

Jika didapatkan peubah y yang bergantung kepada waktu t,


dy
Maka turunan y terhadap waktu t, , disebut laju sesaat perubahan.
dt
Jika y adalah sebuah jarak, Maka laju sesaat perubahan KECEPATAN

Jika selain peubah y yang berkaitan dengan t, terdapat juga peubah x,


dy dx
Maka dan keduanya berkaitan dan disebut laju yang berkaitan.
dt dt

2
Laju-laju yang Saling Berkaitan
Langkah-langkah menyelesaikan soal cerita tentang laju yang berkaitan.
Langkah 1. Andaikan t menyatakan waktu. Gambarlah diagram yang berlaku untuk
semua t > 0. Beri pengenal besaran-besaran yang nilainya tidak berubah
bila t bertambah, dengan nilai-nilai konstanta yang diketahui. Berikan
nama huruf pada besaran yang berubah sesuai waktu, dan bubuhkan
garis-garis yang sesuai dari gambar dengan peubah-peubah ini.
Langkah 2. Nyatakan apa yang diketahui dan informasi apa yang diinginkan
tentang peubah-peubah. Informasi ini akan berbentuk turunan-turunan
terhadap t.
Langkah 3. Tulislah sebuah persamaan yang menghubungkan peubah-peubah yang
berlaku untuk semua waktu t > 0, bukan hanya pada saat beberapa saat
tertentu.
Langkah 4. Diferensialkan persamaan yang ditemukan dalam langkah 3 secara
implisit terhadap t. Persamaan yang dihasilkan, memuat turunan-
turunan terhadap t, berlaku untuk semua t > 0.
Langkah 5. Gantikan persamaan yang ditemukan dalam langkah 4 untuk semua
data yang berlaku pada saat tertentu. Selesaikan turunan yang
diinginkan.
3
Laju-laju yang Saling Berkaitan
Contoh:
Seorang anak menerbangkan layang-layang. Jika tinggi layang-layang 90
dm di atas tangan anak itu dan angin meniupnya pada arah mendatar
dengan laju 5 dm/detik, berapa kecepatan anak tersebut mengulur
benang pada saat panjangnya 150 dm ? ( Asumsikan benang membentuk
sebuah garis, walaupun sebenarnya anggapan ini tidak realistis ).
Jawab
Langkah : Diagram
x: Jarak antara anak dengan
Kec. Angin layang-layang (dm)
5 dm/s y: tinggi layang-layang (dm)
z: panjang benang (dm)
z = 150 dm t: lamanya waktu saat mengulur
yy==90
90dm
dm benang
Tangan si Jadi, kecepatan: bertambahnya
anak jarak si anak dengan layang-
x layang. 4
Laju-laju yang Saling Berkaitan
Langkah 2: Identifikasi laju perubahan yg diketahui dan ditanyakan
dx
Diketahui kecepatan angin 5 dm/2, maka 5 dm/s .
dt
Tinggi y = 90 dm, dikatakan tinggi y tidak berubah dari waktu ke waktu.
dy
Sehingga, 0 . Panjang benang saat itu adalah z = 150 dm.
dt dz
Yang ditanyakan adalah kecepatan mengulur benang,
dt

Langkah 3: Persamaan-persamaan yang digunakan


Teorema Phytagoras: z 2 x 2 y 2

Langkah 4: Diferensialkan persamaan di langkah 3 terhadap t


Turunan implisit dan memakai aturan rantai, sehingga
dz dx dy
2z 2x 2 y
dt dt dt
dz dx dy
z x y
dt dt dt 5
Laju-laju yang Saling Berkaitan
Langkah 5. Selesaikan Persamaan pada langkah 4
dx dy
5 dm/s 0 y = 90 dm z = 150 dm
dt dt
dz
Tentukan panjang x. Sehingga dapat dihitung
dt
z 2 x2 y2
dz dx dy
x z y
2 2 2 z x y
dt dt dt
x z2 y2 dz
(150) (120).(5) (90).(0)
(150) 2 (90) 2 dt
dz 600
22500 8100
dt 150
14400 4
120
Jadi, kecepatan si anak mengulur benang saat panjang benang 150 dm
adalah 4 dm/s 6
Laju-laju yang Saling Berkaitan
Soal Latihan

1. Minyak memancar dari tanker bocor menyebar dalam bentuk


lingkaran yang bertambah dengan laju konstan 5 km2/jam.
Seberapa cepatkah bertambahnya jari-jari tumpahan ketika
luasnya 16 km2.
2. Balon bulat membumbung tinggi dan volume balon tersebut
bertambah dengan laju 3 cm3/menit. Berapa cepat laju
diameter balon bertambah bila jari-jari 8 cm?
3. Tangga dengan panjang 13 m disandarkan pada dinding. Jika
dasar tangga ditarik menjauh dari dinding dengan laju konstan
6 m/s, maka seberapa cepatkah bagian atas tangga turun
ketika berada 12 m di atas tanah?

7
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi

Definisi Fungsi f(x) dikatakan


monoton naik pada interval I jika untuk

x1 x2 f x1 f x2 , x1 , x2 I

f(x2)
f(x1)

x1 x2
I

Fungsi f(x) monoton naik pada selang I

8
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi

monoton turun pada interval I jika untuk

x1 x2 f x1 f x2 , x1, x2 I

f(x1)
f(x2)

x1 x2
I

Fungsi f monoton turun pada selang I

9
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi

Konstan pada interval I jika untuk

Untuk semua x1 , x2 f x1 f x2 , x1 , x2 I

f(x1) = f(x2)

x1 x2
I

Fungsi f konstan

10
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi
Teorema 1 : Andaikan f diferensiabel di selang tertutup I [a,b] , maka
Fungsi f(x) monoton naik pada I jika f '( x) 0 x I
Fungsi f(x) monoton turun pada I jika f '( x) 0 x I
Fungsi f(x) konstan pada I jika f '( x) 0 x I

x 2 2x 4
Contoh Tentukan selang kemonotonan dari f ( x)
x2
Jawab :
(2 x 2)( x 2) 1( x 2 2 x 4) 2 x 6 x 4 x 2 x 4
2 2

f ' ( x)
( x 2) 2 ( x 2) 2

x 2 4 x x( x 4)

( x 2) 2
( x 2) 2
0 Tidak ada 0
+++++++ ------------ --------- ++++++ f(x)
0 2 4 x
f(x) monoton naik pada (,0) dan (4,)
f(x) monoton turun pada (0,2) dan (2,4).
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi
Latihan Soal:
Tentukan selang kemonotonan dari:
1. g ( x) x 2 2 x 8
2. y x 16 x 2
x 2 3x 4
3. f ( x)
x2

12
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi

Definisi: Andaikan f diferensiabel pada suatu selang.


Fungsi f(x) cekung ke atas (concave upward) pada suatu selang jika f(x)
naik pada selang tersebut
Fungsi f(x) cekung ke bawah (concave downward) pada suatu selang jika
f(x) turun pada selang tersebut
Cekung
ke atas
Cekung
ke bawah

Teorema:
(a) Jika f(x) > 0 pada suatu selang terbuka (a,b) maka f cekung ke atas pada (a,b)
(b) Jika f(x) < 0 pada suatu selang terbuka (a,b) maka f cekung ke bawah pada (a,b)

13
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi
Contoh 1:
Tentukan selang terbuka ketika fungsi f cekung ke atas atau cekung ke bawah!
6
f ( x)
x2 3
Jawab:
f ( x) 6( x 2 3) 1
f ( x) 6.(1).( x 2 3) 2 .(2 x) 12 x( x 2 3) 2
12 x

( x 2 3) 2
(12).( x 2 3) 2 (2).( x 2 3).(2 x).(12 x)
f ( x)
( x 2 3) 4
( x 2 3)[12( x 2 3) 48 x 2 ] 12 x 2 36 48 x 2 36 x 2 36
2
( x 3)
2 4
( x 3)
2 3
( x 3) 3
36( x 2 1)
2
( x 3) 3
14
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi
Tentukan pada titik x berapakah, f(x) = 0
f ( x) 0
36( x 2 1)
0
( x 2 3) 3
36
( x 2
1) 0
( x 3)
2 3

+++
Jadi, pembuat 0 adalah
x2 1 0
x2 1
x 1
Uji f(x) di titik: (-,-1), (-1,1), (1, )
+++++ ------------- +++++
Cekung ke -1 Cekung ke bawah 1 Cekung ke
atas atas
15
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi
Contoh 2:
Tentukan selang terbuka ketika fungsi f cekung ke atas atau cekung ke bawah!
x2 1
f ( x) 2
x 4
Jawab:
x2 1
f ( x) 2
x 4
(2 x)( x 2 4) (2 x)( x 2 1) 2 x 3 8 x 2 x 3 2 x
f ( x)
( x 2 4) 2 ( x 2 4) 2
10 x
2
( x 4) 2
(10)( x 2 4) 2 (2)(2 x)( x 2 4)(10 x)
f ( x)
( x 2 4) 4
( x 2 4)[10( x 2 4) 40 x 2 ] 10 x 2 40 x 2 40 30 x 2 40
2
( x 2 4) 4 ( x 2 4) 3 ( x 4) 4
10(3x 2 4)

( x 2 4) 4 16
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi
10(3x 2 4)
f ( x)
( x 2 4) 4
10(3x 2 4)
0
( x 2 4) 4
Tidak ada titik x sehingga f(x) = 0.
Syarat agar f(x) terdefinisi adalah ( x 2 4) 0
( x 2 4) 0
x2 4
x 2 f tidak kontinu di x = 2
Uji kecekungan pada interval (-,-2), (-2,2), (2,)

+++++ ------------- +++++


Cekung ke -2 Cekung ke bawah 2 Cekung ke
atas atas

17
Selang Naik dan Selang Turun; Kecekungan Fungsi
Latihan Soal:
Tentukan selang terbuka ketika fungsi cekung ke atas atau cekung ke bawah!
24
1. f ( x)
x 2 12
3x 5 40 x 3 135 x
2. y
270
3. h( x) x 5 5 x 2

18
TUGAS

Latihan 4.1: 7,10, 28


Latihan 4.2: 11, 12, 21

Anda mungkin juga menyukai