Anda di halaman 1dari 6

1.

Ayam

Source: Pexels
Hewan ovipar pertama adalah ayam. Ayam merupakan hewan bertelur dari kelas aves
(unggas). Ayam betina memulai proses berkembang biak dengan cara perkawinan dengan
ayam jantan, lalu dimulailah proses pembuahan dalam organ reproduksi ayam betina. Ayam
betina menghasilkan telur yang dikeluarkan melalui anus, lalu dierami selama 20-21 hari.
Tujuan proses pengeraman ini adalah untuk menjaga suhu telur agar tetap hangat sehingga
embrio ayam di dalam cangkang telur dapat berkembang dengan baik hingga menetas menjadi
anak ayam.
2. Angsa

Source: skeeze
Sama dengan ayam, angsa
juga merupakan hewan ovipar
yang termasuk dalam kelas
aves. Angsa berkembang biak
dengan cara bertelur yang
dikeluarkan oleh induk angsa
betina dan lalu dierami selama
21 hari sampai menetas. Telur
angsa berukuran lebih besar
bila dibandingkan dengan
telur hewan unggas lainnya.
Secara umum, proses
pembuahan angsa sama persis dengan ayam dari mulai perkawinan dengan jantan hingga
terjadi pembuahan di sel reproduksi betina yang menghasilkan telur.
3. Burung

Souce: roseannc
Burung merupakan hewan bersayap yang juga berkembang biak dengan cara bertelur. Semua
jenis burung yang hidup di dunia ini berkembang biak sebagai hewan ovipar, yaitu bertelur.
Hanya, masing-masing burung memiliki periode masa kembang biak yang berbeda.
Contohnya, burung merak. Burung ini memiliki periode berkembang biak yang sangat terbatas
dan tidak menghasilkan telur dalam jumlah banyak sehingga keberadaan burung merak makin
hari makin langka.
4. Ikan

Source: warner22brigitte
Ikan adalah jenis hewan air yang juga berkembang biak dengan cara bertelur. Uniknya, ikan
berbeda dengan hewan ovipar lain dari kelas aves yang pembuahan terjadi di tubuh betinanya.
Ikan sebaliknya hanya dapat melakukan proses pembuahan di luar tubuh. Ikan betina akan
mengeluarkan sel-sel telur ke perairan dan ikan jantan lalu menyemprot sel telur itu dengan sel
protozoa. Sel telur dan protozoa kemudian bertemu dan terjadilah proses pembuahan yang
membentuk telur-telur ikan untuk lalu menetas menjadi individu baru.
5. Katak

Source: Catkin
Hewan amfibi, atau hewan yang dapat hidup di darat dan di air, ini termasuk dalam hewan
ovipar yang juga melakukan proses pembuahan di luar tubuh seperti halnya ikan. Namun,
proses kembang biak katak lebih kompleks karena telur katak akan mengalami proses
metamorphosis yaitu proses perubahan telur katak menjadi zigor, kecebong, katak muda dan
akhirnya tumbuh besar sebagai katak dewasa. Unik bukan karena telurnya tidak menetas sama
sekali melainkan langsung berubah.
6. Serangga

Source: Heamer
Kupu-kupu, belalang, semut, laron, jangkrik dan lain sebagainya yang termasuk dalam kelas
serangga berkembang biak melalui proses bertelur. Telur-telur serangga ini dibuahi di tubuh
betina dan dikeluaran di pohon-pohon, dedaunan atau tanah yang hangat untuk menetas.
Beberapa jenis serangga seperti kupu-kupu mengalami proses metamorphosis yaitu telur kupu-
kupu yang menetas menjadi ulat yang menggulung diri di daun pohon dan akan berubah
menjadi kepompong dan berakhir pada kupu-kupu dewasa. Proses ini bisa berbeda-beda
tergantung jenis serangganya.
7. Platipus
Hewan unik ini adalah
jenis hewan semi-akuatik
yang masuk dalam kelas
mamalia. Meski ia
bertelur, namun platypus
juga menyusui anaknya.
Platypus adlaah hewan
yang memiliki postur
tubuh pendek dan paruh
mirip bebek dengan kaki
berselaput. Hewan ini
memang tergolong aneh
dan langka sehingga
keberadaannya juga
makin sulit ditemukan. Platypus akan bertelur dan setelah anak-anaknya menetas, ia akan
menyusui anak-anaknya.
8. Reptil

Source: skeeze
Hewan reptil seperti buaya, tokek, dan cicak juga termasuk golongan hewan yang bertelur
sebagai media berkembang biak. Hewan-hewan tersebut bertelur dan lalu dierami oleh induk
betinanya menunggu untuk menetas. Telur-telur ini harus dijaga kondisinya agar suhu
senantiasa hangat yang mendukung proses pembuahan. Biasanya, telur-telur hewan reptil ini
disimpan di tanah lalu ditutupi atau di sudut-sudut lahan atau area yang kering dan terjaga
suhunya.

9. Ular
Source: PublicDomainPictures
Hewan melata yang banyak ditakuti orang ini juga berkembang biak dengan cara bertelur.
Proses pembuahan terjadi di dalam tubuh ular betina, lalu telur dikeluarkan dari tubuh ular
betina dan dierami di dalam onggokan tanah atau semak kering yang hangat untuk menetas.
Telur-telur ular biasanya berjumlah banyak sekitar 10-20 butir sekali bertelur.
10. Nyamuk

Souce: Freeimages9
Satu lagi hewan yang berkembang biak dengan media telur adalah nyamuk. Seperti yang kita
tahu, telur-telur nyamuk ditetaskan di dalam air untuk kemudian menetas menjadi jentik.
Jentik-jentik bakal nyamuk dewasa ini lalu bertumbuh sebelum akhirnya cukup umur dan
dewasa untuk menjadi nyamuk dewasa yang bisa terbang. Nyamuk berkembang biak dengan
bertelur dalam jumlah banyak, sekali bertelur jumlahnya bisa puluhan hingga ratusan butir.