Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Sholat Jumat

Sholat Jumat adalah sholat 2 rokaat yang dilakukan di hari Jumat secara berjamaah setelah khutbah
Jumat setelah masuk waktu Dhuhur.

Untuk dapat melakukan sholat Jumat berjamaah, jumlah yang hadir harus minimal 40 orang dan
dilakukan di masjid yang dapat menampung banyak jamaah.

Hukum Sholat Jumat


Hukum sholat jumat bagi laki-laki adalah wajib. Hal ini berdasarkan dalil sholat Jumat yang diambil
dari Al Quran, As-Sunnah dan ijma atau kesepakatan para ulama. Dalilnya adalah surat Al Jumuah
ayat 9 yang berbunyi,

Hai orang-orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan sholat


Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual
beli."

Sedangkan hadist Nabi yang memerintahkan untuk melaksanakan sholat Jumat adalah dari hadist
Thariq bin Syihab yang bunyinya,

Jumatan adalah hak yang wajib atas setiap muslim dengan berjamaah, selain atas
empat (golongan), yakni budak sahaya, wanita, anak kecil atau orang yang sakit."
(HR. Abu Dawud)

Jadi, hukum shalat Jumat bagi laki-laki adalah fardhu ain, yakni wajib dilakukan bagi setiap laki-
laki. Sedangkan bagi wanita tidak diwajibkan, namun tetap harus melaksanakan sholat Dhuhur.

Yang Diwajibkan Sholat Jumat


Hal-hal yang perlu diketahui tentang siapakah yang diwajibkan untuk melakukan sholat Jumat,
berikut penjelasannya.

1. Muslim yang sudah baligh dan berakal. Meski anak laki-laki yang belum baligh belum
mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan sholat Jumat namun hendaknya anak laki-laki
yang sudah mumayyiz (berumur sekitar 7 tahun ) maka orang tua atau walinya diminta untuk
memerintahkan anak tersebut menghadiri sholat Jumat.
2. Laki-laki. Tidak ada kewajiban melakukan sholat Jumat bagi perempuan. Maka hukum sholat
Jumat bagi wanita adalah mubah.
3. Orang yang merdeka, bukan budak sahaya. Pada poin ini, terdapat perbedaan pendapat antar
ulama, karena berdasarkan hadist, hamba sahaya atau budak tidak wajib melakukan sholat
Jumat. Dasar pemikirannya adalah karena tuannya sangat memerlukan tenaganya sehingga
sang hamba sahaya tidak dapat leluasa melakukan sholat Jumat.

Namun sebagian ulama menyatakan, bila majikannya mengizinkan dirinya untuk melakukan
sholat Jumat maka sang hamba sahaya wajib menghadiri sholat Jumat tersebut karena tidak
ada lagi uzur yang menghalangi. Pendapat ini dikuatkan oleh as-Syaikh Muhammad bin
Shalih as-Utsaimin (Asy-SyarhulMumti 5/9).
4. Orang yang menetap dan bukan musafir ( orang yang sedang bepergian ). Dasar
pemikirannya adalah ketika Rasulullah SAW dahulu melakukan safar atau bepergian, beliau
tidak melakukan sholat Jumat dalam safarnya. Pun ketika Nabi SAW menunaikan haji wada
di Padang Arafah ( wukuf ) pada hari Jumat beliau menjama sholat dhuhur dan ashar dan
tidak melakukan shalat Jumat.
5. Orang yang tidak memiliki halangan atau uzur yang dapat mencegahnya menghadiri shalat
Jumat. Apabila orang tersebut memiliki halangan, maka dia hanya wajib melakukan sholat
dhuhur saja. Diantara orang yang memiliki uzur dan diperbolehkan meninggalkan shalat
Jumat adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab keamanan dan kemaslahatan umat,
diantaranya adalah petugas keamanan, dokter dan sebagainya.
6. Orang sakit yang membuatnya tidak mampu menghadiri shalat Jumat dan akan menemui
kesulitan untuk melaksanakan bukan sekedar perkiraan, seperti terkena diare misalnya, maka
diperbolehkan tidak melakukan shalat Jumat.

Maka bagi yang diwajibkan sholat Jumat sebagaimana di atas namun tidak mengerjakan dengan uzur
syari, hukum meninggalkan sholat Jumat adalah haram.

"Barang siapa yang meninggalkan shalat jumat 3 (tiga) kali tanpa sebab maka
Allah akan mengunci mata hatinya." (H.R. Malik)

Hadist lain pun menyebutkan

"Barang siapa yang tidak mengerjakan Shalat Jumat tiga kali karena
meremehkannya maka Allah akan mengunci mata hatinya." (H.R. At Tirmidzi)

Keutamaan Sholat Jumat dan Sejarah Sholat Jumat


Keutamaan hari Jumat dalam Islam adalah hari Jumat merupakan penghulunya hari (sayyidul
ayyam). Hari Jumat pun oleh umat beragama Islam dianggap sebagai hari istimewa, hal ini karena
Nabi Adam As diciptakan pada hari Jumat serta dimasukkannya beliau ke dalam surga.
Selain itu, pada hari Jumat juga hari saat nabi Adam dikeluarkan dari surga menuju bumi, serta
terjadinya kiamat yang juga akan terjadi di hari Jumat sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi
Muhammad SAW dalam sebuah hadist. Dari Aus bin Aus, Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya diantara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Pada
hari itu Adam diciptakan dan pada hari itu pula Adam diwafatkan, di hari itu
tiupan sangkakala pertama dilaksanakan, di hari itu pula tiupan kedua dilakukan.
(HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Pada hari Jumat juga diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa dan dosa-dosa diampuni
hingga hari Jumat berikutnya bila kita bertaubat dan memperbanyak membaca istighfar. Sehingga
hikmah sholat Jumat sangat besar sekali.

Sunnah Jumat (Hal-hal yang dilakukan di hari Jumat)


Setelah mengetahui bahwa shalat Jumat hukumnya wajib bagi laki-laki serta memahami keutamaan
sholat Jumat selain sebagai penambah pahala juga sebagai penghapus dosa, maka yang kemudian
harus diketahui adalah hal-hal yang disunnahkan oleh Nabi sebelum dan sesudah melakukan shalat
Jumat di masjid.

Sunnah-sunnah Sebelum Sholat Jumat


1. Mandi
2. Memotong kuku dan mencukur kumis
3. Memakai pakaian yang rapi dan bersih ( lebih diutamakan berwarna putih )
4. Memakai wangi-wangian. Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan memakai pakaian
yang terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi melaksanakan
shalat Jumat dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu mengerjakan shalat Sunnah,
kemudian imam datang dan ia diam sampai selesai shalat jumat maka perbuatannya itu akan
menghapuskan dosa antara jumat itu dan jumat sebelumnya
5. Berdoa ketika keluar rumah
6. Segera menuju masjid dengan berjalan kaki perlahan-lahan dan tidak banyak bicara.
7. Ketika masuk ke masjid melangkah dengan kaki kanan dan membaca doa.
8. Melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid.
9. Itikaf sambil membaca Al Quran, berdzikir atau bersholawat ketika khatib belum naik ke
mimbar, namun bila khatib telah naik ke mimbar hendaknya para jamaah menghentikan
dzikir atau bacaan Al Quran dan mendengarkan khotbah jumat.

Sunnah-sunnah Setelah Sholat Jumat


Setelah shalat Jumat, jamaah disunnahkan membaca dzikir dan mengerjakan shalat sunnah badiyah
Jumat baik saat di masjid atau ketika telah berada di rumah.

Menurut riwayat, Nabi Muhammad SAW mengerjakan shalat sesudah shalat jumat
dua rakaat di rumahnya. (HR. Al Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah)

Di hari Jumat kita diperintahkan untuk memperbanyak shalawat atas Nabi SAW. Dari Abu Umamah
, Rasulullah SAW bersabda,

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku


akan diperlihatkan padaku setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat
kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti. (HR.
Baihaqi).

Kebiasaan Nabi yang lain pada setiap hari Jumat adalah membaca surat Al Kahfi, rentang waktunya
dimulai sejak terbenamnya matahari di hari Kamis hingga terbenamnya matahari di hari Jumat.

Rasulullah bersabda,

Barangsiapa membaca surat al Kahfi pada hari Jumat, akan bersinar baginya
cahaya antara dirinya dan Baitul Haram. (HR. Baihaqi).

Datang ke masjid lebih awal juga merupakan perbuatan yang utama bagi laki-laki yang akan
menunaikan shalat jamaah Jumat. Sebagaimana sebuah hadist yang menyebutkan, dari Abu Hurairah
berkata, Rasulullah SAW bersabda,

Pada hari Jumat di setiap pintu masjid ada beberapa malaikat yang mencatat satu
persatu orang yang hadir sholat jumat sesuai dengan kualitas kedudukannya.
Apabila imam datang atau telah naik mimbar, maka para malaikat itu menutup
lembaran catatan tersebut lalu mereka bersiap-siap mendengarkan khotbah sholat
Jumat. Orang yang datang lebih awal diumpamakan seperti orang yang berqurban
seekor unta gemuk, orang yang datang berikutnya seperti yang berqurban sapi dan
orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing. Yang datang
selanjutnya seperti orang yang bersedekah seekor ayam dan berikutnya yang
terakhir seperti orang yang bersedekah dengan sebutir telur. (HR. Bukhori).
Bacaan Doa Sholat Jumat (Niat Shalat Jumat)
Adapun pelaksanaan sholat jumat sama seperti sholat lainnya. Di mulai dengan membaca niat sholat
Jumat seperti dibawah ini:

Artinya: "Aku niat shalat fardhu jumat 2 rakaat menghadap kiblat mengikuti imam karena Allah
ta'ala."

Catatan penting: Jika menjadi IMAM maka kata MA'MUUMAN di ganti menjadi IMAAMAN.

Setelah membaca niat shalat Jumat tersebut, maka Anda dapat melanjutkan dengan bacaan
Takbirotul Ikhram dan Membaca Surat Iftitah, dilanjutkan dengan membaca Surat Al Fatihah seperti
pada saat melaksanakan sholat seperti biasa.

Setelah Anda membaca Surat Al Fatihah lanjutkan membaca surat-surat dalam Al-Quran dan
disunnahkan membaca surat yang agak panjang ayatnya. Kemudian setelah itu laksanakan ruku,
itidal, sujud, duduk di antara sujud, sujud kedua dan kembali berdiri untuk rakaat kedua sampai
tasyahud akhir hingga salam.

Setelah melaksanakan sholat Jumat maka duduklah dengan khusyu sambai berdzikir kepada Allah
SWT. Perbanyaklah membaca dzikir seperti istighfar, shalawat Nabi Muhammad Saw, tahmid, dan
tasmih yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dan berdoa sebagaimana seperti
setelah menunaikan shalat-shalat seperti biasa