Anda di halaman 1dari 2

Five Groups of Distribution channels

Alur pemasaran hasil pertanian adalah proses hasil distribusi dari petani sampai ke konsumen
akhir. Proses pemasaran dan alur yang tepat akan berdampak pada keuntungan bagi petani,
sehingga petani berhasil dalah usahanya. Sedangkan distribusi adalah salah satu aspek dari
pemasaran dimana distribusi ini juga dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang
berusaha melancarkan dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke
konsumen. Sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan seperti jenis, jumlah,
harga, tempat dan saat dibutuhkan.

Lima klompok Distribusi

1. Distribusi secara langsung


Petani setelah panen akan langsung mendistribusikan hasil pertanian mereka secara
langsung ke sejumlah hotel-hotel dan restauran yang berada di sekitaran ubud dan
sekitaran sanur. Karena daerah ubud dan sanur adalah sektor pariwisata yang sangat
diminati oleh wisatawan oleh karena itu maka restoran dan hotel yang ada disana
menginginkan produk pertanian yang kualitasnya bagus. Tetapi sebagian besar hotel
dan restoran tidak memberikan pertimbangan mengenai kualitas namun beberapa hotel
internasional dan layanan catering telah meminta sertifikasi mengenai kualitas produk
yang akan mereka terima. Sistem kontrak didasarkan pada harga dan volume. Order
dari pelanggan di pagi hari atau sehari sebelumnya, persiapan di sore hari dan
pengiriman di pagi hari berikutnya. Petani bisa terlibat langsung dalam pemasaran dan
mengetahui kebutuhan serta permintaan pasar, sehingga mereka bisa mematok harga
sebagaimana mestinya.
2. Petani Terhubung ke Pasar Grosir Tradisional atau Kecamatan setempat.
Dalam distribusi ini petani biasanya menjual hasil pertaniannya sekitar wilayang
mereka seperti pasar tradisional, hotel, dan supermarket yang ad di kecamatan mereka.
Biasanyan pedagang yang di pasar akan langsung megambil pruduk dari petani setelah
di panen biasanya di pagi hari dan sore hari dan produk itu akan langsung di jual di
pasar tradisional. Kalo supplier supermarket hampir sama cuma disana akan
ditambahkan cold storage, agar produk lebbih bertahan lama.
3. Petani Terhubung ke Pemasok dan kemudian ke Institutional Markets / Consumers atau
pasar medern.
Dari petani produk yang mereka jual dibeli oleh pemasok atau perantara kemudian
pemasok itu akan mendistribusikan produknya ke pasar modern seperti supermarker.
Berikutnya ialah, supplier pada supermarket. Hampir sama dengan supplier pada hotel
maupun restoran, hanya saja setelah diterima dari petani, produk biasanya diperlakukan
khusus, dengan menyimpannya pada cold storage sebelum dipasarkan pada konsumen.
Sistem kontrak harganya juga bergantuk pada masing-masing produk tersebut, sebab
sewaktu-waktu harga produk bisa berubah tergantung pada kebutuhan dan permintaan
konsumen.
4. Petani Terhubung ke Kolektor Lokal dan kemudian ke pasar Grosir Sub-Distrik atau
pasar Lokal Tradisional
Secara umum saluran distribusi hasil pertanian secara kecil-kecilan adalah. Petani
biasanya menjual produknya langsung ke local collector. Dari local collector, sayuran
dikirim ke city collector. Biasanya sayuran dikirim ke pasar tradisional yang berada di
daerah perkotaan. Sayuran dikirim pada sore harinya, kemudian sebagian dijual eceran
pada malam harinya, kemudian dini hari dipasaran, tetapi harga yang dipatok berbeda-
beda. Ketika dini hari, harga yang dipatok masih terbilang cukup murah, dibandingkan
dengan siang hari. Karena sayuran itu masih segar.
5. Petani terhubung ke kolektor lokal dan kemudian ke pengumpul kota.
Petani tidak menjual hasil panennya ke tempat lain , mereka cuma menjual ke kolektor
lokal. Kemudian kelektor lokal akan menjual hasil pertanian itu ke pengepul kota.
Akibatnya, harga produk hasil panen petani tersebut dipatok sesuai keinginan local
collector. Keputusan untuk petani terlibat dalam pasar tradisional dan kolektor lokal
daripada pemasok disebabkan oleh kesulitan dalam memenuhi tuntutan kualitas dan
kontinuitas. Biasanya hasil panen tidak diperlakukan kusus cuma di simpan dalam
keranjang dan sampai dipasarkan. Petani menjual hasilnya itu ke kolektor lokal karena
petani tidak mempertimbangkan lagi biaya transportasinya.

Anda mungkin juga menyukai