Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN

PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN I

HISTOLOGI SISTEM PENCERNAAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Praktikum Struktur Perkembangan Hewan I

Yang Dibina oleh Ibu Umie Lestari, M.S.

Oleh
Kelompok 1:

1. Anisya Vero Styaningrum (160342606295)


2. Dymas Ambarwati (160342606289)
3. Retno Elvinawati (160342606271)
4. Rizky Rahma (160342606279)
5. Sinta Dewi Misbahol Kurnia (160342606214)

Offering H

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN BIOLOGI

April 2017
A. Tujuan
1) Mempelajari struktur histologi 4 macam papila lidah.
2) Mempelajari struktur histologi gigi dalam pertumbuhan.
3) Membandingkan struktur histologi saluran pencernaan makanan.
4) Mempelajari struktur histologi hati dan pancreas.

B. Dasar Teori
Histologi adalah bidang ilmu biologi yang mempelajari tentang sruktur jaringan secara
mendetail dengan menggunakan mikroskopis. Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai
bentuk dan fungsi yang sama sehingga membentuk suatu kesatuan struktural dan fungsional yang
nantinya akan membentuk suatu organ (Junguira, LC dan Jose Carneiro, 1980).
System pencernaan (bahasa inggris: digestive system) adalah system organ dalam hewan
multisel yang menerima makanan, mencerna menjadi energy dan nutrient, serta mengeluarkan
sisa proses tersebut melalui anus. Pada dasarnya system pencernaan makanan dalam tubuh
manusia terjadi disepanjang saluran pencernaan (bahas inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi
menjadi tiga bagian yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi didalam usus (Santos,
2007).
Sistem pencernaan (digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses
tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat
jauh berbeda. (Bevelander, 1988). Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis
hewan, tergantung pada inggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis
makanan yang di makannya. Pada hewan invertebrata alat pencernaan umumnya masih sederhan,
dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewab vertebrata sudah
memiliki lat pencernan yang sempurna yang dilakukan secara eksternal (Gunarso, 1979).
Esophagus, disebut juga oesophagus, dari kata oiso=bawa, dan phagelon= makanan.
Bagian saluran pencernaan ini merupakan tabung otot yang berfungsi menyalurkan makanan dari
mulut ke lambung. Ia juga diliputi oleh epitel berlapis gepeng tanpa tanduk. Terdiri dari 4
lapisan: yaitu tunica mucosa, tunica submucosa, tunica muscularis, tunica serosa. Tunica mucosa
dibina atas jaringan epitel, yang terdiri dari sel-sel berlapis banyak dan mengelupas, tetapi tidak
menanduk. Di bawah lamina propria ada lapisan tambahan, disebut tunica muscularis-mucosa,
dibina atas serat-serat otot polos yang letaknya memanjang dan melingkar. Lamina propria
membentuk tonjolan-tonjolan rendah, sehingga tunica ini jadi bergelombang. Jika makanan lewat
gelombang itu hilang dan lumen membuka besar. Tunica submucosa terdiri dari jaringan ikat
dengan serat kolagen dan elastic, dengan banyak pembuluh darah serta urat saraf. Tunica
muscularis terdiri dari dua lapis otot polos: sebelah luar berupa serat otot memanjang, sebelah
dalam berupa serat otot melingkar. Tunica serosa terdiri dari jaringan ikat renggang yang
mengandung banyak jaringan lemak, pembuluh darah dan urat saraf. Lapisan ini relative tebal
jika dibandingkan dengan saluran pencernaan yang diposteriornya.
Usus dua belas jari (duodenum) adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah
lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari
merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir
diligamentum Treitz.Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus
seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat
sembilan.Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas
jari (Hurkat, 1976).
Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus.
Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas
jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot. Usus dua
belas jari (duodenum) adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan
menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian
terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz. Usus
dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput
peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan.
Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.
Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus. Secara
histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas jari
tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot. Usus dua belas
jari dibagi menjadi empat bagian untuk mempermudah pemaparan. Bagian pertama, yaitu pars
suoerior dimulai dari akhir pilorus. Kemudian saluran akan membelok ke lateral kanan. Bagian
ini memiliki panjang 5 cm. Bagian terakhir, pars ascendens berbentuk saluran menaik dan
berakhir pada awal usus kosong (jejunum) (Kay, 1998).
Usus kosong atau jejunum (kadang-kadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua
dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum).
Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus
kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.
Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang
memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari,
yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus
penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus
kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.
Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti lapar dalam bahasa Inggris modern. Arti
aslinya berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti kosong.
Usus penyerapan (bahasa Inggris: ileum) adalah bagian terakhir dari usus halus.
Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak
setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan
8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi
utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak
(ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan
rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan
kolon kanan, sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan kolon kiri.
Fungsi usus besar yaitu: menyimpan dan eliminasi sisa makanan, menjaga keseimbangan cairan
dan elektrolit, dengan cara menyerap air dan mendegradasi bakteri. Secara makroskopis usus
besar dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus, kolon
desenden, sigmoid, dan rektum. Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis.
Karakteristik utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus
halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak memiliki sel
granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak. Gambaran
histologis usus besar secara umum yaitu mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan
lebih lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus. Epitel usus besar berbentuk
silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus Lamina propria
usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler dan nodulus limfatikus. Seperti pada usus halus,
tunika muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam dan lapisan
longitudinal sebelah luar. Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak, dan pleksus
Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa.
Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat subserosa.
Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan, terletak
dibagian depan rongga badan, dan menglilingi usus, bentuknya tidak tegas. Fungsi hati
menghasilkan empedu yang di simpan dalam kantung empedu, berwarna kehijauan terletak
disebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk
menyimpan empedu. Pancreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar
dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan
hormon insulin (Syarifuddin, 2006).
Adapun fungsi hati bagi tubuh sebagai sebagai tempat untuk menyimpan gula dalam
bentuk glikogen, menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit
penyakit, mengatur kadar gula dalam darah, sebagai tempat pengubahan provitamin A menjadi
vitamin A, menghasilkan empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak,menguraikan
molekul hemoglobin tua, menghilangkan hormon-hormon berlebihan,membentuk protein
tertentu dan merombaknya, pembentukan dan pengeluaran lemak dan kolesterol (Wildan,1996).
Struktur histologi saluran pencernaan umumnya mempunyai sifat structural tertentu yang terdiri
atas 4 lapisan utama yaitu: lapisan mukosa, submucosa, lapisan otot, dan lapisan serosa. Saluran
mukosa terdiri atas (1) epitel pembatas (2) lamina propria yang terdiri dari jaringan penyambung
yang kaya pembuluh darah kapiler dan limfe dan sel-sel otot polos, yang juga mengandung
kelenjar dan jaringan limfoid (3) muskularis mucosae. Submucosa dan kelenjar jaringan limfoid.
Serosa merupakan lapisan tipis yang terdiri atas (1) jaringan penyambung jarang, kaya akan
pembuluh darah dan jaringan adiposa dan (2) epitel gepeng selapis (mesotel).
Histologi pencernaan yang kami amati yaitu (1) Lidah, yaitu suatu massa otot lurik yang
diliputi oleh membrane mukosa. Pada permukaan dorsalnya diliputi oleh banyak tonjolan kecil
yang dinamakan papilae dan lamina propria yang terdapat 4 jenis papilae yaitu: papilae foliate,
papilae filiformis, papilae fungiformis, papilae circumfalate (2) Oesofagus diselaputi oleh epitel
berlapis gepeng tanpa tanduk. Pada bagian ujung distal oesofagus, lapisan otot hanya terdiri sel-
sel otot polos, dan pada ujung proksimal, hanya sel-sel otot lurik (3) Lambung secara struktur
histologis dapat dibedakan menjadi: kardia, korpus, fundus, dan pylorus (5) Usus halus terdiri
atas 3 segmen: duodenum, jejunum, dan ileum. (6) Pankreas tersusun atas bagian eksokrin dan
endokrin. (7) Hati merupakan organ terbesar dari tubuh, setelah kulit, terletak dalam rongga
abdomen di bawah diafragma (8) Usus besar terdiri atas membran mukosa tanpa lipatan kecuali
pada bagian distalnya (rektum) dan tidak terdapat vili usus. Epitel yang membatasi adalah toraks
dan mempunyai daerah kutikula tipis.

C. Alat dan Bahan


1. Alat:
Mikroskop
2. Bahan:
Preparat awetan Ileum Kelinci Preparat awetan gigi
Preprat awetan Jejunum Kelinci Preparat awetan esophagus
Preparat awetan Doeodenum Kelinci Preprat awetan papilla filiformis
Preparat awetan Colon Kelinci Preparat awetan papilla foliate
Preparat awetan Pancreas Preparat awetan papilla sirkumvalata
Preparat awetan Hati Marmut Preparat awetan lambung

D. Prosedur kerja
1.
Preparat awetan Ileum Kelinci

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil

2.
Preparat awetan Jejunum Kelinci

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil

3. Preparat awetan Duodenum Kelinci

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil

4. Preparat awetan colon kelinci

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil
5. Preparat awetan pankreas

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil

6. Preparat awetan hati marmut

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil

7. Preparat awetan gigi

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk

Hasil

8. Preparat awetan esophagus


Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil

9. Preparat awetan papilla filiformis

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil
10. Preparat awetan papilla foliate

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil

11. Preparat awetan papilla sirkumvalata

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil
12. Preparat awetan lambung

Disiapkan alat dan bahan yang akan diamati (mikroskop cahaya dan preparat)
Diambil preparat awetan
Diletakkan preparat dimeja benda pada mikroskop
Diatur revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) untuk memutar lensa objektif
sehingga mengubah perbesaran
Diatur objective lense (lensa objektif) untuk memperbesar spesimen.
Diatur vertical feed knob (sekrup pengatur vertikal) dan horizontal feed knob(sekrup
pengatur horizontal) serta coarse focus knob (sekrup fokus kasar) dan juga fine focus
knob (sekrup fokus halus).
Diambil gambar dengan hp bila gambar terlihat jelas, gambar perlahan objek
tersebut di atas kertas/buku sementara hingga selesai.
Jika selesai maka pindahkan gambar ke kertas dan digambar kembali dibuku gambar
dengan rapi untuk kemudian diberi keterangan-kerangannya.

Hasil
E. Hasil pengamatan

No Gambar pengamatan Gambar literature


1

Nama preparat: Preparat Gigi


Perbesaran : 10 x 10
Keterangan: Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &
a) Odontoblas Atlas, 12e
b) Pulpa dentis
c) Ameloblas
d) Lapisan intermedium
e) Retikulum stelata
f) Epitel email luar
2.

a
Nama preparat: Preparat Papila Foliata
Lidah Kelinci
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan:
a. Papila foliata

Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &


Atlas, 12e
3
a b c d e f g
Nama preparat: Preparat Esofagus
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan: Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &
a. Lumen Atlas, 12e
b. Epitel
c. Lamina propria
d. Muskularis mukosa
e. Submukosa
f. Lapisan sirkular (dalam)
g. Lapisan longitudinal (luar)
4.

a b c
Nama preparat: Preparat papilla filiformis
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan:
a. Bagian yang tidak terkeratinasi
Sumber: Internet
b. Keratohialin
c. Lamina propria
5.

a c b d e
Nama preparat: Preparat Lambung
Perbesaran : 4 x 10
Keterangan: Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &
a. Epitel permukaan Atlas, 12e
b. Lamina propria
c. Muskularis mukosa
d. Submukosa
e. Muskularis
6.

a c d e b f
Nama preparat: Preparat Ileum
Sumber: Junqueira's Basic Histology Text
Perbesaran : 10 x 10
& Atlas, 12e
Keterangan:
a. Vili intestinal
b. Plika sirkularis
c. Epitel
d. Lamina propria
e. Muskularis mukosa
f. Submukosa
7.

Keterangan:

a b c d e
Nama preparat: Preparat Duodenum
Kelinci
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan:
Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &
a. Vili intestinales
Atlas, 12e
b. Muskularis mukosa
c. Kelenjar brunner
d. Mukosa
e. Submukosa
8.

a b c d e
Nama preparat: Preparat Yeyenum Kelinci
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan: Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &

a. Vili intestinal Atlas, 12e

b. Epitel
c. Lamina propria
d. Kriptus lieberkuhn
e. Muskularis mukosa
9.

a f b c d e Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &


Nama preparat: Preparat Colon Kelinci Atlas, 12e
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan:
a. Lubang kelenjar usus
b. Sel goblet
c. Kelenjar usus
d. Muskularis mukosa
e. Submukosa
f. Mukosa

`
10.

a c b
Nama preparat: Preparat Pankreas Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &
Perbesaran : 10 x 10 Atlas, 12e
Keterangan:
a. Jaringan eksokrin (asini)
b. Septa jaringan ikat
c. Jaringan endokrin (pulau
langerhans)
11.

a b
Nama preparat: Preparat Hati Marmut Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &
Perbesaran : 10 x 10 Atlas, 12e
Keterangan:
a. Pusat pembuluh darah
b. Triad portal dalam jalur portal

12.

a b c d e Sumber: Junqueira's Basic Histology Text &


Atlas, 12e
Nama preparat: Preparat Sirkumvalata
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan:
a. Parit
b. Dinding luar
c. Kuncup kecap
d. Papilla sirkumvalata
e. Kelenjar ebner

F. Analisis dan Pembahasan


1. Preparat gigi
Pada hasil pengamatan preparat gigi ini ditemukan adanya struktur-struktur dari
gigi yaitu, odontoblast, pulpa dentis, ameloblas, lapisan intermedium, dan reticulum
stelata. Pada odontoblast ini berfungsi untuk menghasilkan komponen organik matriks
pre-dentin dan dentin, seperti kalogen dan proteoglikan. Odontoblast merupakan sel akhir
dan tidak dapat mengalami mitosis lagi. Sedangkan pada pulpa dentin ini merupakan
jaringan lunak yang terletak di bagian tengah gigi. Pulpa terdiri dari komponen
ekstraseluler, pembuluh darah, saraf, dan sel. Pulpa ini memiliki empat fungsi yaitu untuk
membentuk dentin, mensuplai nutrisi, mempertahankan gigi dan juga sebagai persarafan
sensori. Pada ameloblast ini merupakan sel-sel epitelium yang menjadi semakin panjang
dan silindris yang nantinya akan berfungsi untuk membentuk email/enamel. Epitel email
luar ini merupakan bahan terkeras dan paling banyak mengandung kalsium. Secara kimia,
email merupakan email yang terklasifikasi dengan bahan organik terutama kalsium
oksalat. Email pada gigi ini berfungsi untuk melapisi mahkota pada gigi.
Dari hasil pengamatan preparat gigi ini, jika dibandingkan dengan literature
kelompok kami telah menemukan streuktur-struktur gigi dengan lengkap sesuai dengan
apa yang ada pada literature.
2. Preparat Papilla foliata
Pada Papilla foliate ini tersusun sebagai tonjolan-tonjolan yang sangat padat
sepanjang pinggir lateral belakang lidah, papila ini mengandung banyak puting kecap.
Papilla foliate ini terletak pada lipatan dan celah bagian lateral lidah. Sensitivitas papila
ini lebih dominan terhadap rasa asam yang diinervasi oleh nervus glossopharyngeal, jadi
fungsi papilla foliate ini untuk mendeteksi adanya rasa asam.
Pada hasil pengamatan preparat papilla foliate ini kami hanya penemukan papilla
foliate saja, sedangkan jika dibandingkan dengan literature ini kami tidak mengamati
adanya, kuncup kecap, taste buds, ducts, striated muscle, serous glands. Ini mungkin
dikarenakan pada saat pengamatan menggunakan mikroskop ini kurang focus, mungkin
juga dikarenakan pada saat mengamati kami tidak mencari bagian yang ada taste buds,
ducts, dll tersebut, sehingga yang kami amati dan kami temukan hanya papilla foliate
saja.
3. Preparat esophagus
Pada pengamatan preparat esofagus, hasil yang diperoleh dan dibandingkan
dengan literatur, terlihat lumen,epitel,lamina propiria,muskularis mukosa,
submukosa,lapisan sirkular (dalam),lapisan longitudinal(luar). Pada Esofagus jaringan
epitel penyusunnya yaitu epitel pipih berlapis dimana pada jaringan ini disusun oleh lebih
dari satu sel yang berbentuk pipih berfungsi melindungi jaringan di bawahnya dari
gesekan.(Jun Queira (1991:71). mPada mukosa yang merupakan selaput lendirterdiri dari
epitel.Lamina propria, merupakan jaringan pengikat longgar yang tidak banyak
mengandung sel-sel. Bentuk tubuler dan saluran keluarnya melalui puncak papila untuk
bermuara dalam lumen. Bentuknya mirip glandula cardiaca maka disebut sebagai
glandula oesophageacardiaca..Lamina muskularis mucosa, merupakan lapisan otot polos
yang tebal dengan kekuatan dan hanya memiliki lapisan serabut-serabut yang tersusun
longitudinal. Submukosa merupakan struktur sel yanng khas dan menentukan dalam
diagnosis saluran gastro-intestinal. Tunika muskalaris yang terdiri dari sel-sel otot
polos melingkar sirkular padabagian dalam.Dan otot memanjang longitudinal (luar).
(Prof. Subowo dr., Msc., PhD).
Pada pengamatan ini ada beberapa bagian yang tak terlihat yaitu adventisia. Hal
inisebabkan preparatnya sudah lama atau dikarenakan perbesaran pada mikroskop
tersebut
4. Preparat papilla filiformis
Pada hasil pengamatan preparat papilla filiformis ini ditemukan adanya struktur-
struktur dari papilla filiformis yaitu, ada lamina propria, keratohyalin dan ada juga bagian
yang tidak terkeratinasi. Pada bagian lamina propria ini merupakan jaringan ikat yang
mendukung epitel di mulut. Lamina propria ini terdiri dari pembuluh darah, elemen
neuron dan sel-sel. Sel-sel tersebut antara lain yaitu fibroblast, makrofag, sel mast dan
sel-sel inflamasi. Fibroblast ini merupakan komponen utama yang berperan penting
dalam lamina propria ni yang berfungsi untuk bertanggung jawab dalam menggantikn
dan memperbanyak serat dan ground substance. Oleh karena itu fibroblast membantu
lamina popria dalam mempertahankan integritas jaringan.
Jadi dari hasil pengamatan preparat papilla filiformis ini jika dibandingkan
dengan literature kelompok kami telah menemukan struktur dari papilla filiformis sesuai
dengan apa yang ada dalam literature yaitu adanya lamina propria, keratohyalin dan
adanya bagian yang tdak terkeratinasi.
5. Preparat Lambung
Pada praktikum preparat awetan lambung marmut di temukan epitel permukaan,
lamina propria, muskularis mukosa, submukosa, dan muskularis. Keterangannya bagian
dari preparat awetan lambung : Lamina propria mukose adalah jaringan ikat yang
membatasi lamina epitelialis. Biasanya bersifat areoler dan / atau berupa jaringan
retikuler. Pembuluh darah kecil, saraf dan lipatan ke dalam lamina epitelialis mukose
mengisi ruang ini. Pada jaringan pengikat di tempat ini dapat ditemukan sel-sel proteksi
dalam jumlah tinggi dalam keadaan bebas atau tersusun sebagai Nodulus limfatikus.
Disamping berfungsi sebagai pertahanan, lapisan ini merupakan sarana untuk nutrisi
maupun kontrol epitelium. Yang kedua yaitu muskularis mukose, terdiri atas 1 lapisan
atau leboh otot polos. Lapisan dalam (Internal) tersusun sirkuler dan lapisan luar
(eksternal ) tersusun longitudinal. Lapisan ini tidak selalu ada. Bila ada berfungsi untuk
mengatur produk sekretorik glandula yang dapat mengadakan invaginasi ke dalam lamina
propria mukose. Bila ada merupakan batas yang jelas antara jaringan pengikat lamina
propria dan tunika submukosa. Bila tidak ada maka kedua ruang jaringan pengikat ini
bertaut atau bersatu. Bagian ketiga, submukosa, tersusun dari jaringan pengikat areolar
yang tersusun lebih kasar dari jaringan pengikat lamina propria mukose. Pembuluh darah
besar, saraf (pleksus saraf) dan ganglion otonom terdapat disitu. Pada beberapa organ
dapat juga ditemukan glandula. Tunika ini memungkinkan terjadinya motilitas tunika
mukosa. Kalau lamina muskularis mukose tidak ada, lamina propria mukose, lamina
propria submukosa atau tunika submukosa saja. Bagian keempat, Muskularis merupakan
lapisan yang berisi pita jaringan otot polos yang berfungsi untuk kontraksi dinding
sekum. Kontraksi hasil muskularis dalam pencampuran bubur dengan bakteri dan
penggerak chyme ke usus naik. Chyme merupakan air perut yg menghancurkan makanan.
Pada preparat awetan tidak ditemukan serosa dan mukosa, dikarenakan preparat
awetan terlalu halus dan awetannya sudah lama pembuatannya sehingga masih sulit
untuk membedakan dengan lapisan yang lainnya.
6. Preparat ileum
Pada pengamatan preparat ileum, hasil yang diperoleh dan dibandingkan dengan
literatur, pada jaringan usus halus dengan bantuan mikroskop yaitu terlihat bagian vili
intestinal, plika sirkularis, epitel, lamina propria,muskularis mukosa, submukosa.Vili
intestinal merupakan tonjolan permanen mirip jari pada lamina propia ke arah lumen diisi
lakteal (pembuluh limfe sentral) berfungsi sebagai situs untuk penyerapan nutrisi dan
cairan yang diperlukan ke dalam tubuh. Pada pika sirkularis merupakan lipatan mukosa
(dengan inti submukosa) permanen. Epitel pada usus halus adalah epitel silindris selapis
bersilia. Pada lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn, (penghasil lisozim-
enzim antibakteri pencerna dinding bakteri tertentu dan mengendalikan mikroba usus
halus) dan sel enteroendokrin. Submukosa mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan
kelenjar esophageal propia. Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal
(bagian luar). Diantara lapisan tersebut terdapat pembuluh darah dan limfe, pleksus
mienterikus auerbach.
Pada pengamatan ini ada beberapa bagian yang tak terlihat yaitu sersa. Hal ini
disebabkan preparatnya sudah lama atau dikarenakan perbesaran pada mikroskop tersebut
rusak.
7. Preparat Duodenum Kelinci
Pada praktikum preparat awetan duodenum kelinci ditemukan vili intestinales,
muskularis mukosa, kelenjar brunner, mukosa, dan submukosa. Keterangan bagian
bagian dari preparat yaitu Villi Intetinales yaitu: Vili merupakan penjuluran selaput lendir
yang menjorok kedalam lumen usus halus. Panjangnya 0,5 1,5 mm. Pada duodenum
berbentuk daun. Pada tiap villus terdapat 3 unsur yaitu pembuluh limfe (pembuluh khil),
pembuluh darah dan saraf. Tunika propria banyak mengandung serabut elastis, leukosit
dan otot polos yang bersifat soliter, yang terakhir ini berasal dari muskularis mukosa dan
naik sampai ujung villus. Villi berfungsi untuk memperluas permukaan penyerapan,
sednagkan mekanisme penyerapan dilakukan oleh sel-sel penyerap. Resorbsi lemak
ditampung dalam pembuluh khil dan sisanya dalam pembuluh darah. Villi hanya terdapat
pada usus halus. Pada karnivora bentuknya langsing dan panjang, pada ruminansia
pendek dan tebal. Bentuk, ukuran dan jumlahnya / cm tergantung pada daerah usus
halus. Kontraksi otot polos menyebabkan pemendekan villus dan terbentuklah lipatan
melingkar dari epitel penutup, yang mendorong isinya kedalam pembuluh limfe / darah
yang lebih besar. Pada relaksasi serabut elastis yang tadinya meregang akan
mengembalikan pada posisi semula.
Bagian berikutnya yaitu muscularis mukosa yaitu pada sepanjang saluran
gastrointestinal yang melakukan gerakan peristaltik, memiliki dua lapis otot polos yakni
lapis sirkuler dan longitudinal. Diantara kedua lapis terdapat jaringan ikat yang
mengandung pembuluh daerah misenterik pleksus dengan kelompok sel saraf multipolar.
Kelompok yang besar disebut ganglion pleksus Auerbach terletak pada stratum
intermuskulare. Dari sini keluar cabang yang berhubungan engan ganglion pleksus
Meisner yang terdapat pada submukosa. Pleksus Auerbach memberikan serabut menuju
otot polos yang membentuk tunika muskularis, sedangkan pleksus Meisner memberikan
cabang pada selaput lendir. Saluran gastrointestinal dipengaruhi oleh susunan saraf
otonom yang terdiri dari kelompok parasimphatikus.
Bagian ketiga yaitu kelenjar brunner. Kelenjar ini terdapat dalam sub mukosa.
Kadang-kadang dapat sedikit menjorok ke dalam tunika propria. Kelenjarnya tergolong
tubuloalveolar bercabang dengan epitel kelenjar yang mengandung warna agak cerah
dibandingkan dengan kelenjar lieberkhum. Epitel kelenjar berbentuk silindris rendah inti
bulat terletak di basal, pada karnivora mirip sel-sel dari kelenjar filorous. Di sekitar
lobulus atau ujung kelenjar sering tampak otot polos yang berasal dari muskularis
mukosa. Alat penyalurnya memiliki epitel silindris dan mengandung sel mangkok dan
bermuara pada crypte lieberkhum. Secara mikroskop elektron sel-sel ujung kelenjar
memiliki banyak mitokhondria dan basal ergastoplasma atau granular endoplasmik
retikulum. Apparatus golgi tumbuh subur dan diduga merupakan tempat sitensis dari
fraksi karbohidrat sedangkan frkasi protein terjadi dalam granular endoplasmik retikulum
dalam membentuk butir sekreta. Bagian berikutnya yaitu Lapisan mukosa terdiri atas,
epitel pembatas,lamina propria yang terdiri dari jaringan penyambung jarang yang kaya
akan pembuluh darah kapiler dan limfe dan sel-sel otot polos, kadang-kadang
mengandung juga kelenjar-kelenjar dan jaringan limfoid, dan muskularis mukosae.
Bagian berikutnya yaitu Submukosa terdiri atas jaringan penyambung jarang dengan
banyak pembuluh darah dan limfe, pleksus saraf submukosa (juga dinamakan Meissner),
dan kelenjar-kelenjar dan/atau jaringan limfoid.
Pada preparat ini tidak tampak lapisan longitudinal dan circular pada lapisan
muskular dikarenakan pada mikroskop perbesaran 40x10 tidak bisa mengamati
dikarenakan kurang bersihnya mikroskop sehingga pada pengamatan ini kami mengamati
melalui perbesaran 10x10
8. Preparat Yeyenum Kelinci
Pada pengamatan preparat yeyenum hasil yang diperoleh dan dibandingkan
dengan literatur, terlihat vili intestinal,epitel,lamina propria,kriptus liebekuhn, muskularis
mukosa. Pada Yeyenum terdapat epitel silindris berlapis, terdapat silia, ada otot polos,
berupa usus kosong. Mukosa muskularis dilapisi oleh epitel kolumnar sederhana menuju
lumen (lamina epithelialis)dan submukosa.Pada Lapisan epitel yeyenum diikuti oleh
lapisan jaringan ikat (lamina propria) dan lapisan otot (lamina muskularis mukosa).
Lieberkuhn dan vili yang menonjol dalam lumen usus. Serupa dengan sel Paneth
duodenum yang ditemukan jauh di dalam kriptus. Histologi jejunum membedakan dari
usus halus lainnya dengan tidak adanya kelenjar Brunner dan bintik-bintik Peyer (ileum)
folikel limfoid namun salah satu yang hadir.
Hasil pengamatan preparat yeyenum sudah lengkap dan sesuai dengan literature.
9. Preaparat Colon Kelinci
Praktikum preparat awetan colon kelinci ditemukan lubang kelenjar usus, sel
goblet, kelenjar usus, muskularis mukosa, submukosa, mukosa. Keterangan bagian
bagian yaitu Dinding submukosa yaitu dinding submukosa terdapat otot sirkuler dan
lapisan yang terdalam yang merupakan perbatasannya. Dinding submukosa ini terdiri atas
jaringan areolar yang berisi banyak pembuluh darah, saluran limfa, dan fleksus saraf yang
disebut fleksus Meissner. Dinding mukosa dalam disusun berupa kerutan tetap seperti
jala yang memberi kesan anyaman halus. Lapisan ini menambah luasnya permukaan
sekresi dan penyerapan. Lapisan mukosa ini berisi banyak lipatan lieberkuhn yang
merupakan kelenjar sederhana yang diselaputi epitelium silindris. Sel goblet adalah sel
epitel: mereka adalah sel glandular dan kolumnar. Adapun fungsi utamanya adalah untuk
mengeluarkan musin. Sel-sel ini memiliki struktur tertentu: retikulum endoplasma yang
kasar, dan mitokondria, inti, dan organel sel lainnya ditemukan di bagian sel basal.
Karena fungsi sel-sel ini adalah untuk mengeluarkan musin, mikrovili diproyeksikan oleh
membran plasma apikal untuk meningkatkan luas permukaan untuk tujuan sekresi.
Fungsi yang paling penting dari sel goblet adalah untuk mengeluarkan lendir yang
merupakan cairan kental dan terdiri dari mucin protein glikosilasi yang tersuspensi dalam
larutan elektrolit. Fungsi utama dari lendir yang melindungi terhadap stres dan kerusakan
kimia, menjebak serta menghilangkan mikroorganisme dan partikel. seluruh colon dan
caecum mempunyai struktur yang sama. Dari luar colon tampak segmen yang melintang
menggelembung yang disebut haustra. Disamping itu tampak adanya tiga jalur sebagai
pita yang memanjang mengikuti sumbu panjang colon yang disebut taenia coli. Di antara
colon, yang terletak intraperitoneal ialah caecum dengan appendia, colon transversum
dan colon sigmoideum. Sedang yang terletak retro peritoneal ialah conon ascendens dan
colon descendens.
Pada preparat colon tidak di temukan bagian-bagian yang berbeda dengan
literatur, dikarenakan preparat awetan terlalu halus dan awetannya sudah lama
pembuatannya sehingga masih sulit untuk membedakan dengan lapisan yang lainnya.
10. Preparat Pankreas
Pada pengamatan preparat pancreas hasil yang diperoleh dan dibandingkan
dengan literatur, terlihat jaringan eksokrin(asini),septa jaringan ikat,jaringan
endokrin(pulau langerhans). Pada jaringan eksokrinyang merupakan bagian terbesar dari
kelenjar, terdiri dari asini serisa yang berhimpitan, tersusun dalam banyak lobulus kecil (
asini) berfungsi untuk mensekresi getah pecernaan dalam duodenum.Lobuli dikelilingi
septa intra dan interlobular, dengan pembuluh darah, duktus, saraf, dan kadang-kadang
badan pacini. Jaringan ikat pada pancreas Pada sel endokrin terdapat pulau langerahans
yang berasa dalam asini serosa. Pulau berbentuk bulat dengan berbagai ukuran, yang
dipisahkan dari jaringan asini eksokrin disekelilingnya oleh selapis serat retikilar halus
dan merupakan ciri khas pancreas.
Hasil pengamatan preparat yeyenum sudah lengkap dan sesuai dengan literature
11. Preparat Hati Marmut
Pada praktikum preparat awetan hati marmut ditemukan pusat pembuluh darah
dan triad portal dalam jalur portal. Keterangan bagian bagian dari preparat sebagai
berikut : Pembuluh darah biasanya terdiri atas lapisan-lapisan sebagai berikut: Tunika
intima (tunika interna) terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam
pembuluh. Dibawah endotel adalah lapisan subendotel, terdiri atas jaringan penyambung
jarang halus yang kadang-kadang mengandung sel otot polos yang berperan untuk
kontraksi pembuluh darah, Tunika media terdiri dari sel-sel otot polos yang tersusun
melingkar (sirkuler). Pada arteri, tunika media dipisahkan dari tunika intima oleh suatu
membrana elastik interna. Membran ini terdiri atas elastin, biasanya berlubang-lubang
sehingga zat-zat dapat berdifusi melalui lubang-lubang yang terdapat dalam membran
dan memberi makan pada sel-sel yang terletak jauh di dalam dinding pembuluh.
Pada pembuluh besar, sering ditemukan membrana elstika externa yang lebih tipis
yang memisahkan tunika media dari tunika adventitia yang terletak di luar, Tunika
adventitia terdiri atas jaringan penyambung dengan serabut-serabut elastin. Pada
pembuluh yang lebih besar, vasa vasorum (pembuluh dalam pembuluh) bercabang-
cabang luas dalam adventitia, Vasa vasorum memberikan metabolit-metabolit untuk
adventitia dan tunika media pembuluh-pembuluh besar, karena lapisan-lapisannya terlalu
tebal untuk diberi makanan oleh difusi dari aliran darah. Bagian yang kedua adalah triad
portal dalam jalur portal, Hati agak berbeda karena hanya ada sedikit jaringan ikat di
dalamnya, epitelnya terlihat sangat merata diseluruh organ dan subunit srtuktural tidak
mudah dilihat, meskipun begitu masih ada beberapa daerah berpola heksagonal yang
berulang-ulang dimana sel-sel prenkimnya membentuk lempenglempeng yang tersusun
radial pada sebuah vena sentral.
Pada tiga sudut daerah poligonal terdapat daerah segitiga dari jaringan ikat
dengan sebuah duktus biliaris kecil, sebuah cabang arteri hepatika dan sebuah cabang
vena porta. Kompleks ini disebut sebagai triad portal.
Pada pengamatan preparat kami vena sentral tidak terlihat dikarenakan bingung
perbedaan dengan bagian bagian yang lain yang menyebabkan kesusahan.
12. Preparat Papilla Sirkumvalata
Pada pengamatan preparat sirkumvalata ini ditemukan adanya struktur-struktur
dari papilla sirkumvalata yaitu dinding luar, parit, kuncup kecap, papilla sirkumvalata,
dan kelenjar ebner. Papilla sirkumvalata ini merupakan papilla yang memiliki fungsi
berhubungan dengan pengecap rasa. Papilla sirkumvalata ini merupakan papilla dengan
jumlah terendah, namun memiliki ukuran terbesar dibandingkan dengan 5 jenis papilla
lainnya. Sedangkan pada kuncup kecep itu sendiri merupakan organ sensoris intra epitel
berfungsi sebagai pengecap. Kuncup kecap ini terletak pada permukaan lidah dan
posterior rongga mulut. Pada kelenjar ebner ini berfungsi intuk mensekresikan cairan
serous yang memulai hidrolisis lipid. Kelenjar ini merupakan komponen esensial indra
perasa.
Jadi pada hasil pengamatan ini kelompok kami telah menemukan struktur dari
papilla sirkumvalata yaitu dinding luar, parit, kuncup kecap, papilla sirkumvalata, dan
juga kelenjar ebner. Jadi jika dibandingkan dengan literature hasil pengamatan yang telah
kami amati ini sudah sesuai dengan apa yang ada dalam literature.

G. Jawaban Tugas Evaluasi


1. Papila lidah itu ada 4 macam, yaitu papila filiformis, papila foliate, papila fungifrmis, dan
papila sirkumvalata. Dari keempat papila lidah tersebut dibedakan berdasarkan
strukturnya.
Papila filiformis ini memiliki bentuk kerucut dan paling banyak dijumpai di lidah,
letak papila ini diatur di dalam barisan yang teratur sejajar seperti benang halus.
Struktur dari papila filiformis ini tersusun atas lamina propria, keratohyalin, dan
juga bagian yang tidak terkeratinasi. Bagian ini masing-masing memiliki peran
sendiri-sendiri.
Papila foliate ini berbentuk seperti daun, papila ini jumlahnya paling sedikit
dibandingkan dengan papila-papila lainnya dan terletak di sisi lateral lidah.
Struktur dari papila foliate ini tersusun atas taste buds, ducts, serous glands,
striated muscle, dan papila foliate itu memiliki fungsi masing-masing.
Papila fungiformis ini berbentuk seperti jamur dan terdapat di depan lidah, papila
fungiformis ini memiliki keterlibatan dengan sensasi rasa atau memiliki indra
perasa. Struktur dari papila fungiformis ini tersusun atas lamina popria dan papila
fungiformis.
Papila sirkumvalata ini berbentuk bulat tersusun seperti huruf V di bagian
belakang lidah. Pada manusia akan memiliki papila sirkumvalata ini sebanyak 7
sampai 12. Struktur dari papila sirkumvalata ini tersusun atas parit, dinding luar,
kuncup kecap, papila sirkumvalata dan juga kelenjar ebner yang memiliki fungsi
masing-masing.
2. Yang terlebih dahulu tumbuh adalah email yang di bentuk oleh lapisan ektodermmal.dan
kemudian mesodermal membentuk dentin ,pulpa,semen,jaringan periodontal dan tulang
alveolar
3. Esofagus:
Macam lapisan: Lapisan serosa,lapisan otot,lapisan submukosa dan lapisan mukosa
Bentuk jaringan epitel: Epitel berlapis banyak
Macam kelenjar: Pada bagian lapisan tunika submukosa terdapat kelenjar esophagus dan
dibagian ujung distal esophagus terdapat kelenjar kardia
Lambung
Macam lapisan: Lapisan mukosa , lapisan submukosa,lapisan muscularis dan lapisan
serosa
Betuk jaringan epitel : epitel silndris berlapis tunggal
Macam kelenjar: Kelenjar pada lambung tedapat pada bagian kardia,fundus maupun
pylorus . Kelenjar lambung adalah tubuler bercabang sederhana, pada
kandia terdapat butir musigen, sedangkan fundus mengandung sel sel
kelenjar yaitu sel musigen,sel parietal,sel zimogen, dan sel argentaffin.
Pada pylorus terdapat kelenjar sel musigen dan gastrin
Usus Halus
Macam lapisan:Lapisan mukosa, lapisian submukosa,lapisan muskularis eksterna,Lapisan
serosa
Bentuk jaringan epitel: Pada tunika mukosa terdiri dari sel sel epitel silindris
Macam kelenjar: Pada tunika mukosa kelenjar intestine , pada lamina propria tedapat
keelenjar lieberkuhn
Usus besar
Macam lapisan : Lapisan mukosa, lapisian submukosa, lapisan muskularis eksterna,
lapisan serosa
Bentuk jaringan epitel: Pada tunika mukosa terdiri dari epitel berlapis tunggal
silindris,kecuali +2cm sebelum anus yaitu epitel berlapis banyak
pipih
Macam kelenjar: Pada tunika mukosa terdapat kelenjar leiberkuhn panjang-panjang
Kolon
Macam lapisan: Lapisan mukosa, lapisian submukosa,lapisan muskularis
eksterna,Lapisan serosa
Bentuk jaringan epitel: tunika mukosa terdiri dari sel sel epitel silindris
Macam kelenjar: Pada tunika mukosa terdapat kelenjar leiberkuhn panjang-panjang

4. a. Pengertian
arteri hepatica: merupakan pembuluh darah yang keluar dari aorta dan memberi
seperlima darah dari hati. Darah ini mempunya kejenuhan oksigen 95-100%.
Vena portal: terbentuk dari vena lienalis dan vena menseterika posterior, membeeri
empatperlima darah ke hati dengan kejenuhan oksigen 70%.
Vena hepatica mengembalikan darah dari hati ke vena inverior.
b. Fungsinya:
Arteri hepatica: pembuluh yang menerima darah yang mengandung oksigen dari jantung
Vena portal: pembuluh yang mengalirkan darah dari seluruh traktus gastrointestinal
dibawa menuju ke hepar.
Vena hepatica: pembuluh darah yang membawa darah yang disaring dari hati ke jantung.
5. a. Kelenjar endokrin : tidak mempunyai saluran, tidak mempunyai alveoli, produksi
sangat sedikit, sekresi masuk dalam peredaran darah memaliu perembesan dinding sel
Kelenjar eksokrin : mempunyai saluran, mepunyai alveoli, peroduksi relatof banyak,
sekresi disalurkan melalui pembuluh kecil dan pembuluh besar
b. -Fungsi dari kelenjar eksokrin ini dilaksanakan oleh sel sekretori lobulanya yang
membentuk getah pankreas dan yang berisi enzim dan elektrolit. Isi enzim dalam getah
pankreas adalah enzim pencerna yaitu: - Amilase, mencerna karbohidrat - Lipase,
memecah lemak menjadi gliserin dan asam lemak - Tripsin, mencerna protein.
- Fungsi kelenjar endokrin ini menghasilkan hormon-hormon misalnya hormon insulin
yang Merupakan proein kecil yang disusun oleh 51 asam amino yang tersusun atas dua
rantai yang dihubungkan oleh jembatan disulfide. Dibentuk di retikulum endoplasma sel
B - Berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen.

H. Kesimpulan
Sistem pencernaan meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran
pencernaan dimulai dari mulut, faring, esofagus, lambung, usus dan anus. Perubahan
makanan menjadi zat makanan yang dpat diserap, dilakukan di dalam saluran pencernaan
makanan, dibantu oleh sekret yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan. Dengan mengadakan
pengamatan terhadap struktur histologi saluran pencernaan dan kelenjarnya, maka dapat
kami simpulkan hasil pengamatan yang telah kami lakukan, sebagai berikut:

a. Pada lidah terdapat papilla lidah. Papilla ini yang menyebabkan lidah menjadi kasar.
Macam-macam papilla lidah yaitu papilla filiformis, berbentuk tonjolan yang meruncing,
epitel yang melapisinya mengalami penanndukan. Papilla fungiformis berbentuk jamur,
terdapat diantara deretan papilla filiformis, tersusun oleh epitel berlapis banyak pipih
tidak bertanduk, dibagian tengah papilla terdapat jaringan ikat kendur. Pada bagian apek
papilla terdapat satu atau dua buah puting pengecap. Papilla sirkumvalata bentuknya
mirip dengan papilla fungiformis, tetapi tidak menonjol dan lebih mendatar. Papilla ini
dikelilingi oleh parit. Putting pengecap pada papilla ini lebih banyak dan terdapat pada
dinding sisi papilla. Selain itu terdapat kelenjar von ebner yang bermuara ke dalam alur.
Papilla yang terakhir adalah papilla foliata, terletak di bagian samping dan belakang
lidah. Bentuknya mirip papilla sirkumvalata, mempunyai lipatan-lipatan dengan kuncup
pengecap yang terletak di lapisan epitel yang melekuk. Kelenjar serosanya juga bermuara
pada alur.
b. Di dalam rongga mulut juga terdapat gigi. Struktur gigi terdiri atas lapisan ameloblas,
tersusun oleh epitel selapis silindris. Sebelah luarnya terdapat beberapa lapisan sel pipih
disebut stratum intermedium. Daerah antara stratum intermedium dengan lapisan
penutupnya terdapat jaringan epitel dengan substansi dasar amorf yang disebut retikullum
stellata. Ke arah bawah lapisan ameloblas terdapat email, dentin dan adontoblas yang
merupakan epitel selapis silindris. Bakal pulpa gigi merupakan bagian yang paling dalam
dari bakal gigi yang dibangun oleh jaringan ikat.
c. Struktur saluran pencernaan makanan mulai dari lumen sampai ke permukaan luar terdiri
atas lapisan mukosa yang terdiri atas epitelium, lamina proporia, muskularis mukosa.
Esofagus lapisan mukosanya terdiri atas epitel berlapis banyak pipih, lamina proporianya
realtif aseluler, muskularis mukosanya terdiri atas otot polos. Lambung dilapisi epitel
selapis silindris yang membentuk pendalaman yang disebut foveoa gastrika. Lamina
proporia banyak mengandung kelenjar tubuker bercabang sederhana. Duodenum,
lapisannya mukosanya terdiri atas epitel selapis silindris dan terdapat vili yang berupa
tonjolan yang menjorok ke arah lumen. Lapisan epitel yang membentuk fili memiliki sel
absorpsi dan sel gada. Pada lamina propria terdapat kelenjar tubuler disebut kelenjar
lieberkuhn. Muskularis mukosanya tipis, tersusun atas sel otot polos bagian dalam
tersusun melingkar dan bagian luarnya tersusun memanjang. Kolon, tidak terdapat vili,
banyak tersusun kelenjar lieberkuhn. Pada sub mukosa terdapat terdapat jaringan ikat
agak padat.
d. Kelenjar pencernaan terdiri atas hati dan pankreas.hati merupakan kelenjar pencernaan
yang terdapat di luar saluran pencernaan. Sel hati berbentuk poligonal, berinti bulat. Sel
hati tersusun menjadi pita-pita sel hati. Diantara pita sel hati terdapat sinusoid-sinusoid
darah yang berupa celah. Di tempat tertentu terdapat jaringan ikat interlobuler dengan
pembuluh empedu yang lumennya dibatasi oleh sel-sel berbentuk kubus. Pankreas terdiri
atas bagian eksokrin dan endokrin. Bagian eksokrinnya tampak berupa kumpulan asini
pancreas. Setiap asini berlumen sempit dengan sel-sel sekretori berbentuk piramid
dengan inti bulat serta sitoplasma berisi butir-butir zimogen. Bagian endokrinya dibangun
oleh pulau-pulau langerhans yang tampak diantara asini pancreas.
I. Daftar Rujukan

Alyas, Asliah. 2013. Histologi Sistem Pencernaan dan Reproduksi. (online),


(http://asliahalyas.blogspot.co.id/2013/05/histologi-sistem-pencernaan-dan.html)
diakses pada tanggal 2 April 2017.
Anonim. 11 oktober 2014. Dasar-Dasar Pengenalan Gigi, (online),
(https://gigikusehatistimewa.wordpress.com/2014/10/11/dasar-dasar-pengenalan-gigi/),
diakses 2 April 2017.
Anonim. 2014. Modul Cerna Penuntun Praktikum Histologi Sistem Pencernaan,
(staff.ui.ac.id/system/files/.../penuntunprakt-reg-modul-cerna.pdf), (online), diakses 2
April 2017.
Bevelander, Gerrit. 1988. DasarDasar Histologi Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Budiarta, S. dan Sudarmadi, G.M. 2003. Jurnal Histologi Intestinum Pada Hewan Besar.
Fakultas Kedokteran Hewan. UGM. Yogyakarta.
Dellman, D. dan E. Brown. 1992. Buku Teks Histologi Veteriner I. Penerjemah Hartono. Ed. 3.
Penerbit Univ. Indonesia. Hal 70-100.
Firsda, Yunita. 2014. Histologi Pankreas. Universitas Pendidikan Indonesia.
repository.upi.edu(http://repository.upi.edu/6592/6/S_BIO_0901973_Chapter3.pdf),
(online), diakses 2 April 2017
Hurkat, P. and Mathur. 1976., A Text Book of Animal Physiology. S Chand and Co. Ltd., New
Delhi.
Jasrin, T. A. 2006. Sistem Pencernaan II. (online), (http://histofkgsp.blogspot.co.id/2006/08/15-
sistem-pencernaan-ii.html) diakses tanggal 2 April 2017
Junqueira, LC dan Jose Carneiro. 1980. Basic Histologi. California : Lange Medical
Publications.
Junqueira, LC. dan J. Carneiro. 1982. Histologi Dasar. Alih Bahasa Adji Dharma. 1990. EGC
Penerbit Buku Kedokteran. Hal. 123-132.
Kay, I. 1998. Introduction to Animal Physiology. Bios Scientific Publisher United New York.
Kosim, I. 2015. Gambaran Anatomi Dan Histologi Lidah Musang Luwak (Paradoxurus
hermaphroditus), (online),
(http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/77758/1/B15iko.pdf), diakses 1
April 2017
Lesson, T., Lesson, C. dan Paparo, A. 1995. Buku Ajar Histologi. Penerbit Buku Kedokteran
ECG. Jakarta Hal 327-369.
Luna,L.G.1968. Manual Histologic Staining Methods of Pathology. 3 Ed. The blakiston Division
Mc Graw-Hill Book Company, New York, Toronto, London, Sydney. Hal 125
Santos, Marinilce F . 2007 . Basic of Histology . The McGraw-Hill Companies : Brazil.
Sari, N & Biomed, M. 2014. Tentir Histologi Gastrointestinal, (online),
(https://medicalevolution2014.files.wordpress.com/2016/02/tentir-histologi-gi-
2014.pdf), diakses 2 April 2017
Syarifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi. Jakarta: Buku Kedokteran.
Wildan, Yatim. 1996. Biologi Modern Histologi. Tarsito: Bandung.