Anda di halaman 1dari 11

BAB III

LANDASAN TEORI

3.1 Telekomunikasi

3.1.1 Pengertian Telekomunikasi

A
Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi,

AY
dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan telekomunikasi

bentuk komunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu:

AB
(Hidayatullah, 2008)

1. Komunikasi Satu Arah (simplex). Dalam komunikasi satu arah (simplex)

pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang


R
berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh : Pager, televisi, dan
SU
radio.

2. Komunikasi Dua Arah (duplex). Dalam komunikasi dua arah (duplex)

pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang


M

berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh : Telepon dan Voice

over Internet Protocol (VoIP).


O

3. Komunikasi Semi Dua Arah (half duplex). Dalam komunikasi semi dua arah
IK

(half duplex) pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara

bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh :Handy Talkie, FAX, dan


ST

Chat Room

Perangkat telekomunikasi bertugas menghubungkan pemakainya dengan

pemakai lain. Kedua pemakai ini bisa berdekatan tetapi bisa berjauhuan, Kalau

menilik arti harfiah dari telekomunikasi (tele = jauh, komunikasi = hubungan

13
14

dengan pertukaran informasi) memang teknik telekomunikasi dikembangkan

manusia untuk menebus perbedaan jarak yang jauhnya bisa tak terbatas menjadi

perbedaan waktu yang sekecil mungkin.

Perbedaan jarak yang jauh dapat ditempuh dengan waktu yang sekecil

A
mungkin dengan cara merubah semua bentuk informasi yang ingin disampaikan

oleh manusia kepada yang lainnya menjadi bentuk gelombang elektromagnetik.

AY
Gelombang elektromagnetik dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi,

yakni diruang hampa adalah 100.000 Km/detik.

AB
Jaringan telekomunikasi adalah segenap perangkat telekomunikasi yang

dapat menghubungkan pemakaiannya (umumnya manusia) dengan pemakai lain,

sehingga kedua pemakai tersebut dapat saling bertukar informasi (dengan cara
R
bicara, menulis, menggambar atau mengetik) pada saat itu juga. (Iradath, 2010)
SU

3.2 Pengertian BTS

Base Transceiver Station (BTS), Terminologi ini termasuk baru dan mulai

populer di era kenaikan seluler saat ini. BTS berfungsi sebagai perantara
M

perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain. Satu


O

cakupan pancaran BTS dapat disebut sel. Komunikasi seluler adalah komunikasi

modern yang mendukung mobilitas yang tinggi. Dari beberapa BTS kemudian
IK

dikontrol oleh satu Base Station Controller (BSC) yang terhubungkan dengan
ST

koneksi microwave ataupun serat optik.

Meskipun istilah BTS dapat diterapkan ke salah satu standar komunikasi

nirkabel, biasanya dan umumnya terkait dengan teknologi komunikasi mobile

seperti GSM yang beroperasi di frekuensi 900 MHz dan CDMA yang beroparasi

di frekuensi 800 MHz / 1900 MHz. Dalam hal ini, BTS merupakan bagian dari
15

base station subsystem (BSS) perkembangan untuk sistem manajemen. Ini juga

mungkin memiliki peralatan untuk mengenkripsi dan mendekripsi komunikasi,

spektrum penyaringan alat (band pass filter), dll. Antena juga dapat

dipertimbangkan sebagai komponen dari BTS dalam arti umum sebagai mereka

A
memfasilitasi fungsi BTS. (Hidayatullah, 2008)

AY
3.2.1 Jenis Menara BTS

Menara terbuat dari rangkaian besi atau pipa baik segi empat atau segi

tiga, atau hanya berupa pipa panjang (tongkat), yang bertujuan untuk

AB
menempatkan antena dan radio pemancar maupun penerima gelombang

telekomunikasi dan informasi. Menara BTS sebagai sarana komunikasi dan


R
informatika, berbeda dengan menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi

(SUTET) listrik PLN dalam hal konstruksi, maupun resiko yang ditanggung
SU

penduduk di bawahnya. Menara BTS komunikasi dan informatika memiliki

derajat keamanan tinggi terhadap manusia dan mahluk hidup di bawahnya, karena

memiliki radiasi yang sangat kecil sehingga sangat aman bagi masyarakat di
M

bawah maupun disekitarnya. (Hidayatullah, 2008)


O

Menara juga dibedakan berdasarkan jenis lokasinya, ada dua jenis yaitu:

1) Rooftop : menara yang berdiri di atas sebuah gedung, dan


IK
ST

Gambar 3.1. Menara pada rooftop gedung. (www.tower-bersama.com)


16

2) greenfield : Tower yang berdiri langsung di atas tanah.

A
AY
Gambar 3.2. Menara di atas tanah. (www.tower-bersama.com)

AB
Diklasifikasikan berdasarkan bentuk, menara dapat dibagi menjadi tiga

jenis, yaitu: R
1. Menara dengan 4 kaki (Rectangular)
SU
Menara 4 kaki sangat jarang dijumpai roboh, karena memiliki kekuatan

tiang pancang serta sudah dipertimbangkan konstruksinya. Menara ini mampu

menampung banyak antena dan radio. Jenis menara ini banyak dipakai oleh

perusahaan - perusahaan bisnis komunikasi dan informatika yang terkenal seperti


M

(Indosat, Telkom, Xl, dll). (Hidayatullah, 2008)


O
IK
ST

Gambar 3.3. Menara 4 kaki. (www.tower-bersama.com)


17

2. Menara dengan 3 kaki (Triangle)

Menara 3 kaki dibagi dua macam, pertama menara 3 kaki diameter besi

pipa 9 cm keatas, atau yang lebih dikenal dengan nama triangle, menara ini juga

mampu menampung banyak antena dan radio.

A
Kedua, menara 3 kaki diameter 2 cm ke atas. Beberapa kejadian robohnya

menara jenis ini karena memakai besi dengan diameter dibawah 2 cm. Ketinggian

AY
maksimal menara jenis ini yang direkomendasi adalah 60 meter. Ketinggian rata-

rata adalah 40 meter. (Hidayatullah, 2008)

AB
R
SU

Gambar 3.4. Menara 3 kaki. (www.tower-bersama.com)


M

3. Menara dengan 1 kaki (Pole)

Menara 1 kaki dibagi dua macam, pertama menara yang terbuat dari pipa
O

atau plat baja tanpa spanner, diameter antara 40 cm s/d 50 cm, tinggi mencapai 42
IK

meter, yang dikenal dengan nama monopole. Menara kedua lebih cenderung

untuk dipakai secara personal. Tinggi menara pipa ini sangat disarankan tidak
ST

melebihi 20 meter (lebih dari itu akan melengkung). Teknis penguatannya dengan

spanner. Kekuatan pipa sangat bertumpu pada spanner. Menara ini bisa dibangun

pada areal yang dekat dengan pusat transmisi / Network Operation Systems

(NOC) (maksimal 2 km), dan tidak memiliki angin kencang, serta benar - benar

diproyeksikan dalam rangka emergensi biaya. (Hidayatullah, 2008)


18

A
AY
Gambar 3.5. Menara berbentuk pipa. (www.tower-bersama.com)

AB
3.2.2 Topologi BTS

BTS & handphone sama-sama disebut transceiver karena sifatnya yang


R
sama-sama bisa mengirim informasi & menerima informasi. Pada saat BTS
SU
mengirim informasi kepada handphone, saat itu pula handphone juga bisa

mengirim informasi kepada BTS secara bersama-sama yang dapat disebut Full

Duplex. Dalam topologinya BTS berfungsi untuk menyediakan jaringan berupa


M

sinyal radio gelombang elektromagnetik untuk penggunanya dalam hal ini adalah

telepon genggam, modem, fax dll. Frekuensinya mengikuti alokasi yang telah
O

diberikan pemerintah kepada masing-masing operator, ada yang di band 450Mhz,


IK

800Mhz, 900Mhz, 1800 Mhz maupun frekuensi diatas itu. Komunikasi dari arah

BTS ke pengguna disebut downlink, sedangkan jalur frekuensi yang digunakan


ST

mengirim informasi dari pengguna ke BTS disebut uplink. (William, 2007)


19

A
AY
Gambar 3.6. Alur komunikasi selular secara sederhana. (William, 2007
Komunikasi & Jaringan Nirkabel)

AB
3.3 Perlengkapan dan Komponen pada Menara

Pada sebuah menara BTS terdapat komponen - komponen dan

perlengkapan lainya yang harus ada pada menara telekomunikasi. Yaitu, terdapat
R
antena sektoral, antena microwave, penangkal petir, lampu, shelter dan komponen
SU

yang ada didalamnya. Berikut penjelasannya. (Wildan, 2010)

3.3.1 Antena Sectoral

Antena didefinisikan sebagai suatu struktur yang berfungsi sebagai


M

pelepas energi gelombang elektromagnetik di udara dan juga bisa sebagai


O

penerima / penangkap energi gelombang elektromagnetik diudara, Karena

merupakan perangkat perantara antara saluran transmisi dan udara, maka antena
IK

harus mempunyai sifat yang sesuai dengan saluran pencatunya.


ST

Antena adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik menjadi

sinyal elektromagnetik lalu meradiasikannya. Antena sectoral merupakan antena

yang memancarkan dan menerima sinyal sesuai dengan sudut pancar sektornya.

Antena yang digunakan adalah antena 3 sektor dengan kombinasi Distributed

Control System (DCS). (Wildan, 2010)


20

A
Gambar 3.7. Antena pemancar (Sectoral). (www.tower-bersama.com)

AY
3.3.2 Antena Microwave

Microwave system adalah sebuah sistem pemancaran dan penerimaan

AB
gelombang mikro yang berfrekuensi sangat tinggi. Microwave system digunakan

untuk komunikasi antar BTS atau BTS-BSC. Microwave System yang digunakan
R
merupakan sistem indoor, namun antena microwave tetap terpasang pada menara.

Pada antena Microwave Radio, yang bentuknya seperti rebana genderang,


SU

itu termasuk jenis high performance antenna, biasanya ada dua brand, yaitu

Andrew dan RFS. Ciri khas dari antena high performance ini adalah bentuknya

yang seperti gendang dan terdapat penutupnya yang disebut radome. Fungsi
M

radome antara lain untuk melindungi komponen antena tersebut, dari perubahan
O

cuaca sekitarnya. (Wildan, 2010)


IK
ST

Gambar 3.8. Antena penerima (Microwave). (www.tower-bersama.com)


21

3.3.3 Penangkal Petir

Penangkal petir adalah semacam rangkaian jalur yang difungsikan sebagai

jalan bagi petir menuju ke permukaan bumi, tanpa merusak benda - benda yang

dilewatinya. (Wildan, 2010)

A
3.3.4 Lampu

AY
Lampu adalah peralatan yang dapat mengubah energi listrik menjadi

energi cahaya. Lampu digunakan untuk penerangan di sekitar lingkungan BTS.

(Wildan, 2010)

AB
3.3.5 Shelter

Shelter BTS adalah suatu tempat yang terdapat perangkat - perangkat


R
telekomunikasi. Untuk letaknya, biasanya juga tidak akan jauh dari suatu menara
SU
karena adanya ketergantungan sebuah fungsi diantara keduanya, yakni shelter

BTS dan Menara. (Wildan, 2010)


M
O
IK
ST

Gambar 3.9. Shelter yang ada pada menara. (www.tower-bersama.com)


22

Komponen yang ada pada shelter:

Pada suatu shelter terdapat RBS 3G dan RBS 2G,1 RBS terdapat 6 TRU

dan 1 TRU terdapat 2 TRx. TRx adalah perangkat yang memancarkan dan

menerima sinyal komunikasi dari atau ke perangkat mobile. TRx terdiri dari

A
perangkat Transmitter dan Receiver.

1. Transmisi. Perangkat yang digunakan untuk mengatur slot trafik pada BTS.

AY
Menghubungkan dari TRx ke BOIA adalah Prosesor BTS (bentuk sama

dengan Base band, namun memiliki port penghubung untuk maintenance).

AB
2. Rectifier. Rectifier sebagai penyearah tegangan dari tegangan AC yang berasal

dari PLN dikonversikan kedalam tegangan searah untuk dikomsumsi

perangkat lainnya. Terdapat 2 buah modul, tiap modulnya mensuplai 30


R
Ampere, tegangan yang digunakan di BTS adalah -48 Vdc.
SU

3. Air Conditioner (AC). AC adalah suatu komponen / peralatan yang

dipergunakan untuk mengatur suhu, sirkulasi, kelembaban dan kebersihan

udara di dalam ruangan.


M

4. Power Distribution Board (PDB). Berupa kotak berisi MCB / saklar-saklar


O

power tiap-tiap perangkat.

5. Power Distribution Box. Untuk mendistribusikan / membagikan arus listrik ke


IK

berbagai komponen yang digunakan pada BTS.

6. Grounding. Berfungsi untuk mengurangi atau menghindari bahaya yang


ST

disebabkan oleh tegangan tinggi. Misalnya bahaya petir dengan tegangan

tinggi. (Wildan, 2010)


23

3.4 Macrocell

Macrocell adalah teknologi saat ini dengan sel pada jaringan telepon

selular yang menyediakan coverage radio yang dilayani oleh daya base station

seluler yang tinggi (tower). Umumnya, macrocell menyediakan coverage yang

A
lebih besar dari mikro. Antena untuk macrocells dipasang pada tiang di darat atau

rooftop dan struktur lain yang sudah ada, pada ketinggian yang memberikan

AY
pandangan yang jelas di atas bangunan sekitarnya. Biasanya macrocell memiliki

output daya puluhan watt. (abdusajid, 2011)

AB
3.5 Microcell

Microcell adalah sel yang wilayah coverage nya lebih kecil daripada
R
macrocell. Microcell biasanya digunakan di daerah dengan kepadatan penduduk

yang tinggi seperti wilayah pasar dan perumahan padat (urban). Agar suatu
SU

daerah dengan populasi yang padat yang agak luas dapat dilayani dengan baik,

maka daerah tersebut tidak dapat hanya dilayani dengan macrocell yang coverage

nya luas. Tapi harus dibagi-bagi menjadi beberapa daerah coverage yang lebih
M

kecil yang disebut microcell. Dengan pembagian ini, maka kapasitas kanal dapat
O

ditingkatkan sehingga pengguna yang banyak tersebut dapat dilayani dengan baik.

Ciri lain microcell ialah daya transmisinya tidak terlalu besar, karena wilayah
IK

coverage nya juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar 1 km. (abdusajid, 2011)
ST

Gambar 3.10. Coverage dari masing-masing jenis teknologinya.


(www.mobileindonesia.net/microcell)