Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tari pendidikan merupakan suatu model pembelajaran tari yang menekankan kepada
kebebasan berekspresi gerak kreatif pribadi siswa dalam aktivitas belajar menari disekolah
umum, khususnya di sekolahdasar (SD). Model ini dicetuskan sekitartahun 1938 oleh seorang
koreografer Inggris keturunan Hongaria bernamaRudolf Laban (1879-1958) dengan
nama Modern Educational Dance atau lebi dikenal educational dance. Dimana anak
berkesenian sambil belajar.

Di daerah Jawa Barat ada kesenian yang sudah sangat dilupakan oleh anak-anak masa
kini yaitu permainan anak-anak Sunda atau yang lebih dikenal dengan istilah kaulinan
barudak. Saat ini kita tau bahwa anak-anak lebih banyak bermain Gadget dan permainan
modern yang lainnya daripada bermain bersama teman-temannya diluar rumah, sehingga kita
bibit bangsa harus membangun kembali permainan yang hampir punah dan tidak pernah
dimainkan lagi. Ketertarikan kami penata tari terhadap permainan ini karena pada permainan
Tradisi ini mampu menambah pengetahuan positif pada anak serta dalam permainan anak-
anak yang diiringi oleh kakawihan sunda yang sekarang ini sudah mulai punah, seperti
engklek,oray-orayan,perepet jengkolcingciripit dan sebagainya.

Dalam permainan ini anak akan merasakan kekompakan satu sama lain dan melatih
daya tangkap.Permainan ini bisa dimainkan oleh banyak orang, dalam permainan ini saya
penata tari menggabungkan permainan ini menjadi sebuah tarian agar anak anak bias lebih
bersemangat dan menumbuhkan rasa sosialisasinya kembali.

B. Tujuan Membuat Proposal Seni Tari


Adapun tujuan pembuatan proposal ini antara lain :
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Tari Pendidikan SD (Sekolah Dasar)
2. Untuk melatih kemampuan anak dalam memperagakan tarian.
3. Dalam rangka melestarikan kebudayaan Indonesia.
4. Melatih kreatifitas dan kepercayaan diri pada anak
5. Melatih kerjasama dalam sosialisasi anak

C. Manfaat

1. Anak bisa mengetahui lebih banyak tentang permainan-permainan dahulu


2. Agar menjadikan anak-anak masa kini lebih aktif serta kreatif
3. Menumbuhkan Karakter percaya diri pada anak dalam permainan Cingciripi
PEMBAHASAN

1. Ide

Memperkenalkan kepada anak usia sekolah dasar zaman sekarang permainan tradisional yang
sudah punah dan tidak dikenal lagi.

2. Tema

Kami mengambil tema PERMAINAN, karena pada saat ini anak-anak sudah tidak tahu
permainan tradisional dikarenakan sibuk dengan gadgetnya sendiri,dan generasi yang sudah
tidak memainkan permainan tradisional.

3. Judul

JALEULEU JA

Jaleuleu ja adalah bentuk seruan atau teriakan ketika sedang memanggil teman teman
bermainnya untuk berkumpul memainkan berbagai macam permainan tradisional yang ingin
mereka mainkan sehingga anak anak lebih banyak bekerjasama dan lebih banyak
bersosialisasi

4. Sinopsis

Tari ini menceritakan tentang transisi punahnya permainan tradisi sunda yang dimana sekarang
ini anak anak lebih memilih bermain gadget dan permainan modern sehingga berkurangnya
ineraksi dan kerjasama yang baik dan anak anak yang sudah salah pergaulannya

5. Alur

Satu orang anak bersaut sautan memanggil temannya untuk berkumpul menggunakan syair
Jaleuleu..ja, setelah berkumpul mereka bermain bersama dengan asik dan penuh keceriaan
sambil menyanyikan kakawihan sunda pada zaman dulu , seperti oray- orayan,perepet
jengkol,dan ayang ayan gung. Ketika sedang berkumpul bersama, menyanyi dan menari
bersama. Datanglah satu teman yang membawa gadget dia terlihat asik sendiri dengan
permainannya lalu temannya yang lain pun merasa penasaran dan ingin memainkan permainan
gadget itu dan setelah lama kemudian semua sudah asyik sendiri dengan permainan mereka
sampai ssampai bertemu dengan temannya yang sebaya biasa bermain saja tidak disapa, dan
mereka asik sendiri sehingga kurangnya bersosialisasi.

6. Adegan

I. Menggambarkan kehidupan keseharian anak- anak


II. Satu orang berseru jaleuleu ja sambil mencari teman bermain
III. Anak nak memainkan permainan oray- orayan, perepet jengkol,dan engklek
dengan sesama sambil berkumpul dan menari
IV. Anak anak memulai mengganti permainan yang lain lalu tba tiba ada seorang
anak yang memperkenalkan permainan barang barunya
V. Anak anak lain merasa penasaran dan ingin memainkan permainan barunya
itu
VI. Anak anak menjadi sibuk sendiri dengan gadget dan permainan barunya juga
lingkungan sudah terasa beda tidak hangat lagi seperti dul saat anak anak
bermain bersama

7. Sumber ide

Terinspirasi saat melihat youtube video video pergaulan anak usia sekolah dasar pada zaman
sekarang yang bermainnya suah kacau dan tidak sesuai dengan usianya,juga melihan pentas
pentas senitari fls2n antar sekolah dasar

8. Metode

Konsep keterampilan seni tari BESS

Secara mendasar Laban mengemukakan pandangan gerak dapat dilihat dari 4 topik, Aspek
bentuk terdiri dari

Bentuk badan (Body)

Dalam Tarian ini membentuk gerak hewan adanya menirukan gerak burung,kuda,tokek dan ular.
Sehingga bentuk badan akan disesuaikan dengan gerak-gerak yang ada dalam permainan.

Bentuk usaha (Effort)

Dalam tarian ini membentuk usaha gerak seperti daya tangkap pada permainan Cingciripit.
Dalam hal ini daya tangkap anak akan distimulus dengan video permainan cingciripit

Bentuk aksi (Shape)

Dalam tarian ini membentuk aksi dalam memainkan permainan cingciripit sehingga anak lebih
aktif dan kreatif

Bentuk ruang (space)

Dalam tarian ini membentuk ruang dalam menirukan gerak burung, kudaa, tokek dan ular yang
disusun serta didata dengan beberapa pola lantai dan bloking penari.
CORE

a) Cari Tahu: Rasa ingin tahu adalah kebutuhan utama jiwa kreatif.
Sehingga dalam tarian ini anak menjadi ingin mempelajari lebih banyak permainan-
permainan dahulu yang sangat asik jika dimainkan
b) Olah Keterbukaan: keterbukaan adalah vital bagi jiwa kreatif.
Dalam tarian ini mengasah anak untuk aktif dalam mengeksplorasi gerakan hewan yang
mereka ketahui
c) Resiko: keberanian menanggung resiko ini berkaitan dengan zona kenyamanan. sehingga
pada Permainan ini membentuk anak menjadi berani dan percaya diri yang membentuk
kepribadiannya
d) Energi: energy adalah percik api yang menyalakan jiwa. Istilah energy juga menyangkut
seberapa besar hasrat dalam melakukan sesuatu.Jiwa yang di bangun oleh anak-anak
sangatlah kuat, sehingga bagaimana kita mengolah jiwa anak agar tetap selalu
bersemangat

Strategi 4P dalam mengembangkan kreativitas

1. Pribadi
2. Pendorong
3. Proses
4. Produk

Metode Teori Pendekatan : Ceramah, Diskusi, Tanya Jawab, Penampilan.

Pembelajaran Gerak Kreatif

1. Motivasi Untuk membangun semangat anak dalam memainkan permainan anak dengan
percaya diri, melalui :

Kesadaran Presepsi
Sensitivitas Stimulus (Memberikan Gerakan penyemangat)
Ekspresi
Fisik

2. Ekspresi untuk merangsang kreativitas yang ada dalam diri anak tersebut sehingga mereka
bisa meluapkannya menjadi sebuah tarian, melalui :

Pengantar Tentang Media


Krativias gerak
Alat dan Proses Respon&Stimulus (Memberikan Video dan
mengajaknya Mengeksplor gerak )
Elemen
Emosional dan Sosial

3. Evaluasi untuk membentuk tarian yang sudah dieksplorasi oleh anak sehingga menjadikan
tarian yang bermakna, melalui :
Menetapkan keterkaitan
Pengembangan Konsep Respon&Stimulus II (Mengulang
Estetika Menyusun kembali gerak tari)

Perwujudan Garapan

Gerak

Gerak Tarian ini berasal dari gerakan kaulinan budak sunda yang dimainkan diambil dari gerak
sehari-hari. Eksplorasi anak dalam memainkan permainan yang mereka ketahui seperti engkle
dan oray orayan.

Musik

Adanya musik Eksternal dan Internal. Pada Musik Internal adanya penggabungan lagu yaitu :

1. Lagu yang menggambarkan suasana pagi hari yang cerah diiringi oleh saut sautan anak
jaleuleu ja
2. Lagu oray orayan saat bermain oray orayan (akan dicari)
3. Lagu tutunggulan iringan anak untuk menari
4. lagu yang menggambarkan suasana sedih karena melihat zaman yang sudah berbeda

Kostum

Kostum Perempuan : kebaya dan sinjang sunda

Tata Rias

Rias cantik natural perempuan yang disesuaikan dengan anak usia sekolah dasar

Properti

Permainan anak anak seperti batu untuk main engklek,selendang,gadget dan remot control
PENUTUP

Kesimpulan
Pada tari pendidikan untuk anak sekolah dasar ini dapat disimpulkan bahwa ide-ide kreatif
seorang anak sangatlah bagus bila mana tidak ada penekanan ataupun larangan-larangan untuk
mengekspresikan pemikirannya, untuk itu dalam pelaksanaan tari pendidikan untuk sekolah
dasar ini gurulah yang menjadi stimulus-stimulus awal untuk siswa dapat menari dan
mengembangkan ide-ide kreatifnya

Garapan ini dari daerah Jawa Barat ada kesenian yang sudah sangat dilupakan oleh anak-anak
masa kini yaitu permainan anak-anak Sunda atau yang lebih dikenal dengan istilah kaulinan
budak. Saat ini kita tau bahwa anak-anak lebih banyak bermain Gadget daripada bermain
bersama teman-temannya diluar rumah, sehingga kita bibit bangsa harus membangun kembali
permainan yang hampir punah dan tidak pernah dimainkan lagi. Permainan Tradisi ini akan
menambah pengetahuan positif pada anak serta permainan anak-anak sunda ini juga ternyata
cukup banyak mengandung makna dalam lagu yang biasa mereka nyanyikan ketika permainan
tengah berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
https://plus.google.com/+SITIANITAPURWATIDEWI/posts/esiigW2PNWx
http://www.academia.edu/6964420/MODEL_PEMBELAJARAN_TARI_PENDIDIKAN_PADA_SIS
WA_SD_MI_SEMARANG
https://salamadian.com/permainan-tradisional-sunda-jawa-barat/
https://azzamaviero.com/permainan-tradisional-jawa-barat/
www.youtube.com
PROPOSAL TARI PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR
Dosen Pengampu :

Dra. Rahmida Setiawati. MM

Disusun oleh :

Bunga Almira Amadea (2525161997)

Putri Tiara Adli (2525165250)

Program Studi Pendidikan Seni Tari (Sendratasik)


Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Jakarta
2017