Anda di halaman 1dari 8

TUGAS SOFTSKILL

Ekonomi Koperasi

Nama : Aulia Rahmadhani Putri


NPM : 11213507
Kelas : 3EA33

UNIVERSITAS GUNADARMA
2017/2018
TUGAS 2
Pola Manajemen Koperasi

A. Pengertian Manajemen dan Perangkat Koperasi


Manajemen berasal dari bahasa inggris yaitu Manage yang berarti, mengurus, mengelola,
mengendalikan, mengusahakan, memimpin.

Menurut para ahli mengenai pengertian Manajemen :

Encylopedia of the Social Science, mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu
proses yang pelaksanaan tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

George.R.Terry yang mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu proses atau
kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke
arah tujuan-tujuan organisasional maksud yang nyata.

Jadi manajemen adalah suatu seni dalam ilmu dan proses pengorganisasian seperti
perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian atau pengawasan. Dalam pengertian
manajemen sebagai seni karena seni berfungsi dalam mengujudkan tujuan yang nyata dengan hasil
atau manfaat sedangkan manajemen sebagai ilmu yang berfungsi menerangkan fenomena-
fenomena, kejadian sehingga memberikan penjelasan yang sebenarnya.

Koperasi mengandung makna kerja sama. Kooperasi (cooperative) bersumber dari kata Coopere
(latin) co-operation yang berarti kerja sama.

Manajemen Koperasi adalah suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama,
berdasarkan azas kekeluargaan. Untuk mencapai tujuan perlu diperhatikan adanya sistem
manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil dengan diterapkannya fungsi-fungsi manajemen.

B. Rapat Anggota
Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Hal ini mengandung
pengertian bahwa segala keputusan yang sifatnya mendasar mengenai kebijakan pengembangan
aktifitas koperasi ditentukan oleh anggota yang disampaikan melalui forum rapat anggota, setiap
anggota mempunyai hak yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya.

Tugas dan wewenang Rapat Anggota adalah :


Membahas dan mengesahkan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas untuk tahun buku
yang bersangkutan.
Membahas dan mengesahkan Rencana Kerja dan RAPB tahun buku berikutnya.
Membahas dan menetapkan AD, ART dan atau Pembubaran Koperasi.
Memilih dan memberhentikan Pengurus dan Pengawas.
Menetapkan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).
C. Pengurus
Pengurus dipilih dari dan oleh Anggota Koperasi, dan berperan mewakili anggota dalam
menjalankan kegiatan organisasi maupun usaha koperasi. Pengurus dapat menunjuk manajaer dan
karyawan sebagai pengelola untuk menjalankan fungsi usaha sesuai dengan ketentuanketentuan
yang ada, sebagaimana jelas tercantum dalam pasal 32 UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang
Perkoperasian.

Tugas pengurus secara kolektif


memimpin organisasi dan kegiatan usaha, membina dan membimbing anggota.
memelihara kekayaan koperasi, menyelenggarakan rapat anggota, mengajukan rencana RK dan
RAPB
mengajukan laporan keuangan dan pertanggung-jawaban kegiatan
menyelenggarakan pembukuan keuangan secara tertib serta memelihara buku daftar anggota,
daftar pengurus dan buku daftar pengawas.

D. Pengawas

Disamping rapat anggota dan pengurus, salah satu alat perlengkapan organisasi koperasi adalah
pengawas yang antara lain mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
kebijakan dan pengelolaan koperasi.Adanya fungsi pengawasan dalam suatu organisasi koperasi,
dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk memperkecil resiko yang mungkin timbul sebagai
akibat dari terjadinya penyimpangan-penyimpangan kebijakan dari rencana yang telah ditetapkan.

Pengawas dipilih melalui rapat anggota bersama dengan pemilihan pengurus dengan masa
jabatan tiga tahun.Jabatan pengawas tidak boleh dirangkap dengan jabatan pengurus, sedangkan
persyaratan badan pengawas sama dengan persyaratan pengurus.

Tugas Pengawas
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2012 pasal 50 pengawas bertugas :
Mengusulkan calon pengurus
Memberi nasihat dan pengawasan kepada pengurus
Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi yang
dilakukan oleh pengurus
Melaporkan hasil pengawasan kepada rapat anggota.

Wewenang Pengawas
Menetapkan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai
dengan ketentuan dalam anggaran dasar
Meminta dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari pengurus dan pihak lain
yang terkait
Mendapatkan laporan berkala tentang perkembangan usaha dan kinerja koperasi dan pengurus
Memberikan persetujuan atau bantuan kepada Pengurus dalam melakukan perbuatan hukum
tertentu yang ditetapkan dalam anggaran dasar
Jadi keterkaitan antara peran pengawas dan pengurus adalah dalam hal pelaporan adalah dalam
hal pelaporan hasil audit. Pengawas melaporkan hasil audit dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan
dan Keputusan Rapat Anggota yang telah di laksanakan oleh pengurus koperasi baik auditr berkala
maupun audit akhir tahun buku. Hasil audit yang dilaporkan dari pengawas adalah mengenai
kesesuaian dan kebenaran data dan informasi yang dilaporkan dari pengawas adalah mengenai
kesesuaian dan kebenaran data dan informasi yang dilaporkan Pengurus koperasi dengan bukti
bukti pendukungnya.

E. Pendekatan Sistem Koperasi


Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:
organisasi dari orang-orang dengan unsure eksternal ekonomi dan sifat-sifat social (pendekatan
sosiologi)
perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar
(pendekatan neo klasik)

Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem


Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan
alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Socio technological system yang selanjutnya terjadi
hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan
pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.

Cooperative Combine
System sosio teknis pada substansinya, sistem terbuka pada lingkungannya, sistem dasar target
pada tugasnya dan sistem ekonomi pada penggunaan sumber-sumber.
Semua pelaksanaan dalam keseluruhan kompleks dan pengaruh eksternal, dipengaruhi oleh
hubungan sistem, demikian juga dilihat dari sudut pandang ekonomi, tidak cukup hanya
melaksanakan koperasi secara ekonomis saja, tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar
manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota tetapi juga berhubungan dengan hubungan
antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota dengan manajemen perusahaan
koperasi dalam lapangan lain. Contoh Cooperative Interprise Combine: Koperasi penyediaan alat
pertanian, serba usaha, kerajinan, dan industri.

Tugas usaha pada Sistem Komunikasi (BCS)


The Businnes function Communication System (BCS)
sistem hubungan antara unit-unit usaha anggota dengan koperasi yang berhubungan dengan
pelaksanaan dari perusahaan koperasi untuk unit usaha anggotaa mengenai beberapa tugas
perusahaan. Sistem Komunikasi antar anggota
Interpersonal Communication System (ICS)
adalah hubungan antara orang-orang yang berperan aktif dalam unit usaha anggota dengan
koperasi yang berjalan. ICS meliputi pembentukan/terjadi system target dalam koperasi
gabungan.
Sistem Informasi Manajemen Anggota.
Koordinasi dari suatu sistem yang ada melicinkan jalannya Cooperative Combine (CC), koordinasi
yang terjadi selalu lewat informasi dan dengan sendirinya membutuhkan informasi yang baik
Manajemen memberikan informasi pada anggota, informasi yang khusus untuk penganalisaan
hubungan organisasi dan pemecahan persoalan seoptimal mungkin. Dimensi struktural dari
Cooperative Combine (CC)
Konfigurasi ekonomi dari individu membentuk dasar untuk pengembangaaan lebih lanjut
Sifat-sifat dari anggota adalah sifat dari orang atau anggota organisasi serta sudut pandang
anggota
Intensitas kerjasama yaitu semakin banyak anggota semakin tinggi intensitas kerjasama atau
tugas manajemen
Distribusi kemampuan dalam menentukan target dan pengambilan keputusan
Formalisasi kerjasama, fleksibilitas kerjasama dalam jangka panjang dan dapat menerima dan
menyesuaikan perubahan
Stabilitas kerjasama
Tingkat stabilitas dalam CC ditentukan oleh sifat anggota dalam soal motivasi, kebutuhan
bergabung dan lain-lain.

TUGAS 3
Jenis dan Bentuk Koperasi
A. Jenis Koperasi
Koperasi Berdasarkan Jenisnya ada 4, yaitu :
Koperasi Produksi (Koperasi Produksi melakukan usaha produksi atau menghasilkan barang)
Koperasi konsumsi (Koperasi Konsumsi menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam
bentuk barang)
Koperasi Simpan Pinjam (Koperasi Simpan Pinjam melayani para anggotanya untuk menabung
dengan mendapatkan imbalan)
Koperasi Serba Usaha (Koperasi Serba Usaha (KSU) terdiri atas berbagai jenis usaha)

Berdasarkan keanggotaannya
Koperasi Pegawai Negeri (Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri baik pegawai pusat
maupun daerah)
Koperasi Pasar (Koppas) (Koperasi pasar beranggotakan para pedagang pasar)
Koperasi Unit Desa (KUD) (Koperasi Unit Desa beranggotakan masyarakat pedesaan. KUD
melakukan kegiatan usaha bidang ekonomi terutama berkaitan dengan pertanian atau
perikanan (nelayan)
Koperasi Sekolah (Koperasi sekolah beranggotakan warga sekolah yaitu guru, karyawan, dan
siswa)
Berdasarkan Tingkatannya
Koperasi Primer (Koperasi primer merupakan koperasi yang beranggotakan orang-orang)
Koperasi sekunder (Koperasi sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan beberapa
koperasi)

Jenis koperasi berdasarkan fungsinya


Koperasi Konsumsi (didirikan untuk memenuhi kebutuhan umum sehari-hari para anggotanya)
Koperasi Jasa (adalah untuk memberikan jasa keuangan dalam bentuk pinjaman kepada para
anggotanya)
Koperasi Produksi (Bidang usahanya adalah membantu penyediaan bahan baku, penyediaan
peralatan produksi, membantu memproduksi jenis barang tertentu serta membantu menjual
dan memasarkannya hasil produksi tersebut)

B. Ketentuan Penjenisan Koperasi Menurut UU No 12 th 1967


Lapangan usahanya
Koperasi konsumsi, yang berusaha untuk menyediakan barang barang yang dibutuhkan para
anggotanya, baik barang keperluan sehari-hari maupun barang-barang kebutuhan sekunder
yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya, dalam arti dapat dijangkau
oleh daya belinya
Koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit, yang berusaha untuk mencegah para anggotanya
terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang atau
barang keperluan hidupnya, dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian
pinjaman uang atau barang dengan bunga yang serendah-rendahnya
Koperasi produksi, yang berusaha untuk menggiatkan para aggotanya dalam menghasilkan
produk tertentu yang biasa diproduksinya serta sekaligus mengkoordinir pemasarannya, dengan
demikian para produsen akan memperoleh kesamaan harga yang wajar atau layak dan mudah
memasarkannya
Koperasi serba usaha, yang berusaha dalam beberapa macam kegiatan ekonomi yang sesuai
dengan kepentingan-kepentingan para anggotanya.

Golongan masyarakat yang berkumpul mendirikannya:


Koperasi pegawai negeri, yang anggota-anggotanya terdiri dari para pegawai negeri dalam suatu
daerah kerja.
Koperasi di lingkungan Angkatan Bersenjata (PRIMKOPAD, PRIMKOPAL, PRIKOPARADA,
PRIMKOPOL), yang merupakan wadah penampungan kegiatan-kegiatan kekaryaan anggota
angkatan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota beserta keluarganya.
Koperasi wanita, koperasi guru, koperasi veteran, koperasi kaum pensiunan dan sebagainya,
yang masing-masing berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi (hidup) para
anggotanya dalam golongannya masing-masing.
C. Arti Modal Koperasi
Modal koperasi adalah sejumlah dana yang akan digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan
atau usaha-usaha dalam koperasi. Modal koperasi ini bisa berasal dari modal sendiri maupun
pinjaman anggota ataupun lembaga, maupun surat-surat hutang. Modal terdiri dari 2 yaitu modal
jangka panjang (Fasilitas Fisik) dan modal jangka pendek (Kegiatan Operasional).Setiap perkumpulan
atau organisasi dalam melakukan kegiatan untuk mencapai tujuannya memerlukan sejumlah dana.
Sebagai badan usaha, koperasi memerlukan dana sesuai dengan lingkup dan jenis usahanya. Dalam
rangka mendirikan badan usaha koperasi, yang ditetapkan oleh pembuat undang-undang sebagai
syarat minimum untuk mendirikan sebuah koperasi adalah jumlah anggota pendiri. Sedangkan besar
modal minimum yang harus disetor sebagai modal awal koperasi oleh para pendirinya tidak
ditentukan. hal ini sesuai dengan karakteristik koperasi yang mengedepankan jumlah anggota
daripada besar modal usaha.

D. Sumber Modal
Modal adalah sejumlah harga (uang/barang) yang digunakan untuk menjalankan usaha, modal
berupa uang tunai, barang dagangan bangunan dan lain sebagainya. Modal Koperasi terdiri dari
modal sendiri dan modal pinjaman.
1. Modal Sendiri
Modal sendiri Koperasi pertama-tama dihimpun dari simpanan anggota (simpan pokok dan
simpanan wajib), setelah Koperasi berjalan dan mendapatkan sisa hasil usaha sebagian dari sisa
usaha tersebut dapat disisikan pada dana cadangan untuk memperkuat modal sendiri. Dengan
demikian modal sendiri Koperasi berasal dari :
a) Simpanan pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama besar,dari semua anggota dan wajib
dibayar pada saat masuk menjadi anggota simpanan pokok tidak dapat diambil kemabali
selama masih menjadi anggota. Besarnya simpanan pokok ditentukan oleh rapat anggota.
b) Simpanan wajib
Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang tidak sama besarnya bagi setiap anggota yang
wajib dibayar pada waktu tertentu. Simpanan wajib ditunjukan untuk meningkatkan modal
sendiri secara bertahab, selama menjadi anggota, simpanan wajib tidak dapat diambil
kembali.
c) Dana cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah dana yang disisihkan dari sisa usaha untuk memupuk modal
sendiri dan untuk menutup kerugian Koperasi bila diperlukan. Besarnya penyisihan dana
yang dicadangan ditentukan/tercantum dalam anggaran dasar.
d) Hibah/Donasi (kalau ada)
Hibah/donasi adalah pemberian yang meningkatkan berupa uang atas barang untuk
memperlancar jalannya usaha
2. Modal Pinjaman
Modal pinjaman Koperasi berasal dari :
a) Anggota
Di samping simpanan pokok dan simpanan wajib, Koperasi dapat menghimpun modal
pinjaman dari anggota dalam bentuk simpanan sukarela dan simpanan khusus.
Simpanan sukarela pada dasarnya merupakan uang tiotipan dari anggota yang dapat
diambil sesuai perjanjian yang perlaksaanya diatur dalam anggaran rumah tangga.
Simpanan khusus pada dasranya merupakan pinjaman dari anggota yang membiayai
keperluan tertentuan. Tujuan, imbalan jasa dan cara pengembalain diatur dalam
peraturan khusus.
b) Koperasi atau Badan Usaha Lain
Pinjaman dari Koperasi atau badan usaha lain dapat diperolah atas dasar kerjasama yang
saling menguntungkan.
c) Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya
Untuk mendapatkan pinjamaan modal dari bank atau lembanga keuangan lainya, Koperasi
harus mengajukan surat yang di antara lain terdiri dari :
Rencana penggunaan modal/rencana usaha
Rencana pengembalian kredit
Jaminan barang yang nilainya sebanding dengan besarnya pinjaman
d) Penelitian Obligasi atau Surat Hutang Lainnya
Obligasi adalah surat berharga yang merupakan pengakuan hutang jangka panjang kepada
pemegangnya dengan sanggupan membayar bunga tetap dan mengembalikan pada waktu
yang ditentukan, untuk menerbitkan obligasi harus memenuhi persyaratan dan dapat ijin
dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
e) Sumber Lain Yang Sah
Pinjaman dari sumber lain yang syah biasanya diperoleh dari pemerintah atau lembaga lain
atas dasar pertimbangan tertentu.
f) Modal Penyertaan
Selain modal sendiri dan pinjamaan Koperasi dapat memperluas usaha yang dibiayai dengan
modal penyertaan yang berasal dari pemerintah dan atau masyarakat. Pada hakekatnya
modal penyertaan merupakam modal pinjaman yang dalam hal menanggung resiko
diperlukan sebagian modal sendiri (ekuity).