Anda di halaman 1dari 33

PELELANGAN UMUM

JASA PENORMALAN TANGKI HSD

PT PJB UNIT BISNIS JASA O&M PLTU PAITON

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT


(RKS)

NOMOR : 3914.RKS/612/UBJOMPTN/2016
TANGGAL : 01 NOVEMBER 2016

PT PEMBANGKITAN JAWA-BALI unit


BISNIS JASA O&m PLTU PAITON
Tahun 2016
BAB I
SYARAT-SYARAT UMUM

1.1. PENDAHULUAN
Penyedia barang/jasa yang mengikuti pengadaan dengan sistem pelelangan umum
ini harus membaca dan memahami dengan seksama semua ketentuan yang tertulis
pada Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ini. Sanggahan tidak akan ditanggapi
di kemudian hari, jika alasannya karena tidak membaca, atau kurang memahami
mengenai artinya, dan segala kerugian yang diakibatkannya menjadi tanggung jawab
penyedia barang/jasa.

1.2. PEDOMAN PELAKSANAAN PELELANGAN UMUM


Pelelangan pengadaan barang/jasa ini berpedoman pada Surat Keputusan Direksi
PT Pembangkitan Jawa-Bali Nomor 087.K/010/DIR/2012 tanggal 09 Oktober 2012
tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa PT Pembangkitan Jawa Bali dan Nomor
090.K/010/DIR/2012 tanggal 09 Oktober 2012 tentang Kewenangan Pelaksana
Pengadaan Barang/Jasa PT Pembangkitan Jawa Bali.

1.3. RENCANA KERJA


Dalam pelelangan umum ini penyedia barang/jasa diminta untuk menawarkan harga
JASA PENORMALAN TANGKI HSD PT PJB UBJ O&M PLTU PAITON sesuai
spesifikasi yang diminta.

1.4. JADWAL PELAKSANAAN PELELANGAN

1.4.1. Pendaftaran Peserta Lelang dan Pengambilan Dokumen Lelang :


Tanggal : 09 November 2016 s/d 18 November 2016
Waktu : 10.00 15.30 WIB (khusus hari terakhir pukul: 10.00-13.00)
Tempat : PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton Jl. Raya Surabaya
Situbondo KM 141 Paiton Probolinggo
1.4.2. Penjelasan Lelang / Aanwijzing :
Hari/Tanggal : Jumat, 18 November 2016
Waktu : 13.30 WIB
Tempat : PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton Jl. Raya Surabaya
Situbondo KM 141 Paiton Probolinggo
1.4.3. Penyampaian surat penawaran Administrasi, Teknik dan Harga paling
lambat :
Hari/Tanggal : Senin, 28 November 2016
Waktu : 13.00 WIB
Tempat : PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton Jl. Raya Surabaya
Situbondo KM 141 Paiton Probolinggo

1.4.4. Pembukaan surat penawaran Administrasi, Teknik dan Harga :


Hari/Tanggal : Senin, 28 November 2016
Waktu : 13.30 WIB
Tempat : PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton Jl. Raya Surabaya
Situbondo KM 141 Paiton Probolinggo
.
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
1.5. PEMBERI PEKERJAAN
Pemberi pekerjaan dalam pelelangan ini adalah PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit
Bisnis Jasa O&M PLTU Paiton, selanjutnya disebut PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton.

1.6. PERENCANA PENGADAAN JASA


Perencana pengadaan jasa dalam pelelangan ini adalah Manajer Pemeliharaan PT
PJB PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton.

1.7. DIREKSI PEKERJAAN


1.7.1. Sebagai Direksi Pekerjaan adalah Manajer Pemeliharaan PT PJB UBJ O&M
PLTU PAITON yang bertugas mengawasi dan memeriksa pelaksanaan
pengadaan barang/jasa. Dalam pelaksanaannya, Direksi Pekerjaan
membentuk struktur organisasi dan menunjuk Pejabat/Staf Pegawai PT PJB
UBJ O&M PLTU PAITON untuk membantu tugas Direksi Pekerjaan dalam
mengawasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
1.7.2. Sebagai pengawas pekerjaan, Direksi Pekerjaan akan menetapkan seorang
atau lebih "Pengawas Lapangan" di tempat pekerjaan yang setiap hari akan
selalu mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan ini agar ketentuan dan
syarat-syarat dalam RKS ini dapat dilaksanakan oleh pelaksana pekerjaan
dengan baik dan cermat
1.8. PENYEDIA JASA
Penyedia jasa adalah badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang
kegiatan usahanya menyediakan jasa dengan klasifikasi sesuai Rencana Kerja dan
Syarat-Syarat (RKS) ini.

1.9. RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS)


1.9.1. Rencana Kerja dan Syarat-Syarat adalah dokumen pengadaan yang
dipergunakan sebagai pedoman dalam proses penawaran oleh penyedia jasa
serta pedoman proses pengadaan oleh pelaksana pengadaan (yang
selanjutnya disebut RKS).
1.9.2. Pelaksana pengadaan akan menyelenggarakan penjelasan lelang (aanwijzing)
untuk menjelaskan isi dan lingkup dari dokumen pengadaan.
1.9.3. Semua permintaan klarifikasi terhadap isi RKS hanya dapat dilakukan dalam
forum penjelasan lelang.
1.9.4. Pemberian penjelasan dilakukan di tempat dan pada waktu yang ditentukan,
dengan dihadiri oleh seluruh calon penyedia jasa dan harus mengisi daftar
hadir. Ketidakhadiran peserta pelelangan pada saat pemberian penjelasan
tidak dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran.
1.9.5. Para peserta yang hadir dalam pelaksanaan penjelasan (aanwijzing) harus
menunjukan tanda pengenal dan surat tugas serta didampingi/dihadiri oleh
tenaga ahli perusahaan yang memiliki kompetensi untuk itu.
1.9.6. Pertanyaan yang menyangkut RKS ini dapat disampaikan secara tertulis
maupun lisan kepada pelaksana pengadaan pada saat penjelasan lelang
(aanwijzing).
1.9.7. Apabila terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting, akan
dituangkan ke dalam addendum dokumen pengadaan yang menjadi bagian
tidak terpisahkan dari dokumen pengadaan dan akan disampaikan dalam
waktu bersamaan kepada semua calon penyedia jasa secara tertulis.

1.10. SYARAT-SYARAT PESERTA LELANG


1.10.1. Perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT)
1.10.2. Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan sub bidang Mekanikal.
1.10.3. Memiliki pengalaman untuk pekerjaan jasa perawatan tangki penyimpanan
cairan bahan bakar atau sejenis minimal 3 tahun terakhir dengan hasil baik,
yang dibuktikan melalui :
a. Copy Surat perintah kerja/kontrak pekerjaan;
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
b. Copy Berita acara penyelesaian pekerjaan;
1.10.4. Memiliki engineer dan supervisor yang telah berpengalaman dibuktikan dengan
membuat daftar yang terdiri nama lengkap, kompetensi dan pengalaman
pekerjaan yang pernah ditangani.
1.10.5. Memiliki peralatan kerja (tools) yang lengkap dan berkualitas baik dibuktikan
dengan membuat daftar peralatan kerja yang akan digunakan untuk pekerjaan
terebut.
1.10.6. Memiliki sertifikat / surat penunjukan / lisensi sebagai agen resmi / pelaksana
kerja untuk proyek dari principal / agen resmi
1.10.7. Penyedia Barang/Jasa tidak sedang menjalani sanksi Blacklist di lingkungan PT
PLN (Persero) Group.
1.10.8. Asli surat kuasa bermeterai cukup dari penanggung jawab perusahaan kepada
yang dikuasakan dalam hal mengikuti setiap proses pelelangan (pendaftaran,
aanwizjing, pembukaan dan klarifikasi teknis) ditandatangani oleh penerima
kuasa

1.11. DILARANG IKUT SEBAGAI PESERTA / PENJAMIN


1.11.1. Mereka yang dinyatakan pailit.
1.11.2. Mereka yang keikutsertaannya akan bertentangan dengan kepentingan
tugasnya (conflict of interest).
1.11.3. Mereka yang keikutsertaannya dalam satu pelelangan berada dalam satu
kesatuan pengaruh pemilik modal dan atau kepengurusan dengan peserta
lelang yang lain (kecuali BUMN/BUMD sebagai peserta lelang) sehingga dapat
diperkirakan akan dapat terjadi pengaturan/kerjasama diantara para peserta
atau terjadinya persaingan yang tidak wajar/sehat.
1.11.4. Apabila peserta pelelangan terbukti berada dalam satu kekuatan pengaruh
pemilik modal dan/atau kepengurusan, dapat dikenakan sanksi blacklist
selama 24 bulan.

1.12. METODE PEMASUKAN DAN TATA CARA PEMBUKAAN DOKUMEN


1.12.1. Penyampaian surat penawaran adalah pascakualifikasi dengan metode
1 (satu) sampul yaitu :
Penyampaian dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratan
administrasi, teknis dan penawaran harga yang dimasukkan ke dalam 1
(satu) sampul tertutup.
1.12.2. Peserta harus mengajukan surat penawaran yang terdiri dari dokumen
penawaran administrasi, teknis dan harga sesuai contoh Lampiran 3 dan
penawaran harga yang dilengkapi dengan rincian harga penawaran sesuai
contoh Lampiran 4.
1.12.3. Penyampulan dokumen penawaran asli dan seluruh rekaman ke dalam 2
sampul y ang masing-masing ditandai dengan asli dan rekaman
kemudian kedua sampul tersebut dimasukan menjadi 1 (satu) sampul dan
direkat untuk menjaga kerahasiaan.
1.12.4. Pada sampul penutup sebelah kiri atas agar ditulis :
Dokumen Penawaran sesuai RKS Nomor 3914.RKS/612/UBJOMPTN/2016,
tanggal 01 NOVEMBER 2016, nama paket pekerjaan, nama dan alamat
peserta.
Surat penawaran dialamatkan kepada:
PANITIA PENGADAAN PT PJB UNIT BISNIS JASA O&M PLTU PAITON
Jl. Surabaya Situbondo KM 141, Paiton, Probolinggo
1.12.5. Surat penawaran dimasukkan sendiri oleh peserta ke dalam kotak penawaran
yang telah disediakan.
1.12.6. Penyampaian surat penawaran yang melampaui batas waktu yang
telah ditentukan tidak akan diterima.
1.12.7. Ketidakhadiran peserta pada saat pembukaan dokumen penawaran tidak
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran, perwakilan
peserta yang hadir pada saat pembukaan dokumen penawaran menunjukan
tanda pengenal dan surat penugasan/surat kuasa kepada pelaksana
pengadaan.
1.12.8. Harga penawaran adalah harga tetap (fixed price)/lump sump, tidak berubah,
ditawarkan dalam mata uang rupiah, sudah termasuk semua pajak yang
berlaku.
1.12.9. Harga penawaran berlaku untuk jangka waktu sekurang-kurangnya 3 (tiga)
bulan terhitung sejak tanggal pemasukan surat penawaran.
1.12.10. Harga penawaran dalam dokumen penawaran dicantumkan dengan jelas
dalam angka-angka dan huruf.
1.12.11. Apabila terdapat perbedaan penulisan antara angka dan penulisan huruf,
maka yang digunakan adalah penulisan huruf.
1.12.12. Surat penawaran harus ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau
penerima kuasa dari pimpinan perusahaan kepada nama yang tercantum
di dalam akte pendirian perusahaan/perubahannya, atau kepala cabang
perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat dan dibuktikan dengan
dokumen autentik, atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama (joint
operation agreement) adalah yang berhak mewakili joint operation,
bertanggal, bermeterai Rp 6.000,00 dan distempel.

1.13. LAMPIRAN-LAMPIRAN SURAT PENAWARAN


1.13.1. Lampiran-lampiran surat penawaran dalam sampul penawaran (dibuat
rangkap 2, Asli dan Copy ) adalah sebagai berikut :
(1). Lampiran Dokumen Penawaran :
a) Surat penawaran administrasi, teknis dan harga (sesuai contoh
lampiran 3) RKS ini;
b) Copy akte pendirian perusahaan dan perubahannya;
c) Copy Surat Pengesahan dari Kemenkumham untuk Akte Pendirian
Perusahaan dan perubahannya;
d) Copy surat izin usaha perdagangan dengan klasifikasi sub bidang
mekanikal ;
e) Asli daftar susunan pemilik saham;
f) Asli daftar susunan pengurus perusahaan;
g) Asli Struktur Organisasi Perusahaan;
h) Copy NPWP, PKP dan Tanda Daftar Perusahaan;
i) Copy neraca keuangan perusahaan tahun terakhir, untuk penawaran
yang bernilai di atas Rp 2 milyar, neraca harus telah diaudit oleh
akuntan publik (tahun 2015);
j) Copy rekening koran terbaru dari bank selama periode 3 (tiga) bulan
terakhir (bulan Juli, Agustus, September 2016); Jika saldo rata-rata 3
(tiga) bulan terakhir 5% dari penawaran, maka harus mendapatkan
Surat Dukungan Bank dengan jumlah nominal dukungan sebesar 5%
dari total harga penawaran.
k) Asli Surat keterangan No Rekening Bank tujuan pembayaran oleh
penyedia barang/jasa
l) Copy bukti pelunasan kewajiban pajak tahun terakhir (SPT/PPh),
(tahun 2015);
m) Copy laporan bulanan PPh Pasal 25 atau Pasal 23 atau PPN
sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan terakhir (bulan Juli, Agustus,
September 2016);
n) Asli Pakta Integritas (sesuai contoh Lampiran 5;
o) Surat Pernyataan (sesuai contoh Lampiran 6).

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


(2). Dokumen Teknik :
a) Spesifikasi jasa yang ditawarkan (sesuai lampiran 2),
b) Copy Pengalaman Pekerjaan yang dibuktikan dengan :
Copy Surat perintah kerja/kontrak pekerjaan;
Copy Berita acara penyelesaian pekerjaan;
c) Daftar pengalaman engineer dan supervisor yang terdiri nama lengkap,
kompetensi dan pengalaman proyek yang pernah ditangani.
d) Daftar peralatan kerja (tools) yang akan digunakan untuk pekerjaan
tersebut.

(3). Dokumen Penawaran harga :


a) Data rincian harga penawaran (sesuai contoh Lampiran 4)
b) Asli jaminan penawaran dari bank umum (kecuali CIMB) atau Asli /
copy bukti transfer jaminan tunai)

Catatan :
(1). Apabila ada hal-hal yang kurang jelas dan/atau meragukan terhadap
surat-surat/data-data administrasi yang bersangkutan maka pelaksana
pengadaan dapat melakukan klarifikasi/konfirmasi dengan pihak
terkait/institusi yang menerbitkannya.
(2). Seluruh berkas lampiran dokumen surat penawaran tersebut di atas agar
disusun secara rapi dan urut.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


BAB II
SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI

2.1. JAMINAN PENAWARAN


2.1.1. Jaminan penawaran yang diterbitkan harus mempunyai syarat-syarat
sekurang-kurangnya sebagai berikut :
(1). Nama dan alamat pemberi tugas;
(2). Nama dan alamat jelas penyedia;
(3). Nama dan alamat pihak penjamin;
(4). Nama paket pekerjaan yang dijamin;
(5). Besar jumahnya jaminan dalam angka dan huruf;
(6). Pernyataan pihak penjamin bahwa jaminan penawaran dapat dicairkan
dengan segera sesuai ketentuan dalam jaminan penawaran;
(7). Masa berlaku surat jaminan penawaran;
(8). Batas akhir waktu pengajuan tuntutan pencairan surat penawaran oleh
pengguna Jasa kepada pihak penjamin;
(9). Mengesampingkan ketentuan Pasal 1831 Kitab Undang-undang Hukum
Perdata, mengacu ketentuan Pasal 1832 kitab undang-undang hukum
perdata;
(10). Tanda tangan pihak penjamin.
2.1.2. Jaminan Penawaran diperlukan untuk pengadaan jasa yang bernilai di atas
Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah), dengan tujuan jaminan kepada :
Nama : PANITIA PENGADAAN PT PJB UNIT BISNIS JASA O&M PLTU
PAITON
Alamat : Jl. Surabaya Situbondo KM 141 Paiton Probolinggo
Jaminan : JASA PENORMALAN TANGKI HSD
2.1.3. Jaminan penawaran atas pengadaan jasa harus dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional) sebesar nilai jaminan dalam waku paling lambat 14 (empat
belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari pelaksana
pengadaan diterima oleh penerbit jaminan (diberikan sanksi blacklist sesuai
wanprestasi yang telah dilakukan oleh penyedia jasa).
2.1.4. Pelaksana pengadaan melakukan klarifikasi tertulis terhadap keabsahan
jaminan yang diterima.
2.1.5. Besarnya Jaminan Penawaran adalah 1% - 3% dari nilai total HPS (Harga
Perkiraan Sendiri).
2.1.6. Jaminan penawaran yang sah adalah yang dikeluarkan oleh Bank Umum
(tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat/Asuransi) dan jaminan dapat pula
berbentuk tunai dengan cara menyetor ke kas perusahaan.
2.1.7. Masa berlaku jaminan penawaran sekurang-kurangnya sama dengan masa
berlakunya harga penawaran yaitu 3 (tiga) bulan.
2.1.8. Apabila masa berlaku jaminan penawaran telah berakhir, sedangkan
keputusan pelelangan belum ditetapkan, maka PT PJB UBJ O&M PLTU
PAITON berhak meminta perpanjangan masa berlaku jaminan penawaran
tersebut.
2.1.9. Jaminan penawaran akan dikembalikan kepada peserta lelang yang
bukan menjadi pemenang dalam pelelangan ini setelah ada
pengumuman penunjukan pemenang dari pejabat yang berwenang PT PJB
UBJ O&M PLTU PAITON (dalam hal ini General Manajer PT PJB UBJ O&M
PLTU PAITON).
2.1.10. Bagi peserta lelang yang ditunjuk sebagai pemenang, jaminan penawaran akan
dikembalikan setelah peserta lelang tersebut menyerahkan jaminan
pelaksanaan kepada PT PJB UBJ O&M PLTU PAITON.
2.1.11. Bagi peserta lelang yang telah memasukkan penawaran lengkap dengan
jaminan penawaran tetapi menarik diri dari pelelangan ini dan atau setelah
dinyatakan sebagai pemenang lelang/penyedia sampai dengan surat
penunjukan tidak memenuhi kewajibannya maka penjamin akan membayar
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
kepada perusahaan untuk jumlah tersebut dalam jaminan penawaran.
2.1.12. Dalam hal penyedia jasa yang sudah ditunjuk menjadi pemenang dalam
pelelangan ini mengundurkan diri atau tidak mau ditunjuk sebagai pemenang
dan masa jaminan penawaran masih berlaku, maka jaminan penawaran
peserta lelang yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan ke kas perusahaan
dan kepada yang bersangkutan dikenakan sanksi blacklist selama 24 bulan.

2.2. JAMINAN PELAKSANAAN


2.2.1. Jaminan pelaksanaan diberikan oleh penyedia jasa untuk pelaksanaan
pengadaan dengan nilai surat perjanjian di atas Rp300.000.000,00 (tiga ratus
juta rupiah), jaminan pelaksanaan diberikan setelah diterbitkannya surat
penunjukan dan sebelum penandatanganan surat perjanjian.
2.2.2. Jaminan pelaksanaan yang diterbitkan harus mempunyai syarat-syarat
sekurang-kurangnya sebagai berikut :
(1). Nama dan alamat pemberi tugas;
(2). Nama dan alamat jelas penyedia;
(3). Nama dan alamat pihak penjamin;
(4). Nama paket pekerjaan yang dijamin;
(5). Besar jumahnya jaminan dalam angka dan huruf;
(6). Pernyataan pihak penjamin bahwa jaminan pelaksanaan dapat
dicairkan dengan segera sesuai ketentuan dalam jaminan pelaksanaan;
(7). Masa berlaku surat jaminan pelaksanaan;
(8). Batas akhir waktu pengajuan tuntutan pencairan surat pelaksanaan oleh
pengguna Jasa kepada pihak penjamin;
(9). Mengesampingkan ketentuan Pasal 1831 Kitab Undang-undang
Hukum Perdata, mengacu ketentuan Pasal 1832 kitab undang-undang
hukum perdata;
(10). Tanda tangan pihak penjamin.
2.2.3. Besaran nilai jaminan pelaksanaan adalah sebagai berikut :
a. Untuk nilai penawaran terkoreksi antara 80% sampai dengan 100% dari
nilai total HPS, jaminan pelaksanaan adalah sebesar 5% dari nilai kontrak.
b. Untuk nilai penawaran terkoreksi dibawah 80% dari nilai total HPS,
besarnya jaminan pelaksanaan 5% dari nilai total HPS.
2.2.4. Jaminan pelaksanaan dikeluarkan oleh Bank Umum (tidak termasuk Bank
Perkreditan Rakyat/Asuransi) yang sama dengan Bank Umum tujuan
pembayaran dan dapat pula berbentuk tunai dengan cara menyetor ke kas
perusahaan atau jaminan pelaksanaan yang sah adalah dikeluarkan oleh Bank
Umum (tidak termasuk Bank Perkreditan Rakyat), dengan tujuan jaminan
kepada :
Nama : PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
Alamat : Jl. Raya Surabaya Situbondo Km. 141, Paiton, Probolinggo
Jaminan : JASA PENORMALAN TANGKI HSD
2.2.5. Jaminan pelaksanaan atas pengadaan jasa harus dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional) sebesar nilai jaminan dalam waku paling lambat 14 (empat
belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari pelaksana
pengadaan diterima oleh penerbit jaminan (diberikan sanksi blacklist sesuai
wanprestasi yang telah dilakukan oleh penyedia).
2.2.6. Pelaksana pengadaan melakukan klarifikasi tertulis terhadap keabsahan
jaminan yang diterima.
2.2.7. Jaminan pelaksanaan harus mempunyai masa berlaku sejak tanggal surat
perjanjian sampai tanggal serah terima pertama.
2.2.8. Penyedia jasa harus bersedia memperpanjang masa berlaku jaminan
pelaksanaan jika penyerahan pekerjaan tertunda dari waktu yang telah
ditetapkan dalam surat perjanjian.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


2.3. MASA GARANSI / PEMELIHARAAN DAN SURAT GARANSI PEKERJAAN
2.3.1.Penyedia jasa menjamin bahwa hasil pekerjaan JASA PENORMALAN TANGKI
HSD yang diserahkan berfungsi dengan baik dan bebas dari segala kerusakan,
cacat yang terlihat maupun cacat yang tersembunyi atau penggunaan barang
bermutu rendah selama (disebut sebagai masa garansi) :
a. Masa garansi / pemeliharaan pekerjaan (hasil pekerjaan / performance)
adalah selama 6 (Enam) bulan sejak tanggal Berita Acara Penyelesaian
Pekerjaan.
2.3.2. Selama Masa Garansi/Pemeliharaan, Penyedia Barang/Jasa wajib
memberikan Surat pernyataan Garansi bermaterai yang diterbitkan oleh
Penyedia Barang/Jasa, dengan masa garansi, yang diserahkan oleh Penyedia
Barang/Jasa kepada Pemberi Pekerjaan pada saat penyerahan barang dan
pekerjaan jasa.
2.3.3. Selama Masa Garansi/Pemeliharaan, PIHAK KEDUA wajib memberikan
Jaminan Masa Garansi sebagai berikut:
a. Garansi Jasa/Pekerjaan berupa Jaminan Masa Pemeliharaan yang
dilengkapi Surat Garansi Pekerjaan yang diterbitkan oleh PIHAK KEDUA,
dengan masa garansi sebagaimana dimaksud dalam poin 2.3.1 ayat (2),
yang diserahkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK KESATU pada saat
penyerahan pekerjaan
2.3.4. Jaminan Masa Pemeliharaan adalah Jaminan dalam bentuk tunai dengan cara
menyetor ke kas Perusahaan PT PJB Kantor Pusat atas nama PT PJB, Nomor
Rekening 00 4879 6415, Bank BNI Cab. Gubernur Suryo Jl. Gubernur Suryo
No. 36, Surabaya sebesar 5% (lima perseratus) dari total nilai Surat
Perjanjian.Pengembalian Jaminan Masa Pemeliharaan akan dilakukan oleh
PT PJB UBJ O&M PLTU PAITON kepada Penyedia Jasa setelah Masa
Pemeliharaan selesai dengan diterbitkannya Berita Acara Penyelesaian Masa
Pemeliharaan
2.3.5. Setelah berakhirnya masa garansi, PT PJB UBJ O&M PLTU PAITON akan
menerbitkan Berita Acara Penyelasaian Masa Garansi yang ditandatangani Tim
Pemeriksa Kualitas Barang/Jasa PT PJB UBJ O&M PLTU PAITON

2.4. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PEKERJAAN


2.4.1. Proses pelaksanaan pekerjaan dilakukan hingga memenuhi kriteria kualitas
hasil pekerjaan dan waktu penyerahan pekerjaan adalah 90 (Sembilan puluh)
hari kalender sejak tanggal Surat Penunjukan.
2.4.2. Tempat pelaksanaan pekerjaan ini adalah di PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton.
2.1.1. Pada waktu penyerahan pekerjaan jasa agar dilengkapi dengan dokumen-
dokumen sebagai berikut :
(1) Laporan hasil pekerjaan yang terdiri dari :
Progress report harian pekerjaan
Foto foto yang memuat dokumentasi seluruh pekerjaan
Penerbitan Sertifikat dari hasil tera
(2) Copy working permit
(3) Surat pengantar penyerahan pekerjaan dalam 2 (dua) rangkap;
(4) Asli Sertifikat garansi pekerjaan dari penyedia barang/jasa
(5) Copy surat perjanjian.

2.5. PEMERIKSAAN DAN PENERIMAAN PEKERJAAN


2.5.1. Pemeriksaan atas pekerjaan yang diserahkan oleh penyedia jasa meliputi
pemeriksaan kelengkapan dokumen pekerjaan, kesesuaian spesifikasi,
kualitas, kuantitas, jenis pekerjaan sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam
surat perjanjian.
2.5.2. Apabila pekerjaan yang diserahkan oleh penyedia jasa tidak sesuai dengan
yang dipersyaratkan dalam surat perjanjian, maka PT PJB UBJ O&M PLTU
Paiton berhak menolak pekerjaan yang tidak sesuai tersebut dan penyedia
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
jasa harus mengulang pekerjaan hingga dinyatakan sesuai oleh pemberi
pekerjaan.
2.5.3. Dalam hal pemeriksaan dilakukan setelah batas waktu penyerahan
pekerjaan dan ternyata pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi
teknis yang dipersyaratkan dan pekerjaan dinyatakan ditolak, maka penyedia
jasa akan dikenakan denda keterlambatan terhitung sejak berakhirnya batas
waktu penyerahan pekerjaan.
2.5.4. Hasil dari pemeriksaan dan penerimaan pekerjaan tersebut akan dituangkan
dalam Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan yang ditandatangani oleh Tim
Pemeriksa Kualitas Pekerjaan PT P JB UBJ O&M PLTU Paiton.
2.5.5. Namun demikian, penerbitan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan tersebut
tidak melepaskan tanggung jawab penyedia jasa terhadap kualitas pekerjaan
yang diserahkan.

2.6. PEKERJAAN TAMBAH DAN PEKERJAAN KURANG


2.6.1. Pekerjaan tambah dan/atau pekerjaan kurang hanya dianggap sah apabila ada
perintah dari PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton secara tertulis.
2.6.2. Kenaikan harga akibat pekerjaan tambah tidak boleh lebih dari 10%
(sepuluh perseratus) dari total nilai surat perjanjian.
2.6.3. Perubahan nilai surat perjanjian atas pekerjaan tambah dan/atau pekerjaan
kurang sebagaimana dimaksud pada butir 2.5.1 dan 2.5.2, dibuatkan
addendum berdasarkan harga satuan pada surat perjanjian dan tidak ada
alasan untuk mengubah waktu penyelesaian pekerjaan, kecuali ada
persetujuan dari PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton secara tertulis.
2.6.4. Apabila pekerjaan kurang mengakibatkan pengurangan volume pekerjaan dari
volume pekerjaan yang telah ditentukan dalam surat perjanjian, maka
pengurangan dimaksud tidak dapat dipakai oleh PT PJB UBJ O&M PLTU
Paiton dan penyedia jasa sebagai dasar tuntutan ganti rugi atau tuntutan
hilangnya keuntungan yang disebabkan oleh pengurangan volume pekerjaan
dimaksud.

2.7. CARA PEMBAYARAN


2.7.1. Pembayaran akan dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% berdasarkan
Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan oleh Tim Pemeriksa Kualitas Pekerjaan.
2.7.2. Pembayaran dilakukan dengan ditransfer ke Nomor Rekening Bank yang
ditunjuk oleh Penyedia jasa.
2.7.3. Lampiran surat permintaan pembayaran bermaterai adalah sebagai berikut:
- Kuitansi 3 (tiga) rangkap, 1 (satu) bermaterai;
- Faktur 2 (dua) rangkap;
- Berita Acara Pemeriksaan Barang (bila ada);
- Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan termasuk rekomendasi jumlah hari
keterlambatan (bila ada);
- E-faktur dalam 5 (lima) lembar;
- Surat Setoran Pajak (SSP) sejumlah 5 (lima) lembar;
- Copy Perjanjian;
- Copy Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP);
- Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
- Copy Surat Pemberian Nomor Seri Faktur Pajak yang diterbitkan oleh
Kantor Pajak;
- Asli Jaminan Pemeliharaan.
2.7.4. Biaya-biaya yang timbul pada bank penyedia jasa sehubungan dengan
transaksi pembayaran yang dilakukan oleh PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
kepada penyedia jasa menjadi beban dan tanggung jawab penyedia jasa.

2.8. SANKSI KETERLAMBATAN


2.8.1. Dalam hal terjadi keterlambatan penyerahan pekerjaan sesuai waktu yang
ditentukan, maka penyedia jasa dikenakan sanksi berupa denda keterlambatan
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
sebesar 1 (satu permil) dari nilai total sesuai surat perjanjian untuk setiap
hari kalender keterlambatan dengan batas maksimum sebesar 5% (lima
perseratus dari nilai surat perjanjian, kecuali keterlambatan disebabkan oleh
adanya force majeure atau alasan yang berhubungan dengan kesalahan PT
PJB UBJ O&M PLTU Paiton.
2.8.2. Apabila sampai dengan batas akhir penyerahan pekerjaan, penyedia jasa
belum menyerahkan pekerjaan, maka PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
berhak untuk memutus surat perjanjian secara sepihak dan jaminan
pelaksanaan akan dicairkan dan sepenuhnya menjadi milik PT PJB UBJ
O&M PLTU Paiton, serta penyedia jasa dikenakan sanksi blacklist selama
24 bulan sejak tanggal pemutusan surat perjanjian.
2.8.3. Namun apabila penyedia jasa masih sanggup untuk memenuhi kewajibannya
dan disetujui oleh PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton, maka penyedia jasa wajib
memperpanjang masa berlaku jaminan pelaksanaan sehingga tidak ada
waktu penjaminan yang luang atau terputus dan kepada penyedia jasa tetap
dikenakan sanksi keterlambatan sesuai butir 2.7.1.
2.8.4. Apabila setelah disetujui oleh PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton, p e n yed i a
j a s a tidak bersedia memperpanjang masa berlaku jaminan pelaksanaan,
maka PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton berhak memutus Surat Perjanjian
secara sepihak dan jaminan pelaksanaan akan dicairkan dan sepenuhnya
menjadi milik PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton, serta penyedia jasa dikenakan
sanksi blacklist selama 12 bulan sejak tanggal pemutusan surat perjanjian.

2.9. PEMBEBASAN TUNTUTAN


2.9.1. Penyedia jasa menjamin PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton dan personil
perusahaan bahwa sejak ditandatanganinya surat perjanjian maupun di
kemudian hari tidak akan mendapat tuntutan dari pihak lain yang menyatakan
mempunyai hak atas Jasa sebagaimana dimaksud dalam surat perjanjian.
2.9.2. Apabila kemudian hari PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton mendapat tuntutan
dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau
mempunyai hak pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam surat perjanjian yang
telah diserahkan oleh penyedia jasa kepada PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton,
maka semua biaya yang diperlukan oleh PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
sebagai akibat tuntutan tersebut menjadi beban dan tanggung jawab penyedia
jasa.

2.10. PEMUTUSAN SURAT PERJANJIAN


2.10.1. Pemutusan Tanpa Peringatan
Apabila penyedia jasa mengundurkan diri setelah penandatanganan surat
perjanjian atau telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga atau tidak dapat
menyerahkan pekerjaan dalam batas waktu perpanjangan yang disetujui oleh
PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton, maka PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton berhak
memutus Surat Perjanjian secara sepihak, baik sebagian atau seluruhnya tanpa
memberikan peringatan tertulis kepada penyedia jasa.
2.10.2. Pemutusan dengan memberikan peringatan secara tertulis :
2.10.2.1. Apabila penyedia jasa tidak dapat menyerahkan pekerjaan dalam
batas waktu yang ditentukan, maka PT PJB UBJ O&M PLTU
Paiton akan memberikan peringatan tertulis kepada penyedia jasa
sebagai Surat Peringatan Pertama.
2.10.2.2. Apabila dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah tanggal
diterbitkannya Surat Peringatan Pertama, penyedia jasa tidak
memberikan respon/jawaban secara tertulis maka PT PJB UBJ
O&M PLTU Paiton akan memberikan Surat Peringatan Kedua
sekaligus Surat Peringatan terakhir.
2.10.2.3. Apabila dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah tanggal
diterbitkannya Surat Peringatan Kedua, penyedia jasa tidak
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
memberikan respon/jawaban secara tertulis, maka PT PJB UBJ
O&M PLTU Paiton berhak memutus surat perjanjian.
2.10.2.4. Apabila terjadi pemutusan surat perjanjian, PT PJB UBJ O&M
PLTU Paiton berhak mencairkan jaminan pelaksanaan dan akan
sepenuhnya menjadi hak milik PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton,
serta Penyedia jasa dikenakan sanksi sanksi blacklist selama 12
(dua belas) bulan sejak tanggal pemutusan surat perjanjian.
2.10.2.5. Dalam hal terjadi pemutusan surat perjanjian, maka PT PJB UBJ
O&M PLTU Paiton dan penyedia jasa sepakat untuk tidak
memberlakukan ketentuan-ketentuan Pasal 1266 dan Pasal 1267
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

2.11. FORCE MAJEURE


2.11.1. Kejadian Kahar (Force Majeure) adalah setiap keadaan yang berada di luar
kontrol yang wajar, langsung ataupun tidak langsung dari pihak yang terkena
(termasuk tetapi tidak terbatas pada kerusuhan, perang, bencana alam,
pemogokan nasional, terorisme, embargo), tetapi jika hanya dan sejauh bahwa:
(1). situasi tersebut, walaupun telah dilakukan upaya keras yang pantas,
tidak dapat dicegah, dihindari atau dipindahkan oleh pihak tersebut;
(2). kejadian tersebut mempengaruhi secara materiil kemampuan pihak yang
terkena untuk melaksanakan kewajiban berdasarkan Surat Perjanjian dan
pihak yang terkena telah melakukan seluruh tindakan pencegahan yang
pantas, kehati-hatian dan tindakan alternatif yang pantas untuk
menghindari akibat dari kejadian tersebut terhadap kemampuan pihak yang
terkena tersebut untuk melaksanakan kewajiban berdasarkan surat
perjanjian dan untuk mengurangi konsekuensi-konsekuensinya;
(3). kejadian tersebut bukan akibat langsung atau tidak langsung kegagalan
salah satu pihak untuk melaksanakan setiap kewajiban-kewajibannya
berdasarkan Surat Perjanjian; dan pihak yang terkena tersebut telah
mengirim kepada pihak lainnya pemberitahuan seketika yang
menjelaskan kejadian tersebut dan akibat yang terjadi dan tindakan-
tindakan yang telah dilakukan untuk memenuhi ketentuan ini dengan
ketentuan Kejadian Kahar tidak termasuk pemogokan, penutupan, atau
tindakan industri lainnya oleh personel dari pihak yang terkena atau agen-
agennya.
2.11.2. Dalam hal terjadi Force Majeure, maka penyedia jasa wajib memberitahukan
secara tertulis kepada PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton dalam waktu selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak terjadinya peristiwa Force
Majeure.
2.11.3. Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam butir 2.10.2
Penyedia jasa tidak memberitahukan kejadian Force Majeure tersebut kepada
PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton, maka keterlambatan penyerahan pekerjaan
berdasarkan Surat Perjanjian dianggap bukan sebagai akibat dari Force
Majeure.
2.11.4. Dalam pemberitahuan mengenai Force Majeure sebagaimana dimaksud
dalam butir 2.10.2 harus disertai dengan keterangan dari pihak yang
berwenang mengenai peristiwa tersebut dan Penyedia jasa dapat sekaligus
mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyerahan pekerjaan kepada
PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
2.11.5. PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender
terhitung sejak diterimanya permohonan perpanjangan waktu sebagaimana
dimaksud dalam butir 2.10.4 akan memberikan jawaban secara tertulis
mengenai permohonan dimaksud kepada penyedia jasa.
2.11.6. Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam butir 2.10.5 PT
PJB UBJ O&M PLTU Paiton tidak memberikan jawaban terhadap
permohonan perpanjangan waktu penyerahan pekerjaan berikut dokumen

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


penyerahannya secara lengkap dari Penyedia Pekerjaan, maka PT PJB UBJ
O&M PLTU Paiton dianggap telah memberikan persetujuan terhadap
permohonan dimaksud.
2.11.7. Penyedia jasa tidak dapat dikenakan sanksi atas keterlambatan penyerahan
pekerjaan yang diakibatkan oleh Force Majeure.
2.11.8. Tindakan yang diambil untuk mengatasi terjadinya Force Majeure akan
dilakukan sesuai dengan kesepakatan PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
dengan penyedia jasa.

2.12. PENYELESAIAN PERSELISIHAN


2.12.1. Apabila timbul perselisihan pendapat dalam rangka pelaksanaan Surat
Perjanjian, PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton dan penyedia jasa sepakat untuk
menyelesaikan dengan musyawarah.
2.12.2. Segala sengketa, pertentangan atau perselisihan yang timbul dari atau
sehubungan dengan Surat Perjanjian, atau pelanggarannya yang tidak dapat
diselesaikan dengan musyawarah (dengan jalan damai), akan diselesaikan
melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) di Surabaya sesuai
dengan prosedur dan tata cara penyelesaian perselisihan yang berlaku di
BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia).
2.12.3. Putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) tidak dapat diganggu
gugat dan bersifat terakhir. Putusan tersebut segera diserahkan kepada
pengadilan yang mempunyai wewenang hukum (yurisdiksi) untuk
melaksanakannya. PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton dan Penyedia jasa tidak
akan mengajukan banding kepada pengadilan atas Putusan tersebut. Sambil
menunggu penyelesaian atas suatu sengketa, PT PJB UBJ O&M PLTU
Paiton dan penyedia jasa akan tetap memenuhi kewajibannya berdasarkan
Surat Perjanjian.

2.13. PENGALIHAN PEKERJAAN KEPADA PIHAK LAINNYA


2.13.1. Penyedia jasa tidak diperbolehkan untuk mengalihkan sebagian maupun seluruh
hak dan kewajibannya berdasarkan Surat Perjanjian kepada pihak lain tanpa
persetujuan tertulis terlebih dahulu dari PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
2.13.2. Dalam hal Penyedia jasa akan mengalihkan sebagian maupun seluruh hak dan
kewajibannya kepada pihak lain berdasarkan persetujuan tertulis dari PT PJB
UBJ O&M PLTU Paiton, maka seluruh kerugian yang timbul sebagai akibat
pengalihan pengadaan pekerjaan dimaksud menjadi beban dan tanggung jawab
Penyedia jasa.

2.14. PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA SURAT PERJANJIAN


2.14.1. Setiap perubahan yang terjadi dalam Surat Perjanjian hanya dapat dilakukan
atas persetujuan bersama.
2.14.2. Usulan perubahan harus diajukan secara tertulis oleh pihak yang
berkepentingan kepada pihak lainnya sebelum berlakunya perubahan yang
diusulkan.
2.14.3. Setiap perubahan yang telah disepakati ditandatangani oleh masing-masing
pihak yang selanjutnya menjadi Addendum dari Surat Perjanjian.

2.15. PERSYARATAN LAIN


2.15.1. Bilamana ternyata penyedia jasa terbukti melakukan pemalsuan dokumen
pengadaan, maka dikenakan sanksi blacklist selama 60 bulan.
2.15.2. Mata uang pada surat jaminan harus sama dengan mata uang pada
Penawaran Harga.
2.15.3. Apabila terdapat perubahan data perusahaan selama pelaksanaan Surat
Perjanjian, maka penyedia jasa harus segera memberitahukan secara tertulis
kepada PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


2.15.4. Penyedia jasa wajib mematuhi semua peraturan yang berkaitan dengan
masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan lingkungan hidup yang
berlaku pada saat penyerahan pekerjaan.

2.16. KETENTUAN BLACK LIST


Hal-hal yang dapat menyebabkan Penyedia masuk dalam black list atau daftar
hitam perusahaan adalah sesuai lampiran 7.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


BAB III
SYARAT-SYARAT TEKNIS

3.1. LINGKUP DAN SPESIFIKASI PEKERJAAN


Lingkup dan spesifikasi pekerjaan adalah sesuai dengan Lampiran 1 RKS ini.

3.2. MUTU PEKERJAAN


Pekerjaan yang ditawarkan oleh Penyedia jasa harus sesuai dengan Lampiran 1
ketentuan RKS ini.

3.3. KETENTUAN STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


3.3.1. Pelaksana Pekerjaan harus memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) yang diatur oleh Menteri Tenaga Kerja RI
3.3.2. Sebelum pekerjaan dilaksanakan:
3.3.2.1. Pelaksana Pekerjaan wajib memiliki safety dan atau working permit dengan
cara mengurus ke bidang K3 Pemberi Pekerjaan dengan melampirkan
Persyaratan Pendukung yaitu:
a. Copy Surat Penunjukan atau Surat Pesanan atau Surat Perjanjian,
dokumen selain dokumen tersebut tidak dapat dijadikan dasar permohonan
safety dan atau working permit
b. Daftar peralatan kerja berikut spesifikasi, jumlah dan foto yang digunakan
beserta sertifikat yang diperlukan, khusus peralatan kerja yang
menimbulkan potensi bahaya akan dilakukan pemeriksaan oleh Pemberi
Pekerjaan melalui bidang terkait
c. Daftar Tenaga Kerja yang dipakai, lengkap dengan copy identitas,
pengalaman kerja/ kompetensi dan sertifikat terkait yang dimiliki
d. Prosedur kerja
e. Jadwal/Rencana Kerja
f. Penanggung jawab dan atau pengawas pekerjaan
3.3.2.2. Copy bukti Asuransi Tenaga Kerja atau Asuransi Risiko Material Khusus untuk
Pekerjaan dengan ketentuan seperti di bawah ini :
a. Dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu
b. Memiliki risiko tinggi
c. Jumlah tenaga kerja keseluruhan lebih atau sama dengan 50 (lima puluh)
orang
3.3.2.3. Pelaksana Pekerjaan harus menunjuk atau menugaskan Safety Officer yang
memiliki sertifikat pelatihan Safety
3.3.2.4. Sebelum Safety atau Working Permit dikeluarkan, Pemberi Pekerjaan harus
mengikuti Safety Induction atau Safety Briefing yang disampaikan oleh
Pemberi Pekerjaan melalui bidang K3 diikuti oleh seluruh tenaga kerjanya
3.3.2.5. Prinsip yang harus dipenuhi oleh Pemberi Pekerjaan dalam melaksanakan
tugasnya di lingkungan Pemberi Pekerjaan adalah :
a. Sebelum Memulai Pekerjaan
- Mengindentifikasi masalah dan membuat job safety analysis (JSA) yang
disetujui oleh Pemberi Pekerjaan melalui bidang K3.
- Menyediakan perlengkapan K3 sesuai dengan potensi bahaya dan
memerintahkan kepada semua tenaga kerja untuk menggunakan di lokasi
pekerjaan.
- melakukan pengamanan dan penjagaan terhadap barang-barang milik
Pemberi Pekerjaan.
- Memastikan pemahaman mengenai K3 dan lingkungan bagi tenaga kerja.
- Memenuhi persyaratan K3 untuk peralatan yang akan dipakai dalam
pekerjaan terkait.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


- Melengkapi personal protective equipment/Alat Pelindung Diri yang
berkaitan dengan pekerjanya.
- Melengkapi identitas personil dengan menyediakan seragam yang
mencantumkan identitas Pelaksana Pekerjaan atau minimal
menggunakan reflective vest
- Menyediakan banner identitas pekerjaan dengan mencantumkan
keterangan sebagai berikut:
Nama Pekerjaan
Nomor Surat Pesanan
Lokasi
Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan atau Levering Pekerjaan
Alokasi Anggaran
Pemberi Pekerjaan (PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton)
Nama Perusahaan Pelaksana Pekerjaan
Contact Person Pengawas Pekerjaan yang berisi nama dan nomor
selular yang dapat dihubungi
b. Pada Saat Melakukan Pekerjaan
- Melakukan pengawasan secara ketat tentang persyaratan K3 dalam
pelaksanaan pekerjaan.
- Semua tenaga kerja wajib memiliki dan memakai kelengkapan safety
seperti helm, sabuk pengaman, dll disesuaikan dengan peraturan safety
di Pemberi Pekerjaan
- Pengawas Lapangan dan semua teknisi harus memakai seragam kerja
yang rapi, sopan, bersih dan memiliki identitas yang jelas.
- Apabila melakukan pekerjaan yang bersifat panas/hot work, harus ada izin
khusus dari pihak Direksi Pekerjaan/Pengawas Lapangan dan
menyediakan fire blanket sesuai kebutuhan
- Apabila dalam pelaksanaan pekerjaan Pelaksana Pekerjaan menemukan
kondisi berbahaya harus melapor ke Pemberi Pekerjaan melalui Bidang
K3 atau Bidang Produksi yang berdinas
- Pelaksana Pekerjaan wajib menyiapkan sarana bantu kerja yang
diperlukan dan dilarang keras bertumpu langsung kepada peralatan unit
yang dinilai akan membahayakan baik saat unit beroperasi maupun tidak
beroperasi
- Pelaksana Pekerjaan dilarang menggunakan fasilitas tanggap darurat
tanpa seijin Pemberi Pekerjaan
- Pelaksana Pekerjaan wajib selalu melakukan pengawasan tentang
kebersihan, keamanan dan keselamatan di tempat kerja
- Kelebihan material dan sisa-sisa bahan lainnya yang bersifat mencemari
lingkungan dan mudah terbakar wajib dibersihkan untuk menghindari
terjadinya bahaya kebakaran dan pencemaran lingkungan
- Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan kerja
dan pencemaran lingkungan dalam pelaksanaan pekerjaan dan semua
biaya yang timbul menjadi tanggungan PELAKSANA PEKERJAAN baik
kerugian terhadap tenaga kerja maupun kerusakan peralatan atau
lingkungan dan adanya kecelakaan kerja ini tidak mempengaruhi jadwal
pelaksanaan pekerjaan
- Pelaksana Pekerjaan wajib melaporkan kegiatan pekerjaan baik sebelum
dan sesudah pelaksanaan pekerjaan kepada PEMBERI PEKERJAAN
melalui bidang produksi yang berdinas dan bidang K3.
- Untuk pekerjaan yang berkelanjutan (pelaksanaan pekerjaan lebih dari
satu hari) Pelaksana Pekerjaan wajib melaksanakan Safety briefing harian
dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk keamanan dan
keselamatan kerja
- Selama melaksanakan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan wajib menaati
semua peraturan di bidang lingkungan dan K3 lainnya yang diberlakukan

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


oleh Pemberi Pekerjaan seperti tidak merokok di tempat dilarang merokok,
membawa kendaraan non operasional ke lokasi pekerjaan, mengaktifkan
telepon selular di lokasi larangan, tidak beristirahat di tempat selain rest
area dan lain-lain
- Bagi Pelaksana Pekerjaan yang menyediakan rest area dan tempat
penyimpanan peralatan wajib menjaga kebersihan, kerapian dan
keamanan
3.3. Pada Saat Selesai Pekerjaan
a. Memastikan bahwa Pekerjaan tersebut memenuhi ketentuan K3.
b. Membersihkan lokasi tempat bekerja setelah selesai Pekerjaan, mengumpulkan
material bekas dan membuangnya ke tempat di luar PLTU Paiton 9
c. Mengembalikan peralatan unit ke posisi semula atau posisi lain sesuai dengan
kondisi yang ditentukan
3.3.3. Pelaksana Pekerjaan wajib mematuhi kebijakan dan prosedur Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Sistem Manajemen Lingkungan (SML)
yang telah ditetapkan dilingkungan PT PJB.
3.3.4. Selama melaksanakan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan diwajibkan menyediakan
peralatan safety (APD), seperti sabuk pengaman (bila diperlukan), helm, masker, dan
lain-lain serta mematuhi peraturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di
lingkungan kerja Pemberi Pekerjaan.
3.3.5. Setiap pekerjaan yang menggunakan api harus dalam pengawasan petugas safety &
LK3.
3.3.6. Keselamatan dan kecelakaan kerja dari Pelaksana Pekerjaan menjadi tanggung jawab
Pelaksana Pekerjaan.
3.3.7. Apabila Pemberi Pekerjaan dapat membuktikan bahwa Pelaksana Pekerjaan maupun
tenaga kerjanya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Standar Keselamatan
dan Kesehatan Kerja ini maka akan diberi peringatan sebanyak 1 (satu) kali tiap
pelanggaran dan Pelaksana Pekerjaan wajib melakukan perbaikan dan memenuhi
ketentuan pada Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini. Surat peringatan akan
diberikan maksimal 2 (dua) kali.
3.3.8. Apabila hingga peringatan ke-2 (dua) Pelaksana Pekerjaan tetap melakukan
pelanggaran maka akan dikenakan sanksi denda sebesar serendah-rendahnya
Rp1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) atau 1% (satu persen) yang dikurangkan dari Harga
Pekerjaan yang dibayarkan serta akan mempengaruhi penilaian supplier.
3.3.9. Khusus bagi tenaga kerja Pelaksana Pekerjaan yang terbukti melakukan pelanggaran
terhadap Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja ini dan telah diberi Surat
Peringatan sebanyak 2(dua) kali akan dikenakan sanksi berupa pencabutan ID Card
dan dimasukkan dalam daftar black list tenaga kerja.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


BAB III
TATA CARA EVALUASI PELELANGAN

4.1. METODE EVALUASI


4.1.1. Metode evaluasi dalam Pelelangan ini memakai SISTEM GUGUR.
Evaluasi pada sistem gugur terdiri dari evaluasi administrasi, evaluasi teknis,
dan evaluasi harga.
4.1.2. Evaluasi Administrasi
a) Evaluasi administrasi dilakukan terhadap kelengkapan dokumen
penawaran sesuai yang dipersyaratkan dalam penawaran. Kelengkapan
dokumen penawaran menghasilkan 2 (dua) kesimpulan, yaitu Ada atau
Tidak Ada dokumen yang dipersyaratkan.
b) Apabila evaluasi pada butir a) dipenuhi, selanjutnya dilakukan evaluasi
terhadap keabsahan dari masing-masing dokumen.
c) Evaluasi Administrasi menghasilkan 2 (dua) kesimpulan, yaitu Memenuhi
Syarat Administrasi atau Tidak Memenuhi Syarat Administrasi.
4.1.3. Evaluasi Teknis
a) Evaluasi teknis dilakukan terhadap penawaran yang dinyatakan
memenuhi/lulus persyaratan administrasi.
b) Faktor-faktor yang dievaluasi pada evaluasi teknis, antara lain spesifikasi
teknis, jumlah, jenis pekerjaan yang ditawarkan, jadwal waktu penyerahan
(sesuai dengan persyaratan teknik)
c) Evaluasi teknis menghasilkan 2 (dua) kesimpulan, yaitu Memenuhi Syarat
Teknis atau Tidak Memenuhi Syarat Teknis.
4.1.4. Evaluasi Harga
a) Evaluasi Harga dilakukan terhadap penawaran yang dinyatakan
memenuhi/lulus persyaratan administrasi dan teknis.
b) Dilakukan urutan penawaran yang dimulai dari urutan penawaran terendah.
c) Evaluasi penawaran harga dilakukan dengan metode sistem gugur,
penawaran harga akan dibandingkan dengan HPS yang telah ditetapkan
dan penawaran harga yang di atas HPS dinyatakan gugur dan tidak akan
dievaluasi.
d) Pengadaan pekerjaan ini adalah harga tetap (fixed price)/lump sump, maka
evaluasi kewajaran harga adalah dengan cara membandingkan total harga
penawaran terhadap total HPS.
e) Koreksi Aritmatik dilakukan atas kesalahan penjumlahan dan pengalian
volume dengan harga satuan dengan ketentuan bahwa volume dan harga
satuan tidak boleh diubah, hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai
penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi/rendah
dari urutan peringkat semula,
f) Penawaran setelah koreksi aritmatik melebihi nilai total HPS dinyatakan
gugur.
g) Hasil koreksi aritmatik disusun urutan dari penawaran terendah untuk
mendapatkan tiga penawaran terendah
h) Evaluasi harga dilakukan terhadap kelengkapan dokumen penawaran
sesuai yang dipersyaratkan dalam Penawaran Harga dan keabsahan dari
masing-masing dokumen.
i) Evaluasi harga menghasilkan 2 (dua) kesimpulan, yaitu Memenuhi atau
Tidak Memenuhi.

4.2. Klarifikasi
4.2.1. Dilakukan klarifikasi apabila :
a) Penawaran telah lulus evaluasi administrasi dan teknis serta harga
penawaran tidak lebih rendah dari 80% nilai HPS.
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
b) Apabila harga penawaran kurang dari 80% nilai HPS, maka akan
dilakukan klarifikasi terhadap spesifikasi Jasa.
c) Apabila setelah dilakukan klarifikasi terhadap calon pemenang pengadaan
dan calon pemenang tetap menyatakan sanggup untuk melaksanakan
pengadaan jasa, maka calon pemenang tersebut harus bersedia menaikkan
nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5% dari nilai total HPS.
d) Apabila calon pemenang yang bersangkutan tidak bersedia menambah
nilai jaminan pelaksanaan, maka penawarannya dapat digugurkan dan
jaminan penawarannya dicairkan dan menjadi milik PT PJB UBJ O&M
PLTU Paiton serta calon pemenang tersebut dikenakan sanksi Blacklist
selama 12 (dua belas) bulan.
4.2.2. Penawaran yang telah lulus evaluasi administrasi dan teknis serta harga
penawaran urutan terendah pertama tidak dilakukan negosiasi harga.
4.2.3. Penetapan pemenang diurutkan dari urutan 1 (satu) calon pemenang dan 2
(dua) urutan calon pemenang cadangan
4.2.4. Penawaran harga terendah pertama diusulkan sebagai calon pemenang.

4.3. PENGUMUMAN PEMENANG


Hasil penetapan pemenang pelelangan akan diumumkan kepada semua peserta
pelelangan.

4.4. MASA SANGGAH DAN JAMINAN SANGGAHAN


a) Kepada peserta yang berkeberatan dengan Hasil penetapan dapat mengajukan
sanggahan secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 5 (lima) hari kerja
sejak tanggal pengumuman hasil penetapan pemenang, dengan memberikan
jaminan sanggah sebesar 2 dari nilai total HPS atau setinggi-tingginya sebesar
Rp. 50.000.000,-
b) Sanggahan ditujukan kepada pejabat yang berwenang dalam hal ini General
Manajer PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton
c) Sanggahan hanya diajukan terhadap adanya penyimpangan pelaksanaan
prosedur yang telah diatur dalam dokumen pelelangan, KKN, dan atau
pelanggaran persaingan usaha yang sehat.
d) Surat sanggahan diajukan pelaksana pengadaan disertai bukti-bukti terjadinya
penyimpangan, dengan tembusan kepada Kepala Satuan Pengawasan Intern (Ka
SPI), Surat sanggahan yang disampaikan kepada yang bukan kepada pejabat
yang berwenang dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti.
e) Pejabat yang berwenang wajib memberikan pendapat keterangan tertulis atas
substansi masalah yang disanggah kepada yang mengajukan sanggahan disertai
bukti-bukti secara proporsional sesuai dengan masalahnya selambat- lambatnya
dalam 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya sanggahan.
f) Penyedia yang tidak puas dengan jawaban sanggahan seperti yang dimaksud
dalam huruf e dapat mengajukan sanggahan banding kepada Direktur Utama PT
PJB, dengan tembusan kepada Kepala Satuan Pengawasan Intern (Ka SPI),
paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah diterimanya jawaban sanggahan.
g) Berdasarkan keterangan pelaksana pengadaan maka atasan pejabat yang
berwenang memberikan jawaban selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sejak
Surat Sanggahan Banding diterima.
h) Proses pelelangan dapat dilanjutkan sesudah pejabat yang berwenang
memberikan jawaban kepada yang mengajukan sanggahan.
i) Apabila sanggahan ternyata benar, maka dilakukan penilaian kembali atau
dilakukan pengumuman pelelangan ulang. Pelaksana pengadaan wajib
mengembalikan jaminan sanggah.
j) Apabila sanggahan tidak benar dan cenderung mengada-ada, maka kepada
yang bersangkutan tidak diikutsertakan pada proses pelelangan dan jaminan
sanggah dicairkan oleh perusahaan. Kepada penyedia tersebut dikenakan Black
List selama 1 (satu) tahun.
k) Sanggahan/sanggahan banding hanya diberikan 1 (satu) kali dan jawaban atas

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


sanggahan banding bersifat akhir (final).
l) Peserta lelang yang keberatan dan tidak mengajukan sanggahan secara tertulis
tetapi menyebarkan ke publik dapat dikenakan Blackl ist selama 2 tahun dan
apabila ternyata mengada-ada maka dikenakan Blackl ist selama 60 bulan.
m) PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton tidak memberikan ganti rugi kepada peserta bila
penawarannya ditolak atau pelelangan dinyatakan gagal.

4.5. PENUNJUKAN PEMENANG PELELANGAN


4.5.1. Selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sesudah masa sanggah berakhir atau
tidak ada sanggahan diterima, maka akan diterbitkan surat penunjukan
pelaksanaan pekerjaan kepada urutan calon pemenang pertama.
4.5.2. Apabila pemenang pertama yang telah ditetapkan pemenang mengundurkan
diri dan atau tidak bersedia, maka akan ditetapkan sebagai pelaksana pekerjaan
kepada pemenang pelelangan urutan kedua sesuai dengan harga yang
bersangkutan dengan ketentuan :
a) Penetapan pemenang urutan kedua tersebut harus terlebih dahulu mendapat
persetujuan penetapan
b) Bersedia memperpanjang jaminan penawaran bila sudah habis masa
berlakunya.
c) Harga penawaran/harga penawaran terkoreksi calon pemenang kedua
tidak melebihi HPS
4.5.3. Jaminan penawaran pemenang pertama menjadi milik PT PJB UBJ O&M PLTU
Paiton untuk dicairkan dan disetor di kas perusahaan dan diberikan sanksi black
list selama 60 bulan.
4.5.4. Apabila pemenang pelelangan urutan kedua tidak bersedia, maka akan
ditetapkan sebagai pelaksana pekerjaan kepada pemenang pelelangan urutan
ketiga sesuai dengan harga yang bersangkutan dan ketentuan sesuai dengan
4.5.2. dan 4.5.3.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


BAB V
PENUTUP

Perubahan atau penambahan atas hal-hal lain yang belum tercakup dalam RKS ini, akan
dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan yang akan merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari RKS ini.

Paiton,

PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA


PT PEMBANGKITAN JAWA-BALI UNIT BISNIS JASA O&M PLTU PAITON

1. ANDIK EKO SETYANTO Ketua Panitia

2. MUSLIM Sekretaris

3. ANDRI PURWASITO Anggota

4. MIFTACHUL S. ANAM Anggota

5. MARINDA PRIEALENA PUTRI Anggota

6. TAUFIK HADI JUANDA Anggota

7. M. AINUL YAQIN Anggota

MENYETUJUI
General Manager PT PJB UBJ O&M PLTU Paiton

MUSTOFA ABDILLAH

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


Lampiran 1 : Spesifikasi Pekerjaan
3914.RKS/612/UB
RKS No. :
JOMPTN/2016
Tanggal : 01 NOVEMBER 2016

LINGKUP DAN SPESIFIKASI PEKERJAAN

PENGADAAN JASA PENORMALAN TANGKI HSD

I. RUANG LINGKUP PEKERJAAN


1. Pekerjaan ini berlokasi di area, antara lain
Fuel Oil Tank area
2. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan jasa sesuai ketentuan dalam TOR ini dan
dikerjakan dilokasi sesuai point 4.1.
3. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan APD dan alat keselamatan kerja sesuai
dengan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diatur oleh Menteri
Tenaga Kerja RI dengan uraian sebagai berikut namun tidak terbatas pada:
a. Helm safety (untuk pekerja)
b. Sepatu safety (untuk pekerja)
c. Masker atau Respirator (untuk pekerja)
d. Dan lain lain sesuai Pekerjaan
4. Pelaksana Pekerjaan wajib berkoordinasi dengan Direksi Pekerjaan Pemberi Kerja
(Manajer Operasi).
Spesifikasi minimal perlengkapan kerja yang harus disediakan oleh Pelaksana
Pekerjaan adalah sebagai berikut
a. Pompa portable
b. Hose untuk pompa portable
c. Peralatan penyambungan (las, dsb)
d. Peralatan pembersihan cairan
e. Tempat penampungan limbah (drum, dsb)
f. Tempat penampungan drain HSD (drum, dsb)
5. Spesifikasi minimal barang yang harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan adalah
sebagai berikut
a. 1 lonjor Steel Pipe 2 (kualiatas sama atau diatas dengan line pipe HSD)
b. 2 buah globe valve 2
c. 1 buah silinder pejal minimal 15 cm (diameter sama dengan lubang sonding)
d. Bahan-bahan untuk coating dalam tangki (disesuaikan dan tergantung kondisi
saat dilakukan pengerjaan)

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


6. Tahap Persiapan
a. Assessment penentuan lokasi kerja, pengukuran space untuk pekerjaan, dan
kebutuhan peralatan sesuai pekerjaan.
b. Membuat perencanaan kerja dengan membuat schedule dan tahapan pekerjaan.
c. Membuat dan menyampaikan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan inspeksi
kepada Pemberi Kerja 1 minggu sebelum melakukan pekerjaan sekaligus
approval oleh Pemberi Kerja (Direksi Pekerjaan)
d. Secara periodik pihak Pelaksana Pekerjaan harus berkumpul untuk dilaksanakan
safety talk oleh pihak LK3 ataupun pengawas Pekerjaan untuk penyampaian
pesan-pesan LK3 dan menyampaikan catatan terhadap Pekerjaan hari
sebelumnya untuk evaluasi
e. Pengurusan Safety Permit
f. Mobilisasi personil dan peralatan
g. Menyediakan peralatan keselamatan kerja yang memadai sesuai jenis Pekerjaan
yang dilakukan dan ketentuan K3 yang berlaku.
h. Mobilisasi Engineer atau Supervisor untuk melakukan pengawasan pekerjaan.
7. Tahap Pelaksanaan Pekerjaan
a. Melakukan koordinasi kepada pihak pemberi kerja untuk dilakukan outservice
tangki. Obyek tangki yang dikerjakan adalah sejumlah 1 tangki HSD Tank A
(Timur). Untuk tangki HSD Tank B (Barat) sebagai penampung HSD dari tangki
yang dikerjakan.
b. Proses Pengurasan HSD di Tangki.
Sebelum dilakukan pengurasan oleh pelaksana kerja, pihak pemberi kerja
akan mengusahakan level jumlah HSD seminimal mungkin dengan
mengoperasikan forwarding HSD pump untuk memindahkan HSD ke tangki
cadangan/redundant.
Setelah dinyatakan HSD yang tersisa tidak dapat dipindahkan ke tangki
cadangan/redundant, pelaksana kerja melakukan pengurasan tangki HSD
yang dikerjakan dengan menggunakan pompa submersible atau pompa
portable dengan instruksi dari pemberi kerja. HSD hasil pengurasan dipompa
ke tangki cadangan/redundant.
Proses pekerjaan ini dinyatakan selesai setelah dinyatakan sisa HSD tinggal
sedikit/tidak ada oleh pemberi kerja.
c. Proses Pembersihan dan Coating Ulang Bagian Dalam Tangki HSD.
Proses ini dilakukan setelah proses pengurasan (point b) telah dinyatakan
selesai.
Pelaksana kerja membersihkan dinding dan lantai tangki sebelah dalam
dengan tool pembersihan yang sesuai.
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
Kotoran, sludge (lumpur), air pengotor, dan kontaminan lain wajib ditampung
oleh pelaksana kerja untuk diserahkan ke perusahaan pengumpul limbah B3
yang disepakati bersama dengan pihak pemberi kerja bagian LK3.
Pelaksana kerja melakukan coating ulang pada dasar tangki dan dinding
tangki sampai dengan ketinggian 1 meter dengan coal-tar epoxy.
d. Proses Pembuatan Line Drain HSD
Proses ini dilakukan setelah proses pengurasan (point b) telah dinyatakan
selesai dan diparallel dengan pekerjaan pembersihan dan coating (point c).
Pelaksana kerja membuat line drain pada tutup man-hole pengurasan yang
dilengkapi dengan 2 manual valve (maintenance valve dan operating valve)
dan bak penampungan disertai tutup.
Hasil pekerjaan ini harus dilakukan inspeksi terkait kelayakan sambungan (las-
lasan, flange,dsb) dan kelayakan standar lingkungan.
e. Proses Pembuatan Meja Ukur.
Proses ini dilakukan setelah proses pengurasan (point b) telah dinyatakan
selesai dan diparallel dengan pekerjaan pembersihan dan coating (point c)
dan pekerjaan pembuatan line drain HSD (point d).
Pelaksana kerja membuat meja ukur tangki berupa baja silinder pejal dengan
tinggi 15 cm, diletakkan lurus secara vertikal dengan lubang sounding,
permukaan harus datar (00) dan dilas ke lantai dasar tangki.
Meja ukur yang telah dikerjakan harus dilakukan coating sama seperti
pelaksanaan coating tangki.
f. Proses Tera Tangki HSD
Proses pekerjaan ini dilakukan setelah kesemua proses diatas (point b, c, d,
dan e) telah dinyatakan selesai.
Pelaksana pekerjaan melakukan pemilihan surveyor baik dari independent
surveyor maupun dari Badan Metrologi dari Departemen Perdagangan.
Pelaksana pekerjaan selalu mengawasi dan membuat dokumentasi pekerjaan
yang dilakukan oleh surveyor.
g. Proses Finishing
Proses pekerjaan ini dilakukan setelah kesemua proses diatas (point b, c, d,
e, dan f) telah dinyatakan selesai.
Pelaksana pekerjaan melakukan finishing pengecatan pada hasil pekerjaan
sesuai dengan standar finishing yang berlaku dengan kualitas sama atau lebih
dari finishing existing.
Pelaksana pekerjaan selalu mengawasi dan membuat dokumentasi pekerjaan
yang dilakukan
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
8. Tahap witness dan pemeriksaan
a. Semua hasil pekerjaan pada point 4.8 b,c,d,e, dan f, harus mendapat check
approval dari Pemberi Kerja.
b. Kualitas perlengkapan/item tambahan yang dipasang pada tangki HSD (line
drain, valve drain, sambungan las, coating), memenuhi syarat sesuai standar
yang berlaku.
c. Tangki HSD yang dikerjakan pada point 4.8 f (proses tera), harus sesuai dengan
data catatan hasil kalibrasi dan dikeluarkan sertifikat dari Badan Metrologi/pihak
surveyor yang terakreditasi.
d. Finishing pada tangki sesuai dengan perencanaan
e. Tahapan pekerjaan yang dilakukan sesuai perencanaan baik kualitas maupun
waktu pengerjaan.
f. Tidak terdapat kebocoran atau kecacatan hasil pekerjaan saat minyak HSD
kembali diisi ke tangki hasil pengerjaan.
Tahap Penyelesaian Pekerjaan
a. Menutup dan mengencangkan baut-baut pada manhole, flanges, dan
sambungan lain.
b. Melakukan pembersihan area pekerjaan
c. Melakukan pengelolaan limbah, contohnya ceceran HSD, majun, dll (jika ada)
d. Menyerahkan HSD yang ditampung pada penampungan kepada pemberi kerja

9. Pembuatan laporan hasil Pekerjaan dan Penerbitan sertifikat hasil kalibrasi


a. Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian kemajuan pekerjaan
(disertai foto-foto sebelum pelaksanaan pekerjaan, proses pelaksanaan
pekerjaan dan sesudah pelaksanaan pekerjaan) dan diserahkan kepada Pemberi
Kerja.
b. Pelaksana pekerjaan wajib membuat laporan hasil pekerjaan.
c. Pada akhir pekerjaan Pelaksana Pekerjaan wajib membuat Berita Acara
Penyelesaian Pekerjaan dan laporan akhir, dan harus diserahkan kepada
Pemberi Kerja dalam bentuk hard copy.
Semua laporan kegiatan tersebut diatas yang sudah disetujui oleh pemberi
kerja
Penerbitan sertifikat dari hasil tera.
Foto progress pekerjaan.
d. Laporan tersebut harus diserahkan kepada Pemberi Kerja dalam bentuk hard
copy dan soft copy.
e. Untuk kelengkapan administrasi pembayaran jasa, selain laporan diatas harus
melampirkan lembar copy safety permit yang telah diajukan sebelumnya.
Rencana Kerja dan Syarat-syarat
Ketentuan lain
a. Penyediaan power listrik, air dan udara kompressor ditentukan oleh pemberi kerja
dan setiap akan menggunakannya harus berkoordinasi dengan pemberi kerja.
10. Bahan baku material yang terdapat sisa atau tidak terpakai, harus diserahkan
kembali ke Pemberi Kerja

II. KRITERIA HASIL PEKERJAAN DAN GARANSI


1. Seluruh pekerjaan yang dilakukan harus dinyatakan sesuai dengan ketentuan dalam
kontrak dibuktikan dengan diterbitkan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan.
2. Tangki HSD yang di-tera dan disertifikasi harus sesuai dengan standar Badan Metrologi
yang berlaku.
3. Hasil witness sesuai dengan ketentuan dalam RKS ini
4. Laporan hasil pekerjaan disetujui oleh pemberi kerja
5. Garansi pekerjaan ini adalah sebagai berikut:
a. Garansi pekerjaan adalah 6 (enam) Bulan sejak tanggal Berita Acara Pemeriksaan
Barang meliputi trouble shooting support

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


Lampiran 2 : Spesifikasi Pekerjaan
3914.RKS/612/UB
RKS No. :
JOMPTN/2016
Tanggal : 01 NOVEMBER 2016

SPESIFIKASI JASA YANG DITAWARKAN PENYEDIA BARANG/JASA

NO. NAMA JASA JUMLAH

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


Contoh Surat
Lampiran 3 :
Penawaran
3914.RKS/612/UBJOMPT
RKS No. :
N/2016
Tanggal : 01 NOVEMBER 2016

Nomor : Tanggal.........
Lampiran :

Kepada
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA
PT PJB UNIT BISNIS JASA O&M PLTU PAITON
Jl. Raya Surabaya Situbondo Km. 141 Paiton Probolinggo

Perihal : Penawaran Administrasi,Teknis dan Harga

Yang bertanda tangan dibawah ini : ................................................................... A)


Dalam hal ini diwakili oleh : ................................................................... B)
Jabatan dalam perusahaan : ................................................................... C)
Dengan ini menyatakan :
1. Tunduk pada ketentuan-ketentuan pengadaan yang berlaku di PT PJB UNIT PEMBANGKITAN ......
2. Bersedia melaksanakan pekerjaan pengadaan .. sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum
dalam :
a. RKS
Nomor : ...............................................................................................
Tanggal : ...............................................................................................
Tentang : ...............................................................................................
b. Berita Acara Penjelasan
Nomor : ...............................................................................................
Tanggal : ...............................................................................................
3. Penawaran tersebut mengikat dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal pembukaan surat
penawaran dan dapat diperpanjang lagi bila diperlukan.
4. Waktu penyerahan adalah . (........................) bulan, terhitung sejak tanggal Surat Penunjukan.
5. Harga Penawaran
Harga Jasa : ..............................................................................................
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) : ..............................................................................................
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah penawaran : ..............................................................................................

(Terbilang : .............................................................................................................................................. )
6. Rincian penawaran harga setiap Jasa, seperti terlampir.
7. Asli Jaminan Penawaran dari Bank ..................................................................................................................
8. Terlampir kami sampaikan data kelengkapan dokumen penawaran

Demikian penawaran ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

PT ........................................
D)
( Nama Jelas )
E)

Keterangan :
A = Nama dan Alamat Perusahaan
B = Nama yang mewakili Perusahaan
C = Jabatan yang mewakili Perusahaan
D = Tanda tangan penawar dan stempel perusahaan (asli di atas meterai Rp 6.000,00)
E = Jabatan

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


Contoh Daftar Rincian
Lampiran 4 :
Harga Penawaran
3914.RKS/612/UB
RKS No. :
JOMPTN/2016
Tanggal : 01 NOVEMBER 2016

DAFTAR RINCIAN HARGA PENAWARAN

NAMA HARGA JUMLAH WAKTU


No JUMLAH SATUAN
JASA SATUAN (Rp) PENYERAHAN

SUB TOTAL

PPN 10%

TOTAL HARGA PENAWARAN

TERBILANG:

Paraf dan Stempel Perusahaan

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


Lampiran 5 : Contoh Pakta Integritas
3914.RKS/612/UB
RKS No. :
JOMPTN/2016
Tanggal : 01 NOVEMBER 2016

PAKTA INTEGRITAS

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan :


1. Tidak akan melakukan praktek KKN;
2. Akan melakukan praktek persaingan yang sehat dalam proses pengadaan;
3. Akan melaporkan kepada pihak yang berwajib / berwenang apabila mengetahui ada
indikasi KKN dan atau praktek persaingan yang tidak sehat dalam proses pengadaan;
4. Dalam proses pengadaan ini, berjanji akan melaksanakan secara bersih, transparan,
dan profesional dalam arti akan mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya
secara optimal untuk memberikan hasil kerja terbaik mulai dari penawaran,
pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan/kegiatan ini;
5. Meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri dengan memperbesar TKDN
sesuai ketentuan yang berlaku dan menggunakan produk berstandar;
6. Dalam keadaan tertentu akan mengikutsertakan usaha mikro, usaha kecil dan
koperasi kecil sesuai kompetensi teknis yang dimiliki untuk bagian pekerjaan yang
bukan pekerjaan utama;
7. Dalam melakukan pengadaan akan selalu berpegang pada konsep ramah lingkungan.
8. Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam PAKTA
INTEGRITAS ini, saya bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administrasi serta
dituntut ganti rugi dan pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

............... (nama kota), ...........(tanggal) ........(bulan) ........ (tahun)


Nama Penyedia Barang/Jasa
Jabatan

Tanda tangan dan stempel perusahaan (asli di atas meterai Rp 6.000,00)

Nama

(nama jelas)

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


Lampiran 6 : Contoh Surat Pernyataan
RKS No. : 3914.RKS/612/UBJOMPTN/2016
Tanggal : 01 NOVEMBER 2016

Kepada Tanggal ..............................


PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA
PT PJB UNIT BISNIS JASA O&M PLTU PAITON
Jl. Raya Surabaya Situbondo Km. 141 Paiton Probolinggo
Perihal : Surat Pernyataan
Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : .........................................................................
Mewakili : PT ...................................................................
Jabatan : .........................................................................
Sehubungan dengan pelelangan sesuai RKS No. 3914.RKS/612/UBJOMPTN/2016
dengan ini kami menyatakan hal-hal sebagai berikut:
1. Jasa yang akan diserahkan adalah sesuai dengan ketentuan dalam RKS, tidak kurang
baik yang terlihat maupun yang tersembunyi sesuai dengan spesifikasi teknik yang
diminta.
2. Jasa yang akan disuplai tersebut dijamin dapat dilaksanakan dengan baik.
3. Apabila dalam Masa pelaksanaan pekerjaan terjadi ketidaksesuaian pelaksanaan Jasa
dengan ketentuan akibat kesalahan penyedia jasa atau karena penggunaan tenaga
kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan maka Penyedia jasa wajib mengganti tenaga
kerja tersebut dengan tenaga kerja yang baru dan tetap melaksanakan pekerjaan sesuai
ketentuan tersebut.
4. Perusahaan kami yang sedang mengikuti pelelangan ini tidak mempunyai
hubungan/sangkut paut dengan perusahaan lain yang sedang bermasalah dengan PT
PJB.
5. Apabila data/pernyataan yang kami sampaikan dalam penawaran ternyata ada yang
palsu, maka kami bersedia dikenakan sanksi tidak diperkenankan untuk mengikuti
pengadaan Jasa/jasa di lingkungan PT PLN (Persero) selama 24 bulan.
6. Bertanggung jawab penuh dan sekaligus membebaskan PT PJB dari segala tuntutan
atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hak paten, merek terdaftar, desain, hak
cipta atau hak atas kekayaan intelektual lainnya.
7. Perusahaan kami tidak sedang dalam permasalahan terkait dengan pengadilan.
8. Perusahaan kami berkinerja baik dan tidak sedang menjalani sanksi Blacklist di
lingkungan PT PLN (Persero).
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya, untuk digunakan sebagaimana
mestinya.
PT ........................................
Meterai
-------------------------------------
Jabatan

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


Lampiran 7 : Ketentuan Black list
3914.RKS/612/UBJOMPTN/2016
RKS No. :
Tanggal : 01 NOVEMBER 2016

KETENTUAN BLACK LIST

Hal-hal yang dapat menyebabkan Penyedia masuk dalam black list atau daftar
hitam perusahaan adalah:

Selama 6 bulan
1) Tidak memperbaharui persyaratan sebagai Penyedia yang telah habis
masa berlakunya lebih dari 1 bulan.
2) Penyedia yang mendaftar untuk ikut pelelangan namun tidak
memasukkan Dokumen Penawaran tanpa alasan yang profesional.
3) Penyedia yang terdaftar dalam DPP, tidak memberikan respon atau
merespon dengan alasan yang tidak profesional pada saat diundang
untuk mengikuti Pelelangan selama 3 (tiga) kali tidak berturut-turut.

Selama 12 bulan
1) Pelanggaran ketiga dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana
dikenakan sanksi 6 (enam) bulan.
2) Apabila sanggahan tidak benar dan cenderung mengada-ada.
3) Peserta yang lulus kualifikasi dan diundang untuk memasukkan
penawaran namun tidak memasukkan Dokumen Penawaran.
4) Peserta Pengadaan menyatakan tidak mampu melaksanakan
pengadaan sesuai Dokumen Pengadaan atau tidak bersedia
menambah nilai jaminan pelaksanaannya.

Selama 24 bulan
1) Pelanggaran keempat dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana
dikenakan sanksi 6 (enam) bulan.
2) Pelanggaran kedua dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana
dikenakan sanksi 12 (duabelas) bulan.
3) Melakukan kecurangan pada saat pengumuman lelang, misalnya
dengan menghalangi tersebarnya pengumuman.
4) Melakukan kecurangan dalam proses pelelangan, termasuk melakukan
persekongkolan (konspirasi) dengan pihak lain atau menghalang-
halangi pihak lain terlibat dalam pengadaan.
5) berusaha mempengaruhi Pejabat Pengadaan/Pelaksana
Pengadaan/Pejabat yang Berwenang dalam bentuk dan cara
apapun,baik langsung maupun tidak langsung guna memenuhi
keinginannya yang bertentangan dengan ketentuan dan prosedur yang
telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan/Kontrak, dan/atau
ketentuan peraturanperundang-undangan.
6) Memalsukan persyaratan sebagai Penyedia.
7) Peserta lelang yang berada dalam satu kekuatan pengaruh pemilik

Rencana Kerja dan Syarat-syarat


modal dan/atau kepengurusan,sehingga
mengurangi/menghambat/memperkecil dan/atau meniadakan
persaingan yang sehat dan/ataumerugikan orang lain.
8) Peserta lelang yang keberatan atas proses pelelangan dan tidak
mengajukan sanggahan secara tertulis tetapi menyebarkan ke publik
dan ternyata informasi tersebut benar.
9) Penyedia memalsukan data tingkat komponen dalam negeri atau
Standarisasi Produk.
10) Tidak mengutamakan Usaha Mikro, Usaha Kecil atau Koperasi Kecil
sebagaimana disyaratkan dalam Kontrak.
11) Mengundurkan diri pada saat akan ditetapkan sebagai pemenang
lelang atau tidak mau ditunjuk sebagai pemenang atau tidak bersedia
menandatangani kontrak dengan alasan yang profesional.
12) Penyedia Barang yang lalai/tidak bersedia memperbaiki cacat
mutu/kerusakan karena mutu pada masa pemeliharaan/garansi.
13) Mensubkontrakkan sebagian pekerjaan spesialis kepada yang bukan
spesialis
14) Penyedia barang/jasa lalai atau tidak menyelesaikan kontrak, atau lalai
tidak memenuhi ketentuan dalam kontrak sehingga dikenai sanksi
pemutusan kontrak.

Selama 60 bulan
1) Pelanggaran kelima dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana
dikenakan sanksi 6 (enam) bulan
2) Pelanggaran ketiga dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana
dikenakan sanksi 12 (dua belas) bulan.
3) Pelanggaran kedua dikenakan sanksi atas alasan sebagaimana
dikenakan sanksi 24 (dua puluh empat) bulan.
4) Calon Pemenang dan 2 (dua) Pemenang Cadangan melakukan
penipuan atau pemalsuan informasi kualifikasi, maupun pemalsuan
dokumen-dokumen kelengkapan penawaran.
5) Mengundurkan diri pada saat akan ditetapkan sebagai pemenang
lelang I/II/III atau tidak mau ditunjuk sebagai pemenang atau tidak
bersedia menandatangani kontrak dengan alasan yang tidak
profesional.
6) Peserta lelang yang keberatan atas proses pelelangan dan tidak
mengajukan sanggahan secara tertulis tetapi menyebarkan ke publik
dan ternyata informasi tersebut tidak benar atau mengada-ada
7) Penyedia melanggar Hak Kekayaan Intelektual.
8) Mensubkontrakkan seluruh pekerjaan.

Ketentuan Blacklist diatas tidak berlaku apabila:


(1) Kesalahan, kelalaian Penyedia disebabkan oleh Perusahaan.
(2) Bertentangan dengan Keputusan Pengadilan.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat