Anda di halaman 1dari 8

i

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi taufik, hidayah, serta inayah-Nya
sehingga kita semua masih bisa beraktivitas sebagaimana seperti biasanya termasuk juga dengan penulis,
sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah PKN yang berjudul Persamaan Kedudukan
Warga Negara dalam Berbagai Kehidupan.

Dalam makalah ini, kelompok kami membahas tentang Warga Negara dan Pewarganegaraan.
Makalah ini disusun agar para pembaca bisa menambah wawasan serta memperluas ilmu pengetahuan yang
ada mengenai Warga Negara dan Pewarganegaraan.

Penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada teman-teman yang sudah
membantu dalam pembuatan makalah ini sehingga makalah ini, sehingga makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik serta tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena
itu penyusun meminta pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun untuk dapat
memperbaiki tugas makalah selanjutnya. Dan semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk para pembaca dan
memperluas wawasan mengenai Warga Negara dan Pewarganegaraan. Dan tidak lupa permohonan maaf
dari penulis apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam bentuk apapun yang terdapat dalam makalah
ini.

Putussibau, 14 April 2015

Kelompok Andromeda

CopyrightAdromeda
ii

Daftar Isi

Kata Pengantar ................................................................................................................................. i


Daftar Isi ......................................................................................................................................... ii
BAB I : Isi ....................................................................................................................................... 1
A. Warga Negara dan Pewarganegaraan .................................................................................. 1
1. Kedudukan Warga Negara di Indonesia........................................................................... 1
2. Kedudukan Pewarganegaraan di Indonesia...................................................................... 4
BAB II : Kesimpulan ...................................................................................................................... 5
Daftar Pustaka ................................................................................................................................. 6

CopyrightAdromeda
1

BAB I : Isi

Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam Berbagai Kehidupan


A. Warga Negara dan Pewarganegaraan
1. Kedudukan Warga Negara di Indonesia
Sebelum kita membahas mengenai kedudukan warga negara, kita perlu mengetahui arti penduduk
dan buka penduduk, serta warga negara dan bukan warga negara. Penduduk adalah mereka yang bertempat
tinggal atau berdomisili di dalam wilayah negara. Bukan penduduk adalah mereka yang ada di dalam
wilayah negara, tetapi tidak bermaksud bertempat tinggal di negara itu seperti wisatawan asing yang sedang
melakukan perjalanan wisata di dalam wilayah negara. Perbedaan penduduk dan bukan penduduk
menimbulkan perbedaan hak dan kewajiban tertentu, misalnya hanya yang berstatus penduduk yang dapat
melakukan perkerjaan di sudatu negara.
Warga negara adalah mereka yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari negara yang
bersangkutan. Pihak yang tidak termasuk warga negara di sebut orang asing (bukan warga negara).
Sebagian besar warga negara adalah penduduk negara itu, dan ada sebagian kecil yang tidak menjadi
penduduk karena bertempat tinggal di luar negeri. Contoh warga negara yang bukan penduduk adalah
mahasiswa yang sedang belajar di luar negeri atau tenaga kerja yang sedang berkerja di luar negeri.
Perbedaan warga antara warga negara dan orang asing menimbulkan perbedaan hak dan kewajiban dalam
beberapa hal tertentu, misalnya dalam beberapa negara hanya warga negara saja yang dapat mempunyai
hak milik atas tanah, atau hanya warga negara yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum.
a. Arti Warga Negara dan Kewarganegaraan
Pengertian warga negara dapat kita temukan dalam pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 12
Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia yang berbunyi Warga Negara adalah warga
suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Sedangkan, dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia warga negara di artikan sebagai penduduk sebuah negara atau bangsa yang
berdasarkan keturunan, tempat kelahiran, dan sebagainya mempunyai kewajiban dan hak penuh sebagai
warga negara dari negara itu.
Pengertian tentang kewarganegaraan dapat kita temukan dalam pasal 1 angka (2) Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia yang berbunyi Kewarganegaraan
adalah segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara. Sedangkan, dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia arti kewarganegaraan adalah hal yang berhubungan dengan warga negara (keanggotaan sebagai
warga negara).
b. Landasan Hukum tentang Warga Negeara
Landasan hukum yang mengataur tentang warga negara sebagai berikut.
1) Undang-Undang Dasar 1945
a) Pasal 26 ayat (1) : Yang menjadi warga negara Indonesia ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan
orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.
b) Pasal 26 ayat (2) : penduduk Indonesia ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat
tinggal di Indonesia.
c) Pasal 26 ayat (3) : Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk di atus dengan undang-undang.
2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia ini disahkan
oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2006
dan diundangkan oleh Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia, waktu itu di pegang oleh Hamid Awaludin,
di Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2006.
Dalam pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 dinyatakan bahwa yang menjadi warga
negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan
dengan undang-undang sebagai warga negara. Dalam pasal 2 tersebut terdapat kalimat orang-orang bangsa
Indonesia asli. Maksud kalimat tersebut adalah orang Indonesia yang menjadi warga negara Indonesia
sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain atas kehendak sendiri.
Dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 dinyatakan bahwa yang dimaksud warga
negara Indonesia sebagai berikut.

CopyrightAdromeda
2

a. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasrkan perjanjian


pemerintah Republik Indonesia dengan negara lain sebelum undang-undang ini berlaku sudah menjadi
warga negara Indonesia.
b. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga negara Indonesia.
c. Anak yang lahir dari perkawainan yang sah dari seorang ayah warga negara Indonesia dan ibu warga
negara asing.
d. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu waga negara
Indonesia.
e. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia, tetapi ayahnya
tidak mempunyai kewrganegaraan atau hukum negara asal ayahnya tidak memberikan kewrganegaraan
kepada anak tersebut.
f. Anak yang lahir dalam tenggang waktu tiga ratus hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan
yang sah dan ayahnya warga negara Indonesia.
g. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara Indonesia.
h. Anak yang lahir dari luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang dia akui oleh
seorang ayah warga negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak
tersebut berusia delapan belas tahun atau belum kawin.
i. Anak yang lahir di wilayah negara Rpublik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status
kewarganegaraan ayah dan ibunya.
j. Anak yang baru lahir yang di temukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya
tidak diketahui.
k. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak
mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.
l. Anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu warga
negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut di lahirkan memberikan
kewarganegaraan kepada anak yang berdangkutan.
m. Anak dari seorang ayahatau ibu yang telah di kabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian
ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

c. Asas Kewarganegaraan
Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan agar hal-hal mengenai warga negara
dan penduduk diatur deangan undang-undang. Untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan melaksanakan
amanat Undang-Undang Dasar 1945 tersebut., Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 memperhatikan
asas-asas kewarganegaraan umum atau universal, yaitu sasas ius sanguinis, ius soli, dan campuran.
Adapun asas yang dianut dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 sebagai berikut.
1) Asas ius sanguinis (law of the blood) adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang
berdasarkan keturunan, bukan bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.
2) Asas ius soil (law of the soil) secara terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang
berdasarkan negara tempat kelahiran yang diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan
ketentuan yang di atur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006.
3) Asas kewarganegaraan tunggal adalah asal yang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang.
4) Asas kewarganegaraan ganda terbatas adalah asas yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi
anak-anak sesuai dengan ketentuan yang di atur dalam undang-undang ini.
Selain asas-asas tersebut diatas, dalam menentukan kewarganegaraan di pergunakan dua stelsel
kewarganegaraan, yaitu stelsel aktif dan stelsel pasif. Menurut stelsel aktif, orang harus melakukan
tindakan-tindakan hukum tertentu secara aktif untuk menjadi warga negara. Menurut stelsel pasif, orang
dengan sendirinya dianggap menjadi warga negara tanpa melakukan sesuatu tindakan hukum tertentu.
Stelsel di bedakan antara hak opsi dan repudiasi. Hak opsi adalah hak untuk memilih sesuatu
kewarganegaraan (dalam stelsel aktif) dan hak repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan
(dalam stelsel pasif).
d. Permasalahan Kewarganegaraan
Dalam hubungan dengan penerapan asas ius sanguinis dan ius solis ada kemungkinan akan lahir
seseorang yang mempunyai dua kewarganegaraan (bipatide), tidak mempunyai kewarganegaraan sama
sekali (apatride), atau bahkan mempunyai lebih dari dua kewarganegaraan (multipatride). Berikut ini
uraian mengenai apatride, bipatride, dan multipatride.

CopyrightAdromeda
3

1) Apatride, yaitu seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan atau status kewarganegaraan.
2) Bipatride, yaitu seseorang yang mempunyai kewarganegaraan ganda atau rangkap.
3) Multipatride, yaitu seseorang yang memiliki lebih dari dua kewarganegaraan.

e. Cara Memperoleh Kewarganegaraan Indonesia


Ada beberapa cara yang dapat di tempuh agar seseorang memperoleh kewarganegaraan Indonesia
adalah sebagai berikut.
1) Melalui Kelahiran
Kelahiran di wilayah Republik Indonesia menurut undang-undang dapat di gunakan sebagai dasar
untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia
2) Melalui Pengangkatan
Cara lain memperoleh kearraganegaraan Indonesia adalah melalui pengangkatan (adopsi).
Dalam pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 dinyatakan bahwa anak warga
negara Indonesia yang belum berusia lima tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga negara
asing berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai warga negara Indonesia.
3) Melalui Naturalisasi
Menurut KBBI pengertian Naturalisasi adalah pemeroleh kewarganegaraan bagi penduduk asing;
hal menjadi warganegara; dan pewarganegaraan yang di peroleh setelah memenuhi syarat sebagaimana
di tetapkan dalam peraturan perundnag-undangan.
Proses naturalisasi dapat di bedakan menjadi dua sebagai berikut.
a) Naturalisasi biasa, caranya mengajukan permohonan kepada mentri hukum dan HAM melalui
kantor pengadialn negeri setempat atau di Kedutaan Besar Republik Indonesia apabila di luar negeri.
b) Naturalisasi istimewa, proses naturalisasi ini di berikan kepada orang yang berjasa kepada negara.
4) Melalui Pernyataan Memilih
Berikut adalah beberapa ketentuan dalam pasal 6 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 12
Tahun 2006 berikut ini.
a) Dalam pasal 4 huruf c, d, h, i dan pasal 5 berakibat berkewarganegaraan ganda, setelah berusia
delapan belas tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu
kewarganegaraannya.
b) Pada ayat (1) di buat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat dengan melampirkan dokumen
sebagaimana di tentukan dalam peraturan perundang-undangan.
c) Pada ayat (2) di sampaikan dalam waktu paling lambat tiga tahun setelah anak berusia delapan
belas tahun atau sudah kawin.

f. Hal yang Menyebabkan Kehilangan Kewarganegaraan


Hal-hal yang menyebabkan seseorang kehilangan kewarganegaraan sebagaimana di sebutkan dalam
pasal 23 Undang-Undang Nomor 2006 sebagai berikut.
1) Memperoleh kewarganegaraan atas kemauannya sendiri.
2) Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang bersangkutan
mendapatkan kesemptan itu.
3) Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presiden atas atas permohonan dirinya sendiri, yang
bersangkutan sudah berusia delapan belas tahun atau sudah menikah, bertempat tinggal di luar
negeri, dan dengan dinyatakan hilang kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa
kewarganegaraan.
4) Masuk secara dinas tentara tanpa izin terlebih dahulu dari preseiden.
5) Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan semacam itu dalam dinas di
Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat di jabat oleh warga
negara Indonesia.
Hal ini sebagaimana di jalaskan dalam pasal 32-35 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 berikut ini.
Pasal 32
1) Dalam pasal 23 huruf i, dan pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) dapat memperoleh kembali kewarganegaraan
Republik Indonesia dengan mengajukan permohonan tertuis kepada menteri tanpa melalui prosedur
sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 sampai dengan pasal 17.
2) Pada ayat (1) betrtempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia, permohonan di sampaikan
melalui perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal pemohon.

CopyrightAdromeda
4

3) Diajukan oleh perempuan atau laki-laki yang kehilangan kewarganegaraannya akibat ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat (1) dan ayat (2) sejak putusnya perkawinan.
4) Pada ayat (2) meneruskan permohonan tersebut kepada menteri dalam waktu paling lama 14 hari
setelah menerima permohonan.
Pasal 33
Persetujuan atau penolakan permohonan memperoleh kembali kewarganegaraan Republik
Indonesia diberika paling lambat 3 bulan oleh menteri atau pejabat terhitung sejak tanggal di terimanya
permohonan.
Pasal 34
Menteri mengumumkan nama orang yang memperoleh kembali kewarganegaraan Republik
Indonesia dalam berita negara Republik Indonesia.
Pasal 35
Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara memperoleh kembali kewarganegaraan
Republik Indonesia diatur dalam peraturan pemerntah.
2. Kedudukan Pewarganegaraan di Indonesia
Pewarganegaraan adalah tata cara seseorang untuk mendapatkan status sebagai warga negara Indonesia
melalui permohonan.
a. Arti Pewarganegaraan
Dalam pasal 1 angka (3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 dijelaskan bahwa pewarganegaraan
adalah tata cara bagi prang asing untuk memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia melalui
permohonan. Dalam masalah pewarganegaraan (naturalisasi) terdapat dua macam cara, yaitu
naturalisasi aktif dan pasif.
1) Naturalisasi aktif, berarti seseorang yang di karenakan apatride dapat mengajukan permohonan
untuk menjadi warga negara dari salah satu negara tertentu.
2) Naturalisasi pasif, berarti seseorang tidak mau diwarganegarakan oleh suatu negara.
b. Syarat Permohonan Pewarganegaraan
Telah berusia delapan belas tahun atau sudah menikah.
Sehat jasmani dan rohani.
Mempunyai perkerjaan dan/atau berpenghasilan tetap.
Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara.
Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia paling singkat lima tahun berturut-turut atau paling singkat sepuluh
tahun tidak berturut-turut.
c. Cara Pengajuan Permohonan Pewarganegaraan
Pasal 10 Undang-Undang Nomor 12 Tanhn 2006 menjelaskan tenang alamat pengajuan
permohonan pewarganegaraan. Pasal 11 menjalaskan bahwa menteri meneruskan permohonan
pewarganegaraan di sertai pertimbangan kepada presiden.
Pasal 13 menjelaskan bahwa presiden bisa menolak atau mengabulkan pewarganegaraan.
Perngabulan permohonan pewarganegaraan di tetapkan dengan keputusan presiden.
Berdasarkan pasal-pasal yang telah di sebutkan dapat kita simpulkan bahwa prosedur
pewarganegaraan adalah permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara
tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermatrai cukup kepada presiden melalui menteri.
Pasal 14 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006, dalam hal permohonan tidak
dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia pada waktu yang telah di tentuka sebagai
akibat kelalaian pejabat, pemohon dapat mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia di hadapan
pejabat lain yang di tunjuk menteri.
Setelah mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia, pemohon wajib menyerahkan dokumen
atau surat-surat keimigrasian atas namanya pada kantor imigrasi dalam waktu paling lambat empat
belas hari kerja terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau peryataan janji setia.

CopyrightAdromeda
5

BAB II : Kesimpulan

1. Warga negara adalah mereka yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari negara yang
bersangkutan. Pihak yang tidak termasuk warga negara di sebut orang asing (bukan warga negara).
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia disahkan oleh
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2006 dan
diundangkan oleh Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia, waktu itu di pegang oleh Hamid Awaludin,
di Jakarta pada tanggal 1 Agustus 2006.
3. Dalam menentukan kewarganegaraan di pergunakan dua stelsel kewarganegaraan, yaitu stelsel aktif
dan stelsel pasif. Menurut stelsel aktif, orang harus melakukan tindakan-tindakan hukum tertentu secara
aktif untuk menjadi warga negara. Menurut stelsel pasif, orang dengan sendirinya dianggap menjadi
warga negara tanpa melakukan sesuatu tindakan hukum tertentu.
4. pewarganegaraan adalah permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara
tertulis dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermatrai cukup kepada presiden melalui menteri.
5. Ada beberapa permohonan syarat pewarganegaraan yaitu sebagai berikut :
Telah berusia delapan belas tahun atau sudah menikah.
Sehat jasmani dan rohani.
Mempunyai perkerjaan dan/atau berpenghasilan tetap.
Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara.
Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia paling singkat lima tahun berturut-turut atau paling singkat sepuluh
tahun tidak berturut-turut.
Itulah beberapa kesimpulan yang dapat kami ambil dari persentasi ini, sekian dari kami mohon maaf bila
ada kata-kata yang salah dan akhir kata kami ucapkan terima kasih.
Wasalamualaikum Wr.Wb

CopyrightAdromeda
6

Daftar Pustaka

Buku PR Intan Pariwara Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X Semester 2 oleh Amin Suprihatin,
Yudi Suparyanto, Khilya Faizia
http://hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_kewarganegaraan_2006.htm

CopyrightAdromeda