Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN KOMPLEMENTER PADA NY.

PR
DENGAN OSTEOARTHRITIS DI KLINIK LATU USADHA
TANGGAL 10 DESEMBER 2016

OLEH :

AYU PUTU EKA TUSNIATI

P07120214032

DIV KEPERAWATAN TINGKAT III SEMESTER V

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2016
ASUHAN KEPERAWATAN KOMPLEMENTER PADA NY. PR
DENGAN OSTEOARTHRITIS DI KLINIK LATU USADHA
TANGGAL 10 DESEMBER 2016

I. PENGKAJIAN
A. Data Biografi
Nama Pasien : Ny. PR
Jenis Kelamin : Perempuan
Golongan Darah :0
Umur : 49 tahun
Pendidikan Terakhir : S1 Ekonomi
Agama : Hindu
Status Perkawinan : Menikah
TB/BB : 155 cm/65 kg
Penampilan : Bersih dan rapi
Alamat : Perumahan Mutiara, Abianbase, Badung
Diagnosa Medis : Osteoarthritis

Penanggung Jawab
Nama : Tn. MS
Hubungan Dengan Pasien : Suami
Alamat : Perumahan Mutiara, Abianbase, Badung
B. Keluhan Utama
Pasien mengeluh nyeri pada lutut kiri
C. Keluhan Tambahan
Pasien mengatakan saat ini tidak ada keluhan tambahan lainnya.
D. Riwayat Keluhan Utama dan Keluhan Tambahan
Pasien mengatakan nyeri pada lutut kiri sehingga pasien merasa tidak nyaman, pasien
mengatakan pertama kali merasakan sakitnya ini sudah 2 bulan yang lalu namun sakit
yang dirasakan pasien hilang timbul, rasa nyeri yang dirasakan pasien bertambah
berat sejak 1 minggu yang lalu. Nyeri yang pasien rasakan bertambah berat apabila
pasien berjalan atau duduk terlalu lama. Sebelumnya pasien hanya memeriksakan
sakitnya ini ke dokter praktik mandiri, namun karena sakitnya tidak kunjung sembuh
kemudian pasien memutuskan untuk pergi ke klinik Latu Usadha untuk mendapatkan
pengobatan lebih lanjut. Pasien tiba di klinik Latu Usadha pada pukul 19.30 tanggal
10 Desember 2016 dengan keluhan pasien saat ini yaitu nyeri pada lutut kiri.
E. Riwayat Perawatan dan Pengobatan Sebelumnya (Konventional dan
Komplementer)
1. Konvensional
Pasien mengatakan pelayanan kesehatan konvensional yang dipilih saat pasien
sakit adalah berobat ke dokter praktik mandiri yang berada di dekat rumah pasien.
2. Komplementer
Pasien mengatakan baru pertama kali datang ke klinik Latu Usadha untuk
mengatasi rasa nyeri pada lutut kirinya. Sebelumnya pasien tidak pernah mencoba
terapi komplementer dan ini merupakan pertama kali pasien berobat dengan terapi
komplementer
F. Riwayat Alergi
Pasien mengatakan tidak memiliki alergi terhadap makanan, minuman, maupun obat-
obatan.
G. Data Masalah Pemenuhan Kebutuhan Dasar
1. Pola Pernafasan
Pasien mengatakan tidak ada kesulitan bernafas/sesak nafas.
2. Pola Nutrisi
Pasien mengatakan biasanya makan 3 x sehari dan menghabiskan 1 porsi
makanannya, pasien mengatakan biasanya minum 4-5 gelas perhari (1200 cc
-1500 cc). Pasien mengatakan biasanya makan nasi dengan lauk tempe/tahu,
sayur, dan terkadang diselingi daging ayam sesekali. Pasien mengatakan nafsu
makannya baik.
3. Pola Eliminasi
BAB : Pasien mengatakan tidak ada masalah dalam beraknya, biasanya
pasien berak 1x sehari pada pagi hari dengan konsistensi lembek dan berwarna
kuning kecoklatan.
BAK : Pasien mengatakan tidak ada kesulitan untuk kencing, biasanya
pasien kencing 3-4x sehari dengan kencing berwarna kuning.
4. Pola Istirahat dan Tidur
Pasien mengatakan biasanya tidur pukul 21.00 dan bangun di pagi hari pukul
05.00. Pasien juga mengatakan dia tidak memiliki kebiasaan mengigau saat tidur
dan tidak kesulitan untuk memulai tidur.
5. Pola Gerak dan Aktivitas
Pasien mengatakan jika memiliki waktu luang biasanya sering meghabiskan
waktunya berkumpul-kumpul dan rekreasi jalan-jalan bersama keluarganya.
Pasien mengatakan jika rasa nyeri pada lutut kirinya kambuh pasien akan merasa
tidak nyaman dan menahan sakit sehingga mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Pasien juga mengatakan aktivitas sehari-harinya dapat dilakukan dengan mandiri.
Skor ADL = 20 (mandiri).
6. Pola Kerja
Pasien mengatakan dirinya bekerja sebagai pedagang
7. Aman dan Nyaman
Pasien mengatakan tidak nyaman dengan keadaan lutut kirinya yang terasa nyeri
sehingga mengganggu aktivitas pasien.
8. Pola Kognitif
Pasien mengatakan kurang mengetahui tentang cara mencegah sakit yang
dirasakan saat ini dan komplikasi dari sakitnya ini, pasien tampak kebingungan
ketika ditanya mengenai cara mengatasi rasa nyeri pada lutut kiri pasien.
9. Seksualitas/Reproduksi
Pasien mengatakan tidak ada masalah dalam hal yang berkaitan dengan
seksualnya, hubungan pasien dengan suaminya harmonis.
10. Sistem Nilai-Kepercayaan
Pasien mengatakan sumber kekuatan bagi dirinya adalah Tuhan dan keluarganya,
pasien juga mengatakan rutin sembahyang dirumah maupun di pura.

H. Data Fokus Pemeriksaan Fisik Termasuk Vital Sign


1. Vital Sign
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Suhu : 36,50C
Nadi : 80 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit
2. Kesadaran : Compos Mentis GCS : 15
Eye :4
Verbal :5
Motorik : 6

3. Keadaan umum : pasien tampak sedikit lemas


Sakit/ nyeri : ada
P : Saat berjalan dan duduk terlalu lama
Q : Seperti ditusuk-tusuk
R : Lutut kiri
S : 4 (0-10)
T : Hilang timbul
Status gizi : Normal
BB : 65 kg, TB : 155 cm, IMT : 27 (Pre Obesitas)
Sikap : Tampak gelisah
Personal hygiene : Bersih
Orientasi waktu/ tempat/ orang : Baik

4. Pemeriksaan Fisik Head To Toe


a. Kepala
Bentuk : Mesochepale
Lesi/ luka : -
b. Rambut
Warna : Hitam
Kelainan :-
c. Mata
Penglihatan : Normal
Sklera : Tidak ikterik
Konjungtiva : Tidak anemis
Pupil : Isokor
Kelainan :-
d. Hidung
Penghidu : Normal
Sekret/ darah/ polip : Tidak ada
Tarikan cuping hidung : Tidak ada
e. Telinga
Pendengaran : Normal
Skret/ cairan/ darah : Tidak

f. Mulut Dan Gigi


Bibir : Lembab
Mulut dan tenggorokan : Normal
Gigi : Bersih
g. Leher
Pembesaran tyroid : Tidak ada
Lesi : Tidak ada
Nadi karotis : Teraba
Pembesaran limfoid : Tidak ada
h. Thorax
Jantung : 1. Nadi 80x/ menit, 2. kekuatan: kuat 3. irama :
teratur
Paru : 1. frekwensi nafas : Teratur
2. kwalitas : Normal
3. suara nafas : Vesikuler
4. batuk : Tidak ada
5. sumbatan jalan nafas: Tidak ada
Retraksi dada : Tidak ada
i. Abdomen
Peristaltik usus : Ada 8 x/menit
Kembung : Tidak ada
Nyeri tekan : Tidak ada
Ascites : Tidak ada
Lain-lain :-
j. Genetalia
Pimosis :Tidak
Alat Bantu :Tidak
Kelainan :Tidak
k. Kulit
Turgor : Elastis
Laserasi : tidak ada
Warna kulit : Sawo matang

l. Ekstrimitas 555 555

Kekuatan otot : 555 555

ROM : Penuh
Hemiplegi/parese : Tidak
Akral : Hangat
CRT : < 2 detik
Edema : Tidak ada
Lain-lain :-

I. Data Penunjang (Lab, X-Ray, MRI, Scan, USG)


Tidak terdapat data penunjang Lab, X-Ray, MRI, Scan maupun data USG
J. Data Pemeriksaan Komplementer
1. Nama Titik yang Bermasalah
- Huantiao/Huan Tio (GB 30)
- Chengfu/Cen Fu (BL 50)
- Yinmen/In Men (BL 51)
- Fengshi/ Fung Se (GB 31)
- Chengsan/ Ceng San (BL 57)
- Weizhong/ Wei Cang (BL 54)

2. Lokasi Titik yang Bermasalah


- Huantiao/Huan Tio (GB 30)
Lokasi : Bila titik tertinggi dari tonjolan tulang paha yang besar dihubungkan
dengan ujung tulang ekor, maka Huantiao berada di 1/3 garis tersebut
arah dekat paha.

- Chengfu/Cen Fu (BL 50)


Letak : Lekukan garis pantat
- Yinmen/In Men (BL 51)
Letak : Tengah paha belakang

- Fengshi/ Fung Se (GB 31)


Letak : Di samping paha, tepat pada ujung jari tengah tangan, jika jari tangan
lurus ke bawah
- Chengsan/ Ceng San (BL 57)
Letak : Pada batas perut betis

- Weizhong/ Wei Cang (BL 54)


Letak : Di tengah lipat lutut bagian dalam
II. ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
A. Analisa Data

NO DATA STANDAR NORMAL MASALAH


DS : DS : Nyeri Akut
1 - Pasien tidak mengeluh nyeri
Pasien mengatakan nyeri pada
pada lutut kiri
lutut kiri, nyeri memberat ketika
DO :
berjalan dan duduk terlalu lama,
- Tidak ada nyeri
nyeri yang dirasakan seperti
- Pasien tidak merasakan sakit
ditusuk-tusuk, skala nyeri 4 (0-
10), nyeri hilang timbul.
DO :
Pasien tampak menahan rasa
sakit
TD: 110/80 mmHg
2 DS : DS : Defisiensi
Pasien mengatakan kurang - Pasien mengatakan
Pengetahuan
mengetahui tentang cara mengetahui tentang
mencegah sakit yang dirasakan osteoarthritis, cara mencegah
saat ini dan komplikasi dari dan mengatasi osteoarthritis
sakitnya ini, pasien tampak serta komplikasinya.
kebingungan ketika ditanya DO :
mengenai cara mengatasi rasa - Pasien tampak mengerti
nyeri pada lutut kiri pasien. tentang osteoarthritis yang
DO : membuat lutut kirinya terasa
- Pasien tampak bertanya- nyeri
- Pasien mampu menjawab
tanya mengenai penyakitnya
ketika ditanya cara
yang membuat lutut kirinya
mengatasi osteoarthritis
nyeri
- Pasien tampak kebingungan
ketika ditanya mengenai cara
mengatasi sakitnya

B. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan penurunan fungsi tulang ditandai dengan pasien
mengatakan nyeri pada lutut kiri, nyeri memberat ketika berjalan dan duduk
terlalu lama, nyeri yang dirasakan seperti ditusuk-tusuk, skala nyeri 4 (0-10),
nyeri hilang timbul. Pasien tampak menahan rasa sakit, TD: 110/80 mmHg.
2. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi ditandai dengan
pasien mengatakan kurang mengetahui tentang cara mencegah sakit yang
dirasakan saat ini dan komplikasi dari sakitnya ini, pasien tampak kebingungan
ketika ditanya mengenai cara mengatasi rasa nyeri pada lutut kiri pasien. Pasien
tampak bertanya-tanya mengenai penyakitnya yang membuat lutut kirinya nyeri,
pasien tampak kebingungan ketika ditanya mengenai cara mengatasi sakitnya
III. INTERVENSI KEPERAWATAN

N DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


O
1 Nyeri Akut NOC : NIC :
Pain Control Pain Management
Comfort level 1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif 1. Mengetahui status nyeri pasien

Setelah dilakukan tindakan termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas


keperawatan selama 1 x 30 dan faktor presipitasi
menit, klien mengungkapkan 2. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk 2. Menggali informasi dari pasien
nyeri berkurang dengan kriteria mengetahui pengalaman nyeri pasien secara terapiutik

hasil : 3. Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri 3. Mencegah nyeri bertambah parah
1. Mampu mengenali nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan akibat pengaruh lingkungan
(skala, intensitas, frekuensi, 4. Ajarkan tentang teknik non farmakologi (relaksasi 4. Meningkatkan kemampuan pasien
dan tanda nyeri) napas dalam) untuk mengontrol nyeri
2. Mampu mengontrol nyeri 5. Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri 5. Mengontrol nyeri pasien secara
(tahu penyebab nyeri, 6. Evaluasi keefektifan kontrol nyeri farmakologis
mampu menggunakan teknik 7. Lakukan terapi akupntur pada titik: 6. Mengontrol penguasaan manajemen
nonfarmakologi untuk - Huantiao/Huan Tio (GB 30) nyeri pasien
mengurangi nyeri, mencari - Chengfu/Cen Fu (BL 50)
7. Mengatasi gangguan sekitar
- Yinmen/In Men (BL 51)
bantuan) - Fengshi/ Fung Se (GB 31) pinggang, radang sendi lutut,
3. Menyatakan nyeri sudah
pegal-pegal di kaki
terkontrol / berkurang dari 4
- Chengsan/ Ceng San (BL 57)
- Weizhong/ Wei Cang (BL 54)
menjadi 2 (0-10)
4. Menyatakan rasa nyaman
setelah nyeri berkurang
2 Defisiensi Setelah diberikan asuhan NIC : Teaching : Disease Process
1. Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang osteoarthritis 1. Mengetahui pengetahuan pasien
Pengetahuan keperawatan selama 1 x 30
2. Berikan HE mengenai perjalanan penyakit pasien yang
tentang osteoarthritis
menit diharapkan pengetahuan
membuat lutut kiri terasa nyeri 2. Dapat memahami perjalanan
pasien terhadap penyakit 3. Beri informasi mengenai komplikasi pada penyakit
penyakitnya
osteoarthritis bertambah dengan osteoarthritis 3. Mengetahui komplikasi dari
4. Beri kesempatan pasien untuk bertanya
kriteria hasil : osteoarthritis
4. Menghindari kebingungan yang
NOC : NIC : Teaching : Health Behavior
1. Beri informasi mengenai cara agar tidak memperburuk muncul
Knowledge : Disease Process
osteoarthritis dengan cara
1. Pasien mengetahui tentang
a. Hindari banyak membungkukkan badan. 1. Dapat mengetahui dan menghindari
osteoarthritis, cara b. Hindari sering mengangkat barang-barang berat.
c. Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat hal-hal yang dapat memperburuk
mencegah dan mengatasi
berdiri atau berjalan. osteoarthritis
osteoarthritis serta
d. Saat duduk lama diusahakan kaki disila
komplikasinya.
bergantian kanan dan kiri atau
NOC :
menggunakan kursi kecil untuk menumpu kedua
Knowledge : Health Behavior
kaki.
1. Pasien mengetahui dan e. Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan
mampu menjelaskan
gagang sapu atau pel yang panjang, sehingga
kembali mengenai cara
saat menyapu atau mengepel punggung tidak
mengatasi osteoarthritis
2. Pasien mengetahui dan membungkuk.
f. Jika hendak mengambil barang dilantai,
mampu menjelaskan
usahakan punggung tetap lurus, tapi tekuk kedua
kembali mengenai makanan
dan hal-hal yang dapat lutut untuk menggapai barang tersebut.
memperparah osteoarthritis

IV. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

HARI,
NO.
NO TGL, IMPLEMENTASI EVALUASI PARAF
DX
WAKTU
1 Rabu, 30 1 Mengkaji nyeri pasien secara komprehensif termasuk lokasi, DS :
November karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi, - Pasien mengeluh bokong kiri hingga
Pukul Menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui ujung kaki kiri terasa panas dan nyeri
pengalaman nyeri pasien - Pasien mengatakan tidak nyaman
17.30
dengan keadaannya sehingga
WITA
menggangu aktivitas pasien
DO :
- Nyeri : ada
P : Ischialgia
Q : Seperti ditusuk-tusuk
R :Dari bokong kiri menjalar
hingga ujung kaki kiri
S : 3 (0-10)
T : Hilang timbul
- Pasien tampak menahan rasa sakit
17.35 1 Mengontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti DS :
suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan Pasien mengatakan lingkungan sudah
cukup nyaman
DO :
Pasien tampak lebih tenang saat akan
menjalani pemeriksaan
17.37 1 Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam DS :
Pasien mengatakan merasa lebih nyaman
dan tenang
DO :
Pasien tampak melakukan relaksasi nafas
dalam dan pasien tampak lebih tenang

17.40 1 Melakukan terapi akupuntur pada titik: DS :


- Huantiao/Huan Tio (GB 30) Pasien mengatakan nyeri yang dirasakan
- Chengfu/Cen Fu (BL 50)
berkurang setelah mendapatkan terapi
- Yinmen/In Men (BL 51)
- Fengshi/ Fung Se (GB 31) akupuntur
- Chengsan/ Ceng San (BL 57)
DO :
- Weizhong/ Wei Cang (BL 54)
Pasien tampak tenang, skala nyeri 2 (0-
10)
17.45 2 Mengkaji tingkat pengetahuan pasien tentang ischialgia DS :
Pasien mengatakan hanya mendapat
informasi dari terapis bahwa sakit yang
dialami saat ini berhubungan dengan
syaraf pada bagian kaki, namun pasien
mengatakan kurang mengetahui tentang
cara mencegah sakit yang dirasakan saat
ini dan komplikasi dari sakitnya ini
DO :
Pasien tampak kooperatif dan antusias
17.48 2 Memberikan HE mengenai perjalanan penyakit pasien yang DS :
membuat bokong hingga ujung kaki kiri pasien terasa panas Pasien mengatakan sudah mengerti
dan nyeri tentang penjelasan yang diberikan
DO :
Pasien tampak mendengarkan penjelasan
yang diberikan
17.53 2 Memberi informasi mengenai komplikasi pada penyakit DS :
ischialgia Pasien mengatakan sudah memahami
tentang komplikasi dari penyakit
ischialgia
DO :
Pasien tampak mendengarkan penjelasan
yang diberikan dan mampu menyebutkan
komplikasi dari ischialgia
17.55 2 Memberi kesempatan pasien untuk bertanya DS :
Pasien mengatakan ingin mengetahui hal-
hal yang dapat memperburuk ischialgia
DO :
Pasien tampak antusias bertanya
17.57 2 Memberi informasi mengenai cara agar tidak memperburuk DS :
ischialgia dengan cara Pasien mengatakan sudah memahami
g. Hindari banyak membungkukkan badan. tentang hal-hal yang dapat memperparah
h. Hindari sering mengangkat barang-barang berat.
i. Segera istirahat jika telah merasakan nyeri saat berdiri ischialgianya
atau berjalan. DO :
j. Saat duduk lama diusahakan kaki disila bergantian Pasien tampak antusias mendengarkan
kanan dan kiri atau menggunakan kursi kecil untuk penjelasan yang diberikan dan pasien
menumpu kedua kaki. mampu menyebutkan kembali hal-hal
k. Saat menyapu atau mengepel lantai pergunakan
yang dapat memperparah ischialgianya
gagang sapu atau pel yang panjang, sehingga saat
menyapu atau mengepel punggung tidak
membungkuk.
l. Jika hendak mengambil barang dilantai, usahakan
punggung tetap lurus, tapi tekuk kedua lutut untuk
menggapai barang tersebut.
18.00 1 Mengkolaborasikan pemberian obat oral : DS :
Rosic 20 mg 3x1 Pasien mengatakan akan meminum obat
Allopurinol 100 mg 2x1 secara teratur
Paracetamol 500 mg 3x1
DO :
Pasien menerima obat
V. EVALUASI KEPERAWATAN

HARI, CATATAN
NO DIAGNOSA KETERANGAN PARAF
TGL/JAM PERKEMBANGAN
1 Selasa, 30 Nyeri Kronis S : Pasien mengatakan nyeri Teratasi
November sudah berkurang, pasien
18.00 mengatakan merasa lebih
WITA nyaman setelah mendapatkan
terapi

O : Pasien tampak tenang, pasien


mampu mengontrol nyeri
dengan relaksasi nafas dalam

Skala nyeri : 2 (0-10)

A : Nyeri kronis

P : Pertahankan kondisi pasien,


anjurkan relaksasi nafas dalam
saat merasa nyeri, anjurkan
pasien mengonsumsi obat Rosic
20 mg 3x1, Allopurinol 100 mg
2x1, Paracetamol 500 mg 3x1

2 Rabu, 30 Defisiensi S : Pasien mengatakan sudah Teratasi


November Pengetahuan memahami dan mengetahui
18.00 tentang ischialgia, cara
WITA mencegah dan mengatasi
ischialgia serta komplikasinya.

O : Pasien mampu mengulangi


penjelasan yang telah diberikan
seperti cara agar ischialgia tidak
memburuk seperti menghindari
banyak membungkukkan badan
dan menghindari sering
mengangkat barang-barang
berat.

A : Defisiensi pengetahuan

P : Anjurkan pasien untuk segera


istirahat jika telah merasakan
nyeri saat berdiri atau berjalan.

Denpasar, Desember 2016

Mengetahui,

Pembimbing CI Mahasiswa
Ayu Putu Eka Tusniati

NIP. NIM. P07120214032

Mengetahui,

Pembimbing CT

NIP.