Anda di halaman 1dari 5

RMK PERTEMUAN III

AKUNTANSI MANAJEMEN LANJUTAN

PENGGUNAAN SISTEM MANAJEMEN BIAYA UNTUK


EFESIENSI

Oleh:
Kelompok VI

A A Finty Udayani (1607612011)


Cokorda Krisna Yudha (1607612012)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
Sistem activity based costing memberikan gambaran yang lebih akurat dan
rinian mengenai keadaan perusahaan, seperti profitabilitas dari produk atau
pelanggan perusahaan. Informasi activity based costing dapat dipergunakan untuk
dua hal. Hal pertama disebut dengan operating activity based management,
dimana informasi ABC tersebut dipergunakan untuk menunjukkan aktivitas-
aktivitas apa saja yang dilakukan perusahaan secara tidak efisien, yang
menimbulkan biaya yang tinggi, yang pada akhirnya mengurangi profitabilitas
produk atau pelanggan perusahaan. Dengan informasi ABC, perusahaan dapat
melakukan tindakan-tindakan terhadap aktivitas tersebut, sehingga kegiatan
operasional perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan meningkatkan
profitabilitas perusahaan.

Hal kedua disebut dengan strategic activity based management. Dalam hal
ini sistem informasi ABC dipergunakan untuk melakukan pengambilan keputusan
stratejik yang lebih baik bagi perusahaan. Sistem ABC akan menghasilkan
informasi yang akurat, yang menyebabkan perusahaan dapat mengetahui produk
atau pelanggan yang mana yang merugikan ataupun yang menguntungkan,
sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih akurat mengenai
tindakan-tindakan yang harus dilakukan terhadap produk atau pelanggan tersebut.

Model activity based costing diwakili dengan model yang vertikal, dimana
biaya akan dibebankan pada aktivitas, yang pada akhirnya akan dibebankan pada
objek biaya. Sedangkan model activity based management diwakili dengan model
yang horizontal dengan tujuan unuk melakukan perbaikan terhadap aktivitas,
sehingga aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan lebih efisien. Dalam
penerapan activity based management, maka model activity based costing yang
harus dipakai adalah model activity based costing yang memisahkan antara biaya
fleksibel dengan biaya committed. Tanpa pemisahan tersebut, perusahaan akan
mengalami kesulitan untuk melakukan monitoring dari dampak dikeluarkan
perusahaan akan otomatis berkurang meskipun perusahaan menghilangkan semua
aktivitas-aktivitas yang dilakukannya. Hanya biaya yang bersifat fleksibel yang
akan hilang, sedangkan biaya yang bersifat committed tidak otomatis langsung
hilang.

Jika dalam activity based costing, aktivitas-aktivitas yang dilakukan


perusahaan dapat dibagi menjadi empat tingkatan yaitu unit level, batch level,
product level, dan facility level, maka dalam activity based management biasanya
aktivitas perusahaan akan dibagi menjadi dua bagian yang besar, yaitu aktivitas
yang memiliki nilai tambah (value added activities), dan aktivitas-aktivitas yang
tidak memiliki nilai tambah (non value added activities). Value added activities
adalah aktivitas-aktivitas yang memiliki nilai tambah dimata konsumen, akibatnya
konsumen mau membayar lebih karena perusahaan melakukan aktivitas tersebut.

Contoh dari aktivitas-aktivitas yang tidak menambah nilai antara lain:

1. Pengerjaan ulang (rework)


2. Pemeriksaan atau inspeksi merupakan aktivitas yang tidak memiliki nilai
tambah
3. Penyimpanan

Efisiensi biaya dalam operating activity based management

Dalam konsep activity based management, efisiensi aktivitas dapat dilakukan


dengan empat cara, yaitu:

1. Penghilangan aktivitas (activity elimination); tujuan utamanya adalah


untuk menghilangkan aktivitas dengan harapan jika amtivitas dihilangkan
maka biaya-biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas itu juga dapat
dihilangkan.
2. Pengurangan aktivitas (activity reduction); untuk aktivitas yang tidak dapat
dihilangkan sepenuhnya, maka perusahaan dapat menghasilkan tingkat
output yang sama dengan mempergunakan aktivitas yang lebih sedikit.
3. Pemilihan aktivitas (activity selection); perusahaan akan memilih alternatif
aktivitas yang lebih murah seperti pemilihan apakah sebaiknya perusahaan
memproduksi sendiri atau melakukan outsourcing.
4. Activity sharing; tujuannya adalah untuk mengurangi besarnya kapasitas
menganggur perusahaan.
Biaya Kualitas (Cost of Quality)

Konsep biaya kualitas ini disarankan dipergunakan oleh perusahaan-


perusahaan yang mengaplikasikan program gugus kendali mutu (GKM).
Tujuannya adalah untuk menghasilkan barang yang berkualitas.

Biaya kualitas yang dikeluarkan perusahaan dapat dibagi menjadi empat


bagian besar, yaitu:

1. Biaya pencegahan
2. Biaya pemeriksaan
3. Biaya kegagalan internal
4. Biaya kegagalan eksternal

Monitoring terhadap pergerakan biaya kualitas dapat dilakukan melalui


perbandingan rasio dari satu periode ke periode lainnya. Rasio-rasio yang akan
dibuat adalah:

1. Total biaya kualitas/penjualan


2. Biaya pencegahan/penjualan
3. Biaya pemeriksaan/
4. Biaya kegagalan internal/penjualan
5. Biaya kegagalan eksternal/penjualan

Biaya Kualitas Tersembunyi (Hidden Quality Costs)

Dalam kategori biaya kegagalan internal dan eksternal terdapat biaya kualitas
tersembunyi.

Biaya ini disebut tersembunyi karena biaya-biaya tersebut tidak dapat dilihat
langsung pada catatan akuntansi perusahaan, namun harus diukur secara khusus.
Contoh biaya ini adalah penjualan yang hilang akibat ketidakpuasan konsumen
karena memperoleh barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Lean Production
Konsep efisiensi biaya lainnya yang belakangan ini muncul adalah lean
production. Konsep ini juga sering disebut dengan Toyota Production System
(TPS), karena perusahaan tersebut yang mempelopori penggunaan sistem ini.
Berdasarkan model lean production inilah kemudian berkembang sebuah konsep
baru yang disebut dengan lean accounting. Konsep lean production bertujuan
untuk membuat perusahaan menjadi kurus dengan cara membuang segala
aktivitas-aktivitas dan juga biaya yang tidak memiliki nilai tambah bagi
perusahaan. Dalam konsep lean, terdapat tujuh pemborosan yang haus
dihilangkan perusahaan yaitu:

1. Kelebihan produksi
2. Persediaan
3. Motion
4. Material movement
5. Correction, termasuk didalamnya pengerjaan ulang
6. Over processing
7. Waiting