Anda di halaman 1dari 8

Tugas Kelompok

M.K Psikologi Pendidikan

MAKALAH
Cara Meningkatkan Daya Ingat atau
Memori siswa dalam Pembelajaran
Biologi

Disusun Oleh
KELAS A

14B13013 Arina Zulfa Yunita Yunus


14B13001 Asriani Musyakkir

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan makhluk
lainnya, antara lain memiliki kemampuan untuk mengingat sesuatu. Kemampuan
manusia untuk mengingat sesuatu inilah yang kemudian dikenal dengan istilah
memori atau ingatan. Kemampuan setiap manusia untuk mengingat tidak sama,
ada yang mampu mengingat dalam jangka waktu lama, mengingat dalam jangka
waktu pendek, dan ada yang hanya mampu mengingat dalam beberapa detik saja.
Selain memiliki kemampuan mengingat, manusia juga mempunyai
kemampuan untuk melupakan informasi atau pengalaman yang telah
diperolehnya. Kemampuan mengingat dan melupakan yang dimiliki manusia
tersebut harus diorganisir dengan sebaik-baiknya. Kemampuan mengingat harus
dipertahankan, sedangkan kemampuan melupakan harus diminimalisir. Hal ini
dilakukan untuk mendukung keberhasilan belajar seorang individu dalam berbagai
pelajaran salah satunya dalam pembelajaran Biologi. Maka berdasarkan latar
belakang ini kami menyusun makalah dengan judul Cara Meningkatkan Daya
Ingat atau Memori siswa dalam Pembelajaran Biologi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dibahas beberapa permasalahan:
1. Apakah yang dimaksud dengan ingatan?
2. Apakah yang dimaksud dengan lupa?
3. Bagaimanakah cara meningkatkan daya ingat atau memori siswa dalam
pembelajaran Biologi?
C. Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan dan diskusi makalah adalah :
1. Mengetahui definisi ingatan.
2. Mengetahui definisi lupa.
3. Mengetahui cara meningkatkan daya ingat atau memori siswa dalam
pembelajaran Biologi.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Ingatan
Ingatan atau memori adalah proses menerima, menyimpan, dan
menimbulkan kembali informasi-informasi atau kesan-kesan. Adapun sifat-sifat
ingatan yang baik meliputi cepat (mudah dalam menerima materi), luas (mampu
menyimpan materi ingatan dalam jumlah banyak), kuat (mampu menyimpan
materi ingatan dalam waktu lama), setia (mampu menyimpan materi ingatan
dengan baik), dan siap (mampu menimbulkan kembali materi ingatan dengan
mudah atau cepat) (Kuntjojo, 2009). Menurut Anggraeni (2013), proses ingatan
dapat dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu;
1. Pengkodean (encoding) dimana informasi baru diterima. Proses ini sangat
mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam ingatan.
2. Penyimpanan (storage) dimana informasi disimpan untuk penggunaan di
masa mendatang. Sesuatu yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan
dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak
tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun
jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk
ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, dan ini yang disebut dengan
kelupaan
3. Penarikan (retrieval) dimana informasi ditarik dari penyimpanan untuk
digunakan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan
menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan
kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses mengingat kembali sangat
membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari.
Seseorang dikatakan Belajar dari Pengalaman karena ia mampu
menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk
memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga.
Selanjutnya dalam model Atkinson dan Shiffrin mengenai area
penyimpanan ingatan, informasi yang diterima diproses melalui pencatatan indera
menuju pada ingatan jangka pendek, dan akhirnya sampai pada penyimpanan yang
lebih permanen didalam ingatan jangka panjang. lebih jelasnya sebagai berikut:
1. Memori sensorik penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh
pancaindera. Setiap pancaindera memiliki satu macam memori sensoris.
Memori Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah
stimulus terjadi. Sebenarnya memori sensoris berkapasitas besar untuk
menyimpan informasi, akan tetapi yang disimpan tersebut cepat sekali
menghilang, dikatakan bahwa informasi tersebut akan menghilang setelah
sepersepuluh detik, lalu akan menghilang sama sekali setelah lewat dari satu
detik. Orang harus menaruh perhatian pada suatu informasi bila informasi itu
harus diingat. Dengan begitu ada proses seleksi dari kesadaran, untuk
membedakan mana informasi yang diperlukan dan mana yang tidak.
2. Memori jangka pendek atau Short-Term Memory (STM) suatu proses
penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya
dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Ingatan yang
masuk dalam memori sensoris diteruskan kepada ingatan jangka pendek.
Ingatan jangka pendek berlangsung sedikit lebih lama dari memori sensoris,
selama anda menaruh perhatian pada sesuatu, anda dapat mengingatnya dalam
ingatan jangka pendek.
3. Memori jangka panjang atau Long-Term Memory (LTM) Suatu proses
memori atau ingatan yang bersifat permanen. Kapasitas yang dimiliki ingatan
jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah gundangnya
informasi yang dimiliki oleh manusia. Ingatan jangka panjang berisi
informasi dalam kondisi psikologis masa lampau, yaitu semua informasi yang
telah disimpan, tetapi saat ini tidak sedang dipikirkan. Memori jangka panjang
memungkinkan manusia mengingat kembali informasi masa lalu dan
menggunakan informasi yang ada untuk mengerti apa yang terjadi sekarang.
Jadi tujuan sebuah informasi dimasukkan ke dalam memori jangka panjang
adalah untuk dapat mengingatnya selamanya. Hebatnya, ingatan yang telah
tersimpan dalam memori jangka panjang bisa anda munculkan kembali saat
Anda menginginkannya. Kemampuan mengenang atau menarik ingatan
kembali ini disebut recall memory.
B. Lupa
Lupa adalah peristiwa tidak dapat ditimbulkannya kembali informasi-
informasi yang telah diterima dan disimpan (Kuntjojo, 2009). Terdapat enam
faktor penyebab lupa yaitu gangguan konflik antara item-item informasi atau
materi yang ada dalam sistem memori siswa, tekanan terhadap item yang telah ada
baik sengaja ataupun tidak, perubahan situasi lingkungan antara waktu belajar
dengan waktu mengingat kembali, perubahan sikap dan minat siswa terhadap
proses dan situasi belajar tertentu, materi pelajaran yang telah dikuasai tidak
pernah digunakan atau dihafalkan siswa dan perubahan urat saraf otak.
C. Cara Meningkatkan Daya Ingat atau Memori Siswa dalam Pembelajaran
Biologi
Menurut Santrock (2008), Suatu strategi mengajar yang digunakan oleh
pengajar dalam membantu siswa meningkatkan ingatan atau memorinya ialah
dengan momotivasi anak untuk mengingat materi dengan pemahaman, bukan
dengan mengingatnya begitu saja. Anak akan mengingat informasi dengan lebih
baik dalam jangka panjang jika mereka memahami informasi, bukan sekedar
megingatnya tanpa pemahaman. Jadi untuk mengoptimalkan masuknya informasi
ke memori jangka panjang, dorong siswa untuk memahami informasi tesebut,
memberinya makna, mengelaborasinya dan mempersonalisasikannya.
Terkait dengan pembelajaran biologi, pengoptimalan masuknya informasi
ke memori jangka panjang ialah dengan pola pembelajaran bermakna.
Pembelajaran bermakna tersebut salah satunya dapat melalui pembelajaran
berbasis Project Based Learning (PjBL). Berdasarkan hasil penelitian
Mahanal (2009) mengenai materi ekosistem, bahwa ada pengaruh pembelajaran
PjBL terhadap peningkatan sikap siswa SMA Negeri 2 Malang terhadap
ekosistem sungai. Siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek
memiliki sikap lebih tinggi 11,65% dari peserta didik yang diajar dengan
pembelajaran konvensional dan ada pengaruh pembelajaran PjBL terhadap
pemahaman konsep siswa SMA Negeri 2 Malang. Siswa yang difasilitasi
pembelajaran berbasis proyek memiliki pemahaman konsep lebih tinggi 81,05%
dari siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional.
Jadi implementasi pembelajaran PjBL mendorong pengembangan produk
pembelajaran secara nyata sesuai dengan kegiatan sebenarnya, yang secara alami
membuat siswa mengalami pembelajaran yang bermakna. Pengembangan produk
ini menumbuhkan sikap positif siswa terhadap lingkungan sekitarnya. Sikap
positif terhadap lingkungan melalui metode pembelajaran PjBL juga terbentuk
akibat nilai sosial yang ada dalam metode PjBL. PjBL memberikan kemampuan
kognitif yang menghasilkan peningkatan pembelajaran dan kemampuan siswa
karena melalui proyek siswa mampu melibatkan seluruh mental dan fisik, saraf,
indera termasuk kecakapan sosial dengan melakukan banyak hal sekaligus.
Sikap siswa ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki, oleh sebab itu
penguasaan pengetahuan lingkungan hidup tentang ekosistem sangat diperlukan
agar menghasilkan sikap positip siswa terhadap ekosistem tersebut dalam hal ini
ekosistem sungai. Sejalan dengan taksonomi kognisi Bloom, perkembangan
kognisi pada taraf analisis, sintesis, dan evaluasi yang diyakini berpengaruh kuat
terhadap sikap. Pada taraf inilah memungkinkan sasaran didik memperoleh nilai-
nilai kehidupan yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap. Melalui
proses akomodasi dan asimilasi pengetahuan, pengalaman, dan nilai ke dalam
otak siswa, seperti pendapat Piaget, pada gilirannya akan menjadi referensi dalam
menanggapi obyek atau subyek lingkungannya.Berpangkal dari berbagai fakta
maka dapat disimpulkan bahwa PjBL dapat meningkatkan sikap siswa terhadap
lingkungan hidup.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan
sebagai berikut:
1. Ingatan atau memori adalah proses menerima, menyimpan, dan menimbulkan
kembali informasi-informasi atau kesan-kesan. Dimana ingatan ini terdiri dari
sifat, proses ingatan dan area penyimpanan.
2. Lupa adalah peristiwa tidak dapat ditimbulkannya kembali informasi-
informasi yang telah diterima dan disimpan.
3. Suatu strategi mengajar yang digunakan oleh pengajar dalam membantu siswa
meningkatkan ingatan atau memorinya ialah dengan momotivasi anak untuk
mengingat materi dengan pemahaman, bukan dengan mengingatnya begitu
saja. Anak akan mengingat informasi dengan lebih baik dalam jangka panjang
jika mereka memahami informasi, bukan sekedar megingatnya tanpa
pemahaman. Jadi untuk mengoptimalkan masuknya informasi ke memori
jangka panjang, dorong siswa untuk memahami informasi tesebut,
memberinya makna, mengelaborasinya dan mempersonalisasikannya. Terkait
dengan pembelajaran biologi, pengoptimalan masuknya informasi ke memori
jangka panjang ialah dengan pola pembelajaran bermakna. Pembelajaran
bermakna tersebut salah satunya dapat melalui pembelajaran berbasis Project
Based Learning (PjBL).
B. Saran
1. Diharapkan makalah ini bisa bermanfaat bagi yang membaca untuk
memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan khususnya kepada para
Mahasiswa.
2. Jika terjadi kesalahan penulisan ataupun hal lain terkait makalah ini, kritik
dan saran untuk penulis sangat diharapkan sebagai jalan bagi penulis
meningkatkan kualitas dalam penyusunan makalah kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, dkk. 2013. Psikologi Kognitif Memory (Ingatan). Surabaya: Fakultas


Psikologi Universitas Hang Tuah Surabaya.

Kuntjojo. 2009. Ingatan. Kediri: Universitas Nusantra PGRI Kediri.

Mahanal. S., dkk. 2009. Pengaruh Pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
pada Materi Ekosistem terhadap Sikap dan Hasil Belajar Siswa SMAN 2
Malang. Malang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. 16
November 2014. http://www.ummetro.ac.id/file_jurnal/1%20Susriyati%20
Univ.Negeri%20Malang.pdf.

Santrock, J.W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.