Anda di halaman 1dari 9

Landasan Dan Tujuan Pendidikan Pancasila ~ Pancasila merupakam ideologi

dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata
dari Sanskerta: paca berarti lima dan la berarti prinsip atau asas. Pancasila
merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh
rakyat Indonesia.
Dengan demikian ada yang harus di pahami mengenai pancasila,
diantaranya :

A. Landasan Pendidikan Pancasila

1. Landasan Historis
Bangsa Indonesia terbentuk dalam suatu proses sejarah yang cukup panjang
sejak Zaman kutai. Beratus ratus tahun bangsa Indonesia berjuang menemukan jati
dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka , mandiri serta filsafat hidup bangsa.
Setelah melalui suatu proses yang panjang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia
menemukan jati dirinya , yang di dalamnya tersimpul ciri khas , sifat, dan karakter
bangsa yang berbeda dengan bangsa lain.
Dalam hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini terutama dalam masa
reformasi, bangsa Indonesia sebagai bangsa yang harus memiliki visi harus serta
pandangan hidup yang kuat agar tidak terombang ambing ditengah tengah
masyrakat Internasional.
Jadi, secara historis bahwa nilai nilai yang terkandung dalam setiap sila
pancasila, sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar Negara Indonesia secara
objektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sehingga asal nilai nilai
pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendir, atau dengan kata
lain bangsa Indonesia sebagai kuasa materialis pancasila.

2. Landasan Kultural
Setiap bangsa di dunia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
senantiasa memiliki suatu pandangan hidup. Filsafat hidup serta pegangan hidup agar
tidak terombang ambing dalam pergaulan masyarakat internasional. Setiap bangsa
memiliki ciri khas serta pandangan hidup yang berbeda dengan bangsa lain . Negara
komunisme dan liberalisme meletakan dasar filsafat negaranya pada suatu konsep
ideologi tertentu.
Berbeda dengan bangsa bangsa lain , bangsa Indonesia mendasarkan
pandangan hidupnya dalam masyarrakat, berbangsa dan bernegara pada suatu asas
cultural yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Satu satunya karya besar
bangsa Indonesia yang sejajar dengan karya besar bangsa lain di dunia ini adalah
hasil pemikiran tentang bangsa dan Negara yang mendasarkan pandangan hidup suatu
prinsip nilai yang terutang dalam sila sila pancasila.
3. Landasan Yuridis
Landasan Yuridis perkuliahan pendidikan pancasila di pendidikan
Tinggi tertuang dalam undang undang No 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan
nasional. Pasal 29 telah menetapkan bahwa ia isi kurikulum setiap jenis, jalur dan
jenjang pendidikan, wajib memuat pendidikan pancasila, pendidikan agama dan
pendidikan kewarganegaraan konseptual tersebut kemudian dikokohkan kembali oleh
kehadiran dan undang undang Nomor tahun 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan Nasional sebagai pengganti undang undang no 2 tahun 1989.

4. Landasan Filosofis
Pancasila adalah sebagai dasar filsafat Negara dan pandangan
Filosofis bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sudah merupakan suatu keharusan moral
untuk secara konsisten merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan
bermasyarakat , berbangsa dan bernegara. Hal ini berdasarkan pada kenyataan secara
filosofis dan objektif bahwa bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat dan
bernegara mendasarkan pada nilai nilai yang tertuang dalam sila sila pancasila
yang secara filosofis merupakan filosofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan
Negara.

B. TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA


Tujuan pendidikan diartikan sebagai seperangkat tindakan intelektual yang
penuh tanggung jawab yang berorientasi pada kompetensi mahasiswa pada bidang
profesi masing masing. Sedangkan kompotensi lulusan pendidikan pancasila
ditujukan untuk memahami seperangkat tindakan intelektual , yang penuh tanggung
jawab sebagai seorang warga Negara dalam memecahkan berbagai masalah dalam
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan pemikiran yang
berlandaskan nilai nilai pancasila.

http://landasanpancasila.blogspot.com/

Thursday, November 14, 2013 - Rating: 4.5


LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

A. LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA


Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 265/Dikti/Kep/2000
tentang MKPK Pendidikan Pancasila mengemukakan empat landasan Pendidikan
Pancasila, yaitu :
1) Landasan Historis
Landasan historis adalah pengembangan pendidikan pancasila yang di
dasarkan pada fakta-fakta sejarah, mulai dari kehidupan prasejarah, sejarah Indonesia
lama, masa kejayaan nasional, perjuangan bangsa Indonesia melawan system
penjajahan, proklamasi kemerdekaan, hingga perjuangan mempertahankan dan
mengisi kemerdekaan Indonesia. Fakta- fakta sejarah dalam proses Pendidikan
Pancasila dilakukan dengan terpisah atau terpadu.
2) Landasan Kultural
Landasan cultural adalah pengembangan pendidikan pancasila yang atas nilai
yang di agungkan dan disepakati oleh kehidupan masyarakat nasional. Nilai
merupakan sesuatu yang mendasari kebudayaan nasional. Nilai dasar menjadi
komitmen utama bagi komponen bangsa. Nilai instrumental merupakan penjabaran
dari nilai dasar.
3) Landasan Yuridis
Landasan yuridis menyangkut aturan perundang-undangan yang mendasari
pelaksanaan pendidikan pancasila. Landasan yuridis dapat ditelusuri dari UUD 1945,
ketetapan MPR, Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri,
Keputusan Jenderal,dll.
4) Landasan Filosofis
Landasan filosofis adalah penggunaan hasil-hasil pemikiran filsafat pancasila
untuk mengembangkan pendidikan pancasila. Pancasila sebagai system filsafat dapat
dilihat dari dua segi, yaitu:
a) Adanya anggapan bahwa setiap orang dapat berfilsafat, yang kemudian hasilnya
digunakan sebagai pandangan hidup.
b) Nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dirumuskan sebagai system filsafat
yang memenuhi persyaratan akademis.

B. TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA


Tujuan Pendidikan Pancasila dapat dikaitkan dengan rumusan tujuan nasional
yang terdapat pada UUD 1945 alenia ke-4. Pendidikan nasional bertujuan untuk
meningkatkan perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggungjawab.

ANALISIS :
1. Menurut buku Pendidikan Pancasila karangan Prof. DR.Kaelan, M.S Landasan
pendidikan pancasila itu terdiri dari landasan historis,cultural, yuridis, dan filosofis.
Sedangkan tujuan pendidikan pancasila yaitu untuk menghasilkan peserta didik yang
memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab,mampu
mengenali masala hidup dan mampu memecahkan masalah tersebut, serta mampu
memaknai peristiwa sejarah dan kebudayaan di sekitarnya.
2. Menurut buku Pendidikan Kewarganegaraan karangan Prof. DR.Kaelan, M.S
dan DRS. H. Achmad Zubaidi, M.Si
Landasan pendidikan pancasila yaitu landasan ilmiah dan landasan hukum. Tujuan
pendidikan pancasila yaitu untuk menjadikan peserta didik menjadi ilmuwan yang
professional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis,
berkeadaban, serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing, berdisiplin, turut
berpartisipasi dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan nilai yang
terkandung dalam Pancasila.
3. Menurut buku Buku Ajar Pancasila karangan Drs.Muhammad Sinal,S.H.,M.Pd.
Dari segi historis6), Pancasila berasal dari sejarah panjang bangsa Indonesia dalam
merumuskan Pancasila. Dimana, istilah pancasila itu pertama kalinya ditemukan
dalam agama Buddha. Dari segi kultural7), pancasila berasal dari semua gerak yang
khas bersifat manusiawi adalah bersumber dari kesanggupan asasi yang dimiliki
manusia untuk memberi suatu arti pada setiap hal serta melambangkannya dalam
suatu lambang tertentu (Erns Cassier,2010: 15). Dari segi Yuridis8), pancasila sebagai
dasar dan ideologi negara, maka Pancasila harus dijadikan paradigma dalam
pembangunan hukum, termasuk semua upaya pembaruannya. Dari segi filosofis9),
pancasila lahir dari kedua sumber yang ada pada bangsa Indonesia, yaitu sumber
budaya bangsa dan sumber ajaran agama.
Tujuan pendidikan Pancasila10) adalah agar mahasiswa bertaqwa kepada Tuhan YME,
berjiwa Pancasila,memiliki pendekatan integral dari segala aspek kehidupan,
memahami sejarah perjuangan bangsa Indonesia dengan nilai-nilai patriotisme dan
memiliki wawasan budaya yang luas

https://gurumurid.com

Jumat, 03 Oktober 2014


LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA
A. Landasan Historis
Setiap bangsa di dunia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
senantiasa memiliki suatu pandangan hidup, filsafat hidup serta pegangan hidup agar
tidak terombang-ambing dalam kancah pergaulan masyarakat internasional. Bangsa
Indonesia terbentuk melalui proses yang sangat panjang mulai jaman Kerajaan-
kerajaan Kutai, Sriwijaya, Majapahit hingga jaman datangnya penjajah. Bangsa
Indonesia berjuang untuk mendapatkan jati dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan
memiliki suatu prinsip dan kekuatan yang tersimpul dalam pandangan hidup serta
filsafat hidup, didalamnya tersimpul ciri khas, sifat karakter bangsa yang berbeda
dengan bangsa yang lain. Oleh pendiri bangsa kita dirumuskan secara sederhana
namun mendalam yang meliputi lima prinsip dan diberi nama pancasila.
Dalam Era-reformasi bangsa Indonesia harus visi dan pandangan hidup yang
kuat agar tidak terombang-ambing ditengah masyarakat Internasional. Hal ini dapat
terlaksana dengan kesadaran berbangsa yang berakar pada sejarah bangsa.
Secara historis nilai-nilai yang terkandung dalam dalam setiap sila Pancasila
sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara Indonesia secara obyektif
historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai-nilai sila
Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, atau bangsa
Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila.

B. Landasan Kultural
Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara pada suatu asas kultural yang dimiliki dan melekat pada
bangsa itu sendiri. Nilai-nilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung
dalam sila-sila Pancasila bukanlah merupakan hasil konseptual seseorang saja,
melainkan merupakan suatu hasil karya bangsa Indonesia sendiri yang diangkat dari
nilai-nilai kultural yang dimiliki melalui proses refleksi filosofis para pendiri Negara.
Oleh karena itu generasi penerus terutama kalangan intelektual kampus sudah
seharusnya mendalami serta mengkaji karya besar tersebut dalam upaya melestarikan
secara dinamis dalam arti mengembangkan sesuai dengan tuntutan jaman.
C. Landasan Yuridis
Landasan Yuridis perkulihan pancasila di pendidikan tinggi terutuang dalam
undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 1 dan 2
disebutkan bahwa sistem pendidikan Nasional berdasarkan pancasila. Hal ini
mengandung bahwa secara material pancasila merupakan sumber hukum pendidikan
Nasional
Demiikian juga berdasarkan SK Mendiknas RI, No.232/U/2000, tentang
pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar
mahasiswa. Pasal 10 ayat 1 dijelaskan bahwa kelompok mata kuliah Pendidikan
Kewarganegaraan, wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi, yang
terdiri atas Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan
Kewarganegaraan.
Dalam SK dirjen DIKTI No.43/DIKTI/KEP/2006, dijelaskan bahwa misi
pendidikan kewarganegaraan adalah untuk memantapkan kepribadian mahasiswa
agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai pancasila, rasa kebangsaan dam
cinta tanah air dalam menguasai dan mengembangkan nilai pengetahuan dan
teknologi. Jadi sesuai dengan SK dirjen DIKTI tersebut maka pendidikan
kewarganegaraan adalah bebasis Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara
Indonesia. Berdasarkan ketentuan tersebut maka secara material melalui pendidikan
kewarganegaraan bahkan filsafat pancasila adalah wajib diberikan di pendidikan
tinggi dan secara explisit terdapat dalam rambu-rambu pendidikan kepribadian.
Pengembangan tersebut dengan harapan agar mahasiswa mampu mengambil
sikap sesuai dengan hati nuraninya, mengenali masalah hidup terutama kehidupan
rakya, mengenali perubahan serta mampu memaknai peristiwa sejarah, nilai-nilai
budaya demi persatuan bangsa.
D. Landasan Filosofis
Pancasila sebagai dasar filsafat Negara dan pandangan filosofis bangsa
Indonesia, oleh karena itu sudah merupakan suatu keharusan moral untuk secara
konsisten merealisasikan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara.
Secara filosofis bangsa Indonesia sebelum mendirikan Negara adalah sebagai
Negara yang berketuhanan dan berkemanusiaan, hal ini berdasarkan kenyataan
obyektif bahwa manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap
aspek penyelenggaraan Negara harus bersumber pada nilai-nilai Pancasila termasuk
system peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Oleh karena itu dalam realisasi kenegaraan termasuk dalam proses reformasi
dewasa ini merupakan suatu keharusan bahwa Pancasila merupakan sumber nilai
dalam pelaksanaan kenegaraan, baik dalam pembangunan nasional, ekonomi, politik,
hukum, social budaya, maupun pertahanan dan keamanan.

TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA


Adapun tujuan dari mempelajari Pendidikan Pancasila adalah untuk :
1. Dalam UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan nasional dan juga termuat
dalm SK Dirjen Dikti. No.43/DIKTI/KEP/2006, dijelaskan bahwa tujuan materi
pancasila dalam rambu-rambu pendidikan kepribadian mengarahkan pada moral yang
diharapkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan
iman dan taqwa terhadap tuhan yang maha Esa dalam masyarakat yang terdiri atas
berbagai golongan agama, kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan,
memantapkan kepintingan mahasiswa agar konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai
dasar Pancasila, rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air dalam menguasai, menerapkan
dan mengembangakan ilmu pengetahuan teknologi dan seni dengan penuh rasa
tanggung jawab dan moral.
2. Tujuan pendidikan diartikan sebagai seperangkat tindakan intelektual penuh
tangggung jawab yang berorientasi pada kompetensi mahasiswa pada bidang profesi
masing-masing, kompetensi lulusan mahsiswa adalah seperangkat tindakan
intelektual, penuh tanggung jawab sebagai seorang warga Negara dalam memecahkan
berbagai masalah bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan
pemikiran yang berlandaskan nilai pancasila. Sifat intelektual tersebut tercemin pada
kemahiran ketepatan dan keberhasilan bertindak, sedangkan sifat penuh tangggung
jawab diperlihatkan sebagai kebenaran tidakan di tilik dari aspek iptek etika atau
kepatutan agama serta budaya
3. Menghasilkan peserta didik dengan sikap dan perilaku
i. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
ii. Berkemanusiaan
iii. Mendukung penuh persatuan bangsa Indonesia
iv. Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama diatas
kepentingan sendiri
v. Mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan social dalam kehidupan
bermasyarakat
4. Membentuk sikap mental peserta didik yang mampu mengapresiasi nilai-nilai
ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta
penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat
berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan
eksternal masyarakat bangsa Indonesia.

http://www.ebook.gunadarma.ac.id/docmodul/pendidikan_pancasila/bab1-
pendahuluan.pdf
http://gatot_sby.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17755/BAB+I.pdf
http://arynatalina.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11715/Pendahuluan.ppt

Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap

Rabu, 01 Oktober 2014


PORTOFOLIO PENDIDIKAN PANCASILA

Oleh:
MOHAMMAD KHOIRUL ANAM
1722201039

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK S IP IL
2017 / 2018