Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KEGIATAN

PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK TERSEDAK


DI POSYANDU BALITA DUSUN MANTREN DESA TENGGERKIDUL
KEC.PAGU KAB.KEDIRI

Oleh Kelompok 1:
Sandi Biantoro, S. Kep 2016.06.092
Acep Yunus, S.Kep 2016.06.116
Alfonsius Metom, S.Kep 2016.06.024
Anggy Aristy W., S.Kep 2016.06.029
Asriana Kofan, S. Kep 2016.06.032
Elfina Rachmawati, S. Kep 2016.06.041
Elsa Artika W., S.Kep 2016.06.043
Esra Anaskol, S.Kep 2016.06.044
Kiki Risky A., S.Kep 2016.06.063
Yanuar Candra D., S.Kep 2016.06.102
M.Ikhwanul H., S.Kep 2016.06.114
Novita Irianti, S.Kep 2016.06.079
Tiwik Sulistia A.B, S.Kep 2016.06.100
Yesi Permata S, S.Kep 2016.06.101
Zulfan Aljauhar, S.Kep 2016.06.109

PROGRAM STUDI NERS


STIKES KARYA HUSADA KEDIRI
2016/2017
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usia toddler adalah anak yang berusia 12 - 36 bulan atau 1 - 3 tahun
dimana anak pada usia mengalami masa eksplorasi lingkungan yang intensif
karena anak berusaha mencari tahu bagaimana semua yang dapat terjadi
(Wong, 2009). Pada usia 12 bulan, anak mampu menggenggam benda yang
sangat kecil tapi tidak mampu melepas sesuai keinginannya. Memasuki usia
15 bulan, toddler dapat menjatuhkan benda kecil ke dalam botol berleher
sempit dan melempar serta menangkap bola. Selanjutnya, di usia 18 bulan
toddler mampu melempar bola tanpa kehilangan keseimbangan (Potter &
Perry, 2005).
Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 17.537 anak-
anak berusia 3 tahun atau lebih muda sangat berbahaya karena tersedak,
sebesar (59,5%) berhubungan dengan makanan, (31,4%) tersedak karena
benda asing, dan sebesar 9,1% penyebab tidak diketahui. (Committee on
injury, 2010). Prevalensi di Amerika Serikat didapatkan kasus tersedak pada
anak usia dibawah 4 tahun sebesar 710, terjadi pada anak dibawah usia 1
tahun sebesar 11,6%, kasus terjadi pada usia 1 hingga 2 tahun sebesar 36,2%
terjadi pada usia 2 tahun hingga 4 tahun sebesar 29,4% (AAP, 2010).
Berdasarkan data dari Departemen Dinas Kesehatan Nasional
menunjukkan penyebab tersedak adalah benda asing biji bijian sejumlah
105 pasien, 82 pasien tersedak benda asing kacang kacangan, sayuran 79
pasien, lainnya tersedak disebabkan oleh logam, makanan, dan tulang ikan
(Depdiknas, 2007).Tersedak adalah sumbatan atau hambatan respirasi oleh
benda asing yang menyempit pada saluran napas internal, termasuk faring,
hipofaring, dan trakea. Penyempitan jalan napas bisa berakibat fatal jika
itu mengarah pada gangguan serius oksigenasi dan ventilasi (Smith, 2003).

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Pada akhir penyuluhan diharapkan masyarakat (orang tua) dapat
mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan pertolongan pertama
terhadap anak yang tersedak di rumah.
1.2.2 Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, masyarakat dapat :
a. Menjelaskan pengertian tersedak
b. Menjelaskan penyebab tersedak
c. Menyebutkan macam-macam tersedak
d. Menyebutkan faktor resiko tersedak
e. Menyebutkan langkah-langkah penanganan tersedak pada anak

1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi Peserta Penyuluhan
Dapat menambah dan memperluas pengetahuan tentang cara pertolongan
pertama pada anak tersedak
1.3.2 Bagi Kelompok
Dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang cara pertolongan tersedak
pada anak dan langkah-langkah pertolongan pertama yang benar pada anak
tersedak.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi
Tersedak (choking) merupakan suatu keadaan masuknya benda asing
(makanan, mainan, dll) ke dalam jalan napas atas sehingga menimbulkan
gawat napas.Tersedak adalah masuknya makanan atau benda lain kedalam
tenggorokan, misalnya mainan kecil yang tertelan tanpa sengaja.

2.2 Penyebab terjadinya Tersedak


Penyebab tersedak menurut teori American Academy of Pediatrics
(2010) penyebab utama tersedak adalah makanan, koin, atau minuman.
Penyebab lainnya adalah cara makan yang salah misalnya, sambil berjalan,
berlari, tidur, bercanda, mengunyah terlalu cepat, atau terlalu banyak
menyuapi makanan ke mulutnya. Aspirasi benda asing masih merupakan
penyebab morbiditas dan mortalitas yang signifikan pada anak. Aspirasi
bahan makanan merupakan kasus tersering, banyak penulis telah
melaporkan bermacam jenis aspirasi benda asing seperti biji-bijian, jarum,
peniti, kacang, serpihan tulang, mainan, gigi, tutup pena, serpihan sayuran
(Novialdi & Sukri, 2010).

2.3 Macam-Macam Tersedak


Pada dasarnya kita mengenal 2 jenis tersedak. Tersedak sebagian
(partial/mild) artinya benda asing yang masuk hanya menyumbat sebagian
dari jalan napas, masih ada sedikit celah untuk masuknya udara. Yang paling
berat adalah Tersedak Total (total blockage/severe) dimana benda asing
yang masuk sudah menutup semua bagian jalan napas korban, sehingga
korban menjadi jatuh tidak sadarkan diri.

Berikut cara membedakan antara tersedak yang mild (ringan/ sebagian)


dan severe (berat/ total):
1. Tersedak yang ringan:
a) Masih ada pertukaran udara
b) Korban masih sadar dan dapat batuk sekeras-kerasnya
2. Tersedak yang berat:
a) Buruknya pertukaran udara terhadap si korban

b) Masih bisa batuk, tapi lemah atau tidak dapat batuk sama sekali

c) Napas bertambah cepat

d) Tidak dapat berbicara

e) Memegang leher (tanda universal dari tersedak)

f) Tidak dapat memasukkan udara/ menarik napas dengan baik

2.4 Faktor resiko Tersedak


Faktor predisposisi yang dapat menyebabkan terjadinya tersedak
terutama pada usia 1 4 tahun anak sering memasukkan segala sesuatu ke
dalam mulutnya, anak sangat aktif (berlari, berteriak, bermain) mudah jatuh
dan menangis dengan benda didalam mulut mereka dan pertumbuhan gigi
yang belum lengkap untuk menelan yang belum sempurna (Daisy & Imral,
2003).

2.5 Langkah-langkah pertolongan pertama tersedak pada anak


1) Untuk Anak Usia >1 Tahun Dewasa Yang Masih Sadar
Untuk Tersedak Ringan:
Jika korban masih bisa batuk. anjurkan korban untuk batuk terus
menerus sekeras-kerasnya. Yang tidak boleh Anda lakukan:
- Memberi minum pada korban (jalan napas hanya boleh
dilalui oleh udara)
- Memasukkan jari ke dalam mulut sebagai usaha untuk
mengeluarkan benda asing

Untuk Tersedak Berat:


a Tanyakan kepada korban Apakah Anda tersedak?, sekilas
langkah ini terlihat agak rancu dan tidak mungkin
dilakukan. Tetapi hal ini dilakukan untuk membedakan
antara tersedak dan penyakit lain yang menyebabkan gawat
napas.
b Lakukan abdominal thrust (Heimlich manuever) selama
beberapa kali sampai benda asing keluar atau sampai
korban menjadi tidak sadar. Untuk pengananan korban
tersedak yang tidak sadar membutuhkan teknik yang
berbeda. Akan dibahas di halaman selanjutnya.

Berikut ini merupakan langkah-langkah melakukan Heimlich


maneuver :
Berdiri atau berlutut di belakang korban (posisikan tubuh Anda
sesuai dengan tinggi tubuh korban, pada pasien anak kemungkinan
Anda harus berlutut)
Kepalkan salah satu telapak tangan Anda

Letakkan kepalan tangan Anda dengan arah ibu jari menempel ke


dinding perut korban, posisikan kepalan tangan Anda 2 jari di atas
pusat (pusat selalu sejajar dengan tulang pinggul atas), Anda tidak
memposisikan kepalan tangan Anda di ulu hati.

Kencangkan kepalan tangan Anda dengan tangan satunya sehingga


kedua lengan Anda melingkar di perut korban.

Lakukan penekanan ke arah belakang dan atas sampai benda asing


keluar atau sampai korban menjadi jatuh tidak sadar.

a. Jika korban tersedak adalah wanita hamil atau orang dewasa yang terlalu
gemuk (obesitas) kita bisa melakukan pilihan lain dengan melakukan
chest thrust yaitu dengan meletakkan kepalan tangan Anda di tengah-
tengah tulang dada.

Pengganti heimlich manuever pada korban wanita hamil

2) Penanganan Tersedak Untuk Anak Usia >1Tahun Dewasa Yang


Tidak Sadar
Jika korban menjadi jatuh tidak sadar lakukan langkah-langkah
berikut:
Panggil bantuan medis segera
Buka jalan napas korban (AIRWAY), jika Anda dapat melihat
benda asing lakukan finger swab atau sapuan jari untuk
mengeluarkan benda asing

Segera lakukan CPR/ RJP. Perbedaannya dengan CPR biasa


adalah setelah melakukan 30 kali kompresi dada, periksalah
mulut korban terlebih dahulu sebelum memberikan 2 kali napas
bantuan.

Anda telah sukses menangani korban tersedak yang tidak sadar jika
Anda sudah melihat tanda-tanda berikut:
1 Anda melihat dada nya naik ketika memberikan bantuan napas
2 Melihat benda asing keluar dari mulut korban.
Lakukan langkah-langkah berikut ini jika Anda sudah berhasil
menangani korban tersedak. Karena ada beberapa kemungkinan yang
akan terjadi setelah benda asing keluar dari mulut korban:
1 Berikan 2 kali napas
2 Lihat respons korban (batuk, muntah, pergerakan) jika Anda
terlatih untuk memeriksa nadi, maka periklsah nadi di leher
korban selama 10 detik saja.
3 Jika nadi tidak teraba dan korban juga tidak bernapas,
lanjutkan CPR dan pasang AED segera (jika tersedia). Jika
nadi ada tetapi napas tidak ada maka berikanlah bantuan napas
saja selama 2 menit, dalam 1 menit Anda harus memberikan
10 kali napas (jadi jeda antara napas adalah 6 detik). Setelah 2
menit periksalah apakah napasnya sudah ada atau belum, jika
korban sudah bernapas normal posisikan korban miring (posisi
pemulihan) sambil menunggu bantuan datang.

3) Penanganan Tersedak Untuk Bayi (<1 Thn)

Penanganan tersedak untuk bayi tentunya berbeda dengan anak


yang berusia lebih dari 1 tahun. Kita tidak bisa melakukan penekanan
perut (Heimlich manuever) pada bayi karena akan mencederai organ
dalam yaitu hati. Penanganan tersedak untuk bayi terdiri atas
kombinasi penekanan dada (chest thrust) dan tepukan punggung (back
slaps).
Berikut ini merupakan langkah-langkah pertolongan tersedak
terhadap bayi yang masih sadar:
1. Gendonglah bayi dengan posisi Anda duduk atau berlutut.
2. Buka pakaian bayi.

3. Gendong bayi dengan posisi wajah ke bawah telungkup di atas


pangkuan tangan Anda. Buat kepala bayi lebih rendah dari
kakinya. Sangga kepala dan rahang bawah bayi menggunakan
tangan Anda (hati-hati untuk tidak menekan leher bayi, karena ini
akan menyebabkan tersumbatnya saluran napas.

4. Berikan 5 kali tepukan di punggung (tepuklah dipunggung, antara


2 tulang belikat bayi, JANGAN menepuk di tengkuk!). Gunakan
pangkal telapak tangan Anda ketika memberikan tepukan.
5. Setelah memberikan 5 kali tepukan punggung, sanggalah leher
belakang bayi Anda dengan tangan dan balikkan tubuh bayi
sehingga dalam posisi terlentang. Buat posisi kepala bayi lebih
rendah dari kakinya.

6. Lakukan 5 kali penekanan dada (lokasi penekanan sama dengan


posisi penekanan dada pada proses CPR yaitu di tengan-tengan
tulang dada/ di bawah garis imajiner
antara 2 puting susu bayi). Hanya
gunakan2 jari saja (jari telunjuk dan
jari tengah untuk melakukan chest
thrust.

7. Ulangi langkah No. 4,5,6 di atas


sampai benda asing keluar dari mulut bayi atau bayi menjadi tidak
sadar.

8. Technic Chest Thrust atau Tekan Dada

9. Jika benda asing belum bisa keluar dan bayi Anda menjadi tidak
sadar (bayi terkulai lemas, tidak ada pergerakan, bibir membiru,
tidak dapat menangis atau mengeluarkan suara) penanganan nya
adalah sebagai berikut:

a Baringkan bayi di atas permukaan yang rata dan keras.

b Buka jalan napas bayi (mulut bayi) dan lihat apakah benda
asing terlihat atau tidak. Jika terlihat ambil dengan
menggunakan sapuan jari Anda. Jika Anda tidak melihatnya
JANGAN lakukan blind
finger swab / mengkorek-
korek mulut bayi dengan
tujuan untuk mencari
benda asing tersebut.
c Jika benda asing tidak terlihat lakukan langkah selanjutnya
yaitu lakukanlah CPR yang terdiri dari 30 kali penekanan
dada diikuti 2 kali napas. Tetapi, perbedaan CPR korban
tersedak dengan korban biasa adalah setiap Anda selesai
melakukan 30 kali penekanan dada periksalah dahulu mulut
bayi sebelum memberikan 2 kali bantuan napas.

d Jika setelah 5 kali siklus CPR, benda asing masih belum


dapat keluar dan bayi masih belum sadar. Panggil bantuan
medis segera, kemudian lanjutkan CPR Anda sampai bantuan
medis datang atau benda asing nya keluar.
BAB 3
PERENCANAAN KEGIATAN

3.1 Satuan Acara Penyuluhan (SAP)


Bidang Studi : Keperawatan Komunitas
Topik : Kesehatan
Sub Topik : Cara Mengatasi Tersedak Pada Anak
Sasaran : Ibu dan Anak di Posyandu Balita
Hari/Tanggal : Rabu, 17 Mei 2017
Tempat : Posyandu Balita Dusun Mantren
Waktu : 09.00 WIB-Selesai

3.2 Tujuan Instruktusional Umum


Pada akhir penyuluhan diharapkan masyarakat (orang tua) dapat
mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan pertolongan pertama terhadap
anak yang tersedak di rumah.

3.3 Tujuan Intruktusional Khusus


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan orang tua mampu:
a. Mengetahui konsep tersedak
b. Mengetahui penanganan tersedak (SOP)

3.4 Materi (Terlampir)


a. Konsep tersedak
b. Penanganan tersedak (SOP)

3.5 Metode
a. Ceramah dan simulasi
b. Tanya jawab

3.6 Media
Leaflet
3.7 Pegorganisasian
Pembimbing : Dr.Ratna Hidayati,M.Kep.Sp,Mat
Wiwik Andriyani S.Kep.Ns
Ketua Panitia : Sandi Biantoro A, S.Kep
PJ : Elsa Artika W, S.Kep
Anggota : Alfonsius Metom, S.Kep
Elfina Rachmawati, S. Kep
Esra Anaskol, S.Kep
Novita Irianti, S.Kep
Yesi Permata S, S.Kep
Kiki Risky A.S.Kep
Tiwik Sulistia A,S.Kep
Zulfan Aljauhar, S.Kep
Penyaji : Yanuar Candra D,S.Kep
Observer : M.Ikhwanul H.,S.Kep
Notulen : Anggi Aristy W,S.Kep
Asriana Kofan,S.Kep
Dokumentasi : Acep Yunus,S.Kep

3.8 Persiapan Pelaksanaan


1. Menetapkan panitia dan waktu pelaksanaan untuk penyuluhan.
2. Mencari materi tentang perawatan payudara
3. Konsultasi dengan preceptor klinik dan preceptor akademik.
4. Melakukan penyuluhan.
5. Melakukan evaluasi penyuluhan.

3.9 Pelaksanaan
1. Persiapan peserta
2. Mengisi daftar hadir
3. Peserta menggambil tempat duduk
4. Mendiskusikan kontrak waktu
5. Kegiatan inti
3.10 Kegiatan Penyuluhan
Tahap dan
No. Kegiatan Pendidikan Kegiatan peserta
waktu
1. Pendahuluan Pembukaan:
5 menit i. Menggucapkan salam dan 1. Menjawab salam
memperkenalkan diri. 2. Mendengarkan
ii. Menyampaikan tujuan dan tujuan dari
maksud dari penyuluhan. penyuluhan.
iii. Menjelaskan kontrak 3. Mendengarkan
waktu dan mekanisme kontrak waktu dan
kegiatan. mekanisme
iv. Menyebutkan materi yang kegiatan.
akan disampaikan. 4. Mendengarkan
v. Menggali pengetahuan materi penyuluhan.
dan mengajukan 5. Menjawab
pertanyaan. pertanyaan.

2. Kegiatan inti Pelaksanaan ceramah :


(Total 20 1. Menjelaskan materi 1. Mendengarkan dan
menit) tentang pertolongan memperhatikan
pertama pada anak materi yang
tersedak secara mandiri diberikan.
di rumah 2. Peserta mengajukan
2. Menjelaskan tentang pertanyaan tentang
penyebab tersedak materi yang kurang
3. Mendemonstrasikan dipahami.
tentang penanganan 3. Mendengarkan dan
tersedak memperhatikan
4. Memberi kesempatan jawaban yang
kepada peserta untuk diberikan.
menggajukan pertanyaan. 4. Mempraktekkan
5. Menjawab pertanyaan langkah langkah
yang diajukan peserta. perawatan payudara
secara benar
3. Penutup 10 Evalusi :
menit 1. Penyuluh mengevaluasi 1. Para peserta
peserta tentang menjawab
pertolongan pertama pada pertanyaan yang
anak tersedak diajukan penyuluh
2. Penyuluh menyimpulkan dengan benar.
materi HE dan memberi 2. Para peserta
penguatan kembali apa mendengarkan
yang sudah disampaikan. kesimpulan materi
3. Memberikan apresiasi yang disampaikan.
terhadap peserta sekaligus 3. Memperhatikan
menutup acara dan dan menjawab
memberi salam penutup. salam penutup

3.11 Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Menentukan tema penyuluhan yang disesuaikan dengan masalah
yang ditemukan.
b. Pembuatan SAP dan leaflet dilakukan 2 hari sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan.
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara
benar.
3. Evaluasi Hasil
Peserta mengetahui tentang cara pertolongan pertama tersedak pada
anak yang benar.

BAB 4
PELAKSANAAN KEGIATAN DAN EVALUASI

4.1 Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan


Bidang Studi : Keperawatan Komunitas
Topik : Kesehatan
Sub Topik : Cara Mengatasi Tersedak Pada Anak
Sasaran : Ibu dan Anak di Posyandu Balita
Hari/Tanggal : Rabu, 17 Mei 2017
Tempat : Posyandu Balita Dusun Mantren
Waktu : 09.00 WIB-Selesai

4.2 Pengorganisasian
Pembimbing : Dr.Ratna Hidayati,M.Kep.Sp,Mat
Wiwik Andriyani S.Kep.Ns
Ketua Panitia : Sandi Biantoro A, S.Kep
PJ : Elsa Artika W, S.Kep
Anggota : Alfonsius Metom, S.Kep
Elfina Rachmawati, S. Kep
Esra Anaskol, S.Kep
Yanuar Candra D., S.Kep
Novita Irianti, S.Kep
Kiki Risky A,S.Kep
Yesi Permata S, S.Kep
Zulfan Aljauhar, S.Kep
Tiwik Sulistia A.B,S.Kep
Penyaji : Yanuar Candra D,S.Kep
Observer : M.Ikhwanul H.,S.Kep
Notulen : Anggi Aristy W,S.Kep
Asriana Kofan,S.Kep
Dokumentasi : Acep Yunus,S.Kep

4.3 Evaluasi Kegiatan

a. Evaluasi Struktur
Sebelum melakukan penyuluhan, terlebih dahulu dilakukan identifikasi
masalah yang ditemukan pada warga yang akan diberikan penyuluhan,
Sehingga penyuluhan dapat memberikan manfaat sesuai yang
diharapkan. Mahasiswa menentukan tema yang sesuai dan menentukan
waktu dilakukan penyuluhan. Persiapan dilakukan 2 hari sebelum
pelaksanaan penyuluhan, persiapan yang dilakukan antara lain
pembuatan SAP dan menyusun Leaflet.
b. Evaluasi Proses
Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh ibu dan anak sejumlah 43 orang.
Peserta tampak antusias yang ditunjukkan dengan peserta yang
memperhatikan dan mendengarkan penyuluhan dengan seksama
walaupun kondisinya tidak kondusif dikarenakan bayi atau anak mereka
yang rewel, sehingga terdengar bising dan pusat perhatian mereka
teralihkan ke anak mereka. Sebagian ada peserta yang meninggalkan
tempat selama penyuluhan berlangsung dengan berbagai alasan seperti
anaknya yang mengajak pulang, anaknya yang menangis, serta ada
kesibukan lain di rumah. Saat mendemonstrasikan tentang pertolongan
pertama anak tersedak seluruh peserta memperhatikan dengan seksama.
Pada akhir penyajian ada beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan
dan pertanyaan tersebut dijawab oleh penyaji.
c. Evaluasi Hasil
Para ibu-ibu (masyarakat) dapat menyebutkan cara pertolongan pertama
tersedak pada anak yang benar yang menjadi bahan penyuluhan. Ibu
mampu mempraktekkan cara pertolongan pertama pada tersedak yang
telah diajarkan pada penyuluhan dan bersedia mempraktekkannya.
d. Hambatan
Hambatan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan adalah tempat
yang tidak memadai atau kurang luasnya tempat penyuluhan dan juga
cuaca yang panas, sehingga tidak nyaman dalam mengikuti penyuluhan.
Namun begitu, hambatan dirasakan tidak begitu memberikan dampak
yang negatif dalam jalannya kegiatan penyuluhan dan tidak mengurangi
antusias ibu (masyarakat) dalam mengikuti penyuluhan.
e. Dukungan
Pembimbing lahan dan akademik memberikan dukungan terhadap
pelaksanaan praktik profesi keperawatan komunitas dengan
memberikan masukan dan saran tentang kegiatan penyuluhan.
BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Tersedak merupakan salah satu masalah yang terdapat di masyakat.
Tersedak adalah tersumbatnya trakea seseorang oleh benda asing, muntah,
darah, atau cairan lain. Tersedak merupakan keadaan darurat medis.
Pengetahuan mengenai cara menangani anak yang tersedak sangat
penting. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya perilaku seseorang. Perilaku yang didasari atas pengetahuan,
kesadaran dan sikap yang positif akan bersifat langgeng. Diharapkan
dengan pengetahuan tentang cara menangani anak yang tersedak yang
benar, dapat memaksimalkan penatalaksanaan menolong anak yang
mengalami tersedak.

5.2 Saran
Setelah memahami dan mampu melakukan teknik pertolongan
pertama tersedak pada anak yang benar, Masyarakat diharapkan dapat
mengetahui pertolongan pertama tersedak pada anak sehingga tidak terjadi
tersedak pada anak.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian dan Pendekatan Praktek. Edisi V. Jakarta:


Rineka Cipta

Notoatmodjo, S 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Perinasia. 2004. Bahan Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta: Perkumpulan


Perinatologi Indonesia
DOKUMENTASI KEGIATAN