Anda di halaman 1dari 3

MANIFESTASI KLINIK

Manifestasi Klinik artinya perkembangan dan dampak yang ditimbulkan dari perkembangan
suatu atas banyak penyakit di dalam tubuh.
Contoh penyakit tifus yang disebabkan oleh bakteru salmonella parathyphi dan thyphi
manifesrasinya terjadi perusakan dinding usus oleh bakteri tersebut.
Kalau gejala ini merupakan respon yang disebakan oleh manifestasi klinik di dalam tubuh
contoh gejala penyakit tifus :
1 lidah diselimuti kotoran berwarna putih
2. demam pada sore hari
3. diare
4. feces berwarna hitam karena adanya sterkobilin, dll.

PERUBAHAN PADA MIKSI


1. Hematuri
Hematuri adalah istilah medis yang menandakan adanya darah di dalam urine. Urine akan
berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Urine yang normal tidak
mengandung darah sedikitpun, kecuali pada wanita yang sedang menstruasi. Hematuria sering
terlihat sangat menakutkan dan menimbulkan kekhawatiran, namun kondisi ini jarang menjadi
pertanda penyakit yang membahayakan nyawa Anda. Meski begitu, Anda harus segera
memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui penyebab munculnya darah di dalam urine.
2. Poli Uri
Poliuria adalah buang air kecil yang berlebihan, biasanya lebih dari 2,5 liter per hari pada orang
dewasa. Penyebab paling umum poliuria adalah diabetes yang tidak terkelola. Kondisi lain
yang menyebabkan poliuria adalah penyakit ginjal polikistik , penyakit anemia sel
sabit, pielonefritis, amiloidosis, sindrom Sjogren, dan myeloma. Obat-obatan tertentu juga
dapat menyebabkan poliuria. Poliuria juga dapat disertai dengan kencing kemerahan atau
berdarah, yang disebut hematuria.

3. Oliguri
Oliguria adalah produksi urin sedikit, biasanya kurang dari 400 ml / hari pada orang dewasa,
dan dapat menjadi salah satu tanda awal dari gagal ginjal dan masalah urologi lainnya atau
penyumbatan di dalam saluran kemih. Kondisi ini dapat diobati dengan diagnosis yang tepat
dan pengobatan. Oliguria dapat menjadi prekursor untuk Anuria, yaitu tidak adanya produksi
urin atau urin sangat sedikit.

4. Anuria
Anuria adalah ketidakmampuan untuk buang air kecil baik karena tidak dapat menghasilkan
urin atau memiliki sumbatan di sepanjang saluran kemih. Anuria biasanya merupakan indikasi
masalah kesehatan yang serius seperti batu ginjal atau penyumbatan lainnya di sepanjang
saluran kemih. Sumbatan dapat dihasilkan dari bengkak peradangan atau tumor. Jika
penyumbatan cukup parah, maka aliran kencing terhenti sama sekali. Anuria juga bisa terjadi
karena masalah ginjal berat seperti gagal ginjal.
5. Dysuria
Buang air kecil terasa sakit (disuria) adalah rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil,
biasanya dirasakan dalam tabung yang membawa urin keluar dari kandung kemih ( uretra )
atau daerah sekitar alat kelamin (perineum). Siapapun bisa mengalami serangan nyeri buang
air kecil. Nyeri buang air kecil adalah gejala yang paling umum dari infeksi saluran kemih,
terutama pada wanita . Pada pria, infeksi saluran kemih kurang umum, sehingga nyeri buang
air kecil ini paling sering disebabkan oleh uretritis dan kondisi prostat tertentu.

6. Urgency

Urgency adalah perasaan seseorang untuk berkemih.

7. Nocturia

Nokturia (nocturia) adalah buang air kecil yang luar biasa sering di malam hari, menyebabkan
pasien terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil. Nokturia disebabkan oleh
sejumlah penyebab mulai dari sekadar terlalu banyak minum di malam hari sampai kondisi
serius seperti hilangnya fungsi ginjal, hiperplasia prostat jinak, sistitis, diabetes, gagal ginjal
kronis dan infeksi saluran kemih.

8. Strangury

Strangury adalah pengeluaran urin yang lambat dan nyeri akibat spasme uretra dan kandung
kemih.

9. Hesistansi

Hesitansi yaitu memulai kencing yang lama dan seringkali disertai dengan mengejan yang
disebabkan oleh karena otot destrussor buli-buli memerlukan waktu beberapa lama
meningkatkan tekanan intravesikal guna mengatasi adanya tekanan dalam uretra prostatika.

10. Retensi Urine

Retensi, yaitu adanya penumpukan urine didalam kandung kemih dan ketidaksanggupan
kandung kemih untuk mengosongkan diri. Retensi urine dapat disebabkan oleh hal-hal seperti:
obstruksi (misalnya hipertrofi prostat), pembedahan pada daerah abdomen bawah, pelvis, atau
kandung kemih.

11. Incontinesia Urine

Inkontinensi urine, yaitu ketidaksanggupan sementara atau permanen otot sfingter ekstema
untuk mengontrol keluarnya urine dari kandung kemih. Inkontinensia urine dapat dibagi
menjadi lima jenis, yaitu: inkontinensia fungsional, inkontinensia refleks, inkontinensia stres,
inkontinensia urgensi (dorongan) dan inkontinensia total.

12. UTI (Urinaria Tractus Infektion)

Infeksi saluran kencing atau urinary tract infection adalah infeksi yang terjadi jika terdapat
bakteri pada organ saluran kencing. Saluran kencing adalah organ penghasil, penyimpan, dan
yang mengeluarkan urin seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Secara khusus,
kandung kemih dan uretra adalah organ yang paling sering terkena.

13. Pancaran Urine melemah dan mengecil

Pancaran urine melemah dan mengecil merupakan pembesaran prostat dan uroflowmetri.
Pancaran lemah : kelemahan kekuatan dan kaliber pancaran destrussor memerlukan waktu
untuk dapat melampaui tekanan di uretra.

14. Terminal Dribbling

Terminal dribling yaitu menetesnya urine pada akhir kencing.

15. Intermitensi

Intermitency yaitu terputus-putusnya aliran kencing yang disebabkan karena ketidakmampuan


otot destrussor dalam pempertahankan tekanan intra vesika sampai berakhirnya miksi.

16. Residual Urine

Masih terasa ada sisa urin yang belum tuntas setelah berkemih

17. Polakisuri / Frekuensi

Frekuensi yaitu penderita miksi lebih sering dari biasanya dapat terjadi pada malam hari
(Nocturia) dan pada siang hari.

18. Chiluria

Chiluria adalah adanya lemak dalam dalam urin seperti susu

19. Pneumaturia

Pneumaturia adalah berkemih yang tercampur dengan udara, dapat terjadi karena adanya fistula
antara buli-buli dengan usus, atau terdapat proses fermentasi glukosa menjadi gas
karbondioksida di dalam urine, seperti pada pasien diabetes mellitus.

20. Claudy Urine

Cloudy urine adalah urine bewarna keruh dan berbau busuk akibat adanya infeksi saluran
kemih.