Anda di halaman 1dari 7

STANDARISASI MUTU

Kelompok 5 :
1. Triadi Aulia R (H24150013)
2. Ahmad Fauzan (H24150034)
3. Galuh Aimi (H24150045)
4. Melyana Puji L (H24159001)

DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2017
BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
PEMBAHASAN

I. Definisi Standarisasi
Standar adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan
yang mampu dicapai, berkaitan dengan parameter yang telah
ditetapkan (Donabedian, 1980 dalam Azwar, 1996).
Standar adalah spesifikasi dari fungsi atau tujuan yang harus
dipenuhi oleh suatu sarana pelayanan agar pemakai jasa dapat
memperoleh keuntungan yang maksimal dari pelayanan yang
diselenggarakan (Rowland dan Rowland, 1983 dalam Azwar, 1996).
Standarisasi merupakan sarana penunjang yang sangat penting artinya.
Standarisasi digunakan sebagai suatu alat yang efektif dan efisien untuk
menggerakkan kegiatan organisasi dalam meningkatkan produktivitas dan
menjamin mutu produk dan/ atau jasa.

Standarisasi yang harus dilaksanakan meliputi standar tenaga baik


kuantitatif maupun kualitatif, sarana dan fasilitas, kemampuan, metode,
pencatatan dan pelaporan dan lain-lain. Luaran (outcome) yang diharapkan
juga harus distandarisasi.

II. Sejarah Standarisasi

III. Penerapan dan Pelaksanaan Standarisasi

Penerapan pengendalian mutu melakui pelaksanaan standarisasi dalam


tiap-tiap bagian di sebuah organisasi atau tempat lainya sangat diperlukan
untuk meningkatkan mutu produk dan jasa pelayanan. Hal ini berguna untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan internal maupun eksternal, sehingga tercipta
kepuasan untuk semua pelanggan.

Untuk menjamin agar mutu dan kebutuhan pelanggan telah


diintegrasikan ke dalam produk dan atau pelayanan, ada beberapa jenis standar
yang di tetapkan dan di ukur. Standarisasi dilaksanakan dengan membuat
berbagai macam standar dengan cara yang sistematik dan dengan
menggunakan standar secara efektif. Standar yang dibuat dapat berupa
ketentuan tertulis, flowchart, prosedur tertulis, beberapa format untuk
mencatat proses pelayanan dan hasil.

IV. Jenis-Jenis Standarisasi

Standar Internasional, seperti ISO

Standar Nasional, yang bersifat wajib

Standar Reguler

Standar Enterprise

V. Manfaat Standarisasi

Standard adalah hasil konsensus semua pihak yang terkait dengan


suatu produk (stakeholders), termasuk konsumen.
Standard menjamin keseragaman spesifikasi teknis minimal yang
harus dipenuhi.
Penerapan standard secara wajib akan melindungi konsumen (klien,
pengguna) dari produk (barang maupun jasa) bermutu rendah yang
dapat berakibat fatal.
Standard akan mempermudah produsen(provider) untuk memenuhi
persyaratan karena terdeskripsi secara jelas.
Aspek kualitas, lingkungan dan keselamatan adalah acuan utama
penetapan standard.

VI. Hubungan antara Standarisasi dengan Mutu


BAB III
STUDI KASUS
BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan :
DAFTAR PUSTAKA